BENTUK DAN MAKNA VERBA REDUPLIKASI DALAM NOVEL SITI .

3y ago
151 Views
8 Downloads
6.79 MB
234 Pages
Last View : 9d ago
Last Download : 6m ago
Upload by : Adele Mcdaniel
Transcription

BENTUK DAN MAKNA VERBA REDUPLIKASI DALAM NOVEL SITINURBAYA KARYA MARAH RUSLISKRIPSIDiajukan untuk memenuhi persyaratan Ujian Skripsi Program Strata 1 (S1)Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaUniversitas Muhammadiyah MakassarOleh:Nur Qalbi105331104316PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIAFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR2020

ii

iii

iv

v

MOTTO DAN PERSEMBAHANMOTTO :―Sesungguhnya Ridho Allah ada pada orang tua, maka mohonlah doa restukepada orang tua. Usaha doa dan kesabaran merupakan suatu kesatuan utuh untukmeraih keberhasilan, dan Allah akan memberi yang terbaik‖PERSEMBAHAN :Ku persembahkan karya ini kepada Allah swt. Atas segala nikmat dankarunia-Nya, dan dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur, ku perutukkan karya inisebagai bukti kecintaanku dan terima kasihku kepada:1. Ibu dan ayah yang senantiasa menyinari langkahku dengan doa dan kasihsayangnya.2. Kakak, adik dan semua keluarga yang memberikan semangat yang berjasadalam hidupku.3. Keluarga besar Bengkel Seni Bahasa dan Sastra Indonesi Unismuh Makassar4. Teman-teman seperjuangan ku, terima kasih untuk kebersamaan kita.vi

AbstrakQalbi, Nur, 2020. Bentuk dan Makna Verba Reduplikasi dalam Novel Siti Nurbayakarya Marah Rusli. Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.Dibimbing oleh Munirah selaku pembimbing I, dan Akram Budiman Yusufselaku pembimbing II.Tujuan penelitian secara keseluruhan untuk memberikan sebuah data yangdimana untuk mendeskripsikan bentuk verba reduplikasi dalam novel tersebut danuntuk mendeskripsikan makna apa yang timbul dari pengguna verba redu plikasidalam novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli, dalam tujuan pengolahan ini untukmendapatkan hasil yang logis.Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuanmenghasilkan data berupa kata-kata tertulis dalam penelitian ini harus dirancangbedasarkan pada prinsip metode deskriptif kualitatif yang mengumpulkan, mengolah,menganalisis dan menyajikan data dari sumber novel dengan judul Siti Nurbayakarya Marah Rusli yang berjumlah halaman 334 dan dari internet yang berkaitandengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data yakni 1 membaca berulang-ulang ,2 membaca secara lambat , 3 mencatat , dan menandai kalimat-kalimat yangmemiliki verba reduplikasi meggunakan pulpen. Adapun teknik analisi data yaitu 1mengumpulkan data , 2 mengklasifikasi data, 3 menganalisi data, 4 memberiansimpulan .Kata kunci : Verba , Reduplikasi , Novel.vii

KATA PENGANTARPuji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa yang telahmelimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga skripsi dengan judul Bentuk danMakna Verba Reduplikasi dalam Novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli dapatterselesaikan, penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada kedua orang tuaayah Ahmad Ollong dan ibu Sitti yang telah berjuang sekeras mungkin untukmembiayai penulis dalam berproses pencaria ilmu. Skripsi ini disusun untukmemenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar sarjana srata satu programpendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar.Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan skripsi ini tidak dapatberhasiil dengan baik tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karenaitu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada, Dr. Munirah,M.Pd. selaku pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, motivasi, saran,pengarahan, dan masukan-masukan yang sangat berarti dalam penyusunan skripsi ini,sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan skripsi ini dengan benar,Akram Budiman Yusuf, S.Pd. M.Pd. selaku pembimbing II yang telah memberikanbimbingan, motivasi, saran, pengarahan, dan masukan-masukan yang sangat berarti.Dr. Munirah, M.Pd. selaku ketua program studi Pendidikan Bahasa dan SastraIndonesia Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah mengesahkan secararesmi judul penelitian sebagai bahan penulis skripsi sehingga penulisan skripsiberjalan dengan lancar. Prof. Dr. H.Ambo Asse, M.Ag. Selaku rektor Universitasviii

