OBAT HERBAL TRADISIONAL - Kemendag

3y ago
113 Views
2 Downloads
2.76 MB
20 Pages
Last View : 7d ago
Last Download : 3m ago
Upload by : Jacoby Zeller
Transcription

Ditjen PEN/MJL/005/9/2014 SeptemberOBAT HERBAL TRADISIONALWarta Ekspor Edisi September 20141

IEditorialndonesia merupakan negara tropis dengan potensi tanaman yangsecara turun temurun digunakan sebagai obat tradisional. Jamu,yang merupakan obat tradisional Indonesia, telah menjadi budayamasyarakat Indonesia sejak berabad silam sebagai bagian dari upayamenjaga kesehatan, menambah kebugaran, dan merawat kecantikan.Industri, usaha dan sub sektor jamu dan obat tradisional serta kosmetikdi Indonesia semakin berkembang sejak tahun 2008 melalui kegiatan”Jamu Brand Indonesia” yang dicanangkan oleh Presiden RI 2009-2014Susilo Bambang Yudoyono pada Gelar Kebangkitan Jamu Indonesia.Jamu mempunyai peluang besar dengan adanya kekayaankeanekaragaman hayati. Indonesia dikenal secara luas sebagai megacenter keanekaragaman hayati (biodiversity) terbesar ke-2 di duniasetelah Brazil, terdiri dari tumbuhan tropis dan biota laut. Di wilayahIndonesia terdapat sekitar 30.000 jenis tumbuhan dan 7.000, diantaranya ditengarai memiliki khasiat sebagai obat. Sebanyak 2500 jenisdi antaranya merupakan tanaman obat.Daftar IsiDitjen PEN/MJL/005/9/2014 SeptemberDitjen PEN/MJL/005/9/2014 SeptemberObat Herbal tradisiOnalWarta Ekspor Edisi September 2014Dengan potensi yang dimiliki tersebut, Indonesia mempunyai prospekuntuk pengembangan jamu bagi kepentingan kesehatan, produkindustri, maupun pariwisata, dengan sasaran pasar dalam negerimaupun internasional. Industri jamu telah masuk ke dalam 10 produkprospektif yang perlu dikembangkan karena memiliki potensi pasarmenjanjikan di pasar lokal maupun global.Permintaan jamu mengalami peningkatan dengan pertumbuhanpangsa pasar yang lebih baik daripada tingkat pertumbuhan industrifarmasi. Terdapatnya tren back to nature mengakibatkan masyarakatsemakin menyadari pentingnya penggunaan bahan alami bagikesehatan. Masyarakat semakin memahami keunggulan penggunaanobat tradisional, antara lain: harga yang lebih murah, kemudahan dalammemperoleh produk, dan mempunyai efek samping yang minimal.Namun, di sisi lain, pelaku usaha industri jamu masih menemuikendala dalam menciptakan produk berkualitas, berdaya saing tinggidan berorientasi pasar. Kendala yang kedua adalah permasalahanakses permodalan pada usaha jamu terutama, usaha jamu tradisional;pengembangan tanaman obat bahan baku jamu dan proses pengolahanyang efisien, serta kendala terkait peraturan dan prosedur pengujianlaboratorium.Para pemangku kepentingan yang meliputi Pemerintah, swasta danakademisi perlu bersinergi dalam mengembangkan usaha jamu diIndonesia. Diantaranya, perlu melakukan kerjasama antara perusahaan/industri jamu dengan pemerintah dan institusi pendidikan dalambidang penelitian untuk mengembangkan teknologi, inovasi proses,pembuatan regulasi dan kebijakan industri jamu, dan saintifikasi jamuuntuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.1Editorial . 2Daftar Isi . 2Tajuk Utama . 3Menyibak Potensi Pasar ObatHerbal TradisionalKisah Sukses . 10Kegiatan Ditjen PEN . 12SeptemberSekilas Info . 16Buyer Requirement UntukProduk Obat Herbal di UniEropaDaftar Importir . 19Tim ehat:NusNuzuliaIshak,PimpinanUmum:AriSatria, Pemimpin Redaksi: RA. Marlena, Redaktur Pelaksana: Sugiarti, Penulis: Murdopo, desain: DewiAlamat: Gedung Utama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Lt3, Jl. MI. Ridwan Rais no. 5, Jakarta 10110Telp: 021-3858171 Ext.37302, Fax: 021-23528652, E-mail: p2ie@kemendag.go.id, Website: djpen.kemendag.go.id2Warta Ekspor Edisi September 2014

