PERILAKU ORGANISASI DALAM KONTEKS GLOBAL

1y ago
66 Views
7 Downloads
206.07 KB
23 Pages
Last View : 1d ago
Last Download : 4m ago
Upload by : Camden Erdman
Transcription

PERILAKU ORGANISASI DALAM KONTEKS GLOBALPenting bagi para manajer Indonesia, baik manajer perusahaanmaupun manajer rumah sakit, mempelajari dan memahami perilakupara manajer dan kultur manajerial perusahaan-perusahaanmultinasionalnegara-negara maju, baik yang telah beroperasi di Indonesiamaupun yang akan mencari mitra kerja sama di sini. Mereka harasmengerti kultur kita dan kitapun harus mengerti kultur mereka,sehingga saling pengertian dan kerjasama yang lebih baik.Perusahaan anyangmempertahankan operasinya pada dua negara atau lebih secarasimultan.Perdagangan internasional itu telah berabad dilakukan orang, tetapibentuknya sebagai perusahaan multinasional relatif baru sebagaiakibat yang wajar dari ekonomi global. Dalam operasinya di harusmengembangkan strategi global, membuat peta dunia dengankarakteristik masing-masing bangsa untuk mencari keuntungankompetitif.besarnya perusahaan dapat diukur dari total penjualannya laludibandingkan dengan produk nasional kotor suatu negara, contohpenjualan total Exxon melebihi GNP (Gross National Product) dariIndonesia, Nigeria, Argentina dan Denmark.1

Harus diingat bahwa para manajer multinasional ini banyak sekalimenghadapi tantangan, seperti sistem politik, hukum dan bea cukai yangberbeda, yang bisa menjadi problem atau bahkan bisa pula menjadikesempatan.Lebih sulit memanajemeni operasi perusahaan yang ribuan kilometerjauhnya dan karyawan dengan berbagai bahasa. Tetapi, bagi paramanajer multinasional kesulitan-kesulitan tersebut justru atandalammengembangkan operasi perusahaannya ke seluruh dunia.Menghadapi Tantangan InternasionalEkonomi global ini memberikan tantangan bagi para manajer yang semulahanya beroperasi secara nasional saja. Mereka menghadapi sistemsistem hukum dan politik, situasi ekonomi dan kebijaksanaan perpajakanyang berbeda. Tetapi, mereka juga harus bisa mengerti dan mengikutiberbagai kultur nasional, yaitu nilai-nilai penting yang dipraktekkan yangmemberikan kekhususan kepada negara-negara yang bersangkutan, yangdinegaranya sendiri mungkin tidak pernah dialami sepanjang hidup. Halseperti inilah yang sering menimbulkan kesulitan bagi para manajermultinasional.2

ParochialismPandangan sempit seorang manajer yang kurang mampu untukmengenali adanya perbedaan-perbedaan di antara sesama manusiadan ethnocentric views, yaitu keyakinan bahwa nilai kultur dankebiasaan suatu bangsa itu lebih baik dari bangsa-bangsa lainnya,sering menghinggapi sebagian besar manajer Amerika Serikat.Sebagai contoh, mereka hanya mau berbahasa Inggris karena merasapasar domestiknya sudah sangat besar. Karena perasaan superiortersebut, orang-orang lain dari negara manapun "diwajibkan"berbahasa Inggris bila ingin berhubungan dengan mereka.Mengantisipasi Kultur Nasional yangTidak Bertentangan dengan GlobalisasiKekhawatiran yang besar akan perbedaan kultur bangsa dalammengantisipasi terciptanya "desa global" atau "dunia tanpa batasnegara" menjadi kurang relevan. Sekarang ini, ketika CNN di tontonatau ditangkap oleh 140 negara, celana Levis yang populer di Dallasjuga populer di Moskwa, Beijing dan Jakarta. Cukup banyak pula lulusanMBA Amerika yang berkebangsaan asing. Setelah pulang ke negaranyamasing-masing, mereka mempraktikkan manejemen gaya Amerika.Praktik ini tentunya bisa memperkecil perbedaan kultur yangdikhawatirkan itu. Diharapkan, dalam jangka panjang, perbedaanperbedaan kultur antara negara akan "menghilang" sehingga "desaglobal" yang terjadi nanti merupakan satu kesatuan kultur yang nasionalmenjadi homogen dengan kultur global? Dalam beberapa aspek,mungkin hal itu bisa terjadi meskipun sulit dan membutuhkan waktulama (sangat lama).3

