MENGGALI HAZANAH TASAWUF LOKAL: PEMIKIRAN

2y ago
92 Views
4 Downloads
1.66 MB
216 Pages
Last View : 2d ago
Last Download : 4m ago
Upload by : Camille Dion
Transcription

MENGGALI HAZANAH TASAWUFLOKAL:PEMIKIRAN TASAWUF KH. MAHMUDHASIL DALAMKITAB SIMPANAN BERHARGAOleh : AJAHARI, M.AgINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYALEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIANMASYARAKATTAHUN 2019

MENGGALI HAZANAH TASAWUF LOKAL:PEMIKIRAN TASAWUF KH. MAHMUD HASIL DALAMKITAB SIMPANAN BERHARGAAjahari, M.AgCetakan I : Januari 2020All right reservedHak cipta dilindungi oleh undang-undangDilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruhisi buku ini dengan cara apapun, tanpa izin tertulis dari penerbitviii 208 Halaman; 14,5 x 20,5 cmISBN : 978-623-7593-08-9Cover : Agung IstiadiLayout : RiniPenerbit :ASWAJA PRESSINDOAnggota IKAPI No. 071/DIY/2011Jl. Plosokuning V/73, Minomartani,Sleman, YogyakartaTelp. (0274)4462377E-mail : aswajapressindo@gmail.comWebsite : www.aswajapressindo.co.id

Menggali Hazanah Tasawuf Lokal : Pemikiran Tasawuf KH. Mahmud Hasil Dalam Kitab .KATA PENGANTARPuji dan syukur kepada Allah SWT yang selalumemberikan nikmat, hidayah dan taufik-Nya kepadapenulis sehingga buku Menggali Hazanah Tasawuf Lokal :Pemikiran Tasawuf KH. Mahmud Hasil dalam Kitab SimpananBerharga dapat diselesaikan. Salawat serta salam disampaikankepada Nabi Muhammad Saw, atas jasanya sehingga kitamenjadi seorang muslim dan terinspirasi serta termotivasiuntuk mempelajari berbagai ilmu pengetahuan agama danmengamalkannya dalam kehidupan.Islam sebagai sistem ajaran keagamaan yang lengkap,memberikan tempat pada dua jenis penghayatan keagamaan.Pertama, eksoterik (lahir), yaitu penghayatan keagamaanyang berorientasi pada formalitas fiqhiyah atau pada normanorma keagamaaan yang ketat. Kedua, esoterik (bathin), yaitupenghayatan keagamaan yang berorientasi dan menitik beratkanpada inti keberagamaan dan tujuan keberagamaan berupatasawuf.Buku ini merupakan hasil penelitian pada tahun 2019tentang pemikiran tasawuf KH. Mahmud Hasil dalam kitabSimpanan Berharga. Buku ini berupaya untuk memaparkan duahal yakni pemikiran tasawuf KH. Mahmud Hasil dan corakpemikiran tasawuf seperti apa yang menjadi penekanannya.Kehadiran buku ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuantentang hazanah tasawuf lokal yang ada di Kalimantan Tengahdan dapat dijadikan sumber rujukan oleh mahasiswa maupundosen di dalam perkuliahan.iii

Ajahari, M.AgTerima kasih disampaikan kepada Rektor IAIN PalangkaRaya, KH. Mahmud Hasil penulis kitab Simpanan Berhargadan semua pihak yang turut memberikan kontribusi pemikirandan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsungdalam penyusunan buku ini. Mudah-mudahan segala kontribusidan amal jariyah yang sudah diberikan mendapat ganjaran yanglayak disisi Allah SWT. Penulis juga menyadari buku ini masihjauh dari kesempurnaan baik secara teknis maupun dari isinya.Oleh karena itu saran dan masukan dari berbagai pihak sangatdiharapkan guna perbaikan dimasa-masa yang akan datang.Palangka Raya, Desember 2019Penulisiv

