BAB 2 LANDASAN TEORI - Binus Library

2y ago
66 Views
2 Downloads
529.76 KB
36 Pages
Last View : 1m ago
Last Download : 1m ago
Upload by : Aarya Seiber
Transcription

BAB 2LANDASAN TEORI2.1Program Pensiun2.1.1 Definisi Program PensiunBerdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun1992 tentang Dana Pensiun didefinisikan bahwa program pensiun adalahsetiap program yang mengupayakan manfaat pensiun bagi peserta.Manfaat pensiun itu berupa pembayaran berkala yang diberikan setelahpeserta mencapai usia pensiun. Definisi tentang Dana Pensiun adalahbadan hukum yang mengelola dan menjalankan program yangmenjanjikan manfaat pensiun.Ada dua jenis program pensiun, yaitu:1. Program Pensiun Manfaat Pasti (Defined Benefit Plan)Yaitu program pensiun dimana manfaat yang akan didapatkan telahditentukan, dan iuran berdasarkan penghitungan sehingga akanmencukupiuntuk membayar manfaat yang dijanjikan.2. Program Pensiun Iuran Pasti (Defined Contribution Plan)Yaitu program pensiun dimana iuran untuk pegawai telah ditetapkanterlebih dahulu, dan manfaat yang diperoleh adalah semua jumlahiuran ditambahkan dengan hasil investasi.[Amin, 1995: 14-18]Sedangkan metode evaluasi pendanaan dana pensiun terbagi menjadidua, yaitu:1.Accrued Benefit Cost Method (ABCM)Metode biaya manfaat yang disisihkan (Accrued Benefit CostMethod). Metode biaya aktuaria, yaitu iuran dalam satu tahunmerupakan nilai sekarang dari tambahan jaminan dalam tahun itu.Pada metode ini, manfaat yang diperoleh adalah iuran yangumumnya lebih rendah dibandingkan dengan metode lainnya, danhutangnya akan konsisten dengan target pengembangan manfaatkarena kenaikan gaji yang digunakan dalam perhitungan biayapensiun adalah sesuai dengan realisasinya. Kelemahan metode ini7

8adalah iuran akan cenderung naik apabila rata-rata umur pesertanaik.2.Projected Benefit Cost Method (PBCM)Metode biaya manfaat yang diproyeksi (ProjectedBenefit Cost Method). Metode biaya aktuaria, yaitu iuranmenggambarkan jaminan yang akan datang dan tingkatbesarnya iuran (presentase gaji) sepanjang tahun.Metode ini disertai asumsi kenaikan gaji setiap tahunyaitu secara periodik harus dilakukan peninjauan kembalimengenai dana pensiun yang ada. Peninjauan ini diadakankarena kemungkinan adanya penyimpangan asumsi yangmenyebabkan kurangnya dana pensiun yang tersedia terutamadalam asumsi kenaikan gaji. Manfaat dari metode ini adalahiuran lebih stabil dan penyelenggaraan program pensiun lebihaman (sepanjang asumsi kenaikan gaji tidak menyimpangterlalu jauh).[Amin, 1995: 17-18]2.1.2 Manfaat PensiunManfaat pensiun adalah pembayaran berkala yang dibayarkankepada peserta pada saat dan dengan cara yang ditetapkan dalamperaturan Dana Pensiun.Macam-macam manfaat pensiun antara lain:1.Manfaat Pensiun NormalManfaat pensiun bagi peserta, yang mulai dibayarkan pada saatpeserta pensiun setelah mencapai usia pensiun normal atausesudahnya.2.Manfaat Pensiun DipercepatManfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan bila peserta pensiunpada usia tertentu sebelum usia normal.3.Manfaat Pensiun CacatManfaat pensiun bagi peserta, yang dibayarkan bila peserta menjadicacat.4.Manfaat Pensiun Ditunda

