FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KARIR MAHASISWA .

3y ago
42 Views
3 Downloads
487.97 KB
18 Pages
Last View : 12d ago
Last Download : 6m ago
Upload by : Anton Mixon
Transcription

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KARIRMAHASISWA AKUNTANSI UNTUK MENJADI AKUNTAN PUBLIK DIPERGURUAN TINGGI SWASTA WILAYAH SEMARANGIrfan Hadi SaputraB12.2011.01852Email : 212201101852@mhs.dinus.ac.idABSTRACTThis study aims to determine whether there is an impact on career choice as apublic accounting by accounting students seen from the financial rewards,professional job training, work environment, social values, labor marketconsiderations, and personality.The population used in this study are active accounting students at 4 privateuniversities in semarang on seven semester and above who had taken auditing 1,auditing 2, and auditing laboratory. In this study, samples are taken using stratifiedrandom sampling, the resulting sample of 93 respondents consisting of 21 students ofUDINUS, 33 students of STIKUBANK, 14 students of UNWAHAS, and 25 students ofSTIE BPD JATENG. Analysis of the data in this study used multiple linearregression analysis and data processed usingSPSS v 16.The results of this study indicate that there are a significant impact of thefinancial rewards, professional job training, social values, and personality on careerchoice of accounting students as a public accountant. While the work environmentand labor market considerations have no significants impact on career choice ofaccounting students as a public accountant.Keyword : financial rewards, professional job training, work environment, socialvalues, labormarket considerations, and personality.PENDAHULUANDi Indonesia orang yang berkarir sebagai akuntan publik termasuk yang palingsedikit dari pada negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Di tahun 2012jumlah akuntan publik di Indonesia hanya 1000 orang jumlah ini relatif sedikitdengan jumlah penduduk kurang lebih 230 juta jiwa. Malaysia yang jumlahpenduduknya lebih kecil dari Indonesia mempunyai jumlah akuntan publik sebanyak2500 akuntan publik, Filipina mempunyai 4941 akuntan publik, dan Thailandmempunyai 6000 akuntan publik (www.iaglobal.or.id).Hal ini dapat menjadikan peluang yang cukup besar bagi lulusan mahasiswaakuntansi untuk berkarir menjadi akuntan publik. Menurut Rahayu, dkk (2003) adabeberapa faktor yang mempengaruhi pemilahan karir terdiri atas penghargaanfinansial, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial, lingkungan kerja, pertimbanganpasar kerja. Beberapa faktor tersebut sering kali yang menjadi pertimbangan banyakmahasiswa sekarang ini terlepas dari gaji yang besar. Tak kalah pentingnya dari lima

