Sejarah Perkembangan Akuntansi Syariah Dan Perkembangan .

3y ago
75 Views
4 Downloads
777.90 KB
60 Pages
Last View : 7d ago
Last Download : 3m ago
Upload by : Esmeralda Toy
Transcription

Modul 1Sejarah Perkembangan AkuntansiSyariah dan PerkembanganBank SyariahDrs. Osmad Muthaher, M.Si.PEN D A HU L UA NPada Modul 1, akan dibahas tentang sejarah perkembangan akuntansisyariah dan perkembangan bank syariah.Modul ini mencoba memberikan pemahaman sejarah akuntansi syariahdan perbankan syariah. Setelah mempelajari modul ini, diharapkan Anda dapatmemahami praktik akuntansi perbankan syariah di Indonesia daninternasional.

1.2Akuntansi Perbankan Syariah Kegiatan Belajar 1Sejarah Perkembangan Akuntansi SyariahAkuntansi pada dasarnya adalah media pencatatan sekaligus penghitunganaktivitas ekonomi, termasuk ragam transaksinya sampai menjadi laporankeuangan yang berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Dengandemikian, antara mencatat dan menghitung dapat dianggap berkaitan antaramakna account, measure, assess, evaluate, dan bahkan compute. Manusiaeksis di dunia, sejak lahir hakikatnya secara tidak langsung berkaitan denganaktivitas ekonomi: konsumsi dan produksi.Perkembangan akuntansi sebagai salah satu cabang ilmu sosial telahmengalami pergeseran nilai yang sangat mendasar dan berarti, terutamamengenai kerangka teori yang mendasari tuntutan perubahan yang terjadidalam kehidupan masyarakat. Karim mengemukakan bahwa selama ini yangdigunakan sebagai dasar konstruksi teori akuntansi lahir dari konteks budayadan ideologi.Demikian halnya dengan konstruksi akuntansi konvensional menjadiakuntansi Islam (syariah) yang lahir dari nilai-nilai budaya masyarakat danajaran syariah Islam yang dipraktikkan dalam kehidupan sosial ekonomi.Akuntansi syariah dapat dipandang sebagai konstruksi sosial masyarakat Islamguna menerapkan ekonomi Islam dalam kegiatan ekonomi. Akuntansi syariahmerupakan subsistem dari sistem ekonomi. Keuangan Islam digunakansebagai instrumen pendukung penerapan nilai-nilai Islami dalam ranahakuntansi. Fungsi utamanya adalah alat manajemen yang menyediakaninformasi kepada pihak internal dan eksternal organisasi.A. SEJARAH PERKEMBANGAN AKUNTANSI SYARIAH DIINDONESIA1.Perkembangan Awal Akuntansi SyariahSecara filosofis, akuntansi syariah didasarkan pada paradigma dasarbahwa alam semesta diciptakan Tuhan YME untuk kesejahteraan manusia,baik materiil maupun non materiil, baik di dunia maupun di akhirat. Hal inimengandung pengertian bahwa manusia diberi ilmu pengetahuan untukberperilaku yang benar dan baik (menyejahterakan dunia dan kehidupansetelah dunia fana). Perilaku manusia harus terbina agar dampak yang

