BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Unimus

3y ago
55 Views
2 Downloads
326.40 KB
27 Pages
Last View : 11d ago
Last Download : 4m ago
Upload by : Adele Mcdaniel
Transcription

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1AnemiaAnemia merupakan suatu keadaan ketika jumlah sel darah merah ataukonsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (Hb) tidak mencukupi untukkebutuhan fisiologis tubuh. Menurut WHO dan pedoman Kemenkes 1999,cut-off points anemia berbeda-beda antar kelompok umur, maupun golonganindividu. Kelompok umur atau golongan individu tertentu dianggap lebihrentan mengalami anemia dibandingkan kelompok lainnya.Rujukan cut-off point anemia balita 12-59 bulan adalah kadar Hbdibawah 11,0 g/dL. Anak sekolah usia 6-12 tahun dianggap mengalamianemia bila kadar Hbnya 12,0 g/dL. Di pihak lain, ibu hamil dianggapsebagai salah satu kelompok yang rentan mengalami anemia, meskipunjenis anemia pada kehamilan umumnya bersifat „fisiologis‟. Anemiatersebut terjadi karena peningkatan volume plasma yang berakibatpengenceran kadar Hb tanpa perubahan bentuk sel darah merah. Ibu hamildianggap mengalami anemia bila kadar Hb-nya di bawah 11,0 g/dL.Sementara itu, laki-laki berusia 15 tahun dianggap mengalami anemia bilakadar Hb 13,0 g/dL dan wanita usia subur 15-49 tahun mengalami anemiabila kadar Hb 12,0 g/dL. (Riskesdas, 2013).Tabel 2.1 Batasan Anemia menurut WHO, 2001KelompokUmurAnak6 bulan – 59 bulan5 – 11 tahun12-14 tahunHemoglobin(g/100 ml)1111,512DewasaLaki – lakiWanitaWanita hamil131211Sumber : WHO (2001)7repository.unimus.ac.id

82.1.1Klasifikasi AnemiaSecara morfologis, anemia dapat diklasifikasikan menurutukuran sel dan hemoglobin yang dikandung seperti berikut :2.1.1.1 MakrositikPada anemia makrositik, ukuran sel darah merahbertambah besar dan jumlah hemoglobin tiap sel jugabertambah. Ada dua jenis anemia makrositik, yaitu anemiamegalobastik dan anemia non-megalobastik. Penyebabanemia megalobastik adalah kekurangan vitamin B12, bastik disebabkan oleh eritropoiesis yang dipercepatdan peningkatan luas permukaan membran.2.1.1.2 MikrositikMengecilnya ukuran sel darah merah merupakan salahsatu tanda anemia mikrositik. Penyebabnya adalah defisiensibesi, gangguan sintesis globin, porfirin dan heme, sertagangguan metabolisme besi lainnya.2.1.1.3 NormositikPada anemia normositik ukuran sel darah merah tidakberubah. Penyebabnya adalah kehilangan darah yang parah,meningkatnya volume plasma secara berlebihan, penyakitpenyakit hemolitik, gangguan endokrin ginjal dan hati.Menurut Faisal (2003)anemia tidak hanya dikenal sebagaikurang darah. Perlu diketahui bahwa ada bermacam-macam anemia,yakni : anemia kurang zat besi (Fe), anemia karena perdarahan,anemia kronis, anemia karena gangguan penyerapan zat besi(Anemia dispagia sideropenik), anemia karena kurang Fe selamakehamilan, anemia karena infeksi parasite, anemia sel besar(megalobastik), anemia pernisiosa karena gangguan penyerapanvitamin B12 akibat kekurangan asam lambung (anhydria), anemiasejak lahir (kelainan penyerapan vitamin B12 sejak lahir), anemiakarena infeksi cacing dipilobotrium (juga terganggu penyerapanrepository.unimus.ac.id

