BAB II TINJAUAN PUSTAKA MENGENAI LINGKUNGAN HIDUP DAN .

1y ago
182 Views
23 Downloads
427.29 KB
37 Pages
Last View : 1d ago
Last Download : 2d ago
Upload by : Rosa Marty
Transcription

BAB IITINJAUAN PUSTAKA MENGENAI LINGKUNGAN HIDUPDAN PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUPA. Lingkungan Hidup1. Pengertian Lingkungan HidupKehidupan manusia di bumi tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya,begitu juga dengan kehidupan manusia dengan makhluk hidup lainnya sepertihewan dan tumbuhan. Manusia memerlukan makhluk hidup lainnya untukmemenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga antara manusia dan makhluk hiduplainnya memiliki keterkaitan satu sama lain.Manusia bersama hewan, tumbuhan dan jasad renik menempati suaturuang tertentu. Kecuali makhluk hidup, dalam ruang itu terdapat juga benda takhidup, seperti misalnya udara yang terdiri atas bermacam gas, air dalam bentukuap, cair dan padat, tanah dan batu. Ruang yang ditempati suatu makhluk hidupbersama dengan benda tak hidup di dalamnya disebut lingkungan hidup makhlukhidup tersebut.14Lingkungan adalah seluruh faktor luar yang memengaruhi suatuorganisme; faktor-faktor ini dapat berupa organisme hidup (biotic factor) . 15Darihalinilahkemudian terdapat dua komponen utama lingkungan, yaitu: a) Biotik:1415Otto Soemarwoto, Ekologi Lingkungan Hidup, Djembatan, Jakarta, 2001, Hlm. 51-52.Mulyanto. Ilmu Lingkungan, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2007, Hlm. 1.21

22Makhluk (organisme) hidup; dan b) Abiotik: Energi, bahan kimia, dan lainlain.16Interaksi-interaksi antara organisme-organisme dengan kedua faktorbiotik dan abiotik membentuk suatu ekosistem. Ekosistem adalah tatanan unsurlingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan salingmemengaruhidalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitaslingkungan hidup.17Namun, pada hakikatnya keseimbangan alam (balance of nature)menyatakan bahwa bukan berarti ekosistem tidak berubah. Ekosistem itu sangatdinamis dan tidak statis. Komunitas tumbuhan dan hewan yang terdapat dalambeberapa ekosistem secara gradual selalu berubah karena adanya perubahankomponen lingkungan fisiknya. Tumbuhan dan hewan dalam ekosistem jugaberubah karena adanya kebakaran, banjir, erosi, gempa bumi, pencemaran, danperubahan iklim. Walaupun ekosistem selalu berubah, ia memunyai kemampuanuntuk kembali pada keadaan semula selama perubahan itu tidak drastis.18Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungandan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 1 ayat 1, lingkungan hidup adalahkesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup,termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri,kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hiduplain.16Agoes Soegianto, Ilmu Lingkungan, Sarana Menuju Masyarakat Berkelanjutan,Airlangga University Press, Surabaya, 2010, Hlm. 1.17Pasal 1 ayat 5 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan danPengelolaan Lingkungan Hidup.18Agoes Soegianto, op.cit, Hlm. 39.

