PENGARUH MOTIVASI TERHADAP MINAT MAHASISWA AKUNTANSI .

3y ago
107 Views
2 Downloads
336.52 KB
10 Pages
Last View : 5d ago
Last Download : 6m ago
Upload by : Jacoby Zeller
Transcription

PENGARUH MOTIVASI TERHADAP MINAT MAHASISWA AKUNTANSI MENGIKUTIPENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAk)Ira Veronika FatmawatiFakultas Ekonomi Universitas PGRI YogyakartaABSTRACTPPAk is established to create a professional accountant in the future. PPAk will create aprofessional accountant if the accounting student has a motivation and intention to follow theeducation of accounting profession. This research aims to analyze whether the quality’s motivation,career’s motivation and economical motivation take effects on the intention of attending PPAk forthe students of accounting University of Technology Yogyakarta.This research is a survey done for students of University of Technology Yogyakarta.Technic in taking the sample that is used is Purpose Sampling it is a methode in taking samplebased on a certain criteria. The amount of the participant on this research are 98 participantsconsist of students of semester V and semester VII. The data that is used is a primary dataobtained from questioner methode that given directly to students of University of TechnologyYogyakarta. The data analysis technics use Double linier regression.The result of research as a stimulant shows that the quality’s motivation, career’smotivation and economical motivation take a significant effect on the intention of attending PPAk.The result as a partial shows that the quality’s motivation, career’s motivation and economicalmotivation doesn’t take any effect on the intention of attending PPAk. It might be caused by thechoice for another career instead of becoming professional accountant in the self-quality side,income, and career levels.Keywords: quality’s motivation, career’s motivation, economical motivation, intention of attendingPPAkABSTRAKPPAk didirikan untuk menghasilkan akuntan profesional di masa depan. PPAk akanmenghasilkan akuntan yang profesional jika mahasiswa akuntansi memiliki motivasi terhadapminat untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisapakah motivasi kualitas, motivasi karir, dan motivasi ekonomi berpengaruh terhadap minatmengikuti PPAk pada mahasiswa akuntansi Universitas Teknologi Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian survei yang dilakukan pada mahasiswa UniversitasTeknologi Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive samplingyaitu metode pengambilan sampel berdasarkan pada kriteria tertentu. Jumlah responden padapenelitian ini sebanyak 98 responden terdiri dari mahasiswa semster V dan semester VII. Datayang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari metode kuesioneryang diberikan secara langsung kepada mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta. Teknikanalisis data menggunakan regresi linier berganda.Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa motivasi kualitas, motivasi karir, danmotivasi ekonomi berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi mengikuti PPAk.Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa motivasi kualitas, motivasi karir, dan motivasiekonomi tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa akuntansi mengikuti PPAk. Hal ini mungkindisebabkan adanya pilihan karir lain selain menjadi akuntan profesional dipandang dari sisikualitas diri, pendapatan, dan jenjang karirnya.Kata Kunci: motivasi kualitas, motivasi karir, motivasi ekonomi, minat mengikuti ses mengidentifikasikan, mengukur danmelaporkan atau menyampaikan informasiekonomi (keuangan)”, untuk memungkinkanadanya penilaian dan keputusan yang jelasdan tegas bagi mereka yang nsi merupakan salah satu jurusan difakultas ekonomi yang banyak diminati olehmahasiswa saat ini. Hasil penelitian Mutia(2012)menyebutkanbahwarata-ratamahasiswa memilih jurusan akuntansi,didorong oleh keinginan mereka untuk1