Tajuk UtamaMenyibak PotensiPasar Obat Herbal TradisionalDi negara-negara sedang berkembang, sebagianbesar penduduknya masih terus menggunakanobat tradisional, terutama untuk pemenuhankebutuhan kesehatan dasarnya. Menurut resolusiPromoting the Role of Traditional Medicine in HealthSystem: Strategy for the African Region, sekitar 80%masyarakat di negara–negara anggota WHO (WorldHealth Organization) di Afrika menggunakan obattradisional untuk keperluan kesehatan. Beberapanegara Afrika melakukan pelatihan obat tradisionalkepada farmasis, dokter dan para medik. Demikianpula penggunaan obat tradisional di Asia, terusmeningkat meskipun banyak tersedia dan beredarobat-obat entitas kimia. Di RRC (Republik RakyatChina), penggunaan obat tradisional mencapai 90%penduduk di Jepang 60 sampai dengan 70% doktermeresepkan obat tradional ”kampo” untuk pasienmereka. Di Malaysia, obat tradisional Melayu, TCMdan obat tradisional India digunakan secara luasoleh masyarakatnya. Sementara itu, Kantor RegionalWHO wilayah Amerika (AMOR/PAHO) melaporkan71% penduduk Chile dan 40% penduduk Kolombiamenggunakan obat tradisional. Di negara-negaramaju, penggunaan obat tradisional tertentusangat populer. Beberapa sumber menyebutkanpenggunaan obat tradisional oleh penduduk diPerancis mencapai 49%, Kanada 70%, Inggris 40%dan Amerika Serikat 42%.Beberapa produk ekstrak herbal mempunyai pasarglobal dengan nilai yang besar. Ginko Biloba,Ginseng, Garlic dan Echinacae adalah ekstrak yangmemiliki pasar tergolong terbesar di dunia. DiAmerika Serikat, penjualan dan penggunaan obatherbal berupa dietary supplement juga meningkatcukup signifikan. Obat herbal Indonesia padaWarta Ekspor Edisi September 20143

Tajuk Utamadasarnya dapat dikelompokkan dalam tiga kategori,yaitu : (1) Jamu; (2) Obat Herbal Terstandar; dan (3)Fitofarmaka. Jamu sebagai warisan budaya bangsaperlu terus dikembangkan dan dilestarikan denganfokus utama pada aspek mutu dan keamanannya(safety). Khasiat jamu sebagai obat herbal selamaini didasarkan pengalaman empirik yang telahberlangsung dalam kurun waktu yang sangat lama.Produk utama ekspor obat herbal pada periodeJanuari-Juni 2014 adalah jahe (HS 091010) dengannilai ekspor sebesar US 25,8 juta, dengan pangsaekspor sebesar 88,58% dari total ekspor obat herbalIndonesia. Rempah-rempah lainnya (HS 091099)dengan nilai ekspor sebesar US 1,84 juta (6,33%),dan curcuma (HS 091030) denga nilai ekspor US 699 ribu (2,4%).Pasar Ekspor Obat HerbalNegara tujuan ekspor obat herbal Indonesia padaperiode Januari-Juni 2014 adalah Bangladeshdengan nilai US 10,94 juta (pangsa ekspor obatherbal 37,55%), Pakistan US 10,71 juta (36,76%),Malaysia US 2,67 juta (9,17%), Vietnam sebesarUS 1,19 juta (4,12%) dan Jepang sebesar US 806ribu (2,77%).Nilai ekspor obat herbal Indonesia tahun 2013mencapai US 23,44 juta, sedangkan nilai eksporpada periode Januari-Juni 2014 sebesar US 29,13juta, mengalami peningkatan 600% dari nilai eksporpada periode Januari-Juni 2013. Pertumbuhanekspor obat herbal Indonesia selama periode 20092013 mengalami kenaikan sebesar 6,49% per tahun.nilai ekspor obat Herbal indonesia 2009-2013 (Us ribu)Produk Utama ekspor obat Herbal indonesiaSumber : Badan Pusat Statistik Indonesia4Warta Ekspor Edisi September 2014

