PENGARUH MOTIVASI KERJA, KEMAMPUAN KERJA, DAN

3y ago
91 Views
4 Downloads
667.95 KB
13 Pages
Last View : 12d ago
Last Download : 6m ago
Upload by : Kamden Hassan
Transcription

PENGARUH MOTIVASI KERJA, KEMAMPUAN KERJA,DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN(Pada Kasus PT Taspen Surakarta)Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata Ipada Jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan BisnisOleh:DAISKA NURUL AMBARANIB 100 140 380PROGRAM STUDI MANAJEMENFAKULTAS EKONOMI DAN BISNISUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA2017

i

ii

iii

PENGARUH MOTIVASI KERJA, KEMAMPUAN KERJA, DANDISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN(Pada Kasus PT. Taspen Surakarta)ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Motivasi Kerja,Kemampuan Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. TaspenSurakarta. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaatagar dapat meningkatkan kinerja karyawan. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode kuantitatif, dimana data yang digunakan adalah dataprimer. Sampel yang digunakan asalah 33 orang karyawan. Teknik pengumpulandata penelitian melalui kuesioner dengan skala likert.Analisis data inimenggunakan SPSS 20.00. Alat analisis yang digunakan pada penelitian iniadalah uji instrumen (uji validitas dan uji reliabilitas), uji asumsi klasik (ujinormalitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas), dan uji regresi linearberganda (uji t, uji F, dan uji R2 ).Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa motivasi kerja (X1)berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkankemampuan kerja (X2) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerjakaryawan, dan disiplin kerja (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadapkinerja karyawan. Berdasarkan uji F menunjukkan bahwa variabel motivasi kerja,kemampuan kerja, dan disiplin kerja berpengaruh secara simultan terhadap kinerja.Kata kunci: Motivasi Kerja, Kemampuan Kerja, Disiplin Kerja, dan KinerjaKaryawan.ABSTRACTThis study aims to determine the effect of Work Motivation, Work Abilityand Work Discipline of Employee Performance PT. Taspen Surakarta. Based onthe results of this study is expected to provide benefits in order to improveemployee performance. The method used in this research is quantitative method,where the data used is primary data. The sample used is 33 employees.Techniques of collecting research data through questionnaires with Likert scale.Analyze this data using SPSS 20.00. Analyzer used in this research is instrumenttest (validity test and reliability test), classic assumption test (normality test,multicollinearity test and heteroscedasticity test), and multiple linear regressiontest (t test, F test, and R2 test).Based on the result of t test indicate that work motivation (X1) havepositive and significant effect to employee performance, while work ability (X2)have positive but not significant effect to employee performance, and workdiscipline (X3) have positive and significant influence to employee performance.1

Based on the F test indicates that the variable of work motivation, work ability,andwork discipline affect simultaneously to performance.Keywords: Work Motivation, Work Ability, Work Discipline, and EmployeePerformance.1.PENDAHULUANSumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset perusahaan yang palingmahal dibanding aset-aset yang lain, karena SDM merupakan penggerakutama organisasi perusahaan (Agusta, Leonando & Eddy 2013). Hal inimenunjukkan bahwa aset perusahaan harus diperhatikan secara layak. Sumberdaya manusia inilah yang akan bekerja untuk membuat tujuan, memberikaninovasi serta mencapai tujuan organisasi perusahaan. Jika dalam upaya untukmengelola sumber daya manusia diperhatikan secara baik dan memenuhistandar yang dibutuhkan maka kinerja karyawan akan meningkat.Menurut Susanty & Baskoro(2012) kinerja karyawan merupakan suatuukuran yang dapat digunakan untuk menetapkan perbandingan antara hasilpelaksanaan tugas, tanggung jawab yang diberikan oleh organisasi padaperiode tertentu dan relatif dapat digunakan untuk mengukur prestasi kerjaatau kinerja organisasi.Kinerja karyawan dipengaruhi oleh berbagai faktor,antara lain: motivasi kerja, kemampuan kerja, dan disiplin kerja. Dalamrangka meningkatkan kinerja karyawan, motivasi kerja, kemampuan kerjadan disiplin kerja memiliki peran penting.Widodo (2015: 187) mengemukakan bahwa motivasi adalah kekuatanyang ada dalam seseorang, yang mendorong perilaku untuk melakukantindakan.Pemberian motivasi kepada karyawan akan membuat karyawanlebih memiliki kekuatan, semangat, dan karyawan merasa terarahkan dalammelakukan tugasnya. Menurut Thoha (2011) menyatakan kemampuanmerupakan salah satu unsur dalam kematangan berkaitan dengan pengetahuanatau keterampilan yang dapat diperoleh dari pendidikan, pelatihan dan suatupengalaman.Disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan manajer untukmengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkankesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan2

