TEKNIK LABORATORIUM - TADRIS BIOLOGI IAIN JEMBER

3y ago
62 Views
4 Downloads
1.48 MB
53 Pages
Last View : 11d ago
Last Download : 5m ago
Upload by : Randy Pettway
Transcription

PANDUAN PRAKTIKUMTEKNIK LABORATORIUMNAMA:NIM:KELAS:SEMESTERGENAP 2018/2019PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGIFAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUANINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER2019

DAFTAR ISICover .1Kegiatan 1. Pengelolaan / Manajemen Laboratorium .3Kegiatan 2. Pengenalan Alat dan Budaya K3 .11Kegiatan 3. Penggunaan dan PengoperasionalanAlat Laboratorium (Mikroskop) .20Kegiatan 4. Teknik Kerja Aseptik dan Sterilisasi .24Kegiatan 5. Pembuatan dan Pengenceran Larutan .29Kegiatan 6. Preparasi .32Kegiatan 7. Pembuatan Specimen Awetan Tumbuhan .34Kegiatan 8. Pembuatan Specimen Awetan Hewan .37Daftar Pustaka .402

KEGIATAN 1PENGELOLAAN / MANAGEMEN LABORATORIUMI. TUJUAN.- Mendefinisikan laboratorium- Menggolongkan laboratorium menurut fungsinya- Menjelaskan fungsi lab- Mendesain laboratorium- Mengenal susunan dan tata letak laboratorium.II. DASAR TEORIA. Pengertian dan Tujuan Penggunaan Laboratorium.Laboratorium merupakan sumber belajar yang efektif untuk mencapai kompetensi yangdiharapkan bagi siswa. Berdasarkan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar PendidikanNasional, bahwa laboratorium merupakan sarana prasarana yag diperlukan untuk menunjangproses pembelajaran. Manajemen laboratorium (laboratory management) adalah usaha yangdilakukan di dalam mengelola laboratorium. Pengelolaan laboratorium yang baik sangatditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alatalat laboratorium yang canggih, dioperasikan oleh staf profesional yang terampil belum tentudapat berfungsi dengan baik, jika tidak didukung oleh adanya manajemen laboratorium yangbaik pula. Oleh karena itu manajemen laboratorium adalah suatu bagian yang tidak dapatdipisahkan dari kegiatan laboratorium sehari-hari. Agar semua kegiatan yang dilakukan di dalamlaboratorium dapat berjalan dengan lancar, dibutuhkan sistem pengelolaan operasionallaboratorium yang baik dan sesuai dengan situasi kondisi setempat.Secara sempit laboratorium diartikan sebagai ruangan yang dibatasi oleh dinding yang didalamnya terdapat alat-alat dan bahan-bahan beraneka ragam yang dapat digunakan untukmelakukan eksperimen (Subiyanto, 1998 : 79). Sudaryanto (1998 : 2) mendefinisikanlaboratorium sebagai salah satu sarana pendidikan IPA, sebagai tempat peserta didik berlatih dankontak dengan objek yang dipelajari secara langsung, baik melalui pengamatan maupunpercobaan.Lebih lanjut Sudaryanto (1998 : 7) menyatakan peranan dan fungsi laboratorium ada tiga,yaitu sebagai (1) sumber belajar, artinya laboratorium digunakan untuk memecahkan masalahyang berkaitan dengan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor atau melakukan percobaan, (2)metode pendidikan, meliputi metode pengamatan dan metode percobaan, dan (3) saranapenelitian, tempat dilakukannya berbagai penelitian sehingga terbentuk pribadi peserta didikyang bersikap ilmiah.Secara lebih umum laboratorium diartikan sebagai suatu tempat dilakukannya percobaandan penelitian (Depdikbud, 1994 : 7). Pengertian ini bermakna lebih luas, karena tidak3

