BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Total Productive Maintenance - Free Download PDF

1m ago
4 Views
0 Downloads
630.23 KB
23 Pages
Transcription

4BAB IILANDASAN TEORI2.1Total Productive MaintenanceBentuk dari perawatan dan penjagaan atau pemeliharaanadalahpengembangan dari productive perawatan, bentuk metode yang telah dilakukanterlebih dahulu di negara Amerika, dan sekarang telah berubah menjadi peneraqpankebudayaan negara Jepang. Total productive maintenance adalah perluasan danpengembangan bentuk metode Productive Maintenance (PM), maka dari itu Totalproductive maintenance juga berarti sebagai PM yang mengikutsertakan ataumelibatkan ikutsertaan bagian. Total productive maintenance metode yangdigunakan untuk mengoptimalkan efektivitas dari mesin dan mengurangi kerusakandari mesin (Aspinwall & magged Elgharib, 2013).Total Productive Maintenance (TPM) yaitu sebuah hubungan kerjasamaantara perawatan dan lini produksi dengan tuuan mengurangi harga peralatan danpengeluaran dan secara menyeluruh akan meningkatkan hasil output produkimenjadi lebih baik lagi, biayapun akan menjadi berkurang, utuk meningkatkankinerja kemampuan peralatan atau mesin dan mengembangkan seluruhan sistemperawatan dan pemeliharaan pada perusahaan produksi manufaktur (Wireman,2004).Total Productive Maintenance (TPM) berfokus pada seluruh elemenelemen yang tidak hanya pada satu titik tertentu seperti kualitas dari produktivitasmesin ataupun peralatan, bahan-bahan untuk pendukung sarana produksi tapi selainitu juga banyak perhatian lebih seperti untuk peningkatan produktivitaskaryawan,operator yang bertugas nantinya sebagai pemegang endali dalamproduksi dan pada mesin perlatan tersebut. (Corder, 1996).Total Productive Maintenance(TPM) adalah sebuahmetode atauprosedur yang mempunyai tujuan meningkatan suatu efesiensi mesin dan peralatandan juga untuk menitik beratkan pada perawatan yang terencana melaluli seluruhanggota karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut dengan cara melakuan4

5pelatihan-pelatihan melalui prosedur perusahaan dari seluruh anggota yang terlibatmelalui dari yang posisi paling atas sampai posisi paling bawah (Fajar, 2013)Selain itu TPM diartikan sebagai proses suatu racangan perbaikan yangditujukan ke lini produksi dengan perlatan yang masih terjaga dengan baik. Dengandemikian tujuan pengolahan aset pabrik menjadi lebih efisien dengan adanyahubungan seluruh pihak antara karyawan,anggota sehingga akan terhubung antaraperalatan, produksi dan teknik (Ahuja, 2008).Munculnya gagasan dari Total Productive Maintenance (TPM) adalahbertemunya antara lini produksi dan lini mauntenance atau perawatan dalam sebuahyang sama-sama di lingup kecil pada waktu itu mengalami sebuah permasalahaandan kedua lini tersebut dapat memecahkan masalah dengan melakukan pertukaranide pemecahan masalah tersebut. Dalamhal ini peran penting TPM sangatdibutuhkan terutama dalam hal perusahaan manufaktur antara pelanggan, kualitasproduk, harga, dan lama pengiriman produk. Total Productive Maintenance selainitu dapat juga sebagai peran penting dalam hal menjaga pealatan perusahaan dengankerjasama antara seluruh organ dalam lingkup perusahaan. (Besterfield, 1999).Secara meyeluruh definisi total productive maintenance mencangkup 5 elemen :1. Tujuan TPM itu sediri dapat melahirkan perawatan yang terencanauntuk menjaga agar mesin tetap dalam koridor berjalan lancar dannormal dan juga berumur panjang.2. Peneran dapat ditempatan di berbagai lini departemen. Contohnya liniteknik, perawatan dan produksi.3. Tujuan lain TPM untuk meningatkan lebih dari sebelumnya mengenaiefektivitas mesin atau peralatan.4. Keterlibatan lini TPM yaitu keseluruhan pegawai atau karyawan daritingkatan menejemen paling atas sampai tingkatan palaing bawah.5. Metode ini adalah merupakan pengembangan dari perawatan yangterecana.Dalam hal ini peran dari pemeliharaan dan perawatan sangat penting bagiperusahaan maufaktur terutama yang beroperasi di bidang bagian peralatan mesin.Oleh karena itu sebagian besar perusahaan harus sudah wajib menerapan total