menjadi profesional di bidang akuntansi.Selain itu mereka juga termotivasi olehanggapan bahwa akuntan di masa mendatanglebih dibutuhkan oleh banyak organisasi danperusahaan, khususnya di Indonesia.Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)adalah pendidikan lanjutan pada pendidikantinggi. Pendidikan ini harus dijalani setelahselesai menempuh pendidikan programsarjana (S1) Jurusan Akuntansi. PPAk diikutioleh lulusan jurusan Akuntansi dari perguruantinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta.Pendidikan Profesi Akuntansi bertujuanmenghasilkan lulusan yang memiliki keahliandi bidang akuntasi dan memberikan potensikeprofesiannya (Novita, 2009). Pemerintahmengeluarkan kebijakan Surat KeputusanMenteri Pendidikan Nasional No 179/U/2001tentang Penyelenggaraan Pendidikan ProfesiAkuntansi (PPAk). Diharapkan akuntanlulusan PPAk akan mempunyai konsep yangkuat dari pendidikan strata satu danmempunyai keterampilan profesional yangmemadai sebagai akuntan (Ulfa, 2012).Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)penting bagi mahasiswa jurusan akuntansikarena Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)dapat memberikan kontribusi untuk menjadiseorang akuntan yang profesional. ProgramPPAk ini diharapkan mampu menjawabkebutuhan akan pentingnya sumber dayamanusia yang profesional dibidang akuntansi.Reformasi pada sistem pendidikan akuntansiini bertujuan untuk mengejar kesenjanganantara conceptual system dengan physicalsystem yang selama ini menjadi kelemahansistem pendidikan akuntansi (Dian, 2012).Mengingat pentingnya PPAk bagimahasiswa akuntansi maka diperlukanmotivasi dari dalam diri mahasiswa terhadapminatuntukmengikutiPPAk.Minatmerupakan keinginan yang timbul dari dalamdiri mahasiswa untuk mengikuti pendidikanprofesi, di mana minat setiap mahasiswasangatlah beragam hal tersebut tergantungpada pribadi masing-masing mahasiswa(Nanda dkk., 2013).Perkembangan profesi akuntan publiksaat ini tentu saja searah dengan kebutuhanakan jumlah akuntan publik yang semakinbesar. Namun sayangnya pertumbuhanakuntan publik di Indonesia justru sangatlamban. Data dari Pusat Pembinaan Akuntandan Jasa Penilai (PPAJP) Sekretariat JendralKementrian Keuangan, menunjukkan jumlahakuntan publik sampai Februari 2011berjumlah 929 orang yang bergabung di 501Kantor Akuntan Publik. Jumlah tersebut terdiridari 64% telah berusia diatas 51 tahun danhanya 11% yang berusia dibawah 40 tahuntahun. Sebanyak 55% berdomisili diJabodetabek dan sisanya menyebar keseluruh wilayah Indonesia (Dian, 2012).Adanya Undang-Undang No. 5 tahun2011 tentang Akuntan Publik, diharap dapatlebih mensosialisasikan profesi akuntan publikkepadamasyarakatakanpentingnyapenggunanaan jasa akuntan dalam praktiknyadi lingkungan masyarakat. Akuntan publiklebih dibutuhkan karena mempunyai alsertauntukmeningkatkan mutu informasi dalam bidangkeuangan karena tugas akuntan publik adalahbertanggung jawab terhadap opini ataupendapat atas laporan keuangan (Zazuk danRizal, 2005).Identifikasi MasalahSedikitnya jumlah akuntan publik di Indonesiadan rendahnya minat mahasiswa untukmengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi.Pembatasan MasalahPenelitian ini dibatasi dengan tiga hal yangmempengaruhi minat mahasiswa akuntansimengikuti PPAk yaitu motivasi kualitas,motivasi karir, dan motivasi ekonomi. Sampelyang diambil adalah mahasiswa UniversitasTeknologi Yogyakarta, semester V dansemester VII yang telah menempuh matakuliah Pengauditan.Rumusan Masalah1. Apakah Motivasi Kualitas berpengaruhterhadap minat mahasiwa untuk mengikutiPPAk?2. Apakah Motivasi Karir berpengaruhterhadap minat mahasiwa untuk mengikutiPPAk?3. Apakah Motivasi Ekonomi berpengaruhterhadap minat mahasiwa untuk mengikutiPPAk?Tujuan Penelitian1. Menganalisis dan mendapatkan buktiempiris mengenai pengaruh motivasikualitas terhadap minat mahasiswaakuntansi untuk mengikuti PPAk.2. Menganalisis dan mendapatkan buktiempiris mengenai pengaruh motivasi karirterhadap minat mahasiswa akuntansiuntuk mengikuti PPAk.3. Menganalisis dan mendapatkan buktiempiris mengenai pengaruh motivasi2

