Pengembangan Bahan Ajar Menulis Naskah Drama Berbasis .

1y ago
58 Views
1 Downloads
709.29 KB
13 Pages
Last View : 8d ago
Last Download : 9m ago
Upload by : Ophelia Arruda
Transcription

Pengembangan Bahan Ajar Menulis Naskah Drama Berbasis Pendekatan Kontekstualdi FKIP Universitas JambiIrma Suryani, RasdawitaPBSI FKIP Universitas Jambiirmasuryani@unja.ac.id, rasdawita@unja.aac.idAbstrakTujuan penelititian pengembangan ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar menulis naskah drama diperguruan tinggi. Alasan penelitian pengembangan karena belum adanya bahan ajar yang digunakan olehmahasiswa untuk mata kuliah menulis naskah drama. Maka perlu dikembangkan dan dibuat bahan ajar untukemlengkap perkulaiah menulis naskah drama. Penelitian dan pengembangan yang akan penulis lakukan inidiadopsi dari model ADDIE (Dick & Carey). Berdasarkan validasi ahli, maka penelitian ini disimpulkanpengembangan bahan ajar menulis naskah drama dari segi materi valid, dari segi media valid, dan dari segibahasa sangat valid, sehingga bahan ajar dapat digunakan. Hasil dan kesimpulan penelitian yakni: 1) berdasarkanisian kuesioner mahasiswa bahan ajar menulis naskah drama yang dikembangkan tergolong praktis, sehinggabahan ajar dapat digunakan, 2) berdasarkan eksperimen, kelas yang menggunakan bahan ajar yangdikembangkan berdasarkan pendekatan kontekstual lebih efektif dibandingkan kelas kontrol yangmenggunakan buku teks secara umum, 3) berdasarkan eksperimen, kelas yang menggunakan bahan ajar yangdikembangkan berdasarkan pendekatan kontekstual lebih efektif dibandingkan kelas kontrol yangmenggunakan buku teks secara umum.Kata Kunci: Bahan Ajar, Pendekatan Kontekstual, Naskah DramaAbstractThe aim of this development research is to develop teaching materials for writing drama scripts in universities. The reason for thedevelopment research was because there was no teaching material used by students to write drama scripts. So it is necessary to developand make teaching materials for the complete academic writing drama scripts. The research and development that I will do isadopted from the ADDIE (Dick & Carey) model. Based on expert validation, this study concluded that the development ofteaching materials to write drama scripts in terms of material is valid, in terms of valid media, and in terms of language is veryvalid, so teaching materials can be used. The results and conclusions of the study are: 1) based on the questionnaire contents ofstudents the teaching materials for writing drama scripts developed are quite practical, so that teaching materials can be used, 2)based on experiments, classes that use teaching materials developed based on contextual approaches are more effective than controlclasses that use textbooks in general, 3) based on experiments, classes that use teaching materials developed based on contextualapproaches are more effective than control classes that use textbooks in general.Keywords: Teaching Materials, Contextual Approaches, Drama Scripts80Vol. 8 No. 1 Tahun 2018 E-ISSN: 2615-7705 P-ISSN: 2089-3973

