MODUL I - Universitas Kristen Indonesia

3y ago
76 Views
4 Downloads
1.13 MB
129 Pages
Last View : 4d ago
Last Download : 5m ago
Upload by : Mika Lloyd
Transcription

MODUL IPERKULIAHAAN KEPERAWATAN KELUARGAKONSEP KEPERAWATAN KELUARGAOLEH:I Made Mertajaya S.ST,. M.KesNs. Erita Sitorus M.KepNs. Hasian Leniwita M.KepAdventus M.R.L Batu M.KesNs. Yanti Anggraini M.KepFAKUTAS VOKASI PRODI D III KEPERAWATAN UKIAGUSTUS 2019JAKARTA

Kata PengantarPuji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas berkat dan karuniaNya yang telahdiberikan kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan buku ajar” Konsep KeperawatanKeluaraga”. Buku ini ditulis untuk membantu memenuhi kebutuhan perkembangan trend danisu ilmu keperawatan khususnya Keperawatan Keluarga sesuai dengan kurikulum tahun2019 dan juga membantu mahasiswa keperawatan memahami konsep tentang keperawatansebagai landasan dalam pengembangan profesi keperawatan dan pada akhirnya bermanfaatbagi pelayanan kesehatan di masyarakatpada umumnyaMateri yang disampaikan dalam buku ini diantaranya sejarah Konsep Pelayanan KesehatanPrimer , Kosepa Komunitas, Konsep Puskesmas dan Keperawatan Keluarga, paradigmakeperawatan, , teori keperawatan Keperwatan Keluarga, tren keperawatan dimasa akandatang,.Pada akhirnya penulis menyadari modul ini masih jauh dari sempurna, dengan mengingatbuku ini penulis menulisnya yang pertama. Untuk itu penulis menerima setiap masukan, sarandan kritikan, agar menjadi lebih baik dan sempurna di masa yang akan datang. Ucapanterimakasih yang tak terhingga penulis sampaikan kepada keluarga, rekan-rekan sejawatsekerja dan UKI Press yang sangat membantu terbitnya buku ini.Diberkati untuk menjadi Anugrah dan Berkat TuhanI Made Mertajayai

DAFTAR ISIKata pengantar . iDaftar isi .iiDaftar Gambar .ivBab I Konsep Pelayanan Kesehatan Primer. . 1A. Pelayanan Kesehatan primer . 1B. Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa/PKMD . 4Bab II Konsep Komunitas . 9A. Tinjauan tentaang komunitas . 11B. Pengelompokan Komunitas . 13Bab III Konsep Puskesmas . 15A. Konsep Puskesmas . 15B. Fungsi puskesmas . 15C. Kegiatan pokok PUSKESMAS.16D. Peran puskesmas . 18E. Wilayah kerja Puskesmas .18F. Fasilitas penunjang.19Bab IV Konsep Keperawatan Keluaraga . 25A. Keluarga Sebagai Fokus Sentral Pelayanan Keperawatan .25B. Definisi dan Batasan Keluarga .30C. Praktik Pelayanan Keperawatan Keluarga . 35D. Struktur dan Fungsi Keluarga . 37E. Proses dan Strategi Koping Keluarga . 45F. Tingkat Pencegahan Dalam Keluarga . 50G. Peran Perawat Keluarga . 52Bab V TEORI DAN MODEL KEPERAWATAN KELUARGA.54A. Latar Belakang . 54B. Teori dan Model . 55Bab VI KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA . 65A. Latar Belakang . 65B. Konsep Keluarga Sejahtera . 65C. Tahapan Keluarga Sejahtera . 68D. Kemiskinan . 70Bab VII PROSES KEPERAWATAN KELUARGA.73A. Latar Belakang . 73ii

B. Pengkajian Keluarga . 76C. Diagnosa Keperawatan Keluarga . 81D. Perencanaan Keperawatan Keluarga .82E. Implementasi Keperawatan Keluarga . 84F. Evaluasi Keperawatan Keluarga . 86BAB VIII KEPERAWATAN KELUARGA SESUAI KEBUTUHAN PERTUMBUHANDAN PERKEMBANGAN KELUARGA.87A. Latar Belakang . 87B. Tahapan Perkembangan Keluarga . 87BAB IX Keperawatan Keluarga Rentan Atau Risiko . 95A. Dasar Hukum . 95B. Definisi Resiko . 95C. Definisi Rentan . 97BAB X Terapi Modalitas Keluarga . 99A. Pengertian Terapi Modalitas Keluarga . 99B. Jenis Terapi Modalitas Keluarga.99C. Terapi Bermain . 102DAFTAR PUSTAKA .109TUGAS . 110iii