Menggali Hazanah Tasawuf Lokal : Pemikiran Tasawuf KH. Mahmud Hasil Dalam Kitab .SAMBUTANREKTOR IAIN PALANGKA RAYADi era sekarang kompetensi seorang dosen dapat diukurseberapa banyak produk tulisan yang sudah dipublikasibaik dalam bentuk jurnal maupun buku . Oleh karena itu seorangdosen sangat dituntut secara istiqamah untuk membaca danmembuat karya nyata sesuai dengan tupoksinya. Menulis danatau melakukan riset merupakan salah satu wujud pelaksanaandari Tridarma Perguruan Tinggi yakni darma penelitian yangwajib dilakukan oleh seorang dosen pada perguruan tinggi.Produktivitas dalam berkarya dikalangan para dosen IAINPalangka Raya diharapkan akan selalu bermunculan baik dalamkonteks buku referensi, buku ajar maupun buku monografsehingga ide dan pemikiran mereka dapat bermanfaat bagimasyarakat luas.Saya atas nama Rektor IAIN Palangka Raya menyambutbaik atas upaya yang dilakukan penulis dalam menghadirkanbuku ini. Buku ini tentu saja sangat bermanfaat dalammemperkenalkan tokoh dan pemikiran tasawuf lokal yangada di Kalimantan Tengah dalam konteks nasional. Saya jugaberharap kehadiran buku ini dapat bermanfaat bagi pemerhatiilmu tasawuf untuk dijadikan sebagai bahan rujukan dan salahsatu sarana dalam membantu memberikan informasi tentangpemikiran Islam dalam lapangan tasawuf kepada para pembacadan selanjutnya akan lahir lagi karya-karya berikutnya.v

Ajahari, M.AgSemoga upaya yang dilakukan penulis di dalammenghadirkan buku ini menjadi amal jariah di sisi Allah Swt.RektorDR. H. Khairil Anwar, M.Agvi

Menggali Hazanah Tasawuf Lokal : Pemikiran Tasawuf KH. Mahmud Hasil Dalam Kitab .DAFTAR ISIKATA PENGANTAR . iiiSAMBUTAN REKTOR IAIN PALANGKA RAYA .vDAFTAR ISI .viiBAB I. PENDAHULUAN .1BAB II. TASAWUF DALAM ISLAM .10A. Pengertian Tasawuf .10B. Sejarah Pertumbuhan Ilmu Tasawuf .12C. Macam-Macam Tasawuf .13D. Tasawuf dan Kehidupan Rohani .16E. Tasawuf dan Globalisasi .19BAB III. BIOGRAFI SINGKAT KH. MAHMUDHASIL .30A. Profil Singkat KH. Mahmud Hasil .30B. Peran KH. Dalam dalam Bidang Akademik .31BAB IV PEMIKIRAN TASAWUF KH. MAHMUDHASIL DALAM KITAB SIMPANANBERHARGA .33A. Pemikiran Tasawuf KH, Mahmud Hasil dalamKitab Simpanan Berharga .33vii

Ajahari, M.AgB. Corak Tasawuf KH. Mahmud Hasil dalamKitab Simpanan Berharga .170C. Analisis dan Temuan .179BAB V PENUTUP .200DAFTAR PUSTAKA .202viii

