• Have any questions?
  • info.zbook.org@gmail.com

Pengertian Dan Sejarah Psikologi Industri Dan Organisasi

3m ago
20 Views
2 Downloads
347.09 KB
43 Pages
Last View : 5d ago
Last Download : 7d ago
Upload by : Mara Blakely
Share:
Transcription

MODUL 1Pengertian dan SejarahPsikologi Industri dan OrganisasiDra. Irma Adnan, M.Si.PE N DA H UL U ANDapatkah Anda membayangkan bekerja di suatu perusahaan yang semuakaryawannya memiliki semangat kerja tinggi, tidak ada pertentanganantara satu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya, kompensasi, dankesejahteraan yang diberikan memuaskan semua karyawan? Kalau memangada perusahaan seperti itu maka yang pertama kali akan sangat merasaberbahagia adalah mereka yang berkecimpung di psikologi industri danorganisasi. Lingkungan kerja yang nyaman, memungkinkan setiap orangmenampilkan kinerja terbaiknya merupakan harapan ideal para ahli psikologiindustri dan organisasi. Tetapi, sayangnya hal tersebut tidak mudah dicapai,untuk tidak dikatakan mustahil tercapai. Hampir pasti dalam suatuperusahaan ataupun organisasi ada saja orang atau kelompok yang merasatidak diperhatikan, kurang dihargai, dan perasaan-perasaan negatif lainnya.Pada modul ini, Anda akan mempelajari teknik dan metode yangdikembangkan oleh para ahli psikologi industri dan organisasi untukmenciptakan lingkungan kerja yang nyaman sehingga karyawan juga akanmerasa bahagia dan produktif dalam bekerja. Tentu sebelum mempelajariteknik dan metode tersebut, Anda terlebih dahulu harus mengerti apa yangdimaksud dengan psikologi, lebih khusus lagi psikologi industri danorganisasi. Oleh karena itu, pada modul pertama ini akan dibahas terlebihdahulu masalah-masalah dasar yang berkaitan dengan psikologi industri danorganisasi, sehingga Anda akan lebih mudah memahami teknik dan metodeyang nanti akan dibahas. Setelah membaca modul ini, Anda diharapkan dapatmenjelaskan tentang:1. Pengertian psikologi secara umum.2. Pengertian psikologi industri dan organisasi.3. Ruang lingkup psikologi industri dan organisasi.

1.24.5.6.7.Psikologi Industri dan Organisasi Kaitan dan perbedaan psikologi industri dan organisasi denganManajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dan perilaku organisasi.Sejarah singkat psikologi industri dan organisasi.Pendidikan untuk menjadi seorang psikolog industri dan organisasi.Disain penelitian dalam bidang psikologi industri dan organisasi.Modul 1 ini terdiri atas 3 kegiatan belajar, yaitu:1. Pengertian Psikologi dan Psikologi Industri dan Organisasi.2. Ruang lingkup dan sejarah Psikologi Industri dan Organisasi, termasukpendidikan untuk menjadi seorang Psikolog Industri dan Organisasi.3. Disain penelitian dalam Psikologi Industri dan Organisasi.Selamat belajar, semoga sukses!