DAFTAR GAMBARGambar 1. Model Neuman . 59Gambar 2. Frame Work Proses Keperawatan Menurut Friedman . 62Gambar 3. Pengembangan Model Neuman Dan Friedman Dengan PendekatanKeperawatan .73iv

BAB 1KONSEP PELAYANAN KESEHATAN PRIMERTujuan PembelajaranSetelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu1. Menjelaskan pengertian pelayanan kesehatan primer2. Menjelaskan tujuan pelayanan kesehatan primer3. Mennjelaskan ruang lingkup pelayanan kesehatan primer4. Menyebutkan elemen pelayanan kesehatan primer5. Menjelaskan tanggung jawab perawat dalam pelayanan kesehatan primer6. Menjelaskan implementasi PHC melalui PKMDA. Pelayanan Kesehatan Primer1.Pengertian Pelayanan kesehatan primerPelayanan Kesehatan Primer adalah strategi yang dapat dipakai untuk menjamin tingkatminimal dari pelayanan kesehatan untuk semua penduduk. PHC menekankan padaperkembangan yang bisa diterima, terjangkau, pelayanan kesehatan yang diberikan adalahessensial bisa diraih, yang essensial dan mengutamakan pada peningkatan serta kelestarianyang disertai percaya diri sendiri disertai partisipasi masyarakat dalam menentukan sesuatutentang kesehatan.Primary HealthCare/PHC adalah pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepadametode dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik olehindividu maupun keluarga dalam masyarakat, melalui partisipasi mereka sepenuhnya, sertadengan biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setaiptingkat perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri (self reliance) danmenentukan nasib sendiri (self Detemination).2.Tinjauan Sejarah PHCGerakan PHC dimulai resmi pada tahun 1977, ketika sidang kesehatan WHO ke 30. padakonferensi internasional 1978 di Alma Alta (Uni Soviet) pada tanggal 12 september 1978,ditentukan bahwa tujuan agar menemukan titik temu dengan PHC. resolusi dikenal denganHealth For All by the Year 2000 (HFA 2000) atau sehat untuk semua ditahun 2000 gabungdalamWHO.Pada tahun 1981 setelah diidentifikasi tujuan kesehatan untuk semua dan strategi PHC untukmerealisasikan tujuan, WHO membuat indikator global untuk pemantauan dan evaluasi yangdicapai tentang sehat untuk semua pada tahun 1986. indikator tersebut adalah1

a.Perkembangan sosial dan ekonomib. Penyediaan pelayanan kesehatan status kesehatanc.Kesehatan sebagai objek atau bagian dari perkembangan sosial ekonomi.Pemimpin perawat yang menjadi kunci dalam mencetuskan usaha perawatan PHC adalah Dr.Amelia Maglacas pada tahun 1986. Konsep pelayanan primer merupakan pelayanankesehatan essensial yang dibuat dan bisa terjangkau secara universal oleh individu dankeluarga di dalam masyarakat. fokus dari pelayanan kesehatan primer luas jangkauannya danmerangkum berbagai aspek masyarakat dan kebutuhan kesehatan. PHC merupakan polapenyajian pelayanan kesehatan dimana konsumen pelayanan kesehatan menjadi mitra denganprofesi dan ikut seerta mencapai tujuan umum kesehatan yang lebih baik (Mubarak,2006).3.Tujuan PHCa.Tujuan UmumMenemukan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan sehingga akandicapai tingkat kepuasaan pada masyarakat yang menerima pelayanan.b. Tujuan Khususa.Pelayanan harus mencapai keseluruhan penduduk yang dilayanib. Pelayanan harus dapat diterima oleh penduduk yang dialamic.Pelayanan harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi yang dilayanid.Pelayanan harus secara maksimum menggunakan tenaga dan sumber-sumber daya laindalam memenuhi kebutuhan masyarakat.4.Fungsi PHCa.Pemeliharaan kesehatanb. Pencegahan penyakitc.Diagnosis dan pengobatand. Pelayanan tindaj lanjute.Pemberian sertifikat5. Unsur Utama PHCa.Mencakup upaya-upaya dasar kesehatanb. Melibatkan peran serta masyarakatc.Melibatkan kerjasama lintas sectoral6. Prinsip Dasar PHCa.Pemerataan upaya kesehatanb. Penekanan pada upaya preventif2