PENDAHULUANPeraturan Rektor Universitas Jambi Nomor 02 tahun 2017, dosen sebagai ilmuan memilikitugas mengembangkan suatu cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi melalui penalaran danmenyebarluasannya. Sementara, mahasiswa harus aktif mengembangkan potensinya denganmelakukan pembelajaran, pencarian kebenaran ilmiah, bahan /atau teknologi untuk menjadi ilmuan,intelektual, praktisi, dan /atau profesional yang berbudaya.Menjadi seseorang yang professional, baik dosen maupun mahasiswa, tentunya harus bekerjadan berbuat secara maksimal. Upaya yang harus dilakukan dosen dan mahasiswa, antara lainmeningkatkan wawasan, keterampilan, dan sikap yang positif. Selain itu dosen melakukan refleksi diridari waktu ke waktu, sehingga dapat memperbaiki kualitas perkuliahan. Perbaikan itu bisa saja denganmengembangkan model pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, media pembelajaran, dan alatevaluasi. Demikian juga dengan mahasiswa, melalui fasilitas dan motivasi dosen, mahasiswa dapatmeningkatkan aktivitas, kreativitas, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang berkualitas.Sejalan dengan uraian di atas, semua mata kuliah di Universitas Jambi mengacu ke PeraturanDikti, dan Peraturan Rektor dengan capaian berbeda-beda sesuai dengan tujuan. Namun demikian,ada capaian-capaian khusus yang belum maksimal. Salah satunya pada mata kuliah Menulis NaskahDrama di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia PBS FKIP Unja.Pembelajaran mata kuliah “Menulis Naskah Drama” di FKIP Unja tersebut bertujuan agarmahasiswa mampu menguasai teori-teori, terampil menulis naskah drama, serta memiliki afektif yangbaik dalam proses pembelajaran. Lebih khusus lagi yaitu memberikan kesempatan kepada mahasiswauntuk mengenal format penulisan, menciptakan latar, menghadirkan tokoh-tokoh yang hidup,menciptakan konflik yang unik, merancang adegan-adegan yang memukau, dan membuat dialog-dialogyang bermakna serta banyak mengandung pesan moral atau nilai-nilai kehidupan.Berdasarkan pengalaman mengajar penulis, terlihat adanya kesenjangan antara harapan dengankenyataan. Di satu sisi, menulis naskah drama sangat berguna untuk mengembangkan pengetahuan,meningkatkan komunikasi, memecahkan masalah, memperbaiki akhlak, mengembangkan nilai-nilaidalam kehidupan, dan sebagainya. Kenyataannya, kemampuan mahasiswa dalam menulis naskahdrama belum optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: belum adanya pengalaman,materi ajar yang kurang sistematis, model pembelajaran yang kurang menarik, media yang kurang dapatmerangsang kemampuan mahasiswa dan tidak dibawa ke dunia nyata atau konteks kehidupan yangsebenamya dalam menuliskan naskah drama.Vol. 8 No. 1 Tahun 2018 E-ISSN: 2615-7705 P-ISSN: 2089-3973 81

Hal ini dapat dibuktikan pada presentase kemampuan mahasiswa pada tahun 2015, 2016, dan2017, ditinjau dari watak dan martabat, mahasiswa belum menyampaikan ide dan gagasannya secaramaksimal. Mahasiswa belum terampil dan mampu menghasilkan naskah drama yang bermutu. Hal initerjadi karena kurangnya fasilitas, arahan, buku dan media. Berikut data kreativitas, kejujuran, dan nilaimoral pada 3 angkatan terakhir.Tabel 1 Persentase Kreativitas, Keaslian Karya, dan Kemampuan MahasiswaPendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Mahasiswa30 orang32 orang15 s50,00%56,25%60,00%KemampuanMenampilkanPesan Moral46,67 %40.63%53,33%Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa tingkat kreativitas, kejujuran, dan kemampuanmenuliskan pesan moral mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam menulis naskahdrama cukup rendah. Padahal hal tersebut sangat menentukan menarik atau tidaknya, bermanfaat atautidaknya sebuah naskah drama. Karena naskah drama tidak sekedar menginformasikan apa yangterlihat dan teramati (jurnalistik), tetapi dapat menguraikan sesuatu potret dengan sentuhan imajinasi,sentuhan kreativitas, sentuhan artistik, daya kritis dan daya puitis.Oleh karena mengembangkan buku ajar merupakan salah satu cara untuk memperbaiki prosesdan hasil pembelajaran, maka pengembangannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Untukmengembangkan bahan ajar menulis naskah drama tersebut diperlukan dasar atau basis. Basispengembangan itu adalah pendekatan kontekstual. Pemilihan pendekatan kontekstual disebabkanberbagai alasan, mahasiswa lebih tertarik menceritakan hal-hal yang terkait dengan lingkungannya.Selain itu, Alwasilah (20l2: 14) menyatakan banyak mahasiswa yang sangat terbantu denganmenggunakan pendekatan kontekstual, karena dapat memperoleh standar yang lebih tinggi, dan semuapersoalan dibawa ke dunia nyata.Terkait dengan cocoknya CTL dijadikan dasar untuk pembelajaran menulis naskah drama salahsatunya naskah lakon, Nalan (2014: 5) mengemukakan bila seseorang sering merenungkan kehidupan,dengan mengenal-memahami-menghayati lingkungan sekitar, kemungkinan dapat menggaliide/gagasan yang orisinil dari lingkungan tersebut. Lingkungan dijadikan bahan renungan untukmenghasilkan karya yaitu naskah drama.Vol. 8 No. 1 Tahun 2018 E-ISSN: 2615-7705 P-ISSN: 2089-3973 82