Tajuk Utamanegara Tujuan ekspor obat Herbal indonesia Periode Januari-Juni 20144%3%10%38%9%37%Pasar Impor Obat HerbalNilai impor obat herbal Indonesia dari dunia tahun2013 mencapai US 7,26 juta, sedangkan imporpada periode Januari-Juni 2014 sebesar US 1,54juta, nilai ini turun 68,65% dibanding nilai imporperiode Januari-Juni 2013 sebesar. Sementara, trenpertumbuhan obat herbal pada periode 2009-2013sebesar 82,23% per tahun.nilai impor obat Herbal indonesia 2009-2013 (Us ribu)Warta Ekspor Edisi September 20145

Tajuk UtamaProduk Utama impor obat Herbal indonesiaSumber : Badan Pusat Statistik IndonesiaProduk impor utama obat herbal Indonesia daridunia pada periode Januari-Juni 2014 adalahJahe (HS 091010) dengan nilai impor US 929 ribudengan pangsa impor 60,25%; rempah-rempahlainnya (HS 091099) dengan nilai impor sebesar US 444 ribu (28,79%) dan curcuma (HS 091030) dengannilai impor sebesar US 145 ribu (9,43%).Negara utama asal impor obat herbal Indonesiapada periode Januari-Juni 2014 adalah Chinadengan nilai impor US 794 ribu (51,5%), Indiadengan nilai impor US 275 ribu (17,81%) danNigeria dengan nilai impor sebesar US 133 ribu(8,65%).negara asal impor obat Herbal indonesia Periode Januari-Juni 20146Warta Ekspor Edisi September 2014

Tajuk UtamaPerdaGanGan dUniaobaT HerbalEksporNilai ekspor obat herbal dunia pada tahun 2013 mencapai US 1,94 miliar, meningkat sebesar12,4% dari nilai ekspor tahun 2012. Pertumbuhan ekspor obat herbal dunia selama periode 20092013 mengalami pertumbuhan sebesar 4,82% per tahun.nilai ekspor obat Herbal dunia 2009-2013 (Us 20092010201120122013Warta Ekspor Edisi September 20147

Tajuk UtamaProduk utama ekspor obat herbal dunia tahun2013 adalah rempah-rempah HS (091099) dengannilai ekspor US 618 juta dengan pangsa ekspor31,8% dari total ekspor obat herbal dunia; jahe (HS091011) sebesar US 572,6 juta (29,51%), produkobat campuran dari bahan obat tradisional (HS091091) US 362 juta (18,7%), saffron (HS 091020)US 154,83 juta (7,98%); dan curcuma (HS 091030)dengan nilai ekspor US 149,5 juta (7,71%).Negara pengekspor obat herbal dunia tahun 2013adalah China sebesar US 425,33 juta denganpangsa ekspor 21,9%, India dengan nilai eksporUS 320 juta (16,5%), Belanda sebesar US 158 juta(8,15%), Turki US 97,98 juta (5,05%) dan JermanUS 94,63 juta (4,9%).Produk ekspor obat Herbal dunia 2013Sumber : International Trade Centrenegara Pengekspor obat Herbal dunia 20138Warta Ekspor Edisi September 2014

