Dasar-dasar Ilmu Kimia - Perpustakaan UT

2y ago
79 Views
7 Downloads
542.66 KB
38 Pages
Last View : 14d ago
Last Download : 8m ago
Upload by : Brenna Zink
Transcription

Modul 1Dasar-dasar Ilmu KimiaDra. Hernani, M.Si.PEN D A HU L UA NTidak kita ragukan lagi bahwa zat kimia ada di mana-mana, banyak zatkimia terjadi secara alamiah ataupun diproduksi dengan proses tertentu.Ilmu kimia adalah bagian dari sains yang secara khusus mempelajarisejumlah aspek pada zat kimia, misalnya menjawab pertanyaan ”apa bahanpenyusun dari suatu material/zat tertentu?”, dan “bagaimana perbandinganbahan tertentu dalam suatu material?”Suatu bagian yang penting dari ilmu kimia tentu saja adalah mempelajarireaksi kimia, yaitu perubahan yang terjadi jika suatu zat kimia berinteraksidengan yang lainnya untuk membentuk zat baru, perubahan tersebut seringkali melibatkan energi. Untuk seluruh keteraturan fenomena yang terjadidiperlukan penjelasan yang logis sehingga keteraturan tersebut menjadilandasan untuk berkembangnya ilmu kimia lebih lanjut.Jadi, secara umum dapat didefinisikan bahwa ilmu kimia adalah bagiandari sains yang mempelajari tentang struktur materi, komposisi materi, sifatdan perubahan materi, serta energi yang terlibat pada perubahan materi.Struktur dan komposisi tertentu menghasilkan sifat materi yang tertentu pula,melalui proses kimia suatu materi dapat berubah struktur dan komposisinyamenjadi materi lain yang sifatnya berbeda. Pada proses kimia tersebut seringkali terlibat energi dalam berbagai bentuk, seperti energi panas, energi listrikataupun energi cahaya.Berdasarkan pengertian tentang ilmu kimia di atas, pada Modul 1 ini kitaakan mempelajari tentang dasar-dasar ilmu kimia untuk dapat diterapkanpada jenjang konsep kimia yang lebih tinggi. Adapun setelah mempelajariModul 1 ini, secara khusus diharapkan Anda dapat:1. membedakan perubahan fisika dan kimia yang terjadi pada suatu contohfenomena tertentu;2. menggolongkan suatu zat termasuk campuran, unsur atau senyawa;3. menentukan cara yang tepat untuk memisahkan suatu campuran;

1.24.5.6.7.8.9.Kimia Dasar 1 mengidentifikasi zat terlarut dan pelarut dari suatu larutan;menghitung konsentrasi zat dalam satuan %b/b, % v/v, dan ppm;menentukan suatu larutan bersifat elektrolit atau non-elektrolit;mengetahui cara pembuatan suatu larutan dengan pelarut air;membuktikan melalui perhitungan kebenaran hukum Lavoisier, Proust,dan Dalton;mengaplikasikan hukum Lavoisier, Proust, dan Dalton dalamperhitungan kimia.Kemampuan-kemampuan tersebut sangat penting untuk mempelajariilmu kimia lebih lanjut, terutama dalam aspek kuantitatifnya (yang akandibahas lebih mendalam pada Modul 3). Oleh karena itu, pelajarilah dasardasar ilmu kimia dengan baik agar Anda tidak mengalami kesulitan padaperkuliahan kimia lainnya yang tahapan konsepnya lebih tinggi.Adapun pembahasan pada modul ini dibagi menjadi 3 kegiatan belajaryang dapat Anda pelajari secara lebih mendalam, meliputi pembahasantentang:1. materi dan perubahannya;2. larutan dan sifat-sifatnya;3. hukum-hukum dasar materi.Hal yang harus diperhatikan, agar Anda berhasil dengan baikmempelajari modul ini adalah sebagai berikut.1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan modul ini, agar Anda betulbetul memahami keterkaitan materi yang dibahas pada setiap kegiatanbelajar serta mengetahui kemampuan yang diharapkan dari pembelajaranmodul ini.2. Pelajarilah bagian demi bagian dari modul ini dan tandai konsep-konseppentingnya sesuai dengan kemampuan yang diharapkan (jika perlugunakan stabilo).3. Kemampuan yang diharapkan dari modul ini tidak hanya sampaitingkatan kognitif pemahaman, tetapi dituntut tingkat yang lebih tinggi,seperti aplikasi, evaluasi ataupun analisis karena itu asahlah selalukemampuan Anda dengan memperbanyak berlatih soal-soal.4. Manfaatkanlah peluang pertemuan dengan tutor atau teman sejawatAnda untuk mendiskusikan hal-hal yang kurang Anda pahami ataupunmenyelesaikan soal-soal yang dianggap sulit karena itu persiapkanlah

