IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF DENGAN .

3y ago
37 Views
2 Downloads
4.80 MB
237 Pages
Last View : 18d ago
Last Download : 6m ago
Upload by : Abby Duckworth
Transcription

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIFDENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK KELAS IV BSD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEMSKRIPSIDiajukan kepada Fakultas Ilmu PendidikanUniversitas Negeri Yogyakartauntuk Memenuhi Sebagian Persyaratanguna Memperoleh Gelar Sarjana PendidikanOlehYovita Dian PutrantiNIM 10108241079PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASARJURUSAN PENDIDIKAN PRA SEKOLAH DAN SEKOLAH DASARFAKULTAS ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTAOKTOBER 2014i

ii

iii

iv

MOTTO“Tujuan pendidikan adalah mempersiapkan generasi muda untukmendidik diri mereka sendiri seumur hidup mereka.”(Robert Maynard Hutchins)v

PERSEMBAHANDengan mengucapkan puji syukur atas berkat dan karunia Tuhan YesusKristus, kupersembahkan dengan tulus hati karya ini kepada:1. Kedua orang tuaku yang terkasih Bapak Martinus Budiharjo dan Ibu MariaMagdalena Astiani.2. Almamater PGSD FIP UNY.3. Nusa, Bangsa dan agama.vi

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIFDENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK KELAS IV BSD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEMOlehYovita Dian PutrantiNIM 10108241079ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasipembelajaran tematik integratif dengan pendekatan saintifik kelas IV B di SDNegeri Percobaan 3 Pakem Sleman.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitianini adalah kepala sekolah, guru kelas, dan siswa kelas IV B. Teknik pengumpulandata yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisisdata dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, display data, danpenarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakantriangulasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa guru kelas IV B telah melaksanakanpembelajaran tematik integratif dengan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifikyang telah dilaksanakan meliputi; (1) mengamati, (2) menanya, (3) menalar, (4)mencoba, (5) mengolah, (6) menyimpulkan, (7) menyajikan, dan (8)mengkomunikasikan. Penggunaan metode dan media dalam pembelajaran punmenyesuaikan pada pembelajaran berdasarkan buku pegangan guru. Manfaat dariimplementasi pembelajaran tematik integrative dengan pendekatan saintifik yaitusiswa berperan aktif dalam pembelajaran sehingga dapat memperoleh informasiberdasarkan pengalaman langsung yang dilakukan. Teknik penilaian yangdigunakan oleh guru yaitu tes lisan, tes tulis, penugasan dan kinerja.Kata kunci: pembelajaran tematik integratif, pendekatan saintifikvii

KATA PENGANTARSalam Damai Kristus.Puji syukur atas segala rahmat dan berkat yang dilimpahkan Tuhan YesusKristus, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir skripsi yang berjudul“IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF DENGANPENDEKATAN SAINTIFIK KELAS IV B SD NEGERI PERCOBAAN 3PAKEM” ini dengan lancar.Karya ini dapat tersusun dengan baik atas bimbingan, bantuan sertadukungan dari banyak pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan tulushati penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat:1.Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, yang telah memberikan kebijakanuntuk menyelesaikan Tugas Akhir Skripsi ini.2.Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, yang telah memberikan ijin dan kesempatankepada peneliti untuk melaksanakan penelitian.3.Ketua Jurusan Pendidikan Pra Sekolah dan Sekolah Dasar sekaligus DosenPenasehat Akademik Ibu Hidayati, M. Hum, yang selalu memberikandorongan untuk lebih berprestasi.4.Dosen Pembimbing Skripsi Ibu Murtiningsih, M. Pd. dan Bapak BambangSaptono, M. Si., yang selalu sabar dan tulus dalam memberikan motivasi sertabimbingan sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik.5.Kepala Sekolah SD Negeri Percobaan 3 Pakem, yang telah memberikan ijinkepada peneliti untuk melakukan penelitian di SD Negeri Percobaan 3Pakem.viii

