BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI DAN MODEL .

3y ago
242 Views
7 Downloads
200.59 KB
22 Pages
Last View : 2d ago
Last Download : 6m ago
Upload by : Abby Duckworth
Transcription

BAB IIKAJIAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI DANMODEL PENELITIAN2.1 Kajian PustakaBeberapa tulisan yang dapat digunakan sebagai tolok ukur seperti tesis,makalah, jurnal dan karya ilmiah lainnya sebagai pedoman dalam penulisanpenelitian ini selanjutnya. Kajian pustaka dalam penulisan penelitian ini bisadigambarkan sebagai berikut.Penelitian berupa tesis yang disusun oleh Siladana (2009), menyebutkanDesa Candi Kuning Selatan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagaiagrowisata, di Kabupaten Tabanan. Hal tersebut ditunjukkan posisi produkagrowisata di Desa Candi Kuning Selatan yang terletak pada sel I, yaitu tumbuhdan bina (konsentrasi via Integrasi vertikal). Dengan strategi integratif vertikal,yaitu dengan mengintegrasikan aktivitas hulu dan aktivitas hilir dalammengembangkan agrowisata di Candi Kuning Selatan. Strategi alternatif yangdidapat adalah strategi pengembangan agrowisata, strategi pengembangan saranadan prasarana pokok maupun promosi agrowisata, strategi pengembangankelembagaan dan sumber daya manusia pariwisata.Dari penelitian yang telah dilakukan Siladana dengan penelitian ini angkegiatankepariwisataan. Dalam penelitian ini juga sama-sama menggunakan analisisSWOT. Dengan menggunakan analisis SWOT menghasilkan strategi alternatif.13

14Dalam penelitian ini bersifat mengeksplorasi (menggali), merumuskan kebijakandan program-program berdasarkan kondisi internal serta kondisi eksternal yangakan dipadukan dengan teori community based tourism, teori manajemen, danteori analisis SWOT. Perbedaan penelitian tersebut di atas adalah perbedaaanpemakaian lokasi penelitian dan perbedaaan dalam jenis wisata yangdikembangkan, dimana Siladana mengembangkan Desa Candi Kuning Selatansebagai Agrowisata sedangkan penelitian ini untuk pengembangan kebun salakdalam meningkatkan daya tarik wisata di Desa Sibetan. Penelitian yang nbagaimanamengeksplorasi (menggali) dan merumuskan potensi desa yang dapat dijadikansebagai daya tarik wisata sehingga partisipasi masyarakat tumbuh sertamemberikan kesejahteraan pada masyarakat itu sendiri.Penulisan lainnya yang memberikan penulis acuan dalam penulisan iniadalah berupa tesis oleh Saskara (2012), hasil penelitian yang dilakukan Saskaramenunjukkan bahwa daerah tujuan wisata Desa Cau Belayu memiliki berbagaipotensi wisata dan memenuhi empat komponen dalam industri kepariwisataanyakni 4 A yang meliputi Attraction (atraksi), Accessibility (aksesibilitas), Amenity(fasilitas), dan Ancillary (kelembagaan) sehingga cocok untuk dikembangkansesuai dengan teori perencanaan, teori pembangunan pariwisata berbasiskomunitas, teori tourism area life cycle. Selanjutnya diadopsi untuk ubunganharmonisantaramasyarakat setempat, sumber daya, dan wisatawan sebagai kunci keberhasilanpembangunan sesuai dengan tahapan pengembangan ekowisata.