6productive maintenance sebagai hal terpenting dalam menjaga produtivitasperalatan mesin. Dalam usaha menerapkan konsep TPM perusahaan, dapat sepertimembangun rumah yaitu pondasi yang kokoh dan kuat. TPM mempunyai pondasiyang disebut 5S, yaitu pemilahan atau (seiri), penyusunan atau (seiton), peresik anatau (seiso), perlindungan kondisi atau (seiketsu), dan penyadaran agar tersadaruntuk selalu berbuat baik dalam hal ini waktu bekera (shitsuke).Total Productive Maintenance (TPM) mempunyai pilar utama adalah 8pilar dapat disebut juga 8 tiang kuat TPM (Eight Pillar of Total ProductiveMaintenance). 8 tiang / pilar TPM (Total Productive Maintenance) ditujuansebagian besar pada teknik lebih aktif dan terencana agar dapat menjaga agarkualitas mesin atau peralatan tetap dalam mondisi terbaik.Gambar 2.1 8 pilar TPMBerikut 8 pilar TPM (Cudney, 2009)1. Autonomous Maintenance /Jishu Hozen (Perawatan Otonomus)Pilar pertama ini dapat diberikan tugas untuk perawatan secara rutinkepada orang operator seperti pengecekan dan inspeksi pralatan atau mesin,pembersihanperalatan ataumesin, dan pemberian lubrikasi pelumas. Dengantujuan tersebut diharapkan opertaor mempunyai rasa seperti ke barannya sendiri

7sehingga perlatan tersebut dapat terus terjaga walaupun mili perusahaan, Selain itudapat memberi pengetahuan yang lebih mendalam kepada operator tetang perlatanyang sedang dipakai. Dengan Pilar ini, Peralatan atau Mesin dijami bersin danterubriakasi karena tanggung jawab tersebut serta dapat menetapkan potensi yangtidak diinginkan atau kerusakan yang lebih parah atau yang tidak dinginkan.2. Focused Improvement / Kobetsu Kaizen (Perbaikan yang terfokus)Membentuk grup kerja yang aktif guna dapat mencanangan mesin-mesinkerja yang rusak, tidak normal, bermasalah dengan usulan-usulan perbaikan untukmemberikan sebuah solusi. Kelompok grup kerja dalam melakukan FocusedImprovement juga bisa mendukung kinerja sebuah perusahaan untuk mencapaitargetnya, karena mendapatkan karyawan-karyawan yang mempunyai kemampuandan bertalenta.3.Planned Maintenance (Perawatan Terencana)Pilar ke tiga ini dapat kita ketahui yang berguna sebagai pengatur jadwaldari kegagalan suatu peralatan atau mesin. Hal ini dapat ditentukan dari kerusakankerusaan yang pada waktu kemarin atau lalu pernah terjadi dan juga berdasarbanyak kerusakan yang pernah terjadi dan juga dapat diprediksi untuk kerusakanyang terjadi.Pilar ini mempunyai nilai keuntungan yang baik yaitu dapatmempredisi kerusakan sehingga dapat mengurangi mesin yang mati mendadak dandapat mengendalikan suatu kerusakan tersebut.4. Quality Maintenance (Perawatan Kualitas)Pilar ke empat ini adalah maslaah kualitas dari suatu produk yangtujuananya suatu peralatan mesin dapat mengetahui dan mencegah kesalhankesalahan melalui peralatan yang ada pada waktu produksi sehingga kualitas tetapterjaga. Kecepatan dalam meramalkan kesalahan dengan baik juga dapat nantinyamenghasilkan produksi yang seperti biasanya sesuai standart perusahaan . Jikasemua tersbut telah dilakukan makan produk cacat juga akan berkurang yangakhirnya bisa menghemat biaya dengan kualitas tetap terbaik.

