MANAJEMEN KURIKULUM PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL DALAM .

3y ago
62 Views
2 Downloads
875.89 KB
107 Pages
Last View : 1d ago
Last Download : 5m ago
Upload by : Giovanna Wyche
Transcription

MANAJEMEN KURIKULUM PEMBELAJARANMUATAN LOKAL DALAM KETERAMPILAN SOSIAL(SOCIAL SKILL) DI SMP PRAKARYA SANTI ASROMOMAJALENGKA DAN SMPN 1 BALONG PONOROGOTESISOleh:Dewi Ana SulistyaningrumNIM: 212217061PROGRAM PASCA SARJANAPROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAMINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI(IAIN) PONOROGOJULI 2019

ABSTRACTDewi Ana Sulistyaningrum, 2019, Learning Local Content Curriculum Managementin Social Skills at Santi Asromo Junior High School Majalengka and Balong 1 JuniorHigh School Ponorogo. Thesis, Islamic Education Management Program,Postgraduate Program, Ponorogo State Islamic Institute. Advisor: Dr. Basuki, M.Ag.Keywords: Curriculum Management, Local Content, Social Skills.Management leads to structuring of competency and character based curricula,by giving wider trust to schools to optimize available resources to achieve expectededucational goals.This study aims to: obtain a general description of the planning, implementation andevaluation of local content curricula at Santi Asromo junior high School Majalengkaand Balong 1 junior high school ponorogo.This study uses a qualitative approach. The type of research used in this study isa multi-case study, namely the research design used in qualitative research which isused for several cases / places or research subjects who have social situations thatdiffer from one case to another.which has a different uniqueness data analysis in this study is to combine qualitativedata analysis according to two numbers, namely 1) James P. Spradley 2) MilesMatthew B. and A. Michael Huberman interactively carried out and continues to theend, namely data collection, data reduction, data display, conclusion / verification.Based on the process of data collection and data analysis, this study producedthree meetings. First, Local Content Curriculum Planning in schools aims to improvesocial skills in religion and culture with subjects in local Sundanese and Arabiccontent in the SMP Prakarya and Java in SMPN 1 Balong.Secondly, the implementation of the curriculum for local content was carriedout which contained an increase in the quality of learning, the quality of education inrealizing the improvement of the quality of graduates in the form of soft skills andhard skills.Third, curriculum evaluation is carried out through two periods, namely:a. New school year period, b. The semester period, in this meeting the Principalinvolved local content subject teachers, curriculum teams, and committees.

ABSTRAKAna, Dewi Sulistyaningrum, 2019. Manajemen Kurikulum PembelajaranMuatan Lokal Dalam Keterampilan Sosial (Sosial Skill) Di SMP PrakaryaSanti Asromo Majalengka dan SMPN 1 Balong Ponorogo.Tesis, ProgramStudi Manajemen Pendidikan Islam, Program Pasca Sarjana, InstitutAgama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Dr. Basuki, M.Ag.Kata Kunci: Manajemen Kurikulum, Kurikulum Muatan Lokal, Social SkillPeningkatan efisiensi pengelolaan pendidikan mengarah pada penataankurikulum berbasis kompetensi dan karakter, dengan memberi kepercayaan yanglebih luas kepada sekolah untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia bagitercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan.Penelitian ini bertujuan untuk:memperoleh gambaran perencanaan,Implementasi dan evaluasi kurikulum muatan lokal di SMP Prakarya SantiAsromo Majalengka dan SMPN 1 Balong Ponorogo.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Jenis penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalah multi-case studies, yaitu desain penelitianyang digunakan dalam penelitian kualitatif yang digunakan untuk beberapakasus/tempat atau subjek studi yang memiliki social situation yang berbedaantara satu kasus dengan kasus yang lain yang memiliki keunikan berbedaAnalisis Data dalam penelitian ini adalah menggabungkan analisis datakulitatif menurut dua tokoh, yaitu 1) James P. Spradley 2)Miles Matthew B. danA. Michael Huberman dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerussampai tuntas, yaitu data collection, data reduction, data display, conclusion /verication.Berdasarkan proses pengumpulan data dan analisis data, penelitian inimenghasilkan tiga temua. Pertama,Perencanaan Kurikulum Muatan Lokal disekolah bertujuan meningkatkan ketrampilan sosial dalam agama (religius) danbudaya (culture) dengan mata pelajaran muatan lokal bahasa Sunda dan bahasaarab di SMP prakarya dan bahasa jawa di SMPN 1 Balong.Kedua, Implementasi kurikulum muatan lokal dilakukan berisipeningkatan kualitas pembelajaran, kualitas pendidikan dalam mewujudkanpeningkatan mutu lulusan dalam sosial berupa metode softskill dan hardskill.Ketiga, Evaluasi kurikulum dilaksanakan melalui dua periode, yaitu: a. Periodetahun ajaran baru, b. Periode semester, dalam rapat ini Kepala Sekolahmelibatkan Guru mata pelajaran muatan lokal, tim kurikulum, dan komite.