EKSA4202/MODUL 11.3dihasilkannya memberikan banyak manfaat dan menghindari kemudaratan.Manusia yang berjalan di muka bumi, tanpa petunjuk dari sang pencipta alamsemesta cenderung trial error dan sangat bisa menemukan kegagalan.Perjalanan ilmu pengetahuan ekonomi kapitalis, khususnya akuntansi, telahberkembang pesat dan tersesat. Tersesatnya adalah ilmu pengetahuan ekonomidan akuntansi telah melahirkan suatu karya laporan keuangan yangmenyesatkan pemakai laporan keuangan karena laporan keuangan yangdihasilkan memiliki nilai self interest sehingga kepentingan stakeholdersterabaikan. Akibatnya, laporan tidak mencerminkan informasi yangsebenarnya sehingga keputusan yang diambil pemakai laporan keuangan ikutsalah. Masa yang sudah tua dan zaman yang sudah besar (maju) sepertisekarang ini terlalu membuang waktu apabila kegiatan yang manusia lakukan,termasuk berakuntansi, mengikuti insting semata karena pada kenyataannyaada nilai-nilai atau petunjuk yang layak dan patut untuk diperhatikan agarsegala kegiatan yang dilakukan menjadi benar dan baik. Tujuan kesejahteraanmanusia seutuhnya menjadi niscaya karena petunjuk (ilmu) itu berasal darisang pencipta jagat alam semesta, yaitu Allah SWT.Penting untuk digarisbawahi bahwa dalam merumuskan ilmupengetahuan ilmiah perspektif Islam, termasuk ilmu ekonomi, bisnis,manajemen, dan juga akuntansi, berasal dari dua sumber ilmu. Sumber ilmuyang pertama bernama kauliyah, yaitu ilmu yang berasal dari firman-firmanAllah dan rasulnya, yakni Alquran dan assunnah. Kedua, sumber ilmukauniyah, yaitu sumber ilmu yang berasal dari fenomena alam atau ilmu-ilmuAllah yang ada di alam semesta. Ilmu pengetahuan yang berkembang pesatselama ini didasari pada kauniyah saja atau ilmu-ilmu Allah yang ada di alam,tanpa ada kolaborasi atau kontrol dari ilmu Allah yang ada di kitab suciAlquran ataupun assunnah. Akibatnya, ilmu pengetahuan yang berkembangtidak terkontrol. Sebagiannya tumbuh berkembang dengan baik. Sebagiannyalagi tersesat. Ilmu yang tidak terkontrol dan sesat itulah yang menimbulkanbanyak dampak buruk, seperti krisis, bencana alam, dan dampak buruklainnya. Untuk mengeliminasi dampak buruk tersebut, ilmu pengetahuan yangberkembang harus berkolaborasi atau terkontrol oleh sumber ilmu darikauliyah atau firman-firman Allah SWT dan assunnah. Ilmu pengetahuanilmiah perspektif Islam merupakan hasil dari kolaborasi ilmu kauliyah dankauniyah sehingga ilmu pengetahuan ilmiah yang dihasilkan lebih kuat danmemiliki nilai.

1.4Akuntansi Perbankan Syariah Dari sisi ilmu pengetahuan, akuntansi adalah ilmu yang mencobamengonversi bukti dan data menjadi informasi dengan cara melakukanpengukuran atas berbagai transaksi dan dikelompokkan dalam account sertaperkiraan atau pos keuangan, seperti aktiva, utang, modal, hasil (pendapatan),biaya, dan laba. Kaidah akuntansi dalam konsep syariah Islam dapatdidefinisikan sebagai kumpulan dasar hukum yang baku dan permanen, yangdisimpulkan dari sumber-sumber syariah Islam dan dipergunakan sebagaiaturan oleh seorang akuntan dalam pekerjaannya, baik dalam pembukuan,analisis, pengukuran, pemaparan, maupun penjelasan, serta menjadi pijakandalam menjelaskan suatu kejadian atau peristiwa.Dalam penyusunan akuntansi Islam, kemungkinan ada persamaan denganakuntansi konvensional, khususnya dalam teknik dan operasionalnya, sepertidalam bentuk pemakaian buku besar, sistem pencatatan, proses penyusunanbisa sama. Namun, perbedaan akan kembali mengemuka ketika membahassubstansi dari isi laporannya karena berbedanya filosofi.Sejarah lahirnya ilmu akuntansi syariah tidak terlepas dari perkembanganIslam, kewajiban mencatat transaksi nontunai (QS Albaqarah: 282),mendorong umat Islam peduli terhadap pencatatan dan menimbulkan tradisipencatatan di kalangan umat, serta merupakan salah satu faktor yangmendorong kerja sama.Hai, orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secaratunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.Hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar.Janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allahmengajarkannya maka hendaklah ia menulis dan hendaklah orang yangberutang itu mengimlakan (apa yang akan ditulis itu) dan hendaklah iabertakwa kepada Allah Tuhannya dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada utangnya (QS Albaqarah: 282).Begitu juga dengan kewajiban mengeluarkan zakat. Hal itu mendorongpemerintah membuat laporan pertanggungjawaban periodik terhadap baitulmaal yang mereka kelola. Begitu juga dengan pengusaha-pengusaha Muslimpada waktu itu. Mereka mengklasifikasikan hartanya sesuai ketentuan zakatdan membayarkan zakatnya jika telah memenuhi ketentuan nisab dan haul.Rasulullah SAW pada masa hidupnya juga telah mendidik secara khususbeberapa sahabat untuk menangani profesi akuntan dengan sebutan hafazhatulamwal (pengawas keuangan).