85. Training dan Education (Pelatihan dan Pendidikan)Dari Education dan Training dalam metode ini diperlukan dengan carasebuah pendidikan dan pelatihan untuk mnambah wawasan dan pengetahuan dariTotal Productive Maintenance (TPM). Dengan minimnya keahlian dan ilmu padamesin atau alat yang dipakai saat bekerja bisa menyebabkan terjadi rusak padamesin peralatan atau bisa merendahnya mesin dalam hal ini efektivitasnya yangakhirnya perusahaan akan merugi . setelah dilakukan pelatiahan-pelatihan, pada halini kapabilitas operator peralatan dapat ditingkatkan menjadi lebih tinggi lagidengan tujuan dapat melakukan hal-hal mengenai perawan (maintenance) dari yangpaling bawah untuk lainya pada bagian engginer atau teknik dapat dilatih dalamhal meningkatkan kemampuannya baik secara teori maupun praktek lapangan untukmenganalisis kerusakan-kerusakan mesin apa saja atau peralatan kerja dankemampuan lain untuk melakukan perawatan dan pencegahan sebelum semuaterjadi. Pelatihan pada tingkatan ini dapat meningkatkan kemampuan dari padaseorang manajer dalam mendidik dan membimbing karyawan atau tenaga kerjanyaatau biasa disebut (mentoring dan Coaching skills) dalam penerapan TPM (TotalProductive Maintenance).6. Safety, Health and Environment (Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan)Pada bagian ini parakaryawan pekerja ditujukan harus mampu dan dapatbekerja untuk berdasaran bagianya dalam suatu lingkungan yang sehat setiap haridan memenuhi stadar keamanan. Dengan demikian, perusahaan diwajibkan untukmemenuhi dan menyediakan berupa sarana lingkungan yang sehat dan aman sesuaidengan SOP serta bebas dari kondisi yang berbahaya bagi seluruh keselamatanpekerja. Tujuan dari pilar ini adalah untu menjaga keselamatan saat kerja, dan bebasdari seluruh kecelakaan yang tidak diinginkan (Accident Free).7. Early Equipment Management (Manajemen Awal pada Peralatan kerja)Selajutnya pada pilar ketujuh merupakan pilar Total ProductiveMaintenance merupakan kumpula pengalaman atau yang pernah didapat saatmelakukan perawatan dan perbaikan suatu peralatan mesin dengan tujuan mesinyang baru dibeli dapat bekerja secara prosedur kenormalanan. Tujuan dari pilar ini

9adalah untuk memberikan kinerja mesin yang optimal dan bekerja secaramenyeluruh dengan waktuk yang singkat.8. TPM in Administration (TPM dalam alProductiveMaintenance(TPM ) adalah menyebaran atau memperluaskan pilar ini ke TotalProductiveMaintenance(TPM) ini agar seluruh pihak dalam organisasi (perusahaan) inimemiliki konsep atau rancangna dan ide yang sama termasuk staff administrasi(pembelian, perencanaan, dan keuangan).2.1.1Manfaat Total Productive Maintenance (TPM)Manfaat yang didapat dari Total Productive Maintenance (TPM) dalamperusahaan untuk membuat rencana kerja dalam jangka lama maka dapat dilaukanmelalalui faktor-faktor tersebut (Cudney, 2013) :1. untuk meningkatkan atau menambah produktivitas dengan menggunakandasar-dasar Total Productive Maintenance(TPM) yang bertujuan untukmengatasai kerugian yang teradi pada perusahaan.2. untuk meambah dan meingkatkan produksi dari segi kualitas dengan TotalProductive Maintenance(TPM), dan mengurangi dan menghilangkankerusakan yang sering terjadi pada peralatan dan mesin dengan cara-carapenanggualangan masalah yang sudah terfokus.3. Dapat menepati pesanan konsumen dengan tidak molor. Hal tersebut dapatmeminimalisir gangguan yang akan terjadi pada perusahaan.4. untuk produksi diharapan bisa lebih rendah.5. Memeberikan jaminan kesehatan dan keselamatan lingkungan menjadi lebihbaik lagi dari sebelumnya.6. Dapat meningkatkan dari motivasi atau pemikiran serta dorongan agar bisamenjadi tanggungjawab pada setiap individu.