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangPendidikan merupakan bagian integral dalam pembangunan. Proses pendidikantidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan itu sendiri yang diarahkan danbertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas danpembangunan sektor ekonomi, yang satu dengan yang lain saling berkaitan.1Pendidikan adalah kehidupan, untuk itu kegiatan belajar harus dapat membekalpeserta didik dengan kecakapan hidup (life skills) yang sesuai dengan lingkungankehidupan dan kebutuhan peserta didik.2 Dalam kehidupan bermasyarakatdibutuhkan kurikulum pendidikan kompetensi, yang merupakan jalinan terpaduyang unik antara pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai-nilai yangdirefleksikan dalam pola berpikir dan pola tindakan.3Undang-undang No.20 tahun 1999 tentang pemerintahan derah mengamanatkanpelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraanpendidikan.4 Hal ini berdampak pada sistem desentralisasi pendidikan dalam UUNo.20 Tahun 2003 tentang sistem penyelenggaraan pendidikan nasional.5 Salahsatu yang didesentralisasi adalah kurikulum. Sekolah harus menyusun kurikulum1Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2011), 1.E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 2013),4.3Zainal Arifin, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum (Bandung: PT. Rodakarya 2013), 113.4Rusman, Manajemen Kurikulum (Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2012), 500.5Ibid., 2.21

tingkat satuan pendidikan dan silabusnya dengan cara melakukan penjabaran danpenyesuaian standar isi dan standar kompetensi lulusan. Kurikulum merupakansuatu sistem program pembelajaran untuk mencapai tujuan institutional padalembaga pendidikan, sehingga kurikulum memiliki peranan penting dalammewujudkan sekolah yang bermutu/berkualitas.6 Pendidikan sangat erat kaitannyadengan mutu, karena mutu merupakan derajat keunggulan produk atau hasil kerja,baik berupa barang maupun jasa. Barang atau jasa pendidikan itu bermakna dapatdilihat dan tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan.7Sementara mutu pendidikan di Indonesia belum cukup bagus, tantangan dimasa depan sangat berat. Di dalam negeri krisis ekonomi menyebabkan angkapengangguran terus meningkat, konon telah mencapai 40 juta. Dari dalam bidangpendidikan sendiri, diketahui terdapat 88.4% lulusan SMA tidak melanjutkan keperguruan tinggi, dan 34,4% lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke SMA.8 Halini perlu dicari solusi bagaimana pendidikan dapat berperan mengubah bebanmanusia menjadi manusia produktif.Selain itu peningkatan pendidikan dilakukan dengan menetapkan tujuan danstandar kompetensi pendidikan, yaitu melalui konsensus nasional antarapemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat. Standar kompetensi yangmungkinkan berbeda antar sekolah atau antar daerah akan menghasilkan standarkomptensi nasional dalam tingkatan standar minimal, normal (mainstream), danunggulan. Kedua, peningkatan efisiensi pengelolaan pendidikan mengarah pada678Rusman, Manajemen Kurikulum (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada2012), 1.Sudarwan Danim, Visi Baru Manajemen Sekolah (Jakarta: Bumi Aksara, 2015), 53.Rusman, Manajemen Kurikulum (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada2012), 502.