15Keterkaitan penelitian Saskara dengan penelitian ini adalah sama-samamengembangkan potensi desa untuk menunjang kegiatan kepariwisataan. Dalampenelitian ini juga sama-sama menggunakan analisis SWOT. Sedangkanperbedaaan dalam penelitian ini dengan penelitiantersebut diatas adalahperbedaaan dalam lokasi penelitian dan perbedaaan dalam jenis wisata yangdikembangkan, dimana Saskara meneliti mengenai Pengembangan Daya TarikEkowisata Berbasis Kerakyatan sedangkan penelitian ini mengembangkan kebunsalak dalam meningkatkan daya tarik wisata. Penelitian yang dilakukan Saskaramemberikan gambaran serta pengetahuan yang bermanfaat terhadap potensi yangdimiliki untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata sehingga dalam penelitianini juga berharap dapat menemukan potensi yang dapat dikembangkan sebagaiatraksi wisata yang dapat dikembangkan.Kemudian hasil penelitian yang dilakukan Antara (2011), menunjukkanDaerah Tujuan Wisata Desa Pelaga memiliki berbagai potensi wisata yang layakuntuk dikembangkan dan telah memenuhi (4) komponen penting dalam industripariwisata yang dikenal dengan istilah empat A, yaitu attraction (atraksi wisata),Accessibility (akses untuk mencapai daerah wisata), Amenity (fasilitas dan jasawisata), dan Ancillary (kelembagaan dan sumber daya manusia pendukungkepariwisataan). Selain itu, masyarakat lokal sudah terlibat langsung dalampenyediaan fasilitas penunjang kepariwisataan, dan pengembangan daerah tujuanwisata Desa Plaga ke depan dapat dilakukan dengan mengimplementasikanbeberapa strategi SWOT seperti strategi SO, ST, WO, dan strategi WT. DariHasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang positif dalam membuat

16strategi pengembangan pariwisata alternatif di Desa Plaga, yang nantinya dapatmemberikan dampak yang baik terhadap perkembangan serta pertumbuhanekonomi dan kehidupan sosial budaya masyarakat setempat. Hasil penelitian inimemberikan pengetahuan dan wawasan bagaimana cara masyarakat lokal dapatterlibat langsung sebagai partisipasi masyarakat dalam mengelola pariwisata.Keterkaitan penelitian Antara dengan penelitian ini adalah sama-samamengembangkan potensi desa dalam menunjang kegiatan kepariwisataan.Penelitian ini juga sama-sama menggunakan analsiis SWOT. SedangkanPerbedaaan penelitian ini dengan penelitian tersebut diatas adalah perbedaaandalam lokasi penelitian dan perbedaaan dalam jenis wisata yang dikembangkan,dimana Antara mengembangkan pariwisata alternatif sedangkan penelitian inimengembangkan kebun salak sebagai daya tarik wisata.Dari ketiga penelitian yang telah dilakukan tersebut dapat disampaikanadanya kesamaan antara penelitian yang dilakukan Siladana (2009), denganmengembangkan potensi desa Candi Kuning selatan untuk dikembangkan lebihlanjut sebagai Agrowisata. Penelitian yang dilakukan oleh Saskara (2012),menunjukkan Desa Cau Belayu memiliki potensi untuk dikembangkan menjaditujuan wisata. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Antara (2011),menunjukkan Desa Plaga dikembangkan karena mempunyai potensi wisata karenamempunyai empat A, Attraction (atraksi wisata), Accessibility (akses untukmencapai tujuan), Amenity (fasilitas jasa wisata), dan Ancillary (kelembagaan dansumber daya manusia pendukung kepariwisataan). Ketiga hasil tersebutmenunjukkan adanya potensi desa masing-masing yang dapat dikembangkan

17menjadi obyek dan tujuan wisata. Begitu pula dalam penelitian ini juga samasama untuk mengembangkan potensi yang dimiliki Desa Sibetan denganhamparan kebun salak dalam meningkatkan daya tarik wisata. Desa Sibetansebagai sentral produk buah salak di Bali mempunyai potensi dan daya dukungsebagai wisata kebun, wisatawan yang berkunjung adalah wisatawan yang peduliterhadap lingkungan dan termasuk wisata minat khusus. Dari ketiga penelitiantersebut diatas dengan penelitian ini sama-sama menggunakan analisis SWOT.Adapun perbedaannya dari ketiga penelitian yang telah dilakukan adalahlokasi penelitian, perbedaan lokasi penelitian menurut daerah lokasi penelitian.Hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut menunjukkan adanya usahadari desa-desa yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan potensi rnatifyangnantinyameningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata.Merujuk kembali ketiga tulisan-tulisan tersebut diatas nelitianmengenaipengembangan kebun salak dalam meningkatkan daya tarik wisata di DesaSibetan sebagai upaya meningkatkan potensi yang ada, serta enKarangasem.Keanekaragaman produk wisata tersebut dapat meningkatkan kesejahteraanmasyarakat Desa Sibetan.Pengembangan kebun salak sebagai daya tarik wisata selain dapatmeningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sibetan juga meningkatkan

