Kebijakan Pendidikan Jarak Jauh Dan E-Learning Di Indonesia

3y ago
92 Views
5 Downloads
4.99 MB
45 Pages
Last View : 16d ago
Last Download : 4m ago
Upload by : Pierre Damon
Transcription

Kebijakan Pendidikan Jarak Jauh dan E-Learningdi IndonesiaKementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi2016

Pembelajaran berbasis TeknologiGroup growthIndividual growthSocialsoftware viorismCognitivismConstructivism2Social LearningAdapted from Abas (2014) & Rick Schwier (2008)Connectivism

Evolusi PJJ E-Learning5thgeneration

Perjalanan PJJ dan E-Learningdi Indonesia

Peraturan & Perundang-undangan UU Sistem Pendidikan Nasional 20/2003 UU Pendidikan Tinggi 12/2012 Permendikbud109/2013 tentang PenyelenggaraanPendidikan Jarak Jauh di Pendidikan Tinggi Permendikbud 4/2014 Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Permendikbud 50/2014 tentang SPMI Permendikbud 87/2014 tentang Akreditasi Permenristekdikti 44/2015 tentang Stantar NasionalPendidikan Tinggi Permenristekdikti 50/2015 tentang Pembukaan dan PendirianPT Permenristekdikti 2/2016 tentang Registrasi Dosen

Pengertian Pendidikan Jarak Jauh– proses pendidikan yang terorganisasi yang menjembataniketerpisahan antara siswa dengan pendidik dan dimediasi olehpemanfaatan teknologi, dan pertemuan tatap muka yangminimal.– Pendidikan jarak jauh ditawarkan lintas ruang dan waktusehingga siswa memperoleh fleksibilitas belajar dalam waktudan tempat yang berbeda, serta menggunakan beragam sumberbelajar.– Biasanya berbentuk pendidikan massifPendidikan Jarak Jauh berevolusi dari bentukpendidikan koresponden sampai pendidikan melalui elearning lintas ruang dan waktu.

UU No. 12/2012 tentang Pendidikan TinggiBagian KetujuhPendidikan Jarak JauhPasal 31Media komunikasi teknologiinformasi dankomunikasi1) Pendidikan jarak jauh merupakan proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarakjauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi.2) Pendidikan jarak jauh sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan:a.b.memberikan layanan Pendidikan Tinggi kepada kelompok Masyarakat yang tidak dapat mengikuti Pendidikansecara tatap muka atau reguler; danmemperluas akses serta mempermudah layanan Pendidikan Tinggi dalam Pendidikan dan pembelajaran3) Pendidikan jarak jauh diselenggarakan dalam berbagai bentuk, modus, dan cakupanyang didukung oleh sarana dan layanan belajar serta sistem penilaian yang menjaminmutu lulusan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi.4) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan pendidikan jarak jauh sebagaimanadimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dalam Peraturan Menteri.

Pengertian Pendidikan Jarak JauhPendidikan jarak jauh adalah prosesbelajar mengajar yang dilakukansecara jarak jauh melalui penggunaanberbagai media komunikasi(Permendikbud No. 109/2013)

Pengertian E-Learning Pembelajaran individu/mandiri atau kelompok menggunakan TIKdan jejaring. Memberikan fleksibilitas untuk siswa belajar kapan saja, di manasaja, dan dengan siapa saja. Dapat dikombinasikan dengan tatap muka pembelajaranblended, tetapi memiliki nilai inovatif karena memberikan nuansabaru dalam proses belajar mengajar yang berbeda denganpembelajaran tatap muka biasa.E-learning is defined as flexible learning experiences delivered through theuse of information and computer technologies to be accessible anytime,anywhere, by anyone (pengalaman belajar yang fleksibel yang memanfaatkan TIKdan dapat diakses kapan saja, di masa saja, oleh siapa saja).

Spectrum Pembelajaran BerbasisTeknologi Informasi dan Komunikasiface-to xiblelearningOpen LearningOpen anddistancelearning(fully) onlinelearningTechnologybased learningTechnologybased trainingWeb-basedtrainingVirtual learningMobile learningOff campuslearningmobile learningpalm Massive OpenOnline Courses .