penataan kurikulum berbasis kompetensi dan karakter, dengan memberikepercayaan yang lebih luas kepada sekolah untuk mengoptimalkan sumber dayayang tersedia bagi tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan.9Dengan permasalahan diatas Lembaga pendidikan yang berada dibawahnaungan Dinas Pendidikan maupun Kementrian Agama, mulai dari SekolahNegeri maupun sekolah swasta. Berupaya mencari solusi dalam hal pendidikandapat yangdikembangkan menjadi beberapa bentuk/model, antara lain:pendidikan formal, informal dan non formal. Adapun untuk menunjang modelketiga bentuk pendidikan tersebut perlu adanya manajemen yang bagus sertakurikulum pendidikan yang terintegrasi antara satu dengan lainnya.Pengembangan kurikulum sekolah adalah upaya sekolah memberikanpelayanan kepada siswa juga stickholder yang sesuai dengan zamannya. Banyaklembaga pendidikan Islam yang bermunculan saat ini, mulai dari lembagapendidikan formal dan nonformal. Perkembangan yang terkait dengan IPTEK,masyarakat, berbangsa dan bernegara, maupun isu-isu di dalam dan luar negerimerupakan tantangan yang harus dipertimbangkan kurikulum10. Lembagapendidikan harus mampu membuat inovasi untuk menjawab tantangan zamandengan manajemen kurikulum mengintegrasi segala aspek kecakapan hidup (lifeskills) terutama dalam keterampilan bersosial (social skills) diberbagai matapelajaran.910E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya2013), 5.Ibid., 1.

Berdasarkan pengamatan di SMP Prakarya Santi Asromo dan SMPN 1 Balongmuatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensiyang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulandaerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yangada. Subtansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan,tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.11Kurikulum muatan lokal menghubungkan anatara kebutuhan keluarga danmasyarakat dengan tujuan keterampilan sosial (social skills). Oleh karena itu,kurikulum muatan lokal tidak hanya menjadi tanggung jawab pendidik, tetapi jugamenjadi tanggung jawab masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Muatanlokal merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang terdapat padaStandar Isi dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan.12 Untuk memenuhikebutuhan siswa dan masyarakat perlu dilakukan pembaharuan kurikulum muatanlokal pada tiga aspek penting, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.Perencanaa kurikulum sekolah harus didahului dengan kegiatan kajian kebutuhan(need assesment) secara akurat agar pendidikan sekolah menjadi lembaga yangtetap eksis. Pelaksanaan kurikulum pendidikan yang berbasis masyarakat luasyang bertujuan pada ketrampilan sosial. Evaluasi kurikulum menjadi acuan untukmemperbaiki kurikulum mendatang pada setiap lembaga.1112Rusman, Manajemen Kurikulum (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2012), 4.Zainal Arifin, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum (Bandung : PT. Rodakarya, 2013), 206.

Tabel 1.1 Berikut Peta Konsep Manajemen Kurikulum Muatan Lokal diSMP Prakarya dan SMP 1 BalongSMP Prakarya Sekolah swasta Muatan lokal: bahasasunda, bahasa arab danketrampilan seni budaya Sekolah yang berada didesa diatas bukit gunungciremai, tetapi siswa banyakyang berasal dari luar kotaSMP 1 Balong Sekolah negeri Muatan lokal: bahasa jawa,ketrampilan seni budaya. Sekolah yang berada di desa,tetap eksis dalam pendidikan.Dengan peta konsep diatas peneliti ingin mengetahui dan mengambil sisi positifdalam manajemen kurikulum pada dua sekolah tersebut dalam social skillsterutama dalam mutu lulusan. Begitu pentingnya kurikulum muatan lokal ini makakurikulum harus disusun, direncanakan dan diimplentasikan dengan benar dantepat sasaran agar bermanfaat peserta didik, masyarakat maupun pemerintahsetempat. Maka dalam kesempatan ini penulis akan mengkaji masalah ini denganjudul penelitian., “Manajemen Kurikulum Muatan Lokal Dalam KeterampilanSosial (Social Skills) di SMP Prakarya Santi asromo Majalengka dan SMPN 1Balong Ponorogo”.B. Rumusan MasalahAgar penelitian ini lebih terarah maka rumusan masalah dijabarkan ke dalambeberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut:1. Bagaimana perencanaan kurikulum pembelajaran muatan lokal di SMPPrakarya Santi Asromo Majalengka dan SMPN 1 Balong Ponorogo?