18pendapatan asli daerah kabupaten Karangasem, dan berperan sebagai salah satudestinasi wisata minat khusus yang menarik wisatawan untuk berkunjung.2.2 Konsep PenelitianDalam penelitian ini digunakan beberapa konsep untuk menjelaskanmasalah yang akan dikaji. Konsep-konsep yang digunakan tersebut adalahpengembangan, kebun salak, daya tarik wisata, dan agrowisata.2.2.1PengembanganMenurut Poerwadarminto (2002) pengembangan adalah suatu proses ataucara menjadikan sesuatu menjadi maju, baik, sempurna, dan berguna. Sedangkanmenurut Badudu dan Zain (1994) pengembangan adalah hal cara atau hasil kerjamengembangkan. Jadi pengembangan dalam hal ini dapat diartikan membuatmenjadi ada dari yang belum ada, dari yang sudah ada menjadi lebih baik dan dariyang sudah baik menjadi lebih baik, dan seterusnya.Berdasarkan definisi di atas, maka pengembangan merupakan bagian darisebuah strategi dalam upaya memajukan, memperbaiki dan meningkatkan kondisikepariwisataan terhadap suatu objek dan daya tarik wisata sehingga dapatdikunjungi wisatawan serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat disekitar objek dan daya tarik wisata maupun bagi Pemerintah Daerah.Berdasarkan pengertian di atas, yang dimaksud dengan pengembangandalam penelitian ini adalah usaha terencana yang disusun secara sistematis yangdilakukan dalam upaya pengembangan kebun salak sebagai tarik wisata di DesaSibetan, Kabupaten Karangasem. Pengembangan kebun salak sebagai agrowisata

19telah dilaksanakan sejak tahun 1997 namun pengembangannya belum berjalandengan baik.Pengembangan kebun salak sebagai daya tarik wisata selanjutnya nmenambahkeanekaragaman produk wisata atau diversifikasi di Kabupaten Karangasem.Pengembangan kebun salak sebagai daya tarik wisata dapat menjadi salah satupilihan wisatawan berkunjung ke Bali.Pulau Bali merupakan pulau kecil dari ribuan pulau yang ada di Indonesia.Di antara ribuan pulau di Indonesia Bali mempunyai sumber daya alam yangterbatas, namun kaya dengan sumber daya budaya. Di samping itu Bali jugamemiliki kekayaan hayati yang sangat melimpah dan beragam untuk dilestarikan,dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Sesuai denganamanat Undang-Undang Dasar 1945 pemanfaatan dan pengelolaan berbagaipotensi yang ada untuk sebesar-besarnya meningkatkan kemakmuran dankesejahteraan masyarakat.Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Perlindungan Buah Lokalmenyatakan, tanaman buah lokal adalah suatu kelompok jenis tanamanhortikultural selain tanaman sayuran, tanaman bahan obat dan tanamanperkebunan yang keseluruhan atau bagian dari buahnya dapat dikonsumsi.Dengan adanya Peraturan Daerah ini maka keberlanjutan dari usaha perkebunanbuah lokal di Bali sudah mempunyai dasar hukum. Berpedoman dengan dasarhukum tersebut usaha untuk pengembangan dari kebun buah lokal menjadi dayatarik wisata sangat berpeluang untuk ditingkatkan perananannya, yang dimaksud