Prinsip 1: Pendidikan TerbukaSetiap individu memiliki kesempatan belajartanpa hambatan apapun (Bates, 1995)Implementasi praktisnya: siapapun bisamendaftar menjadi mahasiswa kapanpun, bebasmengambil mata kuliah, bebas menyelesaikanpendidikannya tanpa batas waktu

Prinsip 2: Pendidikan Jarak JauhPrinsip PJJ1. adanya keterpisahan antarapendidik dan peserta didik lintasruang dan waktu sehingga lebihmenekankan pada belajar secaramandiri2. Interaksi pembelajaran berbasis TIKmenggunakan berbagai sumberbelajar TIK dan media lain3. Diorganisasikan secara sistematisdalam satu organisasi sesuai aturanyang berlaku4. dimungkinkan adanya tatap mukasecara terbatasImplikasi praktis: Memiliki jangkauan yangluas lintas ruang danwaktu Menyediakan keluwesanbelajar bagi peserta didiklintas ruang dan waktu. Massal dan terorganisasi Memanfaatkan teknologiinformasi dankomunikasi

Perkembangan PJJ Model KorespondensiGen 1 Bahan ajar tercetak Model MultimediaGen 2 Cetak, audio-visual, computer-based learning, video interaktif Model TelelearningGen 3 Audioteleconferencing, videoconferencing, Broadcast TV/Radio Model Pembelajaran FleksibelGen 4 Online IMM, Internet –based resources, computer-mediated comm Model Pembelajaran Fleksibel CerdasGen 5 Gen 4 CMC dengan autoresponse, portal administrasi dan akademik, e-learning Pembelajaran MobileGen 6 Akses dari mana saja dengan smartphone, komputer tablet, netbook

Prinsip 3: Pemanfaatan TIK dalam PembelajaranTatap Muka – Terpadu - OnlineProporsiOnlineDeskripsiTipe0%Tatap muka sepenuhnya, pembelajaran denganbahan ajar cetak atau lisanTatap mukatradisional1 %- 29%Menggunakan teknologi Internet untukmemfasilitasi pola tatap muka, mungkinmenggunakan LMS atau situs web untuk mem-poskan bahan ajar dan tugasWeb-enhanced(pembelajarandiperkaya denganakses Internet)30% - 79%Mengkombinasikan cara online dan tatap muka. Adaproporsi pengantaran bahan ajar yang online,biasanya dilengkapi dengan diskusi online, dan adapengurangan frekuensi tatap mukaBlended/Hybrid(e-learning) 80%Sebagian besar atau seluruh bahan ajar diantarkansecara online, bisa tanpa porsi tatap muka samasekaliFully Online(e-learning)

Flexible/Adaptive Learning(pasal 3)Fleksibel dalam hal:OpenLearningDistanceLearningWaktu belajar danpenyelesaian belajarPilihan prodisyarat masuk (usia, thnijasah, latar belakang,masa registrasi)TIK:E-learningTempat, cara belajar,sumber belajar,evaluasi hasil belajarJalur & jenis pendidikan(multientry multiexit)Cara penyampaian

PJJ di IndonesiaHybrid Learning for IndonesianTeachers (HYLITE: PJJ S1 PGSD- 23 LPTK)Pelatihan GuruTertulisPJJ untuk Politeknik oleh PENS (SurabayaState Politechnics for Electronics)Dual ModeEducationModelModel UNNES

Model E-learning udio/video

Kuliah Daring (PDITT) (14 Oktober lenggaraLayananMateri TerbukaIndividuPenyelenggaraMKAGGREGATORRegulation &QAPenggunaMhsdlmProdiMhsdlmMKMK TerbukaPT penyelenggara MKDosenMKPTMK DaringPT penyelenggaraProdiBermitra min 4 PTUmum

E-learning di IndonesiaTujuan pembangunan bangsa Meningkatkan kualitas danrelevansi pendidikan tinggi inovasi dan industri Meningkatkan akses terhadappendidikan tinggi berkualitas Meningkatkan APK pendidikantinggi Pemerataan pendidikan tinggiyang terjangkau dan luwes lintasruang dan nce

Renstra Kemenristekdikti 2015-2019

Apa yang baru dengan e-learning?Teknologi – pemanfaatan e-learning untuk PJJ di PTPenawaran mata kuliah vs penawaran program studiPerencanaan sistematis, pengembangan, dan implementasi matakuliah dan prodi secara elektronikPemasaran dan bisnis model baru PT: mata kuliah dan prodiSistem pengelolaan (help desk, SIAK, 24/7 support, IT, etc.)Tutoring, otonomi mahasiswa

PENDIDIKAN JARAK JAUH (PJJ)

FUNGSI & TUJUAN Fungsi : memberikan layanan pendidikan kepada kelompokmasyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secaratatap muka atau reguler(UU SISDIKNAS Pasal 31 ayat (2)) Tujuan : meningkatkan perluasan dan pemerataan aksespendidikan, serta meningkatkan mutu dan relevansipendidikan(PP 17 Pasal 118 ayat (1)).

