Lebih Dekat Dengan Masjid Agung Kauman Semarang-PDF Free Download

Lebih Dekat dengan Masjid Agung Kauman, Semarang
23 Feb 2021 | 0 views | 0 downloads | 6 Pages | 345.74 KB

Share Pdf : Lebih Dekat Dengan Masjid Agung Kauman Semarang

Export Lebih Dekat Dengan Masjid Agung Kauman Semarang File to :

Download and Preview : Lebih Dekat Dengan Masjid Agung Kauman Semarang

Report CopyRight/DMCA Form For : Lebih Dekat Dengan Masjid Agung Kauman Semarang



Transcription

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 1, A 359-364https://doi.org/10.32315/sem.1.a359Lebih Dekat dengan Masjid Agung Kauman, SemarangSafiraProgram Studi Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.Korespondensi : [email protected] heritage merupakan bangunan warisan budaya yang patut dilestarikan. Salah satubangunan tersebut adalah Masjid Agung Kauman Semarang yang di bangun pada pertengahan abadke 16 dan terus mengalami perbaikan. Arsitektur Masjid Agung Kauman semarang pun dipengaruhioleh arsiteknya yang merupakan seorang Belanda. Hal ini menyebabkan adanya perpaduan antarabudaya tradisional jawa, Belanda dan Arab pada arsitektur Masjid Agung Kauman Semarang. MasjidAgung Kauman Semarang pun disebut sebagai Arsitektur colonial karena dibangun pada masapemerintahan colonial. Lokasi pembangunan berada di barat Alun-Alun Kota Semarang yangselanjutnya beralih fungsi dengan dominasi fungsi perdagangan. Penelitian ini seharusnya dapatmemberikan pelajaran tentag pentingnya menjaga bangunan heritage dilihat dari sejarahnya danmempertahankan fungsi alun-alun sebagai pusat kota karena perubahan fungsi akan memberikanpengaruh kepada masjid itu sendiri.Kata-kunci : alun-alun, arsitektur, kolonial, Masjid Agung Kauman SemarangPendahuluanMasjid Agung Kauman merupakan salah satu masjid tertua di Semarang. Masjid Agung Kauman diSemarang pertama dibangun pada abad ke-16 dan di pugar pada tahun 1749 (bedasarkan inkripsiyang terpatri pada masjid), yang merupakan era penjajahan Belanda di Indonesia. Hal iniberdampak pada gaya arsitektur masjidnya yang merupakan perpaduan antara gaya arsitektur lokaldan kolonial. Gaya colonial tidak hanya terletak pada elemen-elemen arsitekturalnya saja, namunjuga pada ragam hias yang ada didalam masjid. Seperti kebanyakan Masjid Agung lainnya, MasjidAgung Kauman Semarang juga di bangun berdekatan dengan Alun-Alun Kota Semarang yangselanjutnya mengalami perubahan fungsi.Penelitian kali ini di fokuskan pada bagian-bagian bentuk arsitektur Masjid Kauman Semarang yangmasih mempertahankan bentuk kolonialnya walaupun sudah beberapa kali mengalami perbaikan danperubahan fungsi sekitarnya. Selain itu, penelitian ini juga akan membahas perubahan-perubahanfungsi disekitar masjid dan penambahan fungsi baru di dalam masjid.Penelitian ini bertujuan untuk mengenali arsitektur kolonial pada Masjid Agung Kauman di Semarang.Hal ini dapat dilihat dari beberapa elemen arsitekturnya dan ragam hias di dalam masjid tersebut.Adanya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan akan arsitektur kolonial padabangunan peribadatan, khususnya pada Masjid Agung Kauman Semarang, serta perpaduan antaraarsitektur kolonial dan tradisional. Pengetahuan ini dimaksudkan agar pembaca lebih terdoronguntuk melestarikan bangunan-bangunan colonial yang memiliki nilai histori yang tinggi.Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon, Universitas Indraprasta, Universitas TrisaktiISBN 978-602-17090-5-4 E-ISBN 978-602-17090-4-7Prosiding Seminar Heritage IPLBI 2017 A 359