9vitamin B12), anemia karena gangguan penyerapan vitamin B12karena beberapa kelainan seperti operasi pemotongan usus halus atauakibat diare kronis (chronic tropical sprue), anemia skorbut(kekurangan vitamin C), anemia sel besar dalam kehamilan(megalobastic anemia of pregnancy), anemia asam orotik (karenakekurangan enzim asam orotidilik dekarboksilase, hingga tubuhtidak mampu mengubah asam orotik menjadi orotidilik hingga asamorotik dikeluarkan melalui air seni), anemia sel besar akibatmengkonsumsi obat anti kejang.Menurut Citrakesumasari, 2012 Ada dua tipe anemia yangdikenal selama ini yaitu anemia gizi dan non-gizi. KlasifikasiAnemia gizi yaitu:2.1.1.1 Anemia gizi besiKekurangan pasokan zat gizi besi (Fe) yang merupakaninti molekul hemoglobin sebagai unsur utama sel darahmerah. Akibat anemia gizi besi terjadi pengecilan ngurangan jumlah sel darah merah. Anemia zat besibiasanya ditandai dengan menurunnya kadar Hb total dibawah nilai normal (hipokromia) dan ukuran sel darahmerah lebih kecil dari normal (mikrositosis). Tanda-tandaini biasanya akan menggangu metabolisme energi yangdapat menurunkan produktivitas (Citrakesumasari, 2012).Serum ferritin merupakan petunjuk kadar cadangan besidalam tubuh. Pemeriksaan kadar serum ferritin sudah rutindikerjakan untuk menentukan diagnosis defisiensi besi,karena terbukti bahwa kadar serum ferritin sebagai indikatorpaling dini menurun pada keadaan bila cadangan besimenurun. Keadaan infeksi kadarnya dipengaruhi, sehinggadapat mengganggu interpretasi keadaan sesungguhnya(Citrakesumasari, 2012).repository.unimus.ac.id

10Pemeriksaan kadar serum feritin terbukti sebagaiindikator paling dini, yaitu menurun pada keadaan cadanganbesi tubuh menurun. Pemeriksaannya dapat dilakukandengan metode immunoradiometric assay (IRMA) danenzyme linked immunosorbent assay (ELISA). Ambangbatas atau cut off kadar feritin sangat bervariasi bergantungmetode cara memeriksa yang digunakan atau ketentuanhasil penelitian di suatu wilayah tertentu (Citrakesumasari,2012).2.1.1.2 Anemia gizi vitamin EAnemia defisiensi vitamin E dapat mengakibatkanintegritas dinding sel darah merah menjadi lemah dan (pecahnya sel darah merah). Karena vitamin Eadalah faktor esensial bagi integritas sel darah merah(Citrakesumasari, 2012).2.1.1.3 Anemia gizi asam stik atau makrositik; dalam hal ini keadaan seldarah merah penderita tidak normal dengan ciri-ciribentuknya lebih besar, jumlahnya sedikit dan belummatang. Penyebabnya adalah kekurangan asam folat danvitamin B12. Padahal kedua zat itu diperlukan dalampembentukan nukleoprotein untuk proses pematangan seldarah merah dalam sumsum tulang (Citrakesumasari, 2012).2.1.1.4 Anemia gizi vitamin B12Anemia ini disebut juga pernicious, keadaan dangejalanya mirip dengan anemia gizi asam folat. Namun,anemia jenis ini disertai gangguan pada sistem alatpencernaan bagian dalam. Pada jenis yang kronis bisamerusak sel-sel otak dan asam lemak menjadi tidak normalserta posisinya pada dinding sel jaringan saraf berubah.repository.unimus.ac.id

waan (Citrakesumasari, 2012).Vitamin ini dikenal sebagai penjaga nafsu makan danmencegah terjadinya anemia (kurang darah) denganmembentuk sel darah merah. Karena peranannya dalampembentukan sel, defisiensi kobalamin bisa mengganggupembentukan sel darah merah, sehingga menimbulkanberkurangnya jumlah sel darah merah. Akibatnya, terjadianemia. Gejalanya meliputi kelelahan, kehilangan nafsumakan, diare, dan murung. Defisiensi berat B12 potensialmenyebabkan bentuk anemia fatal yang disebut Perniciousanemia (Citrakesumasari, ya dengan mineral besi. Vitamin B12 ini bersamasama besi berfungsi sebagai bahan pembentukan darahmerah. Bahkan kekurangan vitamin ini tidak hanya memicuanemia, melainkan dapat mengganggu sistem saraf.Kekurangan vitamin B12 dapat terjadi karena gangguan daridalam tubuh kita sendiri atau sebab luar. Saluran cerna akanmenyerap semua unsur gizi dalam makanan, termasukvitamin B12. Kekurangan vitamin B12 seseorang kurangdarah (anemia). ditandai dengan diare, lidah yang licin.Asam folat dapat diperoleh dari daging, sayuran berwarnahijau, dan susu. Gizi buruk (malnutrisi) merupakanpenyebab utamanya. Anemia jenis ini jugaberkaitan denganpengerutanhati(sirosis). Sirosishatimenyebabkancadangan asam folat di dalamnya menjadi sedikit sekali.Kekurangan asam folat juga dapat menyebabkan gangguankepribadian dan hilangnya daya ingat. Gejala-gejalanyahampir sama dengan gejala kekurangan vitamin B12. Gejalagejala neurologis lainnya juga dapat timbul jika sudahparah. Anemia jenis ini erat kaitannya dengan gizirepository.unimus.ac.id