23Menurut Otto Soemarwoto sifat lingkungan hidup ditentukan olehbermacam-macam faktor. Pertama, oleh jenis dan jumlah masing-masing jenisunsur lingkungan hidup tersebut. Dengan mudah dapat kita lihat, suatulingkungan hidup dengan 10 orang manusia, seekor anjing, tiga ekor burungperkutut, sebatang pohon kelapa dan sebuah bukit batu akan berbeda sifatnyadari lingkungan hidup yang sama besarnya tetapi hanya ada seorangmanusia, 10 ekor anjing, tertutup rimbun oleh pohon bambu dan rata tidakberbukit batu. Dalam golongan jenis unsur lingkungan hidup termasuk pula zatkimia.Kedua, hubungan atau interaksi antara unsur dalam lingkungan hidupitu. Misalnya, dalam suatu ruangan terdapat delapan buah kursi, empat buah mejadan empat buah pot dengan tanaman kuping gajah. Dalam ruangan itu delapankursi diletakan sepanjang satu dinding, dengan sebuah meja di muka setiap duakursi dan sebuah pot di atas masing-masing meja. Sifat ruangan berbeda jikadua kursi dengan sebuah meja diletakan di tengah-tengah masing -masingdinding dan sebuah pot di masing-masing sudut.Hal serupa berlaku juga untuk hubungan atau interaksi sosial dalamhal unsur-unsur itu terdiri atas benda hidup yang mobil, yaitu manusia danhewan. Dengan demikian lingkungan hidup tidak saja menyangkut komponenbiofisik, melainkan juga hubungan sosial budaya manusia.Ketiga, kelakuan atau kondisi unsur lingkungan hidup. Misalnya,suatu kota yang penduduknya aktif dan bekerja keras merupakan lingkunganhidup yang berbeda dari sebuah kota yang serupa, tetapi penduduknya santai

24dan malas. Demikian pula suatu daerah dengan lahan yang landai dan suburmerupakan lingkungan yang berbeda dari daerah dengan lahan yang berlerengdan tererosi.Keempat, faktor non-materil suhu, cahaya dan kebisingan. Kita dapatdengan mudah merasakan ini. Suatu lingkungan yang panas, silau dan bisingsangatlah berbeda dengan lingkungan yang sejuk, cahaya yang cukup, tapitidak silau dan tenang.19Untuk memberikan gambaran yang tepat dan jelas, maka perluadanya pemahaman yang sempurna atas pengertian lingkungan hidup, sehinggatidak terjadi perbedaan dalam penafsiran hal tersebut. Oleh karena itu,beberapa pakar lingkungan memberikan definisi tentang lingkungan danlingkungan hidup, antara lain:20Otto Soemarwoto :“Lingkungan adalah jumlah benda dan kondisi yang adadalam ruang yang kita tempati yang memengaruhi kehidupankita".S.J. MC Naughton dan Larry L. Wolf :“Lingkungan hidup adalah semua faktor eksternal yangbersifat biologis dan fisika yang langsung memengaruhikehidupan, pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksiorganisme”.19Otto Soemarwoto, op.cit, Hlm. 53-54.Juwita, Pengertian Lingkungan Hidup menurut Beberapa 7/lingkungan-hidup-menurutbeberapaahli.html?m 1 Diakses pada Kamis 15 Oktober 2015, pkl. 01.00 Wib.20

25Michael Allaby emical, and biotic condition surrounding and organism (fisik,kimia, dan kondisi biotik organisme di sekitar)”.21Munadjat Danusaputro :“Lingkungan hidup sebagai semua benda dan kondisi, termasukDi dalamnya manusia dan tingkah perbuatannya, yang terdapatdalam ruang tempat manusia berada dan memengaruhihidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya”.Sri Hayati :"Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semuabenda dan keadaan makhluk hidup, termasuk di dalamnyamanusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupandan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya”.Jonny Purba :“Lingkungan hidup adalah wilayah yang merupakan tempatberlangsungnya bermacam - macam interaksi sosial antaraberbagai kelompokbeserta pranatanya dengan simbol dannilai”.Jika disimak berbagai pengertian di atas, dapat dikatakan bahwalingkungan memiliki cakupan yang sangat luas. Lebih jelas L.L.Bernardmemberikan pembagian lingkungan ke dalam 4 (empat) bagian besar,yakni: 2221Kamus Inggris-Indonesia, New Webster’s Pocket Dictionary, Tangerang, Karisma PublishingGroup.22NHT Siahaan, Hukum Lingkungan, Pancuran Alam, Jakarta, 2009, Hlm. 3.