Muhammadiyah Makassar yang telah memberikan izin kepada penulis untukmelakukan kegiatan penelitian. Erwin Akib, M.Pd., Ph.D. selaku dekan FKIPUniversitas Muhammadiyah Makassar. Seluruh dosen program studi PendidikanBahasa dan Sastra Indonesia. Sampaikan ucapan terima kasih kepada sahabatsahabatku dan keluarga besar Bengkel Seni Bassi yang senantiasa membantu dalammelakukan penulisan skripsi ini.Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih ada kekuranganoleh Karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangundari seluruh pembaca. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca,khususnya keluarga besar Universitas Muhammadiyah Makassar.Makassar, September 2020Nur Qalbiix

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL .iHALAMAN PENGESAHAN.iiPERSETUJUAN PEMBIMBING.iiiSURAT PERNYATAAN .ivSURAT PERJANJIAN.vMOTTO DAN PERSEMBAHAN . . .viABSTRAK . .viiKATA PENGANTAR . .viiDAFTAR ISI . xiBAB I PENDAHULUANA Latar Belakang . 1B. Rumusan Masalah 6C. Tujuan Penelitian . .7D. Manfaat Penelitian . . 8BAB II KAJIAN PUSTAKAx

A. Kajian Pustaka . . 91. Penelitian Relevan . .92. Landasan Teori . .143. Verba dan Reduplikasi . . 234. Jenis-jenis Kelas Kata .305. Novel . .33B. Bagan Kerangka Pikir . .34BAB III METODE PENELITIANA. Desain Penelitian . . . 36B. Devenisi Istilah . .36C. Data dan Sumber Data . . 37D. Teknik Pengumpulan Data .38E. Teknik Analisis Data . .38BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANA. Hasil Penelitian .39B. Pembahasan 43BAB V SIIMPULAN DAN SARANA. Simpulan . .67xi

B. Saran . 67DAFTAR PUSTAKA . 69SINOPSIS NOVEL . 71LAMPIRAN-LAMPIRANxii

13BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangManusia merupakan makhluk yang bermasyarakat atau makhluksosial. Kita membutuhkan orang lain dalam kehidupan kita sehari-hari. Untukberkomunikasi kita membutuhkan bahasa. Bahasa sudah ada sejak zamandahulu dan bahasa memegang peranan yang sangat penting untukberkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Tanpa bahasa komunikasiyang terjadi tidak akan berlangsung lancar.Menurut Sugiahastuti (2013: 8), Bahasa merupakan alat komunikasiyang efektif antar manusia dari berbagai macam situsi bahasa dapatdimanfaatkan untuk menyampaikan gagasan pembicara kepada pendengaratau penulis kepada pembaca, sedangkan menurut Chaer (2011 :2), bahasaialah sebuah system, artinya bahasa dibentuk oleh sejumah komponen yangberpola secara tetap dan dapat dikaidahkan, bahasa berfunsi sebagai alat untukbekerja sama atau berkomunikasi di dalam kehidupan manusia bermasyarakat.Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku, adat istiadat, budayadan bahasa. Bentuk-bentuk budaya bisa bermacam-macam seperti kesenian,pertunjukan, tarian tradisional, bahasa dan sastra. Bentuk dari budaya yangbisa kita lihat, ada dala, bentuk sastra lisan dan tulisan, salah satu sastra yang

