BUKU AJAR RISET KEPERAWATAN - Unigres

1y ago
46 Views
1 Downloads
768.35 KB
38 Pages
Last View : 5d ago
Last Download : 7m ago
Upload by : Samir Mcswain
Transcription

BUKU AJARRISET KEPERAWATANOLEH :Siti Nur Qomariah, S.Kep.,Ners,M.KepNIDN. 0718108403PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATANFAKULTAS ILMU KESEHATANUNIVERSITAS GRESIK2016

KATA PENGANTARAssalamu’alaikum Wr. Wb.Alhamdulillah, Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT sertasholawat dan salam tak lupa saya haturkan pada Nabi Muhammad SAW besertakeluarganya atas terselesaikannya buku ajar “Riset Keperawatan” ini dengan baik.Serta doa dan kasih sayang selalu tercurah untuk almarhum kedua orang tua,suami dan anak-anakku Kaisah dan Farza. Semoga Alloh SWT senantiasamerohmati kita semuaAdapun isi buku ajar ini meliputi: Pengantar Riset Keperawatan, VariabelPenelitian dan Definsi Operasinal, Populasi sampel dan sampling serta AnalisisRiset Kuantitatif, yang merupakan beberapa materi kuliah Riset Keperawatan.Pembuatan bahan ajar ini sebagai salah satu bahan atau acuan belajar bagimahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu KeperawatanUniversitas Gresik yang telah memasuki semester VII dan persiapanproposal/skripsi.Besar harapan saya agar buku ajar ini berguna bagi mahasiswa dan sayamenyadari buku ajar ini masih ada kekurangan. Saran dan pendapat sangat sayaharapkan demi penyempurnaan buku ajar ini di masa yang akan datang.Wassalamu’alaikum Wr. Wb.Gresik, 22 September 2016PenulisSiti Nur Qomariah, S.Kep.,Ns.,M.Kepii

DAFTAR ISIHalaman Judul.iKata Pengantar.iiDaftar Isi.iiiDaftar Gambar.ivDaftar Tabel.vBAB 1 PENDAHULUAN.1BAB 2 KONSEP DASAR.32.1Pengantar Riset Keperawatan.32.1.1 Trends Isu dan Perkembangan Ilmu Pengetahuan.32.1.2 Langkah Mendapat Peluang Riset.42.1.3 Langkah Pokok Penelitian Ilmiah.52.1.4 Jenis-jenis Riset.62.1.5 Perumusan Topik Penelitian.72.1.6 Literature Review/Pencarian Jurnal Riset.72.2Variabel dan Definisi Operasional.102.2.1 Variabel.102.2.2 Definisi Operasional.132.3Populasi, Sampel, Besar Sampel dan Teknik Sampling.16BAB 3 ANALISIS STATISTIK RISET KUANTITATIF.25BAB 4 KESIMPULAN.32DAFTAR PUSTAKA.33iii

DAFTAR GAMBARGambar 2.1 Alur Pikir Ilmiah.5Gambar 3.1 Posisi Statistika dalam Riset.27iv

DAFTAR TABELTabel 2.1 Contoh Tabel Definisi Operasional.14Tabel 3.1 Pemilihan Uji Statistik Univariat dan Bivariat.30Tabel 3.2 Pemilihan Uji Statistik Multivariat.30Tabel 3.3 Pemilihan Uji Statistik Multivariat Lanjutan.31v

BAB 1PENDAHULUAN1.1Latar BelakangTri dharma perguruan tinggi merupakan tugas pokok dan fungsi yangharus dilaksanakan oleh setiap perguruan tinggi. Riset merupakan salah satu tridharma perguruan tinggi. Ilmu (science) dan penelitian (research) tidak dapatdipisahkan. Ilmu tidak akan berkembang tanpa penelitian, sebaliknya penelitiantidak akan ada bila tidak berada di dalam kerangka ilmu tertentu. Secara umumdapat dikatakan bahwa ilmu merupakan landasan filosofi, dan kmembangunsertamengembangkan ilmu pengetahuan.Perguruan tinggi mencetak para lulusan sekaligus cendekia/ ilmuwan yangbergerak di bidang masing-masing salah satunya bidang kesehatan. Setiap akhirperkuliahan akademik, mahasiswa S1 diwajibkan membuat riset yang dikenaldengan skripsi sebagai syarat mendapat gelar Sarjana. Setiap mahasiswa yangakan menyusun skripsi mengalami kesulitan untuk memulai dan menyelesaikantugas tersebut.Riset menunjukkan kemampuan penalaran mahasiswa, dengan berbekalpengetahuan yang didapat dari perkuliahan dan informasi lain yang disusun secarasistematik dan berkesinambungan menggunakan kaidah metodologi penelitiandalam mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan kesehatan, memecahkanmasalah kesehatan melalui pendekatan teori dan konsep penelitian serta1