102.1.2 Kerugian Total Productive Maintenance (TPM) Pada PerusahaanTotal Productive Maintenance(TPM) mengutamaan untuk dapat mengurangisuatu keruguian dalam perusahaan serta mengeluarkan biaya lebih dalam semuahal, Maka dari itu kerugian di dalam perusahaan harus diminimalisir bahkandihilangkan. Berikut ini kerugian-kerugian yang pernah dialami oleh suatuperusahaan (Patrick, 2001) :1. Mesin rusa dengan berkala maupun terjadi dengan tiba-tiba2. Waktu perbaikan yang membutuhan watu yang sangat lama(terlalu lama)3. Tidak ada pergantian proses saat idle4. Waktu tiba-tiba mesin menurun (kecepatan)5. Produksi yang tidak sesuai standart terlalu banyak (cacat)2.1.3 Kerusakan Pada PerlatanLosses merupaan kerugian bagian dari kerusakan pada peralatan, yang dapatdibagi kerusakan sebagai berikut (Patrick, 2001) :1. Kerusakan yang terlihat nyataHal ini terjadi secara kasat mata dapat dilihat jelas oleh operator yangdisebabkan oleh ketida mampuan mesin bekerja secara normal sepertibiasanya. Teradinya perbedaaan yang sangat tidak biasa atau biasdikatakan menonjol yang tidak seperti biasa juga dapat menyimpulkanbahwa kerusakan terlihat nyata secara kasat mata. Untuk pengkategoriankerusakan ini adalah katogori dalam kerusakan yang berat dan untukmenanggulangi atau memperbaiki keaadan ini harus dilakukan perbaikansecara keseluruhan.2. Kerusakan terselubungKerusakan terselubung untuk pendektesian lumayan susah, disebabkanuntuk dilihat kasat mata tidak terlihat secara jelas, oleh sebab itu untukmengetahui kerusakan ini memerlukan sebuah keahlian dalam bidangtersebut. Dan untuk mengatasi permasalahan tersebut perlunya diadakanpendisian dan pelatihan secara khusus dalam proses perbaikan. Dalam

11kerusakan ini untuk pengkategorian dapat tergolong ke katagori yangkecil dan sedang.2.2Definisi PerawatanPengertian perawatan (maintenance) adalah suatu aspek pemeliharaan suatuperalatan atau mesin dengan tujuan mesin dapat terjaga dan bekerja secara optimaldan tidak sering mengalami kerusakan. Berikut beberapa manfaat dari perawatan(Kurniawan, 2013):1. Dapat mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan pekerjaan.2. Mempernjang usia suatu peralatan mesin .3. esinmendadak, pada waktu produksi tunggu (waktu menunggu) dan dapatmengganggu produksi berlangsung.4. Menambah dalam hal ini adalah efisiensi sumber daya dalam produksi.5. Sikap profesional meningkat6. Perusahaan dapat diharapkan bisa bersaing dengan meningkatnya suatu nilaitukar produk dari perusahaan tersebut.7. Dapat memilih solusi terbaik dengan pengambilan keputusan.8.Membuat jadwal preventive, sehingga dalam pemeliharaan dapat bisadiontrol sesuai dengan jadwal.9. Dapat meminimalisir biaya akibat permasahan-permasalahan yang terjadididalam mesin.2.2.1 Istilah dalam PerawatanDalam pemahaman di dunia industri perawatanmembutuhkan sebuahhubungan dekat diantara konseptor atau dari ide gagasan dengan pelaksanaperawatan. Beberapa istilah dalam perawatan, Sebagai berikut (Kurniawan,2013) :1. Inspection atau Inspeksi adalah aktivitas untuk pengecekan dengan tujuan untukmengetahui keadaaan ataupun fasilitas-fasilitas produksi. Dalam inspeksi inidengan menggunakan peralatan berupa panca indera yang dimiliki dan peralatan