c.Menggunakan tehnologi tepat gunad. Melibatkan peran serta masyarakate.Melibatkan kerjasama lintas sectoral7.Ruang Lingkup PHCa. Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara pencegahan penyakit sertapengendaliannya.b. Peningkatan penyediaan makanan dan perbaikan gizic.Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar.d. Kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencanae.Immuniasi terhadap penyakit-penyakit infeksi utamaf.Pencegahan dan pengendalian penyakit endemik setempatg. Pengobatan penyakit umum dan ruda paksa.h. Penyediaan obat-obat essensial.8.Ciri-Ciri PHCa.Pelayanan yang utama dan intim dengan masyarakatb. Pelayanan yang menyeluruhc.Pelayanan yang terorganisasid. Pelayanan yang mementingkan kesehatan individu maupun masyarakate.Pelayanan yang berkesinambunganf.Pelayanan yang progresifg. Pelayanan yang berorientasi kepada keluargah. Pelayanan yang tidak berpandangan kepada salah satu aspek saja9.Tanggung Jawab Perawat Dalam PHCa.Mendorong partisipasi aktif dalam pengenbangan dan implementasi pelayanan kesehatandan program pendidikan kesehatanb. Kerja sama dengan masyarakat, keluarga dan individuc.Mengajarkan konsep kesehatan dasar dan teknik asuhan diri sendiripada masyarakatd. Memberikan bimbingan dan dukungan kepada petugas pelayanan kesehatan dan kepadamasyarakate.Koordinasi kegiatan pengembangan kesehatan masyarakat(Setiadi, 2016)3

B. Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa/PKMD1. Pengertian PKMDPembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) adalah rangkaian kegiatan masyarakatyang dilakukan berdasarkan gotong-royong, swadaya masyarakat dalam rangka menolongmereka sendiri untuk mengenal dan memecahkan masalah atau kebutuhan yang dirasakanmasyarakat, baik dalam bidang kesehatan maupun bidang dalam bidang yang berkaitandengan kesehatan, agar mampu memelihara kehidupannya yang sehat dalam kat.PKMD adalah kegiatan pelayanan kesehatan yang pelaksanaannya didasarkanmelalui sistem pelayanan puskesmas, dimana dalam mengembangkan kegiatan-kegiatankesehatan oleh lembaga ini diikutsertakan anggota-anggota masyarakat di Pedusunan melaluisegala pengarahan untuk menimbulkan kesadaran secara aktif di dalam ikut membantumemecahkan dan mengembangkan usaha-usaha kesehatan di Desanya.PKMD adalah kegiatan atau pelayanan kesehatan berdasarkan sistem pendekatan edukatifmasalah kesehatan melalui Puskesmas dimana setiap individu atau kelompok masyarakatdibantu agar dapat melakukan tindakan-tindakan yang tepat dalam mengatasi kesehatanmereka sendiri. Disamping itu kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan juga dapatmendorong timbulnya kreativitas dan inisiatif setiap individu atau kelompok masyarakatuntuk ikut secara aktif dalam program-program kesehatan di daerahnya dan menentukanprioritas program sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat yang bersangkutan.Pokok-pokok pemikiran yang fundamental yang melandasi definisi PKMD tersebutdiatas ditekankan melalui pendekatan-pendekatan sebagai berikut:a. Keberhasilan PKMD di suatu daerah harus memanfaatkan pendekatan operasional terpadu(comprehensive operational approach) yang meliputi pendekatan secara sistem (systemapproach), pendekatan lintas sektoral dan antar program (inter program and inter sektoralapproach), pendekatan multi displiner (multi displionary approach), pendekatan edukatif(educational approach).b.Dalam pembinaan terhadap peran serta masyarakat melalui pendekatan edukatif,hendaknya faktor ikut sertanya masyarakat ditempatkan baik sebagai komplemen maupunsuplemen terdepan dalam penunjang sistem kesehatan nasional ini.c. Sebagai kegiatan yang dikelola sendiri oleh masyarakat, PKMD secara bertahap dan terusmenerus harus mampu didorong untuk membuka kemungkinan-kemungkinan menumbuhkanpotensi swadayanya melalui pemerataan akan peranserta setiap individu di desa secara lebihluas dan lebih nyata4

