BAB III METODE PENELITIAN A. Penelitian Eksperimen

3y ago
171 Views
21 Downloads
595.19 KB
11 Pages
Last View : 3d ago
Last Download : 5m ago
Upload by : Ronnie Bonney
Transcription

BAB IIIMETODE PENELITIANA. Penelitian EksperimenPenelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Seperti yangdijelaskan dalam sugiyono (2010, hlm.11) bahwa metode penelitian eksperimenmeruoakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh treatment(perlakuan) tertentu. Adapun, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahuntuk mengungkapkan dampak yang ditimbulkan dari suatu perlakuan (treatment),yaitu pelaksanaan pembelajaran yang diterapkan pada kelompok eksperimen dalampembelajaran IPA tentang subtema kebersamaan dalam keberagaman melaluipenerapan problem based learning dan dibandingkan dengan kelompok controlyang melakukan pembelajaran sama, namun menerapkan model pengajaranlangsung. Eksperimen yang dilakukan pada penelitian ini dikatgorikan sebagaieksperimen semu (quasi experiment). Menurut Sugiyono (2014, hlm. 116)penelitian quasi eksperiment merupakan penelitian yang mempunyai auntukmengontrolvariabel-variabel luar yang memengaruhi pelaksanaan eksperimenSebagaimana diketahui, penentuan sampel pada penelitian eksperimenharus dipilih secara random. Hal ini tidak mungkin dilakukan pada penelitian inikarena subjek penelitian sudah terbentuk dalam kelas secara alami, sehingga tidakmungkin melakukan randomisasi. Untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan daritidak adanya randomisasi, maka kedua sampel yang dipilih harus memilikikarakteristik yang sama. Akan tetapi, dalam hal ini kelompok control tidakberfungsi sepenuhnya dalam mengontrol hal-hal yang mempengaruhi terhadappemahaman pembelajaran IPA subtema kebersamaan dalam keberagaman. Desainquasi eksperimen digunakan karena pada kenyataannya sulit mendapatkankelompok control yang digunakan untuk penelitian.B. Desain PenelitianMetode penelitian eksperimen memiliki bermacam-macam jenis desain.Metode eksperimen dalam penelitan ini menggunakan jenis desain penelitiandengan metode pretest-posttest control design. Dalam desain ini, sugiyono40

41menyatakan “bahwa terdapat dua kelompok yang dipilih secara random, kemudiansebelumnya diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal antara kelompokeksperimen dan kelompok kontrol” (Sugiyono, 2012, hlm. 112). Selanjutnya telahdiketahui hasil dari pretest dua kelompok tersebut, maka pada kelas eksperimendiberikan perlakuan (X), sedangkan pada kelas kontrol tidak diberikan perlakuan(X).Setelah diberikan perlakuan atau treatment pada salah satu kelompoksampel (kelompok eksperimen) dilanjutkan dengan pemberian posttestpadakedua kelas atau kedua kelompok sample yang digunakan. Selanjutnya inyaadalahdenganmenggunakan uji statistik parametrik ataupun uji statistik nonparametrik. Jikaterdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompokkontrol, maka perlakuan yang diberikan berpengaruh secara signifikan. Untuk lebihjelasnya tentang desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, dapatdilihat pada tabel sebagai berikut:KelompokPre-testPerlakuanPost-testKelompok eksperimenO𝑥1OKelompok kontrolO𝑥2OTabel 3.1Desain Penelitian Pretest-Posttes Control Group DesignSumber: Efryan Dovianda (2018. Hlm. 42)Keterangan :R kelompok dipilih secara purposive sampling𝑥1 perlakuan berupa pembelajaran inkuiri terbimbing𝑥2 perlakuan berupa pembelajaran konvensional𝑂 hasil pretest dan Post-test kelas eksperimen dan kelas kontrolTujuan dari penelitian eksperimen ini adalah untuk mengetahui danmenyelidiki ada tidaknya pengaruh dan hubungan sebab akibat suatu model ataumetode mengajar yang dilakukan atau yang diujikan oleh penelitidengan caramemberikan perlakuan-perlakuan tertentu pada beberapa kelompok yang diujikan,yaitu pada kelompok eksperimen dan pada kelompok kontrol yang lebihditentukan