20dengan pengembangan dalam penelitian ini adalah usaha terencana yang disusunsecara sistematis yang dilakukan dalam upaya pengembangan kepariwisataankhususnya pengembangan kebun salak dalam meningkatkan daya tarik wisata diDesa Sibetan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki. Pengembangan DesaSibetan sebagai agrowisata salak telah dilaksanakan mulai awal tahun 1997.Dalam pengembangan pariwisata harus tetap melibatkan masyarakat lokal,di mana masyarakat lokal mampu memberikan keuntungan bagi masyarakatsetempat. Keuntungan tersebut tidak merusak nilai-nilai sosial budayamasyarakatnya, dan jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi yang memiliki dayatarik wisata tidak melebihi kapasitas yang mampu menampung dari jumlahmasyarakat. Dalam pengembangan pariwisata juga menggunakan strategi, denganadanya strategi maka pengembangan pariwisata pada suatu destinasi akan dapatmencapai tujuan yang diinginkan.Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan (Rangkuti, 2005: 3).Dengan adanya strategi maka suatu tujuan yang ingin dicapai dapat dilakukandengan perencanaan yang matang. Dengan perencanaan yang matang maka suatustrategi dapat digunakan untuk mengatasi ancaman eksternal dan merebut peluangyang ada. Dengan mengatasi ancaman eksternal disamping mendapatkan peluangyang ada juga akan tercapai suatu tujuan. Strategi adalah suatu proses penentuannilai pilihan dan pembuatan keputusan dalam pemanfaatan sumber daya yangmenimbulkan suatu komitmen bagi organisasi yang bersangkutan kepadatindakan-tindakan yang mengarah pada masa depan (Merpaung, 2002: 96).Dengan proses penentuan nilai pilihan maka pembuatan suatu keputusan dengan

21memanfaatkan sumber daya akan menjadi sebuah komitmen bagi suatu organisasi.Dengan komitmen yang dibuat akan menjadikan organisasi tersebut mempunyaitujuan yang pasti untuk masa depan. Dengan tujuan yang pasti menjadikan masadepan akan lebih baik karena sudah dipertimbangkan lebih dahulu.Chandler dalam Rangkuti (2005:3) menyatakan strategi merupakan alatuntuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangkapanjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya. Pemahamandari definisi yang disampaikan Chandler (1962:13) merupakan pemahaman yangbaik mengenai konsep strategi. Dengan pemahaman konsep strategi yang baikakan sangat menentukan antara konsep strategi dengan konsep-konsep lain yangberkaitan, sangat menentukan suksesnya strategi yang disusun.Dari definisi yang disampaikan di atas, pengembangan merupakan sebuahstrategi dalam upaya untuk memajukan, memperbaiki serta meningkatkan padasuatu obyek dengan menjadi daya tarik wisata, sehingga wisatawan dapatmemberikan manfaat bagi masyarkat sekitar maupun untuk Pemerintah Daerah.Berdasarkan pengertian di atas, yang dimaksudkan dengan strategi dalampenelitian ini adanya usaha yang terencana dan telah disusun secara sistematisdilakukan dalam upaya pengembangan kepariwisataan khususnya pengembangankebun salak dalam meningkatkan daya tarik wisata di Desa Sibetan denganpotensi yang dimiliki. Dengan pengembangan kebun salak dalam meningkatkandaya tarik wisata diharapkan dapat menambah diversifikasi daya tarik wisata diKabupaten Karangasem, upaya dalam pelestarian alam/ lingkungan, sertapeningkatan kesejahteraan masyarakat.

22Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan strategi adalah bagaimanamerencanakan pengembangan kebun salak sebagai daya tarik wisata, sehinggadari pengembangannya akan ada keterlibatan pemerintah, masyarakat, pelakuwisatawan lokal maupun travel agent yang akan memberikan motivasimeningkatnya kunjungan wisatawan.2.2.2Kebun SalakSebelum konsep kebun salak dijelaskan, maka terlebih dahulu akandiuraikan mengenai kebun. Kebun dalam pengertian di Indonesia adalah sebidanglahan, kebun pada umumnya tempatnya terbuka, dan mendapat perlakukantertentu oleh manusia.6Pengertian secara umum kebun merupakan lahan yang ditumbuhi dengantumbuhan liar juga dapat dikatakan sebagai kebun, asalkan berada dalam wilayahpemukiman. Untuk bisa dibedakan antar kebun dan hutan. Dalam sehari-hariungkapan kebun seringkali digunakan untuk menyebutkan perkebunan, sepertikebun karet atau kebun kelapa. Kata kebun juga dipadankan dengan orcharddalam bahasa Inggris. Dalam pengertian demikian kebun adalah suatu usahatanaman pohon atau semak secara monokultur, lahan kebun demikian telahdikenal semenjak dahulu, seperti kebun karet, kebun salak.Desa Sibetan merupakan salah satu tujuan wisata di Karangasem yangmenawarkan panorama alam (agrowisata). Di samping itu Desa Sibetan memilikikebun salak yang sangat luas, dan setiap pekarangan rumah masyarakatmempunyai kebun salak, salak merupakan tanaman monokultur, inilah keunikan6Kebun Salak . http://id.m.wikipedia.org, diunduh tanggal 6 November 2014