norma-norma sosial yang berlaku, indikator dari disiplin kerja adalah:kehadiran, ketaatan pada peraturan kerja, dan ketaatan pada standar kerja(Rivai, 2009: 825) dalam Wariati, Dahniar, & Sugiati(2015).2.METODE PENELITIANData yang digunakan adalah data primer, dimana data primer diperolehmelalui penyebaran kuesioner kepada responden secara langsung dari tempatpenelitian. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner.Populasi yangdigunakan pada penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Taspen Surakartayang berjumlah 33 orang karyawan pada saat penelitian berlangsung.Jumlahsampel yang peneliti gunakan 33 orang, jumlah sampel yang digunakan samadengan jumlah populasi. Metode sampling dalam penelitian ini menggunakanteknik sampling jenuh.3.HASIL DAN PEMBAHASAN3.1.Regresi Linier bergandaModel regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahuipengaruh antar variabel independen terhadap variabel dependen.Tabel 1HasilPengujianRegresi Linier Bergandat ant)3,385Motivasi Kerja0,297Kemampuan KerjaDisiplin KerjaBetaSumber: data yang diolah, 2017Dari hasil analisis linier berganda dengan SPSS 20.00 diperolehpersamaan sebagai berikut:Y 3,385 0,297X1 0,121X2 0,218X3 ePersamaan di atas dapat diinterprestasikan sebagai berikut:3

a. Nilai konstanta bernilai positif yaitu sebesar 3,385. Hal inimenunjukkan bahwa apabila tidak ada variable motivasi kerja,kemampuan kerja, dan disiplin kerja, maka nilai kinerjakaryawan akan meningkat sebesar 3,385.b. Koefisien regresi variable motivasi kerja bernilai positif, yaitu0,297. Hal ini menujukkan bahwa setiap ada penambahanvariable motivasi kerja, maka akan menyebabkan terjadinyapeningkatan kinerja karyawan sebesar 0,297.c. Koefisien regresi variable kemampuan kerja bernilai positif,yaitu 0,121. Hal ini menujukkan bahwa setiap ada penambahanvariable kemampuan, maka akan menyebabkan terjadinyapeningkatan kinerja karyawan sebesar 0,121.d. Koefisien regresi variable disiplin kerja bernilai positif, yaitu0,218. Hal ini menujukkan bahwa setiap ada penambahanvariable kemampuan, maka akan menyebabkan terjadinyapeningkatan kinerja karyawan sebesar 0,218.3.2.Uji tMenurut Tua, dkk. (2014) Uji t digunakan untuk mengetahuiapakah masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiriberpengaruh secara signifikan terhadap variabel tikpadapenelitianinimenggunakan SPSS 20.00.Tabel 2Hasil Pengujian Uji tVariabelBetaSig.AlphaKeteranganMotivasi Kerja0,4740,0320,05SignifikanKemampuan Kerja0,1250,4560,05Tidak SignifikanDisiplin Kerja0,2970,0700,10SignifikanSumber: data yang diolah, 2017Dari hasil uji t diperoleh hasil sebagai berikut:4

a. Hasil analisis untuk pengaruh motivasi kerja terhadap kinerjakaryawan PT. Taspen Surakarta diperoleh nilai t hitung sebesar(2,257) (sig 0,032). Berdasarkan hasil perhitungan diketahuibahwa nilai t hitung (2,257) t tabel (2,045) dengan nilai sig 0,05; maka H0 ditolak, yang berarti bahwa motivasi kerjaberpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawanPT. Taspen Surakarta.b. Hasil analisis untuk pengaruh kemampuan kerja terhadap kinerjakaryawan PT. Taspen Surakarta diperoleh nilai t hitung sebesar(0,756) (sig 0,456). Berdasarkan hasil perhitungan diketahuibahwa nilai t hitung (0,756) t tabel (2,045) dengan nilai sig 0,05; maka H0 diterima, yang berarti bahwa kemampuan kerjaberpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerjakaryawan PT. Taspenc. Hasil analisis untuk pengaruh disiplin kerja terhadap kinerjakaryawan PT. Taspen Surakarta diperoleh nilai t hitung sebesar(1,882) (sig 0,070). Berdasarkan hasil perhitungan diketahuibahwa nilai t hitung (1,882) t tabel (2,045) dengan nilai sig 0,05; maka H0 diterima, namun jika menggunakan α 10%(0,10) maka nilai t tabel yang diperoleh adalah 1,669; sehingganilai t hitung (1,882) t tabel (1,669) dengan nilai sig 0,10;maka H0 ditolak, yang berarti bahwa disiplin kerja berpengaruhpositif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. TaspenSurakarta.3.3.Uji FUji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabelindependen yang ada dimasukkan dalam model mempunyai pengaruhsecara bersama-sama atau simultan terhadap variabel dependen. Uji Fdigunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh positif yang5