EFEKTIVITAS KERJAEfektivitas adalah keadaan dan kemampuan berhasilnya suatu kerjayang dilakukan oleh manusia untuk memberikan guna yangdiharapkan. Untuk melihat efektivitas kerja pada umumnya dipakaiempat macam pertimbangan, yaitu : Pertimbangan ekonomi,pertimbangan fisiologi, pertimbangan psikologi dan pertimbangansosial.Efektifitas adalah hasil membuat keputusan untuk menunjukkan pengarahantenaga kerja bawahan atau disebut juga manajemen efektivitaskepemimpinan, yang membantu memenuhi misi suatu perusahaan ataupencapaian tujuan.Efektivitas adalah keadaan dan kemampuan berhasilnya suatu kerja yangdilakukan oleh manusia untuk memberikan guna yang diharapkan. Untukmelihat efektivitas kerja pada umumnya dipakai empat macam pertimbangan,yaitu : Pertimbangan ekonomi, pertimbangan fisiologi, pertimbangan psikologidan pertimbangan sosial.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Kerja1.Waktu5. Evaluasi Kerja2. Tugas6. Pengawasan3. Produktivitas7. Lingkungan Kerja4. Motivasi8.Perlengkapan dan Fasilitas4

Efektivitas yang diartikan sebagai keberhasilan melakukanprogram dipengaruhi oleh berbagai faktor-faktor yang dapatmenentukan efektivitas kerja karyawan berhasil dilakukandengan baik atau tidak dipengaruhi oleh gayakepemimpinan. Tugas bawahan dapat berjalan dengan baikapabila dilakukan pemberitahuan (komunikasi) tentangpendelegasian tugas/tanggung jawab serta adanya evaluasikerja dari pimpinan. Faktor-faktor yang mempengaruhiefektivitas kerja dalam organisasi :DASAR-DASAR PERILAKU INDIVIDUSuatu pemahaman tentang perilaku individu bermula dari kajian mengenaikontribusi utama psikologis terhadap perilaku organisasi (OB). Kontribusi inidibagi dalam empat konsep berikut : sikap, keperibadian, persepsi, danpembelajaran.A. SIKAPSikap (attitudes) merupakan pernyataan evaluatif – baik yang menyenangkanmaupun yang tidak – tentang suatu objek, orang atau peristiwa. Sikapmencerminkan bagaimana seseorang merasakan sesuatu. Ketika saya berkata “saya menyukai pekerjaan saya “ saya sedang mengekspresikan sikap sayatentang pekerjaan.5

Kepuasan KerjaKepuasan kerja (job satisfaction) mengacu kepada sikap individu secara umumterhadap pekerjaannya. Seseorang dengan tingkat kepuasan kerja yang tinggimempunyai sikap positif terhadap pekerjaannya; seseorang yang tidak puasdengan pekerjaannya mempunyai sifat negatif terhadap pekerjaannya tersebut.Ketika orang berbicara tentang sikap karyawan, seringkali mereka bermaksudmengatakan kepuasan kerja. Sebenarnya kedua istilahtersebut seringdigunakan secara bergantian.Fakta menunjukan bahwa faktor penting mendatangkan kepuasan kerja adalahpekerjaan yang secara mentalitas memberi tantangan, penghargaan yangbanyak, kondisi kerja yang menunjang, dan rekan kerja yang mendukung.Manusia Berusaha Mengurangi KetidakselarasanKetidakselarasan kognitif (cognitive dissonance) terjadi ketika terjadiketidakkonsistenan antara dua atau lebih sikap seseorang, atau antara sikap danperilaku seseorang. Teori ketidakselarasan kognitif menyatakan bahwa setiapindividu berusaha meminimalkan ketidakselarasan dan ketidaknyamanan yangditimbulkannya.Tentu saja, tidak ada individu yang sepenuhnya dapat menghindariketidakselarasan. Anda tahu bahwa “ kejujuran adalah kebijakan yang terbaik”tetapi anda tidak mengatakannya apa-apa ketika seorang pramuniagamemberikan kembalian uang terlalu banyak. Atau anda menyuruh anak andamenggosok gigi setiap selesai makan, tetapi anda tidak melakukannya. Jadibagaimana orang menanggulanginya ? Keinginan seseorang untuk mengurangiketidakselarasan ditentukan oleh pentingnya elemen yang menciptakanketidakselarasan ini, tingkat pengaruh kepercayaan individu terhadap elemenelemen tersebut, dan penghargaan yang mungkin terdapat dalamketidakselarasan itu.6

