PENGENALAN KARAKTER DAN POTENSI PESERTA DIDIK

3m ago
12 Views
0 Downloads
447.90 KB
20 Pages
Last View : 11d ago
Last Download : n/a
Upload by : Tia Newell
Share:
Transcription

PRESENTASIPENGENALAN KARAKTER DANPOTENSI PESERTA DIDIKPRESENTED BYNAMA :DR.SAID ALHADI,M.PDOKTOBER 2017U N I V E R S I TA S A H M A D D A H L A N

1. Istilah karakter berasal dari bahasaYunani, charassein yang berarti mengukir.Membentuk karakter diibaratkan sepertimengukir di atas batu permata atau permukaanbesi yang keras.2. karakter adalah sama dengan kepribadian.Kepribadian dianggap sebagai ciri ataukarakteristik yang bersifat khas dari seseorangyang bersumber dari hasil bentukan-bentukanyang diterima dari lingkungan.

Pendidikan adalah proses internalisasi nilai budaya kedalam diri seseorang dan masyarakat sehingga orangdan masyarakat menjadi beradap. Pendidikan bukanhanya merupakan sarana menstransfer ilmupengetahuan saja, tetapi lebih luas lagi yakni sebagaisarana pembudayaan dan penyaluran nilai (enkulturasidan sosialisas

Pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikanyang mengembangkan nilai-nilai budaya dankarakter bangsa pada diri peserta didik sehinggamereka memiliki nilai dan karakter sebagaikarakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebutdalam kehidupan dirinya, sebagai anggotamasyarakat, dan warga negara yang religius,nasionalis, produktif dan kreatif (Puskur, 2010)

KARENA BANYAK FAKTOR YANG PERLUDIPERHATIKANpada saat pengumpulan fakta, analisaterhadap perilaku anak saat bermain,dan analisa hasil karya anak.

PENDIDIKAN KARAKTER DIMAKNAI SEBAGAI PENDIDIKAN YANGMENGEMBANGKAN NILAI-NILAI BUDAYA.dan karakter bangsa pada diri peserta didiksehingga mereka memiliki nilai dan karaktersebagai karakter dirinya, menerapkan nilainilai tersebut dalam kehidupan dirinya,sebagai anggota masyarakat, dan warganegara yang religius, nasionalis, produktif dankreatif (Puskur, 2010)

PENDIDIKAN KARAKTER MEMILIKI ESENSI DAN MAKNAYANG SAMA DENGAN PENDIDIKAN MORALdan pendidikan akhlak. Tujuannya adalahmembentuk pribadi anak supaya menjadimanusia, warga masyarakat dan warga negarayang baik.

FUNGSI DARI PENDIDIKAN KARAKTERPengembangan ; pengembangan potensi pesertadidik untuk menjadi pribadi yang berperilaku baik,Perbaikan ; memperkuat kiprah pendidikan nasionaluntuk bertanggung jawab dalam pengembanganpotensi peserta didik yang lebih bermartabatPenyaring ; untuk menyaring budaya bangsa sendiridan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengannilai budaya dan karakter budaya yangbermartabat

TUJUAN PENDIDIKAN KARAKTERCinta Tuhan dan kebenaranTanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirianAmanahHormat dan santunKasih sayang, kepedulian,dan kerja samaPercaya diri, kreatif, dan pantang menyerahKeadilan dan kepemimpinanBaik dan rendah hatiToleransi dan cinta da

PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAMMENGEMBANGKAN DAN MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTERLembaga pendidikan mempunyai peran yangsangatpentingdalamupayauntukmembentuk karakter, walaupun dasar daripendidikan karakter adalah di dalamlingkungan keluarga.

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER KHUSUSNYA PADAPENDIDIKAN ANAK USIA DINIPendidikan karakter adalah suatu sistempenanaman nilai-nilai karaker kepada wargasekolahyangmeliputikomponenpengetahuan, kecerdasan atau kemauan dantindakan untuk melaksanakan nilai-nilaitersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa,diri sendiri, sesama

SELAMA INI PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGANKELUARGA BELUM MEMBERIKAN i dan pembentukan karakterpeserta didik. Kesibukan orang tua yangrelatif tinggi, kurangnya pemahaman orangtua dalam mendidik anak, pengaruhpergaulan luar, dan pengaruh mediaelektronik ditengarai bisa mempengaruhiperkembangan dan pencapaian hasil belajarpeserta didik

DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN KARAKTER DISEKOLAH TERDAPAT EMPAT MODEL YAITU :1.Model otonomMemposisikan pendidikan karakter sebagaimata pelajaran tersendiri yang menghendakiadanya rumusan yang jelas tentang standarisi, kompetensi dasar, silabus, rencanapembelajaran, bahan ajar, metodologi danevaluasi pembelajaran.

2.MODEL INTEGRASIMengintergasikan pendidikan karakter denganseluruh bidang pengembangan ditepuh denganparadigma bahwa semua guru adalah pengajarkarakter. Pada tingkat PAUD terdapat lima bidangpengembangan yang dapat diintergasikan denganpendidikan karakter, yaitu bidang pengembanganNilai Agama dan Moral, bidang pengembanganSosial, Emosional dan Kemandirian, bidangpengembangan Bahasa, bidang pengembanganKognitif, bidang pengembangan Fisik Motorik.

3.MODEL SUPLEMENPendidikan karakter juga dilaksanakan di luarjam sekolah yang mana dapat ditempuhdengan dua cara yaitu melaui kegiatanekstrakurikuler dan melalui kegiatankemitraan dengan lembaga lain yang memiilkikapabilitas dalam pembinaan karakter.

4.MODEL KOLABORASIMerupakan kolaborasi dari semua model danmerupakan upaya untuk mengoptimalkankelebihan setiap model dan menutupikekurangan masing-masing pada sisi lain.

SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PENDIDIKANKARAKTERA. Involve the parents (libatkan orang tua)Libatkan orang tua dalam kegiatansekolah. Selain itu selalu melakukankomunikasi yang intensif dan terbuka demimembangun tegaknya moral anak

B ROLE PLAYING (BERMAIN PERAN)Peserta didik terutama anak usia dinisangat suka sekali bermain peran. Guruhendaknya memberikan kesepatan padapeserta didik untuk memerankan peran-perantert

LC) INTRODUCE READING GOOD BOOKS (MENGENALKANMACAM- MACAM BUKU BAGUS)Lupakan lembar kegiatan siswa untuk sementarawaktu. Sudah waktunya para peserta didikmengeksplorasi keajaiban membaca. Buku adalahpusat kekuatan nilai. Banyak sekali nilai yangtertanam melalui membaca dongeng.

PLAY GAMES (BERMAIN GAME)Melalui permainan game kita dapatmenanamkan pentingnya rasa tanggungjawab, dan kerja sam dengan tim.d)Praise and recognition (pujian danpengakuan)Memperkuat setiap perbuatan baikdengan memberikan pujian dan pengakuansebagai bentuk motivasi.

2. MODEL INTEGRASI Mengintergasikan pendidikan karakter dengan seluruh bidang pengembangan ditepuh dengan paradigma bahwa semua guru adalah pengajar karakter. Pada tingkat PAUD terdapat lima bidang pengembangan yang dapat diintergasikan dengan pendidikan karakter, yaitu bidang pengembangan Nilai Agama dan Moral, bidang pengembangan