2. Bagaimana implementasi kurikulum pembelajaran muatan lokal di SMPPrakarya Santi Asromo Majalengka dan SMPN 1 Balong Ponorogo?3. Bagaimana pengevaluasian kurikulum pembelajaran muatan lokal di SMPPrakarya Santi Asromo Majalengka dan SMPN 1 Balong Ponorogo?C. Tujuan PenelitianBerdasarkan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk:1. Untuk memperoleh gambaran perencanaan kurikulum pembelajaran muatanlokal di SMP Prakarya Santi Asromo Majalengka dan SMPN 1 BalongPonorogo.2. Untuk memperoleh gambaran implementasi kurikulum pembelajaran muatanlokal di SMP Prakarya Santi Asromo Majalengka dan SMPN 1 BalongPonorogo.3. Untuk memperoleh gambaran pengevaluasian kurikulum pembelajaranmuatan lokal di SMP Prakarya Santi Asromo Majalengka dan SMPN 1Balong Ponorogo.D. Manfaat PenelitianPenulis berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat pada dua hal:1. Secara teoritisa. Memperoleh bahan pertimbangan dan masukan dalam rangka peningkatankualitas serta soft skills pada lembaga pendidikan.

b. Sebagai bahan kajian dan rujukan bagi penulis lainnya yang serupa.2. Secara Praktisa. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman dan gambaranbaru bagi peneliti tentang bagaimana manajemen kurikulum di SMPPrakarya Santi Asromo dan SMPN 1 Balong.b. Menambah khasanah keilmuan dan memberikan kontribusi bagi paralembaga pendidikan tentang manajemen pengembangan kurikulum.E. Telaah Penelitian TerdahuluDari beberapa kajian yang penulis lacak terkait dengan penelitian yangberhubungan dengan manajemen kurikulum, maka dapat dikemukakan penelitianterdahulu diantaranya adalah: Bukhori, dengan judul penelitian “PengembanganKurikulum Pesantren Salafiyah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan ( studikasus di pondok pesantren thoriqul Huda Cekok Babadan Ponorogo)”. Dalampenelitian inibertujuanuntuk mengetahui sejarah perkembangan pondokpesantren thoriqul huda, proses dan implikasinya terhadap pengembanganpendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif studi kasus.Kedua, Siti Subarkah dengan judul penelitian “Manajemen PengembanganKurikulum Sekolah Menegah Pertama ( SMP) Alam Al Aqwiya CilongokBanyumas”. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses manajemenpengembangan kurikulum dilakukan melalui tahap perencanaan, pengorganisasian,

pelaksanaan dan pengawasan. Pengembangan kurikulum yang dilakukan di tingkatmikro yaitu menempuh prosedur yaitu merumuskan tujuan sekolah atau standarkompetensi lulusan masing-masing lembaga, penetapan isi, dan struktur program,dan penyusunan strategi penyusunan kurikulum secara keseluruhan di SekolahMenengah Pertama Alam Al-Aqwiya Cilongok.Ketiga, Sugeng Fitri Aji dengan judul penelitian”Manajemen KurikulumBerorientasi Kecakapan Hidup (Life Skills) Di SMK Ma’arif 1 Kroya Cilacap”.Penelitian ini bertujuan untuk menyempurnakan rumus konsep manajemenkurikulum yang ideal dengan perkembangan zaman. Menggunakan metodepenelitian kualitatif dengan mengambil sampel SMK Ma’arif 1 kroya. Hasilpenelitian ini mengetahui implementasi kurikulum berorientasi kecakapan hidup(life skills).F. Metode Penelitian1. Pendekatan PenelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Bogdan dan Taylormendefiniskan ”pendekatan kualitatif” sebagai prosedur penelitian yangmenghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orangorang dan perilaku (tindakan) yang diamati.1313Robert C. Bogdan & S.J. Taylor, Introduction to Qualitative Research Methods (New York: JohnWiley, 1975), 5.