menyimpulkan hasil penelitian. Riset dapat dihasilkan dari penelitian lapangandan atau studi kepustakaan yang mendalam.Riset yang dihasilkan oleh calon tenaga kesehatan Sarjana Keperawatanberisi sumbangsih pikiran bagi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan TeknologiKesehatan yang diharapkan dapat mengembangkan batang tubuh ilmupengetahuan (body of knowledge) ilmu kesehatan/ keperawatan. Hasil risettersebut jika diimplementasikan dengan baik dan benar serta penuh tanggungjawab dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di masyarakat.2

BAB 2KONSEP DASAR2.1Pengantar Riset Keperawatan2.1.1Trends Isu dan Perkembangan Ilmu PengetahuanIlmu pengetahuan selalu berkembang oleh karena manusia dianugerahiakal oleh Tuhan dan mempunyai sifat selalu ingin tahu. Manusia selalu berpikirdan selalu ingin dicoba mengaitkan antara fakta atau fenomena dengan teori yangdiketahuinya. Makin banyak teori yang dimiliki manusia dengan banyaknyamembaca, dan makin banyak fakta yang diperolehnya, akan makin tinggi pulapengetahuannya, dan makin besar pula rasa ingin tahunya. Setiap fakta baru yangdiperoleh akan mempertinggi tingkat teori yang dibuatnya, dengan demikian makailmu pengetahuan akan senantiasa berkembang tidak ada hentinya.Meski perkembangan ilmu-ilmu yang dilandasi oleh penelitian empiristelah menunjukkan tingkat yang lebih tinggi, sering dengan metode dan teknikyang canggih pula, namun pada hakekatnya perkembangan ilmu mengikuti polayang sama. Para peneliti melihat kesenjangan antara teori yang berdimensi umumdan fenomena alamiah yang bersifat khusus disebut metode enelitian,kemudiandirumuskan dalam hipotesis. Peneliti kemudian membuat desain penelitian, dandengan metode yang sesuai dilakukan pengumpulan data. Data yang diperolehyang bersifat khusus diolah atau dianalisis, kemudian dilakukan inferensi sebagaipernyataan umum disebut metode induktif sehingga menjadi teori baru. Dariteori ini peneliti memperoleh masalah penelitian baru, kembali pada metode3

deduksi. Dengan demikian, jelaslah bahwa perkembangan ilmu-ilmu merupakanakumulasi dari siklus metode berpikir deduktif dan induktif yang berjalan terusmenerus, berkesinambungan.Permasalahan riset keperawatan saat ini antara lain: 1) perawat tidakmelaksanakan riset karena peran sebagai peneliti, keahlian mereka dalam menelitimasih sangat terbatas; 2) lokasi tempat bekerja belum mendapat akses informasidan kesempatan riset yang tepat; 3) waktu pelaksanaan riset yang terbatas, karenaperawat hanya melakukan rutinitas kegiatan merawat pasien saja; 4) perawatmasih kesulitan dalam menentukan topik riset sesuai keahlian.2.1.2Langkah Mendapat Peluang RisetLangkah strategis dalam mendapatkan peluang riset yakni identifikasimasalah mulai dari sekarang. Masalah penelitian merupakan kesenjangan antarafakta dan harapan. Harapan didasarkan atas: perkembangan teori, kebijakan yangditetapkan, nilai dan norma yang berlaku, serta tujuan dari tindakan. Masalahtersebut harus dapat dijelaskan dan dipertanggungjawabkan secara koherensi(teori) dengan korespondensi (fakta/ fenomena yang ditemukan). Sesungguhnya,masalah penelitian, tidak akan ada habis. Masalah selalu ada, sejalan dengankebutuhan serta tuntutan masyarakat yang selalu berkembang.Manusia selalu mempunyai rasa ingin tahu, apabila kesenjanganmerupakan masalah penelitian, maka masalah tersebut dapat dipecahkan dengancara non ilmiah dan ilmiah. Kita sebagai seorang peneliti akademisi, penelitianilmiah merupakan cara terbaik dalam menyelesaikan masalah. Non ilmiah dapatdilakukan dengan cara: trial and error, spekulasi, intuisi, wahyu, dan autoritasatau tradisi.4