26a. Lingkungan fisik atau anorganik, yaitu lingkungan yang terdiri darigaya kosmik dan fisiogeografis seperti tanah, udara, laut, radiasi,gaya tarik, ombak, dan sebagainya.b. Lingkungan biologi atau organik, segala sesuau yang bersifat biotisberupa mikroorganisme, parasit, hewan, tumbuhan, termasuk jugadisini lingkungan prenatal, dan proses-proses biologi sepertireproduksi, pertumbuhan, dan sebagainya.c. Lingkungan sosial, dibagi dalam tiga bagian, yaitu :i. Lingkungan fisiososial yaitu meliputi kebudayaanmateriil (alat), seperti peralatan senjata, mesin, gedung,dan lain-lain,ii. Lingkungan biososial, yaitu manusia dan interaksinyaterhadap sesamanya dan tumbuhan beserta hewandomestik dan semua bahan yang digunakan manusiayang berasal dari sumber organik, daniii. Lingkungan psikososial, yaitu yang berhubungandengantabiat batinpandangan,keinginan,manusiasepertidan keyakinan.sikap,Haliniterlihat melalui kebiasaan, agama, ideologi, bahasa,dan lain-lain.d. Lingkungan komposit, yaitu lingkungan yang diatur secarainstitusional, berupa lembaga-lembaga masyarakat, baik yangterdapat di daerah kota atau desa.

272. Dasar Hukum Lingkungan HidupPerubahan (amandemen) keempat Undang-undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) pada tahun 2002, selainpenegasan mengenai konstitusionalisasi kebijakan ekonomi, juga peningkatanstatus lingkungan hidup dikaitkan dengan hak -hak asasi manusia yangdijamin oleh Undang-Undang Dasar.23Ketentuan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945 yang mengatur tentang lingkungan hidup dirumuskan dalam 2 (dua)pasal, yaitu Pasal 28H ayat (1) dan Pasal 33 ayat (4) Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945.Pasal 28H ayat (1) UUD NRI 1945 menyebutkan bahwa :“Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin,bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yangbaik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”.Pasal 33 ayat (4) UUD NRI 1945 menyebutkan bahwa:“Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atasdemokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensiberkeadilan, berkelanjutan,berwawasanlingkungan,kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuandan kesatuan ekonomi nasional”.Pembukaan UUD NRI 1945 menegaskan kewajiban Negara dantugas pemerintah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan umat manusia.Merujuk pada ketentuan Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945, berarti hak untuk memperoleh lingkungan23Jimly Asshiddiqie, Green Constitution: Nuansa Hijau UUD NRI Tahun 1945, RajawaliPers, Jakarta, 2009, Hlm. 79.

28hidup yang baik dan sehat serta pelayanan kesehatan yang baik, merupakanHak Asasi Manusia (HAM). Karena itu, Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945 jelas sangat pro lingkungan hidup, sehinggadapat disebut sebagai konstitusi hijau (Green Constitution).24Perhatian negara-negara di dunia termasukIndonesiaterhadaplingkungan hidup baru bangkit setelah Konferensi Stockholm 1972. BahkanUndang-Undang tentang Ketentuan PokokPengelolaan Lingkungan Hidupsebagai peraturan payung untuk lingkungan baru tercipta setelah lewat sepuluhtahun, yaitu tahun 1982. Undang-Undang itu ialah Undang-undang Nomor 4Tahun 1982.25 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan PokokPengelolaan Lingkungan Hidup (UULH), telah berlaku lebih kurangnya 15 tahun.Untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan lingkunganyang begitu pesat, Undang-Undang Lingkungan Hidup tersebut mengalamipembaharuan dengan Undang-Undang Nomor23Tahun 1997 tentangPengelolaan Lingkungan Hidup (UUPLH). Selanjutnya setelah berlakunyaUndang-Undang ini selama dua belas tahun maka dengan alasan yang sama demimengakomodir tuntutan globalisasi zaman maka pada tanggal 3 Oktober2009disahkanlahUndang-UndangNomor32 Tahun 2009 tentangPerlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH).26Perbedaan mendasar antara UUPLH dengan UUPPLH ini adalahadanya penguatan terhadap prinsip-prinsip perlindungan dan pengelolaan24Jimly Asshiddiqie, op.cit.Ibid.26Hermin Kadiati Koeswadji, Hukum Pidana Lingkungan, Citra AdityaBakti, Bandung, 1993, Hlm. 129.25

