BUKU SAKU Bahan Pangan Potensial Untuk Anti Virus Dan Imun .

3y ago
84 Views
4 Downloads
9.12 MB
110 Pages
Last View : 8d ago
Last Download : 5m ago
Upload by : Joao Adcock
Transcription

BUKU SAKUBahan Pangan Potensialuntuk Anti Virus danImun BoosterISBN 978-979-1116-58-9978- 979- 1116- 58- 9BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PASCAPANEN PERTANIANBADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIANKEMENTERIAN PERTANIAN2020

BUKU SAKUBahan Pangan Potensialuntuk Anti Virus danImun BoosterISBN 978-979-1116-58-9978- 979- 1116- 58- 9BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PASCAPANEN PERTANIANBADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIANKEMENTERIAN PERTANIAN2020

BUKU SAKUBahan Pangan Potensialuntuk Anti Virus danImun BoosterBALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGANPASCAPANEN PERTANIANISBN 978-979-1116-58-9CETAKAN PETAMAJUNI 2020BUKU INI DISUSUN BERDASARKAN INFORMASI SAMPAI WAKTUPENERBITAN DAN DAPAT BERUBAH APABILA ADA DATA/INFORMASI TERBARU

KATA PENGANTARPandemi Covid-19 yang dipastikan tidak akan berlalu dalam waktu cepatdan memporakpondakan semua sektor kehidupan, telah mendorong berbagaiupaya untuk bisa bertahan dan hidup sehat dengan memanfaatkan berbagaipotensi yang ada. Indonesia kaya akan berbagai sumber daya alam potensialtermasuk bahan pangan kaya gizi dan komponen bioaktif yang bermanfaat bagikesehatan.Buku saku ini menyajikan berbagai jenis bahan pangan dan produkolahannya yang memiliki kandungan bahan aktif dan manfaat sebagai antivirusdan immune booster, termasuk pembuatan produk dan beberapa teknologipengolahan yang telah dikembangkan Balai Besar Litbang PascapanenPertanian (BB Pascapanen). Cara konsumsi, dosis dan efek samping yangmungkin timbul dari mengonsumsi masing-masing produk juga dipaparkan,dengan harapan masyarakat dapat memperoleh informasi yang lengkap. Bukusaku ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi yang dapatmeningkatkan wawasan pembaca untuk meningkatkan daya tahan tubuhdengan memanfaatkan bahan pangan yang ada di sekitar kita.Selanjutnya, diharapkan saran dan kritik membangun atas segalakekurangan yang terdapat pada buku saku ini untuk perbaikan mendatang.Kepala Balai BesarDr. Prayudi Syamsuri, MSi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen PertanianBahan Pangan Potensialuntuk Antivirus danImun booster01iI

