MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN .

3y ago
72 Views
4 Downloads
2.49 MB
119 Pages
Last View : 14d ago
Last Download : 6m ago
Upload by : Noelle Grant
Transcription

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUIKEGIATAN MENGANYAM PADA ANAK KELOMPOK B DITAMAN KANAK-KANAKISLAM TERPADU RABBANIKEDAMAIAN BANDAR LAMPUNGSKRIPSIDiajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan memenuhi Syarat-syaratGuna memperoleh Gelar Sarjana dalam Ilmu TarbiyahOleh:MarfuahNpm : 1411070171Jurusan: PendidikanIslam AnakUsiaDiniFAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUANUNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTANBANDAR LAMPUNG1439/2018 M

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUIKEGIATAN MENGANYAM PADA ANAK KELOMPOK B DITAMAN KANAK-KANAKISLAM TERPADU RABBANIKEDAMAIAN BANDAR LAMPUNGSKRIPSIDiajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan memenuhi Syarat-syaratGuna memperoleh Gelar Sarjana dalam Ilmu TarbiyahOleh:MarfuahNpm : 1411070171Jurusan : Pendidikan Islam Anak Usia DiniPembimbing I: Drs. H. Yahya AD, M.PdPembimbing II: Syafrimen, M, Ed, Ph.DFAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUANUNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTANBANDAR LAMPUNG1439/2018 M

ABSTRAKMENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUIKEGIATAN MENGANYAM PADA ANAK KELOMPOK B DITAMAN KANAK-KANAK ISLAM TERPADU RABBANIKEDAMAIAN BANDAR LAMPUNGOlehMARFUAHKemampuan motorik halus merupakan kemampuan yang melibatkan otot-ototkecil pada bagian-bagian tubuh. Salah satu metode yang dapat mengembangkanmotorik halus adalah menganyam. Sedangkan Menganyam adalah teknik yangmenumpang tindihkan lungsi dan pakan secara bergantian. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui bagaimana upaya guru dalam MengembangkanKemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menganyam Pada Anak Kelompok Bdi Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Rabbani Kedamaian Bandar Lampung.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan 2 orang gurudi kelas B, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumen analisis.Data di analisis secara kualitatif dengan menggunakan cara reduksi data, display datadan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalammengembangkan Kemampuan motorik halus melalui kegiatan menganyam sebagaiberikut: 1) Menentukan tema yang disesuaikan dengan kegiatan menganyam, 2)Menyediakan media atau bahan yang menarik perhatian anak, 3) Gurumengawasi/mendampingi anak dalam berkarya, 4) Memberikan kesempatan kepadaanak untuk menganyam, 5) Melaksanakan evaluasi terhadap kegiatan perkembangankemampuan motorik halus melalui kegiatan menganyam. Hal ini menunjukkanbahwa kelima langkah metode kegiatan menganyam ini dapat diterapkan pada anakusia dini dalam mengembangkan kemampuan motorik halus. Pendidik tidak harusmenekankan tingkat keberhasilan yang dilakukan anak, melainkan harus melihatsetiap kemampuan yang dimiliki anak, karena kemampuan anak berbeda-beda.Kata Kunci: Kemampuan Motorik halus, Menganyam

MOTTOArtinya :Allah akan mengangkat (derajat) orangorang yang beriman di antaramu danorang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang1kamu kerjakan. (Q.S.al-Mujadilah [58]: 11).1Dapertemen Agama, Al-qur’andanTerjemahannya, (Bandung: Syamil Qur’an, 2009) h.131.v

PERSEMBAHANTeriring rasa tulus ikhlas dan syukur kepada Allah SWT, kupersembahkan karyayang sederhana ini sebagai tanda bakti dan cintaku kepada orang yang selalumemberi maknaa dalam hidupku, terutamma untuk:1. Ayahanda Rohim Asnan dan Ibunda Kartini tercinta, yang telah mengasuh,merawat, mendidik dan membesarkanku dengan kasih sayang serta dalam setiapsujud tahajudnya selalu mendo’akan keberhasilanku.2. Untuk teman-teman seperjuangan khususnya jurusan PIAUD angkatan 2014,bersama kalian ku maknai arti persahabatan.3. Almamaterku Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negri RadenIntan Lampung yang telah mendewasakanku dalam berfikir dan bertindak.Bandar Lampung,PenulisMarfuahNPM.1411070171vi2018