faktor tersebut adalah faktor personalitas. Menurut Djuwita (dalam Suyono 2006)personalitas menunjukan bagaimana mengendalikan atau mencerminkan kepribadianseseorang dalam bekerja.Hasil penelitian Suyono (2014) secara keseluruhan faktor penghargaanfinansial, pelatihan profesional, lingkungan kerja, nilai-nilai sosial, pertimbanganpasar kerja, dan personalitas mempunyai pengaruh yang besar sebagai dasarpemilihan karir mahasiswa akuntansi. Sedangkan menurut penelitian Merdekawatidan Sulistyawati (2011) dari hasil penelitian empiris bahwa persepsi mahasiswamengenai faktor penghargaan finansial tidak berpengaruh dalam pemilihan karirmahasiswa sebagai akuntan publik atau non akuntan, sementara pelatihan profesionalmemiliki pengarug yang besar untuk pemilihan karir, dan lingkungan kerja,pertimbangan pasar kerja, dan personalitas tidak berpengaruh signifikan.TEORI DAN HIPOTESISTeori PengharapanPenjelasan yang bisa diterima dalam motivasi adalah teori pengharapan dariVictor H. Vroom. Teori ini berbunyi, motivasi merupakan akibat dari suatu hasilyang ingin dicapai oleh seseorang dari perkiraan yang bersangkutan bahwatindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkan, dengan kata lain jikaseseorang ingin memperoleh sesuatu dan sekiranya ada jalan yang terbuka untukmendapatkannya, maka seseorang tersebut akan berupaya mendapatkannya. Dalamistilah praktisnya, teori pengharapan menjelaskan bahwa karyawan akan berupayalebih baik jika karyawan tersebut meyakini upaya itu menghasilkan penilaian kinerjayang baik. Penilaian kinerja yang baik akan mendorong imbalan organisasi sepertibonus, kenaikan penghargaan finansial, atau promosi. Teori ini berfokus pada tigahubungan (Robbins, 2006):1. Hubngan upaya- kinerja. Probabilitas yang dipersepsikan oleh individu yangmengeluarkan sejumlah upaya tertentu itu akan mendorong kinerja.2. Hubungan kinerja- imbalan. Sampai sejauh mana individu itu meyakinibahwa berkinerja pada tingkat tertentu akan mendorong tercapainya kinerjayang diinginkan.3. Hubungan imbalan-sasaran pribadi. Sampai sjauh mana imbalan-imbalanorganisasi memenuhi sasaran kebutuhan pribadi serta potensi daya tarikimbalan bagi individu tersebut.Kata kunci dari teori pengharapan adalah pemahaman sasaran individu danketerkaitan antara upaya dan kinerja, antara kinerja dan imbalan. Dengan demikian,pemilihan karir mahasiswa akuntansi ditentukan oleh pengharapan tentang karir yangdipilihnya. Dengan kata lain, mahasiswa yang mempunyai pengharapan terhadapkarir yang akan dipilihnya dapat memberikan apa yang mereka inginkan ditinjau darifaktor-faktor penghargaan finansial, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial,lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja, danpersonatas.KarirMenurut Sofyandi (2008) karir adalah urutan aktivitas yang berkaitan denganpekerjaan dan perilaku, nilai-nilai, dan aspirasi seseorang selama rentang hiduporang tersebut. Sedangkan menurut Marwansyah (2010) karir merupakan semua

pekerjaan yang pernah dijalani seseorang sepanjang kehidupan kerjanya. Danmenurut Ruky (dalam Rohmatullah 2014) “karir adalah sebuah pola pengalamanpengalaman yang terkait dengan pekerjaan (misalnya, jabatan, tugas-tugas,keputusan-keputusan, dan interprestasi pribadi tentang kejadian-kejadian yangberkaitan dengan pekerjaan), serta kegiatan-kegiatan selama masa kerja seseorang”.Dari uraian diatas mengenai karir dapat disimpulkan bahwa karir adalah prosesseseorang dalam membangun pekerjaan atau meniti pekerjaan secara bertahap untukmendapatkan hasil yang maksimal atau yang diharapkan seseorang tersebut dalamjangka waktu tertentu.Akuntan PublikMenurut Setiyani (dalam Suyono 2014) profesi akuntan publik berkembangsejalan dengan berkembangnya berbagai jenis perusahaan. Dalam menjalankanperusahaan modal sangat dibutuhkan guna untuk menlancarkan semua kegiatankegiatan aktivitasnya sesuai dengan profesinya. Modal ini dapat berasal dari pihakintern perusahaan (pemilik) dan pihak ekstern perusahaan (investor dan pinjamandari kreditur). Dan oleh karena itu, laporan keuangan sangatlah dibutuhkan olehkedua pihak tersebut dalam pengambilan keputusan yang berkaitan denganperusahaan. Laporan keuangan yang dibuat oleh manajemen perusahaan tersebutmerupakan penyampaian informasi mengenai pertanggungjawaban pengelolaankeuangan yang berasal dari pihak ekstern maupun intern perusahaan tersebut.Menurut Mulyadi (2011) akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalamkantor akuntan publik, yang menyediakan berbagai jenis jasa yang diatur dalamStandar Profesional Akuntan Publik yang meliputi auditing, atestasi, akuntansi danreview, dan jasa konsultasi. Akuntan publik merupakan akuntan yang bergerak dalambidang akuntansi publik, yaitu menyerahkan berbagai macam jasa akuntansi untukperusahaan-perusahaan bisnis Jumamik (dalam Merdekawati 2011).Penghargaan FinansialBerkarir Sebagai akuntan publik dapat menghasilkan pendapatan yang besar.Oktavia dan Setiyani (dalam Chan 2012) mengungkapkan penghasilan yang besarmenjadi faktor atau sebab yang dipertimbangkan dalam pemilihan karir mahasiswaakuntansi. Selain itu pekerjaan akuntan publik juga merupakan pekerjaan yangprestisius dan sangat menjanjikan. Menurut Wijayanti (dalam Chan 2012)penghasilan atau penghargaan finansial yang didapatkan sebagia kontraprestasi daripekerjaan diyakini sebagian perusahaan besar sebagai daya tarik untuk memuaskankaryawannya.H1: Penghargaan finansial berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karirmahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik.Pelatihan Kerja ProfesionalUntuk memasuki dunia kerja apalagi bekerja sebagai akuntan publik para calonakuntan harus mempunyai pengalaman kerja yang banyak. Untuk itu pelatihanprofesional mempersiapkam para calon akuntan supaya dapat bekerja dengan baik.Rahayu et al (2003) menjelaskan bahwa karir sebagai akuntan publik dianggap lebihmemerlukan pelatihan kerja profesional guna meningkatkan kemampuan profesional