TIM PENYUSUNPengarahPenanggungjawabTim EditorPenyelaras AkhirPenulisTata Letak danDesain Cover: Dr. Prayudi Syamsuri, SP, M.Si.: Lina Marlina, SS, M.Si: Dr. Ir. Christina Winarti, MAProf. Dr. Ir. Sri Widowati, M.App.ScProf. Dr. Setyadjit, M.App.ScDr. Ir. Sri Yuliani, MTDr. Sri Usmiati , S.Pt. M.Si: Dr. Heny Herawati, S.TP, MTSari Intan Kailaku, S.TP, M.SiElmi Kamsiati, S.TP, M.SiMaulida Hayuningtyas, S.TP, M.Si: Peneliti BB Pascapanen: Rizaluddin,A.MdDicetak atas biaya DIPA BB Pascapanen TA. 2020iiBahan Pangan Potensialuntuk Antivirus danImun booster Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR.TIM PENYUSUN .DAFTAR ISI .PENDAHULUAN .iiiiii1HERBAL .JAHE, Sri Yuliani .KUNYIT, Christina Winarti .TEMULAWAK, Niken Harimurti .TEH DAUN GAMBIR, Hernani .SIRIH, Kun Tanti Dewandari .MINYAK KELAPA MURNI, Sari Intan Kailaku .KAKAO, Winda Haliza .SECANG, Kendri Wahyuningsih .MINYAK EUKALIPTUS, Sri Yuliani .3369121417202326PANGAN POKOK .BERAS MERAH DAN BERAS HITAM, Ridwan Rachmat .SORGUM, S Joni Munarso, Ira Mulyawanti .UBI JALAR UNGU, Ira Mulyawanti .HANJELI (JALI), Prima Luna .TEMPE, Sri Widowati .KACANG HIJAU, Heni Herawati .29293235384043PRODUK HORTIKULTURA .BAWANG PUTIH, Kirana Sanggrami S .BAWANG MERAH, Tatang Hidayat .JAMBU BIJI, Setyadjit .MANGGIS, Siti Mariana Widayanti .JERUK, Ermi Sukasih .CABAI DAN PAPRIKA, Dwi Amiarsi .TOMAT, Ermi Sukasih .STROBERI, Sandi Darniadi .LABU KUNING, Sunarmani .DAUN KELOR, Heni Herawati .BROKOLI, Dondy A Setyabudi .WORTEL, Eka Rahayu .46464952555861646770727578PRODUK HEWANI .KEFIR (SUSU FERMENTASI), Sri Usmiati .YOGHURT, Miskiyah .TELUR AYAM, Maulida Hayuningtyas, Christina Winarti .MADU, Elmi Kamsiati.8181848790Daftar Bacaan . 93 Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen PertanianBahan Pangan Potensialuntuk Antivirus danImun booster01iii

PENDAHULUANAncaman virus korona jenis baru (SARS-CoV 2) penyebab CoronavirusDisease (Covid-19) yang sedang mendera dunia sejak pertama kaliterdeteksi di Wuhan, China akhir Desember 2019 lalu masih belummenunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sampai pertengahan Juni 2020penyakit ini telah menjangkiti lebih dari 215 negara dan lebih dari 8,5 juta orangtelah terinfeksi dengan jumlah kematian 460 ribu orang. Indonesia sendirimendeteksi pasien positif pertama pada awal Maret dan dalam 15 minggu lebihdari 40 ribu orang terjangkit dan tersebar di semua propinsi, dengan tingkatkematian berkisar 5,5%.Sejarah mencatat beberapa kejadian luar biasa munculnya ancamanvirus baru yang pada beberapa dekade terakhir menunjukkan tingkat keganasanyang semakin tinggi dan menimbulkan biaya ekonomi signifikan di negaranegara yang terjangkit. Virus penyebab Covid-19 merupakan jenis virusinfluenza yang sangat menular, tidak hanya antar manusia namun juga melalukontak dengan benda-benda yang telah terpapar virus tersebut. Infeksi virus inipada manusia disertai dengan respons pro-inflamasi yang agresif dan kontrolyang tidak memadai terhadap respons anti-inflamasi, suatu kombinasi peristiwayang disebut 'badai sitokin' sehingga tingkat keparahannya menjadi sangatcepat dan mematikan, terutama bagi penderita yang memiliki penyakit penyerta.Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah maupun masyarakat untukmengendalikan penyebaran virus yang semakin masif ini. Cara hidup yanghigienis, jaga jarak, membatasi kerumunan, penggunaan masker, sering cucitangan dan penggunaan desinfektan dianggap merupakan cara yang cukupefektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona.Selain upaya-upaya tersebut, peningkatan daya tahan tubuh agar tidakmudah terserang virus juga tidak kalah penting. Daya tahan tubuh tidak hanyamencegah agar tidak mudah terjangkit, namun juga mempercepatpenyembuhan dan pemulihan dari sakit. Daya tahan tubuh dapat ditingkatkandengan konsumsi makanan yang bergizi dan sumber komponen bioaktif yangmemiliki aktivitas antiviral dan imunomodulator/immune booster. Konsumsimakanan yang kaya vitamin, mineral dan bahan bioaktif bisa berupa makananpokok seperti beras merah/hitam, sorgum, ubi jalar, kacang-kacangan; berbagaisayur dan buah; produk hewani seperti olahan susu, telur dan madu; maupunmakanan dan minuman fungsional asal herbal.Indonesia kaya akan berbagai jenis bahan pangan kaya gizi dan kayabahan bioaktif fungsional. Tanaman rempah dan obat (herbal) seperti jahe,kunyit, dan temulawak sebagai minuman untuk meningkatkan daya tahan tubuh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen PertanianBahan Pangan Potensialuntuk Antivirus danImun booster01