ekonomi terhadap minat mahasiswaakuntansi untuk mengikuti PPAk.Manfaat Hasil PenelitianHasil penelitian ini diharapkan akanmemperoleh manfaat sebagai berikut :1. Menambah bukti empiris mengenaipengaruh motivasi kualitas, motivasi karir,dan motivasi ekonomi terhadap minatmahasiswa akuntansi untuk mengikutipendidikan profesi akuntansi.2. Menambah pengetahuan tentang bidangakuntansi mengenai sifat, sikap, dankarakteristik profesi akuntan.3. Memberikan informasi kepada penelitiselanjutnya khususnya para akuntanpendidik mengenai persepsi mahasiswaakuntansi terhadap profesi akuntansebagai dasar untuk meningkatkanprofesionalisme akuntan Indonesia.LANDASAN TEORI DAN HIPOTESISMotivasiMenurut Tim Penyusun KamusBahasa Indonesia (2007), motivasi adalahdorongan yang timbul pada diri seseorang,sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatutindakan dengan tujuan tertentu, atau Motivasiadalahusaha-usahayangdapatmenyebabkan seseorang atau kelompokorang tertentu tergerak melakukan sesuatukarenainginmencapaitujuanyangdikehendakinya atau mendapat kepuasandengan perbuatannya. Motivasi dapat berartisuatu kondisi yang mendorong atau menjadisebab seseorang melakukan suatu perbuatanatau kegiatan yang berlangsung secara wajar(Djaali, 2008). Menurut Hamzah (2007)motivasi adalah dorongan dasar yangmenggerakkan seseorang bertingkah laku.Motivasi adalah pemberian daya penggerakyangmenciptakankegairahankerjaseseorang agar mereka mau bekerja sama,bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segaladaya upayanya untuk mencapai kepuasan(Hasibuan, 1996).Motivasi adalah dorongan yang timbulpada diri seseorang, sadar atau tidak sadaruntuk melakukan suatu tindakan dengantujuan tertentu tergerak melakukan sesuatukarenainginmencapaitujuanyangdikehendaki atau mendapat kepuasan denganperbuatan (Departemen Pendidikan danKebudayaan, 1998).Menurut Hamdani (2012) motivasimempunyai peranan yang strategis dalamaktivitas belajar seseorang, tidak ada seorangpun yang belajar tanpa motivasi, tidak adamotivasi berarti tidak ada kegiatan belajar.Adapun beberapa teori dari motivasi, yaitu:1. Teori Hierarki KebutuhanMenurutRobbins(2003)telahmenetapkan semacam hierarki prapotensidalam wilayah kebutuhan pokok manusiadanmenjelaskanmanfaathierarkiprapotensi pada pemahaman mengenaimotivasi.2. Teori X dan Teori Y Douglas McGregorMenurut Douglas McGregor dalam Dian(2012) menemukan teori X dan teori Ysetelah mengkaji cara para manajerberhubungan dengan para karyawan.Kesimpulan yang didapatkan adalahpandangan manajer mengenai sifatmanusia didasarkan atas beberapakelompok asumsi tertentu dan bahwamereka cenderung membentuk perilakumereka terhadap karyawan berdasarkanasumsi-asumsi tersebut.”3. Teori Frederick HerxbergFrederick Hezberg dalam Dian (2012)mengemukakan teori motivasi berdasarteori dua faktor yaitu faktor, higiene danmotivator. Kebutuhan Maslow dibagimenjadi dua bagian, yaitu kebutuhantingkat rendah (fisik, rasa aman, dansosial) dan kebutuhan tingkat tinggi(prestise dan aktualisasi diri) sertamengemukakan bahwa cara terbaik untukmemotivasi individu adalah denganmemenuhi kebutuhan tingkat tingginya4. Teori Motivasi KontemporerTeori motivasi kontemporer bukan teoriyangdikembangkanbaru-baruini,melainkan teori yang menggambarkankondisi pemikiran saat ini dalammenjelaskan motivasi.Motivasi mempunyai dua bentuk, yaitumotivasi positif dan motivasi negatif (Swastadan Sukatjo, 1991, dalam Tengker danMorasa, 2007). Motivasi positif merupakanproses untuk mempengaruhi orang laindengan cara memberikan penambahantingkat kepuasan tertentu. Motivasi negatifmerupakan proses untuk mempengaruhiorang lain dengan cara menakut-nakuti ataumendorong seseorang untuk melakukansesuatu secara paksa. Teori motivasi banyakmemliki dimensi motivasi, diantaranya:1. Motivasi kualitasMotivasi kualitas merupakan doronganyang timbul dari diri seseorang yang3