Menggali Hazanah Tasawuf Lokal : Pemikiran Tasawuf KH. Mahmud Hasil Dalam Kitab .BAB IPENDAHULUANAgama sebagaimana dikatakan oleh Stephen Evans, “An important force in Human life and human HistoryKarena itu menjadi kewajaran jika agama senantiasa menjadiperhatian serius bagi manusia, menjadi discourses dalampemikiran manusia sepanjang sejarah.1 Islam2 sebagai salahsatu agama di dunia yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.kehadirannya diyakini dapat menjamin terwujudnya kehidupanmanusia yang sejahtera lahir dan bathin. Di dalam al-Qur’anterdapat aturan bagaimana seharusnya manusia menyikapikehidupan ini secara lebih bermakna dalam arti yang luas.Tema-tema pembicaraan al-Qur’an mengenai berbagaikehidupan manusia merupakan sesuatu yang sangat ideal danluar biasa. Islam mengajarkan bagaimana menghargai akalmelalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,3bersikap hidup yang penuh keseimbangan dalam memenuhi123Stephen Evans dalam Hasan Baharun dan Akmal Mundiri, Metodologi StudiIslam Percikan Pemikiran Tokoh dalam Membumikan Agama, (Jogjakarta: ArRuzz Media, 2011) hlm., 5Kata Islam berasal dari kata Bahasa Arab “salama” atau “salima”. Kata “salama”atau “salima” ini mempunyai arti yang cukup luas. Bisa berarti selama, sejahteradan damai dan bisa juga berarti tunduk, dalam hal ini penundukan diri kepadahukum Tuhan. Menurut istilah, Islam adalah wahyu atau risalah yang diberikanAllah kepada Nabi Muhammad untuk disampaikan kepada umatnya untukmenjadi pedoman hidup bagi kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Lihat :Toyib I.M. dan Sugianto. Islam dan Pranata Sosial Kemasyarakatan, (Bandung:PT. Remaja Rosdakarya, 2002) hal. 23. Lihat juga Abuddin Nata. MetodologiStudi Islam, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1998) hlm.61.Q.S. al-Rahmân [55]: 33.1

Ajahari, M.Agkebutuhan hidup baik material maupun spiritual,4 mengajarkankehidupan yang dinamis dan progresif,5 kebebasan beragama,6memiliki kepedulian sosial,7 menghargai waktu,8 mencintaikebersihan,9 mengutamakan persaudaraan,10 dan masih banyaklagi petunjuk al-Qur’an mengenai sikap-sikap positif lainnya.Pada prinsifnya antara isi atau tema pembicaraan al-Qur’anyang satu dengan yang lain saling mendukung/memperkuatdalam membangun sebuah bangunan al-Qur’an yang utuh dankonprehensif.Harun Nasution berpandangan bahwa Islam berlainandengan agama yang pada umumnya diketahui, Islam bukanhanya mempunyai satu atau dua aspek akan tetapi multi asfekantara lain asfek teologi, ibadah, moral, mistisme, filsafat,sejarah, kebudayaan dan sebagainya. Pengetahuan tentang Islamdari satu atau dua aspek dan bahkan dari satu aliran atau mazhabsaja akan menimbulkan menimbulkan pengetahuan yang tidaklengkap tentang Islam11Islam sebagai sistem ajaran keagamaan yang lengkap,memberikan tempat pada dua jenis penghayatan keagamaan.Pertama, eksoterik (lahir), yaitu penghayatan keagamaanyang berorientasi pada formalitas fiqhiyah atau aturanaturan keagamaaan yang ketat. Kedua, esoterik (batin), yaitupenghayatan keagamaan yang berorientasi dan menitikberatkan45678910112Q.S. al-Qashash [28]: 77.Q.S. al-Ra’d [13] : 11.Q.S. al-Kâfirun [109]: 6. dan Q.S. al-Baqarah [2]: 256.Q.S. al-Mâûn [107] : 1-7.Q.S. al-Ashr [103]: 1-3.Q.S. al-Baqarah [2]: 122.Q.S. al- Hujurat [49]: 13.Harun Nasution. Islam di tinjau dari Beberapa Aspeknya, (Jakarta: UI-Press,1985), hlm. 33.