2.1.3Langkah Pokok Penelitian IlmiahPeneliti harus mempersiapkan strategi yang baik dalam melakukan suatupenelitian ilmiah, meliputi ilmu/ keahlian maupun dari sarana penelitian, sehinggadengan metodologi yang benar akhirnya peneliti dapat memperoleh fakta-faktabaru yang dapat dipercaya kebenarannya.Metode ilmiah merupakan suatu prosedur untuk mendapatkan suatu ilmu.Syarat suatu ilmu pengetahuan harus rasional dan teruji. Jadi dalammenyelesaikan masalah ilmiah, tidak boleh diselesaikan secara emosi tetapi olehlogika yang disusun secara sistematis dalam penelitian disebut sebagai metodepenelitian. Sehingga suatu penelitian merupakan suatu proses/ rangkaian langkahlangkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis, untuk mendapatkanpemecahan masalah atau jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitiantertenu, dan langkah-langkah yang dilakukan harus serasi dan mendukung satusama lain, serta mempunyai bobot yang memadai dan memberikan kesimpulankesimpulan yang tidak meragukan seperti yang diuraikan pada gambar 2.1.Gambar 2.1Alur Pikir Ilmiah (Wahidiyat, dkk, 2010).5

2.1.4Jenis-jenis RisetBerdasarkan bidang ilmu, penelitian dapat meliputi segala macam ilmupengetahuan yang ada, antara lain: penelitian kesehatan/ keperawatan, penelitianhukum, penelitian ekonomi, penelitian teknik, dan penelitian keilmuan lain.Berdasarkan tempatnya, penelitian dapat dilakukan di laboratorium, diperpustakaan melalui studi pustaka, ataupun penelitian di lapangan, dan lainsebagainya.Berdasarkan penerapannya, penelitian terbagi menjadi penelitian dasar(basic research) dan penelitian terapan (applied research). Penelitian dasarmerupakan pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian dan keingintahuanterhadap hasil suatu aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan,mengembangkan, dan menguji suatu ilmu. Sedangkan penelitian terapan bertujuanuntuk memecahkan masalah praktis tertentu. Penelitian ini merupakan aplikasibaru dari penelitian yang sudah ada.Berdasarkan pada ada atau tidaknya analisis statistika, penelitian dalambidang ilmu kesehatan dapat dibagi menjadi 2 golongan besar, yakni penelitianbersifat deskriptif dan analitik. Penelitian deskriptif, peneliti melakukan eksplorasifenomena yang ada tanpa mencari hubungan antar variabel pada fenomenatersebut. Dengan kata lain penelitian deskriptif, identik dengan penelitiankualitatif. Penelitian yang ada hanya menjelaskan fenomena, menemukan/menganalisis berdasarkan tema-tema yang ditemukan. Sedangkan penelitiaanalitik, di samping melakukan identifikasi serta pengukuran variabel, penelitijuga mencari hubungan antar variabel untuk menerangkan kejadian ataupunfenomena yang diamati. Dalam penelitian analitik ini peneliti dapat hanya6