14bisa dibaca atau dinikmati oleh orang banyak bisa dalam bentuk puisi, cerpenmaupun novel.Sastra menggambarkan kehidupan suatu masyarakat, bahkan menjadiidentitas suatu bangsa. Melalui sastra, orang dapat mengenali cerminkehidupan masyarakat. Karya sastra merupakan hasil kreatifitas manusiatentang kehidupan yang keberadaannya tidak dapat dilepaskan dari kehidupanitu sendiri. Dimasa sekarang anak mudah sudah mulai menampakkankecintaannya terhadap budaya literasi, salah satunya dengan membaca novel.Novel merupakan suatu karya sastra yang berisi karangan prosa yang tersusunatas satuan-satuan bahasa antara lain kata, frasa, klausa dan kalimat yangbertujuan menjelaskan apa yang ingin disampaikan. Setiap kalimat tersusunatas beberapa kategori kata, salah satunya adalah kelas kata verba.Verbamerupakan penggolongan kata yang menjelaskan suatu tindakan keberadaan,pengalaman atau penjelasan dinamis lainnya. Kata ini seringkali predikatdalam sebuah kalimat atau frasa. Verba atau kata kerja fungsinya untukmengulas tentang sebuah kegiatan atau suatu perbuatan ataupun aktivitas yangdijalankan seseorang.Morfologi menjadi cakup kajian yang cukup menarik dalam linguistik,karena morfologi merupakan tingkat lanjutan dari sintaksis itu sendiri.Berdasarkan perilaku morfologis verba bahasa Indonesia terbagi menjadi duayaitu verba dasar dan verba bentukan. Verba dasar merupakan verba pangkal

15yang belum mengalami proses morfologis manapun, sedangkan verbabentukan yaitu verba pangkal yang telah mengalami proses morgfologi,seperti afiksasi, reduplikasi maupun pemajemukan (komposisi).Pengulangan kata atau reduplikasi dalam tata bahasa Indonesia itupengulangan satuan gramatikal, baik seluruhnya maupun sebagian baikdengan variasi fonem maupun tidak. Hasil pengulangan disini disebut kataulang, sedangkan satuan satuan yang diulang ialah bentuk dasar. Reduplikasiatau pengulangan bentuk satuan kebahasaan merupakan gejala yang terdapatdalam banyak bahasa di dunia ini. Dalam bahasa Indonesia reduplikasimerupakan mekanisme yang penting dalam pembentukan kata disampingafiksasi, komposisi dan akronimisasi. Meskipun reduplikasi terutama adalahmasalah morfologi, masalah pembentukan kata. Reduplikasi merupakanproses atau hasil pengulangan kata atau unsur kata, seperti rumah-rumah,bolak balik. Reduplikasi juga merupakan salah satu cara yang khas yangberlaku pada bahasa-bahasa nusantara. Reduplikasi dikelompokkan daribeberapa jenis, salah satunya adalah verba reduplikasi. Verba reduplikasimerupakan proses pengulangan kata yang berkelas kata kerja.Verbareduplikasi banyak ditemukan di dalam karya sastra salah satunya pada novelklasik angkatan 20- an yaitu novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli.Contoh dari verba reduplikasi dalam novel tersebut adalah sebagaiberikut:

16― ingatlah perasaan perempuan yang hamil itu sedang muntah-muntah‖Pada contoh kalimat tersebut terdapat verba redupllikasi, yaitu muntahmuntahSeperti yang kita ketahui bahwa kata muntah-muntah merupakankata kerja.Saat ini perkembangan novel remaja Indonesia semakin semarak.Perkambangan membaca buku memunculkan nama-nama baru yang diangkatremaja. Sekarang ini, novel remaja Indonesia dapat ditemukan dengan mudahdi toko-toko buku. Namun, tidak semua novel itu dapat menjadi bacaan yangbagus untuk para remaja.Membaca novel tentang hakikatnya merupakan suatu kegiatan yangmengapresiasi sastra secara langsung. Maksudnya dari mengapresiasi kata ituadalah kegiatan memahami novel dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuhpemahaman, penghargaan, serta kepekaan kritis yang baik terhadap novelyang dibaca. Novel lebih mudah sekaligus lebih sulit dibaca jikadibandingkan dengan cerpen. Namun dikatakan lebih mudah karena noveltidak dibebani tanggung jawab untuk menyampaikan sesuatu dengan cepatatau dengan bentuk padat dan dikatakan sulit karena novel dituliskan dalamskala besar sehingga mengandung satu kesatuan organisasi yang lebih luasdari cerpen. Hanya novel yang mengisahkan tentang kehidupan manusia danlingkungannya. kehidupan manusi lebih dari masa mudah hingga masa tua.Tak lupa pula, novel juga bercerita watak, tabiat dan sifat dari keterlibatan. Isi