dan mengobati berbagai penyakit. Berbagai penelitian in vitro maupun uji klinisdan pra klinis juga telah banyak dilakukan dan membuktikan bahwa komponenaktif dalam tanaman-tanaman tersebut memiliki manfaat pengobatan. Akantetapi kelemahan obat atau suplemen berbasis herbal adalah sulitnyamendapatkan kadar yang terstandar. Herbal secara alami memiliki jenis dankadar bahan aktif yang bervariasi, yang dipengaruhi oleh banyak faktor, sepertidaerah asal atau tempat tumbuh, umur panen, musim, bagian tanaman, teknikekstraksi, dan lain-lain. Untuk pengembangan herbal tersebut menjadifitofarmaka sebagai antivirus terhadap Covid-19 masih perlu penelitian lebihlanjut dan membutuhkan kolaborasi antara lembaga penelitian, industri farmasidan pemerintah.Sampai saat ini vaksin dan obat untuk pencegahan dan penangananCovid-19 masih dalam tahap penelitian. Berbagai jenis obat kimia yang telahdirekomendasikan dilaporkan belum efektif dan memiliki efek samping yangtidak ringan. Oleh karena itu ada kebutuhan mendesak untuk mempromosikanalternatif yang aman untuk penanganan Covid-19, diantaranya denganmemanfaatkan bahan tanaman berkhasiat antiviral dan immune booster. Bukusaku ini menyajikan berbagai jenis bahan tanaman Indonesia dan produkolahannya yang memiliki kandungan bahan aktif dan manfaat sebagai antivirusdan immune booster, disertai dengan bukti-bukti ilmiah aktivitas fungsionalnya.Cara pembuatan produk dan beberapa teknologi pengolahan yang telahdikembangkan Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen)ikut melengkapi buku ini. Selain itu, anjuran dosis, cara konsumsi dan efeksamping yang mungkin timbul dari mengonsumsi masing-masing produk jugadipaparkan, dengan harapan masyarakat dapat memperoleh informasi yanglengkap.02Bahan Pangan Potensialuntuk Antivirus danImun booster Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

HERBALJAHEJahe (Zingiber officinale )memiliki khasiat dalampencegahan danpengobatan berbagai penyakit.Secara tradisional, jahedimanfaatkan untuk mengobatibatuk, pilek, sakit kepala,gangguan pencernaan, rematik,infeksi saluran kemih danmengatasi rasa mual/muntah.Sejumlah studi telah dilakukanuntuk menggali aktivitas biologisatau khasiat jahe dan komponenaktif yang berkontribusi sertamekanisme kerjanya. Hasil studibaik in-vitro maupun in-vivomenunjukkan, bahwa ekstrakjahe memiliki aktivitas biologis,diantaranya sebagaiantiinflamasi, antioksidan,antimikroba, antikanker,imunomodulator dan antivirus.Khasiat/Manfaat danKomponen bioaktifKomponen yang berkontribusipada aktivitas biologis jahe berasal darisenyawa volatil maupun non-volatil.Komponen volatil merupakan minyakatsiri yang membentuk aroma khas jahe(3-5%) dan didominasi oleh komponenmonoterpen dan seskuiterpen.Komponen monoterpene didominasi olehar-curcumene dan myrcene.Seskuiterpen terdapat dalam jumlahyang besar dengan komponen utamazingiberene dan β-phellandrene. Jahemengandung komponen non-volatileyang menentukan cita rasa pedas khasjahe (pungent), yang didominasi olehgingerol dan shogaol.Khasiat atau aktivitas biologisjahe, seperti antikolesterol, antipembekuan/penggumpalan darah (antithrombotic/anti-platelet), anti-inflammatori(anti-peradangan) serta vaskodilator(pelebar pembuluh darah). Sifat tersebutdimanfaatkan untuk menurunkan tekanandarah dan mengurangi beban kerjajantung. Jahe juga memiliki kemampuan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen PertanianBahan Pangan Potensialuntuk Antivirus danImun booster03