29lingkungan yang didasarkan pada tata kelola pemerintahan yang baik serta adanyakejelasan kewenangan antara pusat dan daerah UUPPLH tersebut berlakusebagai payung atau umbrella act atau umbrella provision atau dalam ilmuhukum disebut kaderwet atau raamwet, sebab hanya diatur ketentuan pokoknyasaja. Oleh karenanya harus didukung oleh banyak peraturan pelaksanaannya.Peraturan yang dimaksud telah berkembang dari hari ke hari yang dilakukanolehinstansiKementeriandan Non Kementerian di bawah KoordinasiKementerian Lingkungan Hidup. Penjabaran asas dan tujuan pengelolaanlingkungan hidup ini telah dilakukan dalam berbagai ketentuan perundangundangan di bidang pengelolaan berbagai sumber daya.27Selain itu, menurut UUPPLH ini terdapat delapan hak ataslingkungan yang diatur, yaitu :1. Pasal 65 ayat (1) bahwa setiap orang berhak atas lingkungan yangbaik dan sehat sebagai bagian dari HAM,2. Hak mendapatkan pendidikan lingkungan hidup ( Pasal 65 ayat (2) )3. Hak akses informasi ( Pasal 65 ayat (2) ),4. Hak akses partisipasi ( Pasal 65 ayat (2) ),5. Hak mengajukan usul atau keberatan terhadap rencana usahadan/atau kegiatan yang diperkirakan dapat menimbulkan dampakterhadap lingkungan hidup ( Pasal 65 ayat (3) ),6. Hak untuk berperan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkunganhidup ( Pasal 65 ayat (4) ),27Mohammad Askin, Seluk Beluk Hukum Lingkungan, Nekamatra, 2010, Hlm. 63.

307. Hak untuk melakukan pengaduan akibat dugaan pencemaran dan/atauperusakan lingkungan hidup ( Pasal 65 ayat (5) ), dan8. Hak untuk tidak dapat dituntut secara pidana dan digugat secara perdatadalam memperjuangkan hak atas lingkungan yang baik dan sehat(Pasal nyadimaksudkan agar alam dapat dimanfaatkan bagi kepentingan kesejahteraanumat manusia pada saat ini dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah untukkepentingankesejahteraanumatdimasa mendatang(sustainabledevelopment). Dengan kata lain pembuatan UUPPLH serta aturan sektorallainnya dimaksudkan atau dijiwai untuk menyelamatkan lingkungan.283. Manfaat dan Resiko Lingkungan Dalam PembangunanDalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsurlingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan salingmempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitaslingkungan hidup.Pembangunan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan hidup.Interaksiantara pembangunan dan lingkunganhidup membentuk sistemekologi yang disebut hidupdankesejahteraan rakyat. Dapat pula dikatakan pembangunan bertujuan untukmenaikan mutu hidup rakyat. Karena mutu hidup dapat diartikan sebagai derajat28Syahrul Machmud, Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia, GrahaIlmu, Yogyakarta, 2012, Hlm. 3.