42C. Subjek dan Objek Penelitian1. Subjek PenelitianMenurut Sugiyono (2014: 119) “populasi adalah wilayah generalisasi yangterdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yangditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.”Handari Nawawi dalam Margono (2010: 118) mengatakan bahwa populasi adalahkeseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda-benda, hewan,tumbuhan, gejala-gelaja, nilai tes, atau peristiwa-peristiwa sebagai sumber datayang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian. Jadi, dapatdisimpulkan bahwa populasi merupakan keseluruhan individu atau objek yangditeliti dan memiliki karakteristik yang sama, berupa usia, jenis kelamin, tingkatpendidikan, serta wilayah tempat tinggal.No.KelasJumlah1IV B442IV C4488JumlahTabel 3.2Populasi Siswa Kelas IV SDN 147 Citarip Barat BandungSumber: Dokumentasi SDN 147 Citarip Barat BandungSample adalah sebagian populasi yang diteliti. Adapun cara pengambilansampelnya dengan cara purposive sampling yaitu suatu cara pengambilan sampelyang berdasarkan pada pertimbangan atau tujuan tertentu. Pengambilan sampledilakukan menurut kemampuannya dikelas yang dilakukan oleh guru kelas, yangmenjadi sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas eksperimen (IV C) yangberjumlah 20 orang. Sedangkan siswa kelas kontrol (IV D) berjumlah 20 orang.2. Objek PenelitianObjek penelitian ada dua macam yaitu variabel bebas dan variabel terikat.Variabel bebas merupakan Variabel yang memengaruhi atau yang menjadi sebabperubahannya atau timbulnya Variabel terikat. Sedangkan Variabel terikat

43merupakan Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanyaVariabel bebas. Variabel pada penelitian ini adalah sebagai berikut:a. Variabel Independent (bebas) yaitu model Problem Based Learning (PBL)yang dilambangkan dengan (X).b. Variabel Dependent (terikat) yaitu prestasi belajar IPA yang dilambangkandengan (Y).D. Pengumpulan Data dan Instrumen PenelitianPenelitian ini, selain perlu menggunakan metode yang tepat, juga perlumemilih teknik dan alat pengumpulan data yang relevan. Penggunaan teknik danalat pengumpulan data dapat memungkinkan diperolehnya data yang objektif.1. Pengumpulan DataTeknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa tesdan angketa. Teknik TesTeknik tes digunakan untuk mencari data mengenai prestasi belajar siswa.Teknik ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa mengenai materiyang diajarkan. Menurut Arikunto (2013: 193) “tes adalah serentetan pertanyaanatau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan,pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu ataukelompok.” Pada penelitian ini, tes yang digunakan berupa tes objektif denganpemilihan butir-butir soal pilihan jamak yang relevan dengan kompetensi dasar danindikator yang telah dibuat. Tes terdiri dari test awal(pretest) dan tes akhir(post-test).1) test awalTes awal yaitu tes yang diberikan kepada siswa sebelum dimulai kegiatanbelajar mengajar. Tes awal ini bertujuan untukmengetahui hasil belajar awal siswapada kelas eksperimen.2) test akhirTest akhir yaitu tes yang diberikan kepada siswa setelah berlangsung prosespembelajaran. Tes akhir ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajarsiswa setelah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran PBL.