Karakteristik PJJTERBUKABELAJAR MANDIRIBELAJAR TUNTASMENGGUNAKANTIK

Ruang Lingkup Penyelenggaraan PJJProgram Studi ( 50% jumlah MK di-PJJkan) Perlu ijin Dikti Prodi tatap muka harus terakreditasi minimal BMata Kuliah ( 50% jumlah MK di-PJJ-kan) Ijin pimpinan PT dengan persetujuan Senat PT

Ruang Lingkup Penyelenggaraan PJJ1) Program studi tatap muka sejenis yangterakreditasi A dapat menyelenggarakanprogram studi pendidikan jarak jauh di wilayahIndonesia dan internasional.2) Program studi tatap muka sejenis yangterakreditasi B dapat menyelenggarakanprogram studi pendidikan jarak jauh palingbanyak di 3 propinsi pada wilayah Indonesia.

Pertimbangan Penyelenggaraan pekpekerjaanlulusanKeberlanjutan Siapa calon mahasiswanya? Bagaimanakarakteristiknya? Apakah membantu pengembangan wilayah? Apakah tidak mengancam program studi sejenis di wilayahjangkauan? Apakah PJJ mampu meningkatkan kualitas dan kapasitasPT? Bagaimana kaitannya dengan F2F? Adakah propek pekerjaan bagi lulusan (perlu dilakukansurvei)? Apakah tidak menciptakan pengangguran? Bagaimana pangsa pasar dan jaminanpembiayaannya?

Prinsip manajemen industri dalam pengelolaan PJJ:economic ofscalebreak tingNetworkingdivision oflaborQualityAssuranceSistem operasional PJJ mempersyaratkan keluwesan terhadap berbagaisegmen pasar dengan beragam kebutuhan dalam suatu jaringan kerja yangberdaya jangkau luas lintas ruang dan waktu, dan didasarkan pada sistempenjaminan kualitas akademik yang akuntabel

Kurikulum Relevansi dengan pasar kerjaRelevansi Keterkaitan dengan prodi F2FProfilOutcome Profil lulusan? Kompetensi dibutuhkan di pasar kerja? Capaian pembelajaran (LO) dan beban studi harus sama denganF2F Kurikulum disesuaikan dengan karakteristik PJJ Bagaimana batasan masa studinya? (20 semester/10 semester)Fleksibilitas Kesempatan cuti dan perpanjangan masa studi?

Pedagogi dalam PJJ dan E-Learning1. Learning is open (belajar adalah terbuka)2. Learning is social (belajar adalah sosial)3. Learning is personal (belajar adalah personal)4. Learning is augmented (belajar adalah terbantukan)5. Learning is multirepresented (belajar adalah multirepresentasi/multiperspektif)6. Learning is mobile (belajar adalah bergerak)

Proses Pembelajaran Memiliki rancangan belajar yang jelas dan dipatuhi pelaksanaannya:belajar mandiri, belajar terbimbing, belajar di kampus/USBJJ,residensial, terstruktur, menggunakan beragam sumber belajar memanfaatkan sumber belajar yang tidak harus berada pada satutempat yang sama dengan peserta didik; menggunakan modus pembelajaran yang peserta didik denganpendidiknya terpisah; menekankan belajar secara mandiri, terstruktur, dan terbimbingdengan menggunakan berbagai sumber belajar;

Proses Pembelajaran menekankan interaksi pembelajaran berbasis TIK, meskipun tetapmemungkinkan adanya pembelajaran tatap muka secara terbatas menggunakan bahan ajar dalam bentuk e-learning dankombinasinya dengan bahan ajar lain dalam beragam bentuk,format, media dan dari beragam sumber; Sumber belajar tersebut merupakan bahan ajar dan berbagaiinformasi yang dikembangkan dan dikemas dalam beragam bentukberbasis TIK, yang digunakan dalam proses pembelajaran memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK sebagai sumberbelajar yang dapat diakses setiap saat;

Sinkronus vs Asinkronus,belajar kelompok dan belajar mandiriAIndividual Self-StudyComputer-based instruction/learning/trainingBGroup/ collaborativeComputer-mediatedcommunication(1) On-line studySynchronousCommunication(“real – time”)Surfing the internet, accessingwebsites to obtain information orto learn (knowledge or skills)(following up a webquest)Chat rooms with/out video(IRC, electronic whiteboards)Audio/videoconferencingCuseeme, netmeeting)(2) Off-line ing stand-alone courseware /downloading materials from theinternet for later local study(LOD – learning objectdownload)Asynchronous communicationby email, discussion lists or alearning management system(WebCT, Blackboard, D2L, etc.)