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis memutuskan melakukan penelitian “PengembaganBahan Ajar Menulis Naskah Drama Berbasis Pendekatan Kontekstual di FKIP Unja”. Tujuanpenelitian ini adalah mendeskripsikan tingkat kevalidan dan kepraktisan bahan ajar menulis naskahdrama berbasis pendekatan Kontekstual.Beberapa hasil penelitian memiliki relevansi dengan topik tentang penelitian penulis yangberjudul Pengembangan Bahan Ajar Menulis Naskah Drama Berbasis Pendekatan Konlekslual di FKIP Unjaadalah Wulan (2016) dan Tri Widyahening, dkk. (2013). Wulan (20l6) melakukan penelitian mengenaimengembangankan model pembelajaran menulis naskah drama berdasarkan sumber belajar. Iamengemukakan, dalam pembelajaran menulis drama dituntut pendidik untuk berinovasi, sehinggapeserta didik menjadi termotivasi. Bentuk inovasi yang dapat dilakukan dosen antara lain menyediakansumber belajar yang optimal bagi mahasiswa, misalnya bahan ajar, lagu, video pementasan drama, filmpendek, alam lingkungan, internet, penulis drama, dan sebagainya. Sedangkan Penelitian yangdilakukan oleh Tri Widyahening, dkk. (2013) berjudul “A Drama Textbook with Sociodrama Method(Research and Development English Education Study Program, Teacher Training and Education Faculty in CentralJava, Indonesia). Tujuan penelitian ini ada 3 yaitu: pertama, untuk menentukan kualitas buku teks dramayang digunakan pada program studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Suasta di Jawa tengah.Kedua, untuk menentukan bagaimana mengembangkan buku teks drama dengan metode sosiodrama.Ketiga, untuk menentukan keefektivan buku teks drama dengan metode sosiodrama yang telahdikembangkan. Sejalan dengan tiga tujuan penelitian yang telah diuraikan, maka terdapat 3 kesimpulandalam penelitian Tri Widyahening, dkk. yaitu: Pertama, buku teks yang digunakan kurang begitustandar. Kedua, perkembangan dari draft/prototype menjadi sebuah buku teks drama melalui 3 cara:Penilaian ahli, pengujian lapangan awal, dan pengujian utama bersama-sama yang diikuti revisiproduksi. Ketiga, jika dibandingkan dengan buku teks yang digunakan di 3 universitas swasta,kenyataannya sebuah buku teks drama dengan metode sosiodrama lebih efektif.Teori yang digunakan pada penelitian ini meliputi: 1) bahan ajar, 2) menulis naskah drama danlakon, 3) aspek menulis naskah drama, dan 4) pendekatan kontekstual. Teori-teori tersebut akanmenjadi landasan dasar dalam pengembangan bahan ajar menulis naskah drama dan lakon denganberbasis pendekatan kontekstual.Kata drama berasal dari bahasa Yunani draomai yang artinya bertindak, berbuat, mereaksi, dansebagainya. Drama dapat diartikan sebagai tindakan atau perbuatan. Secara umum, pengertian dramaadalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor.Pementasan naskah drama dikenal dengan istilah teater. Dapat dikatakan bahwa drama berupa ceritaVol. 8 No. 1 Tahun 2018 E-ISSN: 2615-7705 P-ISSN: 2089-3973 83