12seseorang. Penanganan anemia berkaitan dengan masalahgizi. Konsumsi daging, sayuran hijau, dan susu yangmemadai akan sangat membantu (Citrakesumasari, 2012).2.1.1.5 Anemia gizi vitamin B6Anemia ini disebut juga siderotic. Keadaannya miripdengan anemia gizi besi, namun bila darahnya diuji secaralaboratoris, serum besinya normal. Kekurangan vitamin B6akan mengganggu sintesis (pembentukan) hemoglobin(Citrakesumasari, 2012).2.1.2Penyebab AnemiaZat gizi yang paling berperan dalam proses terjadinya anemiagizi adalah besi. Defisiensi besi adalah penyebab utama anemia gizidibanding defisiensi zat gizi lain seperti asam folat, vitamin B12,protein, dan vitamin lainnya. Secara umum, faktor utama yangmenyebabkan anemia gizi sebagai berikut :2.1.1.1 Banyak Kehilangan DarahPendarahan menyebabkan tubuh kehilangan banyak seldarah merah.Pendarahan dapat terjadi secara mendadak dandalam jumlah banyak seperti pada kecelakaan yang disebutpendarahan eksternal.Sedangkan pendarahan kronis terjadisecara terus menerus dalam jumlah sedikit demi sedikit yangdisebabkan oleh kanker saluran pencernaan, wasir, yebabkan banyak darah keluar. Selain itu, pada gadisremaja dan wanita dewasa, kehilangan darah dalam jumlahbanyak dapat terjadi akibat menstruasi.2.1.1.2 Rusaknya Sel Darah MerahPerusakan sel darah merah dapat berlangsung di mia.Meskipun sel darah merah telah rusak, zat besiyang berada di dalamnya tidak ikut rusak tetapi asam folatyang berada di dalam sel darah merah ikut rusak sehinggarepository.unimus.ac.id

13harus dibuat lagi.Oleh sebab itu pada pengobatan anemiahemolitik lebih diperlukan penambahan asam folat daripadapemberian zat besi.2.1.1.3 Kurangnya Produksi Sel Darah MerahPembuatan sel darah merah baru akan terganggu apabilazat gizi yang diperlukan tidak mencukupi. Terganggunyaproduksi sel darah merah bisa disebabkan makanan yangdikonsumsi kurang mengandung zat gizi, terutama zat gizipenting seperti, besi, asam folat, vitamin B12, protein danvitamin C (Emma, 1999).2.1.3Tanda dan Gejala AnemiaGejala dan tanda-tanda anemia merupakan respons ataskompensasi jantung dan pernapasan berdasarkan berat dan lamanyajaringan mengalami kekurangan oksigen. Beberapa tanda dan gejalaanemia yaitu, penderita mengeluh lemah, sakit kepala, telingamendenging, penglihatan berkunang-kunang, merasa cepat letih,mudah tersinggung, gangguan saluran cerna, sesak nafas, nadi lemahdan cepat, hipotensi ortostatik (Faisal, 2003).2.1.4Akibat AnemiaKekurangan zat besi menyebabkan terjadinya anemia, yaitukadar Hb berada di bawah normal. Anemia pada ibu hamil dapatmenyebabkan perdarahan pada saat melahirkan dan gangguanpertumbuhan janin. Sementara pada anak sekolah dan pekerja akanmenyebabkan menurunnya prestasi (Rizqie, enghadapi penyakit infeksi. Anemia gizi besi yang terjadi padaanak-anak, baik balita maupun usia sekolah, akan mengganggupertumbuhan dan perkembangannya. Anak menjadi lemah karenasering terkena infeksi akibat pertahanan tubuhnya menurun.Dalamkegiatan sehari-hari anak menjadi tidak aktif, malas, cepat lelah, dandi sekolah sulit berkonsentrasi dalam belajar, serta cepat mengantuk.repository.unimus.ac.id