Evaluasi BelajarMinimal 2 kali per semester- Dilaksanakan secara tatap muka (offline), atau- Memanfaatkan TIK dengan pengawasanTanda lulus dikeluarkan oleh PT penyelenggaratempat mahasiswa terdaftar

Karakteristik Pembelajar PJJBelajar secara mandiriMenggunakan berbagai sumber belajarberbasis TIKBerinteraksi dengan tutor dan sesamamenggunakan berbagai sarana interaksi (sms,email, chat, konferensi audio/video)Melaksanakan tutorial F2F, online, konferensiaudio/video, serta mengikuti ujian danmemperoleh umpan balik

PERSYARATAN PENYELENGGARAAN PJJ memiliki dan mengembangkan sistem pengelolaan dan sistem pembelajaran berbasisteknologi informasi dan komunikasi memiliki sumber daya atau akses terhadap sumber daya untuk menyelenggarakaninteraksi pembelajaran antara tenaga pendidik dengan peserta didik secara intensif mempunyai sumber daya praktik dan/atau praktikum atau akses bagi peserta didikuntuk melaksanakan praktik dan/atau praktikum mempunyai fasilitas pemantapan pengalaman lapangan atau akses bagi peserta didikuntuk melaksanakan pemantapan pengalaman lapangan mempunyai USBJJ yang bertujuan memberikan layanan teknis dan akademis secaraintensif kepada peserta didik dan tenaga pendidik dalam proses pembelajaran sumber daya atau akses terhadap sumber daya untuk melakukan evaluasi hasilbelajar secara terprogram dan berkala paling sedikit 2 (dua) kali per semester mengembangkan sumber belajar terbuka berbasis teknologi informasi dan komunikasisesuai standar nasional pendidikan tinggi;

Unit Sumber Belajar Jarak Jauh(USBJJ)Memberikan layanan teknis dan akademis Tutorial Bantuan belajarMenjalin kerjasama untuk penyelenggaraanpembelajaran Sesuai aturan PT penyelenggara

Sumberdaya manusia dalam ateri ajarproduser materiajar dan mediapenyebar luasdan/ataupengunggahmateri ajarpenulis soaldosen pengampututorpembimbingpraktikpenguji

TENAGA KEPENDIDIKANTenaga kependidikan PJJ paling sedikit meliputi: pengelola di pusat maupun di wilayah jangkauan administrator ujian; laboran dan/atau teknisi; pranata teknologi informasi dan komunikasi pustakawanLC

Modus Penyelenggaraan PJJModus Tunggal apabila PJJ diselenggarakan pada semua proses pembelajaran pada matakuliah dan/atau program studi Hanya menyelenggarakan PJJ saja, tidak ada penyelenggaraan program studitatap mukaModus Ganda Ada penyelenggaraan program studi tatap muka dan jarak jauh apabila PJJ diselenggarakan pada mata kuliah atau program studisecara tatap muka dan jarak jauhModus konsorsium Diselenggarakan oleh lebih dari 1 PT berdasarkan prinsip berbagai (sharing)sumber daya Nasional maupun internasional apabila PJJ diselenggarakan oleh beberapa perguruan tinggi dalam bentukjejaring kerja sama dengan lingkup wilayah nasional dan/atau internasional

Ruang Lingkup Penyelenggaraan PJJProgram Studi ( 50% jumlah MK di-PJJ-kan) Perlu ijin Dikti Prodi tatap muka harus terakreditasi minimal B 3propinsi Akreditasi A: seluruh Indonesia dan internasionalMata Kuliah ( 50% jumlah MK di-PJJ-kan) Ijin pimpinan PT dengan persetujuan Senat PT

Pembiayaan PJJdiatur dan ditentukan secara mandiri oleh perguruan tinggi penyelenggaraPJJ sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undanganBiaya awal, biaya penyampaian, biaya pemeliharaanPilihan teknologi dan implikasi biayaBerapa biaya yang dapat ditanggung institusi untukmenjalankan PJJ?Siapa yang harus menanggung biaya? Berapa?