Menggali Hazanah Tasawuf Lokal : Pemikiran Tasawuf KH. Mahmud Hasil Dalam Kitab .pada inti keberagamaan dan tujuan keberagamaan.12 Dimensidari ajaran Islam yang masuk dalam kategori kedua ini adalahtasawuf.Sejalan dengan hal di atas Harun Nasution sebagaimanayang dikutip Didin, menyebutkan bahwa dalam ajaran Islamterdiri dari dua hal pokok, yaitu pertama ajaran Islam yangabsulot, mutlak, dan tidak boleh mengalami perubahan, kedua,ajaran Islam yang boleh mengalami perubahan dan penafsiranbaru sesuai dengan konteks zaman. Pokok yang pertama adalahal-Qur’an dan Hadis Nabi. Menurutnya, pokok yang pertamaini disebut ajaran dasar, ini tidak dapat diubah dan harusditerima apa adanya. Barang siapa yang mengubah firman Allahdan Hadis Nabi, maka dia termasuk orang yang berdusta. Tetapiuntuk pokok yang kedua, maka terbuka ijtihad atau pemikirandan penafsiran.13 Orang yang bersungguh-sungguh berijtihaddisebut Mujtahid. Mujtahid yang bersungguh-sungguh tidakakan menghasilkan hasil ijtihad yang absulot, mutlak danseratus persen pasti benar. Mengapa,? karena tentu saja hasilpemikiran manusia sangat terbatas, tidak sempurna dan relatif.14Hasil ijtihadnya pun tidak terlepas dari pengaruh lingkungan,sosiokultural tempat ia tinggal, faktor politik, yang dia dukung,latar belakang pendidikan, keluasan wawasan, dan pengetahuan,latar belakang mazhab, dan kecenderungan pemikiran yang iaanut.Pada tataran Islam yang kedua ini muncul pemikirianpemikiran di kalangan pemikir Islam. Pemikiran ini munculsebagai akibat adanya penafsiran atas ayat al-Qur’an dan Hadis121314Dadang Kahmad. Sosiologi Agama, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), hlm.200.Ibid,QS. Al Isra [15]: 85 “ dan tidaklah kamu diberi pengetahuan kecuali sedikit”.3

Ajahari, M.AgNabi yang dicoba untuk “dipahami “ berdasarkan keilmuanyang dimiliki dan kondisi sosial keagamaan masyarakatnya.Dilihat dari wacana pemikiran mereka, menurut DidinSaefuddin, dapat dikategorikan: Pertama, mereka mencobauntuk menggagas pemikiran bebas dengan melepaskan diridari ikatan-ikatan nash. Ini dapat kita lihat pada pemikiranMuhammad Iqbal, Sayyed Amir Ali, Taha Husain, FazlurRahman, Muhammad Arqun, Hasan Hanafi, Nurchalis Madjid.Kedua, mereka menempatkan ayat-ayat al-Qur’an secarakonsepsional dalam kehidupan keberumatan, seperti Jalaluddinal-Afghani, Muhammad Abduh, Sayyed Husein Nasr, AliSyari’ati, dan Ismail al-Faruqi. Ketiga, mereka mencoba untukmenerapkan pesan-pesan al-Qur’an secara idealogis sesuaidengan konteks zamannya, seperti terlihat pada Abu ‘Ala alMaududi, Sayyid Quthb, Ayatullah Khomaini, dan MuhammadNasir. Kelompok pertama dipresentasikan oleh cendikiawan,kelompok kedua dipresentasikan oleh para pemikir aktivis,dan ketiga oleh pemikir praksis. Kelompok pertama dapatdimasukkan dalam pemikiran liberal, kedua pemikirankonsepsional dan ketiga pemikiran ideologis. 15Tidak diragukan bahwa tasawuf telah memberikansumbangan yang sangat besar bagi kehidupan spiritual danintelektual Islam. Pengaruh tasawuf tidak terbatas padagolongan elit keagamaan akan tetapi menjangkau seluruh lapisanmasyarakat dari paling atas sampai paling bawah. Tasawuf telahmempengaruhi sikap hidup, moral dan tingkah laku masyarakat.Ia telah mempengaruhi kesadaran estetika, sastra, filsafat danpandangan hidup.1615164Ibid.,Kautsar Azhari Noer, Ibn Al-Arabi Wahdah al-Wujud dalam Perbedaan, (Jakarta:Paramadina, 1995: 1).