memiliki dan meningkatkan kualitas diridan kemampuannya dalam bidang yangditekuninya sehingga dapat melaksanakantugas dengan baik dan benar (Sri dkk.,2004). Indikator yang di-gunakan ppengalaman,penguasaan terhadap materi baru,keinginan untuk bekerja di kantor akuntandan dengan keyakinan bekerja denganlebih baik (Krisianto, dkk. 2013).2. Motivasi karirKesempatan promosi jabatan, mendapatpekerjaansesuailatarbelakangpendidikan, menyelesaikan eterhadapprofesiakuntansi, meningkatkan kemampuanberprestasi dalam pekerjaan (Su’ad,2014). Motivasi karir dapat diukur denganmengetahui seberapa besar keinginanseseorang dalam meningkatkan karirnyayaitu memperoleh kesempatan promosijabatan, pekerjaan yang sesuai denganlatar belakang, mendapat perlakuanprofesional, mendapatkan pengetahuankemampuanberprestasi,mampumelaksanakan beban pekerjaan denganbaik dan mendapatkan pengetahuan yangberkaitan dengan dunia pekerjaannya (Sridkk., 2004).3. Motivasi EkonomiMotivasi ekonomi Suatu dorongan yangtimbul dari dalam diri seseorang untukmeningkatkan kemampuan pribadinyadalam rangka mencapai penghargaanfinancial yang diinginkan. Indikator yangdigunakan : dapat pekerjaan dengan gajijangka panjang besar, dapat pekerjaandengan fasilitas yang memadai, dapatpekerjaan yang memberi gaji tambahan,dapat pekerjaan dengan dana pensiun,dapat pekerjaan dengan bonus akhirtahun besar (Su’ad, 2014). Motivasiekonomi dinilai dari seberapa besardorongan meningkatkan penghargaanekonomi baik berupa penghargaanlangsung. Penghargaan tidak langsungmeliputi asuransi pembayaran liburan,tunjangan biaya sakit, program pensiundan berbagai manfaat lainnya (Sri 007)minatadalahkecenderungan hati yang tinggi terhadapsesuatu. Minat juga berarti gairah ataukeinginan. Menurut Harahap (2009) minatadalah keinginan yang didorong oleh suatukeinginan setelah melihat, mengamati, danmembandingkan serta mempertimbangkandengan kebutuhan yang diinginkannya. Selainitu minat merupakan suatu kecenderunganuntuk tingkah laku yang berorientasi padaobjek, kegiatan atau pengalaman tertentu,dan kecenderungan tersebut antara individuyang satu dengan individu yang lain tidaksama intensifnya (Wibisaputra, 2011 dalamDian, 2012).Stiggins, 1994 (dalam Ikbal 2011)menyatakan bahwa minat merupakan salahsatu dimensi aspek afektif yang banyakberperan dalam kehidupan seseorang. Aspekafektif adalah aspek yang mengidentifikasidimensi – dimensi perasaan dari kesadaranemosi, disposisi, dan kehendak i AkuntanAda banyak profesi dalam dunia kerjaini, dan profesi itu dikendalikan untuk derajatyang bervariasi oleh profesional, peraturan,atau badan pemerintah. Definisi profesimengidentifikasi bekerja demi kebaikan publiksebagai salah satu karakteristik profesi(Harvey, 2004).Akuntan adalah sebutan dan gelarprofesional yang diberikan kepada seorangsarjana yang telah menempuh pendidikan difakultas ekonomi program studi akuntansipada Universitas atau Perguruan Tinggi dantelah lulus Pendidikan Profesi Akuntansi(PPAk). Ketentuan mengenai praktik Akuntandi Indonesia diatur dengan Undang-UndangNomor 5 Tahun 2011 tentang PemakaianGelar Akuntan (Accountant) yang memberisyarat bahwa gelar akuntan hanya dapat4

