PEMANFAATAN POTENSI HASIL HUTAN BUKAN KAYU (HHBK) TERHADAP .

3y ago
162 Views
25 Downloads
854.04 KB
18 Pages
Last View : 2d ago
Last Download : 6m ago
Upload by : Cannon Runnels
Transcription

PEMANFAATAN POTENSI HASIL HUTAN BUKAN KAYU (HHBK)TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA PANDESARIBKPH PUJON KPH MALANGSKRIPSIOleh:RahmawatiNIM 201510320311075JURUSAN KEHUTANANFAKULTAS PERTANIAN PETERNAKANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG2019

PEMANFAATAN POTENSI HASIL HUTAN BUKAN KAYU (HHBK)TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA PANDESARIBKPH PUJON KPH MALANGSKRIPSIDiajukan kepadaUniversitas Muhammadiyah Malanguntuk memenuhi salah satu persyaratandalam menyelesaikan program Sarjana KehutananOleh:RahmawatiNIM 201510320311075JURUSAN KEHUTANANFAKULTAS PERTANIAN PETERNAKANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG2019i

ii

MOTTO DAN PERSEMBAHANSetiap hembusan nafas yang diberikan allah padamu bukanhanya berkah, tapi juga tanggung jawab.Puji syukur atas limpahan rahmat dan hidayah Nya yang telahmemberikan nikmat kesehatan dalam mengerjakan skripsi ini.Skripsi ini aku persembahkan untuk keluarga tercinta yangselalu memberi dukungan dan do’a, bapak Abdulatif MT danibu Nuraini yang rela berkorban sehingga saya bisa merasakanpendidikan di tanah jawa, kakak –kakak ku ,adik ku danponaan ku yang selalu menyemangati dalam perjungan ini.Terimakasih juga untuk sahabat dan teman – teman yangselalu ada di kala susah dan senang.iii

RIWAYAT HIDUPPenulis merupakan lahir di Dompu, Nusa Tenggara Barat padatanggal 08 November 1997. Penulis merupakan anak ke 4 dari5 bersaudara dari Bapak Abdulatif M.T dan Ibu Nuraini.Penulis telah menyelesaikan pendidikan, Sekolah Dasar Negeri07 Kempo tahun 2009, Sekolah Menengah Pertama Negeri 01Kempo tahun 2012, Sekolah Menengah Atas Negeri 01Kempo tahun 2015. Penulis melanjutkan pendidikan di perguruan tinggijurusankehutanandiFakultas Pertanian-Peternakan Universitas MuhammadiyahMalang.iv

v

PRAKATAPuji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmatnya sehinggapenulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Pemanfaatan Hasil HutanBukan Kayu (HHBK) Terhadap Pendapatan Masyarakat Desa Pandesari”.Dalam penulisan skripsi ini meliputi : Bab I: Latar belakang, tujuan danmanfaat penelitian. Bab II: Tinjauan Pustaka. Bab III: Metodelogi penelitian yangterdiri dari waktu dan tempat penelitian, metode penelitian, metode pengambilansampel, metode pengolahan data, dan analisis data. Bab IV: Hasil penelitian danpembahasan. Bab V: Kesimpulan dan saran.Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan ini jauh dari sempurna, baikdari segi pemyusunan, bahasa, ataupun penulisannya, oleh karenaitu penulismengharapkan kritikdan saran yang sifatnya membangun, khususnya daripembaca untuk menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi penulis agar lebihbaik di masa yang akan datang.Malang, 16 Juli 2019Penulis,RahmawatiNIM. 201510320311075vi

Ucapan TerimakasihPenulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepadaberbagai pihak yang turut serta membantu penulis menyelesaikan penulisanskripsi ini, khususnya:1. Bapak Dr. Ir . Nugroho Triwaskito, MP, IPU selaku pembimbing I atas segalailmu, motivasi, nasehat, dan bantuan yang telah diberikan sehingga penulisdapat menyelesaikan penelitian tugas akhir hingga penyelesaian penulisanskripsi ini.2. Bapak Drs. Amir Syarifuddin, MP selaku pembimmbing II yang telahmemberikan bimbingan dan arahan dalam penulis skripsi ini.3. Bapak Galit Gatut P, S.Hut, M.Sc dan Tatag Muttaqin, S.Hut, M.Sc, IPMselaku Dosen Penguji yang telah memberikan masukan serta saran dalamperbaikan penulisan skripsi.4. Bapak Tatag Muttaqin, S.Hut, M.Sc, IPM selaku Ketua Jurusan Kehutananyang selalu memberikan arahan dan semangat kepada penulis sehingga skripsiini dapat terselesaikan.5. Bapak Dr. Ir. David Hermawan, MP, IPM selaku Dekan Fakultas PertanianPeternakan yang telah mengesahkan skripsi ini.6. Keluarga yang selalu mendukung dan telah memberikan doa, dorongan, sertasemangat dalam penyusunan skripsi.7. PihakPerhutani BKPH Pujon yang telah mengijinkan saya melakukanpenelitian di tempatnya serta telah membantu dalam kelancaran pengambilandata.8. Kepada teman-teman saya Juansyah, Rahuju, Awaludin Arey, Muzzaki, Laila,Fatimah yang telah membantu dalam pengumpulan data dalam penyelesaianskripsidan bapak Karno yang telah membantu serta teman-teman angkatan2015 yang telah memberikan semangat dan bantuan.Malang, 16 Juli 2019Penulis,vii