yang diperagakan para pemain di panggung (Fachruddin, 2015: 195). Menurut Ferdinan Brunetieredan Balthazar Verhagen (Hasanuddin WS, 1996: 2) “Drama adalah kesenian yang melukiskan sifat dansikap manusia dan harus melahirkan kehendak manusia dengan action dan perilaku.” Menulis naskahdrama adalah proses yang dilakukan seseorang dalam mengungkapkan ide atau gagasan yang ada dalampemikiran dan dituangkan ke dalam sebuah tulisan berdasarkan alur, dengan mempertimbangkan temadan tuntunan nenulis naskah drama.Penulisan naskah drama merupakan proses yang utuh. Ada beberapa aspek yang harusdiperhatikan dalam menulis naskah drama, antara lain: 1) penciptaan latar (creating setting), 2) penciptaantokoh yang hidup (freshing out characters), 3) penciptaan konflik-konflik (working with conflicts), 4) penulisanadegan; secara keseluruhan disusun dalam sebuah skenario (Jabrohim, dkk., 2001: 123). Hal tersebutdapat direalisasikan dengan delapan langkah-langkah dalam menulis naskah drama, langkah tersebutyaitu: 1) menggali ide, 2) membuat riset, 3) menentukan konflik cerita, 4) membuat sinopsis, 5)menentukan tokoh-tokoh cerita, 6) menentukan alur, 7) menentukan latar cerita, dan 8) menyusunnaskah drama.Selain langkah-langkah dalam menulis naskah drama, penulis harus memperhatikan kaidahkaidah penulisan naskah drama. Menurut Mulyati (2007: 8-27) kaidah penulisan naskah drama adalahsebagai berikut: 1) nama tokoh diawati huruf kapital dan ditulis sebelum penulisan dialog, 2)penggunaan tanda baca titik dua untuk mengungkapkan dialog tokoh, 3) petunjuk lakon menggunakantanda kurung dan diletakkan sebagai paragraf tersendiri, 4) penulisan perpindahan babak ditulistersendiri dan tidak digandeng dengan dialog tokoh, 5) pada awal kisahan biasanya disertai prologsebagai pengantar cerita epilog sebagai penutup cerita.Dalam proses pengembangan bahan ajar penulis memilih pendekatan kontekstual sebagai basispengembangan. Pendekatan kontekstual ini terdiri atas tujuh komponen atau pilar, yakni:konstruktivisme, menemukan, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, penilaian sebenarnya, danrefleksi. Contextual Teaching and Learning atau pendekatan kontekstual memiliki landasan yang kuat.Beberapa landasan yang dapat dijadikan dasar berdasarkan penelitian antara lain sains kognitifkonstruktivisme, teori motivasi, dan teori kecerdasan ganda.Selain itu, pendekatan kontekstual juga mempunyai ciri: pengalaman nyata, kerja sama, salingmenunjangm gembira, bergairah, pembelajran terintegrasi, menggunakan berbagai sumber, siswa aktifdan kritis, menyenangkan dan tidak membosankan, sharing dengan teman, dan pendidikan kreatif(Nurhadi, 2004: l07).Vol. 8 No. 1 Tahun 2018 E-ISSN: 2615-7705 P-ISSN: 2089-3973 84

METODEPenelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Hal ini sejalan denganpembatasan masalah dan tujuan penelitian, yaitu mengembangkan bahan ajar menulis naskah dramaberbasis pendekatan kontekstual pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan SastraIndonesia. Penelitian dan pengembangan yang akan penulis lakukan ini diadopsi dari model ADDIE(Dick & Carey, 1996). ADDIE merupakan kependekan dari langkah-langkah pengembangan yaituAnalyze, Design, Develop, Implement and Evaluate (Menganalisis, mendesain, mengembangkan,mengimplementasikan, dan Mengevaluasi). Pada tahap analyze ditemukan adanya ketidaksesuaianantara harapan dengan kenyataan. Tahap design dilakukan verifikasi bentuk model pembelajaranmenulis naskah drama yang diinginkan serta instrumen-instrumen yang sesuai. Pada tahap developkegiatan penelitian yang dilakukan adalah menghasilkan serta memvalidasi produk modelpembelajaran dan instrumen-instrumen yang sudah dirancang. Pada tahap implement diterapkanpembelajaran dengan model yang sudah dikembangkan. Terakhir pada tahap evaluate dilakukanpenilaian proses serta produk pengembangan (Branch, 2009) Langkah tersebut dapat dijelaskan padagambar proses pengembangan berikut ini:Gambar 1 Prosedur PengembanganVol. 8 No. 1 Tahun 2018 E-ISSN: 2615-7705 P-ISSN: 2089-3973 85