RIWAYAT HIDUPMarfuah, lahir di Madura pada tanggal 24 Juni 1996. Penulis merupakan putripertama dari dua bersaudara buah hati pasangan Ayahanda Rohim Asnan dan IbundaKartini.Sebelum masuk jenjang perguruan tinggi penulis mengawali pendidikan diSDN 2 tahun 2002, kemudian penulis melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertamanya2008, lalu kembali melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas 2011,kemudian melanjutkan S1 di Universitas Islam Negri Raden Intan Lampung Tahun2014.Pada tahun yang sama 2014 penulis menjadi mahasiswa program S1 regulerFakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini di Universitas IslamNegri Raden Intan Lampung.vii

KATA PENGANTARSyukur alhamdulillah yang tidak terkira penulis panjatkan kehadirat AllahSWT, dengan limpahan karunia, taufik serta hidayah. Skripsi ini dapatterselesaikandengan baik, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada RasulullahSAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.Dalam penulisan skripsi ini, penulis menyadari sepenuhnya akan kekurangandan keterbatasan ilmu pengetahuan, namun atas bimbingan dari berbagai pihak,sehingga semua kesulitan dan hambatan bisa teratasi oleh karena itu penulismengucapkan terima kasih kepada yang terhormat:1. Dr. H. Chairul Anwar, M.Pd selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan KeguruanUIN Raden Intan Lampung yang telah memberikan kemudahan dalamberbagai hal sehingga penulisan skripsi ini berjalan dengan baik2. Ibu Dr. Hj Meriyati, M.Pd selaku ketua jurusan PIAUD Fakultas Tarbiyah danKeguruan yang telah memberi berbagai pengarahan kepada penulis dalampenyusunan skripsi ini.3. Drs. H. Yahya AD, M.Pd sebagai dosen pembimbing I dan Syafrimen, M.Ed,Ph.D sebagai dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan danpengarahan demi terselesainya penulisan skripsi ini.4. Bapak/Ibu dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang telah ikhlasmembimbing dan mendidik serta memberikan ilmu pengetahuannyaviii

kepadapenulis dan juga para staf kasubag yang telah banyak membantu untukterselesainya skripsi ini.5. Bapak staf perpustakaan pusat maupun perpustakaan tarbiyah yang telahmembantu keperluan buku selama kuliah dan selama penyusunan skripsi.6. Ibu Indriani Dewi selaku kepala taman kanak-kanak islam terpadu rabbanikedamaian Bandar Lampung7. Berbagai pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah ikutserta memberikan bantuan baik materi maupun moril.Semoga bantuan dan amal mereka akan memperoleh pahala yang berlipatganda dari Allah SWT, selanjutnya dalam penulisan skripsi ini penulis menyadarisepenuhnya akan adanya kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, oleh karenaitu kritik dan saran yang bersifat membangun sangatlah penulis harapkan. Semogaskripsi ini dapat bermanfaat bagi diri penulis dan berguna bagi bangsa dan agama.Bandar Lampung,PenulisMarfuahNPM: 1411070171ix2018

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL .iABSTRAK .iiHALAMAN PERSETUJUAN .iiiHALAMAN PENGESAHAN.ivMOTTO .vPERSEMBAHAN .viRIWAYAT HIDUP .viiKATA PENGANTAR.viiiDAFTAR ISI.xDAFTAR TABEL .xiiDAFTAR LAMPIRAN .xiiiBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah.1B. Indentifikasi Masalah .13C. Batasan Masalah.13D. Rumusan Masalah .13E. Tujuan Masalah.14F. Manfaat Penelitian .14BAB II LANDASAN TEORIA. Perkembangann Kemampuan Motorik Halus .15B. Pengembangan Berbagai Metode Untuk MengembangkanKemampuan Motorik Halus.22C. Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Melalui KegiatanMenganyam.26D. Langkah-langkah Menganyam Pada Anak Usia Dini.31E. Penelitian Relevan.32F. Kerangka Fikir .34x

BAB III METODELOGI PENELITIANA. Jenis Penelitian.36B. Subjek Penelitian.37C. Lokasi.37D. Teknik Pengumpulan Data.38E. Instrumen Penelitian.41F. Analis Data.42G. Uji Keabsahan Data.44BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANA. Hasil Penelitian .46B. Pembahasan.54BAB V KESIMPULAN, SARAN, PENUTUPA. Kesimpulan .58B. Saran.59C. Penutup.60DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN-LAMPIRANxi