Lebih Dekat dengan Masjid Agung Kauman, SemarangKegiatanBerdasarkan catatan sejarah, masjid Agung Kauman Semarang pertama didirikan pada pertengahanabad ke-16 M yaitu pada masa kesultanan Demak di daerah kabupaten Semarang Selatan yangbukan merupakan tempat berdirinya Masjid Agung Kauman sekarang. Pada Masa penjajahanBelanda di Indonesia, terjadi pemberontakan kaum tionghoa akibat permasalahan dagang denganVOC. Hal ini menyebabkan bencana kebakaran besar yang memusnahkan Masjid Agung KaumanSemarang pada lokasi terdahulunya. Bencana ini mengakibatkan Masjid Agung Kauman Semarangdidirikan kembali pada lokasi yang berbeda yaitu di sebelah barat Alun-Alun Kota Semarang, diujungJalan Kauman Semarang. Pembangunan kembali Masjid Agung Kauman Semarang ini dilaksanakandari tahun 1759 -1760. Pada tahun 1867 dilaksanakan perbaikan bangunan masjid untukmempertahankannya tetap dengan kondisi semula dan baru selesai pada tahun 1883 karenamasalah politik dan pendanaan. Namun, pada tahun 1885 masjid kembali terbakar akibat sambaranpetir dan pembangunan kembali dilaksanakan pada tahun 1889. Pembangunan kembali MasjidAgung Kauman Semarang diilakukan dengan bantuan seorang arsitek Belanda bernama Ir. G. A.Gambier dan selesai di bangun pada tahun 1890 atas prakarsa dari Asisten residen Semarang G.J.Blumme dan Tumenggung Raden Tjondrodipeoero sebagai Bupati Semarang. Pada Abad ke-20terjadi bantuan-bantuan dana dari pemerintah untuk meperbaiki masjid dan menambah fasilitasnyadiantaranya adalah menara masjid.Arsitektur Masjid Kauman SemarangGambar 1. Masjid Agung Kauman Semarang(sumber:google.com)Hal arsitektural yang paling terlihat dari Masjid Agung Kauman Semarang adalah bentuk atapnya.Hal ini terinspirasi dari bentuk-bentuk masjid sebelumnya. Apabila dibandingkan dengan masjidmasjid di pulau Jawa yang di bangun pada Abad ke-15, terdapat persamaan pada bentuk atapnyayaitu bentuk atap limasan yang bertingkat tiga. Bentuk seperti ini terpengaruh dari rumah tradisionaldipulau jawa. Bentuk atap yang mengadaptasi bentuk rumah tradisional jawa ini dikarenakan islamtidak mebawa bentuk arsitektur khusus ketika masuk ke Indonesia. Hal ini mengakibatkanpembangunan masjid hanya merupakan fungsinonal dan bentuknya dapat mengadaptasi bentukarsitektur daerah tempat di bangunnya. Namun, bentuk arsitektur Masjid Kauman Semarang jugadipengaruhi oleh masuknya Belanda ke Indonesia, dan eran arsitek Belanda dalam membangunkembali Masjid Agung Kauman Semarang yang terlihat dari sistem konstruksinya. Selain pengaruhA 360 Prosiding Seminar Heritage IPLBI 2017