ADBI4410/MODUL 11.3Kegiatan Belajar 1Pengertian Psikologi danPsikologi Industri dan OrganisasiSebelum Anda mempelajari psikologi industri dan organisasi, tentupertama-tama harus mengerti dulu apa yang dimaksud dengan psikologi.Mendengar kata psikologi, sebagian besar orang menghubungkannya dengan”psikotes” atau ”penyakit jiwa”, padahal ruang lingkup psikologi tidakterbatas hanya pada ke dua hal tersebut. Oleh karena itu, pada KegiatanBelajar 1 ini pertama-tama akan dibahas tentang pengertian psikologi,perkembangannya dan bidang-bidang apa saja yang menjadi perhatianpsikologi. Setelah itu, baru akan dibahas lebih khusus tentang pengertianpsikologi industri dan organisasi, dan definisi-definisi yang diberikan olehbeberapa pakar psikologi industri dan organisasi.A. PENGERTIAN PSIKOLOGIMungkin bagi sebagian besar masyarakat perkotaan di Indonesiapsikologi bukan lagi merupakan istilah yang asing. Banyak majalah wanitadan juga koran mingguan mempunyai rubrik konsultasi psikologi. Masalahyang dibahas pun sangat beragam, dari kenakalan remaja, masalah sekolah,kesulitan dalam bergaul bahkan sampai dengan gangguan seksual. Salah satutopik yang juga sering dibahas adalah psikotes, bahkan ada kecenderungansebagian orang untuk mengidentikkan psikologi dengan psikotes. Sebenarnyaapa yang dimaksud dengan psikologi?Secara etimologi, psikologi berasal dari dua suku kata yaitu psyche yangberarti jiwa dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi dari dua katatersebut dapat diartikan, psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang jiwa atausingkatnya ilmu jiwa. Dalam kamus bahasa Indonesia, jiwa antara laindiartikan sebagai roh manusia atau seluruh kehidupan batin manusia. Jadijiwa mempunyai arti yang sangat abstrak, dan tentunya tanpa jiwa tidak akanjuga ada kehidupan jasmaniah. Jiwa atau roh akan menampilkan dirinya kealam nyata melalui tindakan, atau yang lebih dikenal sebagai perilaku. Olehkarena itu, untuk mempelajari jiwa seseorang kita dapat melihat daricerminan perilakunya. Dari hal ini, kemudian, psikologi diartikan sebagai

1.4Psikologi Industri dan Organisasi ilmu yang mempelajari perilaku manusia. Karena dalam perkembangannyabanyak juga digunakan binatang seperti kera, tikus, dan anjing, dalampenelitiannya Hilgard (dalam Morgan, 1986) kemudian mendefinisikanpsikologi sebagai the science that studies the behavior of men and othersanimal.Setelah kita tahu apa itu psikologi, berikut marilah kita pelajari sejarahsingkat psikologi sehingga menjadi suatu ilmu.Sebenarnya kajian tentang jiwa dan perilaku manusia sudah dikenalsejak masa Plato dan Aristoteles. Pada masa itu yang banyak mendasarikajian tentang jiwa dan perilaku manusia adalah pandangan filsafat. Barupada tahun 1875, Wilhelm Wundt seorang fisiolog (ahli fisik) mendirikanlaboratorium psikologi yang pertama di Universitas Leipzig, Jerman. Wundtmelakukan berbagai percobaan di laboratoriumnya dengan menggunakanmetode-metode ilmiah seperti yang juga digunakan ilmu pengetahuanlainnya. Karena metode-metode yang digunakannya, Wundt juga kemudiandisebut sebagai tokoh Psikologi Eksperimen.Selanjutnya pada tahun 1883, di Amerika Serikat pertama kali berdirilaboratorium psikologi di Universitas John Hopkins yang kemudian diikutidengan berbagai laboratorium di tempat-tempat lainnya. Pada mulanyamereka berpikir psikologi adalah ilmu tentang pikiran dan merekamengembangkan eksperimen-eksperimen tentang atensi (perhatian),mempelajari proses mengapa kita menyadari suatu hal tertentu danmengabaikan hal yang lainnya. Mereka juga banyak melakukan percobaanuntuk mempelajari pikiran, ingatan, dan emosi.Hasil kajian dari psikologi eksperimen biasanya kemudian dijadikandasar untuk menetapkan teori-teori psikologi sebagaimana pada bidang ilmulainnya dan menjadi masukan bagi psikologi umum untuk mengembangkanaturan, prinsip dan teori yang berlaku untuk setiap manusia. Pada awalnyamemang kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas yang dipelajari adalahmanusia pada umumnya, yang dewasa, normal, dan beradab.Jadi, psikologi umum berusaha mencari dalil-dalil yang bersifat umumdari perilaku orang dewasa yang normal. Edward L. Thorndike (dalamMorgan, 1986) mengemukakan suatu dalil yang merupakan penjelasantentang dasar prinsip penguat dalam teori belajar, yang isinya adalah sebagaiberikut: “suatu tindakan yang mempunyai akibat menyenangkan akandipelajari, tetapi suatu tindakan yang mempunyai akibat yang tidakmenyenangkan akan tidak dipelajari”. Dalil ini disebut sebagai law of effect