Menggali Hazanah Tasawuf Lokal : Pemikiran Tasawuf KH. Mahmud Hasil Dalam Kitab .Menurut Azzumardi Azra, bahwa salah satu teori tentangcara masuknya Islam di Indonesia disamping teori ekonomi,politik (kekuasaan) dan perkawinan adalah melalui teori sufistikyang disebarkan oleh para ulama yang memiliki pengetahuan danwawasan tasawuf.17 Menurut para sejarawan, Islam disebarkandi kepulauan Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan, melaluiguru-guru Sufi yang banyak berasal dari Sumatera18 denganberniaga dan melakukan kegiatan sufi dan tarikat.Namun dalam sejarah perjalanan yang panjang, tasawuftidak luput dari kecurigaan dari kecaman yang keras darigolongan Islam ortodok. Konplik yang timbul dari golonganyang pro dan kontra terhadap tasawuf bisa dilukiskan sebagaikonplik antara ahli tasawuf dengan ahli fiqh, antara ahli hakikatdengan ahli syariat, konplik antara penganut ajaran esoterik1718Lihat Zumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulawan Nuantaraabad XVII dan XVIII, Bandung: Mizan, 1995, hlm., 24-32. Terapat beberapa teoriyang berkembang tentang bagiamana masuknya Islam di Indonesia, pertama teoriyang menyebutkan bahwa Islam masuk ke Indoensia melalui jalur perdagangan.Hal ini dikarenakan sejak lama bangsa Indonesia dianggap telah memiliki jalurperdagangan dengan bangsa-bangsa Arab, Cina dan Gujarat. Kedua, teori melaluiproses perkawinan yakni para pendatang dan pedagang Muslim dari TimurTengah menjalin ikatan kekeluargaan dengan penduduk setempat yang padaakhirnya melahirkan generasi Muslim Baru di Nusantara, Ketiga, teori melaluipolitik kekuasaan yakni proses dakwah yang dilakukan oleh para pendatang danpedagang yang berhasil mengislamkan para penguasa dan pembesar istana yangsebelumnya menganut agama Hindu dan Budha. Keempat teori melalui sufistik,dimana para penyebar Islam yang memiliki pengetahuan dan wawasan sufistiktampil sebagai ulama yang mempraktikan ajaran tarikat dan akomodatif terhadapkultur masyarakatsetempat dan menjadi panutan masyarakat. Lihat FadliRahman, Ma’rifah, Musyahadah, Mukasyafah dan Mahabbah, Malang, In-Trans2007, hlm., 5-6.Taufik Abdullah, Islam di Indonesia (Bandung: Penerbit Mizan, 1974), 123.Lihat Simuh, “Tasawuf dan Kebatinan di Indonesia”,dalam Buku OrientasiPerkembangan Ilmu Islam/Ilmu Tasawuf (Jakarta: Depag RI, 1986), 38.5

Ajahari, M.Ag(batini) dan penganut ajaran eksoterik (zahiri) atau konplik antargolongan Islam heterodoks dan golongan Islam ortodoks.19Lebih jauh secara realitas hingga kini masih terdapatperbedaan (kontroversi) pemikiran dikalangan para pemerhatitasawuf, sebagian ada yang melakukan kritik terhadap tasawufsecara tajam dengan memposisikan tasawuf sebagai salah satufaktor penyebab kemunduran umat Islam lantaran ajaranajarannya cenderung membuat sikap hidup yang seolah-olahpasrah, tidak dinamis bahkan tidak menghiraukan persoalanpersoalan keduniawian. Akan tetapi disisi yang lain juga lahirpemikiran-pemikiran yang positif didalam memandang tasawuf.Tasawuf memiliki kontribusi dalam membangun peradabandan pemikiran Islam serta menjadi salah satu terapi dalammengatasi perbagai problem psikis manusia modern saat ini.Tasawufmerupakan tradisi keislaman yangmemperkenalkan manusia dengan Tuhan, melalui zikir hinggamencapai tingkat yang tinggi. Dalam perkembangannya, ajarantasawuf makin diminati intelektual klasik kalangan masyarakatIslam18TP1 khususnya abad kedua Hijriyah, dan sudah populerdi kalangan umat Islam20Belakangan ini, kajian terkait dengan pemikiran tasawuflokal merupakan kajian yang dinamis dan mengalami momentumpopularitas dalam khazanah kontemporer serta menjadi satutopik yang sangat diminati oleh para periset.21 Hal ini disadari1920216Kautsar Azhari Noer, of cit., hlm., 1Lihat Muhammad Sholikhin, Tasawuf Aktual, Menuju Insan Kamil, (PustakaNuun, Semarang: 2004), 53Beberapa kajian tentang pemikiran tasawuf antara lain (1) Dewi Umu Kholifah(2018) meneliti tentang Tasawuf Akhlaki dalam Pemikiran Syeikh Abdul Qodiral-Jailani dan relevansinya dalam Pembentukan Insan Kamil. (2) Fadli Rahman(2004) meneliti tentang Ajaran Tasawuf KH. Hadrani HN sebuah ParadimaBaru Mistisisme Islam di Kalimantan Tengah. (3) Ahmad Zaini (2016) tentangPemikiran Tasawuf Imam al-Ghazali. (4) Nur Kholis (2012) meneliti tentang

