BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN A. 1.

3y ago
290 Views
2 Downloads
349.58 KB
22 Pages
Last View : 1d ago
Last Download : 4m ago
Upload by : Braxton Mach
Transcription

BAB IIKAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRANA. Kajian TeoriKajian teori berfungsi sebagai landasan teoretik yang digunakan oleh penelitiuntuk membahas dan menganalisis masalah yang diteliti. Kajian teori disusunberdasarkan perkembangan terkini bidang ilmu yang berkaitan dengan intipenelitian sehingga memperhatikan kemampuan peneliti dalam mengkaji teoridari permasalahan yang diteliti. Berikut kajian teori yang digunakan padapenelitian ini.1. Kedudukan Pembelajaran Menganalisis Struktur dan Kebahasaan TeksEksposisi berdasarkan Kurikulum 2013 untuk Peserta Didik Kleas XKurikulum merupakan acuan dan pedoman utama dalam pelaksanaankegiatan pembelajaran di sekolah. Dengan adanya kurikulum, proses pembelajaran dapat terencana dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat rakonvensionaldikembangkan mengikuti perkembangan teori tentang bahasa dan teori belajarbahasa yang sekaligus menjawab tantangan kebutuhan zaman. Hal ini dimulaisejak 1984 hingga sekarang kurikulum 2013.Mengenai kedudukan kurikulum, menurut Mulyasa (2013, hlm. 22)mengemukakan, “Dalam kurikulum 2013 terdapat penataan standar nasionalpendidikan antara lain, standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses,standar pendidik, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standarpembiayaan dan standar penilaian. Isi kurikulum 2013 mencakup sikap,pengetahuan dan keterampilan.” Kurikulum bersisi beberapa standar kompetensidan ranah pembelajaran yang tertata secara sistematis sehingga peserta didik dapatdinilai sesuai ranah yang dipelajarinya. Senada dengan pernyataan diatas,Menurut Majid (2014, hlm. 1) mengatakan, “Kurikulum 2013 merupakankurikulum berbasis kompetensi dengan memperkuat proses pembelajaran danpenilaian autentik untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, danketerampilan”. Kurikulum saat ini lebih mengoptimalkan proses pembelajaranyang bertujuan untuk mencetak generasi bangsa dari aspek sikap, pengetahuan,10

11dan keterampilan. Sehingga dalam pelaksanaannya peserta didik dituntut untukmengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan pembelajaranyang dirumuskan oleh pemerintah.Mengenai tujuan kurikulum 2013, Kunandar (2015, hlm. 16) mengemukan,“Kurikulum 2013 bertujuan untuk memepersiapkan manusia Indonesia agarmemiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman,produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupanbermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia”. Tujuan kurikulumdalam hal ini ialah untuk meningkatkan derajat intelektual agar mampumemberikan kontribusi yang baik terhadap pribadi dan lingkungannya kelak,sebab dengan demikian kriteria keberhasilan seorang manusia dapat dimiliki olehorang yang mencapai tujuan kurikulum tersebut.Berdasarkan pemaparan para ahli di atas, penulis memahami bahwakurikulum sangat penting dalam dunia pendidikan, karena dengan adanyakurikulum tujuan pembelajaran dapat terarah dengan baik dan tepat. Adanyakurikulum akan membuat pendidik dan peserta didik berkolaborasi dalam halpelaksanaan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan intelektualitaswarga negaranya agar mampu berkontribusi untuk lingkungan, bangsa, danperadaban dunia.2. Kompetensi IntiKompetensi inti merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi yang harus dipahami peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, danmata pelajaran. Kompetensi inti bukan untuk diajarkan, tetapi untuk dibentukmelalui berbagai tahapan proses pembelajaran pada setiap mata pelajaran yangrelevan. Setiap mata pelajaran harus mengacu pada pencapaian dan perwujudankompetensi inti yang telah dirumuskan. Dengan kata lain,kompetensi inti menjadiacuan semua mata pelajaran untuk disuguhkan kepada peserta didik melaluitahapan-tahapan pembelajaran.Majid (2014, hlm.50) mengatakan “Kompetensi inti adalah suatu bentukkualitas yang harus dimiliki peserta didik pada satuan pendidikan tertentu yangmeliputi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan yang harus dipelajari setiap