membatasi laboratorium sebagai suatu ruangan, artinya kebun, lapangan, ruang terbukapun dapatmenjadi laboratorium. Dalam Peraturan Pemerintah No. 5 / 1980 Pasal 29 disebutkan bahwalaboratorium berfungsi untuk mempersiapkan sarana penunjang untuk melaksanakan pendidikan,pengajaran, dan penelitian dalam satu atau sebagian cabang ilmu, teknologi, atau seni tertentusesuai dengan bidang studi yang bersangkutan.Adapun tujuan penggunaan laboratorium biologi / IPA bagi peserta didik antara lain:1. mengembangkan keterampilan (pengamatan, pencatatan data, penggunaan alat, danpembuatan alat sederhana),2. melatih bekerja cermat serta mengenal batas-batas kemampuan pengukuran laboratorium,3. melatih ketelitian mencatat dan kejelasan melaporkan hasil percobaan,4. melatih daya berpikir kritis analitis melalui penafsiran eksperimen,5. memperdalam pengetahuan,6. mengembangkan kejujuran dan rasa tanggungjawab,7. melatih merencanakan dan melaksanakan percobaan lebih lanjut dengan menggunakan alatalat dan bahan-bahan yang ada,8. memberikan pengalaman untuk mengamati, mengukur, mencatat, menghitung, mene-rangkan,dan menarik kesimpulan,Kesemua fungsi penggunaan laboratorium tersebut hanya dapat terwujud apabilakegiatan praktikum dipersiapkan, dirancang, dan dikelola sedemikian rupa sehingga lab benarbenar menjadi sarana penunjang keberhasilan proses pembelajaran sejalan dengan tujuanpembelajaran yang telah ditetapkan. Tanpa ada manajemen yang baik terhadap lab yang dimiliki,maka semua fasilitas lab tidak akan dapat berfungsi sebagaimana mestinya, bahkan dapatmengacaukan perhatian peserta didik, terjadi pemborosan waktu, tenaga, biaya yang menyertaiberlangsungnya praktikum (Moh. Amien, 1997 : 4).B. Jenis-jenis Laboratorium.Secara umum, laboratorium dapat dibedakan menjadi; (1). Laboratorium Pendidikan,yaitu laboratorium yang digunakan untuk pendidikan terutama tingkat SD, SMP, SMA, sepertiLaboratorium IPS, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer, (2). LaboratoriumPenelitian, yaitu laboratorium yang digunakan untuk penelitian/pengembangan ilmu, contoh:Laboratorium Fisika, Laboratorium Kimia, Laboratorium Biologi, (3). LaboratoriumPengendalian Proses, contohnya yaitu Laboratorium Komputasi, (4). LaboratoriumPengembangan Produk, contohnya Laboratorium Analisa Pangan dan Pakan, (5).Laboratorium Pelayanan Jasa, seperti laboratorium yang berada di rumah sakit, apotek, danpoliklinik.Laboratorium sebagai pusat reservasi dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkanfungsinya, antara lain:1. Laboratorium Kimia.4

Laboratorium kimia digunakan untuk melaksanakan kegiatan praktikum yang berhubugadengan analisa kimia kualitatif (kimia organik, kimia anorganik, dan biokimia) dan kimiakuantitatif (penetapan kadar unsur maupun seyawa, uji mutu maupun quality control)2. Laboratorium Fisika.Laboratorium fisika digunakan untuk melaksanakan kegiatan praktikum yang berhubungandengan analisa fisik suatu produk seperti uji kebocoran, uji kekentalan, dan uji organoleptik3. Laboratorium Mikrobiologi.Laboratorium mikrobiologi digunakan untuk melaksanakan kegiatan praktikum yangberhubungan dengan analisa mikrobiologi, seperti uji bakteri gram positif dan negatif, uji bakteripatogen, uji kapang dan jamur.Berikut dapat disajikan beberapa golongan laboratorium beserta fungsinya pada Tabel 1.Penggolongan Laboratorium dan Fungsinya.Tabel 1. Penggolongan Laboratorium dan Fungsinya.No.1Nama LaboratoriumFungsiLaboratorium Analisa Tanah danMemberikan layanan analisa unsur-unsur hara tanah danTanamantanaman. Selain itu juga memberikan layanan analisa fisiktanah2Laboratorium Analisa Air danMemberikan layanan untuk menganalisis kualitas air danUdaraudara dan juga memberikan layanan konsultasi untukpenilaian dan pegukuran keadaan lingkungan di lapangan3Laboratorium TerpaduLaboratorium terpadu dilengkapi dengan fasilitas yangmenunjang peneliti di bidang bioteknologi, biologi, kimia,dan disiplin ilmu yang lain4Laboratorium Kultur JaringanLaboratorium kultur jaringan menghasilkan plantlets danbibit berbagai jenis tanaman, laboratorium ini jugamemberikan konsultasi teknis kepada siapa saja yangtertarik dengan pengusahaan tanamanC. Manajemen Laboratorium.Laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk memudahkanpemakaian laboratorium dalam melakukan aktivitasnya. Fasilitas tersebut ada yang berupafasilitas umum dan fasilitas khusus. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang dapat digunakanoleh semua pemakai Laboratorium contohnya penerangan, ventilasi, air, bak cuci (sinks), aliranlistrik dan gas. Fasilitas khusus berupa peralatan dan mebelar, contohnya meja siswa/mahasiswa,meja guru/dosen, kursi, papan tulis, lemari alat, lemari bahan, ruang timbang, lemari asam,perlengkapan P3K, pemadam kebakaran dan lain-lain. Beberapa hal yang perlu diperhatikanmanajemennya adalah sumber daya manusia, sarana dan prasarana dan penggunaanlaboratorium.5