6.Wali Kelas IV B Bapak Angga Setya Mahanani, A. Md., yang telah bersediamenjadi subjek dalam penelitian dan membantu dalam proses pengumpulandata.7.Siswa-siswi kelas IV B yang telah bersedia menjadi subjek dalam penelitiandan berbagi cerita mengenai pembelajaran yang menyenangkan.8.Seluruh staf dan karyawan SD Negeri Percobaan 3 Pakem, yang telahmemberikan perhatian dan bantuannya kepada peneliti.9.Saudara-saudariku terkasih dalam Kristus di UKM IKMK UNY, yang telahmemberikan semangat dan motivasi kepada penulis.10. Teman-teman kelas B PGSD 2010, yang telah berbagi cerita dan berjuangbersama selama masa perkuliahan dan penyusunan skripsi.11. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah membantudan mendukung dalam penyusunan Tugas Akhir Skripsi ini.Semoga ketulusan dalam segala bantuan, dukungan dan pengorbanan yangtelah diberikan kepada penulis mendapatkan balasan dari Tuhan Yesus Kristus.Penulis menyadari dengan segala keterbatasan yang ada, skripsi ini tidak luputdari kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat penulisharapkan untuk perbaikan pada masa selanjutnya. Penulis juga berharap semogaskripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya dan dunia pendidikanumumnya.Tuhan Yesus Memberkati.Yogyakarta, 26 Agustus 2014Penulisix

DAFTAR ISIhalHALAMAN JUDUL . iHALAMAN PERSETUJUAN . iiHALAMAN PERNYATAAN . iiiHALAMAN PENGESAHAN . ivHALAMAN MOTTO . vHALAMAN PERSEMBAHAN . viABSTRAK . viiKATA PENGANTAR . viiiDAFTAR ISI . xDAFTAR TABEL . xiiiDAFTAR GAMBAR . xivDAFTAR LAMPIRAN . xvBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah . 1B. Identifikasi Masalah . 8C. Fokus Penelitian . 8D. Rumusan Masalah . 9E. Tujuan Penelitian . 9F. Manfaat Penelitian . 9BAB II KAJIAN TEORIA. Pembelajaran Tematik1. Pengertian Pembelajaran Tematik . 112. Model Pembelajaran Tematik . 13B. Pembelajaran Tematik Integratif1. Pengertian Pembelajaran Tematik Integratif . 222. Karakteristik Pembelajaran Tematik Integratif . 243. Pembelajaran Tematik Integratif dengan Pendekatan Saintifik . 254. Tahapan Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Integratif . 315. Prinsip Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Integratif . 32x

6. Manfaat Pembelajaran Tematik Integratif . 337. Metode dan Model Pembelajaran Tematik Integratif . 358. Teknik Penilaian Pembelajaran Tematik Integratif . 41C. Kerangka Pikir . 47D. Pertanyaan Penelitian . 50BAB III METODE PENELITIANA. Pendekatan Penelitian . 51B. Setting Penelitian . 52C. Subjek Penelitian . 53D. Sumber Data . 53E. Teknik Pengumpulan Data . 54F. Instrumen Penelitian . 59G. Teknik Analisis Data . 63H. Keabsahan Data . 65BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANA. Deskripsi Lokasi Penelitian . 69B. Deskripsi Subjek dan Objek Penelitian . 73C. Deskripsi Hasil Penelitian1. Implementasi Pembelajaran Tematik Integratif dengan PendekatanSaintifik . 742. Penggunaan Model, Metode dan Media dalam PembelajaranTematik Integratif dengan Pendekatan Saintifik . 913. Manfaat Pembelajaran Tematik Integratif dengan PendekatanSaintifik. 944. Teknik Penilaian Pembelajaran Tematik Integratif denganPendekatan Saintifik . 96D. Pembahasan1. Implementasi Pembelajaran Tematik Integratif dengan PendekatanSaintifik . 1002. Penggunaan Model, Metode dan Media dalam PembelajaranTematik Integratif dengan Pendekatan Saintifik . 1023. Manfaat Pembelajaran Tematik Integratif dengan PendekatanSaintifik. 104xi

4. Teknik Penilaian Pembelajaran Tematik Integratif denganPendekatan Saintifik . 104E. Keterbatasan Penelitian . 106BAB V KESIMPULAN DAN SARANA. Kesimpulan . 108B. Saran . 109DAFTAR PUSTAKA . 110LAMPIRAN . 112xii

DAFTAR TABELhalTabel 1. Kisi-kisi Pedoman Observasi Guru Kelas . 60Tabel 2. Kisi-kisi Pedoman Observasi Siswa . 61Tabel 3. Kisi-kisi Pedoman Wawancara Kepala Sekolah . 61Tabel 4. Kisi-kisi Pedoman Wawancara Guru Kelas . 62Tabel 5. Kisi-kisi Pedoman Wawancara Siswa . 63Tebel 6. Aktivitas Mengamati. 82Tabel 7. Aktivitas Menanya . 83Tabel 8. Aktivitas Menalar. 84Tabel 9. Aktivitas Mencoba . 85Tabel 10. Aktivitas Mengolah. 85Tabel 11. Aktivitas Menyimpulkan . 86Tabel 12. Aktivitas Menyajikan. 87Tabel 13. Aktivitas Mengkomunikasikan . 88xiii