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL .iMOTTO DAN PERSEMBAHAN .iiRIWAYAT HIDUP . ivSURAT PERNYATAAN .vPRAKATA . viDAFTAR ISI . viiiDAFTAR TABEL.xDAFTAR GAMBAR . xiRINGKASAN . xiiABSTRAK. xiiiBAB I PENDAHULUAN .11.1 Latar Belakang.11.2 Perumusan Masalah Penelitian .21.3Tujuan Penelitian .31.4Manfaat Penelitian .3BAB II TINJAUAN PUSTAKA.42.1 Hasil Hutan Bukan Kayu .42.1.1 Pengertian Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) .42.1.2 Distribusi Frekuensi Jumlah Anggota Keluarga Responden .42.1.3 Jenis Hasil Hutan Bukan Kayu .52.1.4 Pengaruh HHBK Terhadap Perekonomian.8BAB III METODELOGI PENELITIAN . 103.1 Waktu dan Tempat . 103.2 Alat dan Bahan . 10viii

3.3 Jenis Data yang Diambil . 103.4 Metode Pengambilan Data . 103.5 Variabel yang Diamati. 123.6 Analisis Data . 12BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . 134.1 Kondisi Umum Lokaso Penelitian. 134.2 Karakteristik Responden . 144.2.1 Umur . 154.2.2 Pendidikan . 164.2.3 Jumlah Anggota Keluarga . 164.2.4 Jumlah Anggota Keluarga Responden yang Masih Sekolah . 174.2.5 Luas Lahan. 184.2.6 Pekerjaan . 184.2.7 Usaha Ternak . 184.3 Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu . 194.3.1 Rumput Gajah (Pennisetum purpureum L). 194.3.2 Getah pinus (Pinus Merkusii J). 204.3.3 Pendapatan, Pengeluaran dan BCR Responden . 21BAB V KESIMPULAN DAN SARAN . 255.1 Kesimpulan . 255.2 Saran . 25DAFTAR PUSTAKALAMPIRANix

DAFTAR TABELNo.TeksHalaman3.1 Jenis data di Lapang .104.1 Distribusi Frekuensi Umur Responden .144.2 Distribusi Frekuensi Pendidikan Responden.154.3 Distribusi Frekuensi Jumlah Anggota Keluarga Responden.164.4 Distribusi Frekuensi Jumlah Anggota Keluarga Responden Yang MasihSekolah .174.5 Distribusi Frekuensi Luas Lahan Responden.184.6 Distribusi Frekuensi Pekerjaan Responden.184.7 Distribusi Frekuensi Usaha Ternak Responden .194.8 Pendapatan, Pengeluaran dan BCR Responden .20x

DAFTAR GAMBARNo.LampiranHalaman2. Peta Kabupaten Malang .293. Peta Desa Pandesari .304. Dokumentasi .31xi