ADBI4410/MODUL 11.5(hukum akibat) yang secara umum berlaku untuk setiap orang dewasanormal. Contoh lain adalah dalil-dalil dalam pengamatan (persepsi). Dalampersepsi dikenal dalil yang disebut sebagai law of proximity, yangmenyatakan bahwa benda-benda yang letaknya berdekatan akan cenderungdipandang sebagai suatu kesatuan. Coba Anda perhatikan ilustrasi di bawahini.Sumber: Morgan, King, Weisz, Schopler, (1986), Introduction to Psychology.Orang akan lebih melihat garis-garis di atas sebagai 3 buah garis yangberpasangan daripada 6 buah garis secara terpisah. Begitu juga dengancontoh berikut, yang dikenal sebagai law of good figure.Sumber: Morgan, King, Weisz, Schopler, (1986), Introduction to Psychology.Pada ilustrasi di atas, orang akan lebih melihat gambar tersebut sebagaibintang bersudut enam daripada sebagai sebuah gambar yang terdiri darititik-titik dan bentuk lain yang terdiri dari lingkaran-lingkaran. Pada dalil ini,terlihat ada kecenderungan untuk mengorganisasikan benda menjadi bentukyang simetris dengan menggunakan semua bagian yang ada. Pada gambar diatas, bentuk yang berarti hanya akan didapat dengan menggunakan baik titiktitik maupun lingkaran-lingkaran untuk membentuk bintang bersudut enam.Sekali lagi, semua hal tersebut merupakan hal yang biasa terjadi padaorang dewasa normal. Dalam perkembangannya kemudian, orang mulaitertarik dengan perilaku manusia yang terjadi pada kondisi-kondisi khusus.

1.6Psikologi Industri dan Organisasi Misalnya, dalam suatu percobaan kepada sekelompok orang diperlihatkandua buah garis seperti gambar di bawah ini.abSumber: Morgan, King, Weisz, Schopler, (1986), Introduction to Psychology.Kepada sebagian besar anggota kelompok telah diperintahkan untukmengatakan bahwa ke dua garis tersebut tidak sama panjangnya. Padaawalnya memang ada beberapa orang yang mengatakan bahwa ke dua garistersebut sama panjang, tetapi lama kelamaan, dengan sugesti dan tekanankelompok akhirnya mereka mengatakan bahwa ke dua garis tersebut tidaksama panjangnya. Padahal kalau diukur dengan meteran, ke dua garistersebut memang sama panjangnya. Kejadian ini membuktikan bahwa dalamkondisi dan situasi tertentu persepsi seseorang dapat dipengaruhikelompoknya.Jadi, Psikologi Umum bertujuan untuk menguraikan serta menyelidikikegiatan-kegiatan psikis manusia dewasa normal pada umumnya, yangmeliputi kegiatan pengamatan, kecerdasan, emosi, motif, dan persepsi.Psikologi Umum berusaha untuk mencari dalil dari semua hal tersebut untukkemudian digabungkan menjadi teori-teori psikologi.Selain Psikologi Umum, dikenal juga bidang yang disebut denganPsikologi Khusus, yaitu bidang psikologi yang berusaha menguraikan danmenjelaskan segi-segi khusus dari kegiatan psikis manusia. Bidang ini sangatluas dan hampir meliputi seluruh kegiatan manusia, tetapi secara umum dapatdibagi menjadi:1. Bidang Psikologi Klinis, yaitu terapan psikologi yang bertujuan untukmemahami kapasitas perilaku dan karakteristik individu sertamemberikan saran dan rekomendasi agar orang tersebut mampumelakukan penyesuaian diri secara patut.2. Bidang Psikologi Perkembangan, yaitu terapan psikologi yang bertujuanuntuk memahami kondisi psikologis pada tahap-tahap perkembangan

