20 IDE KHOTBAH UNTUK KAUM PEREMPUAN - WordPress

7m ago
57 Views
5 Downloads
1.80 MB
11 Pages
Last View : Today
Last Download : 7d ago
Upload by : Rafael Ruffin
Share:
Transcription

20 IDE KHOTBAH UNTUKKAUM PEREMPUANBERDASARKAN KISAH 20 TOKOH PEREMPUANDALAM PERJANJIAN LAMAOleh:ERMIN A. MOSOOLISumber -arms.htmlSyeba 8

PENGANTAR1. Tujuan ebook ini ditulisEbook “20 Ide Khotbah untuk Ibadah Kaum Perempuan” ditulis sebagaisebuah keinginan untuk ikut menjawab 2 kebutuhan.Pertama, kebutuhan komisi pelayanan khusus perempuan/wanita atau ibu digereja akan materi khotbah yang sesuai dengan konteks mereka.Kedua, kebutuhan penjemaatan teologi feminis hingga ke tingkat jemaatawam. Hingga sejauh ini bisa dikatakan bahwa teologi feminis masih lebihsebagai wacana akademis di lingkungan sekolah-sekolah teologi (bagi yangmemasukkannya sebagai mata kuliah wajib) atau dalam pelatihan-pelatihangender bagi para pendeta / pelayan gereja lainnya yang sifatnya temporer.Gereja, dalam gerakan feminis di lingkup teologi, dinilai ikut mereproduksibudaya masyarakat yang mengandung banyak ketidakadilan gender.Legitimasi ajaran gereja terhadap berbagai bentuk ketidakadian gender sangatkuat dan sulit untuk diubah karena didasarkan pada “firman Tuhan”. Namunseiring berjalannya waktu, gereja-gereja pada umumnya sudah mulaimengakui dan mengadaptasi teologi feminis.Meski demikian, menurut hemat saya, hingga saat ini jarak antara teologifeminis sebagai sebuah wacana, isu, atau kajian teologi di lingkunganakademis dengan realita gerak kehidupan jemaat awam sehari-hari masihrelatif jauh. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah bagaimanamerumuskan berbagai gagasan teologi feminis lebih konkrit, mudahdimengerti dan diaplikasikan oleh jemaat awam. Hal lain adalah bagaimanagagasan tersebut mudah diterima tanpa kecurigaan dan penolakan.Salah satu cara sederhana yang potensial adalah melalui khotbah yangdisampaikan dalam kebaktian khusus kaum perempuan. Materi khotbah yangdisampaikan haruslah mendorong terjadinya keberdayaan para anggotanyayang mengarahkan mereka pada usaha transformasi menuju relasi perempuandan laki-laki yang lebih adil, baik di lingkungan keluarga, gereja, maupunmasyarakat. Potensi transformasi seperti ini cukup besar, mengingatkebanyakan partisipan aktif dalam pelayanan gereja, di berbagai gereja, padaumumnya adalah perempuan.i