44Lembaran soal pretest dan postest dapat dilihat pada lampiran. Tes yangdigunakan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tes, tes diberikan kepada siswasebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran dengan penerapan modelpembelajaran PBL pada materi bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari, tesberupa soal dalam bentuk pilihan ganda (multiple chose) sebanyak 10 soal terdiridari soal pretest dan posttest.b. AngketAngket respon siswa ini digunakan untuk mengetahui pendapat atau sikapsiswa terhadap model PBL dan juga untuk mengetahui apakah ada respon yang baikatau tidak. Angeket respon siswa dapat dilihat pada lampiran2. Instrument PenelitianInstrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomenaalam maupun sosial yang diamati. Instrumen dalam penelitian ini adalah Soal-soalpilihan ganda yang berikatan dengan mata pelajaran IPA Subtema kebersamaandalam keberagaman yang berupa pretest dan posttest dan Angket3. Uji coba instrumenSebelum intrumen digunakan untuk mencari data pada sampel penelitian yang telahditentukan, maka instrument tersebut harus diuji cobakan. Menurut Arikunto,(2002hlm. 144) instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan yaitu vald danreliabel.Data dalam penelitian mempunyai kedudukan yang paling tinggi, karena datamerupakan penggambaran variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alatpembuktian hipotesis. Oleh karena itu, benar tidaknya data dangat menentukanbermutu tidaknya hasil penelitian. Sedangkan benar tidaknya data, tergantung daribaik tidaknya instrumen pengumpulan data.Tingkat keobjektifan data hasil penelitian akan tergantung pada sejauh manainstrumen yang telah digunakan mampu mengumpulkan data. Tinggi rendahnyakemampuan instrumen akan tergantung pula pada tinggi rendahnya tingkatvaliditas dan reliabilitas instrumen tersebut. Oleh karena itu, sebelum peneletiterjun ke lapangan untuk mengumpulkan data dan informasi, peneliti harusmempertimbangkan mengenai validitas dan reliabilitas instrumen yang akandigunakan

45a. Validitas InstrumenInstrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkandata (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untukmengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2013, hlm. 173).Menurut Srukri Indra (2016, hlm 71) menyatakan bahawa validitas instrumenadalah kemampuan instrumen untuk mengukur dan menggambarkan keadaan suatuaspek sesuai dengan maksudnya untuk apa instrumen tersebut dibuat. Dalammengukur kevalidan instrumen sarana dan prasarana, peneliti menggunakanvaliditas item dengan rumus koefisiensi korelasi product moment.Dalam mengukur kevalidan instrumen angket tanggapan siswa terhadapmodel PBL, peneliti menggunakan validitas item dengan rumus koefisiensi korelasiproduct moment dengan rumus:𝐫 𝐱𝐲 ( 𝐱 𝟐 )( 𝐲 𝟐 )Atau𝐧 𝐗𝐘 ( 𝐗)( 𝐘)𝐫 𝟐 𝐥𝐥 {𝐧Ʃ𝐗 𝟐 (Ʃ 𝐗) } {𝐧Ʃ𝐘 𝟐 (Ʃ 𝐘)𝟐 }𝐥𝐥Keteranganr koefisiensi korelasi, dengan nilai -1 sampai 1Untuk menguji coba instrument angket tanggapan siswa terhadap model PBL,maka penulis mengambil 10 sampel yaitu guru kelas pada SDN 147 Citarip Barat.Yang mana angket/kuisionernya diisi oleh guru kelasMenurut Sugiyono (2015, hlm. 242) Jika instrumen itu valid, maka dilihatkriteria penafsiran mengenai indeks sebagai berikut :a)Antara 0,800 sampai dengan 1,000 : sangat tinggib) Antara 0,600 sampai dengan 0,799 : tinggic)Antara 0,400 sampai dengan 0,599 : cukupd) Antara 0,200 sampai dengan 0,399 : kurange)Antara 0,000 sampai dengan 0,100 : sangat rendah