31dipenuhinya kebutuhan dasar, pembangunan dapat diartikan sebagai usahauntuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat dengan lebih baik. Kebutuhan dasarmerupakan kebutuhan yang esensial untuk kehidupan kita. Kebutuhan dasarterdiri atas tiga bagian, yaitu kebutuhan dasar untuk hayati, kebutuahan dasaruntuk kelangsungan hidup yang manusiawi, dan derajat kebebasan untukmemilih. Banyak jenis kebutuhan dasar untuk banyak anggota masyarakatkita masih belum terpenuhi dengan baik. Misalnya pangan, airbersih,pendidikan, pekerjaan, dan rumah masih belum dapat tersedia dengan cukup,30 tahun yang lalu. Dengan masih belum terpenuhinya kebutuhan dasar itu,mutu lingkungan hidup banyak rakyat masih belum baik. Karena itu masih usdijagaagarkemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan pada tingkat yang lebihtinggi tidak menjadi rusak. Sebab kalau kerusakan terjadi, bukannya perbaikanmutu hidup yang akan dicapai, melainkan justru kemerosotan. Bahkan bilakerusakan terlalu parah, dapatlah terjadi kepunahan kehidupan kita sendiri ataupaling sedikit ekosistem tempat kita hidup dapat mengalami keambrukan yangakan mengakibatkan banyak kesulitan. Pembangunan demikian bersifat tidakberkelanjutan.29Pembangunan tidak hanya menghasilkan manfaat bagi manusia,melainkan juga membawa resiko terhadap lingkungan. Misalnya sungaidibendung yang dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air, bertambahnya29Otto Soemarwoto, op.cit, Hlm. 158-159.

32air untuk pengairansawah dan terkendalinya banjir. Resikonyaialahtergenangnya kampung dan sawah, tergusurnya penduduk, dan kepunahan jenistumbuhan dan hewan.Pembangunan yang terjadisekaranginidiIndonesiaadalahpembangunan di sektor industri, dimana pembangunan di sektor industri inisecara tidak langsung merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkanpertumbuhan ekonomi di Indonesia. Akan tetapi, dalam pembangunan industri iniseringkali kurang memperhatikan lingkungan dalam pelaksanaanya seperti,industri yang membuang limbah tanpa pengolahan terlebih dahulu sehinggadapat mencemari lingkungan, serta penggunaan AMDAL pada saat akandibangunnya suatu industri.B. Pencemaran Lingkungan Hidup1. Pengertian Pencemaran Lingkungan HidupPencemaran lingkungan hidup menurut Undang-undang Nomor 32Tahun 2009 Pasal 1 ayat (14) adalah “masuk atau dimasukkannya makhlukhidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup olehkegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu.Pencemaran atau polusi adalah suatu kondisi yang telah berubah daribentuk asal pada keadaan yang lebih buruk. Pergeseran bentuk tatanan darikondisi asal pada kondisi yang buruk ini dapat terjadi sebagai akibat masukan daribahan-bahan pencemar atau polutan. Polutan adalah suatu zat atau bahan yangkadarnya melebihi ambang batas serta berada pada waktu dan tempat yang tidaktepat, sehingga merupakan bahan pencemar lingkungan, misalnya bahan kimia,

33debu, panas dan suara. Polutan tersebut dapat menyebabkan lingkungan menjaditidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan akhirnya malah merugikanmanusia dan makhluk hidup lainnya. Berdasarkan lingkungan yang terkenapolutan (tempat terjadinya), pencemaran lingkungan dapat dibedakan menjadi 3macam yaitu :1. Pencemaran UdaraAdalah peristiwa masuknya, tercampurnya, polutan )yangdapatmengakibatkan menurunnya kualitas udara atau lingkungan.2. Pencemaran AirAdalah penambahan zat-zat yang tidak diinginkan dan dapatmenurunkan kualitas air, sehingga keberadaannya membahayakanmanusia, pencemaran air disebabkan oleh terdapatnya zat-zat kimiayang tidak memenuhi syarat-syarat air bersih.3. Pencemaran TanahAdalah pencemaran yang disebabkan oleh limbah rumah tangga,industri, pertanian/buangan buah-buahan yang tidak dapat diuraikanoleh mikroorganisme.2. Dasar Hukum Pencemaran Lingkungan HidupPengertian perusakanUUPPLH adalahlingkunganmenurutPasal1ayat(17)

