PM -36 Analisis Keterampilan Memberi Penguatan Dan .

3y ago
49 Views
2 Downloads
327.77 KB
6 Pages
Last View : 28d ago
Last Download : 6m ago
Upload by : Elise Ammons
Transcription

SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015PM -36Analisis Keterampilan Memberi Penguatan DanMengadakan Variasi Pelajaran Pada Program LatihanProfesi (PLP)Novi Andri Nurcahyono1, Eka Novarina21,2Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Muhammadiyah Sukabumi1nanurcahyono@gmail.com, 2novarinaeka14@yahoo.comAbstrak— Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan dalammemberi penguatan dan mengadakan variasi pelajaran mahasiswa pendidikanmatematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas MuhammadiyahSukabumi (FKIP UMMI) dalam pelaksanaan Program Pelatihan Profesi (PLP) tahunakademik 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus.Subjek penelitian ini terdiri dari dua orang mahasiswa program studi pendidikanmatematika FKIP yang sedang melaksanakan PLP di sekolah. Dua orang tersebutterdiri dari 1 orang yang memiliki kemampuan akademik tinggi (subjek-FU) dan 1orang memiliki kemampuan akademik rendah (subjek-DR). Pemilihan subjekdilakukan dengan cara purposive sampling. Pengambilan data dilakukan sebanyak 2kali pada setiap subjek yaitu pada tahap I dan pada tahap II dengan menggunakanlembar observasi dan handycam, sehingga diperoleh 4 rekaman pada setiap subjekpenelitian. Proses analisis data dimulai dengan mengkaji seluruh data yang tersediadari rekaman pembelajaran pada kegiatan PLP. Tahapan analasis data dalampenelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Sedangkan uji validitas data dilaksanakan dengan member check. Kesimpulan daripenelitian ini adalah sebagai berikut: (1) prosentase penguasaan keterampilan dalammemberi penguatan subjek-FU sebesar 91,67% sedangkan subjek-DR sebesar58,31%, (2) prosentase penguasaan keterampilan mengadakan variasi pelajaransubjek-FU sebesar 75,00% sedangkan subjek-DR sebesar 49,98%.Kata kunci: Kegiatan PLP, Keterampilan Memberi Penguatan, KeterampilanMengadakan Variasi Pelajaran, Pembelajaran Matematika.I.PENDAHULUANPerubahan yang sangat pesat terjadi dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, politik, ilmupengetahuan, teknologi, dan budaya. Seiring perubahan yang pesat tersebut, maka pendidikan harusmampu mengembangkan kemampuan dan keterampilan yang berguna untuk memecahkan berbagaipermasalahan yang ada dalam kehidupan. Hal ini disebabkan karena pendidikan memiliki peran pentingdalam membantu mempersiapkan generasi masa depan, baik secara individual maupun kelompok agarmampu hidup secara produktif di tengah masyarakat dengan berbagai problematika yang dihadapinya.Di Jawa Barat khususnya Kota Sukabumi, dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan, gurutidak terlepas dari berbagai hal yang berkaitan dengan eksistensinya. Olaleye, F. O. (2011) berpendapatbahwa “the quality of the educational system depends on the quality of its teaching staff and that a schoolwithout human resources may not to be able to achieve the goal and objectives of the educationalsystem”. Berdasarkan pendapat tersebut, diketahui bahwa kualitas dari sistem pendidikan tergantung darikualitas tenaga pengajar dan sebuah sekolah tanpa sumber daya mustahil dapat mencapai tujuan dansasaran sistem pendidikan. Sehingga dalam hal ini, guru memiliki peranan yang sangat penting agartujuan pendidikan dapat tercapai.Guru dituntut untuk memberikan segala yang terbaik untuk siswanya, sehingga tidak jarang gurumemiliki peran ganda bahkan multifungsi dalam dunia pendidikan. Selain sebagai tenaga pendidik yangbertugas mentransformasi ilmu pengetahuan yang dimilikinya, guru juga bertugas sebagai orang keduasetelah orang tua yang mampu menjaga moral siswanya. Oleh karena itu, kualitas sumber daya manusiabagi tenaga kependidikan yang dalam ini adalah guru perlu ditingkatkan. Hasil penelitian Algozinne(2007) mengatakan bahwa, “Ensuring a qualified teacher in every classroom is a central part of the latestagenda to strengthen public education and maximize student achievement”. Hal ini berarti untukmemperkuat pendidikan dan memaksimalkan prestasi siswa maka perlu memastikan kualitas guru dalamtiap-tiap kelas.249