DAFTAR GAMBARhalGambar 1. The Fragmanted Model . 13Gambar 2. The Connected Model . 14Gambar 3. The Nested Model . 15Gambar 4. The Sequenced Model . 15Gambar 5. The Shared Model . 16Gambar 6. The Webbed Model . 17Gambar 7. The Threated Model . 17Gambar 8. The Integrated Model . 18Gambar 9. The Immersed Model . 19Gambar 10. The Networked Model . 19Gambar 11.Kerangka pikir implementasi pendekatan pembelajarantematik integratif dengan pendekatan saintifik . 49Gambar 12.Komponen dalam analisis data (interactive model) menurutMiles dan Huberman . 64Gambar 13. Skema Triangulasi Sumber . 68Gambar 14. Skema Triangulasi Teknik . 68xiv

DAFTAR LAMPIRANhalLampiran 1. Lembar Observasi Implementasi Pembelajaran TematikIntegratif dengan Pendekatan Saintifik . 113Lampiran 2. Hasil dan Kesimpulan Observasi Siswa dalam ImplementasiPembelajaran Tematik Integratif dengan Pendekatan Saintifik . 117Lampiran 3. Hasil dan Kesimpulan Observasi Guru Kelas dalamImplementasi Pembelajaran Tematik Integratif denganPendekatan Saintifik. 136Lampiran 4. Pedoman Wawancara Implementasi Pembelajaran TematikIntegratif dengan Pendekatan Saintifik . 157Lampiran 5. Hasil dan Kesimpulan Wawancara dengan Kepala Sekolah . 162Lampiran 6. Hasil dan Kesimpulan Wawancara dengan Guru Kelas IV B . 166Lampiran 7. Hasil dan Kesimpulan Wawancara dengan Siswa Kelas IV B . 172Lampiran 8. Catatan Lapangan . 187Lampiran 9. Dokumentasi . 203Lampiran 10. Reduksi Data . 207Lampiran 11. Ulangan Harian . 210Lampiran 12. Rapor Pembelajaran Tematik Integratif . 215Lampiran 13. Surat Ijin Penelitian . 219xv

BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahPerkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dewasa ini telahmengalami kemajuan yang sangat pesat. Pemerintah juga akan mempercepatpencanangan Millenium Development Goals yang pada awalnya akandicanangkan pada tahun 2020 dipercepat menjadi tahun 2015. MilleniumDevelopment Goals adalah era globalisasi atau era pasar bebas, sebagai erapersaingan mutu atau kualitas, siapa yang berkualitas dialah yang akanmajudanmampumempertahankan eksistensinya. Sejalan denganperkembangan tersebut, diperlukan pula sumber daya manusia yangberkualitas untuk keberlangsungan hidup suatu bangsa dan negara. Untukmempersiapkankan sumber daya manusia yang berkualitas salah satu upayayang dapat dilakukan yaitu melalui pendidikan.Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional dijelaskan bahwa pendidikan merupakan usaha sadardan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran,agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memilikikekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia,serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.Pemerintah secara terus menerus telahberupaya untuk selalumembangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melaluipendidikan nasional. Hal ini seiring dengan fungsi dan tujuan pendidikan1

nasional yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal3, yaitu seperti berikut.“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan danmembentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalamrangka mencerdaskan kehidupan bangsa,bertujuan untukberkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yangberiman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yangdemokratis serta bertanggung jawab”.Berdasarkan pernyataan di atas, salah satu upaya dari pemerintah untukmencerdaskan kehidupan bangsa yaitu dengan adanya kebijakan perubahankurikulum. Perubahan kurikulum ini diharapkan akan semakin meningkatkankualitas hidup sumber daya manusia yang ada. Selanjutnya pendidikannasional bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa, berakhlak mulia,cakap, kreatif, demokratif dan bertanggung jawab.Perubahan kurikulum di Indonesia akhir-akhir ini berlangsung denganrelatif singkat. Jangka waktu untuk pengimplementasian kurikulum yang satudengan yang lain juga begitu cepat. Dampak dari perubahan kurikulum inidirasakan sekali oleh guru dan siswa karena mereka adalah subjek utamadalam sebuah pendidikan di sekolah. Sosialisasi mengenai kurikulum baruyang akan diberlakukan membutuhkan banyak waktu, sedangkan prosespendidikan tetap berjalan tanpa henti. Sekolah-sekolah yang telahmendapatkan sosialisasi dari kurikulum baru ini dapat dengan segeramenerapkannya, namun sekolah-sekolah di pelosok masih harus menunggusosialisasi kurikulum baru itu sampai di daerah mereka. Dengan demikian,2