9Merupakan hak atas manfaat pensiun bagi peserta yang berhentibekerja sebelum mencapai usia pensiun normal, yang ditundapembayarannya sampai pada saat peserta pensiun sesuai denganPeraturan Dana Pensiun.[Amin, 1995: 12-13]2.2Asumsi AktuariaAsumsi Aktuaria merupakan harapan berdasarkan pengalaman masa laluyang diperkirakan sesuai dengan keadaan sekarang atau masa depan. Terdapattiga asumsi aktuaria yang dibutuhkan dalam program pensiun, yaitu:1.Asumsi yang berhubungan dengan berbagai kecepatan penurunan pesertaprogram pensiun, yang dikenal dengan asumsi penurunan (decrementassumption).2.Asumsi mengenai gaji peserta di masa yang akan datang, yang dikenalsebagai asumsi gaji (salary assumption).3.Asumsi mengenai nilai uang yang dikaitkan dengan waktu yang dikenaldengan asumsi bunga (interest assumption).2.2.1 Asumsi Penurunan (Decrement Assumption)Peserta program pensiun yang merupakan pegawai aktif,mempunyai kemungkinan untuk meninggal, berhenti, cacat, danpensiun, sedangkan pegawai yang tidak aktif (telah pensiun) mempunyaikemungkinan untuk meninggal. Semua kemungkinan yang dapat terjadipada peserta pensiun adalah berbagai tingkat decrement. Ada dua jenisdecrement, yaitu single-decrement dan multiple-decrement. Pada singledecrement, hanya ada satu kemungkinan yang terjadi pada ihdarisatukemungkinan yang terjadi. Sebagai contoh, sejak pegawai pensiunmasuk dalam single-decrement, hanya mempunyai kemungkinan untukmeninggal. Pegawai yang masuk dalam multiple-decrement mempunyaikemungkinan untuk meninggal, keluar, cacat, dan pensiun.Tingkat decrement biasanya disajikan dalam bentuk tabel yangdisebut dengan tabel decrement. Tabel decrement adalah sebuah modelmatematika yang menganggap bahwa sekelompok orang menjadi

10sasaran beberapa penyebab decrement yang independent, yangberlangsung terus-menerus. Sekelompok orang tersebut membentukkelompok tertutup, dimana tidak ada peserta baru dan tidak ada pesertalama (sudah keluar) yang masuk kembali setelah terjadinya beberapadecrement.Beberapa notasi yang digunakan:banyaknya orang yang mencapai usiadalam kelompokkarena berlangsungnya (1),(2),.(m) penyebab decrement.total probabilita bahwaakan meninggalkan kelompok erhatikan penyebabnya.total probabilita bahwaakan tetap berada dalam kelompokdalam 1 tahun tanpa memperhatikan penyebabnya.Pada single decrement,didefinisikan sebagai tingkat decrementpopulasi dalam 1 tahun. Besaranjuga dapat diartikan sebagaiprobabilita decrement populasi dalam 1 tahun (probability ofdecrement). Jadi dalam single decrement, probability of decrement samadengan tingkat decrement.adalah notasi tingkat decrement darikemungkinan ke (k) yang diambil dari single decrement, yang bebas darisistem penurunan lainnya, sedangkanadalah notasi untukprobabilita decrement dari jenis ke (k) dalam multiple decrement, yangnilainya tidak bebas dari pengaruh sistem decrement lainnya.Transformasi dari tingkat decrement pada probabilita decrementdalam double-decrement (k 1,2) di bawah asumsi UDD (uniformdistribution of death) adalahuntuk tiga decrement, nilai darinilai untukadalahuntuk tiga decrement dapat diaproksimasikan dengan.Jenis decrement berdasarkan penyebabnya antara lain:

112.2.1.1 Decrement karena Faktor Kematian (Mortality Decrement)Kematian pada peserta aktif akan mencegah pencapaianstatus pensiun dan menerima manfaat pensiun normal, yaitumanfaat pensiun yang mulai diberikan pada usia pensiun normal.Kematian pada peserta nonaktif akan mengakhiri penerimaanmanfaat pensiun normal.Walaupun kematian akan mencegah atau mengakhiripenerimaan manfaat pensiun normal, tetapi akan menciptakanbentuk manfaat lain, seperti manfaat kematian yang dibayarkansecara sekaligus, atau berupa anuitas yang diberikan kepada ahliwaris.Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kematian antara lain:1.Usia, yaitu semakin tua seseorang maka semakin tinggitingkat kematiannya,2.Gender, berdasarkan studi empirik, wanita bandingkan pria, dan3.Pekerjaan, karena ada jenis pekerjaan yang mempunyairesiko kematian yang tinggi.Jikaadalah notasi untuk tingkat kematian pada usia , danadalah notasi untuk probabilitas seseorang berusiabertahan hidup hingga usiaakan, dengan asumsi tidak ada faktordecrement lainnya,,maka probabilitas seseorang berusiahinggatahun kemudian, dengan asumsi tidak ada faktordecrement lainnya adalahberikut:akan bertahan hidup.diformulasikan sebagai

122.2.1.2 Decrement karena Faktor Keluar (Withdrawal Decrement)Keluar atau berhentinya peserta aktif akan mencegahpencapaian status pensiun dan mencegah penerimaan manfaatpensiun normal. Faktor yang mempengaruhi tingkat keluar adalahfaktor usia dan masa kerja. Semakin tua usia peserta atau semakinlama masa kerja peserta maka semakin kecil tingkat keluarnya.Jikaadalah notasi untuk tingkat keluar pada usia, danadalah notasi untuk probabilitas seseorang yang berusiaakan tetap bekerja 1 tahun kemudian, dengan asumsi tidak adadecrement lainnya,maka probabilitas seseorang berusiaakan tetap bekerjatahunkemudian, dengan asumsi tidak ada decrement lainnya adalahdiformulasikan dengan2.2.1.3 Decrement karena Faktor Kecacatan (Disability Decrement)Seperti pada decrement karena faktor kematian dandecrement karena faktor keluar, decrement karena faktor kecatatanakan mencegah peserta aktif mencapai status pensiun danmenerima manfaat pensiun normal. Ketika peserta mengalamikecacatan maka ia bisa memperoleh manfaat kecacatan (disabilitybenefit).Faktor yang mempengaruhi tingkat kecacatan yaitu faktor usia,gender dan pekerjaan.Jikadanadalah notasi untuk tingkat kecacatan pada usia ,adalah notasi untuk probabilitas seseorang yang berusiatidak mengalami cacat 1 tahun kemudian, dengan asumsi tidakada decrement lainnya,

13Maka probabilitas seseorang berusiacacattidak mengalamitahun kemudian, dengan asumsi tidak ada decrementlainnya adalahdiformulasikan dengan2.2.1.4 Decrement karena Faktor Pensiun (Retirement Decrement)Tidak seperti pada decrement lainnya yang mencegah pesertaaktif mencapai status pensiun dan menerima manfaat pensiunnormal, decrement karena faktor pensiun akan mengawali pesertaaktif untuk menfaat pensiun normal.Pensiun yang terjadi pada usia pensiun normal disebutpensiun usia normal. Adakalanya peserta lebih memilih pensiunsebelum mencapai usia pensiun normal, yang disebut denganpensiun dipercepat. Terjadinya pesiun dipercepat dipengaruhi olehbanyak faktor seperti faktor lamanya masa kerja, status kesehatan,besar manfaat pensiun, pekerjaan, gender dan uisa. Di Indonesia,peserta program pensiun dapat memilih pensiun dipercepat apabilaberusia sekuang-kurangnya 10 tahun dari usia pensiun normal.Notasi untuk tingkat pensiun pada usiaadalah.[Winklevoss, 1976:10-22]2.2.2 Asumsi Aktuaria Ekonomi2.2.2.1 Asumsi Tingkat BungaAsumsi tingkat bunga memberi pengaruh yang kuat dalampembiayaan pensiun, karena asumsi ini digunakan untukmencari present value dari nilai uang di masa depan.Asumsi tingkat bunga terdiri dari tiga komponen, yaitukomponen suku bunga murni, komponen yang dikaitkandengan resiko investasi dan komponen yang berkaitan denganinflasi.1.Komponen suku bunga murni