Penghargaan (reward) juga mempengaruhi tingkat motivasiinduvidu untuk mengurangi ketidakselarasan. Tekanan yangtimbul karena tingginya ketidakselarasan mungkin dapatdikurangi apabila disertai dengan penghargaan yang tinggi.Penghargaan berfungsi untuk ketidakselarasan denganmeningkatkan konsistensin neraca individu. Karena orangorang dalam organisasi diberikan beberapa bentukpenghargaan atau bayaran untuk jasa mereka, karyawanseringkali dapat menghadapi ketidakselarasan yang lebihbesar pada pekerjaannya dari pada diluar pekerjaannya.Hubungan Sikap Perilaku.Penelitian terdahulu mengasumsikan bahwa terdapat hubungan sebab danakibat antara sikap (attitude) dan perilaku (behavior); yaitu, sikap yang diambilindividu menentukan apa yang mereka lakukan. Logika juga menunjukan suatuhubungan. Bukankah sangat logis jika mereka menonton acara televisi yangmereka sukai atau para karyawan mencoba menghindarkan diri dari penugasanyang tidak mereka sukai ?Pada akhir tahun 1960-an asumsi mengenai hubungan antara sikap danperilaku tersebut (A-B) disangkal oleh sebuah kajian dari penelitian yangberbeda. 4 Berdasarkan evaluasi dari sejumlah studi yang meneliti hubungan AB, peneliti menyimpulkan bahwa sikap tidak berhubungan dengan perilaku atau,kalaupun ada hanya sedikit berhubungan. Penelitian berikutnya memperlihatkanadanya suatu hubungan sikap dan perilaku jika variabel kontinjensi penengahdisertakan dalam pertimbangan.7

B. KEPERIBADIANBeberapa orang bersifat pendiam dan pasif, sementara yang lainnya ceria danagresif. Ketika kita menggambarkan orang dari segi karakteristiknya, bisapendiam, pasif, ceria, agresif, ambisius, setia, atau suka bergaul, kita sedangmengkategorikan mereka dari segi sifat-sifat kepribadian. Karenanyakepribadian (personality) individu seseorang merupakan kombinasi sifat-sifatpsikologis yang kita gunakan untuk mengklasifikasikan orang tersebut.Indikator Tipe Myers-BriggsSalah satu kerangka kepribadian yang paling sering digunakan dinamakandengan Indikator Tipe Myers-Briggs (MBTI).6 Indikator tersebut pads dasarnyamerupakan tes kepribadian dengan 100 pertanyaan yang menanyakan tentangbagaimana biasanya seseorang merasa atau bertindak dalam situasi-situasitertentu.Model Lima BesarSebuah badan riset terkemuka meyakini bahwa ada lima dimensikepribadian dasar yang mendasari semua dimensi lainnya. Faktor LimaBesar tersebut adalah:Keekstrovertan: Suka bergaul, banyak bicara, asertifKeramahtamahan: Baik hati, kooperatif, dan dapat dipercayaKehati-hatian: Bertanggung jawab, dapat diandalkan, tekun, dan berorientasi pada prestasiKestabilan emosional: Tenang, antusias, dan sanggup an,danketidakamanan (negatif)Keterbukaan terhadap pengalaman: Imajinatif, sensitif secara artistik,dan cerdas.8