pemerataan mengenai kurikulum baru kurang dapat dirasakan secarabersama-sama.Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang diterapkan di Indonesia saat ini.Ketika sekolah-sekolah di daerah perkotaan sudah menggunakan kurikulum2013, sedangkan sekolah daerah pelosok masih dalam tahap uji coba ataupunsosialisasi. Sekolah juga belum fasih dalam menerapkan Kurikulum TingkatSatuan Pendidikan (KTSP), pemerintah telah mencanangkan kurikulum 2013yang akan segera di implementasikan. Hal ini tentu membuat guru-guru diIndonesia cukup bekerja keras untuk dapat menyesuaikan sistem pendidikandi Indonesia. Hal ini juga akan berdampak dalam proses pembelajaran dikelas, beberapa guru yang belum memahami sistem kurikulum 2013 akanterbawa oleh sistem KTSP.Dalam kurikulum 2013, siswa dituntut untuk berperan aktif dalampembelajaran dan guru berperan sebagai fasilitator. Hal ini sejalan denganArifin Subkhi, Koordinator Pengawas di Dinas Pendidikan Kota Mojokerto(2014) yang berpendapat seperti berikut, “Pada prinsipnya, kurikulum baru2013 ini memposisikan guru bukan yang memberi tahu. Justru memposisikansiswa semakin aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Namun saat inibelum didukung kemampuan guru dengan penyampaian materi dengan nalaryang logis” (www.surabaya.tribunnews.com, 03/03/2014).Pembelajaran merupakan sebuah kegiatan yang memiliki nilai edukatif.Dalam proses pembelajaran terjadi nilai edukatif yang mewarnai interaksiantara guru dan siswa yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang3

telah terlebih dahulu dirumuskan sebelum pembelajaran dilakukan (SyaifulBahri Djamarah dan Aswan Zain, 2010: 1 ). Dengan demikian, prosespembelajaran terjadi dengan baik apabila interaksi anta

implementasi pembelajaran tematik integrative dengan pendekatan saintifik yaitu siswa berperan aktif dalam pembelajaran sehingga dapat memperoleh informasi berdasarkan pengalaman langsung yang dilakukan.

Related Documents:

Implementasi Pembelajaran Tematik dengan Menggunakan Pendekatan Saintifik Kelas IV di SDN 4 Panarung Palangka Raya ABSTRAK Penelitian ini bertolak dari proses pembelajaran tematik pada kurikulum 2013 yang didalam proses pembelajarannya siswa terdorong aktif. Pada proses pembelajaran tematik peserta didik lebih ditekankan pada pengalamannya dalam

Page 6 Pengembangan Pembelajaran Anak Usia Dini A. Silabus Praktik 1. Praktek 1 : Pembelajaran IPS tematik-integratif pada anak TK 2. Praktek 2 : Membuat RKH IPS tematik-integratif

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis hambatan guru pada pembelajaran tematik dalam kurikulum 2013 di MI se-Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal, baik dari perencanaan pembelajaran tematik, . kebutuhan siswa terhadap pengembangan kemampuan dalam berpikir dan memahami. Proses pembelajaran yang terjadi selama ini lebih banyak

Tabel 6.1 : Hasil Analisis Daya Beda Soal Essay Ujian Akhir Semester Pada Pembelajaran Tematik (Tema 1) Kelas V MIN 3 Aceh Besar Tahun Ajaran 2020/2021. 46 Tabel 6.2 : Hasil Analisis Daya Beda Soal Essay Ujian Akhir Semester Pada Pembelajaran Tematik (Tema 1) Kelas V MIN 3 Aceh

pembelajaran. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya. Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses

Panduan Teknis Pembelajaran Tematik Terpadu Dengan Pendekatan Saintifik di Sekolah Dasar SD KATA PENGANTAR . Merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum, bahwa Kurikulum 2013 dilakukan secara bertahap mulai tahun 2013/2014. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan berbagai

teknologi yang dapat diperoleh secara cepat dan tepat dalam dunia pendidikan dan pembelajaran tematik integratif, yaitu pembelajaran yang lebih menekankan peserta didik untuk belajar secara aktif yang sesuai dengan tema yang merupakan gabungan dari beberapa mata pelajaran y

Asset Management has now spread to many utility organizations and large and small companies are adopting similar programs. 3 The changing role of Maintenance Management in Asset Management: To illustrate how maintenance managers can contribute to an Asset Management improvement program, the table below lists some common issues facing management in the first column, and thoughts on how these .