EKSA4202/MODUL 11.5Sejarah membuktikan bahwa ilmu akuntansi telah lama dipraktikkandalam dunia Islam, seperti istilah jurnal (dahulu zornal) telah lebih dahuludigunakan pada zaman khalifah Islam dengan istilah jaridah untuk bukucatatan keuangan. Begitu juga dengan double entry yang ditulis oleh LucaPacioli. Dapat kita saksikan dari sejarah bahwa ternyata Islam lebih dahulumengenal sistem akuntansi karena Alquran telah diturunkan pada tahun 610M, yakni 800 tahun lebih dahulu dari Luca Pacioli yang menerbitkan bukunyapada tahun 1494.Negara Madinah merupakan letak awal perkembangan Islam, yaitu padatahun 622 M atau tahun 1 H. Hal ini didasari oleh konsep bahwa seluruhMuslim bersaudara sehingga kegiatan kenegaraan dilakukan secara gotongroyong atau kerja sama dan negara tersebut tidak memiliki pemasukan danpengeluaran. Bentuk sekretariat didirikan akhir tahun 6 H. Nabi MuhammadSAW bertindak sebagai kepala negara dan juga sebagai ketua MahkamahAgung. Mufti besar dan panglima perang tertinggi bertindak sebagaipenanggung jawab administrasi negara.Pada abad ke-7, Rasulullah SAW mendirikan baitul maal. Fungsinyasebagai penyimpanan ketika adanya pembayaran wajib zakat dan usur (pajakpertanian dari Muslim) serta adanya perluasan wilayah atau jiziah, yaitu pajakperlindungan dari non-Muslim, dan juga adanya kharaj, yaitu pajak pertaniandari non-Muslim.2.Kebangkitan Baru dalam Akuntansi SyariahKebangkitan Islam baru telah menjangkau bidang muamalah secaraumum dan bidang-bidang finansial serta lembaga-lembaga keuangan secarakhusus. Sekelompok pakar akuntansi Muslim telah mengadakan riset danstudi-studi ilmiah tentang akuntansi menurut Islam. Perhatian mereka lebihterkonsentrasi pada beberapa bidang, yaitu bidang riset, pembukuan, seminaratau konferensi, pengajaran di lembaga-lembaga keilmuan dan perguruantinggi, serta aspek implementasi pragmatis. Berikut ini adalah sebagian dariusaha awal di masing-masing bidang.a. Kebangkitan akuntansi Islam dalam bidang risetMaksudnya, telah terkumpul beberapa tesis magister serta disertasi doktordalam konsep akuntansi yang telah dimulai sejak tahun 1950 dan masihberlanjut sampai sekarang. Diperkirakan tesis dan disertasi tentangakuntansi yang terdapat di Al-Azhar saja sampai tahun 1993 tidak kurangdari 50 buah. Di samping itu, telah juga dilakukan riset-riset yang tersebardi majalah-majalah ilmiah.