jaheHERBALsebagai antidiabetik, antikanker,analgesik (anti nyeri), antipiretik(penurun panas), antioksidan,antibakteri, anti-radiasi, anti-alergi,imunomodulator dan antivirus.Pengujian aktivitas antivirusjahe, antara lain dalam percobaanpemberian jahe (300 µg/ml) pada selsaluran pernafasan manusia, jahesegar dapat menurunkan infeksihuman respiratory syncytial virus(HRSV) sebesar 70% (pada selbagian atas dan bawah), sedangkanjahe kering hanya dapat menekaninfeksi sebesar 20% (hanya pada selbagian atas). Gingerol merupakankomponen utama yang berperansebagai antivirus. Studi lain yangdilakukan pada sel darah manusiayang berinti bulat (peripheral bloodmononuclear cell/PBMC)menunjukkan, bahwa ekstrak-air jahememiliki kemampuan sebagai antiinflamasi dan anti-virus new castledisease (NDV). Jahe juga membantumembunuh virus flu dan gejalagejalanya seperti demam dan batukpilek. Meningkatkan asupanmakanan dan minuman yang kayaantioksidan seperti ekstrak jahe dapatmemerangi peradangan dan menjagasistem kekebalan tubuh tetap sehat.Pembuatan ProdukProduk jahe terdapat dalamberbagai bentuk di pasaran, mulaidari produk makanan, minuman,bumbu, jamu, suplemen hingga obatobatan. Produk makanan seperti04Bahan Pangan Potensialuntuk Antivirus danImun boosterpikel/ acar, manisan, pasta, irisankering dan serbuk menggunakanrimpang jahe sebagai bagian dariproduk, sedangkan produk lainberupa permen, serbuk instan danminuman siap saji, produksuplemen/obat (kapsul, tablet, tableteffervescent) menggunakan ekstrakyang diformulasikan dengan bahanlain.Proses pengolahan sepertipengeringan dapat mengubahkomposisi bahan aktif jahe yangberujung pada berubahnya cita rasadan khasiat jahe. Cita rasa pedaspada jahe segar berasal senyawagingerol, sedangkan pada jahekering, rasa pedas dikontribusikanoleh senyawa shogaol, yangmerupakan produk degradasi termaldari gingerol. Pada prosespengeringan, pemasakan danpenyimpanan dalam jangka waktupanjang, gingerol dapat terkonversimenjadi shogaol dan zingerone.Bahan aktif pada jahe terdapatdalam bentuk minyak dan oleoresin.Minyak dapat diperoleh melaluiproses penyulingan, sedangkanoleoresin dapat diperoleh melaluiekstraksi menggunakan pelarutseperti etanol, matanol, etil asetat,aseton dll. Ekstraksi juga dapatdilakukan dengan air. Ekstraksidengan pelarut yang berbeda akanmenghasilkan ekstrak dengankaraketristik dan aktivitas biologisyang berbeda. Sebagai contoh,ekstraksi dengan methanol akanmenghasilkan ekstrak yang kaya Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