46b. Reliabilitas InstrumenInstrumen yang reliabel adalah instrumen yang apabila digunakan beberapakali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama(Sugiyono, 2013, hlm. 174). . Adapun rumus Alpha Cronvbach yaitu:𝐫𝟏𝟏 (𝐤)(𝟏 𝛔𝐛²)(𝐤 𝟏)𝛔²𝐭Keterangan:r 11K banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal σb²σ²t reliabilitas instrument jumlah varian butir varian totalUji reliabilitas merupakan indeks yangmenunjukkan sejauh mana alatpengukuran dapat dipercaya atau diandalkan. Reliabilitas instrument diperlukanuntuk mendapatkan data sesuai dengan tujuan pengukuran. Untuk mencapai haltersebut, dilakukan uji reliabilitas dengan menggunakan SPSS 20.0 dengan modelAlpha Cronbach’s yang diukur berdasarkan skala alpha cronbach’s 0 sampai 1.E. Teknik Analisis DataAnalisis data merupakan kegiatan mengolah dan mengkaji data daninformasi yang telah terkumpul (Sugiyono, 2013, hlm. 207). Analisis data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah statistika deskriptif. Hal tersebut jelasdisebutkan oleh Sugiyono (2013, hlm. 208) bahwa penelitian yang dilakukan padapopulasi jelas akan menggunakan statistika deskriptif dalam analisisnya. Statistikadeskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan caramendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimanaadanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum ataugeneralisasi (Sugiyono, 2013, hlm. 207). Analisis data dalam penelitian inidilakukan dengan menghitung mean dan standar deviasi. Standar variasi dilakukanuntuk mengetahui tingkat variasi kelompok (Sugiyono, 2007, hlm. 57).Perhitungan data dilakukan dengan bantuan program komputer SPSS20.Teknik analisis data yang digunakan pada peneletian ini adalah analisishasil belajar siswa dan analisis respon siswa

471.Analisis Hasil Belajar SiswaAnalisis ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaranPBL terhadap hasil belajar siswa selama pembelajaran. Karena itu perlu dilakukanuji hipotesis untuk melihat perbedaan hasil belajar antara sebelum diberikanperlakuan dan setelah diberikan perlakuan. Uji hipotesis yang digunakan adalah ujiT. Uji T adalah salah satu uji statistik yang digunakan untuk mengetahui ada atautidaknya perbedaan yang signifikan dari dua buah sampel atau variabel yangdibandingkan. Sebelumnya dilakukan uji normalitas data dan homogen dengandengan menggunakan spss 20 dengan kriteria pengujian karena jika Ho 0,05berarti diterima (normal) dan jika Ha 0,05 berarti ditolak (tidak normal). Untukmenguji hipotesis yang telah dirumuskan maka dignakan statistic uji T denganrumus sebagai berikut :Keterangan :T nilai yang dihitung statistik uji-tMd mean dari perbedaan pretest dengan postest x2d jumlah kuadrat deviasiN subjek pada sampelPengujian hipotesis untuk uji-t yang digunakan dalam penelitian ini adalahsebagai berikut :H0 :µ1 µ2 : Tidak terdapat pengaruh model pembelajaran PBL dengan hasilsiswa sebelum dan sesudah pemberian perlakuan.Ha :µ1 µ2 : Terdapat pengaruh model pembelajaran PBL dengan hasil siswasebelum dan sesudah pemberian perlakuan.

48Hipotesis pada penelitian ini, diuji dengan uji dua pihak, maka kriteriapengujian yang berlaku adalah Jika –t t hitung ttabel maka H0 diterima danbegitu sebaliknya. Dengan derajat kebebasan (dk) (k-1) dan taraf signifikan 5%atau 0,05.2.Analisis Respon SiswaData respon siswa diperoleh dari angket yang diedarkan kepada seluruh siswasetelah proses belajar mengajar selesai, tujuannya untuk mengetahui bagaimanarespon siswa terhadap model pembelajaran PBL. Data tersebut dianalisis denganmenggunakan persentase. Adapun rumus presentasenya adalah:Jumlah respon siswa tiap aspek munculJumlah seluruh siswaX 100%Adapun kriteria respon siswa adalah sebagai berikut :NoAngkaKeterangan10 - 10%Tidak Tertarik211 – 40 %Sedikit Tertarik341 – 60 %Cukup Tertarik461 – 90 %Tertarik591 – 100 %Sangat TertarikTabel 3.3Kriteria Respon SiswaSumber: Efryan Dovianda (2018, hlm. 47)F. Prosedur PenelitianPenelitian ini dilaksanakan di SDN 147 Citarip Barat Bandung dandilaksanakan selama lebih kurang dua bulan, yaitu dari bulan April 2018 sampaidengan bulan Mei 2018. Adapun kegiatan penelitian akan digambarkan melaluitabel berikut:1.Tahap Persiapana.Melakukan observasi ke sekolah yang akan dijadikan tempat penelitian.