ADBI4410/MODUL 13.4.5.1.7seseorang (dari lahir hingga akhir hayat) agar individu dapatmenjalankan tugas-tugas perkembangannya dengan berhasil.Bidang Psikologi Pendidikan, yaitu terapan psikologi yang berusahamenerapkan prinsip-prinsip psikologi ke dalam proses pembelajaran.Bidang Psikologi Industri dan Organisasi, yaitu terapan psikologi yangberusaha menerapkan prinsip-prinsip psikologi ke dalam dunia kerja.Bidang Psikologi Sosial, yaitu terapan psikologi yang mempelajari danmenyelidiki pengalaman dan perilaku manusia yang dipengaruhi atauditimbulkan oleh situasi-situasi sosial.Selain itu, masih banyak lagi bidang terapan lainnya yang sangat khususseperti psikologi olahraga, psikologi wanita, psikologi kriminal, psikologiabnormal, dan psikologi ekonomi.B. PENGERTIAN PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASIPada uraian sebelumnya telah kita pelajari bahwa psikologi industri danorganisasi adalah bagian dari psikologi yang menerapkan prinsip-prinsippsikologi ke dalam dunia kerja. Jika kita melihat secara harfiah arti daripsikologi industri dan organisasi, secara mudah juga dapat disimpulkanbahwa psikologi industri dan organisasi adalah bidang psikologi dalamindustri dan organisasi. Hanya perlu di catat bahwa pengertian industri dalamhal ini tidak hanya berarti kerajinan atau pabrik, tetapi juga mencakupproduksi dan distribusi berbagai barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi.Di Inggris, Psikologi Industri dan Organisasi disebut OccupationalPsychology, sedangkan di sebagian besar negara Eropa lainnya dikenalsebagai Work and Organizational Psychology dan di Afrika Selatan sebagaiIndustrial Psychology. Walaupun namanya berbeda-beda di berbagai negara,tetapi pada umumnya bidang yang digeluti adalah sama.Menurut Munandar (2001), psikologi industri dan organisasi merupakansuatu keseluruhan pengetahuan (a body of knowledge) yang berisi fakta,aturan dan prinsip-prinsip tentang perilaku manusia pada pekerjaan. Blumdan Naylor (dalam Muchinsky, 2000) mendefinisikan psikologi industri danorganisasi sebagai penerapan atau perluasan dari fakta dan prinsip psikologipada masalah-masalah manusia yang bekerja dalam lingkungan bisnis danindustri. McCormick dan Tiffin (1975) mengartikan psikologi industrisebagai "the study of human behavior in these industrially related aspects of