RINGKASANRahmawati. 201510320311075. Pemanfaatan Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu(HHBK) Terhadap Perekonomian Masyarakat Desa Pandesari Di BKPH PujonKPH Malang. Pembimbing I: Dr. Ir Nugroho Triwaskito, MP, IPU.Pembimbing II: Drs. Amir Syarifuddin, MP.Pengelolaan hutan yang baik akan berdampak terhadap kondisi ekonomi danekologi masyarakat sekitar hutan. Getah pinus memiliki nilai ekonomi cukuptinggi sebagai komuditas unggulan diharapkan mampu mendukung peningkatannilai perekonomian masyarakat, sedangkan rumput gajah merupakan salah satujenis rumput yang menjadi sumber hijauan, semakin banyak jumlah populasiternak maka kebutuhan hijauan semakin meningkat. Berdasarkan uraian di ataspenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan getah pinus dan rumputgajah yang dilakukan oleh masyarakat Desa Pandesari BKPH pujon KPH Malangserta untuk menghitung pengaruh potensi getah pinus dan rumput gajah terhadappendapatan masyarakat Desa Pandesari BKPH Pujon KPH Malang. Penelitian inidilaksanakan selama satu bulan pada bulan Februari 2019 di Desa PandesariBKPH Pujon KPH Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitukuantitatif dengan metode pengambilan data dengan teknik survey, observasi danwawancara. Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan kuantitatifdeskriptif dilanjutkan dengan analisis BC Rasio. Berdasarkan data hasil daripenelitian ini menunjukan bahwa masyarakat Desa Pandesari memilikiketergantungan hidup di hutan dengan melalui pemanfaatan getah pinusdannrumput gajah. Hasil pemanfaatan getah pinus memiliki nilai jual yang cukuptinggi sehingga dapat meningkatkan perekonomian serta dapat meningkatkanpendapatan Masyarakat Desa Pandesari. Sedangkat untuk pemanfaatan rumputdijadikan sebagai pakan ternak serta membantu menekan pengeluaran masyarakat.Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu terhadap pendapatan masyarakat dapatdiketahui dengan menghitung Benefit Cost Rasio ( BCR) yang bernilai 1 dariresponden yang memiliki BCR 1.Kata Kunci : Getah Pinus, Rumput Gajah, Benefit Cost Rasio.xii

ABSTRAKRahmawati. 201510320311075. Utilization of Potential for Forest Products NotWood (HHBK) Towards Community Economy of Pandesari Village BKPH PujonKPH Malang. Advisor I: Dr. Ir Nugroho Triwaskito, MP, IPU. Advisor II:Drs. Amir Syarifuddin, MP.Good forest management will have an impact on the economic and ecological conditionsof the communities surrounding the forest. Pine sap has a high economic value as asuperior commodity is expected to be able to support the increase in the economic valueof the community, while elephant grass is one of the types of grass that is a source offorage, the more the number of livestock population, the forage needs are increasing.Based on the description above, this study aims to determine the utilization of pine sapand elephant grass carried out by the people of Pandesari Village BKPH Pujon MalangKPH as well as to calculate the effect of potential pine sap and elephant grass on theincome of Pandesari Village BKPH Pujon Malang KPH. This research was conducted forone month in February 2019 in Pandesari Village BKPH Pujon KPH Malang. The methodused in this research is quantitative with data collection methods with survey,observation and interview techniques. Then the data obtained were analyzed usingdescriptive quantitative followed by BC Ratio analysis. Based on data from the results ofthis study indicate that Pandesari Village community has a dependency of life in theforest through the use of pine resin and elephant grass. The results of the utilization ofpine sap have a high enough selling value so that it can improve the economy and canincrease the income of the Pandesari Village Community. A set of grass is used as animalfeed and helps reduce public expenditure. Utilization of non-timber forest products tocommunity income can be known by calculating a Benefit Cost Ratio (BCR) of value 1from respondents who have BCR 1.Keywords : Pine sap, Elephant grass, Benefit Cost Ratio.xiii

DAFTAR PUSTAKAArief, A. 2001. Hutan dan Kehutanan. Kanisius. Yogyakarta.Balick, M. J. and R. Mendelsohn. 1992. Assessing the Economic value ofTraditional Medicines From Tropical Rain Forests. ConcervationBiology 6:28-30.Birgantoro BA, Nurrochmat DR. 2007. Pemanfaatan sumberdaya hutan olehmasyarakat di KPH Banyuwangi Utara. Jurnal Manajemen Hutan Tropika13 (3): 172-181Departemen Kehutanan Republik Indonesia. 2006. Undang-Undang KehutananNomor 41tahun 1999. cetakan 1. Pustaka Pelajar. Jakarta.Djaenudin. 1994. Kesesuaian lahan untuk tanaman pertanian dan tanamankehutanan.Laporan teknis pusat penelitian tanah dan agroklimat,Bogor.Departemen Kehutanan. 2007. Pedoman Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayudalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat di dalam dan di SekitarKawasan Konservasi.Ella, A.2002. Produktivitas dan Nilai Nutrisi Beberapa Renis Rumput danLeguminosa Pakan yang Ditanam pada Lahan Kering Iklim Basah. BalaiPengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan, Makassar.Hartono, B. 2005. Struktur Pendapatan Peternak Sapi Perah Rakyat: Studi KasusDesa Pandesari,Kecamatan Pujon,Kabupaten Malang.FakultasPeternakan Universitas Brawijaya. Malang.Indrawan M, Primack RB, Supriatna J. 2007. Biologi Konservasi. Yayasa OborIndonesia. Jakarta.Ibrahim El. 2009. Keragaan kelembagaan adat agroforestry dusun. Studi kasus diNegeri Liang Kabupaten Maluku Tengah dan Negeri WerinamaKabupaten Seram bagian timur [tesis]. Sekolah Pascasarjana InstitutPertanian Bogor. Bogor.Irawanti, S., A. P. Suka, S. Ekawati. 2012. Peranan kayu dan hasil bukan kayudari hutanrakyat pada pemilikan lahan sempit : Kasus KabupatenPati. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan. 9(3) : 113-125p.Jacobson MG, Shiba PK. 2012. NTFP income contribution to household economyand related socio-economic factors: Lessons from Bangladesh. For PolEcon 14: 136-142.26

