PROFIL DAN LEARNING OUTCOMES LULUSAN PENDIDIKAN AKUNTANSI .

3y ago
101 Views
2 Downloads
445.99 KB
14 Pages
Last View : 19d ago
Last Download : 6m ago
Upload by : Troy Oden
Transcription

PROSIDINGSEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN AKUNTANSI DAN KEUANGAN“Pengembangan Pendidikan Akuntansi dan Keuangan yang Berkelanjutan”PROFIL DAN LEARNING OUTCOMESLULUSAN PENDIDIKAN AKUNTANSI SEBAGAI REFERENSI LPTKDALAM MENYIAPKAN GURU AKUNTANSI BERMUTUSusilaningsih, Siswandari, Sri Sumaryati, Binti Muchsini**Pendidikan Akuntansi, FKIP, Universitas Sebelas Maret SurakartaABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menetapkan profil dan learning outcome lulusan Program StudiPendidikan Akuntansi FKIP Universitas Sebelas Maret. Penetapan profil dan learning outcomeini dimaksudkan untuk membantu pemerintah dalam menyiapkan guru akuntansi yang bermutumenurut persepsi mahasiswa, alumni, dosen, pengguna lulusan, Asosiasi Profesi, dan pengambilkeputusan. Sumber data penelitian ini adalah 96 orang mahasiswa, 248 orang alumni, 15 orangdosen, 15 orang pengguna lulusan, Asosiasi Profesi Pendidik Akuntansi Indonesia, dan KetuaProgram Studi Pendidikan Akuntansi FKIP UNS. Pengumpulan data dilakukan melaluiobservasi, dokumentasi, dan FGD. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan pendekatankualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Profil Lulusan Program Studi PendidikanAkuntansi adalah calon guru SMK, SMA dan yang sederajat untuk mata pelajaran akuntansiyang meliputi: pengantar akuntansi dan keuangan, pengantar ekonomi dan bisnis, programpengolah angka/spreadsheet, perbankan, akuntansi perusahaan jasa dan dagang, akuntansikeuangan, komputer akuntansi, akuntansi perusahaan manufaktur, dan administrasi pajak; caloninstruktur akuntansi pada program pendidikan non formal; edupreneur pada bidang akuntansidan keuangan; peneliti muda bidang pendidikan akuntansi dan keuangan; dan asisten akuntan,(2) Learning outcomes yang diharapkan meliputi sikap, pengetahuan, keterampilan umum dankhusus, karakter serta transferable – soft skills yang relevan dengan tuntutan masyarakat luasABSTRACTThe objective of this research is to stipulate the profile and learning outcome of the graduatesof the Study Program of Accounting Education, the Faculty of Teacher Training and Education,Sebelas Maret University. It is intended to help the Indonesian government to prepare thequalified teacher of Accounting subject matter according to the perceptions of alumni,lecturers, stakeholders, profession associations, and decision makers.The data sources ofresearch were 96 students, 248 alumni, 15 lecturers, 15 stakeholders, Association of AccountingEducator Profession of Indonesia, and Chief of the Study Program of Accounting Education,Sebelas Maret University. The data of research were collected through observation,documentation, and FGD. They were analyzed by using the qualitative approach.The results ofresearch show that (1) the profile of the graduates of the Study Program of AccountingEducation includes the prospective teachers of Accounting subject matter for Vocational HighSchools and Senior Secondary Schools who major in Introduction to Accounting and Finance,Number Processing/Spreadsheet, Banking, Accounting of Service and Trading Company,Financial Accounting, Accounting Computer, Accounting of Manufacturing Company, and TaxAdministration; prospective Accounting instructors at non-formal education programs;;edupreneurs in the field of accounting and finance; junior researchers in the field of accountingand finance; and assistant accountants, and (2) the learning outcome expected includesattitude, knowledge, general and special skills, characters, and transferable soft skills whichare relevant with the demands of the general public.Kata kunci: Profil lulusan, Learning outcomes, transferable – soft skills1

PROSIDINGSEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN AKUNTANSI DAN KEUANGAN“Pengembangan Pendidikan Akuntansi dan Keuangan yang Berkelanjutan”PENDAHULUANSalah satu indikator keberhasilan pembangunan suatu Negara adalahberkembangnya kemampuan sumber daya manusia terutama kelompok orang-orangterpelajar yang berpartisipasi secara langsung dan aktif dalam menggerakkanpembangunan di berbagai bidang kehidupan (Siswandari, Susilaningsih, Haryanto,2009). Namun demikian, tidak berarti seluruh orang-orang terpelajar seperti sarjanapendidikan dapat berkesempatan ikut serta berpartisipasi padahal sarjana pendidikanyang notabene adalah calon guru inilah yang akan mempersiapkan generasi penerusyang lebih baik. Mempersiapkan calon guru dengan sangat baik adalah kewajibanseluruh Lembaga Pendidikaan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang sadar bahwa hanyaunit penyelenggara pendidikan yang seharusnya diyakini sebagai satu-satunya pusatkeunggulan. Mengapa? Karena semua SDM yang merupakan faktor kunci dalammenggerakkan suatu pemerintahan disiapkan dari unit pendidikan, mulai daripendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Selama semua unsur didalam unit-unitpenyelenggara pendidikan ini tidak dibenahi secara serius, terpogram dan berkelanjutanmaka mustahil suatu negara akan maju.Pendidikanmerupakan unsur strategis dalam membangun peradaban suatubangsa yang terus menerus perlu diupayakan perbaikannya dan guru merupakan faktorkunci yang mampu menjawab keberhasilan pembangunan tersebut, karenagurumemiliki kontribusi yang paling signifikan terhadap pencapaian Standar NasionalPendidikan yang meliputi: isi, proses, penilaian, kompetensi lulusan, pendidik, dantenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan. Kualitas gurumemiliki pengaruh berantai terhadap komponen pendidikan lainnya, sehinggapeningkatan kualitas guru dilakukan secara berkelanjutan antara lain melalui sertifikasiguru, uji kompetensi, pelatihan dan penilaian kinerja guru (Nuh, 2013).Namun demikian kondisi kualitas guru dalam proses pembelajaran saat inimasih dihadapkan pada permasalahan yang rumit. Guru yang sudah bersertifikasi masihmengalami kesulitan dalam mengembangkan kompetensi akademiknya. Hal inidibuktikan dengan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Siswandari dan Susilaningsih(2013) menyatakan bahwa (1) hanya 37% dari guru bersertifikasi yang dapatmenyampaikan materi dengan jelas, sementara itu kemampuan pemanfaatan media danteknologi pembelajaran, kemampuan mengikuti perkemban gan iptek dan inovasi2

PROSIDINGSEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN AKUNTANSI DAN KEUANGAN“Pengembangan Pendidikan Akuntansi dan Keuangan yang Berkelanjutan”pembelajaran serta pengembangan keprofesian berkelanjutan masih perlu ditingkatkan;(2) diskusi antar sejawat yang mengampu mata pelajaran sama merupakan upaya yangpaling diminati untuk mempertahankan profesionalitasnya dan belum ada variasi yangberarti untuk mengembangkan keprofesian mereka; (3)gurubersertifikasibelummenunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran di kelas secara signifikan. Disampingitu hasil penilaian kinerja guru secara nasional tahun 2014 menunjukkan hasil yangkurang menggembirakan dimana rata-rata Uji Kompetensi Guru hanya 48,87 dari 100dan hanya 13 provinsi yang mampu mencapai angka yang relatif rendah tersebut.Di sisi lain kurikulum 2013 menghendaki bahwa guru harus mampumelaksanakan pengelolaan kelas yang efektif dan lebih menekankan untuk menciptakangenerasi yang produktif, kreatif, inovatif, dan berkarakter. Saat ini pemerintah mulaimengembangkan model penyiapan guru masa depan. Menurut Nuh (2013) guru masadepan diibaratkan sebagai “air bening yang menjernihkan”. Calon guru haruslah putraputri terbaik Indonesia yang dididik secara khusus oleh lembaga pendidikan yangbermutu, sehingga memiliki kompetensi kepribadian, sosial, paedagogik dan profesionalsecara lengkap. Hampir setiap pihak yang berkepentingan membicarakan tentangmasyarakat yang mengharapkan agar perguruan tinggi mampu menghasilkan SDMunggul yang memiliki daya saing tinggi dan mampu memainkan perannya baik sebagaistrategic partner, administrative expert, employee champion maupun change agentsebagaimana yang dikemukakan oleh Conner & Ulrich (dalam Setyanto, 2004). Namun,yang menjadi salah satu permasalahan pelik di Indonesia adalah bagaimana pendidikantinggi mempersiapkan lulusannya supaya memiliki keunggulan kompetitif sehinggadapat memasuki pasar kerja era globalisasi dengan relative mudah. Disamping itu jikamempertimbangkan multinational enterprises dan ekonomi global, serangkaiankegiatan untuk menghasilkan calon tenaga kerja tingkat tinggi yang berkualitas memangharus ditangani secara berbeda karena pengguna tenaga kerja akan menuntutketrampilan, sikap dan budaya yang berbeda sesuai kebutuhan pasar suatu Negara.Pendidikan dan berbagai pelatihan yang diberikan juga harus lebih diarahkan padapemahaman dan manajemen keragaman budaya interpersonal dan penguasaanketrampilan yang dibutuhkan, hal ini diperlukan antara lain untuk menyelaraskandampak keragaman budaya pada saat diperlukan kerjasama (Dunning, 1995:379).3

PROSIDINGSEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN AKUNTANSI DAN KEUANGAN“Pengembangan Pendidikan Akuntansi dan Keuangan yang Berkelanjutan”Sebagai institusi di bawah LPTK, Program Studi Pendidikan Akuntansimerupakan program studi baru berdasarkan SK No. 429/E/0/2014 tanggal 17 September2014 yang memberi mandat program studi untuk menghasilkan calon guru yangberkualitas di bidang pendidikan akuntansi. Selanjutnya muncul pertanyaan, bagaimanacara menghasilkan calon guru akuntansi yang berkualitas?Guru yang berkualitas seharusnya dihasilkan dari pendidikan yang berkualitaspada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Azhar (2009) menyatakanbahwa LPTK yang memproduk calon guru jelas tidak terlepas dengan kualitas LPTKdan kualitas calon guru yang profesional tersebut. Kualitas guru perlu diperhatikandengan mencermati proses pencetakannya, mulai dari pelayanan tenaga administrasi,dosen pengajar, kurikulum, tempat belajar hingga wawasan mahasiswa terhadappendidikan, dan sarana penunjang proses belajar mengajar di LPTK. Nuh (2013) jugaberpendapat bahwa model penyiapan guru masa depan menuntut penguatan LPTKsebagai institusi resmi yang diamanati oleh undang-undang untuk menghasilkanpendidik yang berkualitas. Selain perbaikan pada pola seleksi mahasiswa calon guru,kurikulum pendidikan calon guru harus diperbaharui termasuk sarana prasarana sebagaifasilitas untuk mengimplementasikan kurikulum baru tersebut. Di samping untukmenyesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi termasuk pemberlakukankurikulum 2013, perubahan kurikulum diarahkan agar LPTK mampu menjadi bagianpenting dari solusi terhadap persoalan nasional (Nuh, 2013). Oleh karena itu, langkahawal yang dapat dilakukan adalah menyiapkan calon guru pendidikan akuntansi yangberkualitas dengan mendesain kurikulum pendidikan akuntansi yang dapat memenuhituntutan kebutuhan masa kini dan masa depan.„Kurikulum merupakan cetak biru dari keseluruhan proses pembelajaran padasistem pendidikan ‟ (Dikti, 2012: ii). Disamping itu menurut Ditjen Dikti,kurikulum LPTK yang sesuai dengan kekinian antara lain adalah kurikulum yangmenggalakkan pendidikan karakter agar menghasilkan guru profesional (Dikti, 2013).Melalui kurikulum dapat diketahui arah semua aktifitas pendidikan dalam mencapaitujuan pendidikan yaitu pengembangan manusia yang memiliki pengetahuan,keterampilan, teknologi serta karakter sesuai dengan falsafah hidup bangsa dan penciriinstitusi pendidikan dimana mereka belajar (Susilaningsih, 2014).4

PROSIDINGSEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN AKUNTANSI DAN KEUANGAN“Pengembangan Pendidikan Akuntansi dan Keuangan yang Berkelanjutan”Karakter seseorang terbentuk sejak kecil karena pengaruh genetik danlingkungan sekitar. Dalam proses pembentukan karakter, cara individu tersebutmemandang diri dan lingkungannya akan tercermin dalam perilakunya sehari-hari.Mempertimbangkan bahwa karakter seseorang tidak akan terbentuk hanya dengan satuatau dua kegiatan saja maka sangatlah penting untuk mendisain kurikulum yang secarajelas memuat pendidikan karakter.Dalam mendisain kurikulum yang menggalakkan karakter dapat dilakukandengan menyisipkan 18 nilai-nilai dalam proses pendidikan di semua tingkat satuanpendidikan. Menurut Diknas nilai-nilai itu adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerjakeras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanahair, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, pedulilingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Dalam praktiknya, beberapa institusipendidikan terutama perguruan tinggi, selain mengembangkan nilai-nilai sesuai amanatKementrian Pendidikan dan Kebudayaan juga mengembangkan nilai-nilai yang sesuaidengan karakteristik dan kondisi institusinya (Susilaningsih, 2014).Kualitas calon guru dapat juga dilihat dari daya saing lulusan calon guru dalammemenangkan kompetisi di pasar tenaga kerja. Oleh karena itu penyelenggaraanpendidikan harus dilakukan agar lulusan yang dihasilkan oleh pendidikan tinggimemiliki daya saing tinggi untuk memenangkan kompetisi di pasar tenaga kerja, denganasumsi peluang kerja tersedia secara memadai dan permintaan pasar tenaga kerjaterhadap calon tenaga kerja dengan spesifikasi seperti dihasilkan oleh pendidikan tinggimasih terus ada. Mengkaji tuntutan pasar tenaga kerja masa depan tersebut makadengan memiliki transferable - soft skills yang memadai bagi setiap lulusan pendidikantinggi bukanlah hal yang exclusive melainkan merupakan suatu keharusan, artinyalulusan pendidikan tinggi sudah semestinya dibekali dengan transferable – soft skills.Transferable skills dikembangkan pada satu situasi yang dapat ditransfer ke situasi lain.Dengan demikian transferable skills merupakan portable skills yang dapatdimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan di tempat kerja (Smith, 2003).Transferable – soft skills dapat dimaknai sebagai keterampilan yang dapat membantuseseorang dalam bekerja dan dalam membangun hubungan sosial yang baik di tempatkerja.5

PROSIDINGSEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN AKUNTANSI DAN KEUANGAN“Pengembangan Pendidikan Akuntansi dan Keuangan yang Berkelanjutan”Transferable – soft skills ini pada dasarnya dilihat dari sudut pandang penggunalulusan pendidikan tinggi (user) sehingga transferable - soft skills yang akandikembangkan merupakan skills yang portable, yang pada waktunya siap dimanfaatkanuntuk menyelesaikan pekerjaan di tempat kerja. Oleh karena itu hasil penelitian inidiharapkan dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan kualitas calon guru yangberasal dari lulusan LPTK, terutama yang menyangkut pengembangan berbagaiketrampilan yang relevan (transferable – soft skills) dengan semakin meningkatnyakeragaman permintaan pasar kerja era globalisasi. Disamping itu, dengan penelitian inijuga diharapkan dapat menjadi salah satu bahan rujukan untuk meningkatkan relevansikurikulum dengan permintaan pasar kerja melalui pengintegrasian transferable skillskedalam kurikulum disamping meningkatkan kualitas proses pembelajaran di LPTK.Pengintegrasian transferable - soft skills ke dalam kurikulum dapatdimanfaatkan sebagai salah satu komponen penjaminan mutu penyelenggaraanpendidikan tinggi, terutama yang terkait dengan aspek penjaminan mutu di bidangpendidikan. Dalam hal ini, pembelajaran sebagai inti dari aspek pendidikan haruslahberorientasi pada lulusan kerja, dengan memanfaatkan hasil penelitian ini setiap pelakupendidikan dapat seoptimal mungkin mempertimbangkan beberapa aspek relevan yangdapat dimasukkan kedalam benchmark statements. Dengan memasukkan benchmarkstatements yang terkait dengan transferable-soft skills mahasiswa, diharapkan setiappendidikan tinggi dapat menyiapkan lulusannya secara memadai sehingga memilikinilai pasar melalui mekanisme penjaminan mutu. Oleh karena itu, suatu institusipendidikan dalam hal ini Program Studi Pendidikan Akuntansi dituntut mampumendisain kurikulum dan berbagai perangkat pembelajaran yang berbasis karakter dantransferable – soft skill untuk meningkatkan kualitas calon guru. Dengan mendisainkurikulum berbasis karakter dan transferable-soft skill sama halnya mendisainkurikulum LPTK yang sesuai dengan tuntutan kekinian yaitu 1) menggalakkanpendidikan karakter; 2) memaksimalkan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran; 3)mengacu pada KKNI; 4) menjamin mutu calon pendidik profesional.Calon pendidik profesional harus diajar oleh guru-guru (baca: dosen)profesional. Guru profesional adalah guru yang memiliki kualifikasi akademik danmemiliki kompetensi yaitu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang6

PROSIDINGSEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN AKUNTANSI DAN KEUANGAN“Pengembangan Pendidikan Akuntansi dan Keuangan yang Berkelanjutan”harus dimiliki, dihayati, dan dikuasainya dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya(Yamin, 2006).Sementara itu guru bermutu atau guru hebat adalah guru yang melanjutkannubuwat para nabi (Siswandari dan Susilaningsih, 2013). Bagaimanapun kurikulum itudidisain , dunia pendidikan terus membutuhkan guru yang hebat, oleh karenanya LPTKwajib mempersiapkan calon guru yang hebat ini. Guru hebat tidak sekedar profesionalsesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya namun lebih dari itu, guru mampumenginspirasi peserta didiknya untuk senang belajar selama mengikuti prosespendidikan dan pembelajaran dan lebih dari itu, mereka akan terus mencari hakekatkebenaran sepanjang hayatnya. Ada tiga hal yang wajib dilakukan untuk memuliakanguru dan memperbaiki akhlaq siswa serta sekaligus memintarkannya. Pertama, guruharus selalu menyapa muridnya dengan baik yaitu menyapa dengan ilmu pengetahuanyang benar, menyapa dengan keterampilan tingkat tinggi, dan menyapa denganketeladanan. Menyapa dengan ilmu pengetahuan yang benar memiliki makna mendalambahwa kebenaran inilah yang harus ditanamkan pertama kali kepada siswa sehinggayang dikenal oleh siswa pada awal dia belajar adalah kebenaran, bukan kebohongan danbukan kepalsuan. Selanjutnya sapaan yang berisi latihan keterampilan tingkat tinggidimaksudkan agar siswa terbiasa membuat hasil pekerjaan atau karya yang istimewa,yang membuat kagum siapapun yang melihat hasil karya tersebut. Pada saat menyapadengan keteladanan maka guru akan terus berusaha menjadi figur yang pantasditeladani. Keteladanan ini sekaligus memberi banyak batasan kepada guru untukberdiri sebagai sosok yang layak menjadi contoh bagi siswa dalam memulai menapakikehidupan.Kedua, guru harus selalu memberikan dorongan yang baikkepadasiswanya. Dorongan ini memiliki tiga unsur yaitu memotivasi, membesarkan hati, danmenginspirasi. Guru memotivasi siswanya agar senang belajar selama menempuhpendidikan di sekolah dan gemar belajar sepanjang hayatnya. Guru sebaiknyamembesarkan hati siswa terutama yang kurang pandai (memiliki kemampuanintelektual rendah) untuk terus mencoba sampai mereka benar-benar belajar, dan padasaat guru menginspirasi maka diharapkan semua guru dapat menciptakan kondisipembelajaran sedemikian rupa agar siswa memperoleh kesan terbaik dan hasil terbaikdari proses belajarnya. Ketiga seorang guru harus selalu memberikan pengharapanyang baik kepada muridnya. Pengharapan terhadap masa depan yang lebih baik bagi7

PROSIDINGSEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN AKUNTANSI DAN KEUANGAN“Pengembangan Pendidikan Akuntansi dan Keuangan yang Berkelanjutan”dirinya dan bangsanya jika mereka terus belajar. Guru wajib menanamkan nilai baikyang berupa sifat tangguh dan pantang putus asa. Seandainya di negara ini tidak adasatupun orang yang menghargai karya terbaik yang dipersembahkannya maka siswaharus diyakinkan bahwa apresiasi „langit‟ pasti lebih baik dari pada apresiasi yangdiberikan oleh manusia manapun.Jika seperti itu guru yang dituntut maka pengelolaan LPTK tentu tidak sekedarterfokus pada ketersediaan dosen yang profesional, kurikulum, materi yang relevansampai fasilitas yang memadai namun bagaimana melahirkan calon guru yang akanmampu melahirkan generasi yang tetap baik atau lebih baik dari generasi yang adasekarang. Oleh karena itulah beberapa institusi pendidikan terutama perguruan tinggi,selain mengembangkan nilai-nilai sesuai amanat pemerintah juga diharapkan mampumengembangkan nilai-nilai baik yang sesuai dengan karakteristik dan kondisiinstitusinya (Susilaningsih, 2014).METODE PENELITIANPenelitian ini berupakan bagian dari sebuah penelitian. Secara utuh metode yangdigunakan dalam penelitian a

Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas Sebelas Maret. Penetapan profil dan learning outcome ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah dalam menyiapkan guru akuntansi yang bermutu menurut persepsi mahasiswa, alumni, dosen, pengguna lulusan, Asosiasi Profesi, dan pengambil keputusan. Sumber data penelitian ini adalah 96 orang mahasiswa, 248 orang alumni, 15 orang dosen, 15 orang pengguna lulusan .

Related Documents:

Nama baja profil ditulis dengan kode profil diikuti dengan ukuran pokoknya. Berikut ini contoh-contoh penulisan nama baja profil menurut nomor profil yang bersangkutan : 1) Baja WF 250x125x6x9 Yaitu baja profil WF ( Wide Flange sayap lebar ) dengan ukuran tinggi profil 250 mm, lebar sayap 125 mm, tebal badan 6 mm, dan tebal sayap 9 mm.

4 BAB II HASIL PENELUSURAN PENYERAPAN LULUSAN Penelusuran penyerapan lulusan diambil dari sejak lulusan tersebut di wisuda (30 Agustus 2016 hingga 6 bul

4.6. Pengaruh kecepatan belt conveyor dan sensitivitas detektor pada tampilan profil Pengaruh kecepatan belt conveyor terhadap tampilan profil pad a monitor komputer, makin besar kecepatan belt maka makin runcing profil tampilan seperti pad a gambar berikut : I (Kg/m2) W AKTU (DETIK) Gambar 9. Profil tampilan akibat pengaruh dari kecepatan belt

PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP PADA MATERI GEOMETRI MELALUI PEMBELAJARAN . Indikator Keterampilan Berpikir Kritis . 18 TABEL 2.2. : Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis dan Profil Kemampuan . 20 TABEL 2.3 : Kisi-kisi dan Butir Tes Berpikir Kritis Matematis SMP.

D. PROFIL LULUSAN 1. Profil Utama Sosiolog Agama yaitu ahli dalam bidang sosiologi agama yang mampu mengaplikasikan keilmuan sosiologi agama dalam menyelesaikan permasalahan sosial keagamaan dalam masyarakat berbasis kearifan lokal . Sosiolog muda dapat menekuni pekerjaan sebagai asisten peneliti, pengamat sosial keagamaan, social worker, dan ahli resolusi konflik.

Petunjuk Penggunaan Buku Buku Proyek Profil Pelajar Pancasila adalah buku pedoman untuk guru PAUD yang merupakan bagian yang tidak teripisahkan dari kelima buku pedoman lain. Buku ini memberikan contoh penerapan pendekatan proyek yang di dalamnya mengandung muatan Profil Pelajar Pancasila. Beragam teori dan metode yang

Standar Kode Etik 20 Standar Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesehatan dan Keindahan . tim GKM dan dosen serta tenaga kependidikan. 4) Tim evaluasi diri prodi mengumpulkan dokumen/bukti dan data terkait dengan . Kompetensi lulusan dibuktikan pada buku panduana atau website program studi/fakultas/PPs. e. Deskripsi kompetensi lulusan sesuai .

Abstract—Agile Software Development (ASD) has been on mainstream through methodologies such as XP and Scrum enabling them to be applied in the development of complex and reliable software systems. This paper is the end result of the Master’s dissertation of the main author, and proposes a solution to guide the development of complex systems based on components by adding exceptional .