Pentingnya pengelolaan laboratorium mencakup hal:1) Memelihara kelancaran penggunaan laboratorium2) Menyediakan alat atau bahan yang diperlukan3) Membuat format peminjaman4) Pendokumentasian atau pengarsipan5) Peningkatan laboratoriumUntuk mengelola laboratorium yang baik harus dipahami perangkat-perangkatmanajemen laboratorium, yaitu:1. Tata ruang.Laboratorium harus ditata sedemikian rupa hingga dapat berfungsi dengan baik. Tataruang yang sempurna, harus dimulai sejak perencanaan gedung sampai pada pelaksanaanpembangunan. Tata ruang yang baik mempunyai: pintu masuk (in), pintu keluar (out), pintudarurat (emergency-exit), ruang persiapan (preparation-room), ruang peralatan (equipmentroom), ruang penangas (fume-hood), ruang penyimpanan (storage-room), ruang staf (staff-room),ruang teknisi (technician-room), ruang bekerja (activity-room), ruang istirahat/ibadah, ruangprasarana kebersihan, ruang toilet, lemari praktikan (locker), lemari gelas (glass-rack), lemarialat-alat optik (opticals-rack), pintu jendela diberi kawat kasa, agar serangga dan burung tidakdapat masuk, fan (untuk dehumidifier), ruang ber-AC untuk alat-alat yang memerlukanpersyaratan tertentu.2. Alat yang baik dan terkalibrasi.Setiap peralatan yang akan dioperasikan harus memiliki kodisi siap untuk dipakai, bersih,berfungsi dengan baik, dan terkalibrasi. Peralatan yang ada juga harus disertai dengan bukupetunjuk pengoperasian (manual-operation) dan teknisi yang selalu ada di tempat untukmengantisipasi terjadinya kerusakan.3. Infrastruktur.Infrastruktur laboratorium digolongkan menjadi dua, yakni (1) infrastruktur utama yangmeliputi lokasi laboratorium, konstruksi laboratorium dan sarana lain seperti pemasangan pintudarurat, ventilasi udara, ruang penyimpanan, saluran pembuangan limbah, saluran air, dan gas,(2) infrastruktur pendukung yang meliputi ketersediaan sumber energi, alat komunikasi, alatpemadam kebakaran atau pipa hydrant.4. Administrasi laboratorium.Administrasi laboratorium meliputi segala kegiatan administrasi yang ada dilaboratorium, yang antara lain terdiri atas: (1) Inventarisasi peralatan laboratorium. (2) Daftarkebutuhan alat baru, alat tambahan, alat yang rusak, alat yang dipinjam/dikembalikan. (3) Suratmasuk dan surat keluar. (4) Daftar pemakai laboratorium, sesuai dengan jadwal kegiatanpraktikum/ penelitian. (5) Daftar inventarisasi bahan kimia dan non-kimia, bahan gelas dansebagainya. (6) Daftar inventarisasi alat-alat meubelair (kursi, meja, bangku, lemari dsb.). (7)Sistem evaluasi dan pelaporan.6