34“Perubahan langsung dan/atau tidak langsung terhadap sifatfisik, kimia, dan/atau hayati lingkungan hidup yang melampauikriteria baku kerusakan lingkungan hidup”.Penyusunan Rancangan Undang-undang (RUU) Lingkungan Hiduptelah dimulai pada Tahun 1976 dan ditingkatkan dengan dibentuknyaKelompok Kerja Pembinaan Hukum dan Aparatur Dalam Pengelolaan SumberAlam dan Lingkungan Hidup dalam Bulan Maret 1979 oleh Menteri Negara.Selain itu untuk mempertahankan keseimbangan antara kelestarian lingkunganhidup dengan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan.Maksudnya adalahagar pembangunan industri di setiap wilayah harus memperhatikan kelestarianlingkungan hidup.Dalam usaha untuk melindungi lingkungan Indonesia memilikiUndang-Undang Lingkungan Hidup yaitu Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, yangkemudian disempurnakan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan sekarang menjadi Undang-UndangNomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan LingkunganHidup.Pencemaran dan rusaknya lingkungan hidup merupakan suatu ancamanyang senantiasa mengancam kelestarian lingkungan hidup, untuk itu perludibuatnya aturan larangan untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkunganhidup. Dalam Pasal 87 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 TentangPerlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, menyatakan bahwa :

351) Setiap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang n/atauperusakanlingkungan hidup yang menimbulkan kerugian pada orang lainatau lingkunganhidup wajib membayar ganti rugi dan/atau melakukan tindakan tertentu.2) Setiap orang yang melakukan pemindah tanganan, pengubahan sifat dan bentukusaha, dan/atau kegiatan dari suatu badan usaha yang melanggar hukum tidakmelepaskan tanggung jawab hukum dan/atau kewajiban badan usaha tersebut.3) Pengadilan dapat menetapkan pembayaran uang paksa terhadap setiap hariketerlambatan atas pelaksanaan putusan pengadilan.4) Besarnya uang paksa diputuskan berdasarkan peraturan perundang-undangan.Kewajiban untuk memberikan ganti kerugian adalah konsekuensi dariprinsip bahwa untuk melestarikan guna menunjang pembangunan yangberkesinambungan. Oleh karena itu wajar apabila mereka yang melanggar wajibmembayar ganti

BAB II TINJAUAN PUSTAKA MENGENAI LINGKUNGAN HIDUP DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP A. Lingkungan Hidup 1. Pengertian Lingkungan Hidup Kehidupan manusia di bumi tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya, begitu juga dengan kehidupan manusia dengan makhluk hidup lainnya seperti hewan dan tumbuhan.

Related Documents:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN MODEL. PENELITIAN . 2.1 Tinjauan Pustaka. Tinjauan pustaka adalah kajian mengenai penelitian sebelumnya yang memiliki relevansi permasalahan dengan penelitian yang akan dilakukan. Kajian terhadap penelitiapenelitian sebelumnya diharapkan memberikan wawasan agar n-

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian ini menggunakan beberapa pustaka yang berkaitan dengan penelitian ini. Hal ini berfungsi untuk pedoman dan pembanding penelitian yang akan dilakukan. Urfan (2017) melakukan penelitian berjudul Aplikasi Kalender Event Seni

10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Penelitian tentang aplikasi mobile berbasis android yang dibuat oleh universitas atau berisi info seputar kampus atau panduan bagi mahasiswa atau

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Keagenan Keagenan adalah hubungan yang mempunyai kekuatan hukum yang terjadi bilamana kedua pihak bersepakat, memuat perjanjian, dimana salah satu pihak diamakan agen, setuju untuk mewakili pihak lainnya yang

6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Chronic kidney disease (CKD) a. Definisi Chronic kidney disease merupakan suatu keadaan kerusakan ginjal secar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian ini mengacu pada beberapa sumber dan tinjauan yang sudah ada dimana masing-masing penulis menggunakan metode yang berbeda sesuai dengan permasalahan yang di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. TINJAUAN PEMILIHAN LOKASI . Memiliki nilai kedekatan terhadap pusat kegiatan pendidikan. 4. Berada dalam lokasi pendidikan, rekreasi dan sesuai dengan peruntukan lahan. 5. . Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi .

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Umum Tentang Bank Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Tinjauan Umum tentang Arbitrase 1. Pengertian Arbitrase Suatu hubungan keperdataan yakni dalam suatu perjanjian selalu akan ada resiko kemungkinan timbulnya suatu perselisihan dalam prosesnya baik antar pihak maupun dengan objek perjanjian. Sengketa tersebut dapat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Umum Tentang Anak Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), anak adalah keturunan kedua. Dalam konsideran UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dikatakan bahwa anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dlam dirinya melekat harkat dan martabat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA & PEMBAHASAN . A. Tinjauan Pustaka . 1. Asuransi a. Pengertian Asuransi Asuransi dalam sudut pandang hukum dan ekonomi merupakan bentuk manajemen risiko utama yang digunakan untuk menghindari kemungkinan terjdinya kerugian yang tidak tentu. Asuransi didefinisikan sebagai transfer yang

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam penyusunan skripsi ini dibutuhkan tinjauan pustaka yang berisi teori-teori atau konsep-konsep yang digunakan sebagai kajian dan acuan bagi penulis 2.1.1. Pengertian Sistem Suatu sistem t

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Perpustakaan Perpustakaan berasal dari kata dasar pustaka. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia kata pustaka memiliki arti kitab atau buku. Sedangkan dalam bahasa inggris perpustakaan dikenal dengan nama library. Library berasal dari bahasa Latin liber atau libri yang artinya buku.

7 Poltekkes Kemenkes Yogyakarta BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.Telaah Pustaka 1. Pengetahuan Pengetahuan merupakan hasil “ tahu “ dan ini terjadi setelah orang

12 Menjelaskan mengenai Dana Pensiun 1. Menjelaskan mengenai pengertian dan tujan penyelenggaraan dana pensiun 2. Menjelaskan mengenai manfaat dana pensiun 3. Mengidentifikasi jenis dana pensiun dan program pensiun Dana Pensiun Kuliah tatap muka Presentasi Diskusi A (Bab 17) B (Bab 19) 13 Menjelaskan mengenai Asuransi 1. Menjelaskan mengenai .

Buku Keterampilan Dasar Tindakan Keperawatan SMK/MAK Kelas XI ini disajikan dalam tiga belas bab, meliputi Bab 1 Infeksi Bab 2 Penggunaan Peralatan Kesehatan Bab 3 Disenfeksi dan Sterilisasi Peralatan Kesehatan Bab 4 Penyimpanan Peralatan Kesehatan Bab 5 Penyiapan Tempat Tidur Klien Bab 6 Pemeriksaan Fisik Pasien Bab 7 Pengukuran Suhu dan Tekanan Darah Bab 8 Perhitungan Nadi dan Pernapasan Bab .

Pembangunan Rusun ASN Pemkab Malang)" dengan membuat Bab I samapi Bab V. Bab I berisi Pendahuluan, Bab II berisi Tinjauan Pustaka, Bab III berisi Metodologi Penelitian, Bab IV berisi Analisa dan Pembahasan, Bab V berisi Kesimpulan dan Saran. Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa tugas akhir ini jauh dari sempurna.

Bab II Tinjauan Pustaka Integritas Moral Pengertian Integritas. Menurut Henry Cloud, ketika berbicara mengenai integritas, maka tidak akan terlepas dari upaya untuk menjadi orang yang utuh, yang bekerja dengan baik dan menjalankan fungsinya sesuai dengan apa yang telah dirancang sebelumnya. Integritas

BAB II . TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI . 2.1. Penelitian Terdahulu . Studi mengenai strategi komunikasi politik. dan partai perindo . telah dilakukan sebelumnya diantaranya sebagai berikut : 1. Giovanni, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, yang berjudul “Represe

Required Texts: Harris, Ann Sutherland. Seventeenth Century Art and Architecture, 1st or 2nd edition will work, only 2nd edition available in book store Harr, Jonathan. The Lost Painting: The Quest for a Caravaggio Masterpiece. Optional Text: Scotti, R.A. Basilica: The Splendor and the Scandal: The Building of St. Peters’s; Barnett, Sylvan.