12yang telah disediakan oleh pihak perusahaan. Pengecekan bisa dilakukan kapansaja sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.2. Repair atau perbaikan yaitu suatu tindakan yang dilakukan pada peralatan ataumesin dengan tujuan mengembalikan ke se normal mungkin dengan caramelakukan perbaikan pada peralatan atau mesin yang mengalami masalah dalamproses operasinya.3. Overhaul atau perbaikan menyeluruh adalah aktivitas secara semua bagian.Overhaul dikatagorikan mempunyai kemiripan dengan repair Cuma yangmembedakan adalah cangkupan yang lebih luas dan menyeluruh bagian.Overhaul dilakukan ketika mesin mengalami kerusakan yang cukup parahsekali, sementara itu kemampuan untuk menggati peralatan yang baru atau belibaru tidak ada. Overhaul cukup mengganggu dalam produksi dan selain itumemerlukan biaya yang cukup besar bagi perusahaan untuk menaganani hal ini.4. Replacement atau penggatian adalah suatu aksi dalam penggantian peralatanmesin. Dalam hal ini mesin atau peralatan yang mememiliki kondisi efektivitaslebih baik lagi dari sebelumnya akan menggantikan peralatan / mesin yang lebihrendah . Replacement diterapkan apabila keadaan dan kondisi sudah berbedaatau tidak semestinya normal, atau sudah melewati waktu masa pakai (tua)sehingga efektivitas kinerja mesin juga menjadi berkurang. Kelemahan darireplacement adalah banyak membutuhkan biaya investasi yang cukup besarbagi perusahaan, maka dari itu untuk melakukan plan atau pilihan ini perlubanyak pertimbangan dan harus benar-benar tepat dalam mengambil keputusan.

132.2.2 Jenis – jenis PerawatanJenis-jenis perwatan atau maintenance adalah sebagai berikut (Sofyan,2004) :1.Breakdown Maintenance (Perawatan mesin saat rusak)Breakdown Maintenance adalah merupakan perawatan yang dilakukan ketiamesin atau peralatan mengalami rusak. Kerusakan biasanya terjadi secara tibatiba dan mendadak diluar prediksi. Kerusakan ini menyebabkan mesin tidak bisamelakukan peeraanya atau tidak bisa beroperasi secara normal karena terdapatgangguan-gangguan yang mungkin belum diketahui penyebabnya. Kerusakanini harus dihindari oleh semua pelaku mesin. Karena jika tida bisa dihindarimaka produksi akan terganggu dan bahkan akibat gangguan tersebut produksimenjadi berhenti total dan tidak bisa dijalankan.2.Preventive Maintenance (Perawatan Pencegahan)Preventive Maintenance atau bisa disebut perawatan untuk mencegahkerusakan. Disebut demikian karena dalam hal ini yang dilakukan agar mesintetap bisa diontrol sejauh mana beroperasi maka dilakukan penjadwalan secarateratur dan rutin. Dengan demikian kerusakan-kerusakan yang sebelumnya akanterjadi bisa dilakukan pencegahan sebelumnya. Pencegahan dapat dilakukandengan contoh pergantian part secara rutin, pergantian oli secara rutin dansebagainya. Perawatan ini dibagi menjadi 2 yaitu :a. Periodic Maintenance (Perawatan berkala)Perawatan ini biasayanya sudah teradwal dalam suatu harian, mingguantauapun bulanan. Untuk melakuan penerapan ini seperti pergantian olisecara rutin, pergantian part dengan aslinya. Tujuan tersebut tidak lainadalah untuk mencegah mesin berhenti secara mendadak. Denganpenerapan ini mesin akan kembali lancar dan beroperasi normal sepertibiasanya sehingga perusahaan pun tidak akan mengalami penguranganjumlah produksinya.b. Predictive Maintenance (Perawatan Prediktif)

