IMPLEMENTASI KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN (REINFORCEMENT .

3y ago
43 Views
2 Downloads
766.53 KB
23 Pages
Last View : 6d ago
Last Download : 5m ago
Upload by : Ronan Orellana
Transcription

IMPLEMENTASI KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN(REINFORCEMENT) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKADI KELAS II MI MA’ARIF AL-FATAH PURWODADIKEMBARAN KABUPATEN BANYUMASTAHUN PELAJARAN 2015/2016SKRIPSIDiajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokertountuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh GelarSarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I.)Oleh:MALICHATUN WAHYU UTAMINIM. 1223305070PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAHJURUSAN PENDIDIKAN MADRASAHFAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUANINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)PURWOKERTO2016

IMPLEMENTASI KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN (REINFORCEMENT)PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IIMI MA’ARIF AL-FATAH PURWODADI KEMBARAN KABUPATEN BANYUMASTAHUN PELAJARAN 2015/2016MALICHATUN WAHYU UTAMI1223305070Program Studi S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Jurusan Pendidikan MadrasahFakultas Tarbiyah dan Ilmu KeguruanInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) PurwokertoABSTRAKDalam proses mengajar terdapat beberapa komponen salah satunyamengajar sebagai keterampilan. Keterampilan dibutuhkan oleh guru agarpembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Salah satuketerampilan mengajar yang harus dimiliki guru adalah keterampilan memberipenguatan. Memberi penguatan bertujuan untuk meningkatkan perhatian danmotivasi siswa serta meningkatkan keaktifan siswa.Namun dalam prakteknya, banyak ditemukan guru hanya memberikomentar negatif misalnya pada pembelajaran matematika. Selama ini terbentukkesan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit sehingga banyak siswa yangtidak suka dengan pelajaran matematika, padahal unsur matematika selalumenyertai dalam kehidupan sehari-hari. Untuk meningkatkan keaktifan belajarsiswa, maka guru harus memiliki keterampilan memberi penguatan agar tujuandari memberi penguatan dapat tercapai.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagamaimanaimplementasi keterampilan memberi penguatan (reinforcement) padapembelajaran matematika di kelas II MI Ma’arif Al-Fatah Purwodadi KabupatenBanyumas Tahun Pelajaran 2015/2016?”. Jenis penelitian yang digunakan olehpenulis adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif dengansubjek penelitian yaitu guru kelas dan siswa kelas II. Metode pengumpulan datadilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untukmenganalisis data yang diperoleh penulis yaitu dengan cara mengumpulkanseluruh data, mereduksi data, dan verifikasi data.Hasil penelitian implementasi keterampilan memberi penguatan(reinforcement) pada pembelajaran matematika di kelas II MI Ma’arif Al-FatahPurwodadi Kabupaten Banyumas tahun pelajaran 20015/2016, sudah terlaksanadengan baik karena guru sedari awal membuat perencanaan terlebih dahulu, darimenentukan waktu, jenis penguatan, dan bagaimana cara memberi penguatan.Serta pelaksanaanya sudah sesuai dengan apa yang sudah direncanakan awaldengan berpedoman pada tujuan, prinsip, dan jenis serta cara dalam memberipenguatan.Kata kunci: keterampilan memberi penguatan (reinforcement), pembelajaranmatematikavii

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL .iPERNYATAAN KEASLIAN .iiPENGESAHAN .iiiNOTA DINAS PEMBIMBING .ivMOTTO .vPERSEMBAHAN .viABSTRAK .viiKATA PENGANTAR .viiiDAFTAR ISI .xiDAFTAR TABEL.xivDAFTAR LAMPIRAN .xvBAB IBAB IIPENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah .1B. Definisi Operasional.7C. Rumusan Masalah .9D. Tujuan dan Manfaat Penelitian .10E. Kajian Pustaka .11F. Sistematika Penulisan.12KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN(REINFORCEMENT) DAN PEMBELAJARANMATEMATIKAxi