49b.Menetapkan pokok bahasan atau materi yang akan digunakan untuk penelitian.c.Menyusun instrument penelitian.d.Melaksanakan validitas instrumen kepada dosen pembimbing.e.Mengujicobakan instrumen penelitian.f.Menganalisis hasil ujicoba dan menarik kesimpulannya.g.Menentukan sampel sekolah yang akan diteliti.2.Tahap Pelaksanaana.Mengamati sekolah sebelum penelitian.b.Meminta ijin kepada pihak sekolah bahwa akan diadakannya penelitian disekolah tersebutc.Melakukan penelitian berupa eksperimen dengan model pembeljaran ProblemBased Learning pada kelas IV.d.Membagikan tes awal dan tes akhir pada siswae.Membagikan angket kepada siswa3.Tahap Akhira.Mengumpulkan semua data hasil penelitian.b.Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian.c.Menarik kesimpulan hasil penelitian.d.Penyusunan laporan hasil penelititanDAFTAR PUSTAKA

50Sugiyono.( 2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,Kualitatif dan R&D. Alfabeta: BandungSugiyono. (2010).Metode Penelitian Pendidikan.Bandung: AlfabetaSugiyono. (2007). Statistika untuk Penelitian. Bandung: AlfabetaSugiyono. (2013). Metodologi Penelitian Pendidikan, Bandung : Alfabeta.Margono.(2010). Metodelogi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka CiptaUndangundang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentangSistemPendidikan Nasional. Kemendikbud: JakartaArikunto, Suharsimi. (2013). Prosedur Penelitian. Rineka Cipta: Jakarta

METODE PENELITIAN A. Penelitian Eksperimen Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Seperti yang dijelaskan dalam sugiyono (2010, hlm.11) bahwa metode penelitian eksperimen meruoakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh treatment (perlakuan) tertentu. Adapun, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah

Related Documents:

PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dapat dipilih sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian yang hendak dicapai. Secara umum, metode yang digunakan dalam penelitian yaitu (a) metode deskriptif, (b) metode eksperimen, (c) metode historis, (d) metode pengembangan, (e) metode tindakan, dan (f) metode kualitatif.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, artinya sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Dalam penelitian kualitatif metode yang biasa dimanfaatkan adalah wawancara, pengamatan, dan .

35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, yang memiliki langkah-langkah yang

BAB III DESAIN/PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian . Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Ciruas yang berlokasi di Jl. Nambo-Teras Bendung Km 2,5 Desa Pulo Ciruas 42182 Serang, Pulo, Kec. Ciruas, Kab.

BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas yaitu penelitian yang dilakukan oleh . Penelitian ini dilaksakan pada semester II atau genap tahun pelajaran 2016/2017 yaitu pada pertengahan bulan mei. Waktu penelitian mengacu pada

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Sugiyono dalam bukunya metode kuantitatif kualitatif dan R & D, menyatakan bahwa penelitian merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau memvaliditasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran. yang dikutip oleh. (Sugiyono, 2010: 9)

Dalam penulisan skripsi ini meliputi : Bab I: Latar belakang, tujuan dan manfaat penelitian. Bab II: Tinjauan Pustaka. Bab III: Metodelogi penelitian yang terdiri dari waktu dan tempat penelitian, metode penelitian, metode pengambilan sampel, metode pengolahan data, dan analisis data. Bab IV: Hasil penelitian dan

Japanese language itself reflects hierarchy. A person of higher status speaks polite or casual speech, whereas the person of lower status uses "super-polite" or "respectful" speech (keigo). c. Form and Formality Although many modern Japanese are not