1.6b.c.d.3.Akuntansi Perbankan Syariah Kebangkitan akuntansi Islam dalam bidang pembukuanPara inisiator akuntansi Islam kontemporer sangat memperhatikan usahapembukuan konsep ini. Hal ini dilakukan supaya orang-orang yangtertarik pada akuntansi dapat mengetahui kandungan konsep Islam danpokok-pokok pikiran ilmiah yang sangat berharga sehingga kita tidak lagimemerlukan ide-ide dari luar atau mengikuti konsep Barat.Kebangkitan akuntansi Islam di sekolah-sekolah dan perguruan tinggiKonsep akuntansi Islam mulai masuk ke sekolah dan perguruan tinggisejak tahun 1976, yaitu Fakultas Perdagangan Universitas Al Azhar untukprogram pascasarjana dalam mata kuliah Akuntansi Perpajakan danEvaluasi Akuntansi. Situasi ini terus berlanjut hingga tahun 1978 dibukabeberapa jurusan dalam cabang-cabang ilmu akuntansi Islam di berbagaiperguruan tinggi di Timur Tengah. Hal ini berlanjut sampai sekarang diberbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.Kebangkitan akuntansi Islam dalam aspek implementasiImplementasi akuntansi Islam mulai dilakukan sejak mulai berdirinyalembaga-lembaga keuangan yang berbasiskan syariah. Hal inimenyebabkan lembaga keuangan syariah tersebut harus menggunakansistem akuntansi yang juga sesuai syariah. Puncaknya saat organisasiakuntansi Islam dunia yang bernama Accounting and AuditingOrganization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) menerbitkansebuah standar akuntansi untuk lembaga keuangan syariah yangdisebut accounting, auditing, and governance standard for Islamicinstitution.Perkembangan Akuntansi di Indonesia (IAI)Ketika Indonesia merdeka, hanya ada satu orang akuntan pribumi, yaituProf. Dr. Abutari, sedangkan Prof. Soemardjo lulus pendidikan akuntan dinegeri Belanda pada tahun 1956. Akuntan-akuntan Indonesia pertama lulusandalam negeri adalah Basuki Siddharta, Hendra Darmawan, Tan Tong Djoe,dan Go Tie Siem. Mereka lulus pertengahan tahun 1957. Keempat akuntan inibersama dengan Prof. Soemardjo mengambil prakarsa mendirikanperkumpulan akuntan untuk bangsa Indonesia saja.Pada 17 Oktober 1957, kelima akuntan tersebut mengadakan pertemuandi aula Universitas Indonesia (UI) dan bersepakat untuk mendirikanperkumpulan akuntan Indonesia. Perkumpulan yang akhirnya diberi namaIkatan Akuntan Indonesia (IAI) tersebut berdiri pada 23 Desember 1957, yaitupada pertemuan ketiga yang diadakan di aula UI pada pukul 19.30.