12peserta didik”. Kompetensi inti menurut Majid merupakan kualitas pembelajaranyang harus dicapai oleh setiap peserta didik, sehingga mereka mampumeningkatkan kuliatas belajar dengan baik dan sistematis. Kompetensi intisangatlah penting bagi proses pembelajaran, karena denga adanya kompetensi intipendidik mampu menentukan kualitas apa saja yang harus ditingkatkan daripeserta didik.Memperkuat pernyataan di atas, Mulyasa (2013, hlm.170) mengatakan“Kompetensi berisi seperangkat kemampuan yang harus dilakukan oleh pesertadidik melalui proses belajar”. Kompetensi inti adalah komponen yang wajibdicapai oleh peserta didik untuk meningkatkan kualitas lulusan yang mumpunidalam bidang sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sehingga, peserta didikmampu bersaing dalam kehidupan bermasyarakat.Berdasarkan pernyataa di atas, penulis menyimpulkan bahawa kompetensiinti merupakan komponen penting yang berguna untuk mengorganisir kebutuhanpeserta didik dalam kegiatan pembelajaran sebagai upaya meningkatkan kualitasbelajar yang lebih efektif.Kompetensi inti terdiri dari empat bagian, yaitu kompetensi inti (KI) 1 adalahkompetensi sikap spiritual, kompetensi inti (KI) 2 adalah kompetensi sikap sosial,kompetensi inti (KI) 3 adalah kompetensi pengetahuan, dan kompentensi inti (KI)4 adalah kompetensi keterampilan. Keempat kompetensi tersebut merupakankompetensi yang saling terkait.Selain itu, kompetensi inti juga menjadi acuan dari kompetensi dasar danharus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif.Joko (2007, hlm. 85-88) menjelaskan tentang fungsi kurikulum sebagaiberikut.”a. Fungsi Kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.Maksudnya bahwa Kurikulum merupakan suatu alat atau usaha untukmencapai tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan oleh sekolah yangdianggap cukup tepat dan penting untuk dicapai;b. Fungsi Kurikulum bagi anak, kurikulum sebagai organisasi belajartersusun yang disiapkan untuk peserta didik sebagai salah satu konsumsibagi pendidikan mereka;c. Fungsi Kurikulum bagi guru ada tiga macam yaitu: (a) sebagai pedomankerja dalam menyusun dan mengorganisir pengalaman belajar bagi anakdidik, (b) sebagai pedoman untuk mengadakan evaluasi terhadap perkembangan anak dalam rangka menyerap sejumlah pengalaman yang di-

13d.e.f.g.berikan, (c) sebagai pedoman dalam mengatur kegiatan pendidikan danpengajaranFungsi bagi kepala sekolah yaitu sebagai pedoman dalam melaksanakanfungsi supervise dalam mengajar dan sebagai pedoman untukmengembangkan Kurikulum lebih lanjut;Fungsi bagi orang tua murid yaitu orang tua dapat turut serta memantuusaha sekolah dalam memajukan putra dan putrinya;Fungsi bagi sekolah pada tingkat di atasnya, berkaitan dengan fungsipemeliharaan keseimbangan proses pendidikan dan penyiapan tenagaguru.Bagi masyarakat dan pemakai lulusan sekolah yaitu memberikan bantuanguna memperlancar pelaksanaan program pendidikan yang membutuhkan kerja sama dengan pihak orang tua atau masyarakat untukmembangun dalam rangka menyempurnakan program pendidikan disekolah agar bisa lebih serasi dengan kebutuhan masyarakat danlapangan kerja.”Kurikulum dibuat karena memiliki fungsi yang sangt baik bagi kelangsunganpendidikan di Indonesia. Sehingga, semua proses pendidikan tidak terlepasdengan kurikulum yang disusun oleh pemerintah untuk mencapai tujuan pendidikan. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa kompetensi inti merupakan suatu acuan yang harus dicapai oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Dalam penelitian ini, kompetensi inti yang akan diteliti olehadalahkompetensi inti 3 yaitu memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuanfaktual, konseptual, prosedural berdasarkan minat peserta didik tentang ilmupengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasankemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, peradaban terkait penyebab fenomena dankejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yangspesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.3. Kompetensi DasarKompetensi dasar merupakan kompetensi yang harus dipelajari peserta didikuntuk suatu mata pelajaran di kelas tertentu. Kompetensi dasar yang dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat dan memperkayaantar mata pelajaran.Mengenai kompetensi dasar, Mulyasa (2013, hlm. 175) mengemukakan,“kompetensi dasar adalah untuk memastikan capaian pembelajaran tidak terhenti