Safiradari unsur tradisional dan kedatangan belanda, ragam hias didalam Masjid Agung Kauman Semarangpun di pengaruhi kebudayaan Ara yang merupakan asal mula datangnya agama islam.Gambar 2. Masjid Agung Demak(sumber: google.com)Bentuk mihrab pada Masjid Agung Kauman Semarang juga dipengaruhi oleh dua kebudayaanberbeda yaitu Eropa dan Arab. Atap dari Mihrab ini berbentuk kubah, yang banyak ditemui padamasjid-masjid di negara Arab dan Asia Selatan. Sedangkan pengaruh Eropa menyebabkan bentukatap mihrab yang berbentuk segitiga seerti beberapa bangunan Belanda yang di Bangun diIndonesia.Gambar 3. Bentuk Mimbar Masjid Agung Kauman.(sumber: Jurnal Achmad Sidiq)Bangunan masjid berbicara tentang space, bukan hanya tentang enclosure atau penutupbangunannya saja. Hal ini seperti terlihat seperti masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullahdimana tidak terdapat atap dan sekat-sekat pada bangunan tersebut. Hal ini berpengaruh padafungsi ruang-ruang tambahan pada masjid seperti serambi yang biasanya mengelilingi masjid, danjuga konstruksi masjid yang diusahakan memberikan ruang seluas mungkin. Pada Masjid AgungDemak, yang memiliki bentuk atap yang serupa dengan Masjid Agung Kauman Semarang, memakaisystem konstruksi tradisional soko guru. Sedangkan pada Masjid Agung Kauman Semarangditerapkan konsep tektonika dalam bangunannya. Hal ini dikarenakan keterbatasan pemahamanProsiding Seminar Heritage IPLBI 2017 A 361

Lebih Dekat dengan Masjid Agung Kauman, SemarangBelanda untuk mengaplikasikan system konstruksi tradisional tersebut. Akibatnya soko guru digantikan dengan kolom-kolom bata yang menopang balok kayu diatasnya. Konsep tektonika inidiharapkan dapat membentuk sebuat bangunan yang rigid. Perpaduan antara kolom-kolom atauGambar 4. Perpaduan Kolom dan balok Kayu sebagai struktur utama(sumber: sumber: http://b52.um-bengkulu.web.id/id1/2756-2653/Masjid-Kauman-Semarang 55194 b52-umbengkulu.html)pilar-pilar Eropa dan arsitektur tradisional, menjadikan Masjid Agung Kauman Semarang menjadimasjid pertama di Jawa dengan arsitektur tradisional namun dengan konstruksi modern, sehinggadikenal sebutan modern tradisionalistik.Selain bentuk arsitektunya, terdapat beberapa ragam hias yang terdapat pada masjid yang menjadibukti pengaruh budaya Arab pada Masjid Kauman Semarang. Beberapa ragam hias beerbentuksulur-sulur daun waru yang biasa di jumpai pada masjid-masjid di Persia. Ragam hias tersebutdidapati pada beberapa bagian seperti dinding, mihrab, mimbar, tiang, jendela, dan atap. Beberapahanya bersifat ornamental dan adapula yang bersifat arsitektural. Selain ragam hias dengan bentukflora, terdapat pula beberapa kaligrafi dengan tulisan arap yang menghiasi seluruh masjid.Masjid Kauman Semarang Dan Alun-AlunSetelah beberapa kali mengalami perbaikan, Masjid Agung Kauman Semarang kemudian dipindahkanke sebelah barat alun-alun Kota Semarang. Alun-alun menjadi tempat bertemunya penguasadengan rakyatnya dan tempat berlangsungnya perayaan kota. Alun-alun dikelilingi olehbangunan-bangunan penting, yaitu masjid sebagai tempat beribadah, keraton sebagai pusatpemerintahan kota, dan bangunan-bangunan penting lainnya. Di sekitar kawasan ini terdapatpasar dan pemukiman penduduk (Wiryomartono, 1995: 48). Sayangnya, alun-alun ini punsemakin lama semakin berubah fungsinya dengan di bangunnya Pasar Johar dan pasar lain sertabeberapa bangunan perkantoran. Hal ini menyebabkan Masjid agung Kauman Semarang punsemakin tertutup dengan fungsi-fungsi lain yang tidak berhubungan dengan masjid tersebut.Gambar 5. Alun-Alun Lama(sumber: http://b52.umbengkulu.web.id/id1/2756-2653/Masjid-KaumanSemarang 55194 b52-um-bengkulu.html)A 362 Prosiding Seminar Heritage IPLBI 2017