EKSA4202/MODUL 11.7Konsep anggaran dasar IAI yang pertama diselesaikan pada 15 Mei 1958dan naskah finalnya selesai pada 19 Oktober 1958. Menteri kehakimanmengesahkannya pada 11 Februari 1959. Namun demikian, tanggal pendirianIAI ditetapkan pada 23 Desember 1957. Saat itu, tujuan IAI sebagai berikut.a. Membimbing perkembangan akuntansi serta mempertinggi mutupendidikan akuntan.b. Mempertinggi mutu pekerjaan akuntan.IAI bermaksud menghimpun potensi akuntan Indonesia untuk menjadipenggerak pembangunan nasional dalam mewujudkan masyarakat adil danmakmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. IAI bertujuanmengembangkan dan mendayagunakan potensi akuntan Indonesia sehinggaterbentuk suatu cipta dan karya akuntan Indonesia untuk didarmabaktikan bagikepentingan bangsa dan negara. IAI berfungsi sebagai wadah komunikasi yangmenjembatani berbagai latar belakang tugas dan bidang pengabdiannya untukmenjalin kerja sama yang bersifat sinergi secara serasi, seimbang, dan selaras.Untuk mencapai maksud, tujuan, dan fungsinya, IAI melaksanakanberagam kegiatan di antaranya pendaftaran dan pelayanan keanggotaan;pengembangan dan penyusunan standar akuntansi keuangan; pengembangandan penegakan kode etik akuntan; pemberian konsultasi untuk pengembanganusaha kecil, menengah, dan koperasi; publikasi; hubungan internasional;menjadi pusat pengetahuan dan pengembangan akuntansi; menjaga danmeningkatkan kompetensi akuntan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan;melaksanakan sertifikasi di bidang akuntansi sebagai tolok ukur standarkualitas keprofesian; serta menjaga kepercayaan pemakai jasa dan masyarakatluas atas hasil kerja profesi akuntan yang tergabung dalam IAI.Saat ini, IAI merupakan satu-satunya wadah yang mewakili profesiakuntan Indonesia secara keseluruhan. IAI merupakan anggota InternationalFederation of Accountants, organisasi profesi akuntan dunia yangmerepresentasikan lebih 2,5 juta akuntan yang bernaung dalam 167 asosiasiprofesi akuntan yang tersebar di 127 negara. Sebagai anggota IFAC, IAImemiliki komitmen untuk melaksanakan semua standar internasional yangditetapkan demi kualitas tinggi dan penguatan profesi akuntan di Indonesia.IAI juga merupakan anggota sekaligus pendiri ASEAN Federation ofAccountants (AFA). Saat ini, IAI menjadi sekretariat permanen AFA.

1.8Akuntansi Perbankan Syariah B. PERKEMBANGAN BANK SYARIAH DI INDONESIA1.Sejarah Perbankan SyariahGagasan untuk mendirikan bank syariah di Indonesia sebenarnya sudahmuncul sejak pertengahan tahun 1970-an. Ini dibicarakan pada seminarnasional hubungan Indonesia Timur Tengah pada 1974 dan pada tahun 1975dalam seminar internasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi IlmuIlmu Kemasyarakatan (LSIK) dan Yayasan Bhineka Tunggal Ika. Namun, adabeberapa alasan yang menghambat terealisasinya ide ini.a. Operasi bank syariah yang menerapkan prinsip bagi hasil belum diatur.Karena itu, tidak sejalan dengan UU Pokok Perbankan yang berlaku, yakniUU Nomor 14/1967.b. Konsep bank syariah dari segi politis berkonotasi ideologis merupakanbagian dari atau berkaitan dengan konsep negara Islam. Karena itu, tidakdikehendaki pemerintah.c. Masih dipertanyakan siapa yang bersedia menaruh modal dalam venturasemacam itu, sementara pendirian bank baru dari Timur Tengah masihdicegah, antara lain pembatasan bank asing yang ingin membukakantornya di Indonesia.Di Indonesia, pelopor perbankan syariah adalah Bank MuamalatIndonesia. Berdiri tahun 1991, bank ini diprakarsai oleh Majelis UlamaIndonesia (MUI), pemerintah, serta dukungan dari Ikatan CendekiawanMuslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha Muslim. Bank ini sempatterimbas krisis moneter pada akhir tahun 90-an sehingga ekuitasnya hanyatersisa sepertiga dari modal awal. IDB kemudian memberikan suntikan danakepada bank ini. Pada periode 1999—2002, bank ini dapat bangkit danmenghasilkan laba. Saat ini, keberadaan bank syariah di Indonesia telah diaturdalam UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan UU Nomor 7 Tahun 1992tentang Perbankan.Perkembangan bank-bank syariah di dunia dan di Indonesia mengalamikendala karena bank syariah hadir di tengah-tengah perkembangan danpraktik-praktik perbankan konvensional yang sudah mengakar dalamkehidupan masyarakat secara luas. Kendala yang dihadapi oleh perbankan(lembaga keuangan) syariah tidak terlepas dari sebelum tersedianya sumberdaya manusia secara memadai dan peraturan perundang-undangan. Hal inimengingat bahwa masing-masing negara, terutama yang masyarakatnya