14sampai pengetahuan saja, melainkan harus berlanjut ke keterampilan, danbermuara pada sikap”. Maksudnya, dalam pembelajaran tidak hanya pengetahuansaja yang diraih tetapi dalam keterampilan dan prilaku pun harus dicapai sehinggapemeblajaran tidak hanya membuat peserta didik mengerti, tetapi perserta didikjuga mampu bertindak tutur yang baik. Sedangkan, tercantum dalampermendikbud nomor 24 tahun 2016 bab 2 pasal 2 (2), bahwa “kompetensi dasarmerupakan kemampuan dan materi pembelajaran minimal yang harus dicapaipeserta didik untuk suatu mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikanyang mengacu kompetensi inti”. Sehingga, kompetensi dasar menekankan pesertadidik untuk meraih tujuan pembelajaran meskipun hasilnya paling minim.Berdasarkan uraian di atas, maka menyimpulkan bahwa kompetensi dasaradalah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik meliputi pengetahuan,keterampilan dan sikap yang mengacu pada kompetensi inti yang di pilih olehpenulis.Pembelajaran menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi merupakansuatu kegiatan pembelajaran yang terdapat di dalam kompetensi dasar 3.4 yaitumenganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi. Kompetensi dasar tersebutbersumber dari kompetensi inti 3, yaitu kompetensi inti pengetahuan.4. Alokasi WaktuAlokasi waktu dalam pelaksanaan pembelajaran sangat diperlukan. Alokasiwaktu ialah perkiraan waktu yang diperlukan peserta didik dalam mempelajarimateri selama kegitan pembelajaran. Sehingga, penyampaian materi menyesuaikan dengan waktu yang direncanakan. Majid (2014, hlm. 216) mengemukakansebagai berikut.“Alokasi waktu adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaiankompetensi dasar tertentu dengan memperhatikan:a. minggu efektif per-semester;b. alokasi waktu mata pelajaran per minggu; danc. jumlah kompetensi per-semester.”Untuk menentukan alokasi waktu berdasarkan jumlah minggu harus melihatkalender pendidikan. Sedangkan, untuk menentukan alokasi waktu mata pelajaran

15per minggu harus melihat pemetaan kompetensi dasar dalam program tahunan danprogram semester. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi kekeliruan yangterjadi dalam kegiatan pembelajaran.Mengenai alokasi waktu, Mulyasa (2008, hlm. 86) mengemukakan “alokasiwaktu merupakan jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jampelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan local, ditambah jumlahjam untuk kegiatan pengembangan diri.”. Alokasi waktu yang dicantumkan dalamsilabus merupakan perkiraan waktu untuk menguasai kompetensi dasar yangdibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. Sehingga, alokasi waktu dirinci dandisesuaikan kembali dalam RPP.Berdasarkan uraian di atas,menyimpulkan bahwa alokasi waktu adalahperkiraan waktu rata-rata yang dibutuhkan peserta didik untuk menguasai kompetensi dasar dengan memperhatikan jumlah minggu efektif, alokasi waktu matapelajaran per minggu, dan jumlah kompetensi dasar per semester.Alokasi waktu yang dibutuhkan untuk menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan teks eksposisi adalah 1 pertemuan (2x45 menit) untuk masing- masing kelasyaitu untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol.5. Pembelajaran Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Eksposisia. Pengertian MenganalisisMenganalisis termasuk ke dalam kegitan membaca. Karena membacamerupakan tahap seseorang untuk mengumpulkan data/informasi dari objek yangdianalisis sehingga pembaca mampu menemukan isi, struktur dan kebahasaan darisuatu tulisan.Menurut Qodratillah (2011, hlm. 20), menganalisis adalah “menyelidikidengan menguraikan bagian-bagiannya”. Sehingga kegiatan membaca akanmenghasilkan penentuan tentang bagian-bagian yang akan dianalisis untukmemudahkan peserta didik sehingga kegiatan analisis dapat terarah, mengacupada bagian-bagian objek yang dianalisis, dan sesuai dengan indikator yang dirumuskan dalam rencana pembelajaran.Sejalan dengan pernyataan di atas, Sugono, dkk. (2008, hlm. 58) menjelaskanpengertian menganalisis sebagai berikut. “Analisis adalah penguraian suatu pokok