Tajuk UtamaImporNegara utama pengimpor obat herbal dunia adalahAmerika Serikat dengan nilai impor US 205,12 juta(10,31%), Belanda US 126,52 juta (6,25%), JepangUS 125,8 juta (6,21%) dan Jerman dengan nilaiimpor sebesar US 112,79 juta (5,57%).Nilai impor obat herbal dunia tahun 2013 mencapaiUS 2,02 miliar, nilai ini mengalami peningkatansebesar 12% dibanding nilai impor di tahun 2012.Tren pertumbuhan impor obat herbal dunia padaperiode 2009-2013 sebesar 5,72% per tahun.nilai impor obat Herbal dunia 2009-2013 (Us 20092010201120122013negara Pengimpor obat Herbal dunia 2013Warta Ekspor Edisi September 20149

Kisah Sukses10Warta Ekspor Edisi September 2014

kisah sukseslatransa Citra MenembusPasar eropaProdusen produk herbal, rempah dan kopi, PTLatransa Citra, memperluas promosi produknyake pasar internasional, salah satunya ke Uni Eropa.Perusahaan ini berdiri tahun 1993, berfokus padaekspor produk pertanian. Latransa Citra telahmengekspor produknya ke Singapura, China, India,Pakistan, UAE, Syria, dan Rusia. Produk ekspordari perusahaan ini meliputi produk agro, sepertigetah damar dan ekstrak herbal, produk herbalseperti Orthosiphon, Moringa, Centella, Turmeric,Mangosteen, Eurycoma Longifolia dan rempahrempah, misalnya Cinnamon, Lemon Grass, LongPepper, dan Dried Ginger. Produk ekspor tersebuttersedia mulai dari bahan baku hingga produksetengah jadi (grinding, crushed, split). LatransaCitra melakukan kerjasama dengan beberapaperusahaan lokal dalam mengembangkan produkbaru dan memenuhi selera pasar.Dalam memasarkan produknya, perusahaan ini aktifmengikuti pameran dagang baik di dalam maupunluar negeri. Tahun 2012, Latransa Citra memperolehpenghargaan Primaniyarta dari Pemerintah sebagaipengakuan atas kontribusi ekspor yang telahdilakukan selama ini.Di bulan Oktober 2014, Latransa Citra bersama 15perusahaan lainnya mengikut kegiatan “EXPRO onFood Ingredients 2014” yang berlangsung di Prancisdan Jerman. Kegiatan ini salah satu implementasidari kerja sama pengembangan ekspor untuk sektorfood ingredients dan home décor & home textile,antara Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional(PEN) Kementerian Perdagangan dan Center for thePromotion of Imports from Developing Countries (CBI)yang ditandatangani pada 2012. EXPRO merupakanexport marketing and management training yangbertujuan meningkatkan pengetahuan pasar foodingredients di Eropa melalui pelatihan, kunjunganke pameran SIAL di Paris. Selain itu, kunjungan keperusahaan dan retailers/consumer store di Jerman,serta workshop penyusunan Export Marketing Plan(EMP) para pelaku usaha dan Sector Export MarketingPlan (SEMP) untuk Business Support Organizations(BSO’s), yaitu perwakilan kementerian ataulembaga/asosiasi. Kegiatan ini diharapkan mampumemberikan pengalaman belajar langsung kepadapeserta mengenai kondisi pasar, selera konsumen,dan persaingan usaha sektor food ingredients diEropa.Dengan mengikuti kegiatan ini, Latransa Citraberharap memperoleh pengetahuan terhadappersyaratan dan tren pasar sekaligus untukmemperkenalkan produknya di Uni Eropa.Warta Ekspor Edisi September 201411

kegiatan ditjen PenMakanan olahan indonesiaTembus Pasar amerika latinbisCUiTWaFer & CHoColaTeCandyTorabika CaFe & CornerMayora nUTriTion12Warta Ekspor Edisi September 2014