dan mendapatkan pengalaman kerja yang bervariasi. Dari penjelasan tersebut makahipotesis dari pelatihan profesional adalah:H2: Pelatihan profesional berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karirmahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik.Lingkungan KerjaLingkungan kerja merupakan gambaran atau suasana yang mendukungpekerjaan sebagai akuntan publik. Bekerja di kantor akuntan publik terdapat banyakpekerjaan yang bersifat rutin dan sering lembur. Dalam penelitian oleh Wijayanti(dalam Suyono 2014) menyebutkan bahwa lingkungan kerja dipertimbangkan dalampemilihan profesi mahasiswa terutama pada sifat pekerjaan yang rutin. Berdasarkanpenjelasan tersebut maka hipotesis dari lingkungan kerja adalah:H3: Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karirmahasiswa akuntansi sebagai akuntan publikNilai-Nilai SosialMenurut Wijayanti (dalam Suyono 2014) menjelaskan bahwa nilai-nilai sosialdipertimbangkan oleh mahasiswa akuntansi dalam memilih profesi akuntan publikyang meliputi: kesempatan berinteraksi, kepuasan pribadi, kesempatan menjalankanhobi, dan perhatian perilaku individu. Dalam nilai-nilai sosial bagi mahasiswaakuntansi untuk pemilihan karir sebagai akuntan publik sangatlah diperlukan sepertikesempatan berinteraksi dengan orang lain menganggap berinteraksi sebagaipekerjaan yanng dapat meningkatkan hubungan dengan orang lain. Berdasarkanpenjelasan tersebut maka hipotesis dari nilai-nilai sosial adalah:H4: Nilai-nilai sosial berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karirmahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik.Pertimbangan Pasar KerjaPada pertimbangan pasar kerja dalam pemilihan profesi sebagai akuntan publikterdapat keamanan kerja, hal ini yang sangat dipertimbangkan mahasiswa untukberkarir sebagai akuntan publik. Dari penelitian Rasmini (dalam Chan 2012)menunjukan bahwa mahasiswa menganggap karir sebagai akuntan pulik mampumemberikan keamanan kerja yang lebih terjamin. Pada sekarang ini banyak sekaliperusahaan yang memperhentiakan karyawan karena permasalahan finansial padaperusahaan tersebut mungkin pandangan ini yang membuat mahasiswa untukmenjadi akuntan publik dari segi keamanan kerjanya. Berdasarkan penjelasantersebut maka hipotesis dari perimbangan pasar kerja adalah:H5: Pertimbangan pasar kerja berpengaruh signifikan terhadap pemilihankarir mahasiswa akunntansi sebagai akuntan publik.PersonalitasMenurut Djuwita (dalam Suyono 2014) menjelaskan bahwa salah satu faktorpenyebab seseorang kehilangan pekerjaan antara lain karena ketidaksesuaiankepribadian mereka dengan pekerjaan. Dalam pekerja sangatlah penting memilihpekerjaan sesuai dengan kepribadian masing-masing karyawan untuk memaksinalkanmereka dalam pekerjaan yang ditekuninya. Berdasarkan penjelasan tersebut makahipotesis dari personalitas adalah:

H6: Personalitas berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir mahasiswaakuntansi sebagai akuntan publik.METODE PENELITIANPopulasi dan SampelMenurut Indriantoro (2014) populasi merupakan sekelompok orang, kejadianatau segala sesuatu yang mempunyai sifat atau karakteristik tertentu. Anggotapopulasi disebut dengan elemen populasi (population element). Dalam penelitian inipopulasi yang digunakan adalah mahasiswa akuntansi di universitas wilayahsemarang semester 7 dan diatasnya, karena mahasiswa sudah mengampuh matakuliah pengauditan satu, pengauditan dua dan laboratorium audit yang diharapkanmahasiswa sudah memahami tentang profesi akuntan publik dan jenis pekerjaannyadibanding dengan mahasiswa semester awal.Penentuan sampel dalam penelitian ini menggumakan stratified random sampling.Untuk menentukan jumlah sampel minimal menggunakan rumus slovin didapatkanjumlah minimal penentuan responden sebagai berikut :𝑁𝑛 𝑁. 𝑑 2 1Keterangan:n Jumlah SampelN Jumlah populasid Tingkat presisi yang diharapkan tidak menyimpang (10% atau 0,1)13391339. 0,12 1 93,05 dibulatkan menjadi 93𝑛 Jenis, Sumber Data dan Metode Pengumpulan DataJenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan dataprimer. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung ke objek penelitiantersebut dengan menggunakan kuesioner kepada responden. Metode yang digunakandalam mengumpulkan data untuk penelitian ini adalah dengan menggunakan mediakuesioner, yakni dengan memberikan kumpulan atau daftar pertanyaan tentangfaktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan karir mahasiswa untuk menjadi akuntanpublik kepada mahasiswa.Metode AnalisisMetode analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: (Statistikdeskriptif, Uji validitas, Uji reabilitas, Uji asumsi klasik dan Analisis regresi linierberganda). Proses analisis data menggunakan program SPSS versi 16.Hasil dan PembahasanHasil Penyebaran DataSetelah melakukan penyebaran kuesioner, penelitipengumpulan data dalam tabel dibawah ini.merangkumhasil

Tabel 4.1Jumlah Responden PenelitianNoPerguruan TinggiKuesioner KuesionerKuesioneryangyang tidak yang tidakdisebarkembalilengkap1Universitas Dian2100Nuuswantoro2Universitas Stikubank33003Universitas Wahid1400Hasyim4STIE BPD Jateng2500Jumlah9300Kuesioneryang siapdiolah2133142593Uji ValiditasUji validitas digunakan untuk menguji instrumen penelitian apakah valid atautidak, pada penelitian ini adalah kuesioner. Pengujian dilakukan dengan caramembandingkan r hitung dengan r table untuk degree of freedom (df) n-2 (dimana nadalah jumlah data). Untuk mengetahui valid tidaknya suatu kuesioner apabila r hitunglebih besar dari pada r tabel (r hitung r tabel) dapat dikatakan bahwa kuesioner tersebutvalid. Sedangkan untuk menentukan degree of freedom adalah df 93 – 2 91 dan α 0,05 maka akan didapatkan r tabel dua sisi sebesar 0,204.Tabel 4.11Pengujian validitas variabel penelitianNo idValidValid

0Sumber: Data yang diolah, alidValidValidValidValidValidValidUji ReliabilitasMenurut Ghozali (2013) pengujian reliabilitas digunakan sebagai alat ukurvariabel atau konstruk. Pada penelitian ini pengujian dilakukan dengan menggunakanmetode cronbach alpha dari tiap-tiap variabel, suatu variabel dikatakan reliabelapabila cronbach alpha lebih besar daripada 0,60.Tabel 4.12Pengujian Reliabilitas Variabel PenelitianVariabelCronbach alphaPenghargaan Finansial0,746(X1)Pelatihan Kerja0,763Profesional (X2)Lingkungan Kerja (X3)0,705Nilai-Nilai Sosial (X4)0,780Pertimbangan Pasar0,798Kerja (X5)Personalitas (X6)0,777Pemilihan Karir Akuntan0,710Publik (Y)Sumber: Data yang diolah, abelReliabelReliabelPengujian reliabilitas diatas menunjukan bahwa setiap variabel nilai cronbachalpha lebih besar dari 0,60 sehingga dapat dikatakan semua variabel diatas reliabeldan dapat digunakan sebagai instrumen penelitian.