16atau berbagai bagian-bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubunganantarbagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman artikeseluruhan”. Penguraian sebuah objek yang akan dianalisis untuk menelaah antarbagian sehingga akan mendapatkan pemahaman secara keseluruhan.Berdasarkan uraian di atas menyimpulkan bahwa menganalisis merupakankegiatan menelaah sebuah permasalahan yang terkandung dalam sebuah tulisandengan memperhatiakan bagian-bagian yang terkandung dalam tulisan tersebut.Menganalisis sebuah teks merupakan sebuah kegiatan yang cukup sulit,karena memerlukan kecermatan dan keterampilan untuk melakukannya. Olehkarena itu, diperlukan langkah-langkah menganalisis sebuah teks, terutama tekseksposisi.b. Fungsi Menganalisis Teks EksposisiMenganalisis merupakan kegiatan penguraian suatu objek berdasarkanbagian-bagiannya. Kegitan menganalisis merupakan kegiatan yang bertujuanuntuk mengetahui komponen-komponen yang terdapat pada sebuah objek yangdianalisis.Pada pembahasan sub bab sebelumnya, telah dipaparkan mengenai pengertianmenganalisis. Kegiatan menganalisis merupakan kegiatan yang cukup rumit,karena seorang analisator harus melakukan studi pustaka mengenai objek yangakan dianalisis. Fungsi analisis jika merujuk dari pengertian menganalisis di atasyaitu sebagai acuan seorang analisator untuk mengetahui bagian-bagian yangterkandung dalam sebuah objek yang akan dianalisis.Penulis dalam kesempatan ini akan menganlisis sebuah teks yang terdapatpada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X yaitu: menganalisis struktur tekseksposisi. Fungsi dari menganasis teks tersebut ialah sebagia sarana peserta didikuntuk mengetahui struktur dan kebahasaan yang digunakan dalam teks eksposisi.Sehingga, dengan kegiatan menganalisis peserta didik akan mengetahuikomponen-komponen yang terkandung dalam teks eksposisi.

17c. Langkah-langkah Menganalisis Teks EksposisiPenulis mengarahkan kegiatan menganalisis teks eksposisi sesuai dengankonvensional bagian teks eksposisi. Langkah menganalisis teks eksposisi berartimenyesuaikan dengan struktur yang terkandung dalam teks eksposisi yang telah diakui oleh para ahli. Menurut Kosasih (2016, hlm. 24-25) bahwa Teks eksposisiterdiri dari 3 bagian yaitu: tesis, argument, dan penegasan ulang. Oleh karena itu,hal pertama yang terkandung dalam sebuah teks ialah topik yang menjadiperbincangan. Kemudian, mengarah kepada tujuan teks dan kesimpulan.Berdasarkan uraian di atas, penulis merumuskan langkah-langkah menganalisis sebuah teks eksposisi sebagai berikut.1) Membaca teks eksposisi.2) Menentukan topik yang menjadi perbincangan dalam teks tersebut.3) Menemukan maksud dari permasalahan yang terkandung dalam teks .4) Menuliskan simpulan dari teks eksposisi berdasarkan informasi yangdiperoleh dari teks tersebut.Langkah di atas penulis gunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan langkahtersebut, penulis mengharapkan hasil penelitian yang sesuai dengan keinginanpenulis yaitu untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam memahamiteks eksposisi.d. Pengertian Teks EksposisiPengertian teks ekspsosisi telah dijelaskan pada bagian pendahuluan bahwateks eksposisi merupakan sebuah teks yang mecakup gagasan yang bersifatargumentatif. Teks eksposisi merupakan teks yang menyajikan gagasan yangdilihat dari sudut pandang namun disesuaikan pula dengan data-data yang faktual.Menurut Kosasih (2016, hlm. 23) mengatakan “teks eksposisi merupakankarangan yang menyampaikan argumenttasi dengan tujuan untuk meyakinkanorang lain”. Dari teks eksposisi ada stimulus dari argument penulis terhadappembaca namun tidak bersifat memaksa. Mengenai pemaknaan sebuah teksekposisi itu kembali kepada persepsi masing-masing.Menurut Alwasilah (2005, hlm. 111) mengatakan “teks eksposisi adalahtulisan yang tujuan utamanya mengklarifikasi, menjelaskan, mendidik, atau