signifikan antara motivasi kerja ( X1 ), kemampuan kerja ( X2 ),dandisiplin kerja (X3 ) terhadap kinerja karyawan (Y).FSig.16,360Alpha.000Keterangan0,05 SignifikanSumber: data yang diolah, 2017Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa bahwa Fhitung Ftabel(16,360 2,93), maka untuk variabel motivasi kerja (X1), kemampuankerja (X2), dan disiplin kerja (X3) secara bersama-sama berpengaruhterhadap kinerja karyawan (Y) PT. Taspen Surakarta.3.4.Uji determinasi R2Menurut Ghozali (2009: 15-16) koefisien determinasi R2 menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisiean determinasiadalah antara nol dan satu.Dalam penelitian ini uji koefisiensideterminasi menggunakan SPSS 20.00, dengan hasil sebagai berikut:Tabel 4.14Hasil dari Uji Determinasi R2Model Summary bModelRR SquareAdjusted RStd. Error ofSquaretheEstimate10,793a0,6290,5900,966Sumber: data yang diolah, 2017Berdasarkan tabel 4.14 dapat disimpulkan bahwa uji determinasimenunjukkan nilai Adjusted R Square ( R2 ) sebesar 0,590 artinyavariabel motivasi kerja, kemampuan kerja, dan disiplin kerja dapatmenjelaskan bahwa variabel kinerja karyawan sebesar 59%. Sementarasisanya sebesar 41% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidakterdapat dalam model.4.PENUTUP4.1KesimpulanBerdasarkan hasil analisis data dan pembahasan tentang pengaruhmotivasi kerja, kemampuan kerja, dan disiplin kerja terhadap kinerja6

karyawan PT. Taspen Surakarta yang sudah diuraikan dapat ditarikkesimpulan sebagai berikut:a.Motivasi kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadapkinerja karyawan PT. Taspen Surakarta.b.Kemampuan kerja (X2) berpengaruh berpengaruh positif dan tidaksignifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Taspen Surakarta.c.Disiplin kerja (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadapkinerja karyawan PT. Taspen Surakarta.d.Secara simultan variabel motivasi kerja, kemampuan kerja, dandisiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.e.Secara parsial variabel motivasi kerja dan disiplin kerjaberpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, tetapi variabelkemampuan kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadapkinerja karyawan.f.Motivasi kerja adalah variabel yang dominan berpengaruh terhadapkinerja karyawan PT. Taspen Surakarta.4.2Keterbatasan PenelitiBeberapa hal yang menjadikan keterbatasan pada penelitian iniantara lain:a.Jumlah sampel penelitian terbatas pada 33 orang karyawan atdigeneralisasikan untuk satu perusahaan ke perusahaan lain.b.Peneliti belum bisamengawasi satu persatu responden yangmengisi, dikarenakan kuesioner harus ditinggal dan menunggusampai satu minggu. Sehingga peneliti belum yakin apakahkuesioner yang diisi oleh responden benar sesuai dengan yangdirasakan dan dialami.c.Peneliti belum bisa mejelaskan lebih detail atau memberikanperbandingan antara penelitian lain dari variabel kemampuan,sehingga penelitian ini tidak didukung oleh penelitian terdahulu.7