Penelitian kualitatif memiliki sejumlah ciri yang membedakannya denganpenelitian lainnya. Bogdan dan Biklen mengajukan lima karakteristik yangmelekat pada penelitian kualitatif, yaitu: naturalistic, descriptive data, concernwith process, inductive, and meaning.14 Sedangkan Lincoln dan Guba mengulas10 (sepuluh) ciri penelitian kualitatif, yaitu: latar alamiah, peneliti sebagaiinstrumen kunci, analisis data secara induktif, grounded theory, deskriptif, lebihmementingkan proses daripada hasil.152. Jenis PenelitianJenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah multi-casestudies, yaitu desain penelitian yang digunakan dalam penelitian kualitatif yangdigunakan untuk beberapa kasus/tempat atau subjek studi yang memiliki socialsituation yang berbeda antara satu kasus dengan kasus yang lain yang memilikikeunikan berbeda,16 yaitu sebagaimana tercermin pada gambar berikut:1415Robert C. Bogdan & Sari Knopp Biklen, Qualitative Research for Education; Anintroduction to theory and methods (Boston: Allyn and Bacon, Inc, 1982), 4.Lincoln & Guba, Effective Evaluation (San Fransisco: Jossey-Bass Publishers, 1981), 39-44.Robert C. Bogdan dan Biklen, Qualitative Research for Education; An introduction to theory andmethods (Boston: Allyn and Bacon, Inc, 1982), 63.16

SMP PrakaryaSMPN 1 Balong Sekolah swasta yang berda dibawahkementerian pendidikan sistem full day muatan lokal bahasa sunda, bahasa arab mempunyai kurikulum takhasus ekstrakulikuler karate, degung, menjahit,pencak silat, tenis, badminton dll sekolah Negeri yang berda dibawahkementerian pendidikan muatan lokal bahasa jawa ekstrakulikuler kesenian Reog, pencak silat,drum band, badminton, basket dllGambar 1. Perbandingan konsep manajemen kurikulum muatan lokal di SMPPrakarya Santi Asromo dengan SMP 1 Balong3. Instrumen PenelitianCiri khas penelitian kualitatif tidak dapat dipisahkan dari pengamatanberperan serta, sebab peranan penelitilah yang menentukan keseluruhanskenarionya.17 Untuk itu, posisi peneliti dalam penelitian adalah sebagaiinstrumen kunci, partisipan penuh, dan sekaligus pengumpul data. Sedangkaninstrumen yang lain adalah sebagai penunjang.4. Sumber dan Jenis Data17Pengamatan berperanserta adalah sebagai penelitian yang bercirikan interaksi sosial yang memakanwaktu cukup lama antara peneliti dengan subyek dalam lingkungan subyek, dan selama itu data dalambentuk catatan lapangan dikumpulkan secara sistematis dan catatan tersebut berlaku tanpa gangguan.Robert C. Bogdan, Participant Observation in Organizational Setting (Syracuse New York: SyracuseUniversity Press, 1972), 3.

Menurut Lofland, sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalahkata-kata dan tindakan, selebihnya adalah tambahan seperti dokumen danlainnya.18 Berkaitan dengan hal itu, sumber dan jenis data dalam penelitian iniadalah: kata-kata, tindakan, sumber tertulis, foto, dan statistik.Pertama, kata-kata. Kata-kata yang dimaksud dalam penelitian ini adalahkata-kata orang-orang yang diwawancarai atau informan, yaitu: Kepala sekolahSMP Prakarya Santi asromo dan SMPN 1 Balong, wakil kepala sekolah bagiankurikulum, guru muatan lokal.Kedua, tindakan. Tindakan yang dimaksud dalam penelitian ini adalahtindakan orang-orang yang diamati, yaitu: kegiatan pembelajaran.Ketiga, sumber tertulis. Meskipun sumber data tertulis bukan merupakansumber data utama, tetapi pada tataran relitas peneliti tidak bisa melepaskan diridari sumber data tertulis sebagai data pendukung. Di antara sumber data tertulisdalam penelitian ini adalah profil sekolah, buku kurikulum sekolah, silabusmuatan lokal, RPP muatan lokal, data siswa.Keempat, foto. Dalam penelitian ini, foto digunakan sebagai sumber datapenguat hasil observasi, karena pada tataran realitas foto dapat menghasilkandata deskriptif yang cukup berharga dan sering digunakan untuk menelaah segisegi subjektif dan hasilnya sering dianalisis secara induktif. Dalam penelitian ini18Lofland, Analyzing Social Setting: A Guide to Qualitative Observation and Analysis(Belmont, Cal: Wadsworth Publishing Company, 1984), 47.