mengukur fenomena saja tanpa melakukan intervensi terhadap variabel (yaknibersifat analitik observasional), tetapi peneliti dapat pula melakukan intervensiterhadap variabel bebas dan menilai efek intervensi atau manipulasi terhadapvariabel tergantung (penelitian eksperimental).2.1.5Perumusan Topik PenelitianPeneliti seringkali menemui kesulitan dalam menentukan topik penelitian.Yang harus diperhatikan saat melihat fenomena permasalahan yang ada seorangpeneliti harus senang dan menguasi bidang ilmu penelitiannya, misal bedah,keperawatanmaternitas, keperawatan anak, keperawatan jiwa dan komunitas, serta manajemenkeperawatan. Syarat dalam menentukan topik penelitian menurut Nursalam(2011) dikenal dengan singkatan FINER (Feasible- Interesting- Novelty- EthicalRelevant). Feasible adalah tersedia subyek penelitian, dana, waktu, alat, dankeahlian. Interesting maka masalah penelitian memang menarik dan penting untukditeliti. Novelty mengandung makna: 1) membantah atau mengkonfirmasipenemuan terdahulu; 2) melengkapi, mengembangkan hasil penelitian terdahulu;3) menemukan sesuatu yang baru. Ethical berarti bahwa tidak bertentangandengan etika, khususnya etika kesehatan/ keperawatan. Relevant berarti bahwahasil penelitian bermanfaat bagi perkembangan IPTEK kesehatan/ keperawatan,serta bermanfaat bagi peningkatan askep dan kebijakan kesehatan dan penelitianselanjutnya.2.1.6Literature Review/ Pencarian Jurnal Hasil PenelitianSaat ini diperkirakan laporan hasil penelitian tidak kurang dari 2 jutapertahun, yang dimuat dalam puluhan ribu jurnal ilmiah terutama dalam bidang7

kesehatan di seluruh dunia dalam berbagai bahasa. Harus diakui bahwa jumlahpenelitian yang berkualitas tinggi lebih banyak dilakukan di negara-negara majudaripada negara yang sedang berkembang. Tujuan akhir penelitian kesehatanadalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, maka keadaan tersebutmemperbesar kesenjangan mutu pelayanan kesehatan antara negara maju dannegara sedang berkembang. Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitiandi negara sedang berkembang dengan cara melakukan kerjasama dengan ilmuwannegara maju.Kemajuan teknologi informasi yang amat pesat dalam waktu 3 dasawarsaini, maka hasil penelitian yang dilakukan dapat segera disebarluaskan, antara lainmelalui media internet. Idealnya ilmu pengetahuan yang baru tersebut dapatsegera diterapkan dalam tata laksana pasien. Namun sekian banyaknya informasihasil penelitian tersebut tidak mungkin semuanya dibaca dan dapat mengikutiperkembangan ilmu pengetahuan tersebut. Agar peneliti dapat memanfaatkanhasil penelitian yang relevan dengan bidang penelitiannya, maka dia harusmencari sumber ilmiah terkait penelitian dan bidang tugas profesinya. Sumberilmiah terbaru tersebut makin lama makin mudah diperoleh, antara lain denganinternet. Meskipun demikian sumber ilmiah tersebut harus dinilai apakah sahih,penting, dan dapat diterapkan pada pasien. Dengan melaksanakan hal tersebut,tenaga kesehatan/ perawat dapat melaksanakan perilaku belajar mandiri seumurhidup. Pendekatan ini disebut dengan evidence-based nursing (EBN), paradigmabaru yang menjembatani penelitian dengan hasil penelitiannya, dan petugaspelayanan kesehatan sebagai pengguna hasil penelitian.8