1.8Psikologi Industri dan Organisasi life, and to the application of knowledge about human behavior to thesolution of human problems in this context". Sedangkan Duane Schultz(1973), menyebutkan bahwa psikologi industri melibatkan aplikasi darimetode, fakta dan prinsip ilmu pengetahuan tentang perilaku manusiaterhadap manusia dan dunia kerjanya. Menurut Miner (1992), psikologiindustri dan organisasi adalah cabang dari psikologi seperti halnya psikologieksperimen, psikologi klinis, dan psikologi sosial, dan sebagai bagian daripsikologi, “Industrial and Organizational Psychology is concerned with theapplication of psychological science, and thus its theory and research, to theproblems of human organizations and in particular to the utilization ofhuman resources within organizations”. Jadi, secara luas dapat dikatakanbahwa psikologi industri dan organisasi berhubungan dengan perilakumanusia dalam situasi kerja.Setelah Anda memahami pengertian psikologi industri dan organisasi,mari kita lanjutkan ke pembahasan tentang psikologi industri dan organisasisebagai ilmu pengetahuan dan sebagai ilmu terapan.Menurut Muchinsky (2000), ada dua sisi Psikologi Industri danOrganisasi, yaitu sebagai ilmu pengetahuan dan sebagai ilmu terapan(praktek). Sebagai ilmu pengetahuan, psikologi industri dan organisasiberusaha untuk menambah dan memperluas pengetahuan tentang manusiadalam kerja. Psikologi industri dan organisasi terus melakukan pendalamanserta investigasi dengan metode ilmiah untuk mendapatkan jawaban. Hasilhasil studi diolah dan dijadikan dasar untuk membuat pola yang bergunauntuk menerangkan perilaku kerja secara umum. Dalam posisi ini, psikologiindustri dan organisasi merupakan "disiplin akademik".Sisi lainnya adalah sebagai ilmu terapan/praktek atau disebut juga sisiprofesional yaitu penerapan dari pengetahuan untuk memecahkan masalahsebenarnya dalam dunia kerja. Hasil-hasil riset dapat digunakan untukmenerima karyawan yang lebih baik, mengurangi absen, memperbaikikomunikasi, meningkatkan kepuasan kerja dan memecahkan berbagaimasalah lainnya. Dalam hal ini, Canadian Psychological Associationmenyebutkan bahwa seorang psikolog industri dan organisasi dapatmengaplikasikan teori-teori psikologi untuk menerangkan dan meningkatkanefektivitas perilaku dan pengetahuan (kognisi) manusia dalam dunia kerja(Aamodt, 2004). Contohnya, prinsip-prinsip teori belajar dapat diterapkandalam pelatihan dan pengembangan, prinsip-prinsip psikologi sosial dapatdigunakan untuk membentuk kelompok kerja ataupun mengatasi konflik

ADBI4410/MODUL 11.9antarkaryawan dan prinsip-prinsip teori motivasi dan emosi digunakan untukmeningkatkan motivasi kerja serta kepuasan pekerja.Minat terhadap Psikologi Industri dan Organisasi pada tahun-tahunbelakangan ini semakin meningkat, baik dari kalangan pengguna maupun dilingkungan pendidikan. Walaupun tidak ada data yang pasti, dari pengalamandan pengamatan, pilihan peminatan jurusan Psikologi Industri dan Organisasi(PIO) di Fakultas Psikologi di 3 Universitas Negeri (UI, UNPAD, dan UGM)cenderung meningkat dari tahun-tahun ke tahun. Untuk kaum profesionaljuga telah tersedia organisasi yang berada di bawah Himpunan MasyarakatPsikologi Indonesia (HIMPSI), yaitu Asosiasi Psikologi Industri danOrganisasi yang anggotanya adalah profesional Psikologi Industri danOrganisasi dan pemerhati psikologi.Kalau kita melihat siklus kehidupan manusia sehari-hari, kiranyapeningkatan minat ini bukanlah hal yang aneh. Dalam kehidupan normal,seorang dewasa umumnya dalam 5 dari 7 hari seminggu adalah di duniakerja. Dari 24 jam sehari, paling tidak seseorang bekerja selama 8 jam,sisanya terbagi untuk tidur selama 8 jam, nonton TV dan rekreasi 3 jam,makan dan minum 2 jam. Ibadah 1 jam dan kegiatan lainnya 2 jam. Jadi, diluar tidur, yang mutlak harus dilakukan, kegiatan seseorang yang palingbanyak adalah bekerja dan ini berarti selama paling tidak 8 jam setiap harinyaseseorang menjadi objek dari Psikologi Industri dan Organisasi.Setelah Anda mengetahui apa itu psikologi, coba jelaskanpsikologi industri sebagai ilmu pengetahuan dan sebagai ilmu terapan.C. KAITAN DAN PERBEDAAN ANTARA PSIKOLOGI INDUSTRIDAN ORGANISASI DENGAN ORGANIZATIONAL SCIENCELAINNYAKalau kita membaca literatur tentang psikologi, manajemen sumber dayamanusia (MSDM) dan perilaku organisasi maka akan banyak kita jumpaibahasan atau topik yang sama dengan psikologi industri dan organisasi.Topik tentang seleksi, pelatihan, motivasi, kepemimpinan, danpengembangan organisasi hampir selalu menjadi bahasan dari ketiganya.Seperti telah dijelaskan di atas, psikologi industri dan organisasi adalahcabang psikologi yang menerapkan prinsip-prinsip psikologi dalam duniakerja. Prinsip-prinsip belajar, misalnya, digunakan untuk mengembangkan