A.PERSEPSI DAN KEPRIBADIANPersepsi adalah suatu proses di mana individu mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesan sensori mereka untuk memberi arti pada lingkunganmereka. Riset tentang persepsi secara konsisten menunjukkan bahwa individuyang berbeda dapat melihat hal yang sama tetapi memahaminya secaraberbeda. Kenyataannya adalah bahwa tak seorang pun dari kita melihat realitas.Yang kita lakukan adalah menginterpretasikan apa yang kita lihat danmenyebutnya sebagai realitas.Faktor-faktor yang Mempengaruhi PersepsiFaktor-faktor tersebut dapat terletak pada orang yang mempersepsikannya, objekatau sasaran yang dipersepsikan, atau konteks di mana persepsi itu berusahamenginter-pretasikan apa yang ia lihat, interpretasi itu sangat dipengaruhi olehkarakteristik pribadi individu yang melihat. Karakteristik pribadi yangmempengaruhi persepsi meliputi sikap, kepribadian, motif, kepentingan,pengalaman masa lalu, dan harapan.Persepsi kita terhadap orang berbeda dengan persepsi kita terhadapbenda mati seperti meja, mesin atau bangunan, karena kita perlumenyimpulkan tindakan seseorang. Hal yang tidak kita lakukan padabenda mati. Benda mati tunduk pada hukum alam, tetapi tidak memilikikepercayaan, motif, atau keinginan. Individu memilikinya. Akibatnyaadalah ketika kita mengobservasi individu, kita berusaha untukmengembangkan penjelasan-penjelasan tentang mengapa merekamelakukan sesuatu dengan cara-cara tertentu. Persepsi dan pendapatkita tentang tindakan seseorang, oleh karenanya, akan dipengaruhisecara signifikan oleh asumsi-asumsi yang kita buat tentang keadaaninternal orang tersebut.9

Teori atribusi diajukan untuk mengembangkan penjelasan bahwa perbedaanpenilaian kita terhadap individu tergantung pada arti atribusi yang kita berikanpada perilaku tertentu. Pada dasarnya, teori tersebut menunjukkan bahwa ketikakita mengobservasi perilaku seseorang, kita berusaha untuk menentukan apakahpenilaian ini disebabkan oleh faktor internal atau eksternal. Penentuan tersebuttergantung pada tiga faktor: (1) kekhasan tertentu, (2) kesepakatan bersama, dan(3) konsistensi. Pertama, mari kita perjelasan perbedaan antara penyebabinternal dan eksternal, kemudian kita uraikan masing-masing faktor penentutersebut.Perilaku yang disebabkan oleh faktor internal adalah perilaku yang kita percayaberada di bawah kendali pribadi individu. Perilaku yang disebabkan oleh faktoreksternal dihasilkan oleh penyebab dari luar; yaitu, perilaku seseorang dilihatsebagai akibat dari tekanan situasi. Jika salah satu karyawan Anda terlambatdatang ke tempat kerja, Anda mungkin akan menghubungkan keterlambatannyadengan pestanya yang hingga larut malam, dan ia bangun kesiangan. Hal g-hubungkanketerlambatannya dengan kecelakaan mobil yang membuat kemacetan jalan yangbiasa ia lewati, maka Anda sedang membuat suatu atribusi eksternalJalan Pintas dalam Menilai Orang LainMembuat penilaian terhadap orang lain dilakukan hampir setiap saat olehmasing-masing individu dalam organisasi. Sebagai contoh, para manajersecara teratur mengevaluasi kinerja karyawan mereka, dan operator menilaiapakah rekan kerja mereka bekerja dengan sungguh-sungguh. Namun,membuat penilaian terhadap orang lain itu sulit. Untuk membuat penilaian lebihmudah, individu mengambil jalan pintas. Beberapa jalan pintas ini berharga—yang memungkinkan kita untuk membuat persepsi yang akurat secara cepatdan memberikan data yang valid dalam membuat prediksi. Namun, cara inidapat mengakibatkan distorsi yang signifikan.Individu tidak dapat menyerap semua yang mereka amati, jadi mereka terlibatdalam selektivitas (selectivity). Mereka mengambil potongan-potong-an.Namun, potongan-potongan ini tidak dipilih secara random; melainkan secaraselektif dipilih tergantung pada kepentingan, latar belakang, pengalaman, dansikap dari pengamat. Persepsi selektif memungkinkan kita untuk "membacacepat" orang lain, tetapi bukan tanpa risiko atas penarikan gambaran yang tidakakurat.10