PEKI4101/MODUL 11.3bahan sebelum Anda melaksanakan tutorial atau diskusi dengan temansejawat Anda.Selamat belajar, semoga berhasil!

1.4Kimia Dasar 1 Kegiatan Belajar 1Materi dan PerubahannyaSemua zat kimia yang terdapat di alam semesta merupakan contoh-contohmateri, misalnya zat-zat yang terdapat dalam pensil, buku, roti ataumanusia. Materi didefinisikan sebagai segala sesuatu yang menempati ruangdan memiliki massa. Artinya, materi memiliki tempat hunian dengan volumetertentu serta mengandung sejumlah tertentu partikel di dalamnya. Padapraktik sehari-hari massa sering disamakan dengan berat sehingga untukmengetahui massa dari suatu benda selalu diukur dengan neraca.A. SIFAT DAN PERUBAHAN MATERISetiap materi/zat memiliki sifat tertentu yang khas, hal ini memudahkankita untuk mengenal dan membedakan satu zat dengan zat lainnya. Sifatmateri dapat dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu sifat fisika dan sifatkimia. Kita dapat mengukur sifat fisika suatu zat tanpa mengubah ciri dankomposisi dari zatnya, sifat-sifat ini di antaranya warna, bau, kerapatan, titikbeku, titik didih, dan kekerasan. Sedangkan sifat kimia merupakankemampuan suatu zat untuk berubah atau bereaksi membentuk zat lain.Sebagai contoh, sifat kimia yang umum adalah “Flammabilitas”, kemampuansuatu zat untuk terbakar dengan bantuan oksigen.Selain pembagian sifat menjadi sifat fisika dan sifat kimia, kita jugadapat membedakan sifat suatu zat berdasarkan ketergantungannya padajumlah sampel yang diuji. Wujud fisik, titik leleh, titik lebur, dan kerapatanmerupakan contoh sifat yang hasil pengukurannya tidak tergantung padaseberapa banyak sampel tersebut diukur, sifat seperti ini disebut sifat intensif.Sedangkan massa dan volume merupakan contoh sifat yang hasilpengukurannya sebanding dengan seberapa banyak sampel tersebut diukur,sifat seperti ini disebut sifat ekstensif.Sifat intensif dapat juga diturunkan dari sifat ekstensif. Sebagai contohadalah kerapatan, yaitu perbandingan massa suatu zat terhadap volumenya.Kerapatan (ρ) Massa (g)Volume(mL)