1.10Psikologi Industri dan Organisasi program pelatihan dan pengembangan, prinsip-prinsip motivasi dan emosidigunakan untuk memotivasi dan memuaskan karyawan, prinsip-prinsippsikologi sosial digunakan untuk memahami konflik karyawan danpembentukan kelompok kerja. Aplikasi prinsip-prinsip inilah yangmembedakan psikologi industri dan organisasi dengan bidang-bidang lainyang juga membahas dunia kerja seperti MSDM dan perilaku organisasi.Selain itu, psikologi industri dan organisasi juga banyak menggunakanpenelitian dan perhitungan statistik dalam mengembangkan teorinya,sedangkan MSDM dan perilaku organisasi lebih banyak bersandar padamanfaat dan efisiensi. Sebagai contoh, MSDM menganggap bahwawawancara merupakan alat prediksi yang baik untuk menentukan tingkatkeberhasilan kerja seorang pelamar, sedangkan hasil penelitian psikologindustri dan organisasi menunjukkan bahwa validitas wawancara sebagai alatperamal keberhasilan seseorang dalam bekerja tergolong rendah. Tentu disamping perbedaan juga ada banyak persamaan antara ketiganya. Halpertama adalah bidang kajiannya, yaitu mempelajari manusia dalam duniakerja. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, di bawah ini akandiuraikan secara singkat kaitan dan perbedaan antara Psikologi Industri danOrganisasi dengan MSDM dan Perilaku Organisasi.1.Kaitan dan Perbedaan antara Psikologi Industri dan Organisasidengan MSDMManajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai prosespengembangan, penerapan dan penilaian kebijakan, prosedur, metode danprogram yang berkaitan dengan manusia dalam organisasi (Miner, 1992).Dalam hal ini organisasi dapat diartikan sebagai lingkungan kerja. Sedangkanpsikologi industri dan organisasi, sebagaimana telah disebutkan,berhubungan dengan perilaku manusia dalam situasi kerja. Jelas dari ke duapengertian tersebut, psikologi industri dan organisasi memiliki kaitan yangerat dengan manajemen sumber daya manusia. Objek studi keduanya sama,yaitu manusia dalam dunia kerja atau manusia sebagai tenaga kerja. Banyaktopik sama yang dibahas oleh kedua bidang ilmu tersebut, seperti analisis danevaluasi jabatan, rekrutmen dan seleksi, pelatihan dan pengembangan, danpenilaian kerja. Manajemen sumber daya manusia membahas topik-topiktersebut dengan penekanan pada prinsip efisien dan efektif, artinyabagaimana tenaga kerja dapat ditingkatkan kontribusi produktifnya, sepertiyang dikatakan oleh William B. Werther Jr. dan Keith Davis (1996) bahwa

ADBI4410/MODUL 11.11the purpose of human resource management is to improve the productivecontribution of people to the organization in an ethical and sociallyresponsible. Sedangkan menurut Munandar (2001), pada psikologi industridan organisasi penemukenalan manusia sebagai tenaga kerja lebih dipusatkanpada cara ya

”psikotes” atau ”penyakit jiwa”, padahal ruang lingkup psikologi tidak terbatas hanya pada ke dua hal tersebut. Oleh karena itu, pada Kegiatan Belajar 1 ini pertama-tama akan dibahas tentang pengertian psikologi, perkembangannya dan