Sederhananya, materi khotbah tersebut perlu menjadi panduan untukmemahami realitas hidup mereka sendiri maupun lingkungan sekitarnya,khususnya berbagai bentuk ketidakadilan gender, serta bagaimana caramenyikapinya.2. Isi ebookEbook ini berisi 20 ide khotbah yang digali dari kisah 20 tokoh perempuanyang ada dalam kitab-kitab Perjanjian Lama. Tentu saja belum semua tokohAlkitab Perjanjian Lama masuk di sini. Ke 20 tokoh ini dipilih sebab kisahmereka memberikan inspirasi-inspirasi berharga bagi kehidupan kaumperempuan di masa kini.Rangkaian ide khotbahnya adalah sebagai berikut:1. Mulai dengan identifikasi masalah yang tercantum pada bagian KonteksAudiens.2. Dipersempit pada tujuan3. Analisa kisah tokoh, untuk mendapatkan ide atau pelajaran yang bisadipetik dalam rangka menjawab permasalahan yang telah diidentifikasi.4. Ide atau pelajaran tersebut diimplementasikan secara lebih konkrit dalambentuk hal-hal apa saja yang bisa dilakukan oleh audiens terhadap masalah.Ebook ini hanya berisi ide khotbah atau khotbah setengah jadi. Parapenggunanya dipersilakan untuk mengembangkannya menjadi sebuah khotbahlengkap. Keuntungunannya, karena masih dalam bentuk ide khotbah, parapengkotbah lebih leluasa untuk menyesuaikan dengan konteks audiensnya.3. Metode Tafsir yang DigunakanKisah ke-20 tokoh ini ditafsirkan dengan menggunakan metode tafsir narasisebab kisah mereka memang tertuang dalam bentuk narasi.1 Beberapa halpenting dari metode tafsir ini terkait dengan ebook ini adalah: Tafsir narasi mengandalkan cerita itu sendiri. Tokohnya tidak selalu merupakan pahlawan atau orang baik. Tindakannyatidak selalu terpuji. Namun hal positif bisa digali juga dari realitas yangnegatif.1Untuk memahami Metode Tafsir Narasi silakan baca ebook: “Cara Sederhana Menafsirkan Narasi Alkitab untukKeperluan Berkhotbah”. Anda bisa mendapatkannya di www.menyusunkhotbahkristen.wordpress.comii

Karena masalah historis dan kultural, narasi tidak memberikan panduanlangsung bagi kehidupan di masa kini. Sebab itu penafsir harus mampumenemukan ide yang bisa diterapkan dalam kehidupan di masa kini.Caranya adalah dengan menghubungkannya dengan sebuah realitas dimasa kini.4. Siapa yang Bisa Menggunakan Ebook Ini?Mereka adalah para pengkhotbah yang biasa mendapatkan kesempatan untukmembawakan khotbah pada acara kebaktian kaum perempuan/wanita ataukaum ibu. Paling baik jika sang pengkhotbah sudah agak familiar denganberbagai isu gender di lingkungan gereja dan memiliki komitmen untukmenciptakan hubungan antara perempuan dan laki-laki yang lebih adil.Kalaupun belum familiar dengan isu tersebut, bisa tetap menggunakannyadengan mencari tambahan bacaan yang sesuai.5. Bagaimana cara menggunakannya?Pertama, deskripsikan siapa dan seperti apa audiens Anda, lalu pilihlah bagianyang cocok. Kecocokan itu terutama adalah pada aspek masalah yang terdapatpada bagian “Konteks Audiens”.Kedua, pahami masalahnya dan sesuaikan dengan konteks audiens Anda.Rumuskan ulang tujuan khotbah Anda, jika perlu. Jangan lupa untukmemperkaya pemahaman atas masalah tersebut dengan membaca berbagaibacaan yang terkait dengannya.Ketiga, baca baik-baik bacaan Alkitab yang tercantum. Catat bagian-bagianyang Anda anggap penting untuk memperkaya ide yang sudah ada.Keempat, perhatikan pada bagian “solusi”. Pikirkan dengan baik, mungkinada hal-hal yang perlu dikurangi atau ditambahkan.Semoga bermanfaat.Luwuk, akhir Juni 2018Penulisiii

DAFTAR ISIPengantar . iDaftar Isi . iv1. HAWA . 1Khotbah 1Siapa Yang Nomor Satu? . 1Khotbah 2Benarkah Perempuan Itu Penggoda? . 3Khotbah 3Menjadi Ibu Dari Semua Yang Hidup . 62. SARA . 8Khotbah 4Keluar Dari Zona Nyaman . 8Khotbah 5Jangan „Jual Diri‟ . 113. HAGAR . 15Khotbah 6Jangan Pernah Menyerah! . 154. ISTERI LOT . 19Khotbah 7Jangan Menoleh Ke Belakang! . 195. RIBKA . 22Khotbah 8Ibu Yang Melawan “Takdir” . 22Khotbah 9Jangan Lampiaskan Kekecewaan Pada Anak . 246. LEA . 26Khotbah 10Bila Cinta Tak Kunjung Datang . 267. DINA . 29Khotbah 11Jadikan Anak Perempuan Kita “Masuk Hitungan” . 298. PUTERI FIRAUN . 32Khotbah 12Tuhan Memilih Pemberani Untuk Mengerjakan Perkara Besar . 33iv