Kegiatan administrasi ini adalah merupakan kegiatan rutin yang berkesinambungan,karenanya perlu dipersiapkan dan dilaksanakan secara berkala dengan baik dan teratur.Administrasi alat dan bahan meliputi: (1) Jenis alat dan bahan. (2) Jumlah masing-masing alatdan bahan. (3) Jumlah pembelian dan tambahan. (4) Jumlah alat yang rusak.Pemeliharaan alat dan bahan meliputi: (1) Penyimpanan, (2) Susunan, (3) Keadaan saranapendukung.5. Organisasi laboratoriumOrganisasi laboratorium meliputi struktur organisasi, deskripsi pekerjaan, serta susunanpersonalia yang mengelola laboratorium tersebut. Penanggung jawab tertinggi organisasi didalam laboratorium adalah Kepala Laboratorium. Kepala Laboratorium bertanggung jawabterhadap semua kegiatan yang dilakukan dan juga bertanggung jawab terhadap seluruh peralatanyang ada. Para anggota laboratorium yang berada di bawah Kepala Laboratorium juga harussepenuhnya bertanggung jawab terhadap semua pekerjaan yang dibebankan padanya. Untukmengantisipasi dan menangani kerusakan peralatan diperlukan teknisi yang memadai.6. Fasilitas pendanaanKetersediaan dana sangat diperlukan dalam operasional laboratorium. Tanpa adanya danayang cukup, kegiatan laboratorium akan berjalan tersendat-sendat, bahkan mungkin tidak dapatberoperasi dengan baik. Dana dapat diperoleh dari, antara lain: (1) UKT (Uang Kuliah Tunggal),(2) Anggaran rutin, (3) Institusi lain, misalnya kerjasama dalam bidang penelitian ataupengembangan bidang lainnya, 4) Dana dari badan-badan Internasional, misalnya JICA, ADBloan projects, 5) Dana Operasional melalui Hibah kompetisi, 6) Dana-dana lainnya, yangbersumber dari luar institusi.7. Inventarisasi dan keamananInventarisasi merupakan suatu proses pedokumentasian seluruh sarana dan prasaran sertaaktivitas laboratorium. Tujuan yang ingin dicapai dari inventarisasi dan keamanan adalah: (1)Mencegah kehilangan dan penyalahgunaan, (2) Mengurangi biaya-biaya operasional, (3)Meningkatkan proses pekerjaan dan hasilnya, (4) Meningkatkan kualitas kerja, (5) Mengurangiresiko kehilangan, (6) Mencegah pemakaian yang berlebihan, (7) Meningkatkan kerjasama. (8)Pengamanan laboratorium.8. Disiplin yang tinggiPengelola laboratorium harus menerapkan disiplin yang tinggi pada seluruh penggunalaboratorium (mahasiswa, asisten, laboratoriumoran/teknisi) agar terwujud efisiensi kerja yangtinggi. Kedisiplinan sangat dipengaruhi oleh pola kebiasaan dan perilaku dari manusia itusendiri. Oleh sebab itu setiap pengguna laboratorium harus menyadari tugas, wewenang danfungsinya. Sesama pengguna laboratorium harus ada kerjasama yang baik, sehingga setiapkesulitan dapat dipecahkan/diselesaikan bersama.9. Keterampilan SDM7

semuatenagalaboratoriumoran/teknisi. Peningkatan keterampilan dapat diperoleh melalui pendidikantambahan seperti pendidikan keterampilan khusus, pelatihan (workshop) maupun magang ditempat lain. Peningkatan keterampilan juga dapat dilakukan melalui bimbingan dari staf dosen,baik di dalam laboratorium maupun antar laboratorium.10. Peraturan umumBeberapa peraturan umum untuk menjamin kelancaran jalannya pekerjaan dilaboratorium, dirangkum sebagai berikut: (1) Dilarang makan/minum di dalam laboratorium, (2)Dilarang merokok, karena mengandung potensi bahaya seperti. Kontaminasi melalui tangan, Adaapi/uap/gas yang bocor/mudah terbakar, dan Uap/gas beracun, akan terhisap melalui pernafasan,(3) Dilarang meludah, akan menyebabkan terjadinya kontaminasi, (4) Jangan panik menghadapibahaya kebakaran, gempa, dan sebagainya, (5) Dilarang mencoba peralatan laboratorium tanpadiketahui cara penggunaannya. Sebaiknya tanyakan pada orang yang kompeten, (6) Diharuskanmenulis laboratoriumel yang lengkap, terutama pada bahan-bahan kimia, (7) Dilarangmengisap/menyedot dengan mulut segala bentuk pipet. Semua alat pipet harus menggunakanbola karet pengisap (pipet - pump), (8) Diharuskan memakai baju laboratorium, dan juga sarungtangan dan gogles, terutama sewaktu menuang bahan-bahan kimia yang berbahaya, (9) Beberapaperaturan lainnya yang spesifik, terutama dalam pemakaian sinar X, sinar Laser, alat-alat sinarUV, Atomic Absorption, Flamephoto-meter, Bacteriological Glove Box with UV light, dansebagainya, harus benar-benar dipatuhi. Semua peraturan tersebut di atas ditujukan untukkeselamatan kerja di laboratorium.11. Penanganan masalah umum1) Jangan campur zat kimia tanpa mengetahui sifat reaksinya. Jika belum tahu segera tanyakanpada orang yang kompeten.2) Demi keamanan laboratorium, berkonsultasilah sebelum menggunakan zat-zat kimia baru atauyang kurang diketahui. Semua zat-zat kimia dapat menimbulkan resiko yang tidak dikehendaki.3) Sebelum membuang material-material yang berbahaya harus diketahui resiko yang mungkinterjadi. Karena itu pastikan bahwa cara membuangnya tidak menimbulkan bahaya. Jika tidaktahu tanyakan pada orang yang kompeten. Demikian juga terhadap air buangan darilaboratorium. Sebaiknya harus ada bak penampung khusus, jangan dibuang begitu saja karena airbuangan mengandung bahan berbahaya yang treatment, antara lain dengan cara menimbulkanpencemaran. Air buangan harus di netralisasi sebelum dibuang ke lingkungan.4) Tumpahan asam diencerkan dahulu dengan air dan dinetralkan dengan CaC03 atau soda abu,dan untuk basa dengan air dan dinetralisir dengan asam encer. Setelah itu dipel dan pastikan kainpel bebas dari asam atau alkali. Tumpahan minyak, harus ditaburi dengan pasir, kemudian disapudan dimasukkan dalam tong yang terbuat dari logam dan ditutup rapat.12. Jenis-jenis pekerjaan.8