EBN merupakan integrasi dari research evidence dengan clinical expertisedan patient preference serta resources untuk membuat keputusan dalamperawatan pasien. Research evidence berhubungan erat dengan level of evidence.Level of evidence merefleksikan metodologi penelitian terkait. Penelitian denganbukti level I mempertimbangkan metodologi paling tepat dan teliti serta sangatsedikit bias dalam penelitian. Sedangkan penelitian dengan bukti level IVmempertimbangkan penelitian dengan sedikit ketelitian dan sangat banyak biasdalam penelitian (Monash institute, 2006).Pencarian jurnal penelitian terkait dapat pula dilakukan sesuai dengantahapan EBN antara lain: 1) melakukan refleksi dan membuat pertanyaan. Halhal yang harus dipertimbangkan antara lain: hal apa yang menarik perhatian kita,apa yang penting bagi pasien, apa yang menjadi masalah/ isu bagi kolega, apayang dirubah, apakah hasil penelitian tersebut dapat merubah praktek dengantepat. 2) Merumuskan masalah/ topik yang bisa dijawab. Memecah pertanyaanpenelitian menjadi PICO/PICOT/ PECOT framework yaitu: Partisipan dansetting, Intervensi/ Exposure, Control, Outcome, Time. PICOT dapat jugadigunakan sebagai kata kunci saat mencari jurnal/ hasil penelitian sebagai literaturpenelitian yang akan dilakukan. Contoh dari PICOT sebagai berikut: Apakahcream anestesi topikal yang diberikan 1 jam sebelum injeksi IM lebih efektifdibandingkan plasebo untuk mengurangi nyeri pada anak usia sekolah ketikadiberikan imunisasi. 3) mencari evidence/ bukti hasil penelitian, dapat dilakukandengan cara memasukkan kata kunci yang telah dibuat kedalam mesin pencariseperti: yahoo, google, mozilla, dll ataupun web yang mengumpulkan hasilpenelitian seperti: Google scholar, EBSCOHOST, Proquest, NHS, dan lain9

sebagainya. Peneliti harus terampil dalam mencari informasi yang relevan danberguna dalam penelitian. Setelah mendapat penelitian terkait, maka tahap 4)melakukan critical appraisal/ literature review yaitu memberi justifikasi/ penilaianterhadap kualitas penelitian meliputi 3 pertanyaan: valid, reliable, applicable.Pencarian jurnal/ literatur terkait penelitian dapat membantu peneliti menentukantingkat orisinalitas penelitian kita, dapat menjawab apa perbedaan penelitiansebelumnya dengan penelitian kita sekarang, sehingga penelitian kita dapatterhindar dari plagiasi.2.2Variabel dan Definisi Operasional2.2.1VariabelVariabel adalah karakteristik yang dimiliki oleh subyek (orang, benda,situasi) yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok tersebut. Semuavariabel yang diteliti harus diidentifikasi, mana yang termasuk variabel bebas(independent variable), variabel tergantung (dependent variable), dan variabelpengontrol serta variabel perancu. Untuk itu dirancang bangun penelitian ataudiagram kerangka konsep sangat membantu dalam identifikasi variabel.Identifikasi variabel merupakan hal yang sangat penting yang menyangkut seluruhbagian penelitian, terutama dalam manajemen dan analisis data.Jenis variabel diklasifikasikan menjadi bermacam-macam tipe untukmenjelaskan penggunaanya dalam penelitian. Beberapa variabel dimanipulasi,yang lainnya sebagai kontrol. Beberapa variabel diidentifikasi tetapi tidak diukurdan lainnya diukur sebagian. Menurut Nursalam (2011) macam-macam tipe10

variabel meliputi: 1) independen, 2) dependen, 3) moderator/ intervening, 4)perancu/ confounding, 5) kendali/ kontrol, dan 6) random.1)Variabel independen (bebas)Variabel yang nilainya menentukan variabel lain. Suatu kegiatan stimulusyang dimanipulasi oleh peneliti menciptakan suatu dampak pada variabeldependen. Variabel bebas biasanya dimanipulasi, diamati, dan diukur untukdiketahui hubungannya atau pengaruhnya terhadap variabel lain. Dalamilmu keperawatan, variabel bebas biasanya merupakan stimulus atauintervensi keperawatan yang diberikan kepada klien untuk mempengaruhitingkah laku klien.2)Variabel dependen (bebas)Variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel lain. Variabel respons akanmuncul sebagai akibat dari manipulasi variabel-variabel lain. Dengan katalain, variabel terikat adalah faktor yang diamati dan diukur untukmenentukan ada tidaknya hubungan atau pengaruh dari variabel bebas.3)Variabel moderator (intervening)Variabel yang dapat berperan sebagai variabel bebas dan terikat. Variabelmoderator (seringkali disebut sebagai variabel bebas kedua) adalah variabelyang diangkat untuk menentukan apakah ia mempengaruhi hubungan antaravariabel bebas dan variabel terikat. Dengan kata lain, variabel moderatoradalah faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih peneliti untukmengungkapkan apakah faktor tersebut mengubah hubungan antara variabelbebas dan terikat. Jika peneliti ingin mempelajari pengaruh variabel bebas Xterhadap variabel terikat Y tetapi ragu-ragu apakah hubungan antara X dan11