d. Puskesmas sebagai pengarah (provider) setempat perlu meningkatkan kegiatan diluargedung (ourt door activities) untuk mengarahkan “intervensinya “ di dalam memacu secaraedukatif terhadap kelestarian kegiatan PKMD oleh masyarakat dibawah bimbingan LembagaSwadaya Desa. Kegiatan masyarakat tersebut diharapkan muncul atas kesadaran dan prakarsamasyarakat sendiri dengan bimbingan dan pembinaan dari pemerintah secara lintas programdan lintas sektoral. Kegiatan tersebut tak lain merupakan bagian integral dari pembangunannasional umumnya dan pembangunan desa khususnya. Puskesmas sebagai pusatpengembangan kesehatan di tingkat kecamatan mengambil prakarsa untuk bersama-samadengan sektor-sektor yang bersangkutan menggerakkan peran serta masyarakat (PSM) dalambentuk kegiatan PKMD (Mubarak, 2006).2. Tujuan PKMDa.Tujuan umumMeningkatkan kemampuan masyarakat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dalamrangka meningkatkan mutu hidupb. Tujuan khusus1) Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan potensi yang dimilikinya untuk menolong dirimereka sendiri dalam meningkatkan mutu hidup mereka2)Mengembangkan kemampuan dan prakarsa masyarakat untuk berperan secara aktif danberswadaya dalam meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri3)Menghasilkan lebih banyak tenaga-tenaga masyarakat setempat yang mampu, terampilserta mau berperan aktif dalam pembangunan desa4) Meningkatnya kesehatan masyarakat dalam arti memenuhi beberapa indikator :a) Angka kesakitan menurunb) Angka kematian menurun, terutama angka kematian bayi dan anakc) Angka kelahiran menurund) Menurunnya angka kekurangan gizi pada anak balita3. Ruang Lingkup PKMDTujuan PKMD adalah meningkatkan status kesehatan dalam rangka meningkatkan mutuhidup dan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian status kesehatan dipengaruhi olehberbagai faktor terutama lingkungan dan faktor perilaku masyarakat oleh karenanya kegiatanPKMD tidak terbatas dalam bidang pelayanan kesehatan saja, akan tetapi menyangkut jugakegiatan diluar kesehatan yang berkaitan dengan peningkatan status kesehatan dan perbaikanmutuhidupmasyarakat.Misalnya : Kegiatan usaha bersama dalam bentuk koperasi simpan pinjam untukmeningkatkan pendapatan, atau usaha bersama untuk meningkatkan taraf pendidikan5

.Pengembangan PKMD tidak terbatas pada daerah pedesaan saja, akan tetapi juga meliputimasyarakat daerah perkotaan yanga berpenghasilan rendah. Kegiatan partisipasi masyarakatdalam pelaksanaan pos pelayanan terpadu (posyandu) 5 program, yaitu : KIA, KB, Gizi,Imunisasi dan Penanggulangan Diare juga merupakan salah satu bentuk dari kegiatan PKMD.4. Langkah Pemetaan PKMDa.Pelaksanaan kegiatan pembangunan kesehatan masyarakat desa (PKMD) yang dilakukanmasyarakat minimal mencakup salah satu dari 8 unsur Primary Haelath Care sebagai berikut:1) Pendidikan mengenaimasalah kesehatandan carapencegahanpenyakit sertaperlindungannya.2) Peningkatan persediaan makanan dan peningkatan gizi.3) Pengadaan air bersih dan sanitasi dasar yang memadai.4) Kesehatan Ibu dan Anak termasuk keluarga berencana5) Imunisasi untuk penyakit yang utama6) Pencegahan dan pengendalian penyakit endemi setempat7) Pengobatan penyakit umum dan luka-luka8) Penyediaan obat esensial.b. Pengembangan dan Pembinaan PKMD dilakukan sebagai berikut:1) Berpedoman pada GBHN.2)Dilakukan dengan kerja sama lintas program dan lintas sektor melalui pendekatanedukatif.3) Koordinasi pembinaan melalui jalur fungsional pada Gubernur, Bupati, atau Camat.4) Merupakan bagian integral dari pembangunan desa secara keseluruhan.5) Kegiatan dilaksanakan dengan membentuk mekanisme kerja yang efektif antara instansiyang berkepentingan dalam pembinaan masyarakat desa.6) Puskesmas sebagai pusat pembangunan dan pengembangan kesehatan berfungsi sebagaidinamisator.Hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan PKMD1.Masyarakat perlu dikembangkan pengertiannya yang benar tentang kesehatan dan tentangprogram-program yang dilaksanakan pemerintah.2.Masyarakat perlu dikembangkan kesadarannya akan potensi dan sumber daya yangdimiliki serta