Menggali Hazanah Tasawuf Lokal : Pemikiran Tasawuf KH. Mahmud Hasil Dalam Kitab .karena local wisdom, memiliki kontribusi yang besar dalammemperkaya hazanah tasawuf nasional Indonesia. Tentu sajasangat disadari secara historis pemikiran-pemikiran tasawufmereka diyakini tidak terlepas dari peran-peran pemikir-pemikirtasawuf yang muncul sebelumnya.Dalam konteks hazanah tasawuf lokal, di kalanganmasyarakat kota Palangka Raya Kalimatan Tengah dikenalbeberapa nama yang memiliki pemikiran bahkan menjadi guruspiritual dalam lapangan tasawuf ini. Diantara guru tasawuftersebut adalah Guru Mukhtar (alm), KH. Hadrani (alm), KH.Jumadi Irin termasuk KH. Mahmud Hasil.Kemunculan KH Mahmud Hasil sebagai guru yangmengajarkan tasawuf sepengetahuan penulis sudah cukup lamayakni kurang lebih 15 tahun yang lalu dan masih berlangsunghingga sekarang ini. Sebagai guru yang mengajarkan tasawufKH. Mhamud Hasil mengajarkan tasawuf tidak hanya sebatasdi kota Palangka Raya Kalimantan Tengah, akan tetapi sampaike Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan KalimantanUtara. Ia memiliki murid ribuan orang yang tersebar dikeempat provinsi tersebut.22 KH. Mahmud Hasil sejak tahun2011 sampai 2019 telah menulis 3 buah kitab tasawuf yakniSimpanan Berharga, kitab Sarantang Saruntung dan KitabWaja Sampai Kaputing. dan kitab yang masih dalam prosespenulisan adalah kitab Tauhid.23 Di dalam ketiga kitab tersebut2223Nur Muhammad Dalam Pemikiran Sufistik Datu Abulung Di Kalimantan SelatanJurnal Al-Banjari vol. 11 No.2, Juli 2012, hlm. 179; (5) Maimunah Zarkasyi,Pemikiran Tasawuf Muh Arsyad al-Banjar dan pengaruhnya di MasyarakatKalimantan Selatan, ISLAMICA, Vol. 3, No. 1, September 2008, hlm. 76 (6)Noor, Firdaus (2017) Nur Muhammad Dalam Kitab Insân Kamîl Karya AbdulKarim Al-Jîlî Dan Kitab Al-Durr Al-Nafis Karya Muhammad Nafis Al-BanjariData berasal dari informasi KH. Mahmud Hasil dalam acara pengajian rutinan diMasjid Al Fattah Palangka Raya, Selasa 20 Agustus 2019Kitab Simpanan Berharga ditulis oleh KH. Mahmud Hasil pada tahun 2011/1433H, kitab Sarantang Saruntung ditulis pada tahun 2015/1436 H) dan Kitab Waja7