PEKI4101/MODUL 11.5Air sebagai contoh, memiliki kerapatan 1,00g/mL (pada suhu 20 oC). Halini berarti jika kita memiliki air sebanyak 1,0 g, berarti menempati volume1,0 mL jika kita memiliki air 20,0g, berarti menempati volume 20,0 mL,tetapi harga nya tetap, yaitu 1,0 g/mL.Dengan mengenali keadaan awal suatu materi dengan keadaan akhirnyadalam suatu perubahan materi, kita dapat membedakan perubahan fisika danperubahan kimia. Perubahan fisika adalah perubahan materi yang tidakdisertai dengan pembentukan jenis zat yang baru. Contoh es mencair,perubahan ini tidak merubah zat kimia dalam air, padatan maupun cairannyatetap air. Contoh yang lain adalah kamper atau iodium menyublim.Sedangkan perubahan kimia adalah perubahan materi yang menghasilkanjenis dan sifat materi yang berbeda dari zat semula. Contoh perkaratan besi,besi murni hanya terdiri dari unsur-unsur logam besi (Fe), sedangkan karatbesi merupakan oksida besi dengan kandungan sejumlah air (Fe 3O4. xH2O),karat besi tidak dapat berubah lagi menjadi besi murninya. Contoh yang lainadalah pembuatan arang dari kayu dan makanan yang membusuk. Secaramudah perubahan kimia dapat ditunjukkan dengan terbentuknya gas,terbentuknya endapan terjadi perubahan suhu dan adanya perubahan warna.B. PENGGOLONGAN MATERISecara fisika, materi dapat digolongkan berdasarkan wujudnya, yaknimateri berwujud padat, cair, dan gas. Sedangkan secara kimia, umumnyamateri dapat digolongkan menjadi unsur, senyawa, dan campuran. Untukmemahami secara lebih mendalam tentang penggolongan materi perhatikanGambar 1.1.Banyak penggolongan materi yang kita kenal, sebagai contoh udara yangkita hirup (gas), bahan bakar mobil (cair), dan ubin yang kita injak (padat)bukan merupakan zat kimia murni. Kita dapat memilah atau membagi jenisjenis materi ke dalam zat murni yang berbeda. Zat murni (biasanyadisederhanakan sebagai zat) adalah materi yang memiliki komposisi dan sifattertentu. Sebagai contoh air dan padatan garam merupakan komponen dari airlaut yang merupakan zat murni.

1.6Kimia Dasar 1 MateriTidakApakah apat dipisahkansecara fisika?YaZat murniLarutanTidakDapat diuraikan menjadizat lain melalui proseskimia?YaSenyawaUnsurGambar 1.1.Klasifikasi MateriKita dapat mengklasifikasikan zat menjadi unsur dan senyawa. Unsuradalah zat yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana.Tiap unsur hanya dibentuk dari sejumlah tertentu suatu atom. Senyawa,kebalikannya, tersusun dari dua atau lebih unsur, jadi senyawa adalah zatmurni yang dapat terurai membentuk zat lain yang lebih sederhana. Setiapsenyawa mengandung dua atau lebih jenis atom.Sedangkan materi yang terkandung dalam campuran adalah zat-zat yangberbeda. Campuran adalah gabungan dari dua atau lebih zat dengankomposisi yang variatif dan masih memiliki ciri dan sifat zat kimia asalnya.Sebagai contoh, secangkir kopi manis dapat mengandung (sedikit ataubanyak), gula, kopi, dan air sebagai komponen penyusunnya yang masihmemiliki ciri dan sifatnya masing-masing.Suatu campuran, seperti tanah, batuan, dan kayu, memiliki komponenpenyusun yang masih tampak dan dapat dibedakan, campuran seperti ini

PEKI4101/MODUL 11.7disebut campuran heterogen. Sedangkan campuran, seperti udara, air tehmanis, air laut, memiliki komponen penyusun yang tidak dapat dibedakansatu dengan lainnya, tetapi sifat masing-masing komponennya masih tetap,campuran seperti ini disebut campuran homogen, yang juga biasa disebutlarutan. Melalui cara penyaringan, destilasi, rekristalisasi, sublimasi, dankromatografi campuran homogen dapat dibedakan menjadi komponenkomponen pembentuknya.C. PEMISAHAN CAMPURANKomponen-komponen yang membentuk suatu campuran dapatmempertahankan sifat-sifatnya sendiri karena itu kita dapat memisahkankomponen-komponen tersebut berdasarkan sifat khasnya tersebut. Sebagaicontoh, campuran heterogen antara serpihan besi dan emas dapat dipisahkansatu sama lainnya dengan melihat perbedaan warnanya, atau lebih mudah lagidengan menggunakan magnet untuk menarik serpihan besi, danmeninggalkan serpihan emas. Selain kedua cara tersebut, kita juga dapatmemanfaatkan sifat kimia yang berbeda dari kedua jenis logam tadiberdasarkan perbedaan daya larutnya terhadap asam tertentu, beberapa asamdapat melarutkan besi, tetapi tidak melarutkan emas. Jadi jika kitamemasukkan campuran serpihan besi dan emas ke dalam asam tertentu, besiakan larut, sedangkan emas tidak.Cara pemisahan lain, misalnya untuk memisahkan campuran homogen(larutan) menjadi komponen-komponen pembentuknya, berupa pelarut danzat terlarutnya, dapat dilakukan dengan cara menguapkan pelarutnya (air)yang mempunyai titik didih lebih rendah dari zat terlarutnya. Sebagai contoh,jika kita mendidihkan suatu larutan garam dalam suatu wadah, air akanteruapkan dan garam akan tertinggal tetap di wadahnya.Berikut ini kita akan membahas secara lebih rinci, teknik-teknik pemisahancampuran.1. Filtrasi/penyaringan, yaitu pemisahan padatan dari larutan ataucairannya. Dalam reaksi kimia yang menghasilkan endapan, pemisahanendapan dari larutannya dilakukan dengan teknik ini. Perhatikan carafiltrasi pada Gambar 1.2 berikut:

1.8Kimia Dasar 1 Gambar 1.2.Pemisahan dengan cara filtrasi, suatu campuran yang berupapadatan dan cairan dituangkan melalui media yang berpori(contoh kertas saring), cairan akan lolos melewati pori kertas saring,sedangkan padatan tertinggal di atas permukaan kertas saring2.Destilasi, yaitu cara pemisahan berdasarkan perbedaan titik didihmenggunakan peralatan penguapan yang dilengkapi dengan alatberdinding pendingin (kondensor), yang dapat mengubah uap kembalimenjadi cairannya. Peralatan destilasi sederhana dapat dilihat padaGambar 1.3.Gambar 1.3.Peralatan destilasi sederhana, menggunakan kondensor berdinding “selimutair”, untuk memisahkan larutan berdasarkan perbedaan titik didih

PEKI4101/MODUL 13.4.5.1.9Rekristalisasi, teknik ini biasa digunakan untuk memperoleh kristalmurni yang tercampur dengan pengotornya, caranya adalah denganmelarutkan zat yang diinginkan tanpa melarutkan pengotornya,kemudian mengkristalkan kembali larutan tersebut.Sublimasi, yaitu teknik untuk memperoleh kristal/padatan zat murniyang mudah menyublim (uapnya bisa dengan mudah mengkristal) daripengotornya. Teknik ini dilakukan dengan cara menguapkan zatmurninya pada wadah yang ditutup bagian atasnya dengan wadahberpendingin (misalnya air).Kromatografi, yaitu teknik pemisahan berdasarkan perbedaankemampuan suatu zat untuk melekat (dengan mekanisme tertentu) padasuatu permukaan padatan, seperti kertas atau kanji. Contoh pemisahantinta secara kromatografi, dapat dilihat pada Gambar 1.4.Gambar 1.4.Pemisahan tinta menjadi komponen-komponennya dengan kromatografikertas. (a) Air mulai bergerak ke atas. (b) Air bergerak memisahkan nodatinta, akibat perbedaan kecepatan kelarutan dari komponen tinta. (c) Airmemisahkan tinta menjadi bagian-bagian komponennya yang berbedaD. PARTIKEL-PARTIKEL MATERIBagian terkecil dari suatu materi dinamakan partikel. Partikel-partikelmateri dapat dikelompokkan menjadi (1) Atom, merupakan partikel terkecildari suatu unsur, (2) Molekul, merupakan gabungan dua atau lebih atom yangberasal dari unsur yang sama (disebut molekul unsur) atau dengan atomunsur yang berbeda (disebut molekul senyawa), dan (3) Ion, merupakan atomatau gugus atom yang bermuatan listrik.Pembahasan lebih dalam tentang atom, molekul dan ion akan dipelajaripada Modul 2.