Uji NormalitasPengujian Normalitas dilakukan guna menguji apakah pada model regresivariabel pengganggu atau residual mempunyai distribusi normal (Ghozali, 2013).Pada penelitian ini dalam menguji normalitas menggunakan metode kolomogorovsmirnov (K-S) dan analisis grafik normal probability plot. Berikut keteranganpengambilan keputusan dari metode kolomogorov – smirnov (K-S):1.Jika nilai Asymp.sig. 0,05 maka data berdistribusi noramal2.Jika nilai Asymp.sig. 0,05 maka data tidak berdistribusi normalTabel 4.13Uji statistik kolmogorof-smirnovOne-Sample Kolmogorov-Smirnov TestUnstandardizedResidualNNormal Parameters93aMost Extreme DifferencesMean.0000000Std. 51.051Kolmogorov-Smirnov Z.495Asymp. Sig. (2-tailed).967a. Test distribution is Normal.Sumber: Data yang diolah, 2015Mengacu pada hasil tabel diatas, nilai kolomogorov-smirnov menunjukan0,495 dengan probabilitas 0,967. Dapat ditarik kesimpulan Asymp.sig. lebih dari0,05 berdasarkan keterangan dasar pengambilan keputusan uji normalitas berarti datapenelitian berdistribusi secara normal.Uji MultikolonieritasUji multikolonieritas bertujuan untuk menguji kolerasi antara variabel bebas(independent) dalam model regresi. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadikorelasi diantara variabel independen (Ghozali, 2013). Ada atau tidaknyamultikolonieritas dapat dilihat dari nilai tolerance jika nilainya lebih besar dari 0,10maka tidak terjadi multikolonieritas dan juga sebaliknya. Sedangkan varianceinflation factor (VIF) jika nilainya kurang dari 10 maka tidak terjadimultikolonieritas dan jika lebih dari atau sama dengan 10 maka terjadimultikolonieritas. Berikut ini adalah hasil dari uji multikolonieritas:

Tabel 4.14Uji MultikolonieritasCoefficientsaUnstandardized Coefficients Standardized CoefficientsModel1B(Constant)Std. ErrorBetaCollinearity argaan finansial.399.174.199 2.301.024.8531.173pelatihan kerjaprofesional.523.164.305 3.192.002.7021.425lingkungan kerja.048.191.022.251.802.8201.220nilai-nilai sosial.450.108.356 4.153.000.8671.154pertimbangan pasarkerja.291.155.172 1.881.063.7671.303Personalitas.515.163.264 3.149.002.9111.098a. Dependent Variable: pemilihan karir akuntan publikSumber: Data yang diolah, 2015Dari hasil diatas, menunjukan bahwa nilai tolerance variabel bebas(penghargaan finansial, pelatihan kerja profesional, lingkungan kerja, nilai-nilaisosial, pertimbangan pasar kerja, dan personalitas) mempunyai variabel tolerancelebih dari 0,10 yang berarti tidak terjadi multikolonieritas, dan variance inflationfactor (VIF) menunjukan nilai VIF kurang dari 10 atau tidak terjadimultikolonieritas, jadi dapat disimpulkan pada pengujian multikolonieritas tidakterjadi multikolonieritas antar variabel bebas dalam model regresi.Uji HeteroskedastisitasUji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah pada model regresi terjadiketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jikavariance dari rsidual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebuthomoskedastisitas dan jika berbeda maka disebut heteroskedastisitas. Pengujianheteroskedastisitas dalam penelitian ini menggunakan metode uji glejser.1. Jika nilai signifikan lebih besar dari 0,05, maka tidak terjadiheteroskedastisitas.2. Jika nilai signifikan lebih kecil atau kurang dari 0,05, maka terjadiheteroskedastisitas.Tabel 4.15Uji HeteroskedastisitasCoefficientsaUnstandardized CoefficientsModel1B(Constant)penghargaan finansialStd. aT.133Sig.1.316.1921.183.240