jaheHERBALakan gingerol, sedangkan ekstraksidengan etil asetat hanya memberikansedikit kandungan gingerol. Hal iniakan memberikan hasil yang berbedapula pada aplikasinya. Ekstrakmethanol dapat menurunkan kadargula darah, sedangkan ekstrak etilasetat lebih berperan dalammenurunkan kadar lemak dalamdarah dan berat badan.Oleoresin diperolehmelalui ekstraksi menggunakan pelarutNamun beberapa studi lainnyamelaporkan adanya gangguanperkembangan janin serta ketidakseimbangan rasio hormone estrogentestosteron pada janin. Pengujianpemberian produk teh jahe (15 – 50g/l) pada tikus bunting selama 15 harimenunjukkan adanya peningkatanpeluang kematian dini pada janin,namun janin yang selamat ditemukanmemiliki bobot yang lebih tinggidaripada janin kontrol yang tidakdiberi asupan teh jahe.Studi klinis asupan jahe pada dosis400 mg sebanyak 3 kali per hariselama 14 hari berturut-turutmenunjukkan adanya efek sampingminor berupa diare pada seorangpeserta uji pada hari keduapemberian. Asupan jahe lebih dari 6 gdapat menyebabkan iritasi padalambung. Selain itu, reaksi alergi jugadapat terjadi apabila menghirupserbuk jahe.Dosis dan Efek SampingJahe tergolong herbal yangaman untuk dikonsumsi. Hanyasedikit kasus efek samping yangdilaporkan akibat konsumsi jahesebagai suplemen. Walaupun jahememiliki khasiat sebagaiantimual/muntah, namunpenggunaannya untuk ibu hamilmasih menyimpan kekhawatiran.Hasil penelitian menunjukkan bahwapemberian ekstrak jahe kepada tikusbunting pada dosis 1000 mg/kgselama 15 hari tidak memperlihatkanadanya bahaya.blog.tribunjualbeli.com- Sri Yuliani - Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen PertanianBahan Pangan Potensialuntuk Antivirus danImun booster05

HERBALKUNYITKunyit (Curcumadomestica Val)merupakan tanamanobat dengan kandungan bahanaktif utama kurkumin sebesar 35%. Kunyit termasuk dalam 10jenis tanaman obat yang palingbanyak digunakan olehpengobat tradisional dariberbagai suku di Indonesia.Dalam penggunaannya kunyitbisa digunakan secara tunggalatau biasanya dicampurkandengan berbagai ramuan obattradisional atau jamu, minumankesehatan, bumbu dapur danformula kecantikan.Komponen Aktif danManfaatSenyawa utama rimpangkunyit adalah kurkuminoid, suatugolongan flavonoid yang memiliki3 senyawa turunan yaitukurkumin, bisdesmetoksikurkumin dan desmetoksikurkumin.06Bahan Pangan Potensialuntuk Antivirus danImun boosterKunyit sudah banyak diteliti baik secarain vitro maupun in vivo pada tahap praklinis serta riset klinis dan terbuktimemiliki banyak manfaat terhadapkesehatan. Tidak kurang dari 3000 uji praklinis telah dilakukan terhadap kurkumin.Manfaat kunyit secara umum bagikesehatan antara lain sebagaiantioksidan, antiinflamasi, antitumor,antimikroba, pencegah kanker,menurunkan kadar lemak darah dankolesterol, serta sebagai pembersihdarah.Hasil uji klinis kurkumin dapatmeningkatkan sistem imunitas tubuhyaitu berperan sebagai imunomodulator.Kurkumin bersama beberapa bahan aktifsudah diteliti berpotensi sebagaikandidat antivirus SARS-CoV-2.Kurkumin mampu berikatan denganreseptor protein SARS-CoV 2, melaluiikatan dengan domain protease (6Lu7)dan spike glikoprotein. Ikatan iniberpotensi untuk menghambat aktivitasCovid-19. Hasil penelitian lain di Indiajuga menyimpulkan bahwa kurkumin dankatekin keduanya memiliki ikatan/afinitas Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