PENJAMINAN MUTU PENYELENGGARAAN PJJPenjaminan mutu penyelenggaraan PJJdilaksanakan sesuai dengan karakteristik PJJ Penjaminan mutu penyelenggaraan PJJdilaksanakansesuai dengan karakteristikPenyelenggaraPJJ wajib PJJmengembangkandan melaksanakan sistem penjaminan mutuinternalProgram studi yang diselenggarakan melaluiPJJ wajib diakreditasi oleh lembagaakreditasi yang diakui oleh Pemerintah

Tagihan dalam ProposalPendahuluan (SWOT – kebutuhan PJJ, proyeksi serapan, keberlanjutan)Kurikulum (KKNI, pbm, suasana akad, ujian,nilai, praktikum, mk daring)Sumber Daya (SDM, Sarpras, TIK, LMS)Pendanaan (prediksi cash flow)Manajemen Akademik (kerjasama, praktek/praktikum)Penjaminan Mutu (SPMI, standar, dokumen/manual)Simpulan (Benarkah PJJ dibutuhkan dan PT potensial menyelenggarakan?)

terima kasih

pendidikan koresponden sampai pendidikan melalui e-learning lintas ruang dan waktu. UU No. 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi Bagian Ketujuh Pendidikan Jarak Jauh Pasal 31 1) Pendidikan jarak jauh merupakan proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi. 2) Pendidikan jarak jauh sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan: a. memberikan .

Related Documents:

Daftar Isi ix Bab VEvaluasi Kebijakan Pendidikan 101 A. Konsepsi Evaluasi Kebijakan Pendidikan — 101 B. Tujuan dan Fungsi Evaluasi Kebijakan Pendidikan — 104 C. P ermasalahan dalam Evaluasi Kebijakan Pendidikan — 106 D. Manfaat Evaluasi Kebijakan Pendidikan — 108 E. Monitoring Evaluasi Kebijakan Pendidikan — 109 F. Kriteria Evaluasi Program Kebijakan Pendidikan — 111

C. Analisis Kebijakan Kesehatan 12 D. Sistem Nasional Kesehatan Indonesia 16. BAB 2 METODE ANALISIS KEBIJAKAN KESEHATAN 19. A.engertian Metode Analisis Kebijakan Kesehatan P 19 B. Metode Analisis Kebijakan Kesehatan 21 C. Pengaruh . Stakeholder. Terhadap Kebijakan . esehatan K 24 D.roses Analisis Kebijakan Kesehatan P 26

2 Lompat Jauh (P15) NURSUHAINIE 2015 3.62m 3 Lompat Jauh (P18) SMKTKB kali ke ERMA HAYATI 2000 3.91m 4 Lompat Jauh (L13) SHARUL NIZAM 2004 4.34m 5 Lompat Jauh (L15) SHARUL NIZAM 2005 5.24m 6 Lompat Jauh (L18) HAFIZAH 2000 5.67m BIL ACARA NAMA TAH

8) S-1 Pend. Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah 9) S-1 Bahasa dan Sastra Indonesia 10) S-1 Ilmu Perpustakaan 11) S-1 Pendidikan Bahasa Inggris 12) S-1 Bahasa dan Sastra Inggris 13) S-1 Pendidikan Bahasa Arab 14) S-1 Pendidikan Bahasa Jerman 15) S-1 Pendidikan Bahasa Mandarin 16) S-1 Pendidikan Seni Rupa 17) S-1 Pendidikan Seni Tari dan Musik

20 Matematika Kelompok Seni, Pariwisata, dan Teknologi Kerumahtanggaan untuk Kelas X SMK Bentuk Pangkat, Akar, dan Logaritma 21 A. Bilangan Pangkat Tahukah Anda, berapa jarak antara matahari dan bumi? Ternyata jarak antara matahari dan bumi adalah 150.000.000 km. Penulisan jarak antara matahari dan bumi dapat ditulis dengan bilangan pangkat.

Jakarta: Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang, Kemendikbud, 2017 V, 72h ISBN: 978-602-8613-77-4 1. Pendidikan Kebinekaan 2. Multikulturalisme 3. Budaya Masyarakat 4. Nilai-nilai Kebinekaan 5. Intoleransi I. JUDUL II. PUSAT PENELITIAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, BALITBANG, KEMDIKBUD III.

Pendidikan karakter pada pendidikan formal berlangsung pada lembaga pendidikan TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, MAK dan Perguruan Tinggi melalui pembelajaran, kegiatan ko dan ekstrakurikuler, penciptaan budaya satuan pendidikan, dan pembiasaan. Sasaran pada pendidikan formal adalah peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. 2.

MOSARIM No.248231 2012-12-21 File: D.6.1.1.final_report_final.doc 8/21 from Frost&Sullivan, ABI research and Techno Systems Research overall market penetration and percentage of newly radar equipped vehicles per year were forecasted until 2020, as shown in Figure 7. It has to be noted that the given numbers are not necessarily in agreement