14Akibat lanjutnya akan mempengaruhi kecerdasan dan daya tangkapanak (Rizqie, oduktivitas kerja, terutama pada pekerja wanita. Pekerja wanitalebih rawan anemia gizi besi karena wanita mengalami menstruasisetiap bulan. Kurang zat besi menyebabkan cepat lelah dan lesusehingga kapasitas kerja berkurang (Rizqie, 2011).2.1.5Pengobatan Anemia2.1.1.1 Meningkatkan konsumsi zat besi dari makananMakanan yang beraneka ragam memiliki zat gizi yangsaling melengkapi.Sayuran hijau dan buah-buahan ditambahdengan kacang-kacangan dan padi-padian cukup banyakmengandung zat besi dan vitamin-vitamin lain untukmemenuhi kebutuhan tubuh. Mengkonsumsi pangan hewani,seperti ikan, daging, hati, atau telur dalam jumlah yang cukupsebenarnya dapat mencegah anemia gizi besi (Arisman,2004).2.1.1.2 Pemberian zat besi (Fe)Pada tataran praktis klinis, jika penyebab anemia sudahditemukan dan tempat perdarahan berlangsung sudahdieliminasi, pengobatan diarahkan untuk mengatasi hdefisiensi zat besi cukup diterapi dengan memberikanmakanan yang cukup mengandung zat besi. Namun, jikaanemia sudah terjadi tubuh tidak akan mungkin menyerap zatbesi dalam jumlah besar dan dalam waktu yang nsuplementasi zat besi (Arisman, 2004).2.1.1.3 Transfusi darahSecara umum pengobatan anemia tidak memerlukantransfusi.Transfusi baru diperlukan bila penderita anemiasudah mengalami kelainan jantung (Arisman, 2004).repository.unimus.ac.id

152.1.1.4 Pemberian ATG (Anti Timosit Globulin)Pemberian ATG dilakukan dengan dosis 15mg/kg BBdilarutkan dalam cairan garam fisiologis melalui infus selama4-6 jam dalam jangka waktu 10 hari berturut-turut (Arisman,2004).2.1.1.5 Transplantasi sumsum tulangTransplantasi ini dari kembaran penderita yang biasanyadilakukan pada pengobatan anemia aplastic (Arisman, 2004).2.1.1.6 Pemberian EPO (Erythropoetin)Pemberian EPO berguna untuk merangsang pembentukansel darah merah (Faisal, 2003).2.1.6Pencegahan Anemia2.1.2.1 Meningkatkan konsumsi zat besi dari makananMengkonsumsi pangan hewani seperti daging, ikan, hatiatau telur dalam jumlah cukup dapat mencegah anemia gizibesi. Namun harga pangan hewani yang tinggi tidak dapatdijangkau oleh masyarakat sehingga diperlukan alternatif lainuntuk mencegah anemia yaitu dengan mengkonsumsimakanan yang cukup beragam yang memiliki zat gizi ndung zat-zat penghambat absorpsi seperti fitat, fosfat,tannin dan beberapa jenis serat makanan harus dihindarikarena zat-zat ini bersama zat besi membentuk senyawa yangtak larut dalam air sehingga tidak dapat diabsorpsi (Emma,1999).2.1.2.2 Suplementasi BesiSuplementasi besi dapat memperbaiki status hemoglobindalam waktu yang relatif singkat. Pil besi yang umumdigunakan dalam suplementasi besi adalah ferro sulfat yangdapat diabsorpsi sampai 20%. Dosis yang digunakan beragamtergantung pada status besi orang yang mengkonsumsinya.Kendala dalam suplementasi besi adalah efek samping yangrepository.unimus.ac.id