9. MIRYAM, SAUDARI MUSA . 35Khotbah 13Menjaga “Saudara”! . 3510.LIMA ANAK PEREMPUAN ZELAFEHAD . 38Khotbah 14Perjuangan Mengubah “Takdir” . 3811.DEBORA DAN YAEL . 40Khotbah 15Tuhan Menyerahkan “Musuh” Di Tangan Perempuan . 4012. RUT . 43Khotbah 16Awas, Ada Janda Kembang! . 43Khotbah 17Akurnya Mertua dan Menantu Perempuan! . 4613.NAOMI . 48Khotbah 18Bila Hidup “Harus” Sendiri! . 4814.ABIGAIL . 50Khotbah 19Siapa Kepala Rumah Tangga Kita? . 5015.RATU ESTER . 54Khotbah 20Kejarlah Kekuasaan dan Lakukanlah Kebaikan . 5416.Tentang Penulis . 56v

1. H A W AHawaadalahsosokperempuan pertama dalamnarasi penciptaan. Iadianggap mewakili perempuan, seperti halnyaAdam dianggap mewakilikaum laki-laki.KisahtentangHawabanyak memberi argumenteologis berkaitan dengan perempuan, yang lebih banyak bersifat negatif, mis.dianggap sebagai penyebab jatuhnya manusia ke dalam dosa, memiliki posisisekunder karena diciptakan setelah Adam, dll.Sumber 05/18/did-adams-garden-have-a-talking-snakePadahal kisah tentang Hawa sebenarnya banyak unsur positifnya yang bisamenjadi inspirasi dan landasan baik bagi kehidupan kaum perempuan di duniaini.KHOTBAH 1:SIAPA YANG NOMOR SATU?BACAAN ALKITAB : Kejadian 2 : 7, 18 – 23KONTEKS AUDIENS:Perempuan mengalami banyak ketidakadilan dalam masyarakat dibanding lakilaki antara lain karena anggapan bahwa posisi perempuan lebih rendah dari lakilaki sejak pertama kali diciptakan. Adam diciptakan pertama, barulah Hawa.Apalagi dikatakan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam dan bertugassebagai penolong bagi Adam.Ketidakadilan tersebut antara lain: perempuan sulit diakui dan diterima sebagaipemimpin baik di dalam rumah maupun di wilayah publik, perempuan dibatasiaktifitasnya di wilayah rumah, perempuan memikul beban yang lebih beratdengan penghargaan yang lebih rendah, serta berbagai bentuk kekerasan.

TUJUAN KHOTBAH:1. Audiens menyadari bahwa posisi perempuan dan laki-laki sejak diciptakanadalah setara. Nomor urut penciptaan tidaklah bermakna bahwa posisiperempuan lebih rendah dari laki-laki.2. Audiens termotivasi untuk memberikan pemahaman baru kepadalingkungannya mengenai kisah ini.IDE KHOTBAH:Analisa Masalah:Anggapan bahwa perempuan adalah adalah makhluk yang lebih rendah darilaki-laki, menempati posisi nomor dua, dihidupi juga oleh penafsiran yangkeliru terhadap Kejadian 2 : 7, 18 – 23, seolah-olah kisah ini membenarkan haltersebut.Kisah sesungguhnya tentang posisi Hawa:Untuk memahami ini kita terbantu oleh kajian seorang teolog perempuanbernama Phyllis Trible dalam sebuah artikelnya yang dalam versi bahasaIndonesia berjudul: Membaca Ulang Kejadian 2-3 tentang Kisah Hawa danAdam”.Trible mencatat beberapa hal penting.Pertama, perempuan diciptakan terakhir, setelah laki-laki, bukan berarti bahwaia lebih rendah dari laki-laki, justeru bisa berarti sebaliknya. Buktinya dalamKejadian 1 dikisahkan bahwa manusia diciptakan terakhir sebagai puncak dariseluruh ciptaan Tuhan.Kedua, diciptakan sebagai penolong bagi laki-laki juga bukan berarti lebihrendah dari laki-laki. Di berbagai tempat dalam Perjanjuan Lama Allahdigambarkan sebagai penolong. Ini bisa dilihat dalam Maz 121:2, 128:8; 146:5;33:20; 115:9-11; Kel 18:4; Ul 33:7; 26, 29.Ketiga, diciptakan dari tulang rusuk pria juga bukan berarti ia lebih rendah.Sebab jika zat asal itu menunjukkan nilai, bukankah Adam sendiri diciptakandari debu?Pelajaran penting:Allah ingin menjadikan perempuan dan laki-laki itu sepadan satu sama lain.Menjadi penolong satu sama lain. Tidak ada yang lebih tinggi satu sama lain.Kisah ini tidak membenarkan gagasan tentang posisi sekunder dan inferiorperempuan.