Y tersebut berubah karena variabel Z, maka Z dapat dianalisis sebagaivariabel moderator (bebas atau terikat).Contoh: Variabel A (modera

BUKU AJAR RISET KEPERAWATAN OLEH : Siti Nur Qomariah, S.Kep.,Ners,M.Kep NIDN. 0718108403 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS GRESIK 2016 . ii KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah, Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT serta sholawat dan salam tak lupa saya haturkan pada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya atas terselesaikannya buku .

Related Documents:

vi Buku Ajar Keperawatan Kesehatan JiwaTeori dan Aplikasi Praktik Klinik buku ini diharapkan dapat menjadi dasar mahasiswa memasuki dunia keperawatan dan menjadi seorang perawat professional dalam memberikan pelayanan keperawatan jiwa pada klien dan keluarga dalam berbagai kondisi, baik ditatanan rumah sakit maupun komunitas. Buku ajar ini disusun dengan mengacu pada kurikulum pendidikan .

asuhan keperawatan Anak. Buku panduan ini diharapkan dapat memberikan arahan bagi mahasiswa dalam pencapaian kompetensi demi menyelesaikan mata ajar keperawatan Anak. Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada seluruh tim keperawatan Anak Akademi Keperawatan HKBP Balige yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan buku panduan praktik belajar lapangan ini. Kami menyadari buku panduan ini .

diberikan kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan buku ajar” Konsep Keperawatan Keluaraga”. Buku ini ditulis untuk membantu memenuhi kebutuhan perkembangan trend dan isu ilmu keperawatan khususnya Keperawatan Keluarga sesuai dengan kurikulum tahun 2019 dan juga membantu mahasiswa keperawatan memahami konsep tentang keperawatan sebagai landasan dalam pengembangan profesi keperawatan .

Secara umum riset kuantitatif mempunyai ciri-ciri: Hubungan riset dengan subjek jauh Riset bertujuan untuk menguji teori atau hipotesis, mendukung atau menolak teori 7 Riset harus dapat digeneralisasikan Prosedur riset rasional-empiris 2. Riset Kualitatif

keperawatan,Kode etik keperawatan,Issue etik,Masalah etik,Dilema etik dalam keperawatan, Bioetik keperawatan,Hak dan kewajiban perawat dan pasien,Aspek legal dalam praktik keperawatan, danKeputusan etik. Cakupan mata kuliah ini membahas tentang etika keperawatan Untuk dapat mengaplikasikan mata kuliah tersebut diperlukan berbagai

Asuhan Keperawatan pada Kehamilan iii KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kami diberikan kesehatan dan kesempatan untuk dapat menyelesaikan Buku Ajar Keperawatan Maternitas 2 ini dengan baik. Buku ajar ini merupakan suplemen pembelajaran dalam mata

Analisis Buku Ajar Biologi SMA Kelas X Di Kota Bandung Berdasarrkan Literasi Sains, 1–13. Adisendjaja, Y. H., & Romlah, O. (2007). Analisis Buku Ajar Sains Berdasarkan Literasi Ilmiah Sebagai Dasar Untuk Memilih Buku Ajar Sains ( Biologi ) Literasi Ilmiah Sebagai Dasar Untuk Memilih Buku Ajar Sains (Biologi). FPMIPA-UPI, 1–8.