Berdasarkan prosedur pengembangan tersebut penelitian ini menghasilkan dua macam datayaitu kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh mulai dari analisis, kemudian hasil validasi ahlimengenal bahan ajar dan hasil observasi di lapangan. Sedeangkan data kuatitatif berupa hasil belajaratau capaian mahasiswa dan hasil uji hipotesis atau hasil eksperimen.Subjek uji coba Individu diberikan kepada 3 orang mahasiswa kepengarangan yang mempunyaitingkat kemampuan yang berbeda. Mereka akan memberikan tanggapan tentang bahan ajar yang sudahpenulis susun. Setelah direvisi, model pembelajaran diujikan lagi ke kelompok kecil sekitar 7 oranguntuk disempurnakan kembali, tetap dengan mengisi angket atau menanggapi terkait dengankepraktisan bahan ajar. Terakhir akan diekperimenkan ke salah satu kelas dan kelas lain akan dijadikankelas kontrol.Sejalan dengan hasil data yang dinginkan, maka teknik pengumpulan data pada penelitian inimenggunakan teknik pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif yaitu data tentanghasil belajar mahasiswa dan hasil eksperimen sederhana. Data kualitatif dianalisis secara deskriptifargumentatif yang didasarkan pada teori-teori yang ada untuk mendapatkan hasil kajian. Data kualitatifberupa infomasi tentang kualitas bahan ajar menulis naskah drama yang sudah dikembangkan. Olehkarena data kualitatif atau digolongkan non-statistik maka pengolahannya akan dibandingkan dengansuatu standar atau kriteria yang sudah dibuat peneliti berdasarkan teori. Sedangkan, data kuantitatifmeliputi data untuk kevalidan, kepraktisan dan keefektivan buku ajar yang dikembangkan.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANAnalyze (Analisis)1. KurikulumDalam kurikulum, Pembelajaran Menulis Naskah Drama dimuat deskrisi bahwa mahasiswamenguasai materi pembelajaran menulis naskah drama, kemudian terampil mempraktekkannya dengansikap atau etika. yang baik.2. TujuanTujuan pembelajaran menulis naskah drama adalah agar mahasiswa:a. Menguasai teori-teori menulis naskah drama lakonb. Terampil menulis naskah drama lakonc. Mempunya sikap yang baik dalam pembelajaran menulis naskah dramaVol. 8 No. 1 Tahun 2018 E-ISSN: 2615-7705 P-ISSN: 2089-3973 86

Tujuan ini sudah tepat dan mampu memberi kesempatan kepada mahasiswa untukmeningkatkan pengetahuannya dalam menulis naskah drama. Selain pengetahuan, dapatmeningkatkan keterampilan dan sikap positif dalam pembelajaran.3. Kemampuan MahasiswaSecara umum mahasiswa menginginkan pembelajaran menulis naskah drama berdasarkanpengetahuan dan pengalaman yang dekat dengan dirinya. Mahasiswa belum mampu menghasilkankarya yang bermutu dan mempersoalkan kehidupan manusia yang berbagai persoalan hidupnya.4. Buku Teks yang DipakaiPada umumnya buku teks yang tersedia memberikan wawasan yang luas kepada mahasiswatentang berdrama. Namun demikian, karena terlalu luasnya, maka mahasiswa juga memperolehpengetahuan secara luas, sehingga keterampilan menulis naskah drama juga belum mendalam. Olehkarena itu perlu disusun bahan ajar.Desain (Design)1. Bahan AjarBahan ajar yang baik perlu dirancang, sehingga materinya lengkap dan sistematis. Selain itudipertimbangkan dari segi media yang baik, serta penggunaan bahasa yang sesuai dengan aturan.2. TesTes yang dilakukan dalam menulis naskah drama yaitu pengetahuan serta keterampilan yangsesuai dengan kaidah penulisan naskah drama panggung atau lakon yang baik.3. InstrumenInstrumen yang disiapkan yaitu kuesioner yang diisi oleh ahli dan mahasiswa sebagai pengguna.Instrumen yang disiapkan yaitu tentang kevalidan materi, media, dan kebahasaannya yang divalidasiahli. Selain itu instrumen tentang kepraktisan yang diisi oleh mahasiswa sebagai pengguna. Selanjutnyainstrumen tes kempuan mahasiswa menulis naskah drama yang akan diisi oleh dosen yangbersangkutan berdasarkan kisi-kisi yang sudah disiapkan.Development (Pengembangan)Mengembangkan Bahan AjarInstrumen Penilaian Bahan Ajar Validasi Ahli MateriDari dua belas (12) pernyataan instrumen tentang bahan ajar yang dikali 2 (bobot) diperolehskor 19 dibagi skor maksimal 24. Kemudian dikalikan 100 sesuai dengan rumus berikut.Vol. 8 No. 1 Tahun 2018 E-ISSN: 2615-7705 P-ISSN: 2089-3973 87