1.9 EKSA4202/MODUL 1mayoritas Muslim, tidak mempunyai infrastruktur pendukung dalamoperasional perbankan syariah secara merata. Konsekuensi perkembangan dimasing-masing negara tersebut tentunya akan berdampak, baik secaralangsung maupun tidak langsung, terhadap perkembangan perbankan syariahdi dunia. Apalagi, pada saat ini produk-produk keuangan semakin cepatperkembangannya.Sejarah perkembangan perbankan syariah dunia periode antara tahun 1940sampai periode tahun 1980, menurut Duddy Roesmara Donna (2007: 3—4)disajikan sebagai berikut.Tabel 1.1Tahun194019631967196919701972Maret 1972Juli 1973Mei 19741974Awal 1980-anKeteranganRintisan bank syariah di Malaysia untuk mengelola dana jamaah hajisecara nonkonvensional.Berdirinya Mit Ghamr Real Bank di Mesir oleh Dr. Ahmad Najar.Mit Ghamr ditutup arena alasan politis dan diambil alih oleh NationalBank of Egypt.Muncul gagasan kolektif pembentukan bank syariah pada konferensinegara-negara Islam se-dunia di Malaysia.Delegasi Mesir mengajukan proposal pendirian bank syariah padasidang menteri luar negeri negara-negara OKI di Karachi.Berdiri kembali sistem bank tanpa bunga yang bersifat sosial di Mesir,yaitu Nasser Social Bank.Usulan/proposal delegasi Mesir diagendakan kembali danmemutuskan membentuk komisi khusus menangani masalahekonomi dan keuangan.Para ahli yang mewakili negara Islam penghasil minyakmembicarakan pendirian bank syariah dan terumuskanlah anggarandasar dan anggaran rumah tangga.Pembahasan AD/ART yang telah dirumuskan.Berdiri Islamic Development Bank dengan modal awal 2 miliar dinaratau sama dengan 2 miliar SDR (special drawing rights) IMF.Bermunculan lembaga keuangan syariah di Mesir, Sudan, negaranegara di wilayah Teluk, Malaysia, Pakistan, Inggris, Denmark,Bahmas, Swiss, dan Luxembourg.Pesatnya pertumbuhan bank syariah di Indonesia juga belum seiringdengan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang sistem operasionalperbankan syariah. Meski bank syariah terus berkembang setiap tahunnya,banyak masyarakat Indonesia yang belum mengenal apa dan bagaimana banksyariah menjalankan kegiatan bisnisnya.

1.10Akuntansi Perbankan Syariah Terkait dengan perkembangan perbankan syariah di Indonesia periodetahun 1970 sampai dengan tahun 2003, menurut Duddy Roesmara Donna(2007: 3—4), dapat dirunut melalui kronologis sebagai berikut.Tabel 01 November 19913 November 19911 Mei 19921992199230 Oktober ember 2003KeteranganMuncul gagasan pendirian bank syariah.Muncul lagi gagasan bank syariah karena pemerintah mengeluarkanpaket kebijakan Oktober (pakto) yang berisi liberalisasi industriperbankan. Namun, gagasan tersebut deadlock karena tidak adaperangkat hukum yang dapat menjadi rujukan.Lokakarya ulama tentang bunga bank dan perbankan di CisaruaBogor.Pembahasan hasil lokakarya pada Munas IV MUI di Jakarta danterbentuklah kelompok kerja pembentukan bank syariah.Penandatanganan akta pendirian Bank Muamalah Indonesia danterkumpullah komitmen pembelian saham sebanyak 84 miliar.Silaturahim dengan presiden di Istana Bogor dan terpenuhilahkomitmen modal disetor awal sebesar Rp106.126.382.000.Operasional awal Bank Muamalat Indonesia (BMI).Pengakomodasian perbankan dengan prinsip bagi hasil padaUndang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.Pengenalan dual banking system.Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 1992 tentang bankberdasarkan prinsip bagi hasil.PP tersebut dijabarkan secara teperinci dengan