Kegiatan laboratorium sekarang tidak lagi hanya di bidang pelayanan, tetapi sudahmencakup kegiatan-kegiatan di bidang pendidikan dan penelitian, juga metoda-metoda yangdipakai makin banyak ragamnya, semuanya menyebabkan resiko bahaya yang dapat terjadidalam laboratorium makin besar. Oleh karena itu usaha-usaha pengamanan kerja di laboratoriumharus ditangani secara serius oleh organisasi keselamatan kerja laboratorium.Semua perangkat-perangkat tersebut di atas, jika dikelola secara optimal akan mendukungterwujudnya penerapan manajemen laboratorium yang baik. Dengan demikian manajemenlaboratorium dapat dipahami sebagai suatu tindakan pengelolaan yang kompleks dan terarah,sejak dari perencanaan tata ruang sampai dengan perencanaan semua perangkat penunjanglainnya.III. TUGASJawablah pertanyaan dibawah ini dengan jelas !1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan manajemen laboratorium ?2. Apa pentingnya dilakukan manajemen laboratorium ?3. Tuliskan cakupan administrasi laboratorium !4. Tuliskan tujuan yang ingin dicapai dari inventarisasi dan keamanan dalam laboratorium !Tugas Proyek:Kujungilah salah satu laboratorium biologi tingkat menegah atas, lakukanlah observasi terhadapkelengkapan manejemen laboratorium yang ada di sekolah tersebut. Susunlah dalam sebuahlaporan hasil observasi tersebut !9

LEMBAR JAWABAN KEGIATAN 110

KEGIATAN 2PENGENALAN ALAT DAN BUDAYA K3I. TUJUAN.- Mampu mengidentifikasi beberapa macam alat dan menggunakannya dengan benar.- Mengenalkan peralatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di laboratorium.- Mampu menggunakan peralatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di laboratoriumdengan benar.II. DASAR TEORIA. Pengenalan Alat.Berikut akan dibicarakan mengenai beberapa alat yang akan digunakan dalam PraktikumBiologi :1. Pipet volum. Pipet ini terbuat dari kaca dengan skala/volume tertentu, digunakan untukmengambil larutan dengan volume tepat sesuai dengan label yang tertera pada bagian yangmenggelembung (gondok) pada bagian tengah pipet. Gunakan propipet atau bulb untukmenyedot larutan.Gambar 1. Pipet Volum2. Pipet ukur. Pipet ini memiliki skala,digunakan untuk mengambil larutan dengan volumetertentu. Gunakan bulb atau karet penghisap untuk menyedot larutan, jangan dihisap denganmulut.Gambar 2. Pipet Ukur3. Labu ukur (labu takar). Digunakan untuk menakar volume zat kimia dalam bentuk cairpada proses preparasi larutan. Alat ini tersedia berbagai macam ukuran.11