B. PEMBELAJARANDefenisi ahli psikologi tentang belajar benar-benar lebih luas daripada pandanganbiarawan bahwa "inilah apa yang kita lakukan waktu kita di sekolah dulu." Padakenyataannya, masing-masing dari kita secara terus-menerus "ke sekolah."Belajar berlangsung selamanya. Oleh karena itu, defenisi belajar yang lebih akuratadalah segala perubahan perilaku yang negatif permanen dan terjadi sebagaihasil dari pengalaman.Bagaimana kita belajarPertama, Beradaptasi dengan, dan menguasai, lingkungan kita. Denganmerubah perilaku kita dalam menyesuaikan diri dengan kondisi Tang berubah,kita menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan karyawan yangproduktif. Namun belajar dibangun di atas hukum efek (law if effect), yangmengatakan bahwa perilaku adalah fungsi dari konsekuensi-konsekuensinya.12Perilaku yang diikuti oleh suatu konsekuensi yang menguntungkan cenderungdiulangi; perilaku yang diikuti oleh konsekuensi-konsekuensi yang tidakmenguntungkan cenderung untuk tidak diulangiImplikasi Bagi Para ManajerManajer membentuk perilaku karyawan dengan cara yang sistematis, melaluipemberian penghargaan, sehingga setiap langkah yang diambil membuatkaryawan lebih dekat dengan perilaku yang diinginkan. Kebanyakan pembelajarankita dilakukan dengan pembentukan. Ketika kita membicarakan "belajar darikesalahan," kita sedang mengacu pada pemben-tukan. Kita mencoba, kita gagal,dan kita mencoba lagi. Melalui rangkaian coba-coba seperti ini, kebanyakan darikita menguasai keterampilan seperti mengendarai sepeda, melakukanpenghitungan matematika dasar, membuat catatan di kelas, dan menjawab ujianpilihan berganda.Sikap (Attitudes)Para manajer harus memperlihatkan minat terhadap sikap karyawanmereka karena sikap mempengaruhi perilaku Karyawan yang merasa puas,memiliki tingkat pengunduran diri dan ketidakhadiran yang lebih rendah daripadakaryawan yang tidak puas. Jika para manajer ingin mempertahankan tingkatpengunduran din dan ketidakhadiran agar tetap rendah—khususnya di antarakaryawan mereka yang lebih produktif— mereka akan melakukan hal tersebutyang akan menghasilkan sikap kerja yang positif.11

KONSEP MOTIVASI DASAREinstein menggaris bawahi keyakinannya tentang pentingnya kerja keras untukmencapai kesuksesan ketika ia berkata bahwa “jenius merupakan sepuluh perseninspirasi dan sembilan puluh persen keringat.” Kenyataannya adalah bahwasebagian orang bekerja lebih keras, atau lebih besar upayanya daripada orang lainAPAKAH MOTIVASI ITU ?Suatu kebutuhan yang tidak terpenuhi menciptakan ketegangan, sehinggamerangsang dorongan dalam diri individu. Dorongan-dorongan ini menghasilkansuatu pencarian untuk menemukan tujuan-tujuan tertentu yang, jika tercapai,akan memuaskan kebutuhan dan menyebabkan penurunan ketegangan.TEORI MOTIVASITeori hierarki kebutuhan, teori X dan teori Y,Teori hierarki kebutuhan. Abraham MaslowTeori motivasi higienis ( Frederick Herzberg )TEORI-TEORI MOTIVASI KONTEMPORERTeori Tiga Kebutuhan dari David Mc ClellandTeori Goal SettingTeori ReinforcementTeori EquityTeori Ekspektasi12