SafiraPerubahan fungsi di sekitar alun –alun diawali pada masa pemerintah kolonial. Pemerintahmembangun pasar johar untuk menggantikan pusat perdagangan sebelumnya, dan memancingfungsi-fungsi perdagangan lain serta pembangunan perkantoran yang menghabiskan lahan alun-alunkota semarang. Hal ini membuat struktur kota yang dibuat pun tidak sesuai seperti seharusnyadimana seharusnya dipusat kota terdapat kraton, masjid, pasar dan alun-alun.Gambar 6. Perubahan tatanan Alun-Alun(sumber: S2-2013-304690 pada etd.repository.ugm.ac.id)Perubahan fungsi alun-alun pun memiliki pengaruh terhadap Masjid Agung Kauman Semarang.Masjid kini tidak memiliki sebuah ruang terbuka yang luas yang berfungsi sebagai pusatkeramaian dan pusat aktifitas masyarakat. Ruang terbuka yang tersisa pun hanyadimanfaatkan sebagai lahan parkir.PelajaranPenelitian ini memberikan beberapa pelajran diantaranya adalah, pengetahuan tentangmemungkinkannya perpaduan antara arsitektur colonial dan arsitektur tradisional dengan harmoni.Selain itu, penjelasan tentang sejarah Masjid Agung Kauman Semarang pun menambahpengetahuan tentang proses berdirinya masjid tersebut. Serta memberikan kesadaran bahwabangunan Masjid Agung Kauman sepatutnya menjadi Bangunan bersejarah yang dilindungi melihatdari panjangnya perjalanan agar masjid ini bisa berdiri. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang no. 11Tahun 2010 tentang Bangunan Cagar Budaya, dimana Masjid Agung Kauman telah memenuhikriteria yang tercantum pada pasal 5, yang berisi:Benda, bangunan, atau struktur dapat diusulkan sebagai Benda Cagar Budaya, BangunanCagar Budaya, atau Struktur Cagar Budaya apabila memenuhi kriteria:a.b.c.d.berusia 50 (lima puluh) tahun atau lebih;mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 (lima puluh) tahun;memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/ataukebudayaan; danmemiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.Penelitian ini juga dapat memberikan pelajaran, bahwa hilangnya fungsi dari alun-alun akanmempengaruhi fungsi masjid itu sendiri. Oleh karena itu, dengan adanya penelitian inidiharapkan dapat terjadi revitalisasi kembali (sudah pernah dilakukan) untuk kawasan lamaAlun-Alun kota Semarang ini sehigga dapat berfungsi seperti seharusnya.Prosiding Seminar Heritage IPLBI 2017 A 363

Lebih Dekat dengan Masjid Agung Kauman, SemarangKesimpulanMasuknya Belanda ke Indonesia memberikan pengaruh pada bangunan maupun tatanan perkotaan.Hal ini juga terjadi pada Masjid Agung Kauman Semarang. Perpaduan gaya colonial dan tradisionalterlihat dari struktur, material dan ragam hias didalam masjid. Peralihan fungsi dari alun-alun KotaSemarang pun banyak dipengaruhi oleh kebijakan pemerintahan colonial, seperti membangun pasarJohar di kawasan Alun-alun. Penelitian ini tidak hanya melihat bangunan Masjid Agung KaumanSemarang sebagai objek heritage namun juga melihat konteks diluar bangunan masjidnya sendiri.Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan untuk membuat sebuah penelitianserupa yang lebih endalam untuk mengetahui pengaruh peralihan fungsi alun-alun terhadap bentukarsitektur Masjid Agung Kauman, atau dengan membandingkan arsitektur Masjid Agung kaumanSemarang dengan Masjid lain yang dibangun pada era yang sama. Tulisan ini bertujuan untukmemenuhi Ujian Tengah Semester untuk Mata Kuliah Arsitektur Islam dengan Bapak Bambang SetiaBudi selaku Dosen Pengampu.Daftar PustakaSidiq, A. Masjid Besar Kauman Semarang, Sebuah Kajian Gaya Arsitektur dan Ornamen. Jurnal KementerianAgama, 01-20.UU Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar BudayaKurniawan, A. (2003). Pengaruh Revitalisasi terhadap Kawasan Alun-Alun Kota Semarang. Tugas AkhirPerencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro. 01-02S2-2013-304690. (2013). Bab Pendahuluan. etd.repository.ugm.ac.id, diakses pada Sabtu 4 maret 2017.www.masjidagungsemarang.weebly.com/sejarah.html, diakses pada Sabtu, 4 Maret 2017.http://b52.um-bengkulu.web.id/id1/2756-2653/Masjid-Kauman-Semarang 55194 b52-um-bengkulu.html,diakses pada Sabtu, 4 Maret 2017.A 364 Prosiding Seminar Heritage IPLBI 2017