14Dilakukan sebelum mesin mengalami kegagalan dan uga sebelum terjadinyakerusakan total pada mesin. Untuk yang menjadi perbedaan dari perawatansebelumnya adalah pada kondisi mesin.3. Corrective Maintenance (Perawatan Korektgif)Perawatan ini dilakukan pada mesin yang masih bisa berjalan dan beroperasitetapi sudah tidak normal. Perawatan ini dilakukan dengan cara melihat jeniskerusakan yang terjadi dan mengidentifikasi apa saja faktornya yangmenyebabkan masalah mesin rusak. Lalu setelah semua ketemu maka akandilaukan perbaikan-perbaikan yang bertujuan untuk menormalkan mesin itukembali.2.3 OEE (Overall Equipment Effectiviness)Metode pendekatan yang digunakan untuk mengurangi dan menanggulangipermasalahan yang terjadi pada mesin dan peralatan adalah Overall EquipmentEffectiviness OEE. Metode pengukuran suatu efektivitas atau kekuatan sebuahmesin sejauh mana mesin tersebut bisa normal, seajauh mana mesin tersebut bisaberoperasi dan juga dapat mengukur akibat-akibat kerugian yang ditimbulkan olehketidak efetivan mesin tersebut bekerja. Dalam penghitungan sejauh mana OEEdapat ditentukan adalah dengan perkalian tiga hasil faktor yaitu availibiliyt,performancerate, dan quality rate. (Nakajima, 1988)Availability rate adalah suatu nilai yang menunjukan ketersediaan waktumesin, Availability rate melihat saat mesin mengalami indiakator saat downtimedan lama waktuuntuk set up dan adjusment sedangkan performance ratemengacu pada seberapa sering mesin, idle, stoppage, dan mesin yang bejalandengan kecepatan rendah. Quality rate adalah indikator seberapa banyak set upatau rework sehingga 6 kerugian atau losses nantinya akan terlihat pada nilai OEEpada masing-masing komponen. Misalya pada nilai avalaibility ratenya rendah,maka invorepment difokuskan untuk meningkatkan atau menambah uptime mesindan mempercepat waktu set up. Prerformance rate berfokus pada menghilangkanmesin idle, stoppage, dan mesin Quality rate akan berfokus untuk Improvementdalam mencegah produk scrap atau terjadinya rework.

15Dengan hal ini OEE juga dapat juga disebut sebagai pencampuran ataupenggabungan dari suatu pemeliharaan mesin atau peralatan dan manajemenoperasi serta kombinasisumber daya. Dari simpulan tersebut, bahwa OEEsebagai alat ukur dalam menjaga peralatan agar tetap efisien saat digunakan dandengan tujuan menghilangkan cacat produk dengan perhitungan ke tiga faktorhasil dari OEE. Setelah nilai ketemu dari ke tiga faktor tersebut maka akandigunakan acuan perusahaan untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya,Untuk mememperoleh nilai Overall Equipment Effectiveness atau OEEDengan cara mengalian faktor per faktor dari ket

Total productive maintenance metode yang digunakan untuk mengoptimalkan efektivitas dari mesin dan mengurangi kerusakan dari mesin (Aspinwall & magged Elgharib, 2013). Total Productive Maintenance (TPM) yaitu sebuah hubungan kerjasama antara perawatan dan lini produksi dengan tuuan mengurangi harga peralatan dan