DAFTAR TABELIndikator Pencapaian Perkembangan Motorik Halus.4Kisi-Kisi Observasi Mengembangkan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menganyam.40xii

DAFTAR LAMPIRANLampiran 1: Surat Permohonan Mengadakan Penelitian . 67Lampiran 2: Surat Keterangan Penelitian Dari kepala sekolah. 68Lampiran 3: Kartu Konsultasi Skripsi. 69Lampiran 4: Kisi-kisi Observasi . 70Lampiran 5: Kisi-kisi Wawancara. 72Lampiran 6: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (Rpph). 80Lampiran 7: Dokumentasi. 86Lampiran 8:Sejarah Singkat Berdirinya Taman Kanak-kanak IslamTerpadu Rabbbani . 98xiii

1BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahPendidikan merupakan modal dasar untuk menyiapkan insan yangberkualitas, pendidikan Juga telah tercantum dalam Al Quran Surat Al Mulkayat 1-2 yaitu :1 Artinya:Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan dia Maha Kuasaatas segala sesuatu,Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia mengujikamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan dia Maha Perkasalagi Maha Pengampun,Pada anak usia dini ada beberapa aspek perkembangan yang harus distimulasi, salah satunya perkembangan motorik halus. Anak-anak yang belumberkembang kemampuan motorik halusnya dibutuhkan banyak stimulasiagartidak mengalami kesulitan dalam mengkoordinasikan gerakan tangan danjari-jemarinya secara fleksibel.21Departemen Agama RI, Al-Qur’an, (Jakarta : pustaka Al-Hanan,2009)Kartikasari, A. K. A. (2013). Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5–6Tahun Melalui Kegiatan Mewarnai Gambar di TK Al-Iqra’Mataram Tahun Ajaran2012/2013. JURNAL PAUD, Vol.1 No.1 (2013), h.22

2Kemampuan motorik halus anak merupakan kemampuan yangmelibatkan otot-otot kecil pada bagian-bagian tubuh. Gerakan motorik halusini tidak membutuhkan tenaga namun membutuhkan koordinasi mata dantangan yang cermat dan lebih teliti. Pada usia 5-6 tahun koordinasi motorikhalus anak semakin berkembang dengan pesat, pada masa ini anak telahmampu mengkoordinasikan gerakan mata dengan tangan secara bersamaan.3Anak-anakyangmencapaiusiaperkembangan motorik halus diantaranya5-6tahunmemulaitahapanak dapat menghibur dirinyasendiri, memperoleh perasaan senang, dan melalui keterampilan motorik halusanak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan di sekolahnya dan anaksudah dapat dilatih menggambar, baris-berbaris serta menulis.4Menurut Santrock pada usia 5-6 tahun koordinasi motorik halus anakanak semakin meningkat dan lebih tepat5. Sedangkan menurut Elizabeth BHurlock perkembangan motorik diartikan sebagai perkembangan unsurkematangan pengendalian gerak tubuh dan otak sebagai pusat gerak, gerak inisecara jelas dibedakan menjadi gerak kasar dan halus.6Hurlock menyatakan3Suryani Alinini, Peningkatan Motorik Halus Anak Melalui Mengisi Pola Gambar DenganDaun Kering di TK Andessa Pariaman. Jurnal Pesona Paud, Vol,1 No.4 (2012),h.74Wijil Yuningtias, Andayani. Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui MelipatPada Siswa Kelompok A Di Tk It Mekar Insani Suryodiningratan Yogyakarta Tahun Ajaran mbanganMasa-Hidup,(Jakarta:Erlangga,2002), h.2256Purnamasari, Ni Kadek Novia, I. Gusti Agung Oka Negara, S. Pd M. Ke, And I. Made Suara."Penerapan Metode Demonstrasi Melalui Kegiatan Melipat Kertas (Origami) Untuk MeningkatkanPerkembangan Motorik Halus Anak Tk Kemala Bhayangkari 1 Denpasar." Jurnal Pendidikan AnakUsia Dini Undiksha Vol,2 No. 1 (2014), h.2.