17novel memiliki cerita yang lebih panjang dan kompleks, perbedaanya dengancerpen ialah novel dapat terdiri dari sebagian hingga beragam halaman.Novel Siti Nurbaya (kasih tak sampai) ini merupakan novel yangpertama kali mengangkat kisah permasalahan dalam perkawinan yangmenghubungkan persoalan adat. Bahasa yang digunakan dalam novel iniadalah bahasa melayu baku. Novel Siti Nurbaya menyinggung tema kasih taksampai, anti pemikiran paksa pengorbaanan, kolonialisme, dan keoderenan.Novel ini mejadi yang banyak dibaca dan digunakan sebagai bahan penelitian.Dalam Siti Nurbaya telah diletakkan landasan pemikiran yang mengarah padaemansipasi wanita. Cerita itu membuat wanita mulai memikirkan akan hakhaknya, apakah ini hanya menyerah karena tuntutan adat dan tekanan orangtua ataukah ia harus mempertahankan yang diinginkannya.Penulis mengambil judul Penggunaan bentuk verba redupikasitersebut bertujuan agar pembaca tidak langsung mengerti dengan kata-katadidalam novel dengan kata lain verba reduplikasi tersebut memiliki maknatersendiri. Peneliti ingin membawa pembaca untuk berpikir, Meskipunbanyaknya penggunaan verba reduplikasi di dalam novel, akan tetapi masihbanyak yang belum mengetahui tentang bentuk-bentuk dan makna dari verbareduplikasi.Penulis memilih salah satu novel yang menarik untuk dikaji yaitu novelSiti Nurbaya karya Marah Rusli. Alasan memilih novel ini sebagai kajian

18dalam penelitian, karena dalam isi novel terdapat beberapa yang menggunakanpengulangan kata kerja atau verba reduplikasiBerdasarkan latar belakang yang sudah penulis uraikan, maka penulistertarik untuk mengkaji secara mendalam tentang bentuk dan makna verbaredupliksi, penulis ingin mengetahui berbagai bentuk dan makna verbareduplikasi. Sehinggah penulis memilih judul Bentuk dan Makna VerbaReduplikasi dalam Novel Siti Nurbaya.Meskipun sebelumnya sudah ada beberapa penelitian yang membahasmengenai verba dan reduplikasi, akan tetapi penelitian tersebut belum ada yangmembahas secara khusus mengenai bentuk dan makna verba reduplikasi. Makadari itu, penelitian ini akan menjadi sambungan atau penyempurna daripenelitian-penelitian sebelumnya.B. Rumusan Masalah1. Bagaimanakah bentuk verba reduplikasi yang terdapat dalam novelSiti Nurbaya karya Marah Rusli?2. Bagaimanakah makna verba reduplikasi dalam novel Siti Nurbayakarya Marah Rusli?C. Tujuan PenelitianTujuan dilakukan penelitian ini adalah sebagai berikut1. Untuk mendeskripsikan bentuk verba reduplikasi dalam novel SitiNurbaya karya Marah Rusli.

192. Untuk mendeskripsikan makna yang timbul dari penggunaan verbareduplikasi dalam novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli.D. Manfaat Penelitian1. Secara Teoritasa. Menambah pengetahuan dan wawasan tentang teori pengguna verbareduplikasi dalam novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli.b. enggunaan verba reduplikasi dalam novel Siti Nurbaya karya MarahRusli.c. Menambah atau memperkaya wawasan bagi pengembangan ilmudalam bidang sastra.2. Secara praktisa. Pembaca pada novel Siti Nurbaya tersebut dapat lebih megetahuitentang bagaimana pengulangan kata kerja atau verba reduplikasi yangada pada kata isi novel tersebut.b. Pembaca pada novel Siti Nurbaya tersebut dapat menjadikan sebagaisalah satu dasar atau pedoman untuk mengkaji lebih lanjut dalamroman yang diteliti khusunya tentang bentuk dan makna verbareduplikasi dan dapat pula dijadika sebagai salah satu bahanalternative tambahan dalam pengajaran sastra.