kegiatan ditjen PenKementerian Perdagangan mendukung peningkatanekspor Indonesia dengan memfasilitasi kegiatanmisi pembelian antara perusahaan dari Meksiko danKolombia dengan PT. Mayora Indah Tbk. pada 1314 Agustus 2014 di Tangerang dan Jakarta. Kegiatanmisi pembelian ini merupakan salah satu upayadalam pengembangan ekspor yang dilakukan olehKemendag.Dirjen PEN Nus Nuzulia Ishak mengapresiasikerjasama yang dilakukan antara Mayora Indahdengan perusahaan dari Amerika Latin tersebut.Kesepakatan ini menunjukkan keseriusan MayoraIndah untuk memperluas dan memperbesarpangsa pasarTarget kerja sama dengan Meksiko bernilai USD 1juta untuk produk permen kopi dan biskuit selama12 bulan, terhitung Oktober 2014 hingga Oktober2015. Sementara, kerja sama dengan Sweet BrandsSAS dari Kolombia ditargetkan mencapai USD255,5 ribu untuk produk wafer stick, butter cookies,dan biskuit selama setahun sejak September 2014hingga Agustus 2015.Manajemen Mayora Indah telah sejak lama melihatpotensi pasar di wilayah Amerika Latin. Pada awal2013, kegiatan working group diadakan denganmenggandeng lembaga penelitian setempat untukmelihat preferensi konsumen terhadap produknya.Selain itu, dilakukan product sampling untukmemperkenalkan dan mempromosikan produknyadi beberapa pusat kegiatan jual beli agar produkterjual lebih cepat dan pembelian dari mitra dagangdapat meningkat.Melambatnya perekonomian negara di beberapawilayah dunia membuat pemerintah, dalam halini Kemendag, perlu melakukan terobosan baruuntuk meningkatkan kinerja ekspor dengan cepatmelalui penetrasi pasar. Misi pembelian merupakansalah satu kegiatan promosi untuk membantudunia usaha dengan mendatangkan calon buyerske Indonesia untuk melakukan kesepakatan atautransaksi dagang dalam rangka ekspor.Warta Ekspor Edisi September 201413

Kegiatan Ditjen PEN14Warta Ekspor Edisi September 2014

Kegiatan Ditjen PENMendongkrak Ekspor ke ChinaMelalui China-ASEAN Expo 2014Indonesia kembali berperan aktif dalam perhelatanistimewa, persis dimulainya Diamond Decade, padapameran China-ASEAN Expo 2014 (CAExpo 2014),16-19 September 2014 di Nanning, Guangxi, China.Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthioptimis pameran ini bakal mendongkrak eksporIndonesia ke China.Pameran yang diselenggarakan sejak 2004 inisekaligus ditetapkan sebagai diamond decadekarena menjadi tahun pertukaran budaya Chinadengan ASEAN. CAExpo sendiri dilaksanakansebagai hasil pertemuan RRT–ASEAN ke-7 Tahun2003 lalu di Bali, dalam kerangka China–ASEAN FreeTrade Area (CAFTA).Tahun lalu, sekitar 32.000 pengunjung memenuhiPaviliun Indonesia dengan jumlah transaksimencapai USD 2.837.000 yang diterima oleh88 perusahaan. Dalam kurun waktu lima tahunterakhir (2009-2013), hubungan Indonesia-Chinaterus meningkat dengan tren sebesar 18,22%.Nilai total ekspor pada bulan Januari-Juni 2014mencapai USD 9,3 miliar. Nilai ini menurun 13,42%jika dibandingkan pada bulan yang sama di tahun2013 yang mencapai USD 10,7 miliar.Republik Raktat China merupakan negara tujuanekspor Indonesia yang berada di urutan pertama,sementara bagi China atau Tiongkok, Indonesiamerupakan negara pemasok yang berada padaurutan ke-15, setelah Korea, Jepang, China Taipei,Amerika Serikat (AS), Australia, Jerman, Malaysia,Swiss, Brasil, Arab Saudi, Afrika Selatan, Rusia,Thailand, dan Angola.Wamendag Bayu Krisnamurthi berharap semuaproduk Indonesia yang dibawa dalam pemeran inimendapatkan sambutan positif dari pengusahaChina dan ASEAN. Pada kesempatan tersebutakan mempertemukan 90 peserta pamerandari Indonesia dengan importir setempat untukbeberapa kluster produk seperti produk makananolahan, furnitur, kerajinan, herbal dan kosmetik,serta consumer goods. Di samping itu, juga akandiselenggarakan ‘Forum Bisnis: Indonesia Trade’ and‘Investment Conference’,Sejumlah produk yang mendapat tempat terhormatdi paviliun seluas 2.200 m2dalam pameran ini antaralain furnitur, kerajinan tangan, dekorasi rumah,produk herbal, makanan olahan, kosmetik, fesyen,perhiasan, hasil tambang dan produk pertanian(kopi, teh, rempah, tembakau, karet, dan crude palmoil/CPO).Dalam kesempatan ini, Provinsi SumateraSelatan akan mewakili Indonesia menjadi City ofCharm dengan menampilkan peragaan busanaberbasis songket. Juga akan disajikan tester kopiasli Sumatera Selatan.Hubungan ASEAN-China pada periode 2009–2013 memiliki tren pertumbuhan 16,03%. NegaraChina menjadi mitra dagang penting bagi ASEAN.Pada penghujung tahun 2013 total perdaganganASEAN dengan China mencapai USD 199,4 miliar,atau mengalami peningkatan sebesar 1,83%dibandingkan tahun 2012.Kegiatan DJPENWarta Ekspor Edisi September 201415