4.3SaranAdanya berbagai temuan, serta keterbatasan yang ada padapenelitian ini, maka penulis memberikan sara sebagai berikut:a.Bagi PerusahaanPerusahaan hendaknya meningkatkan kinerja karyawan lebihmenitik beratkan pada kemampuan kerja, dilihat dari hasil analisisdata, variabel kemampuan kerja memiliki pengaruh postif gkatkankemampuan kerja karyawan PT Taspen Surakarta. Denganmemberikan pelatihan dan pendidikan akan memberikan dampakpositif pada karyawan.b.Bagi PenelitianDiharapkan penelitian selanjutnya lebih memperluas jangkauanpenelitian dengan memberikan sampel serta mencari faktor-faktorlain yang dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan.DAFTAR PUSTAKAAgusta, Leonando & Eddy, M. S. (2013). Pengaruh Pelatihan Dan MotivasiKerja Terhadap Kinerja Karyawan Cv Haragon Surabaya. AGPRA,1(3).Ghozali, Imam. 2009. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.Edisi Keempat. Penerbit Universitas Diponegoro.Susanty, A., & Baskoro, S. W. (2012). Pengaruh Motivasi Kerja dan GayaKepemimpinan Terhadap Disiplin Kerja serta Dampaknya padaKinerja Karyawan (Studi Kasus Pada PT. PLN (Persero ) APDSemarang ). Jati UNDIP, 7(2), 77–84.Thoha, Miftah. 2011. Perilaku Organisasi, Konsep Dasar dan Aplikasinya.Rajawali Pers. Jakarta.Tua, Adhitya G, dkk. (2014). Konsep Diri, Pendidikan, dan Pelatihan,Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai di Kejaksaan TinggiSulawesi Utara. Jurna EMBA. Vol. 2, No. 1.8

Widodo, Eko Suparno. (2015) Manajemen Pengembangan Sumber DayaManusia.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Wariati, N., Dahniar, & Sugiati, T. (2015). Pengaruh Disiplin Kerja danPengalaman Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas PendapatanPengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Barito Timur. JurnalWawasan Manajemen, Vol. 3, 217–228.9

antara lain: motivasi kerja, kemampuan kerja, dan disiplin kerja. Dalam rangka meningkatkan kinerja karyawan, motivasi kerja, kemampuan kerja dan disiplin kerja memiliki peran penting. Widodo (2015: 187) mengemukakan bahwa motivasi adalah kekuatan yang ada

Related Documents:

Pengaruh Komitmen Kerja, Motivasi Kerja, Stres Kerja, Lingkungan Kerja Non Fisik, dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru SMA Kartika I-5 Padang . penulisan skripsi yang telah memberikan bantuan, kritik dan saran dalam . menengah maupun tinggi.Menggagas persoalan pendidikan pada dasarnya adalah menggagas persoalan kebudayaan dan peradaban. .

Kemampuan kerja adalah kapasitas individu untuk melaksanakan berbagai tugas dalam pekerjaan tertentu. Dimana kemampuan individu pada hakekatnya tersusun dari dua faktor yaitu: kemampuan intelektual dan kemampuan fisik (Robbins, 2006:52). Kemampuan intelektual adalah kemampuan yang

produktivitas kerja karyawan, motivasi kerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan, dan komitmen organisasi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan dan uji F test secara bersama-sama menunjukkan bahwa disiplin kerja, motivasi

kemampuan kerja yang nantinya akan berdampak pada kinerja karyawan yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi perusahaan. Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka peneliti tertarik untuk mengetahui “PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN

dan Latihan, Motivasi kerja dan Masa Kerja Terhadap Profesionalisme Guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Wonosobo”. Untuk mengetahui hasil penelitian ini maka perlu di rumuskan permaslahan yang akan timbul: (1) Bagaimanakah. pengaruh pengalaman diklat, motivasi kerja dan masa kerja terhadap profesionalisme guru (2) ?

kemampuan kerja dan semangat kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja. Kata Kunci: Kemampuan Kerja, Semangat Kerja, Kepuasan Kerj

Pemberian motivasi kerja kepada karyawan dapat dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan sebagai dasar dalam melakukan kerja dan komunikasi persuasif, sehingga karyawan memiliki motivasi yang tinggi dan merasa puas terhadap pekerjaan yang dilakukan. Tanpa motivasi, seorang karyawan tidak dapat memenuhi pekerjaannya sesuai standar atau

ASTM A 6/A 6M ASTM A153/A 153M ASTM A 325 (A 325M) ASTM A 490 (A490M) ASTM A 919 ASTM F 568M Class 4.6 . Section 501—Steel Structures Page 2 501.1.03 Submittals A. Pre-Inspection Documentation Furnish documentation required by the latest ANSI/AASHTO/AWS D 1.5 under radiographic, ultrasonic, and magnetic particle testing and reporting to the State’s inspector before the quality assurance .