20c. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh beberapa pihak dapatdijadikan sebagai literature tambahan atau pelengkap bagi segenappengajar bahasa dan sastra Indonesia.

21BAB IIKAJIAN PUSTAKAA. Teori Pendukung dan Penelitian Relevan1. Penelitian RelevanSebuah penelitian agar mempunyai orientasi perlu adanya penelitianyang relevan. Penelitian yang relevan berfungsi untuk memberika pemaparantentang penelitian dimana analisis sebelumnya yang telah dilakukan.Penelitian tentang bentuk dan makna verba reduplikasi pada novel sudahpernah diteliti oleh beberapa peneliti. Penelitian yang mengkaji tentangbentuk dan makna verba reduplikasi pada novel di anataranya ialah Juwairiahdengan judul ― Bentuk Fungsi dan MaknaReduplikasi pada KumpulanKisdap Banjar Malam Kumpai Batu”, Marnetti dengan judul ―Reduplikasidan Maknanya dalam Novel Jamal Jamilah karya Boma Kampau”, dan IkaYuliana Rahmawati “penggunaan Kata Ulang Bahasa Indonesia dalam NovelPerempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy”.a. Penelitian relevan yang pertama dilakukan oleh Juwairah adalahmahasiswaFakultas Keguruan dan IlmuPendidikan dariUniversitas Lambung Mangkurat. Penelitianya berjudul ― Bentuk,Fungsi dan Makna Reduplikasi pada Kumpulan Kisdap BanjarMalam Kumpai Batu” hasil penelitian tersebut mengemukakantentang reduplikasi, didalam penelitian ini menjelaskan bahwa

22reduplikasi merupakan pengulangan satuan gramatikal, baikseluruh maupun sebagian, baik dengan variasi fonem maupuntidak. Dalam perkembangannya ,reduplikasi sering ditemukandalam sebuah novel atau cerpen yang bemacam-macam jenisnyaseperti salah satu ― Kumpulan Kisdap Banjar Malam Kumpaibatu‖ yang dijadikan objek penelitian dalam penelitian ini.Penelitian inibertujuan untuk mengetahui bentuk, fungsi, danmakna reduplikasi karena setiap cerita yang terdapat di dalamnyamengandung unsur-unsur budaya banjar yang masih melekathingga saat ini terdapat dalam buku yang dianalisis, metode danpendekatan peneitian ini adalah metode deskriptif dan pendekatankualitatif dengan teknik pengumpulan yang digunakan adalahteknik dokumentasi yang berupa bukumajalah agenda danlainnya. Penelitian ini terdapat juga beberapa makna taumenyangkatkan,(2) makna bermacam-ma cam, (3) makna jamakatau banyak ,(4)makna penegasan atau penekanan, (5) maknaberulang-ulang, (6) makna agaka,(7) makna menyerupai atau tirun,(8) kata sifat, (9) penekanan.b. Penelitian relevan yang kedua dilakukan oleh Marnetti mahasiswadari Universitas Riau dengan judul ― Reduplikasi dan Maknanyadalam Novel Jamal Jamilah karya Boma Kampau” hasil

23penelittian inibertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentukdan makna kata ulang yang terdapat dalam novel tersebut, metodeyang digunakan dalam tulisan ini adalah metode deskriptif. Hasilpenelitian ini menunjukkan bentuk kata ulang dalam novel iniadaempat yaitu (1)pengulangan seluruh , (2)pengulangan sebagian ,(3)pengulangan perimbuhan dan (4)pengulangan berubah fonem.Makna yang terdapat dalam kata ulang tersebut ada tiga yaitumenyatakan makna, menyatakan makna berulang-ulang, danmenyatakan makna perbuatan yang dilakukan dengan enaknya,dengan santainya atau dengan senangnya.c. Penelitian relevan yang ketiga ialah Ika Yuliana Rahmawati adalahmahasiswaFakultasKeguruabdan Ilmupendidikan dariUniversitas Muhammadiyah Surakarta dengan judul ―PenggunaanKata Ulang Bahasa Indonesia dalam Novel Perempuan BerkalungSorban karya Abidah El Khalieqy” hasil penelitian tersebutbertujuan untuk (1) memaparkan jenis penggunaan kata ulang (2)mengetahui fungsi kata ulang bahasa Indonesia yang terdapatdalam novel tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan metodedeskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diguunkandalam penelitian tersebut ialah berupa teknik dan simak dan catat.Data dalam penelitian ini adalah berupa kata ulang bahasaIndonesia, metode yang digunakan dalam upaya menemukan