Kleden, E., Yuyun, I., Liz, C. 2009. Forests for the Future: Indigenous forestmanagement inachanging world, Aliansi Masyarakat AdatNusantara (AMAN)- Down to Earth (DTE): JakartaKhairida. 2002. Pemasaran hasil buah pohon serbaguna dengan pola agroforestrydi PropinsiLampung [tesis]. Program Pascasarjana, Institut PertanianBogor. Bogor.Keputusan Presiden nomor 23 tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung.Marissa. 2010. Analisis Pendapatan Usaha Tani Tebu di PT. PG Rajawali IIUnitPG. Tersana Baru, Babakan, Cirebon, Jawa Barat, [ Skripsi].Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.Moko, H. (2008). Menggalakkan hasil hutan bukan kayu sebagai produkunggulan. Informasi Teknis Balai Besar Penelitian Bioteknologi danPemuliaan Tanaman Hutan, 6(2), 1–5.Nurfatriani F. 2006. Konsep Nilai Ekonomi Total dan Metode PenilaianSumberdaya Hutan. Bogor. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi danKebijakan KehutananNjurumana, G. N. D. dan T. Butarbutar. 2008. Prospek pengembangan hasil hutanbukan kayu berbasis agroforestri untuk peningkatan dan diversifikasipendapatan masyarakat di Timor Barat. Jurnal Info Hutan. V(1):53 62.MulianiSri.2014.Getah Pinus. analisis-pendapata petani-penyadap-geta-0ae6688f.pdf. Di aksesNovember 2018.30Palmolina, M. (2014). Peranan hasil hutan bukan kayu dalam pembangunan hutankemasyarakatan di Perbukitan Menoreh (Studi Kasus di Desa Hargorejo,Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta). Jurnal Ilmu Kehutanan, 8(2), 117–127.Pemerintah Desa Pandesari.2017. Profil Desa Pandesari. Malang.Primack, R. B. 1993. Essentials of Conservation Biology. Sinauer Associates.Massachusets, USA.Salaka, F. J., Nugroho, B., & Nurrochmat, D. R. (2012). Strategi kebijakanpemasaran hasilhutan bukan kayu di Kabupaten Seram BagianBarat, Provinsi MalukuSetiawan O & Narendra BH. 2012. Sistem perakaran bidara laut (Strychnos lucidaR.Br) untuk pengendalian tanah longsor. Jurnal Penelitian KehutananWallacea 1(1), 5061.Sevilla, Consuelo G. et. Al.2007. Research Methods. Rex Printing Company.Quezon City. & Hartanto, R. 2003. Agribisnis Peternakan. Penebar27