Sekilas InfoBuyer Requirement UntukProduk Obat Herbaldi Uni Eropa16Warta Ekspor Edisi September 2014

Sekilas InfoPersyaratan buyer di Uni Eropa untuk produk obatherbal dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu1. Persyaratan wajib, yaitu persyaratan yang harusdipenuhi oleh eksportir untuk memasuk pasarUni Eropa, di antaranya adalah persyaratan legal;2. Persyaratan umum, yaitu persyaratan yangsudah diimplementasikan oleh kompetitor,dalam hal ini persyaratan umum sebagai syaratuntuk bisa berkompetisi dengan eksportir lain;3. persyaratan khusus untuk memenuhi syarat dariproduk dan segmen tertentu.Berbagai jenis tumbuhan mempunyai kandunganyang bermanfaat, dapat digunakan baik untukproduk medis maupun produk makanan di negaraasal tumbuhan tersebut. Ketika memasarkan produkjenis ini, eksportir harus menentukan apakahproduk tersebut digunakan untuk makanan ataufarmasi. Sesuai dengan karakteristik produk, sektormakanan dan farmasi mensyaratkan ketentuanyang berbeda. Sektor farmasi menerapkanpersyaratan yang lebih ketat dibandingkan denganpersyaratan untuk produk herbal yang digunakansebagai bahan makanan.Produk FarmasiProduk herbal dapat dikategorikan sebagai obatobatan jika disebutkan bahwa produk tersebutdapat mencegah atau mengobati penyakit.Otorisasi pasarSemua produk farmasi yang akan dipasarkan diUni Eropa harus mendapat persetujuan terlebihdahulu dari otoritas yang berwenang menanganiproduk farmasi. Ini dilakukan untuk menjaminbahwa produk farmasi tersebut aman dan efektifuntuk digunakan. Produk obat herbal mendapatpersetujuan yang lebih mudah jika dibandingkandengan produk obat kimia.Good Manufacturing Practices (GMP)Untuk memastikan bahwa produk farmasi sesuaidengan kualitas dan standar keamanan, importirUni Eropa pada umumnya mensyaratkan bahwaindustri pembuat obat herbal menerapkan GoodManufacturing Practice (GMP). Penerapan metodeini akan mempermudah pihak eksportir untukmemenuhi permintaan informasi dari buyeryang dibutuhkan. Selain itu, buyer Uni Eropa jugamensyaratkan Good Agricultural and CollectionPractices (GACP) untuk tanaman obat. Persyaratanini sebenarnya tidak terdapat di EU (EuropeanUnion) legislation, tapi WHO mengatur tentangpersyaratan ini.Produk Makanan yang Digunakan Khusus untukMedisProduk makanan ini dikhususkan bagi pasiendalam rangka pengobatan penyakit atau masapenyembuhan. Uni Eropa telah menerbitkanperaturan khusus mengenai produk makanan yangdikhususkan untuk keperluan medis ini melaluiDirective 1999/21/EC.Makanan SuplemenMakanan suplemen merupakan sumber nutrisitambahan yang diproduksi dalam bentuk pil, tablet,kapsul atau cairan. Makanan suplemen tidak b