sebuah standar akuntansi untuk lembaga keuangan syariah yang disebut accounting, auditing, and governance standard for Islamic institution. 3. Perkembangan Akuntansi di Indonesia (IAI) Ketika Indonesia merdeka, hanya ada satu orang akuntan pribumi, yaitu Prof. Dr. Abutari, sedangkan Prof. Soemardjo lulus pendidikan akuntan di

Related Documents:

Pengurusan Risiko Syariah engenal pasti, mengukur, memantau, laporan & kawalan tidak mematuhi syariah. Fungsi Kajian Syariah Menyemak semula operasi perniagaan pada setiap masa bagi memastikan pematuhan syariah. Fungsi Penyelidikan Syariah Menjalankan mendalam penyelidikan syariah sebelum diserahkan kepada jawatankuasa syariah. Fungsi Audit Syariah

Mata Kuliah : PENGANTAR BISNIS SYARIAH D O S E N : HJ. NILA NUROCHANI, SE., MM. A. Deskripsi singkat: Pengantar Bisnis Syariah membahas pengertian dan ruang lingkup bisnis syariah, Sejarah Perkembangan& Jenis-Jenis Lembaga KeuanganNon Bank, Tujuan & Prinsip Bisnis Syariah, Perkembangan Lembaga Bisnis

Sarjana Akuntansi Syariah (S.Akun) Pada Program Studi Akuntansi Syariah Menyetujui Pembimbing I Pembimbing II Drs. Sugianto, MA Kamilah, SE, AK, M.Si NIP. 196706072000031003 NIP. 197910232008012014 Mengetahui Ketua Jurusan Akuntansi Syariah Hendra Harmain, SE., M. Pd NIP. 197305101998031003 . LEMBARAN PERSETUJUAN PENGUJI SEMINAR Proposal skripsi berjudul “PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP .

Akuntansi. 41 42 4.1. Kedudukan Akuntansi Keuangan Daerah Di Dalam Akuntansi 4.2. Lingkungan Akuntansi Pemerintahan 44 Ringkasan 48 Latihan Soal 51 Bab. 5 Konsep Dasar Akuntansi 53 Pemerintah Daerah. 5.1. Siklus Akuntansi 54 5.2. Konsep Dasar akuntansi 57 67 5.3. Pengguna Laporan Keuangan Dan Kebutuhan Inf

Topik Penelitian terkait Stndar Akuntansi Diskusi. 3 PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI. 4 Standar Akuntansi Indonesia Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan - PSAK Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik signifikan - SAK-ETAP

praktik perbankan senantiasa selalu sesuai dengan prinsip syariah serta melakukan pengawasan terhadap kepatuhan syariah. Kehadiran DSN MUI sebagai lokomotif Syariah compliance perbankan Syariah sudah harus dioptimalkan di tengah belum maksimalnya kepatuhan terhadap nilai-nilai syariah dalam ekonomi kita.

Ikhtisar Profits Syariah . Bab ini membahas ikhtisar Profits Syariah. Topik-topiknya adalah: Ikhtisar Profits Online Trading Syariah Perangkat yang Dibutuhkan . 1.1 Ikhtisar Profits Online Trading Syariah . Profits Online Trading Syariah . merupakan ("Profits Syariah") aplikasi online trading dari PT.

The American Revolution, 1775-1781 Where was the American Revolution fought? Building a Professional Army nWashington’s task was to defendas much territory as possible: Relied on guerrilla tactics & avoided all-out-war with Britain Washington’s Continental Army served as the symbol of the “republican cause” But, colonial militias played a major role in “forcing” neutrals .