14Komponen suku bunga murni adalah komponensuku bunga yang dibuat untuk mengatasi apabilaterjadi kondisi tidak terjadi inflasi atau apabila100% tidak ada resiko dalam ikaitkandenganresikoinvestasiKomponeninvestasi yaitu komponen yang dibuatuntukmengatasi resiko investasi dari portofolio asetprogram di masa sekarang dan masa ng pada jenis investasinya, yang biasanyadibagi dalam beberapa kategori seperti saham,obligasi perusahaan dan obligasi pemerintah. Riskpremium idealnya berdasarkan pengalaman masalalu, yield sekarang dan antisipasi daripengembalian investasi di masa depan.3.Komponen yang berkaitan dengan inflasiKomponen ini dibuat untuk mengantisipasikerugian akibat adanya inflasi. Asumsimempunyaisubyektifitasdibandingkan asumsiyanginitinggiaktuaria lainnya karenasejarah tingkat inflasi cenderung bukan prediksitingkat inflasi masa depan yang baik.[Winklevoss, 1976:26-28]2.2.2.2 Asumsi Tingkat Kenaikan UpahSeringkali besar manfaat pensiun dan iuran pesertapensiun merupakan fungsi dari gaji, karena itu harusdilakukan estimasi terhadap berapa besar kenaikan gajipeserta pensiun di masa depan. Estimasi tersebutmempertimbangkan tiga komponen, yaitu:1.Peningkatan gaji karena peningkatan jasa

15Peningkatan gaji karena peningkatan jasa adalahpeningkatan gaji yang akan diterima seorangpekerja karena kemajuan dalam karirnya dankemampuan yang semakin meningkat seiringdengan bertambahnya usia dan masa kerja.2.Peningkatan gaji karena produktivitas keuntunganperusahaanPeningkatan gaji karena peningkatan produktivitasperusahaan adalah peningkatan gaji yang akanditerima seorang pekerja karena ngkatan produktivitas. Besarnya peningkatangaji ini tergantung pada laba yang diperolehperusahaan dan seberapa andil peserta dalam labayang diperoleh perusahaan tersebut.3.Peningkatan gaji karena adanya inflasiFaktor yang paling signifikan terhadap kenaikangaji adalah inflasi. Setiapprogram pensiundapat mengasumsikan tingkat inflasi yang berbeda.[Winklevoss, 1976:23-26]2.3Dasar-Dasar Aktuaria2.3.1 Composite Survival FunctionMisalkanadalah peubah acak dengan fungsi distribusipeluang, maka berlaku:dandenganadalah peluangdanadalah peluangusiatahun.meninggal dalam jangka waktuakan hiduptahuntahun lagi atau mencapai[Bowers, dkk., 1997:53]

16Misalkanadalah jumlah orang yang hidup pada usia , maka peluangmencapai usiatahun adalahdan peluang (meninggal dalam jangka waktu tahun adalah.Sedangkan peluang seseorang berusia 0 tahun dapat bertahan hiduphinggatahun ke depan merupakan fungsi bertahan hidup (survivalfunctions) yaitu[Futami T., 1993:34]Probabilitas pegawai aktif berusia (dinotasikan dengantahun bertahan untuk 1 tahundan dinotasikan dengan:equivalen dengan:denganadalah notasi dari total probabilitas bahwa (akan meninggalkankelompok dalam 1 tahun disebabkan semua faktor penyebab, tanpamemperhatikan penyebabnya.Probabilita pegawai aktif berusia (adalahtahun, bertahan untuktahun kemudian