ada dua katagori foto, yaitu foto yang dihasilkan orang lain dan foto yangdihasilkan oleh peneliti sendiri.

satu yang didesentralisasi adalah kurikulum. Sekolah harus menyusun kurikulum 1 Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2011), 1. 2 E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 2013), 4. 3 Zainal Arifin, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum (Bandung: PT. Rodakarya 2013), 113.

Related Documents:

Materi Kuliah Fisika Dasar II (Pokok Bahasan 1) MUATAN LISTRIK DAN HUKUM COULOMB Drs. Ishafit, M.Si. Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan Muatan Listrik Muatan listrik diketahui ada dua jenis, yaitu (dinamai) muatan listrik positif dan muatan listrik negatif. Benda dikatakan bermuatan listrik positif apabila benda itu

Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah yang cenderung terlalu meniru struktur kurikulum mata pelajaran bahasa Indonesia. Berkaitan dengan masalah-masalah tersebut di atas, perlu adanya upaya untuk merevisi dan mengembangkan kembali Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. .

kelas, mengontrol TUKG lokal, analisis butir soal dan hasil ujian, membuat sertifikat atau surat keterangan. 3) Software server lokal Software server lokal digunakan untuk inisialiasasi system, instalasi paket soal, mendistribusikan soal ujian kepada peseta, manajemen peserta TUKG lokal, dan manajemen nilai

bahasa, sastra, dan aksara Jawa, sebagai bahan masukan untuk pembangunan karakter dan ketahanan budaya. Strategi kebijakan pelindungan, pembinaan, dan pengembangan bahasa, sastra, dan aksara Jawa dilaksanakan melalui upaya di . KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL BAHASA JAWA SMP/SMPLB/MTs PROVINSI JAWA TENGAH A. STANDAR KOMPETENSI .

B Pengembangan Kurikulum 2013 C Uji Publik 2 E Rencana Impelementasi Kurikulum 2013 D Alternatif Struktur Kurikulum A Rasional Pengembangan Kurikulum 2013. Rasional Pengembangan Kurikulum A 3. Tantangan Internal 1a 4-Rehab Gedung Sekolah-Penyediaan Lab dan Perpustakaan-Penyediaan Buku Kurikulum 2013

teori manajemen secara umum dapat dibagi menjadi empat bagian antara lain: a. Manajemen Ilmiah (1870-1930) b. Manajemen Klasik (1900-1940) c. Manajemen Hubungan Manusia (1930-1940) d. Manajemen Modern (dari 1940 sampai dengan saat ini). Konsep dasar manajemen menurut beberapa teori sebagai berikut: a. Teori Manajemen Ilmiah

Hubungan kuat arus listrik, muatan listrik dan waktu adalah: I Q / t Q I x t Dengan demikian : a) Q I x t Q 2 x 120 Q 240 Coulomb b) menentukan jumlah elektron dalam muatan n Q/Q e dimana: n jumlah elektron Q e muatan satu elektron (1,6 x 10 19Coulomb) Q muatan yang akan dihitung jumlah elektronnya sehingga: n Q/Q e n .

anatomi tulang berdasarkan gambar berikut ini! Diaphysis: This is the long central shaft Epiphysis: Forms the larger rounded ends of long bones Metaphysis: Area betweent the diaphysis and epiphysis at both ends of the bone Epiphyseal Plates: Plates of cartilage, also known as growth plates which allow the long bones to grow in length during childhood. Once we stop growing, between 18 and 25 .