dipakaiolehmerekayangtelahmenyelesaikan pendidikan dari PerguruanTinggi dan terdaftar pada DepartemenKeuangan Republik Idonesia.Profesi akuntan adalah semua bidangpekerjaan yang mempergunakan keahliahdibidangakuntansi,termasukbidangpekerjaan akuntan publik, akun intern yangbekerja pada perusahaan industri, keuanganatau dagang, akuntan yang bekerja dipemerintah, dan akuntan sebagai pendidik(Regar, 2003). Menurut penelitian Mahmud(2008), profesi akuntansi merupakan jasapenyusunan keuangan.Calon akuntan yang profesionalditunjukkan dengan cara ujian kompetensiprofesi. Ujian kompetensi profesi tidak hanyamenilai kemampuan teoritikal, tetapi jugamenguji kemampuan calon akuntan untukdapat menerapkan kemampuan konsepdalam situasi praktik sebagai akuntan publik(Mutia, 2012).Berdasarkansuratkeputusanmendiknas RI No. 179/U/2001 tentangpenyelenggaraan PPAk. PPAk bertujuanuntuk menghasilkan lulusan yang memilikikeahlian dibidang akuntansi dan memberikankompetensi keprofesiannya.Kerangka BerfikirKerangka berpikir penelitiandigambarkan sebagi berikut:inidapatMotivasi Kualitas (X1)Motivasi Karir (X2)Minat MahasiswaAkuntansi MengikutiPPAk (Y)Motivasi Ekonomi (X3)Gambar 1 Kerangka berfikirPerumusan HipotesisBerdasarkan kerangka berfikir tersebut makadapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:H1: Motivasi kualitas berpengaruh terhadapminat mahasiswa akuntansi untukmengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi(PPAk).H2: Motivasi karir berpengaruh terhadapminat mahasiswa akuntansi untukmengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi(PPAk).H3: Motivasi ekonomi berpengaruh terhadapminat mahasiswa akuntansi untukmengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi(PPAk).METODE PENELITIANPenelitian ini merupakan penelitianprimer yang dilakukan dengan survey kepadaresponden. Waktu yang digunakan olehpeneliti untuk mulai penelitian ini adalah bulanSeptember 2016 dengan lokasi surveyUniversitas Teknologi Yogyakarta (UTY)yangberalamatkan di Jalan Ringroad Utara,Jombor, Sleman 55285 Nomor Telepon(0274) 623306, Fax. (0274) 623310.Populasi dan Sampel PenelitianPopulasi dalam penelitian ini adalahmahasiswa akuntansi semester V dansemester VII yang telah mengambil matakuliah Pengauditan, Universitas TeknologiYogyakarta. Sampel dalam penelitian inidipilihdenganmenggunakanmetodepurposive sampling.Kriteria yang digunakan adalahmahasiswa semester V dan semester VIIyangtelahmengambilmatakuliahPengauditan dengan asumsi mereka sudahmemilikipengalamanyangmemadaimengenai karir dibidang akuntansi dan sudahmemiliki perencanaan karir setelah selesaimenempuh perkuliahan S1. Penentuan jumlahsampelyangakandiolahdatanyamenggunakan SPSS minimal sampel 30responden(Sugiyono,2007).Penelitimenggunakan sampel 100 responden dalampenelitian ini.Tabel1RincianPenyebarandanPengembalian KuesionerRincianTotal kuesioner yang dibagikanTotal kueioner yang kembaliTotal kuesioner yang tidak kembaliTingkat pengembalian kuesionerTotal kuesioner yang dapat diolahTotal kuesioner yang tidak dapatdiolahJumlah10098298%98-Sumber : data diolah 2017Variabel Penelitian1. Variabel independen motivasi kualitasdengan indikator yang digunakan untukmengukur motivasi kualitas antara engalaman,penguasaan terhadap materi baru,keinginan untuk bekerja di kantor akuntandan dengan keyakinan bekerja denganlebih baik (Nanda dkk., 2013).2. Variabel independen motivasi karir denganindikator yang digunakan untuk mengukur5