kunyitHERBALyang kuat dengan S-protein danACE2. ACE2 merupakanreseptor/pintu masuk virus. Hal itumenunjukkan bahwa kurkumin dapatmemblokir reseptor sel inang untukmasuknya virus sehingga infeksi virusdapat dicegah. Selain itu keduapolifenol tersebut (kurkumin dankatekin) merupakan imuno stimulanyang kuat.Kurkumin diketahuimenghambat pelepasan senyawatubuh penyebab peradangan atausitokin proinflamasi sepertiinterleukin-1, interleukin-6 dan tumornecrosis factor-α. Pelepasan sitokindalam jumlah banyak (badai sitokin)dapat menumpuk pada organ paruparu kemudian menimbulkan sesak.Dengan terhambatnya pengeluaransitokin, maka tidak akan terjadi badaisitokin. Mekanisme ini menjelaskanperan kurkumin dalam mencegahterjadinya badai sitokin pada infeksivirus. Kurkumin juga memiliki efekmenghambat proses pertumbuhanvirus, baik secara langsung dengancara merusak fisik virus maupunmelalui penekanan jalur pensinyalanseluler yang penting dalam prosesreplikasi virus.minuman sehat berbahan bakukunyit. Kunyit asam bisa dibuatdengan mencampurkan rimpangsegar kunyit yang dihalusk

Buku saku ini menyajikan berbagai jenis bahan pangan dan produk olahannya yang memiliki kandungan bahan aktif dan manfaat sebagai antivirus dan immune booster, termasuk pembuatan produk dan beberapa teknologi pengolahan yang telah dikembangkan Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen). Cara konsumsi, dosis dan efek samping yang mungkin timbul dari mengonsumsi masing-masing .

Related Documents:

Media yang digunakan untuk menyampaikan informasi adalah buku saku. Menurut Rumelan (2014), buku saku adalah buku dengan ukuran kecil, ringan, dan bisa disimpan disaku. Informasi dalam buku saku dapat dimanfaatkan oleh masyarakat agar bijak dalam memilih bahan-bahan alami dalam perawatan kulit. 1.2 Rumusan Masalah . Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat diambil rumusan masalah .

ketahanan pangan di dalam negeri.1 Konsep Ketahanan Pangan Konsep ketahanan pangan yang dianut Indonesia dapat dilihat dari Undang-Undang (UU) No.7 Tahun 1996 tentang pangan, Pasal 1 Ayat 17 yang menyebutkan bahwa "Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan rumah tangga (RT) yang tercermin dari

Buku Ajar Teknologi Bahan Alam ini disusun sebagai bahan pengajaran . bahan bantu bagi mahasiswa Farmasi dan Kimia untuk memahami tentang kimia bahan alam, teknologi sediaan bahan alam, dan farmakognosi. . , dilanjutkan dengan teknik seleksi dan penyiapan bahan, teknik ekstraksi, te

permintaan terhadap pangan sehingga menurunkan ketahanan pangan 3. Pola konsumsi pangan masyarakat masih belum beragam dan mengkonsumsi beras berlebih, Konsumsi pangan hewani masyarakat pada umumnya masih di bawah anjuran. 4. Kebijakan pengembangan pangan yang terfokus pada beras telah mengurangi

Kebijakan ketahanan pangan tidak hanya untuk menciptakan kecukupan pangan dalam hal pembangunan ekonomi, tetapi juga kecukupan pangan bagi masyarakat miskin. Dalam rangka menciptakan cadangan pangan masyarakat, Lumbung Desa penting untuk ditingkatkan. Kata Kunci: ketahanan pangan, pedesa

Ketahanan pangan merupakan hal yang penting dan strategis. Pengalaman di banyak negara menunjukkan bahwa tidak ada satu negarapun yang dapat melaksanakan pembangunan dengan baik sebelum mampu mewujudkan ketahanan pangan terlebih dahulu. Menurut UU No 7/1996 tentang Pangan, pangan mer

KETAHANAN PANGAN DI NTT 1. Pengembangan cadanga n pangan masyarakat (LUM PGN) 2. Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP) 3. Pengembangan Desa Mandiri Pangan (DMP) 4. Penanganan Daerah Rawan Pangan 5. Penanganan Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan 6. Percepatan Diversifikasi Pangan 7. Pengemban

Agile methods in SWEP Scrum (mainly) XP Head First Software Development Process The Scrum process follows the agile manifesto is intended for groups of 7 consists of simple rules and is thus easy to learn 15.04.2012 Andreas Schroeder 9