23yang dimiliki desa Sibetan. Letak desa Sibetan diketinggian 400-600 meter di ataspermukaan laut. Karena ketinggian mencapai 400-600 di atas permukaan lauttemperatur rata-rata mencapai 20–30 derajat celsius. Adapun curah hujan 1.567mm–20.00 mm pertahun. Iklim dan udara yang sejuk inilah yang membuat pohonsalak cocok untuk tumbuh. Dengan adanya kebun salak yang terhampar luassepanjang desa Sibetan dengan memiliki 15 jenis varietas salak yang tumbuh dikebun salak yang ada di Desa Sibetan dengan menggunakan kelompok tani DukuhLestari sebagai kelompok pengelolanya. Dalam pemasarannya kebun salaksebagai daya tarik wisata dengan konsep 15 paket kebun salak. Kebun salak yangdimiliki olek kelompok tani Dukuh Lestari kepemilikannya ada beberapa anggotakelompok tani Dukuh Lestari sebagai petani penggarap dan ada secara langsungsebagai pemiliknya. Selain konsep kebun salak pemilik atau penggarapnya adayang bertempat tinggal diantara kebun salak, juga buah salak yang dihasilkanmenjadi produk unggulan seperti salak nenas dan salak gula pasir yang rasanyasangat manis, segar serta daging buah salaknya tebal. Wisatawan dapatmenyaksikan proses panen salak termasuk pemasarannya. Selain sebagai pusatsalak, Desa Sibetan juga layak di kunjungi karena keunikannya, aktivitas budayadan tarian tradisionalnya seperti genjek dan angklung. Untuk keindahan alamnyapara wisatawan dapat melakukan aktivitas trekking dengan dipandu oleh pemandulokal.77http://bali.panduanwisata.com di unduh tanggal 6 November 2014.

242.2.3Daya Tarik WisataDaya tarik wisata juga disebut dengan obyek wisata merupakan potensiyang menjadi pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daerah tujuan wisata(Suwantoro, 2004:19).Kehadiran wisatawan ke suatu daerah tujuan wisata sebagai daya tarikwisata dapat dibedakan ke dalam tiga daya daya tarik wisata seperti daya dayatarik wisata alam, daya tarik wisata budaya dan dan daya tarik wisata minatkhusus termasuk daya tarik wisata bautan/binaan manusia sebagaimana tertuangdalam pasal 14 Undang-undang Nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan.Daya tarik wisata alam yang dikembangkan adalah sumber daya alamyang mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata. mbangkansecaraberkelanjutan. Dengan pengembangan pembangunan secara berkelanjutan dengansentuhan manusia tentunya, sehingga potensi yang ada memberikan kontribusibagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemanfaatan wisata alam.Daya tarik wisata budaya yang memanfaatkan kehidupan masyarakat yangmempunyai budaya untuk dikembangkan. Hasil kebudayaan yang dimilikimasing-masing daerah memiliki keunikan tersendiri, sehingga daya tarik wisatabudaya lebih menarik untuk dikunjungi. Ragam budaya Bali yang terpeliharasampai saat ini telah mampu meningkatkan kunjungan wisatawan. Di samping itumampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, yang juga sebagai ajangdiplomasi budaya di dunia Internasional, dan mampu memberikan kontribusi