A. Keterampilan Memberi Penguatan (Reinforcement) .141. Pengertian Keterampilan Memberi Penguatan(Reinforcement) .142. Tujuan Keterampilan Memberi Penguatan(Reinforcement) .153. Prinsip Keterampilan Memberi Penguatan(Reinforcement) .164. Aplikasi Keterampilan Memberi Penguatan(Reinforcement) .185. Jenis-Jenis Keterampilan Memberi Penguatan(Reinforcement) .18B. Pembelajaran Matematika .211. Pengertian Pembelajaran Matematika .212. Tujuan Pembelajaran Matematika .223. Karakteristik Umum Pembelajaran Matematika .234. Materi Pelajaran Matematika SD/MI Di Kelas II.25C. Keterampilan Memberi Penguatan (Reinforcement) PadaPembelajaran Matematika .BAB III27METODE PENELITIANA. Jenis Penelitian .39B. Lokasi Penelitian .40C. Subjek Penelitian.40D. Objek Penelitian .41xii

BAB IVE. Metode Pengumpulan Data .41F. Teknis Analisis Data .43PEMBAHASAN HASIL PENELITIANA. Gambaran Umum MI Ma’arif Al-Fatah Purwodadi .46B. Implementasi Keterampilan Memberi PenguatanBAB V(Reinforcement) Pada PembelajaranMatematika .54C. Analisis Data .89PENUTUPA. Kesimpulan .95B. Saran-Saran .96C. Penutup.97DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN-LAMPIRANDAFTAR RIWAYAT HIDUPxiii

BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahAda beragam julukan yang diberikan kepada sosok guru, salah satujulukan yang terkenal adalah “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Julukan inimempunyai arti betapa besar peran dan jasa yang dilakukan guru sehingga gurudisebut sebagai pahlawan. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utamamendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, danmengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikanformal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Kunandar, 2007: 54).Gurulah yang langsung berhadapan dengan peserta didik untuk mentransfer ilmupengetahuan dan teknologi sekaligus mendidik dengan nilai-nilai positif.Menurut Piet A. Sahertian, 1998 yang dikutip oleh Ngainun Naim (2009:5) bahwa sebagai guru, ia dianggap bertanggung jawab kepada para siswanya,tidak saja ketika dalam proses pembelajaran berlangsung tetapi juga ketikaproses pembelajaran berakhir.Seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang telah demikian pesat,peran guru tidak lagi hanya bertindak sebagai penyaji informasi, tetapi jugaharus mampu bertindak sebagai pengelola, fasilitator, motivator,danpembimbing, yang lebih banyak memberikan kepada peserta didik untukmencari dan mengolah informasi sendiri dalam pembelajaran (Hamzah B. Uno,2009: 16-17). Guru seharusnya mampu menggunakan pengetahuan mengajar1

2untuk menciptakan situasi pembelajaran yang baik dan mengendalikanpelaksanaan pembelajaran dan pencapaian tujuan. Guru akan berhasil jikamampu melaksanakan proses pembelajaran secara optimal, efektif, dan efisien.Penyelenggaraan pembelajaran merupakan salah satu tugas utama gurudi mana pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untukmembelajarkan siswa. Pembelajaran dimaksudkan agar tercipta kondisi yangmemungkinkan terjadinya belajar pada diri siswa (Muhammad Fathurrohmandan Sulistyorini, 2012: 7).Menurut Gagne yang dikutip oleh Muhammad Fathurrohman danSulistyorini (2012: 9) yang dimaksud dengan pembelajaran adalah serangkaiankegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar padasiswa. Pembelajaran mengacu pada segala kegiatan yang berpengaruh langsungterhadap proses belajar siswa dan pembelajaran harus menghasilkan belajar.Pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi dua arah yaitumengajar yang dilakukan guru dan belajar yang dilakukan anak di dalammempelajari keterampilan dan pengetahuan serta sikap (J. Tombokan Runtukahudan Selpius Kandou, 2014: 231). Dari penegasan tersebut dapat disimpulkanbahwa yang dimaksud dengan pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkananak yang mana guru sebagai pendidik merencanakan pembelajaran untukmembelajarkan siswa dan siswa pada akhirnya akan memperoleh hasil belajaryang diharapkan.Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, ada beberapa hal yangharus dilakukan oleh seorang guru agar mencapai hasil maksimal, diantaranya:

3(1) membuat perencanaan pembelajaran; (2) melaksanakan pembelajaran denganbaik; (3) memberikan feedback atau umpan balik;(4) melakukan komunikasipengetahuan; (5) guru sebagai model dalam bidang studi yang diajarkannya(Ngainun Naim, 2009: 23-27).Menurut J.J. Hasibuan dan Moedjiono, (1993: 37) dalam prosesmengajar, terdapat beberapa komponen-komponen yang perlu diperhatikan,yaitu: (1) mengajar sebagai ilmu (teaching as a science); (2) mengajar sebagaiteknologi (teaching as a technology); (3) mengajar sebagai suatu seni (teachingas an art); (4) pilihan nilai; (5) mengajar sebagai keterampilan (teaching as askill).Guru juga harus berusaha agar terjadi perubahan sikap, kebiasaan,hubungan sosial, apresiasi, dan keterampilan. Salah satu usaha agar terjadiperubahan itu adalah keterampilan. Keterampilan dibutuhkan oleh guru dalampembelajaran agar guru dapat melaksanakan perannya dalam pengelolaan prosespembelajaran, sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara efektif danefisien.Dalam mengajar diperlukan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkanuntuk kelancaran proses belajar mengajar antara lain: (1) keterampilan membukadan menutup pelajaran, (2) keterampilan menjelaskan, (3) keterampilanbertanya, (4) keterampilan memberi penguatan, (5) keterampilan diskusikelompok kecil, (6)keterampilan mengelolakelas, (7)keterampilanmengadakan variasi, (8) keterampilan mengajar perorangan dan kelompok kecil(Zainal Aqib, 2014: 84).

4Salah satu keterampilan dasar mengajar yang harus dikuasai oleh seorangguru adalah keterampilan memberi penguatan (reinforcement). Pembelajaranpenguatan memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan proses danhasil pembelajaran yang lebih bermakna dan bermutu (Zainal Asril, 2012: 78).Pemberian penguatan atau respon berupa penghargaan dapat berpengaruh positifdalam kehidupan seseorang, yaitu mendorong seseorang memperbaiki tingkahlaku dan meningkatkan usahanya (M. Sulthon, 2009: 56-57). Dari istilahtersebut, memberi penguatan dapat diartikan sebagai respon terhadap suatutingkah laku yang diharapkan dapat berpengaruh dan dapat meningkatkankemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut.Seorang guru perlu menguasai keterampilan memberi penguatan karenamemberikan dorongan bagi siswa untuk meningkatkan penampilannya. Selainitu nantinya guru dapat mengembangkan kegiatan pembelajaran dengan baik danefektif (M. Sulthon, 2009: 56-57).Dalam prakteknya, banyak ditemukan guru hanya memberikan komentarnegatif dari pada positif kepada siswa, misalnya pada pelajaran matematika.Matematika adalah sebuah ilmu pasti yang memang selama ini menjadi indukdari segala ilmu pengetahuan di dunia ini. Semua kemajuan zaman,perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia selalu tidak terlepas dariunsur matematika ini (Abdul Halim Fathani, 2009: 5).Namun, selama ini terbentuk kesan umum bahwa matematika merupakanmata pelajaran yang sulit dan menakutkan. Dalam hati masyarakat awam,matematika masih dipandang sebagai ilmu yang “negatif”. Dengan kata lain,

5banyak siswa yang mengikrarkan diri untuk berpisah dengan matematika, karenasiswa menganggap matematika adalah ilmu yang membuat stres, kepala pusing,tidak ada gunanya dan sebagainya (Abdul Halim Fathani, 2009: 9).Pada kenyataannya bahwa banyak sekali siswa yang tidak suka denganpelajaran matematika. Padahal, sesungguhnya unsur-unsur matematika itumenyertai dalam kehidupan sehari-hari baik dalam bentuk sederhana maupunbersifat sangat kompleks. Dalam pembelajaran matematika di tingkat SD/MI,diharapkan terjadi reinvention (penemuan kembali). Di mana tujuannya adalahuntuk memperoleh pengetahuan dengan suatu cara yang dapat melatih berbagaikemampuan intelektual siswa, merangsang keingintahuan dan memotivasikemampuan siswa (Heruman, 2007: 4). Mata pelajaran matematika merupakansalah satu mata pelajaran yang diajarkan dijenjang pendidikan dasar mulai darikelas I sampai kelas VI. Mata pelajaran matematika merupakan mata pelajaranyang dapat membentuk pola pikir yang sistematis, logis, kritis, dan penuhkecermatan.Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didikmulai dari sekolah dasar, yang memiliki tujuan antara lain untuk membekalipeserta didik / siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis,kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama (Ibrahim dan Suparni, 2012:35). Dalam matematika, setiap konsep yang abstrak yang baru dipahami siswaperlu segera diberi penguatan, agar mengendap dan bertahan lama dalammemori siswa sehingga melekat dalam pola pikir dan pola tindakannya(Heruman, 2007: 2)