Implikasi Bagi Para ManajerKebanyakan dari teori-teori yang dikemukakan dalam bab ini benar-benarmemperlihatkan nilai prediktif yang kuat. Bagaimana para manajer yang pedulipada permotivasian karyawan menerapkan teori-teori ini ?. Anjuran secara umumdapat disarikan untuk membantu penerapan, paling tidak bagi manajer di AmerikaUtara. Sebagai contoh, rekomendasi berikut konsisten dengan penemuan dalambab ini : (1) Pengakuan terhadap perbedaan individu; (2) Kesesuaian orangdengan pekerjaannya; (3) Penggunaan tujuan; (4) Kepastian bahwa tujuan yangdipersepsikan dapat dicapai; (5) Individualisasi penghargaan; (6) Keterkaitanpenghargaan dengan kinerja; dan (7) Pengecekan terhadap sistem keadilan.Anjuran diatas tentunya perlu dimodifikasikan sesuai dengan perbedaan budayadi luar Amerika Serikat.Pentingnya memotivasi karyawan dimasa kini membutuhkan konsep yanglebih spesifik daripada yang baru saja kami tawarkan. Bab berikutnya akanmengembangkan konsep yang telah kami tampilkan disini, dan memberikansebuah kajian terhadap teknik dan program motivasi yang lebih popular.Defenisi Perilaku kelompokDua atau lebih individu, yang berinteraksi dan saling tergantung antara satudengan yang lain, yang bersama-sama ingin mencapai tujuan-tujuan tertentu.Kelompok dapat berbentuk formal atau informasi. Kelompok formal maksudnyajika kita mendefenisikannya sebagai struktur organisasi, dengan memberikanpenugasan pekerjaan yang membentuk kelompok tugas kelompok kerja. Dalamkelompok formal, perilaku yang harus ditunjukkan oleh seseorang ditentukan dandiarahkan untuk tujuan organisasi. Sebaliknya, kelompok informal merupakanaliansi yang tidak terstruktur atau tidak ditetapkan secara organisasional. Dalamlingkungan kerja, kelompok-kelompok semacam ini terbentuk secara alamiahsebagai suatu tanggapan terhadap kebutuhan untuk mengadakan kontak sosial.subklasifikasi kelompok menjadi kategori kelompok perintah (command group),kelompok tugas (task group), kelompok kepentingan (interest group) ataukelompok persahabatan (friendship group). Kelompok perintah dan kelompoktugas didikte oleh organisasi formal, sementara kelompok-kelompok kepentingandan kelompok persahabatan merupakan aliansi informal.13

Mengapa orang-orang bergabung dalam kelompok?AlasanManfaatKeamananDengan bergabung dalam suatu kelompok, para individu dapat mengurangi rasa ketidakamanan untuk“berdiri sendir”. Orang-orang merasa lebih kuat, memiliki lebih sedikit keraguan-raguan pada dirisendiri, dan menjadi lebih resisten terhadap ancaman ketika mereka merupakan bagian dari suatukeompok.StatusM

PERILAKU ORGANISASI DALAM KONTEKS GLOBAL Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang mempertahankan operasinya pada dua negara atau lebih secara simultan. PerusahaanMultinasional Perdagangan internasional itu telah berabad dilakukan orang, tetapi bentuknya sebagai perusahaan multinasiona

Related Documents:

perilaku organisasi, tantangan dan peluang perilaku organisasi, dan disiplin ilmu pendukung perilaku organisasi. Arti dan Makna Perilaku Organisasi Perilaku menurut Hersey dan Blanchard (1992:15) pada dasarnya berorientasi tujuan dimotivasi oleh keinginan untuk

Berdasarkan gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku organisasi terbentuk dari perilaku individu-individu dalam organisasi tersebut, perilaku kelompok atau tim, dan perilaku institusi. Studi perilaku organisasi merupakan hasil gabungan dari beberapa disiplin ilmu

2. Perilaku Organisasi dengan Teori Organisasi Perbedaan perilaku organisasi dengan teori organisasi didasarkan pada dua perbedaan yaitu unit analisa dan pusat variabel tak bebas. Perilaku organisasi dirumuskan sebagai suatu studi tingkah laku individu dan kelompok di dalam organisa

Perilaku organisasi dapat di terapkan secara luas dalam perilaku orang – orang semua jenis organisasi seperti bisnis , sekolah dan organisasi jasa, apapun organisasi itu, ada kebutuhan untuk memahami perilaku organisasi. Menurut pendapat Dharma (1993: 5-6) dalam bukunya “perilaku dalam

perilaku organisasi. 3. Pendekatan dalam Perilaku Organisasi Dengan adanya interaksi atau hubungan antar individu dalam organisasi, maka penelaahan terhadap perilaku organisasi haruslah dilakukan melalui pendekatan-pendekatan sumber daya manusia (supportif), pendekatan kon

Budaya organisasi adalah sistem nilai yang menjadi pegangan bagi mereka yang terlibat dalam organisasi, menjadikan pembeda terhadap organisasi lain, serta menjadi acuan untuk mengendalikan perilaku organisasi dan perilaku anggota organisasi dalam interaksi dengan organis