pelatihan kerja profesional-.022.100-.027-.218.828lingkungan kerja.026.117.025.219.827nilai-nilai -.095.100-.103-.945.347pertimbangan pasar kerjaPersonalitasa. Dependent Variable: abs resSumber: data yang diolah, 2015Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa nilai dari semua variabelindependen didapatkan nilai signifikansi yang lebih dari 0,05 sehingga dapatdisimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.Regresi Linier BergandaTabel 4.16Hasil Analisis Regresi dan Uji tCoefficientsaUnstandardized CoefficientsModel1B(Constant)Std. Error1.5293.982penghargaan finansial.399.174pelatihan kerja profesional.523lingkungan kerja.048nilai-nilai .3564.153.000pertimbangan pasar kerja.291.155.1721.881.063

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KARIR MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK MENJADI AKUNTAN PUBLIK DI PERGURUAN TINGGI SWASTA WILAYAH SEMARANG Irfan Hadi Saputra B12.2011.01852 Email : 212201101852@mhs.dinus.ac.id ABSTRACT This study aims to determine whether there is an impact on career choice as a

Related Documents:

mempengaruhi pemilihan tersebut. Faktor yang mempengaruhi pilihan tersebut adalah faktor finansial, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial, lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja dan personalitas. Penelitian yang dilakukan oleh Chan (2012) menemukan terdapat 8 faktor yang mempengaruhi seseorang memilih karir sebagai akuntan publik tidak

Skripsi yang berjudul ―Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Masyarakat untuk Menabung (Studi Kasus pada Nasabah BMT An-Nur Rewwin Sidoarjo)‖ menggunakan Penelitian Kuantitatif untuk menjawab Rumusan Masalah mengenai Faktor-Faktor yang dapat mempengaruhi minat dan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi minat.

Astuti, Anita.2014. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Mahasiswa Akuntansi Dalam Memilih Karir Sebagai Akuntan Publik Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga”.Jurnal Akuntansi Vol III No.2. Aulia, Ulva.2016.“Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Mahasiwsa Akuntansi Di Kota

Dari analisis faktor-faktor yang mempengaruhi siswa dalam pemilihan sekolah, faktor sekolah mempunyai pengaruh paling besar kemudian diikuti oleh faktor lokasi dan paling kecil pengaruhnya adalah faktor ekonomi. Sementara berdasarkan hasil analisis statistik Crosstab diketahui bahwa terdapat hubungan

pengurusan masa (min 4.02) dan diikuti oleh faktor kewangan (min 3.69), faktor persekitaran pembelajaran (min 3.03) dan akhir sekali faktor persekitaran pekerjaan (2.56). Ujian-T menunjukkan tidak terdapat perbezaan yang signifikan antara faktor-faktor stres yang mempengaruhi stres berdasarkan jantina dan status perkahwinan.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN LOKASI DALAM KESUKSESAN USAHA JASA MIKRO-KECIL DI SEKITAR KAMPUS UIN ALAUDDIN MAKASSAR SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Meraih Gelar Sarjana Ekonomi (S 1) Jurusan Ilmu Ekonomi Pada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Oleh: IMAM WAHYUDI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PARTISIPASI POLITIK DALAM PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF KOTA TANJUNGPINANG TAHUN 2014 A. Pendahuluan Pemilihan umum dilaksanakan oleh negara Indonesia dalam rangka mewujudkan kedaulatan rakyat sekaligus penerapan prinsip-prinsip atau nilai-

C is much more flexible than other high-level programming languages: C is a structured language. C is a relatively small language. C has very loose data typing. C easily supports low-level bit-wise data manipulation. C is sometimes referred to as a “high-level assembly language”. When compared to assembly language .