Solusi:Pertama, mari bersikap kritis terhadap berbagai anggapan atau kepercayaanyang membenarkan posisi sekunder dan inferior perempuan. Beranilah untukmeluruskannya bila mendengar atau membaca anggapan dan kepercayaandemikian.Kedua, percayalah bahwa perempuan dan laki-laki diciptakan TUHAN setara,tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Karena itu perempuan dan lakilaki harus memiliki kesempatan yang sama dalam hidup, hak dan kewajibanyang sama, bekerja sama saling mendukung satu sama lain.Ketiga, lakukanlah perubahan sekecil apa pun, mulai dari diri kita sendiri,keluarga dan lingkungan tempat di mana kita berada.KHOTBAH 2:BENARKAH PEREMPUAN ITU PENGGODA?BACAAN ALKITAB : Kejadian 3 : 1 – 7KONTEKS AUDIENS:Dalam banyak kasus kekerasan terhadap perempuan, terutama kekerasanseksual, perempuan sering disalahkan sebagai penyebab terjadi kekerasantersebut. Perempuan dianggap bersalah karena menggoda pelaku. Padahal faktamenunjukkan bahwa hal tersebut tidaklah benar. Itu adalah stereotipe bahwaperempuan itu penggoda yang jika ditelusuri berasal dari pemahaman yang jugadibangun dari narasi penciptaan manusia, yaitu tentang kisah kejatuhan manusiake dalam dosa.TUJUAN KHOTBAH:1. Memberikan pemahaman baru tentang kisah kejatuhan manusia ke dalamdosa2. Mendorong audiens untuk ikut meluruskan penafsiran atas kisah ini dalamkehidupan sehari-hari

IDE KHOTBAH:Analisa MasalahStereotipe dalam masyarakat terhadap perempuan sebagai penggoda laki-laki,seolah dibenarkan juga dengan pemahaman yang keliru / bias terhadap kisahkejatuhan manusia (Kejadian 3 : 1 – 7).Gagasan yang biasanya muncul dari penafsiran tersebut:Pertama, bahwa Hawa adalah pendosa karena dialah yang melawan kehendakTuhan tentang pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Hawalah yang tergodapada rayuan si iblis untuk memakan buah pohon itu.Kedua, bahwa Hawa, perempuan pendosa itu, lalu menggoda Adam untukmemakan buah pohon terlarang itu, sehingga laki-laki itu ikut jatuh ke dalamdosa. Dosa Adam/laki-laki disebabkan oleh Hawa/perempuan yang berdosa itu.Kisah sesungguhnya tentang Hawa dan kejatuhan Adam ke dalam dosa:Untuk membaca kelanjutannya silakan pesan di -pemesanan/

Khotbah 14 Perjuangan Mengubah “Takdir” . 38 11.DEBORA DAN YAEL . Pertama, bahwa Hawa adalah pendosa karena dialah yang melawan kehendak Tuhan tentang pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Hawalah yang t