3. Silabus dan GBPP Ceramah, Tanya jawab Menginformasikan kontrak kuliah dan GBPP. Mahasiswa diberikan kesempatan tanya jawab. Ceramah, Tanya jawab Pengatar Perilaku Organisasi 1. Aktivitas Manajer 2. Pengertian perilaku organisasi 3. Tantangan dan peluang dalam perilaku organisasi Diskusi, discovery learning Diskusi lingkungan

Perilaku organisasi merupakan suatu cara berpikir. Perilaku dipandang perlu beroperasi pada tingkat individu, kelompok, dan organisasi. Pendekatan ini menyarankan bahwa untuk mempelajari perilaku organisasi harus melakukan identifikasi dengan jelas tingkat analis

Perkembangan Ilmu Perilaku Organisasi a.Posisi ilmu perilaku organisasi dalam kajian organisasi secara umum b. Peranan dan kontribusi ilmu perilaku organisasi dengan ilmu-ilmu yang lain . Teori OT (Organization Theory) OD (Orga

Perilaku organisasi sebagai suatu disiplin, mengakui bahwa individu dipengaruhi oleh bagaimana organisasi diatur dan siapa yang mengawasi mereka. Oleh sebab itu, struktur organisasi memegang peranan penting dalam membahas perilaku organisasi. 4. Walau disadari

Perilaku organisasi sebagai suatu disiplin mengenal bahwa individu dipengaruhi oleh bagaimana pekerjaan diatur dan siapa yang bertanggung jawab untuk pelaksanaannya. Sehingga perilaku organisasi juga memperhitungkan pula pengaruh struktur organisasi terhadap perilaku individu. c. Walaupun dikenal adanya ke

(Robbins) PERILAKU ORGANISASI 4 Setiap organisasi pasti memiliki manajer . PERILAKU ORGANISASI 14. Variabel-Variabel Bebas Variabel Bebas Variabel Tingkat Individu Variabel Tingkat Sistem Organisasi Variabel Tingkat Kelompok

e. 14Mekanisme kontrol yang membentuk perilaku anggota. Budaya organisasi berpengruh pada perilaku anggota atau individu serta kelompok di dalam suatu organisasi. Selain itu, terkait dengan perilaku akan 13 Sopiah, :Perilaku Organisasional”, .h. 135-136. 14 Hikmat, ”Manajemen Pendidikan” .

Anak Dengan Hambatan Perilaku Emosi dan Sosial 1 BAB 1 KONSEP PERILAKU SOSIAL DAN EMOSI A. Konsep Perilaku 1) Pegertian Perilaku Istilah Perilaku merupakan sinonim dari respon, atau reaksi,aktivitas, aksi, kinerja. Jadi dapat dikatakan bahwa perilaku adalah segala sesuatu yang dikatakan maupun yang dilakukan oleh manusia.

budaya organisasi berpengaruh terhadap efektifitas organisasi. Budaya organisasi berperan dalam mengarahkan prilaku, memberi pengertian tujuan organisasi, dan membuat mereka berpikiran positif terhadap organisasi (Deal et al., 1982). Budaya organisasi memberikan arah dan memperk

dirasakan dan perilaku kewargaan organisasi menurut hasil penelitian Robbins dan Judge (2015) dukungan organisasi yang diberikan oleh perusahaan meliki pengaruh positif terhadap perilaku kewargaan organisasi. Menurut Miao (2011), menyatakan bahwa dukungan organisasi memiliki pengaruh positif terhadap kepu

Organisasi dan Perilaku Organisasi Achmad Sobirin, Ph.D. PEN . misalnya diberikan oleh Stephen F. Robbins sebagai berikut. Organisasi adalah unit sosial yang sengaja didirikan untuk jangka waktu yang relatif lama, beranggotakan dua orang at

Robbins and Judge (2013) memberikan pengertian terhadap perilaku organisasi sebagai suatu bidang studi yang menginvestigasi dampak individu, kelompok, maupun struktur pada perilaku dalam organisasi dengan maksud mengaplikasikan pengetahuan tersebut

Perilaku dan Teori Organisasi . 2 Chester I. Bernard. dalam bukunya “ The Executive Function ” berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Stephen P. Robbins, menyatakan bahwa Organisasi adalah ke

Attila has been an Authorized AutoCAD Architecture Instructor since 2008 and teaching AutoCAD Architecture software to future architects at the Department of Architectural Representation of Budapest University of Technology and Economics in Hungary. He also took part in creating various tutorial materials for architecture students. Currently he .