16dihasilkan pada saluran pencernan seperti mual, muntah,konstipasi dan diare. Selain itu kesulitan dalam mematuhiminum pil karena kurangnya kesadaran akan pentingnyamasalah anemia. Pil besi yang diminum dalam keadaan perutterisi akan mengurangai efek samping yang dihasilkan tetapidapat menurunkan tingkat penyerapannya (Emma, 1999).Ferro sulfat merupakan preparat zat besi oral yang palingmurah dan banyak digunakan. Dosis total yang ekuivalendengan 60 mg zat besi elemental (300 mg ferro sulfat) perhari sudah cukup bagi orang dewasa. Umumnya setelahwaktu lebih dari 4 minggu akan terjadi kenaikan kadarhemoglobin sekitar 2 gr/dl.2.1.2.3 Fortifikasi BesiFortifikasi besi adalah penambahan suatu jenis zat besidalam bahan pangan untuk meningkatkan kualitas pangandalam upaya pencegahan defisiensi zat besi pada beberapakelompok masyarakat. Kesulitan dalam fortifikasi besi adalahsifat besi yang reaktif dan berkecenderungan mengubahwarna makanan. Misalnya garam ferro mengubah panganyang berwarna merah dan hiaju menjadi lebih cerahwarnanya. Selain itu Fe reaktif dapat mengkatalisai reaksioksidasi sehingga menimbulkan bau dan rasa yang tidakdiinginkan. Ferro sulfat telah digunakan secara luas untukmemfortifikasi roti serta produk bakteri lain yang dijualuntuk waktu singkat. Jika disimpan selama beberapa bulanmakanan tersebut akan menjadi tengik (Arisman, 2004).2.1.2.4 Pengawasan Penyakit Infeksi dan ParasitPenyakit infeksi dan parasit merupakan salah satupenyebab anemia gizi besi karena parasit dalam jumlah gulangi penyakit infeksi dan memberantas parasitdiharapkan dapat meningkatkan status besi dalam tubuh.repository.unimus.ac.id

17Upaya tersebut harus diikuti dengan peningkatan konsumsipangan yang seimbang dan beragam serta dapat ditambahdengan suplementasi besi maupun fortifikasi besi (Michael,2008).2.1.2.5 Pendidikan han perilaku dalam masyarakat untuk mengkonsumsimakanan yang kaya akan zat besi secara teratur, mendorongasupan promoter absorpsi besi seperti vitamin C, ebihan. Upaya ini dapat dilakukan dengan pendidikangizi yang dapat dilakukan melalui penyuluhan gizi denganberbagai metode seperti, percakapan dalam kelompok,slideshow, teater jalanan, televisi, dan radio (Michael, 2008).Pendidikan gizi di sekolah dapat berlangsung kan gizi di sekolah melalui UKS didasarkan padahasil penelitian Madanijah (2003) yang menyatakan bahwatidak semua orang tua memiliki pengetahuan gizi yangmemadai sehingga pola pengasuhannya mempengaruhi statusgizi anak. Tujuan yang spesifik perlunya pelaksanaanpendidikan di UKS adalah meningkatkan pengetahuan gizisehingga mampu menyadarkan anak didik untuk berperilakugizi seimbang.2.2Protein2.2.1DefinisiProtein berasal dari kata Yunani proteos, yang berarti yangutama atau yang didahulukan. Kata ini diperkenalkan oleh seorangahli kimia Belanda, Geradus Mulder (1802-1880), karena iaberpendapat bahwa protein adalah zat yang paling penting dalamsetiap organisme. (Almatsier, S.2009).repository.unimus.ac.id

18Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakanbagian terbesar tubuh sesudah air, yaitu seperlima bagian daritubuh adalah protein, separonya ada di dalam otot, seperlima didalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh di dalam kulit, danselebihnya di dalam jaringan lain dan cairan tubuh. Semua enzim,berbagai hormon, pengangkut zat-zat gizi dan darah adalah protein.(Almatsier, S.2009)2.2.2Sumber ProteinBahan makanan hewani merupakan protein yang baik, dalamjumlah maupun mutu, seperti daging, ikan, unggas, kerang, telur,susu dan produk olahannya. Sumber protein nabati adalah kacangkedelai dan hasil olahannya seperti tempe dan tahu serta kacangkacangan yang lain. Sebagian kecil protein terdapat dalam sayurandan buah-buahan. Padi-padian dan hasilnya relatif rendah dalamprotein, tetapi karena dimakan dalam jumlah banyak memberisumbangan besar terhadap konsumsi protein sehari. (Almatsier,S.2009)2.2.3Fungsi ProteinFungsi protein ada beberapa macam sebagai berikut :2.2.3.1 Membentuk jaringan baru dalam masa pertumbuhan danperkembangan2.2.3.2 Memelihara jaringan tubuh, memperbaiki serta menggantijaringan yang aus, rusak atau mati.2.2.3.3 Menyediakanasamaminoyangdiperlukanuntukmembentuk enzim pencernaan dan metabolisme sertaantibodi yang diperlukan.2.2.3.4 er, ekstraseluler/interseluler dan intravaskuler.2.2.3.5 Mempertahankan kenetralan (asam-basa) tubuh.(Yuniastuti, A. 2008)repository.unimus.ac.id