(sumber: S2-2013-304690 pada etd.repository.ugm.ac.id) Lebih Dekat dengan Masjid Agung Kauman, Semarang A 364 | Prosiding Seminar Heritage IPLBI 2017 Kesimpulan Masuknya Belanda ke Indonesia memberikan pengaruh pada bangunan maupun tatanan perkotaan. Hal ini juga terjadi pada Masjid Agung Kauman Semarang. Perpaduan gaya colonial dan tradisional terlihat dari struktur, material dan ragam hias ...

Related Books

BAB III SKEMA DAN SIMULASI KOORDINASI RELE ARUS LEBIH DAN

BAB III SKEMA DAN SIMULASI KOORDINASI RELE ARUS LEBIH DAN

SKEMA DAN SIMULASI KOORDINASI RELE ARUS LEBIH DAN RELE GANGGUAN TANAH SEBAGAI PENGAMAN MOTOR INDUKSI KABEL DAN TRAFO PADA PLANT XI DI PT INDOCEMENT 3 1 Umum Dalam simulasi koordinasi rele arus lebih dan rele gangguan tanah ini digunakan acuan dalam standar ANSI IEEE Perancangan sistem proteksi dilakukan pada sisi 33 kV ke arah beban Untuk

BAB II Kajian Perilaku Sosial Sebelum membahas lebih

BAB II Kajian Perilaku Sosial Sebelum membahas lebih

A Kajian Perilaku Sosial 1 Pengertian Perilaku Sosial Sebelum membahas lebih lanjut tentang perilaku sosial perlu diketahui pengertian perilaku itu sendiri Perilaku biasanya disamakan dengan istilah sikap attitude Berikut ini beberapa definisi sikap yang dikemukakan oleh para ahli

BORANG TUNTUTAN ELAUN KERJA LEBIH MASA

BORANG TUNTUTAN ELAUN KERJA LEBIH MASA

No Semakan 00 UKM SPKP BEN PK11 GP02 B001 Tarikh Kuatkuasa 01 05 2012 BORANG TUNTUTAN ELAUN KERJA LEBIH MASA PERATURAN TUNTUTAN KERJA LEBIH MASA 1 Borang tuntutan hendaklah dikemukakan sebelum atau pada 5 haribulan setiap bulan bagi diproses dan dibayar bersama gaji bulan berkenaan

JURNAL TUGAS AKHIR STUDI PENGARUH BEBAN LEBIH TERHADAP

JURNAL TUGAS AKHIR STUDI PENGARUH BEBAN LEBIH TERHADAP

agar minyak trafo tidak berhubungan langsung dengan udara luar maka saat ini konservator dirancang dengan menggunakan brether bag rubber bag yaitu sejenis balon karet yang dipasang di dalam tangki konservator 5 b Peralatan Bantu 1 Pendingin Pendingin pada transformator berfungsi untuk menjaga agar transformator bekerja pada suhu rendah

Pemberdayaan Perempuan demi Partai Politik yang Lebih Kuat

Pemberdayaan Perempuan demi Partai Politik yang Lebih Kuat

adalah kunci partisipasi perempuan dalam politik karena partailah yang merekrut dan memilih calon untuk pemilihan dan menentukan agenda kebijakan suatu negara meski demikian dalam partai politik perempuan cenderung lebih terwakili di tingkat akar rumput atau dalam jabatan pendukung namun kurang terwakili dalam jabatan yang memiliki kekuasaan