24kaidah dalam tahap analisi data pada penelitian tersebut yaitumetode agh dan teknik baca markah.Penelitian ini jugamengemukakan reduplikasi memiliki berbagai jenis kata ulang,fungsi dan makna kata ulang berdasarkan data yang sudahdianalisis antara lain yaitu, mengubah bentuk kata benda menjadikata kerja , mengubah golongan kata sifat menjadi kata keterangan,mengubah ata bentuk tunggal menjadi kata jamak .d. Penelitiian relevan yang keempat ialah, Cahyaningsi merupakanmahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra jawaUniversitas Muhammadiyah Purworejo dengan judul ―Be

Novel Siti Nurbaya (kasih tak sampai) ini merupakan novel yang pertama kali mengangkat kisah permasalahan dalam perkawinan yang menghubungkan persoalan adat. Bahasa yang digunakan dalam novel ini adalah bahasa melayu baku. Novel Siti Nurbaya menyinggung tema kasih tak sampai, anti pemikiran paksa pengorbaanan, kolonialisme, dan keoderenan. Novel ini mejadi yang banyak dibaca dan digunakan .

Related Documents:

- Makna simbolik-ruang sakral (Srisadono, 2013) - Makna pragmatik (Kusbiantoro 2003) - Pola inkulturasi arsitektur gereja di Jawa-Bali (Martana 2010) - Penelaahan pada satu aspek makna - Ars artefak yang sukar berubah, ornamen yang lebih mudah diubah - PENGUNGKAPAN SELURUH RELASI makna-bentuk inkulturasi pada tingkat

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, digunakan dua metode, yaitu metode pengumpulan data menggunakan metode simak yang dilengkapi dengan teknik catat, dan metode analisis data. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis komponen makna untuk menentukan makna generik dan makna spesifik dari tiap-tiap leksem.

tentang bentuk pada arsitektur dan interior Gereja Puhsarang, bagaimana bentuk tersebut ditampilkan sehingga bisa menarik perhatian dan memiliki ciri khas. Pendekatan ikonografi akan menyangkut pembahasan tentang makna simbol yang terdapat pada Gereja Puhsarang melalui tiga tahap ikonografi, yaitu deskripsi .

secara deskriptif interpretatif, melalui analisis relasi fungsi-bentuk-makna yang terdapat pada arsitektur gereja Katolik Hati Kudus Yesus-Ganjuran, dan arsitektur keraton Yogyakarta. Hasil pengkajian menunjukkan kuatnya usaha mengekspresikan makna simbolik hingga ke elemen-elemen dekorasi arsitektur.

Clarissa, Shena, Nani, dan Putri. Bentuk deiksis persona pertama jamak terdiri dari bentuk pronomina persona kita dan kami. Pada bentuk deiksis persona kedua tunggal, yaitu pronomina persona kamu, anda, dan engkau. Bentuk deiksis persona kedua tunggal terdapat pula dalam bentuk nama diri, antara lain Mila, A

The Verba Recording System is a state-of-the-art call recording and quality management solution for unified communications platforms. Deployed at leading financial institutions, security companies and contact centers, Verba helps organizations better manage risk and compliance, develop quality assurance and .

Verba Recording System Version 7 Page 4 of 82 Call details Detailed information is shown for each recorded call on the call details screen. Adding metadata Call participant list Right click options Web-based media player The Verba media player is a feature-rich multimedia tool that supports easy in-depth analysis of media recordings. Using the .

language approach was a drastic change compared to the previous, traditional approach to language instruction in Korea.’ The factors in this ‘drastic change’ which Jeon highlights include setting the unit of analysis at the discourse level rather than the sentence level; emphasizing communicative competence rather than only linguistic competence; moving from teacher-fronted to learner .