192.2.4Kebutuhan ProteinMutu atau kualitas protein ditentukan oleh susunan asam aminoyang membentuknya, Asam amino inilah yang akan diserap kedalam pembuluh darah. Dari berbagai asam amino yang diperlukan,tidak semua dapat disintesis tubuh sehingga harus didapat darimakanan dan disebut asam amino esensial, Jumlah dan jenis asamamino dalam makanan yang mengandung protein bervariasi danberbeda. Protein hewani disebut “ protein lengkap” karena jumlahdan jenis asam amino esensial yang terkandung di dalamnyalengkap dan cukup. Protein nabati kandungan asam aminoesensialnya rendah, tetapi dengan cara mencampur beberapaprotein nabati dalam menu sehari-hari seperti nasi dan tempe,kebutuhan asam amino esensial akan saling mencukupi, meskitidak sebaik protein hewani. Untuk anak pada masa pertumbuhan,disarankan mengkonsumsi protein hewani seperti susu, telur,daging, ikan atau daging unggas, agar asam amino esensial yangterkandung dapat menunjang tumbuh kembang dengan baik. Padabayi yang terus disusui sampai satu tahun atau lebih adalah carapaling mudah dan praktis untuk me

Asam folat dapat diperoleh dari daging, sayuran berwarna hijau, dan susu. Gizi buruk (malnutrisi) merupakan penyebab utamanya. Anemia jenis ini jugaberkaitan dengan pengerutan hati (sirosis). Sirosis hati menyebabkan cadangan asam folat di dalamnya menjadi sedikit sekali. Kekurangan asam folat juga dapat menyebabkan gangguan kepribadian dan hilangnya daya ingat. Gejala-gejalanya hampir sama .

Related Documents:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian ini menggunakan beberapa pustaka yang berkaitan dengan penelitian ini. Hal ini berfungsi untuk pedoman dan pembanding penelitian yang akan dilakukan. Urfan (2017) melakukan penelitian berjudul Aplikasi Kalender Event Seni

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN MODEL. PENELITIAN . 2.1 Tinjauan Pustaka. Tinjauan pustaka adalah kajian mengenai penelitian sebelumnya yang memiliki relevansi permasalahan dengan penelitian yang akan dilakukan. Kajian terhadap penelitiapenelitian sebelumnya diharapkan memberikan wawasan agar n-

10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Penelitian tentang aplikasi mobile berbasis android yang dibuat oleh universitas atau berisi info seputar kampus atau panduan bagi mahasiswa atau

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Keagenan Keagenan adalah hubungan yang mempunyai kekuatan hukum yang terjadi bilamana kedua pihak bersepakat, memuat perjanjian, dimana salah satu pihak diamakan agen, setuju untuk mewakili pihak lainnya yang

6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Chronic kidney disease (CKD) a. Definisi Chronic kidney disease merupakan suatu keadaan kerusakan ginjal secar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian ini mengacu pada beberapa sumber dan tinjauan yang sudah ada dimana masing-masing penulis menggunakan metode yang berbeda sesuai dengan permasalahan yang di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Protein 2.1.1 Definisi Protein Protein berasal dari bahasa Yunani “proteios” yang berarti pertama atau utama. Protein merupakan makromolekul yang menyusun lebih dari separuh bagian dari sel. Protein menentukan ukuran dan struktur sel, komponen utama dari sistem komunikasi antar sel serta sebagai katalis berbagai .

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Urin Urin atau air seni adalah produk sisa metabolisme hasil filtrasi plasma darah di glomelurus ginjal. Setelah proses filtrasi, cairan akan melewati tubulus untuk dilakukan penyerapan kembali ion-ion yang masih terlarut sehingga pada proses