ANALISA SETING RELAI ARUS LEBIH OVER CURRENT RELAY PADA

ANALISA SETING RELAI ARUS LEBIH OVER CURRENT RELAY PADA

pencarian data yang diperlukan di PT PLN Persero Pembangkitan Tanjung Jati B dan pencarian buku referensi dan jurnal ilmiah yang sesuai dengan penelitian Data yang diperoleh digunakan untuk perhitungan matematis Besaran yang dicari adalah arus nominal rasio CT yang terpasang arus pickup arus Instantaneous time delay dan arus aktual Besar nilai CT yang terpasang sisi primer 1500 5 dan

PERKEMBANGAN EKONOMI MALAYSIA Pertumbuhan lebih tinggi

PERKEMBANGAN EKONOMI MALAYSIA Pertumbuhan lebih tinggi

PERKEMBANGAN EKONOMI MALAYSIA KDNK Mengikut Komponen Perbelanjaan kawasan luar bandar Indeks Sentimen Pengguna MIER naik sedikit kepada 114 9 mata

BAB 4 Anuitas Lebih Umum Universitas Negeri Yogyakarta

BAB 4 Anuitas Lebih Umum Universitas Negeri Yogyakarta

anuitas Pendekatan pertama digunakan untuk menghitung nilai numerik dari anuitas dan menghitung dengan fungsi eksponensial dan logaritma Pendekatan kedua menggunakan analisis aljabar pada anuitas Artinya yaitu membuat persamaan aljabar untuk anuitas dalam bentuk simbol anuitas yang sudah dijelaskan pada bab 3 Langkah langkah 1 Menemukan suku bunga konversi pada frekuensi yang sama

AKTA SENJATA API (PENALTI LEBIH BERAT) 1971

AKTA SENJATA API (PENALTI LEBIH BERAT) 1971

yang terdapat dalam Kanun Keseksaan [Akta 574] masing- masingnya mempunyai pengertian yang diberikan kepadanya dalam Kanun itu. Penalti kerana melepaskan tembakan daripada sesuatu senjata api pada melakukan sesuatu kesalahan berjadual 3. Seseorang yang pada masa melakukan atau cuba melakukan atau bersubahat melakukan sesuatu kesalahan berjadual melepaskan tembakan daripada sesuatu senjata api ...

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi : Account ...

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi : Account ...

pajak, dan tata cara pembayaran, penyetoran dan pelaporan pajak, serta tata cara pengangsuran dan penundaan pembayaran pajak..... 509 7 peraturan menteri keuangan republik indonesia nomor 185/pmk.03/2007 tentang tata cara penerimaan dan pengolahan surat pemberitahuan..... 515 8 peraturan menteri keuangan republik indonesia nomor 186/pmk.03/2007 tentang wajib pajak tertentu yang dikecualikan ...

ANALISIS SEMIOTIKA TARI CANGGET AGUNG

ANALISIS SEMIOTIKA TARI CANGGET AGUNG

ANALISIS SEMIOTIKA PADA GERAK TARI CANGGET AGUNG Oleh Dian Hendra Rahmawati Cangget agung dilaksanakan tidak hanya demi melestarikan budaya Lampung yang telah menjadi warisan nenek moyang melainkan didalamnya terdapat arti arti yang disimbolkan oleh sebuah gerakan pada tari cangget agung tersebut

TATACARA PELAKSANAAN MESYUARAT AGUNG KHAS PENCALONAN DAN

TATACARA PELAKSANAAN MESYUARAT AGUNG KHAS PENCALONAN DAN

2019 t 2021 14 hari sebelum Mesyuarat Agung Khas dilaksanakan 2 minggu Pegawai Masjid dan Jawatankuasa Kariah 4 Pelaksanaan Mesyuarat Agung Khas Pencalonan Pegawai Masjid dan Pemilihan Jawatankuasa Kariah Sesi 2019 t 2021 Mulai 18 Ogos 2018 t 15 Oktober 2018 2 bulan Pegawai Masjid dan Jawatankuasa Kariah 5 Menyerahkan minit mesyuarat dan