18mengevaluasi sebuah persoalan”. Teks eksposisi memiliki fungsi untukmembedah suatu persoalan yang bersifat argumentatif dengan tujuan agarpembaca mampu memahami dan mendapatkan informasi secara utuh. Perihalinformasi yang didapat pembaca merupakan argument dari sudut pandang penulis.Kuncoro (2009, hlm.72) menyatakan “Eksposisi merupakan salah satu bentuktulisan yang tujuan utamanya mengklarifikasi, menjelaskan, mendidik, ataumengevaluasi sebuah persoalan. Penulis memiliki tujuan untuk memberikaninformasi atau memberikan petunjuk kepada pembaca.” Beliau berpendapatbahwa eksposisi memberikan klarifikasi mengenai persoalan yang terkandungdalam teks. Sehingga, pembaca mampu mencerna pokok bahasan yangterkandung dalam teks tersebut.Menurut Tim Kemendikbud (2016, hlm. 78) mengatakan “Eksposisimerupakan genre teks berisi gagasan yang bertujuan agar orang lain memahamipendapatnya yang disampaikan”. Sedangkan, tim Kemendikbud berpendapatbahwa teks eksposisi mewakili pemikiran penulis mengenai suatu bahasan ataumasalah dengan tujuan agar pembaca memahami pemikiran dari penulis mengenaibahasan yang terkandung dalam teks.Berdasarkan pernyataan para ahli di atas, penulis meyimpulkan bahwa tekseksposisi merupakan teks argumentatif yang mebahas suatu permasalahan darisudut pandang penulis namun tidak terlepas dari data dan fakta serta tidak bersifatmemaksa.e. Struktur Teks EksposisiTelah dipaparkan sebelumnya, secara garis besar teks ekposisi memiliki 3bagian yaitu: tesis, argument, dan penegasan ulang. Tesis berisi pendapat umumyang merangkum seluruh isi tulisan. Rangkaian argumen berisi pendapat danfakta-fakta yang berfungsi untuk mendukung pendapat umum yang terkandungdalam tesis. Kesimpulan penegasan mengenai tesis yang dikemukankan padabagian pertama sehingga pendapat yang dikemukankan mendapat akan.MenurutTimKemendikbud (2016, hlm.67) mengemukakan “Teks eksposisi merupakan teksyang dibangun oleh pendapat atau opini. Sejalan dengan isi teks eksposisi,