herbal 37,55%), Pakistan US 10,71 juta (36,76%), Malaysia US 2,67 juta (9,17%), Vietnam sebesar US 1,19 juta (4,12%) dan Jepang sebesar US 806 ribu (2,77%). nilai ekspor obat Herbal indonesia 2009-2013 (Us ribu) Produk Utama ekspor obat Herbal indonesia Sumber : Badan Pusat Statistik Indonesia. Warta Ekspor Edisi September 2014 5 Tajuk Utama Pasar Impor Obat Herbal Nilai impor obat herbal .

Related Documents:

PEDOMAN CARA PEMBUA TAN OBAT TRADISIONAL YANG BAlK i. PENDAHULVAN 1.1. Latar 8elakang Obat tradisional merupakan produk yang dibuat dari bahan alam yang jenis dan . selumh aspek pembuatan obat tradisional dalam industri obat tradisional tersebut selalu mel11enulu CPO'lH.

Keywords: empon-empon, herbal medicine, production, management, marketing. PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara penghasil komoditi obat-obatan yang potensial. Aneka ragam jenis tanaman obat telah diproduksi sebagai bahan baku obat modern maupun obat tradisional (jamu). Prospek pengembangan produksi tanaman obat cukup cerah antara lain karena berkembangnya industri obat modern dan .

Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor Hk.00.05.42.2996 Tentang Pengawasan Pemasukan Obat Tradisional, Dalam rangka pengawasan importir, distributor, industri obat tradisional dan atau industri farmasi yang memasukkan obat tradisional wajib melakukan pendokumentasian distribusi obat tradisional. 11

tempat dimana Obat tradisional itu di buat dan di produksi. b. Sales S. a. les dalam proses peredaran obat tradisional ilegal merupakan pihak yang menawarkan obat tradisional kepada penjual obat tradisional, Jadi pengertian Sales Person atau Salesman di sini adalah individu yang menawarkan suatu produk

Herbal Indonesia alau kita bicara pengobatan herbal maka pikiran kita pasti melayang ke obat tradi-sional, jamu gendong, warung yang menye-diakan jamu kemasan untuk obat sakit kepala atau masuk angin. Tidak salah memang sebab herbal memang masuk kategori obat tradisional. 1 Di negara Asia lainnya terutama Cina, Korea dan India untuk penduduk pedesaan, obat herbal masuk dalam pilihan pertama .

untuk Obat herbal ada 3 : Jamu, obat herbal terstandarisasi dan fitofarmaka. Obat tradisional merupakan salah satu warisan nenek moyang atau leluhur yang secara turun temurun dipergunakan dalam proses mencegah, mengurangi, menghilangkan atau menyembuhkan penyakit, luka dan mental pada manusia atau hewan. Sebagai warisan nenek moyang yang dipergunakan secara turun temurun . 3 maka perlu kiranya .

obat dan alat kesehatan c. Pembinaan dan pengawasan industri, sarana produksi dan sarana distribusi sediaan farmasi, obat tradisional, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT), bahan obat, bahan baku alam yang terkaitdengan kesehatan d. Pengawasan pre-market obat, obat tradisional, kosmetika, alat kesehatan, PKRT, dan makanan .

Ratio 104 121 143 165 195 231 273 319 377 473 559 649 731 841 1003 1247 1479 1849 2065 2537 3045 3481 4437 5133 6177 7569 50 Hz 60 Hz 13.9 12.0 10.1 8.79 7.44 6.28 5.31 4.55 3.85 3.07 2.59 2.23 1.98 1.72 1.45 1.16 0.98 0.754 0.702 0.572 0.476 0.417 0.327 0.282 0.235 0.192