3bahwa motorik halus sebagai pengendalian koordinasi yang lebih melibatkanotot untuk menggemgam dan menangkap bola. Kemampuan motorik halusakan semakin terarah dengan kesempatan belajar dan mengeksplorasi.7Menurut Mayke motorik halus itu sangat penting untuk dikembangkankarena ini nantinya akan dibutuhkan dari segi akademis. Kegiatan akademistersebut seperti menulis, menjiplak, mewarnai, melipat, menarik garis hwapenguasaanmotorik halus sangat penting bagi anak, karena seiring makinbanyak keterampilan motorik yang dimiliki anak semakin baik pula prestasi disekolah.8DavidGaul menyatakan kemampuan keterampilan motorik halusmerupakan komponen penting dari berbagai kegiatan kehidupan sehari-hariseperti berpakaian, memberi makan atau bermain. Keterampilan motorik yangburuk dapat menyebabkan kesulitan dalam prestasi akademik, meningkatnyakecemasan dan harga diri yang buruk.9Menurut Magill pada keterampilan motorik halus ini memerlukankontrol otot-otot ukuran kecil untuk mencapai tujuan tertentu. Kontrol ini7Saputra, Wahyu Nanda Eka, and Indah Setianingrum. "Perkembangan Motorik Halus AnakUsia 3-4 Tahun Di Kelompokbermain Cendekia Kids School Madiun Dan Implikasinya Pada LayananKonseling." Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol,3 No.3 (2016), h.1-118Mahmudah, Hanik. "Mengembangkan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menggunting KertasMengikuti Pola Garis Lurus Pada Anak Usia 3-4 Tahun Di Kelompok Bermain Bunga MuliaSlumbung Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri." (2015), h.59Gaul, D., & Issartel, J. (2016). Fine motor skill proficiency in typically developing children:On or off the maturation track?. Human movement science, Vol,2 No.2(2016), h.78-85.

4meliputi koordinsai gerakan yang melibatkan mata dengan jari untukpekerjaan dengan ketelitian yang tinggi.10Adapun Pendapat tentang karakteristik anak usia 5-6 tahun menurutRusdinal sebagai berikut:a.b.c.d.Anak pada masa pra oprasional, belajar melalui pengalaman konkretAnak suka menebutkan nama-nama benda yang ada disekitarnyaAnak belajar melalui bahasa lisan pada masa ini sangat berkembang pesatAnak Memerlukan struktur kegiatan yang lebih jelas dan spesifik.11Lingkup perkembangan motorik halus untuk anak usia 5-6 tahun yangterdapat dalam Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No 137 Tahun 2014tentang standar pendidikan anak usia dini terdiri atas:No1Tabel 1Indikator Pencapaian Perkembangan Motorik HalusAspekTingkat Pencapaian PerkembangaMotorik Halus1. Meniru bentuk2. Menempel gambar dengan tepat3. Mengekspresikandirimelaluigerakanmenggambar secara detail4. Menggunakan alat tulis degan benarSumber : Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RepublikIndonesia No 137 Tahun 20141210Magill, Richard A., and Kellie G. Hall. A review Of The Contextual Interference Effect InMotor Skill Acquisition. Human movement science, Vol,9 No.3 (1990), h.241-28911Oktavia, Nuraeni. “Peningkatan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan MenganyamDengan Daun Pisang Pada Anak Kelompok B Tk Kklkmd Sedyo Rukun Bambanglipuro Bantul.”Diss. PG PAUD, (2014), h.1212Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014Tentang Standar Nasional PAUD. ( Jakarta: Kemendikbud 2015), h.47

5Andang ismail mengatakan bahwa motorik halus untuk melatih agarterampil dan cermat menggunakan jari-jarinya dalam kehidupan sehari-hari.Andang Ismail juga menjelaskan ada beberapa contoh dari motorik halusyaitu: mengenggam, mamasukkan benda ke dalam lubang, membaliklembaran-lembaran buku, menirumembuat garis, menggambar dan menyusunpermainan yang bersifat membangun.13Menurut pendapat para pakar diatas dapat penulis menyimpulkanbahwa perkembangan motorik halus anak usia 5-6 athun adalah anak-anakdapat melakukan gerakan yang terkoordinasi dan terkontrol, mampumemfungsikan dalikan emosi.Melihat dari apa yang terjadi dilapangan khususnya di TK IslamTerpadu Rabbani Kedamaian Bandar Lampung berdasarkan hasil praobservasimenunjukkan bahwa dalam hal ini guru yang belum mempertimbangkantahapan menganyam pada anak disekolah dikarnakan guru kurang menguasaimedia yang sudah ada, adapun dengan kegiatan disekolah yang masihterfokuskan pada tugas-tugas yang membuat anak menjadi bosan. Padaumumnya guru mengajar secara monotondan guru hanya terpaku padamajalah TK, selain itu jarang menggunakan media pembelajaran menganyamdalam mengembangkan kemampuan motorik halus pada anak, serta dalam13Fida Etrika Nugraha. "Identifikasi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun DiTk Gugus Iii Kecamatan Piyungan Bantul."E-Journal Pendidikan Guru PAUD S-1,Vol, 6 No.4(2017), h.329-340.