6Dari penegasan di atas, untuk meningkatkan keaktifan belajar siswaterutama dalam pelajaran matematika maka seorang guru harus memilikiketerampilan terutama pada keterampilan memberi penguatan. Seperti yangsudah di jelaskan di atas bahwa penguatan mampu meningkatkan proses danhasil pembelajaran yang lebih bermakna dan bermutu serta mendorongseseorang untuk memperbaiki tingkah laku dan meningkatkan usahanya.Berdasarkan observasi pendahuluan yang dilakukan penulis pada tanggal15 Desember 2015 di MI Ma’arif Al-Fatah Purwodadi, penulis meneliti kelas II.Di mana menurut Ibu Siti Rokhayati sebagai wali kelas II menuturkan bahwabanyak siswa yang kurang fokus pada saat pelajaran berlangsung terutama padapelajaran matematika.Selama mengajar di MI Ma’arif Al-Fatah Purwodadi Ibu Siti selalumemberi penguatan kepada siswa-siswanya. Tujuannya yaitu agar siswa bisafokus dengan pelajaran khususnya pelajaran matematika dan memberikansemangat belajar sehingga anak merasa bangga dengan kemampuan yangdimilikinya. Dalam menererapkan memberi penguatan kepada siswa, Ibu Sitisangat memperhatikan penguatan apa yang harus diberikan kepada siswa sesuaidengan kemampuannya. Ibu Siti tidak hanya memberikan penguatan kepadasiswa secara mendadak tetapi Ibu Siti sudah merencanakan akan memberikanpenguatan seperti apa kepada siswanya agar tujuan dari pembelajaran dapattercapai.Namun dalam faktanya, masih banyak siswa yang tidak berani untukmenunjukkan kemampuannya bahwa ia bisa. Banyak siswa yang tidak berani

7untuk menjawab soal dari guru ataupun maju ke depan kelas untuk mengerjakansoal yang telah diberikan oleh guru. Salah satu faktor yang mempengaruhiadalah siswa takut akan jawabannya yang salah. Untuk itu Ibu Siti menerapkanketerampilan memberi penguatan pada pembelajaran matematika agar siswa bisalebih semangat dan siswa menjadi aktifdalam mengikuti pembelajaranmatematika.Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis melakukanpenelitian dengan judul “Implementasi Keterampilan Memberi Penguatan(Reinforcement) Pada Pembelajaran Matematika Di Kelas II MI Ma’arif AlFatah Purwodadi Kembaran Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2015/2016”.B. Definisi OperasionalUntuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai permasalahan yangakan dibahas, menghindari pengertian yang multitafsir, kesalahpahaman danpijakan dalam pembahasan selanjutnya, maka penulis akan menguraikan istilahistilah utama yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain:1. Implementasi Keterampilan Memberi Penguatan (Reinforcement)Implementasi merupakan suatu proses penerapan ide, konsep,kebijakan, atau inovasi dalam bentuk tindakan praktis sehingga memberikandampak, baik berupa perubahan pengetahuan, keterampilan, maupun nilai dansikap (Kunandar, 2007: 233).Pemberian penguatan dalam kegiatan pembelajaran dapat diartikansebagai respon terhadap suatu tingkah laku yang diharapkan dapat

8berpengaruh dan dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembalitingkah laku tersebut. Memberi penguatan dalam kegiatan pembelajaranmerupakan tanda persetujuan guru terhadap tingkah laku siswa yangdinyatakan dalam bentuk kata-kata membenarkan, pujian, senyuman,anggukan atau dengan simbol lainnya (M. Sulthon, 2009: 56).Memberi penguatan (reinforcement) diartikan dengan tingkah lakuguru dalam merespon secara positif suatu tingkah laku tertentu siswa yangmemungkinkan tingkah laku tersebut timbul kembali (J.J. Hasibuan danMoedjiono, 1993: 58). Sedangkan menurut M. Sumantri dan J. Permana yangdikutip oleh Anissatul Mufarrokah (2009: 159) memberi penguatan(reinforcement) merupakan tindakan atau respon terhadap suatu bentukperilaku peserta didik yang dapat mendorong munculnya peningkatankualitas tingkah laku tersebut disaat/diwaktu yang lain.Dari penegasan isitilah di atas, yang dimaksud peneliti tentangimplementasi keterampilan memberi penguatan adalah proses penerapandalam bentuk kegiatan dan tingkah laku guru dalam merespon secara positifsuatu tingkah laku tertentu siswa yang memungkinkan tingkah laku tersebuttimbul kembali.2. Pembelajaran MatematikaPembelajaran Matematika adalah proses pemberian pengalamanbelajar kepada siswa melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehinggasiswa memperoleh kompetensi tentang bahan matematika yang dipelajari (SriSudiati: 2014)