Swadaya. Jakarta.Sirait, J. 2017. Rumput Gajah Mini ( Pennisetum Purpureum CV. Mont) SebagaiHijauan Pakan Untuk Ruminansia. Loka Penlitian Kambing Potong, POBox I Sei Putih, Galang 205885, Sumatera Utara.Soekartawi. 2006. Analisis Untuk MengukurEkonomi. Universitas Brawijaya. Malang.Kelayakan Usaha.FakultasSugiono, (2005). Metode Penelitian Bisnis, Penerbit Alfabeta, Bandung.Suhendang E. 2002. Pengantar Ilmu Kehutanan. Bogor: Yayasan PenerbitFakultas Kehutanan (YPFK).Sudarmalik, Rochmayanto Y, Purnomo. 2006. Peranan beberapa hasil hutanbukan kayu (HHBK) di Riau dan Sumatera Barat. Prosiding SeminarHasil Litbang Hasil Hutan 2006: 199-219.Sumadiwangsa, S dan Setyawan. 2001. Masalah HHBK di Propinsi Jambi.Laporan Perjalanan Dinas. Pusat Litbang Hasil Hutan. Bogor.Waluyo Kt, 2013. Rencana Dan Progres Penelitian Pengelolaan HHBK LingkupBadan Litbang Kehutanan. Prosiding Seminar Nasional HHBK. PerananHasil Litbang Hasil HutanBukanKayuDalamMendukungPembangunan Kehutanan. 12 September2012,Mataram.PusatPenelitian Dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan. BadanPenelitian Dan Pengembangan Kehutanan, Kementrian Kehutanan, Bogor,20-26.Wibowo, W. 2011. “Cara Cerdas Menulis Artikel Ilmiah”.Kompas. JakartaWulandari, S.2012.Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Minat Berwirausaha padaSiswa Kelas XII di SMK Negeri 1 Surabaya. Jurnal Pendidikan TataNiaga. Vol.1 No.1 :1-20.28

29

Dalam penulisan skripsi ini meliputi : Bab I: Latar belakang, tujuan dan manfaat penelitian. Bab II: Tinjauan Pustaka. Bab III: Metodelogi penelitian yang terdiri dari waktu dan tempat penelitian, metode penelitian, metode pengambilan sampel, metode pengolahan data, dan analisis data. Bab IV: Hasil penelitian dan

Related Documents:

1. Hutan yang digunakan untuk melindungi hewan-hewan langka disebut a. Taman baru b. Hutan suaka alam c. Hutan lindung d. Hutan cagar alam e. Hutan buatan 2. erikut ini yang bukan merupakan fungsi hutan ialah a. Melindungi plasma nutfah b. Menampung dan menyimpan air hujan c. Melindungi bahaya erosi dan longsor lahan d.

tutupan hutan di hutan produksi. Luas restorasi ekosistem di hutan produksi meningkat setiap tahun 450.000 Ha 778.361,26 Ha 150,00*) Meningkatnya sumbangan hutan produksi (termasuk industri) pada devisa dan penerimaan negara Sumbangan hutan produksi (termasuk industri) pada devisa

kerusakan pada tanah dan tegakan tinggal, meningkatkan efisiensi pemanfaatan hasil hutan kayu, serta meminimalkan dampak pemanenan hutan terhadap aspek ekologi dan sosial. Adanya Pedoman RIL diharapkan pemanenan hasil hutan kayu dapat dilaksanakan secara efektif sehingga mencapai tingkat produktivit

yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan sebagai hutan tetap.1 Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomi, ekologi dan sosial yang tinggi, Hutan juga berfungsi sebagai paru-paru dunia dan sistem penyangga . kemampuan produktivitas lestarinya,

Selain fungsi ekonomi dan sosial, hutan rakyat juga memberikan fungsi ekologi. Hutan rakyat dapat membuat iklim mikro (micro climate) daerah di dalam dan sekitar hutan sehingga memberikan suasana sejuk dan indah. Hutan rakyat juga memberikan sumbangsih terhadap penyerapan emisi car

3.1.3 Kelompok 2: Hutan tanaman menghambat pembangunan lokal 16 3.1.4 Kelompok 3: Kecewa 17 3.2 Survei Rumah Tangga 17 3.2.1 Interaksi ketenagakerjaan dan pemanfaatan lahan hutan tanaman 17 3.2.2 Jasa dan manfaat 20 3.2.3 Dampak negatif 22 3.2.4 Evolusi persepsi dan perubahan bentang alam 23 4 Diskusi 25 4.1 Pelajaran dari metode Q 25

2.5 Pemanfaatan Teknologi Informasi 2.5.1 Pengertian Pemanfaatan Teknologi Informasi Menurut Ellyana dkk (2009) Pemanfaatan teknologi informasi tersebut mencakup adanya (a) pengolahan data, pengelolaan informasi, sistem manajemen dan proses kerja secara elektronik, dan (b) pemanfaatan kemajuan teknologi informasi agar pelayanan publik dapat

Cold War 2001: China joins the World Trade Organization 2010: China overtakes Japan as world’s 2nd largest economy 2013: Belt and Road Initiative* announced 2015: Made in China (MIC) 2025 program** announced 2018: Seminal U.S. vice-presidential speech on China 2005: First U.S.-China Strategic Dialogue Key historical events in the U.S.-China strategic rivalry * Belt and Road Initiative (BRI .