1.10Kimia Dasar 1 LAT IH A NUntuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,kerjakanlah latihan berikut!1) Perhatikan bagian-bagian perubahan yang terjadi pada pembakaran lilin.Bedakan, apakah termasuk perubahan fisika atau perubahan kimia.a) lilin meleleh, cairannya turun ke bawah dan memadat kembali;b) sumbu pada lilin berubah menjadi berwarna hitam;c) keluar gas berwarna putih;d) timbul nyala api berwarna merah.2) Pemanasan kuat tanpa oksigen pada zat A, suatu padatan berwarna putih,menghasilkan zat putih baru B dan gas C serta zat lain sebagai pengotor.Zat B jika dipanaskan meleleh pada suhu tertentu dan tidakmenghasilkan zat lain. Sedangkan gas yang dihasilkan sifatny

Dasar-dasar Ilmu Kimia Dra. Hernani, M.Si. T idak kita ragukan lagi bahwa zat kimia ada di mana-mana, banyak zat kimia terjadi secara alamiah ataupun diproduksi dengan proses tertentu. Ilmu kimia adalah bagian dari sains yang secara khusus mempelajari sejumlah aspek pada zat kimia, misalnya menjawab pertanyaan ”apa bahan

Related Documents:

PETA KONSEP ILMU KIMIA Kedudukan diantara ilmu lainnya Peran Ilmu Kimia Memperbarui materi yang dapat diperbarui . elektrokimia (elektronik dan kimia), serta kimia nuklir (kimia dan nuklir) E. Kegiatan Eksperimen Kegiatan eksperimen dapat dilakukan dilaboratorium. Laboratorium adalah tempat untuk eksperimen

1. Mahasiswa mampu menggunakan prinsip-prinsip dasar ilmu kimia sebagai dasar dalam mempelajari ilmu yang berkaitan dengan kimia. 2. Mahasiswa dapat melakukan perhitungan-perhitungan dasar kimia. Pokok Bahasan 1. Konsep Dasar Kimia 2. Model dan Struktur Atom 3. Konfigurasi Elektron dan Ikatan Kimia 4. Wujud Zat dan Perubahan Fase 5.

2 Kimia Dasar dan teknologi dewasa ini adalah pengembangan metode untuk mengawasi dan mengelola limbah yang wajar mengiringi produksi dan penggunaan bahan-bahan yang berharga. 1.2. Kimia Sebagai Suatu Ilmu Dalam kimia, seperti dalam semua ilmu pengetahuan alam, orang terus menerus membuat pengamatan dan mengumpulkan data.

Dasar-dasar Agribisnis Produksi Tanaman 53. Dasar-dasar Agribisnis Produksi Ternak 54.Dasar-dasar Agribisnis Produksi Sumberdaya Perairan 55. Dasar-dasar Mekanisme Pertanian 56. Dasar-dasar Agribisnis Hasil Pertanian 57. Dasar-dasar Penyuluhan Pertanian 58. Dasar-dasar Kehutanan 59. PertanianDasar-dasar Administrasi

Metode Dasar Pemisahan Kimia merupakan salah satu hal yang dipelajari dalam ilmu kimia. Materi yang dipelajari dalam metode dasar pemisahan kimia haruslah dimengerti bagi mahasiswa program studi kimia maupun praktisi yang berkecimpung dalam bidang pemisahan kimia seperti pengolahan limbah, pemurnian air, dan sebagainya.

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2009 DIKTAT MATA KULIAH DASAR-DASAR ILMU SOSIAL . 2 BAB I FILSAFAT ILMU A. Filsafat Ilmu Untuk memahami arti dan makna filsafat ilmu, di bawah ini dikemukakan pengertian filsafat ilmu dari beberapa ahli yang terangkum dalam Filsafat Ilmu, yang . politik, dan estetika. Alfarabi : 870-950 : Ilmu pengetahuan .

Modul Hukum Dasar Kimia dan Perhitungan Kimia EV Page 3 of 28 PENDAHULUAN Selamat Anda telah menyelesaikan modul ketiga dengan baik, sekarang Anda akan mempelajari modul ke empat. Pada modul ini Anda akan mempelajari tentang “Hukum Dasar Kimia dan penerapannya dalam Perhitungan Kimia“.

-Textbook: Ladefoged (2006), A Course in Phonetics, (available in Thai version) -Website (for interactive learning): UCLA.-Supplementary reading and interactive lessons: Academic websites around the world, e.g., U. of Arizona, USA, Macquarie U., Australia, Otago U., New Zealand, Stuttgart U., Germany, etc. A. Tumtavitikul, SWU, Aug. 2009-Lectures: on-campus, in classroom environments via .