19struktur teks eksposisi meliputi (a) tesis atau penyataan pendapat, (b) argumentasi,dan (c) penegasan ulang”.Serupa dengan pendapat sebelumnya, menurut Knapp dan Megan Watkinsdalam Alwasilah (2005, hlm.192) menyatakan “Struktur eksposisi pada dasarnyaada tiga, yaitu thesis, argument, dan conclusion”. Dalam hal ini, sudah dapatdipastikan bahwa struktur teks eksposisi secara umun hanya memiliki tiga bagian.Berdasarkan uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa struktur tekseksposisi meiliki tiga bagian, yaitu:1) TesisBagian tesis menyampiankan pendapat umum mengenai permasalahan yangakan dibahas dengan beberapa opini yang terkandung didalamnya.2) Argumentasi (pendapat yang didasari data yang faktual), danArgumentasi berisi pendapat dari sudut pandang penulis. Pendapat penulisdidasari dan diperkuat oleh beberapa dan dan fakta yang sesuai denganpermasalahan yang sedang dibahas.3) Penegasan Ulang.Penegasan ulang merupakan bagian penulis menegaskan kembali pendapatawal yang telah disebutkan, serta menambahkan resolusi mengenai permasalahanyang telah dibahas.f. Kaidah Kebahasaan Teks EksposisiTeks eksposisi merupakan teks yang berisi gagasan dari sudut pandangpenuisnya dan berfungsi untuk meyakinkan para pembaca bahwa pendapat yangdisampaikan berdasarkan data-data yang dapat dipertanggungjawabkan. Kosasih(2016, hlm. 25) mengatakan “dalam teks eksposisi kita akan menjumpai ungkapansubjektif seperti: sepertinya, saya anggap, dimungkinkan, dan ungkapan sejenislainnya”.Subjek dalam teks ini disampaikan secara tersirat dengan mengubah personake bentuk pasif, banyak menggunakan kata persuasif, menggunkan fakta untuk

20membuktikan pern

BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN A. Kajian Teori Kajian teori berfungsi sebagai landasan teoretik yang digunakan oleh peneliti untuk membahas dan menganalisis masalah yang diteliti. Kajian teori disusun berdasarkan perkembangan terkini bidang ilmu yang berkaitan dengan inti penel

Related Documents:

BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR A. Kajian Teori Kajian teori merupakan deskripsi hubungan antara masalah yang diteliti dengan kerangka teoretik yang dipakai. Kajian teori dalam penelitian dijadikan sebagai bahan rujukan untuk memperkuat teori dan mem

tentang teori-teori hukum yang berkembang dalam sejarah perkembangan hukum misalnya : Teori Hukum Positif, Teori Hukum Alam, Teori Mazhab Sejarah, Teori Sosiologi Hukum, Teori Hukum Progresif, Teori Hukum Bebas dan teori-teori yang berekembang pada abad modern. Dengan diterbitkannya modul ini diharapkan dapat dijadikan pedoman oleh para

29 BAB II KAJIAN TEORI A. Landasar Teori 1. Teori Ekonomi Ekonomi atau economic dalam banyak literature ekonomi disebutkan berasal dari bahasa Yunani yaitu kata “Oios atau Oiuku” dan “Nomos” yang berarti peraturan rumah tangga.

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI DAN MODEL PENELITIAN 2.1 Kajian Pustaka Beberapa tulisan yang dapat digunakan sebagai tolok ukur seperti tesis, . teori manajemen, dan teori analisis SWOT. Perbedaan penelitian tersebut di atas adalah perbedaaan

BAB II KAJIAN TEORETIK Bab kedua ini penulis sebut dengan kajian teoretik yang dikenal juga dengan istilah kerangka teoritik; isinya membahas tentang teori-teori yang sesuai dengan masalah yang diteliti. Sehingga pada bab ini, penulis akan menguraikan teori mengenai

22 BAB II KAJIAN TEORI Dalam teori ini berisi tentang kajian-kajian yang dijadikan sebagai rujukan langsung penelitian dan penulisan, serta sebagai pisau pembedah masalah.

bab ii penerimaan pegawai . bab iii waktu kerja, istirahat kerja, dan lembur . bab iv hubungan kerja dan pemberdayaan pegawai . bab v penilaian kinerja . bab vi pelatihan dan pengembangan . bab vii kewajiban pengupahan, perlindungan, dan kesejahteraan . bab viii perjalanan dinas . bab ix tata tertib dan disiplin kerja . bab x penyelesaian perselisihan dan .

Jonathan Sutherland-Cropper 1971 Alison Summers 1971 Dinah Stehr 1971 Matthew Simpson 1971 Christine Ryan 1971 . Frances Anne Hutchinson 1971 John Homann 1971 David Hill 1971 Richard Hield 1971 Robert Haydon 1971 Lynette Harrison 1971 Michael Harris 1971 Diana Hardwicke 1971 Piers Harden 1971 John Handmer 1971 Anne Hamilton 1971 Tom Hall 1971 Peter Greed 1971 Margaret Gray 1971