motivasiekonomiadalahadanyapeningkatan penghasilan, mendapatkanpenghargaan,kebanggaanterhadapprofesi yang dijalani, sikap hormat daripihak lain dan peningkatan rasa percayadiri (Nanda dkk., 2013).3. Variabel independen motivasi ekonomidengan indikator yang digunakan untukmengukur motivasi ekonomi adalahadanyapeningkatanpenghasilan,mendapatkan penghargaan, kebanggaanterhadap profesi yang dijalani, sikaphormat dari pihak lain dan peningkatanrasa percaya diri (Nanda dkk., 2013).4. Variabel dependen minat mahasiswamengikuti PPAk dengan indikator yangdigunakan untuk mengukur minat antaralain keinginan untuk mengikuti PPAk,minatuntukmengembangkankemampuan, minat untuk berkarir sebagaiakuntan, minat terhadap lapangan kerjayang masih luas untuk profesi sebagaiakuntan dan dapat masuk ke dalamberbagai sektor dalam perusahaan,keinginanuntukmeningkatkankepercayaan diri (Nanda dkk., 2013).Setiap variabel dalam penelitian ini diukurmenggunakanskalalikertdalammenjawab pertanyaan-pertanyaan padakuesionerpenelitian.Skalalikertmerupakan suatu alat ukur yangdigunakandalampenelitianuntukmemperoleh data interval (Cooper &Schindler, 2008). Skala likert yangdigunakan adalah skala lima dengankategori, yaitu: skor (1) untuk jawabansangat tidak setuju, skor (2) untukjawaban tidak setuju, skor (3) untukjawaban ragu-ragu, skor (4) untukjawaban setuju, dan skor (5) untukjawaban sangat setuju.Teknik Analisis DataUntuk membuktikan apakah alat ukuryang digunakan memiliki keandalan untukmengukur apa yang seharusnya menja

sistem pendidikan akuntansi (Dian, 2012). Mengingat pentingnya PPAk bagi mahasiswa akuntansi maka diperlukan motivasi dari dalam diri mahasiswa terhadap minat untuk mengikuti PPAk. Minat merupakan keinginan yang timbul dari dalam diri mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi, di mana minat setiap mahasiswa sangatlah beragam hal tersebut tergantung pada pribadi masing-masing mahasiswa .

Related Documents:

didik. Motivasi belajar peserta didik memiliki pengaruh yang kuat terhadap keberhasilan proses maupun hasil belajar peserta didik. Salah satu indikator kualitas pembelajaran adalah adanya minat belajar yang besar dan motivasi yang didapatkan baik dari diri sendiri maupun dari guru. Motivasi memiliki pengaruh

terhadap minat beli followers Instagram @scarlett_whitening. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel X iklan online (emphaty, persuasion, impact, dan communication) dan varibael Y minat beli (minat transaksional, minat referensial, minat preferensial

3. Apakah kepercayaan memiliki pengaruh terhadap minat penggunaan pada aplikasi OVO? 1.2 Tujuan Penelitian Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui pengaruh persepsi manfaat terhadap minat penggunaan pada aplikasi OVO. 2. Untuk mengetahui pengaruh kemudahan penggunaan terhadap minat penggunaan pada aplikasi OVO. 3.

disimpulkan bahwa variabel content creator (X) berpengaruh signifikan terhadap minat beli (Y). Jadi dari hasil data yang telah diolah dapat diketahui bahwa ada pengaruh variabel content creator (X) terhadap minat beli (Y) smartphone Samsung pada siswa SMA Negeri 1 Selayar. Kata Kunci : Content creator, dan Minat beli.

Motivasi sebagai penggerak yang mendorong aktivitas belajar lahir karena adanya minat. Minat merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk menggali potensi. (2) Motivasi intrinsik lebih utama dari motivasi belajar. Meskipun motivasi intrinsik lebih

Square pengaruh kompensasi dan kepuasan kerja terhadap motivasi sebesar 0,412 atau 41,2% yang menunjukkan besarnya kontribusi variabel kompensasi dan kepuasan kerja terhadap motivasi. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat faktor lain yang berpengaruh terhadap motivasi sebesar 58,8% yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.

Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMPN 13 Semarang. Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Semarang 69 halaman. Kata Kunci: Motivasi Belajar, Hasil Belajar Motivasi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi

as advanced engineering mathematics and applied numerical methods. The greatest beneÞt to the reader will probably be derived through study of the programs relat-' 2003 by CRC Press LLC. ing mainly to physics and engineering applications. Furthermore, we believe that several of the MATLAB functions are useful as general utilities. Typical examples include routines for spline interpolation .