Mampu memberikan asuhan keperawatan pada area spesialisasi (keperawatan m edikal bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, atau keperawatan komunitas . pada pasien Stroke 3. P enyuluhan dan konseling pada pasein hipertensi 4. Penanga

Universitas Gunadarma RISET AKUNTANSI Materi 3 METODE dan desain riset Dr. Kartika Sari Materi 3 - 2 KartikaS - UG Satuan Acara Perkuliahan 1. Riset Ilmiah 2. Metode dan Desain Riset 3. Topologi Data 4. Teknik Sampling 5. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data 6. Alat-Alat Analisis Akuntansi 7. Alat Analisis S

Buku Panduan Kegiatan Mahasiswa IKD II ini dibuat berdasarkan kompetensi dari Ilmu Keperawatan Dasar II yang meliputi konsep spiritual, holistic care, pendidikan dalam keperawatan, trend issue dalam keperawatan, transcultural nursing, komunikasi dalam keperawatan, tehnik kolaborasi dalam keperawatan.

Penyusunan buku panduan pratek klinik Keperawatan Gerontik ini melibatkan secara aktif staf pendidik, terutama dosen yang membidangi mata ajar ini ,serta evaluasi dan saran dari mahasiswa. Kepada pihak-pihak yang membantu penyusunan buku kerja, kami mengucapkan terima kasih. Semoga buku ini dapat bermanfaat dan menjadi pandua n dalam melaksanakan praktek klinik keperawatan gerontik. Akhirnya .

buku ajar dalam pembelajaran Akidah Akhlak yaitu buku ajar siswa Akidah Akhlak untuk SMA/MA kelas X. Buku ajar yang telah diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2014 tentunya masih banyak

Buku Kebijakan SPMI Dokumen/ Buku Manual SPMI Dokumen/ Buku Standar SPMI en SPMI Dokumen/ Buku Formulir SPMI Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Alternatif 1 Menjilid Dokumen/Buku SPMI Misalnya terdapat 50 Standar dalam SPMI suatu perguruan tinggi Buku I KEBIJAKAN SPMI Buku III STANDAR SPMI Buku IV FORMULIR SPMI

Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa/Ah. Yusuf, Rizky Fitryasari PK, Hanik Endang Nihayati —Jakarta: Salemba Medika, 2015 1 jil., 366 hlm., 17 24 cm ISBN 978-xxx-xxx-xx-x 1. Keperawatan 2. Kesehatan Jiwa I. Judul II. Ah. Yusuf Rizky Fitryasari PK Hanik Endang Nihayati UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA 1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau .

penyempurnaan buku ajar ini. 6. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan banyak bantuan kepada tim penulis sehingga buku ini dapat terwujud. Tim penulis berharap semoga buku ajar ini dapat menjadi salah satu buku yang dapat membentuk karakter generasi penerus bangsa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

KARYA TULIS ILMIAH ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA OSTEOPOROSIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI UPTD GRIYA WERDHA JAMBANGAN SURABAYA Untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya Keperawatan Pada Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya Disusun Oleh : DESSY ARMADANI 20150660010 PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN .

keperawatan sesuai NANDA NIC-NOC sebagian besar rencana tindakan keperawatan dapat dilaksanakan pada implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan terhadap diagnosa keperawatan yang ditemukan dapat teratasi. Diharapkan bagi perawat ruangan agar dapat lebih giat lagi dalam melakukan implementasi dan pendokumentasian untuk lebih meningkatkan .

manajemen keperawatan. Penulis menyadari bahwa Buku Materi Pembelajaran Manajemen Keperawatan belum sempurna, oleh karena itu penulis mohon masukkan dan saran yang positif demi perbaikan Buku Materi Pembelajaran Manajemen Keperawatan ini dimasa mendatang, semoga buku materi ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa.

buku panduan praktikum asuhan keperawatan keluarga penyusun: firdawsyi nuzula, s.kp.,m.kes akademi kesehatan rustida prodi d iii keperawatan semester iv tahun 2017 krikilan glenmore banyuwangi . ii buku panduan praktikum asuhan keperawatan keluarga tim fasilitator: firdawsyi nuzula, s.kp.,m.kes maulida nurfazriah, s.kep.,ns.,m.kes sayektiningsih, sst.,mm akademi kesehatan rustida prodi d iii .

A Pre-Revolution Time Line Directions: Using the list in the box, fill in the events and laws that led up to the American Revolution. Write the event or law below each year. You may need to do some online research to complete this exercise. Boston Tea Party, Stamp Act Congress, Intolerable Acts, The French and Indian