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 100 %𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙19 100 %24Nilai yang diperoleh Nilai yang diperoleh 79,17Berdasarkan isian validator materi, yaitu Ibu Dr. Warni, M. Hum. mengenai kevalidan bahanatau materi ajar dapat disimpulkan bahwa bahan atau materi ajar sudah valid dengan nilai 79,17.Instrumen Penilaian Bahan Ajar Validasi Ahli MediaDari sepuluh (10) pernyataan instrumen tentang media ajar yang dikali 2 (bobot) diperolehskor 16 dibagi skor maksimal 20. Kemudian dikalikan 100 sesuai dengan rumus berikut.Nilai yang diperoleh 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 100 %𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙16Nilai yang diperoleh 20 100 % 80Berdasarkan isian validator media ajar, yaitu Bapak Dr. Harry Soedarto H. M. Pd. dapatdisimpulkan bahwa bahan atau materi ajar sudah valid dengan nilai 80.Instrumen Penilaian Bahan Ajar Validasi Ahli BahasaDari tujuh (7) pernyataan instr

Kata drama berasal dari bahasa Yunani draomai yang artinya bertindak, berbuat, mereaksi, dan sebagainya. Drama dapat diartikan sebagai tindakan atau perbuatan. Secara umum, pengertian drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor. Pementasan naskah drama dikenal dengan istilah teater.

Related Documents:

Menulis di taman kanak-kanak menurut High Scope Child Observation Record, disebut menulis dini atau awal. Kegiatan menulis dini mencangkup anak mencoba teknik menulis menggunakan lekuk-lekuk dan garis sebagai huruf, meniru tulisan atau meniru huruf-huruf yang dapat dikenal, menulis nama sendiri, menulis beberapa kata atau frasa pendek, menulis frasa atau kalimat bervariasi.4 Sebagai pendidik .

Pengembangan Bahan Ajar Fisika Bermuatan Lifeskill untuk Siswa SMA Susilawati, Nur Khoiri Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang Surat-e: susilawati.physics@gmail.com Penelitian ini menjelaskan pengembangan bahan ajar fisika berbasis lifeskill pada kelas XI semester gasal. Bahan ajar disusun untuk membekali siswa dalam memahami pelajaran fisika yang

Kata kunci: kelayakan, bahan ajar, RPP, kurikulum 2013. Bahan ajar pada rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) merupakan bahan ajar yang disusun oleh pendidik dan terlampir dalam RPP. Bahan ajar disusun untuk memudahkan peserta didik dalam mencapai kompetensi dasar karena dalam praktik

Fisika Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga. 2006. Hal. 2. 5 Yusmanila Dkk. Pengembangan Bahan Ajar Dalam Bentuk Modul Fisika Konstektual Pada Materi Fluida Dalam Pembelajaran Fisika Di SMA/MA. Jurnal Ilmiah Penelitian Dan Pengembangan Fisika. Vol 3, No 2. 2017. Hal, 135. 6 Widya Oktaviani Dkk. Pengembangan Bahan Ajar Fisika Konstektual Untuk

Buku Ajar Teknologi Bahan Alam ini disusun sebagai bahan pengajaran . bahan bantu bagi mahasiswa Farmasi dan Kimia untuk memahami tentang kimia bahan alam, teknologi sediaan bahan alam, dan farmakognosi. . , dilanjutkan dengan teknik seleksi dan penyiapan bahan, teknik ekstraksi, te

A. Angket Pengalaman Siswa Membaca dan Menulis Puisi NO PERNYATAAN JAWABAN Ya Tidak 1. Saya pernah membaca puisi 2. Saya suka membaca puisi 3. Saya membaca puisi dari media apa saja (koran, majalah, majalah dinding, internet) 4. Saya membaca puisi dari koleksi perpustakaan 5. Saya membaca puisi dari bahan ajar yang disediakan sekolah 6. Saya pernah menulis puisi 7. Saya suka menulis puisi 8 .

ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR Dalam analisis pembuatan bahan ajar terdiri dari 4 point yaitu : 1. Relevansi, menargetkan pada STTPA dan aspek apa yang akan dicapai. 2. Keamanan, media bahan ajar yang kita pilih hendaknya yang aman digunakan oleh anak. Bila menggunakan yang perlu pendampingan orang tua hendaknya kita memberi arahan terlebih

ajar adalah format materi yang diberikan kepada siswa dan dapat dihubungkan dengan media pembelajaran lainnya. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam mengembangkan bahan ajar dwi bahasa adalah ketepatan istilah. Sebelum disampaikan hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam mengembangkan bahan ajar dwi bahasa, terlebih dahulu disampaikan teknik pengembangan bahan ajar secara .