6setiap kegiatan pembelajaran masih ada anak yang harus dibantu oleh guru.Adapun peran guru yang sangat penting dalam mengembangkankemampuan motorik halus anak usia dini diantaranya memberikankesempatan kepada anak unruk memperoleh pengalaman langsung dalamberbagai aktivitas pembelajaran, memberi kesempatan pada anak untukmelakukan berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuanmotorik halusnya.14 Dengan melalui kegiatan lahsatupengembangan yang mempunyai kegiatan melatih motorik halus untukmengeskpresikan kreativitas yang mampu menciptakan sesuatu berdasarkanimajinasi anak yang memerlukan ketelitian, ketekunan, dan kerapihan makaharus dilakukan dengan penuh kesabaran, karena didalamnya terdapat unsurseni dan keindahan.15Sumanto mengungkapkan bahawa menganyam merupakan salah satubentuk kegiatan menyusun lungsi

banyak keterampilan motorik yang dimiliki anak semakin baik pula prestasi di sekolah.8 David Gaul menyatakan kemampuan keterampilan motorik halus merupakan komponen penting dari berbagai kegiatan kehidupan sehari-hari seperti berpakaian, memberi makan atau bermain. Keterampilan motorik yang

Related Documents:

anak usia dini sebagai upaya untuk mengembangkan motorik halus. Menjahit merupakan salah satu kegiatan kreativitas untuk anak dengan menggunakan tangan dan berfungsi untuk melatih keterampilan motorik halus. Tujuan dari kegiatan menjahit yang lain adalah untuk meningkatkan kosentrasi anak, kemampuan logika, kemampuan motorik halus, dan

Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan dengan melalui kegiatan menganyam, melipat kertas, mewarnai, menggunting kertas, menggambar, meronce, dan menulis.untuk mencapai keterampilan motorik halus yang baik maka penddik harus memberikan stimulasi kepada anak guna mnunjang pencapaian keterampilan motorik halus yang optimal.

2) Bermain origami akan meningkatkan keterampilan motorik halus anak, menekan kertas dengan ujung-ujung jari adalah latihan efektif untuk melatih motorik halus ananda. 3) Meningkatkan dan memahami pentingnya akurasi, saat membuat model origami terkadang kita harus membagi 2, 3 atau lebih kertas,

meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan kolase dengan berbagai media pada anak kelompok b6 di tk aba nitikan yogyakarta skripsi diajukan kepada fakultas .

Kemampuan matematis terdiri dari kemampuan pemecahan masalah, kemampuan penalaran matematis, kemampuan komunikasi matematis, kemampuan koneksi matematis, dan kemampuan representasi matematis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kemampuan matematis siswa dalam memahami materi eksponen dan logaritma.

mengembangkan berbagai potensi multi kecerdasan yang dimiliki anak. PAUD mengembangkan diri anak secara menyeluruh. Bagian dari diri anak yang dikembangkan meliputi bidang fisik-motorik, intelektual/kognitif, moral, sosial, . kemampuan mengenal lambang bilangan melalui kegiatan bermain kartu angka pada (). a. .

Kemampuan kerja adalah kapasitas individu untuk melaksanakan berbagai tugas dalam pekerjaan tertentu. Dimana kemampuan individu pada hakekatnya tersusun dari dua faktor yaitu: kemampuan intelektual dan kemampuan fisik (Robbins, 2006:52). Kemampuan intelektual adalah kemampuan yang

English Language Arts Model Curriculum with Instructional Supports . Code . Standard . Reading Standards for Literature Key Ideas and details . RL.2.1 . Ask and answer such questions as who, what, where, when, why, and how to demonstrate understanding of key details in a text. RL.2.2 : Analyze literary text development. a. Determine the lesson or moral. b. Retell stories, including fables and .