Ajahari, M.Agtermuat pemikiran-pemikiran tentang pandangan tasawufnya.Informasi yang didapat secara langsung dari penulis kitab, bahwakitab-kitab yang ditulisnya telah beberapa kali mengalamicetak ulangan. Kitab-kitab tersebut juga menjadi kitab rujukandalam pembelajaran tasawuf di berbagai majelis taklim yangdilakukannya.24 KH. Mahmud Hasil sampai saat ini masihsecara aktif mengajarkan tasawuf di berbagai masjid, mushalladan majelis taklim bahkan KH. Mahmud Hasil memiliki pondokpesantren yang digunakan secara khusus untuk mengajarkantasawuf.Penelitian terhadap pemikiran Tasawuf KH. MahmudHasil menjadi sangat penting dilakukan untuk menggalikembali hazanah tasawuf lokal dan diekpos ketengah-tengahmasyarakat sebagai sumbangsih akademik empirik dalamrangka mengangkat kearifan lokal menjadi khazanah nasional.Pemikiran Tasawuf KH. Mahmud Hasil dalam KitabSimpanan Berharga, pada buku ini ditulis melalui sistimatikasebagai berikut:Bab Sat

tentang pemikiran tasawuf KH. Mahmud Hasil dalam kitab Simpanan Berharga. Buku ini berupaya untuk memaparkan dua hal yakni pemikiran tasawuf KH. Mahmud Hasil dan corak pemikiran tasawuf seperti apa yang menjadi penekanannya. Kehadiran buku ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan tentang hazanah

Related Documents:

A. Makna Tasawuf, Ruang Lingkup, dan Tujuannya---57 B. Manfaat Ilmu Tasawuf dalam Kehidupan---62 C. Dasar-dasar Ilmu Tasawuf dalam Al-Qur’an---66 D. Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Tasawuf---78 E. Hubungan Tasawuf dengan Ilmu Kalam, Filsafat, Fikih, dan Psikologi Agama---84 F. Kaitan antara Tasawuf dan Tarekat---89

penetian dengan Judul “Konsep Tasawuf Modern dalam Pemikiran Nasaruddin Umar”. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana konsep Tasawuf Modern menurut Nasaruddin Umar? 2. Bagaimana implikasi Tasawuf perspektif Nasaruddin Umar di era modern ini? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka peniliti memiliki tujuan

KONSEP TASAWUF SOSIAL PROF. DR. H. M. AMIN SYUKUR, M.A., DAN RELEVANSINYA . tujuan pendidikan Islam dan pemikiran tasawuf sosial Amin Syukur, serta mencari tahu relevansi diantara keduanya. Adapun jenis . kesempatan bagi tasawuf untuk ikut andil bersama dalam rangka membentuk manusia sebagai makhluk individu sekaligus sosial.

4 Danusiri, Epistimologi Dalam Tasawuf Iqbal, Yogyakarta, Pustakan Pelajar, 1996, h150-151 5 Op-Cit, Tasawuf Al-Islami, h. 12 6 Hamka, Perkembangan Tasawuf dari Abad ke abad , Jakartam, 199 2, h.77

meneliti kandungan keimanan yang terdapat dalam konsep wahdat al-wujud dalam faham tasawuf falsafi Ibnu „Arabi dengan judul “niali-nilai pendidikan dalam paham tasawuf falsafi Ibnu „Arabi”. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut : 1.

kelas, mengontrol TUKG lokal, analisis butir soal dan hasil ujian, membuat sertifikat atau surat keterangan. 3) Software server lokal Software server lokal digunakan untuk inisialiasasi system, instalasi paket soal, mendistribusikan soal ujian kepada peseta, manajemen peserta TUKG lokal, dan manajemen nilai

Implementierung und Test - auf Basis der Referenzimplementierung Offshore Systemtest Offshore Deployment Lokal Konfigurations- und Änderungsmanagement Lokal Projektmanagement Lokal Offshore Environment Lokal Abb. 2: Der Offshore-Arbeitsablauf in einer groben Übersicht. Tabelle 1: A

Coronavirus (COVID-19) risk assessment 11 Hazard Risk rating Control measures Additional controls Residual risk Persons at risk Non-essential contractors were stood down (where the service was not required at this time) to reduce possible transmission of the virus. All contractors that are providing a service are contacted on a daily basis to ensure they adhere to hygiene requirements .