Gambar 3. Labu Ukur (Labu Takar)4. Gelas Ukur. Digunakan untuk mengukur volume zat kimia dalam bentuk cair. Alat inimempunyai skala, tersedia bermacam-macam ukuran. Tidak boleh digunakan untuk mengukurlarutan/pelarut dalam kondisi panas. Perhatikan meniscus pada saat pembacaan skala.Gambar 4. Gelas Ukur5. Gelas Beker. Alat ini bukan alat pengukur (walaupun terdapat skala, namun ralatnya cukupbesar). Digunakan untuk tempat larutan dan dapat juga untuk memanaskan larutan kimia. Untukmenguapkan solven/pelarut atau untuk memekatkan.Gambar 5. Gelas Beker (Beaker Glass)6. Buret. Alat ini terbuat dari kaca dengan skala dankran pada bagian bawah, digunakan untukmelakukan titrasi (sebagai tempat titran).Gambar 6. Buret12

7. Erlenmeyer. Alat ini bukan alat pengukur, walaupun terdapat skala pada alat gelas tersebut(ralat cukup besar). Digunakan untuk tempat zat yang akan dititrasi. Kadang-kadang boleh jugadigunakan untuk memanaskan larutan.Gambar 7. Erlenmeyer8. Spektrofotometer dan Kuvet. Kuvet serupa dengan

3 Laboratorium Terpadu Laboratorium terpadu dilengkapi dengan fasilitas yang menunjang peneliti di bidang bioteknologi, biologi, kimia, dan disiplin ilmu yang lain 4 Laboratorium Kultur Jaringan Laboratorium kultur jaringan menghasilkan plantlets dan bibit berbagai jenis tanaman, laboratorium ini juga

Related Documents:

Buku Pengenalan Laboratorium: Pengantar Pengelolaan Laboratorium di Sekolah akan dibagi dalam 7 Bab, yaitu: 1. Pendahuluan 2. Organisasi Laboratorium Sekolah 3. Desain Laboratorium 4. Pelalatan Laboratorium 5. Bahan-bahan Laboratorium 6. Pengoperasian dan Perawatan Laboratorium 7. Kesehatan dan Keselaman Kerja di Laboratorium.

TEKNIK TRANSMISI TELEKOMUNIKASI (057) 2. TEKNIK SUITSING (058) 3. TEKNIK JARINGAN AKSES (060) Kelas X Semester : Ganjil / Genap Materi Ajar : Teknik Kerja Bengkel Teknik Telekomunikasi CPE e m baga) t em n ex er Kelas XI dan Kelas XII C3:Teknik Elektronika Komunikasi Teknik Kerja Bengkel Teknik Listrik Teknik Elektronika Simulasi Digital Dasar .

32 Teknik Instalasi Tenaga Listrik 617 33 Teknik Otomasi Industri 618 Pilihan : 34 Teknik Pengelasan 421 35 Teknik Fabrikasi Logam 422 9 Teknik Mesin Umum 420 36 37 38 Teknik Pengecoran Logam Teknik Pemesinan Teknik Pemeliharaan Mekanik Mesin 423 424 425 39 Teknik Gambar Mesin 426 .

n Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium adalah semua upaya untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja laboratorium dari risiko-risiko yang ada di laboratorium. n Keselamatan dan kesehatan kerja laboratorium sangat penting untuk dipahami mengingat banyaknya Laboratorium

Susunan Tim Penyusun Buku Pedoman Praktek Kerja Lapangan Departemen Biologi Program Studi S-1 Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga 2012 Penanggungjawab : Ketua Departemen Biologi Ketua : Ketua Program Studi S-1 Biologi Anggota : 1. Dr. Alfiah Hayati 2. Dr. Hamidah 3. Drs. Noer Moehammadi, M.Kes. 4. Drs. Agus Supriyanto, M.Kes.

1.12 Merancang eksperimen biologi untuk keperluan pembelajaran atau penelitian . Indiktor Esensial : 1.1.1. Memahami hakikat biologi sebagai ilmu 1.2.1. Memahami langkah-langkah dalam metode ilmah 1.3.1 Menerapkan keterampilan proses sains dalam mempelajari biologi 2.1.1. Menguasai tentang ruang lingkup biologi dan hubungannnya denganpenerapan

Profil Laboratorium Laboratorium Geospasial adalah satu dari lima laboratorium yang dimiliki oleh Departemen Teknik Geomatika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. . deformasi di kota-kota besar Indonesia. . sektor kelautan dan perikanan, teknologi geos

Answer Key . Chapter 4: Turkish Delight . Vocabulary enrichment activities: A. Fill in the blanks with the words or expressions from the lists above that make the most sense based on the story. 1. The queen wanted to know if Edmund was a Son of Adam. 2. Next, she asked how he had entered her . dominions . 3. Turkish Delight. is Edmund’s favorite thing to eat. 4. A king must have . courtiers .