25positip pada daerah-daerah lainnya di Indonesia untuk membangkitkan khasanahbudaya yang dimilikinya untuk dijadikan daya tarik wisata budaya.Dengan keragaman daya tarik wisata yang dimiliki pengembangan wisataminat khusus seperti pengembangan kebun salak untuk dikembangkan sebagaidaya tarik wisata. Pengembangan wisata minat khusus penting untukdikembangkan serta ditingkatkan karena belum mendapatkan sentuhan berbagaikalangan baik pemerintah maupun pelaku pariwisata walaupun partisipasimasyarakat sudah semakin meningkat.Daya tarik utama wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah tujuanwisata, yaitu adanya suatu keperluan. Keperluan dengan komponen pariwisatalainnya seperti akomodasi dan transportasi dapat timbul, karena adanya keinginanwisatawan terhadap apa yang ditawarkan. Dengan adanya tawaran kepadawisatawan merupakan tujuan dalam melakukan perjalanan wisata.Sebagai daya tarik wisata sudah tentu adanya potensi yang dikembangkan.Pengembangan potensi yang ada akan mendorong kehadiran wisatawan ke daerahtujuan wisatawan. Pengembangan daya tarik wisata dengan membangun potensiyang dimiliki memerlukan perencanaan untuk pengusahaan. Pengusahaan dayatarik wisata dapat dikelompokkan menjadi pengusahaan daya tarik wisata alam,pengusahaan daya tarik wisata budaya, pengusahaan daya tarik wisata minatkhusus (Suwantoro, 2004: 19).2.2.4AgrowisataKehidupan masyarakat pedesaan masih memiliki sifat gotong royong yangmendalam, yang membuktikan bahwa kehidupan selalu dibarengi dengan berbagai

26upaya yang dapat menghasilkan bekal, bagi k

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI DAN MODEL PENELITIAN 2.1 Kajian Pustaka Beberapa tulisan yang dapat digunakan sebagai tolok ukur seperti tesis, . teori manajemen, dan teori analisis SWOT. Perbedaan penelitian tersebut di atas adalah perbedaaan

Related Documents:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN MODEL. PENELITIAN . 2.1 Tinjauan Pustaka. Tinjauan pustaka adalah kajian mengenai penelitian sebelumnya yang memiliki relevansi permasalahan dengan penelitian yang akan dilakukan. Kajian terhadap penelitiapenelitian sebelumnya diharapkan memberikan wawasan agar n-

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Gaya Hidup 2.1.1.1 Definisi Gaya Hidup Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller (2016:187) "A lifestyle is a person pattern of life as expressed in activities, interests, and opinions. It portrays the whole person interacting with his or her environment." .

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN TEORETIK Bab ini membahas kajian teori yang bisa memotret fenomena penelitian, meliputi kajian tentang Komunikasi sebagai Interaksi Sosial, Komunikasi sebagai . penyandang autism dalam keran

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Pembelajaran SBDP . etika dan estetika, dan multikultural berarti seni bertujuan menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan berapresiasi terhada

12 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pendidikan Karakter 2.1.1.1 Pengertian Pendidikan Karakter Secara etimotologi, istilah karakter berasal dari bahasa latin character, yang berarti watak, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian dan akhlah (Agus

Health belief model 11 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Konsep Health belief model 1. Pengertian health belief model dikemukakan pertama kali oleh Resenstock 1966, kemudian disempurnakan oleh Becker, dkk 1970 dan 1980.Sejak tahun 1974, teori Health belief model telah menjadi perhatian para peneliti.Model teori ini

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam penyusunan skripsi ini dibutuhkan tinjauan pustaka yang berisi teori-teori atau konsep-konsep yang digunakan sebagai kajian dan acuan bagi penulis 2.1.1. Pengertian Sistem Suatu sistem t

the bridge, with the objective of improving the reliability and efficiency of navigation. 2 These Guidelines have been prepared to support provisions of the revised regulation V/15 of the SOLAS Convention – Principles relating to bridge design, design and arrangement of navigational systems and equipment and bridge procedures, which is expected to enter into force on 1 July 2002. 3 Member .