17Misal total banyaknya orang yang bertahan pada usia (tahun adalah.Total banyaknya pegawai yang meninggalkan pekerjaan aktifnya sepanjangtahun (adalah:total populasi aktif yang mengalami decrement adalah[Winklevoss, 1976:29-30]2.3.2 Fungsi Anuitas Hidup (Life Annuity)Anuitas hidup (Life Annuity) adalah serangkaian pembayaran yangdilakukan kepada seseorang selama orang tersebut hidup. Anuitas hidupterbagi menjadi dua bagian, yaitu: anuitas hidup kontinu dan anuitashidup diskrit. Anuitas hidup diskrit sendiri terbagi lagi menjadi duabagian berdasarkan sistem pembayaran yang dilakukan, yaitu: anuitashidup diskrit dengan anuitas akhir (annuity-immediate) dan anuitashidup diskrit dengan anuitas awa

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Program Pensiun 2.1.1 Definisi Program Pensiun Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun didefinisikan bahwa program pensiun adalah setiap program yang mengupayakan manfaat pensiun bagi peserta. Manfaat pensiun itu berupa pembayaran berkala yang diberikan setelah peserta mencapai usia pensiun. Definisi tentang Dana Pensiun .

Related Documents:

tentang teori-teori hukum yang berkembang dalam sejarah perkembangan hukum misalnya : Teori Hukum Positif, Teori Hukum Alam, Teori Mazhab Sejarah, Teori Sosiologi Hukum, Teori Hukum Progresif, Teori Hukum Bebas dan teori-teori yang berekembang pada abad modern. Dengan diterbitkannya modul ini diharapkan dapat dijadikan pedoman oleh para

TAHUN AKADEMIS 2018 - 2019 People Innovation Excellence. Daftar Isi Sambutan BINUS UNIVERSITY About BINUS UNIVERSITY . 26 28 65 66. BINUS UNIVERSITY terus berkomitmen dan bekerja keras memberikan . 04. Our Vision & Mission Vision

BAB II Landasan Teori Dan Pengembangan Hipotesis A. Teori Agency (Agency Theory) . agent (yangmenerima kontrak dan mengelola dana principal) mempunyai kepentingan yang saling bertentangan.3 Aplikasi agency theory dapat terwujud dalam kontrak kerja yang akan mengatur proporsi hak dan kewajiban masing-masing pihak dengan tetap memperhitungkan kemanfaatan secara keseluruhan.4 Teori agensi .

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI DAN MODEL PENELITIAN 2.1 Kajian Pustaka Beberapa tulisan yang dapat digunakan sebagai tolok ukur seperti tesis, . teori manajemen, dan teori analisis SWOT. Perbedaan penelitian tersebut di atas adalah perbedaaan

BAB II LANDASAN TEORI A. Deskripsi Teori 1. Nilai Nilai berasal dari bahasa Latin vale’re yang artinya berguna, mampu akan, berdaya, berlaku, sehingga nilai diartikan sebagai sesuatu yang dipandang baik, bermanfaat dan paling benar menurut keyakinan seseorang atau sekelompok orang.1

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam penyusunan skripsi ini dibutuhkan tinjauan pustaka yang berisi teori-teori atau konsep-konsep yang digunakan sebagai kajian dan acuan bagi penulis 2.1.1. Pengertian Sistem Suatu sistem t

17 BAB II LANDASAN TEORI A. Teori Stakeholder (Stakeholder Theory) Ramizes dalam bukunya Cultivating Peace, mengidentifikasi berbagai pendapat mengenai stakeholder.Friedman mendefinisikan stakeholder sebagai: “any group or individual who can affect or is affected by the achievment of the organi

The Baldrige performance excellence framework assesses seven categories of performance including (1) Leadership; (2) Strategy; (3) Customers, (4) Measurement, Analysis, and Knowledge Management; (5) Workforce; (6) Operations; and (7) Results. SOAR Vision Group reframes the seven Baldrige categories as an Organizational Hierarchy of Needs in which successful organizations must fulfill each .