9Pembelajaran matematika adalah suatu proses belajar mengajar yangdibangun oleh guru untuk mengembangkan kreativitas berpikir siswa yangdapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkankemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkanpenguasaan yang baik terhadap materi matematika (Ahmad Susanto, 2016:186-187).Dari penegasan di atas, yang dimaksud peneliti tentang pembelajaranmatematika adalah proses pemberian pengalaman kepada peserta didikmelalui serangkaian kegiatan yang sudah terencana untuk memperolehkompetensi bahan matematika yang akan dipelajari serta upaya meningkatkanpenguasaan yang baik terhadap materi matematika.C. Rumusan MasalahDari latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya oleh penulis,maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah “Bagaimana ment)padapembelajaranmatematika di kelas II MI Ma’arif Al-Fatah Purwodadi Kembaran KabupatenBanyumas Tahun Pelajaran 2015/2016?.”D. Tujuan dan Manfaat Penelitian1. Tujuan PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses guru dalammengimplementasi keterampilan memberi penguatan (reinforcement) pada

10pembelajaran matematika di kelas II MI Ma’arif Al-Fatah PurwodadiKembaran Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2015/2016.2. Manfaat Penelitiana. Manfaat TeoritisSecara teoritis diharapkan dapat menjadi bahan referensisekaligus memiliki arti akad

pijakan dalam pembahasan selanjutnya, maka penulis akan menguraikan istilah-istilah utama yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: 1. Implementasi Keterampilan Memberi Penguatan (Reinforcement) Implementasi merupakan suatu proses penerapan ide, konsep, kebijakan, atau inovasi dalam bentuk tindakan praktis sehingga memberikan

Related Documents:

Berdasarkan hasil analisis data, keterampilan dasar mengajar mahasiswa pendidikan matematika yang berkemampuan akademik tinggi (subjek-FU) dan rendah (subjek-DR) dapat didekripsikan sebagai berikut. 1. Keterampilan Memberi Penguatan Subjek-FU Berdasarkan tabel 1. semua aspek pada keterampilan

keterampilan mengadakan variasi (variation skills), keterampilan menjelaskan (explanning skills), keterampilan membuka dan menutup pelajaran (set induction and closer), keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, serta keterampilam mengajar perseorangan.Untuk menjadi seorang guru, keterampilan guru seharus

IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER . MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA . PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR . FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN . UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG . 2017 . i IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER . Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SD Negeri Purwantoro 2 Malang .

dan menempatkan keterampilan‐keterampilan itu dalam situasi yang sesuai. Asumsi ini berimplikasi adanya keterampilan‐keterampilan generik esensial guru IPA yang dapat diamati supervisor, misalnya: “keterampilan memotivasi”, “keterampilan bertanya dasar dan lanjutan”, “keteramp

keterampilan membuka dan menutup pelajaran, (6) keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, (7) keterampilan mengelola kelas, dan (8) keterampilan mengajar perseorangan. Delapan keterampilan dasar mengajar dapat diamati pada saat tampil mengajar di depan kelas dengan menggunakan lemb

banyak keterampilan motorik yang dimiliki anak semakin baik pula prestasi di sekolah.8 David Gaul menyatakan kemampuan keterampilan motorik halus merupakan komponen penting dari berbagai kegiatan kehidupan sehari-hari seperti berpakaian, memberi makan atau bermain. Keterampilan motorik yang

Pendidikan Fisika pada Program Studi Pendidikan Fisika Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Tesis ini memberi gambaran mengenai implementasi model pembelajaran ICARE pada siswa SMA di kota Karawang. Dalam tesis ini dipaparkan tentang peningkatan kemampuan memahami, keterampilan komunikasi serta keterampilan kolaborasi setelah .

Annual Men’s Day Sunday, October 26, 2008 Order of Service Devotion Men’s Day Praise Team Responsive Reading Psalm 1 Congregational Singing This Little Light of Mine Selection Men’s Day Choir Altar Prayer Dance Selection Creations of God Announcements Bro. Robert Shields Pastoral Observations Message Rev. Jeffery A. Lang, Senior Pastor Southside Church & International Ministries Jackson .