diberikan kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan buku ajar” Konsep Keperawatan Keluaraga”. Buku ini ditulis untuk membantu memenuhi kebutuhan perkembangan trend dan isu ilmu keperawatan khususnya Keperawatan Keluarga sesuai dengan kurikulum tahun 2019 dan juga membantu mahasiswa keperawatan memahami konsep tentang keperawatan sebagai landasan dalam pengembangan profesi keperawatan .

Related Documents:

E. Dasar Hukum F. Materi Pokok dan Sub Materi MATERI POKOK 1 KARAKTERISTIK MODUL A. Self Instructional B. Self Contain C. Stand Alone D. Adaptive E. User Friendly MATERI POKOK 2 PENGEMBANGAN MODUL DAN MUTUNYA A. Pengembangan Modul B. Mutu Modul MATERI POKOK 3 PROSEDUR PENYUSUNAN MODUL A. Analisa Kebutuhan Modul B. Penyusunan Modul PENUTUP A .

9. Modul OC IV (Organische Stoffklassen und Synthesen) 13 10. Modul PC I (Allgemeine Chemie) 14 11. Modul PC II (Physikalische Chemie II) 15 12. Modul PC III (Physikalische Chemie III) 16 13. Modul PC IV (Physikalische Chemie IV) 17 14. Modul MC (Makromolekulare Chemie) 18 15. Modul BC (Biochemie und Zellbiologie) 19 16. Modul Physik 20 17.

6. Keputusan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Nomor 007/TAP/MWA‐UI/2005 tentang Etika Riset bagi Sivitas Akademika Universitas Indonesia; 7. Keputusan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Nomor 005/SK/MWA‐UI/2007 tentang Kebijakan Umum Arah Pengembangan Universitas Indonesia 2007‐2012; 8.

Texts of Wow Rosh Hashana II 5780 - Congregation Shearith Israel, Atlanta Georgia Wow ׳ג ׳א:׳א תישארב (א) ׃ץרֶָֽאָּהָּ תאֵֵ֥וְּ םִימִַׁ֖שַָּה תאֵֵ֥ םיקִִ֑לֹאֱ ארָָּ֣ Îָּ תישִִׁ֖ארֵ Îְּ(ב) חַורְָּ֣ו ם

untuk mata kuliah Metode Analisis dan Pengukuran Fisika untuk Kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) di Prodi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia (FKIP-UKI). Penyusunan modul ini bertujuan sebagai panduan dalam pembelajaran untuk mata kuliah Metode Pengukuran Fisika.

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI MODUL XX April 19, 2014 Pada modul kali ini, mungkin akan sedikit berbeda dengan modul-modul sebelumnya. Masih dapat kita ingat bahwa modul-modul sebelumnya, kita membahas manajemen administrasi dalam sistem operasi Windows. Sekarang, kita beralih kepada sistem operasi yang berbasi GNU/Linux.

tentang konsep dasar laju reaksi dan konsep dasar termodinamika kimia. C. Petunjuk Penggunaan Modul 1. Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan teliti karena dalam skema modul akan nampak kedudukan modul yang sedang Anda pelajari ini diantara modul-modul yang lain.

Test 34 Test 45 Modul 11: Lektion 5 Didaktische Hinweise 35 Lösungen und Hörtexte Kursbuch 35 Lösungen und Hörtexte Arbeitsbuch 36 Test 38 Modul 11: Wir trainieren: Hörtexte und Lösungen, Sprechkarten 46 Modul 11: Abschlusstest 50 Lösungen zu den Tests von Modul 11 51 Modul 12: Lektion 7 Seite Modul 12: Lektion 9 Seite