ISBN. 978-602-73403-0-5Pemerintah telah melakukan berbagai upaya guna meningkatkan kualitas guru. Salah satu upayayang dilakukan tersebut yaitu menyiapkan tenaga kependidikan sejak dini melalui Lembaga Pendidikandan Tenaga Kependidikan (LPTK). LPTK merupakan suatu lembaga yang menghasilkan tenaga-tenagakependidikan (guru) yang berguna untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. Di dalam LPTK,berbagai pengetahuan, sikap dan keterampilan diberikan kepada calon tenaga pendidik yang dalam hal iniadalah mahasiswa agar nantinya mahasiswa dapat menjadi guru yang profesional. Secara spesifik matakuliah yang terdapat dalam LPTK berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya. Salah satu mata kuliahyang membedakan tersebut yaitu mata kuliah Program Latihan Profesi (PLP).PLP merupakan mata kuliah yang wajib diambil oleh semua mahasiswa Fakultas Kegururan danIlmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (FKIP UMMI) guna memperoleh gelar sarjanaPendidikan. Dalam mata kuliah PLP mahasiswa dituntut untuk menerapkan berbagai pengetahuan, sikapdan keterampilan yang diperoleh selama menjalani perkuliahan di kelas. Oleh karena itu, denganmelakukan kegiatan PLP diharapkan mahasiswa dapat memperoleh kompetensi-kompetensi keguruanyang sudah ditetapkan. Dengan tercapainya kompetensi guru makanya guru tersebut memilikikemampuan yang baik dalam bidang pendidikan. Sebagaimana pendapat Selvi, K. (2010) yangmenyatakan bahwa, “Teachers competencies have been broadening with respect to reform studies ineducation, development of teacher education, scientific results of educational science and other fields”.Kompetensi guru telah memperluas sehubungan dengan mereformasi studi di bidang pendidikan,pengembangan pendidikan guru, hasil ilmiah ilmu pendidikan dan bidang lainnya. Namun, masih banyakguru yang merespon negatif tentang kegiatan ini.Respon negatif muncul akibat kurang percayanya guru pamong terhadap keterampilan dasarmahasiswa untuk mengajar di dalam kelas. Respon negatif ini tercermin pada kurang pahamnya siswaakan materi yang disampaikan oleh mahasiswa, sehingga guru pamong harus mengulang kembali materitersebut. Berdasarkan wawancara dengan salah seorang guru yang sudah pernah menjadi guru pamong,terungkap bahwa masih kurangnya keterampilan dasar mengajar yang dimiliki mahasiswa. Hal ini didugaterjadi karena masih sulitnya mahasiswa menjelaskan materi kepada siswa. Kurangnya persiapan yangdilakukan mahasiswa, kurang tepatnya mahasiswa dalam memilih model pembelajaran dan mediapembelajaran, serta kurang tepatnya mahasiswa dalam melakukan evaluasi pembelajaran kemungkinanmenjadi penyebab siswa kurang dapat memahami materi yang disampaikan oleh mahasiswa.Idealnya ketika terjun ke lapangan mahasiswa mampu mengaplikasikan semua pengetahuannyayang didapat dari bangku perkuliahan, karena sesungguhnya PLP ini merupakan tindak lanjut dari matakuliah yang sebelumnya telah diperoleh, seperti mata kuliah perencanaan pembelajaran matematika,media pembelajaran matematika, microteaching dan mata kuliah matematika yang lainnya. Akan tetapipada faktanya kondisi di lapangan berbeda. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepadamahasiswa yang sebelumnya telah melakukan kegiatan PPL, mengungkapkan bahwa terjadi banyakperbedaan antara situasi yang mereka harapkan dengan situasi lapangan sesungguhnya. Seperti kurangnyafasilitas yang dimiliki sekolah, yang menyebabkan kurang optimalnya mahasiswa dalam melakukankegiatan pembelajaran.Adanya kemuungkinan-kemungkinan yang menjadi penyebab tersebut perlu mendapat perhatian.Kekurangan yang dilakukan mahasiswa dalam mengajar tersebut perlu diidentifikasi. Informasi tentangketerampilan dasar mengajar mahasiswa dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi-kompetensimahasiswa dan akhirnya diharapkan dapat menjadi guru profesional.Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana keterampilan dasar mengajar mahasiswapendidikan matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sukabumi(FKIP UMMI) dalam pelaksanaan Program Pelatihan Profesi (PLP) tahun akademik 2014/2015? Adapuntujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keterampilan dasar mengajar mahasiswa pendidikanmatematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (FKIPUMMI) dalam pelaksanaan Program Pelatihan Profesi (PLP) tahun akademik 2014/2015. Selanjutnyapenelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Muhammadiyah Sukabumi khususnya program studi pendidikan matematika dalampelaksanaan kegiatan PLP.II.METODE PENELITIANPenelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMMI dan beberapasekolah mitra PLP FKIP UMMI. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini menekankanpada penggambaran keterampilan dasar mengajar mahasiswa dalam kegiatan PLP, sehingga deskriptifkualitatif berjenis studi kasus digunakan sebagai teknik analisis data. Subjek dalam penelitian ini adalahdua orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMMI yang sedang mengambil mata250

SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015kuliah PLP Tahun Akademik 2014/2015. Pemilihan subjek penelitian dari mahasiswa pendidikanmatematika tersebut menggunakan teknik purposive sampling, dengan pertimbangan: mempunyaikemampuan akademik tinggi atau kemampuan akademik rendah, dimungkinkan berpotensi memenuhidelapan indikator keterampilan dasar mengajar, dan mempunyai kemampuan berkomunikasi secara verbaldengan baik. Data dalam penelitian ini berupa wujud kata-kata dan tindakan yang mencerminkanketerampilan dasar mengajar mahasiswa pendidikan matematika ketika melaksanakan pengajaran padakegiatan PLP. Sumber data dalam penelitian ini adalah kata-kata dan tindakan mahasiswa ketika mengajarpada kegiatan PLP. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan pada natural setting (kondisi yangalamiah). Pada penelitian ini, peneliti menggunakan observasi partisipatif pasif. Peneliti mengisi lembarobservasi berisi aspek-aspek yang diamati dalam pengajaran pada kegiatan PLP. Penelitimendokumentasikan pembelajaran menggunakan alat perekam berupa handycam untuk mengantisipasiadanya informasi yang terlewat pada saat peneliti melakukan pengambilan data. Pengambilan data padasetiap subjek dalam kegiatan PLP dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada tahap I dan pada tahap II. Sehinggadiperoleh 4 rekaman pada setiap subjek penelitian. instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri.Instrumen bantu berupa alat perekam format video yaitu handycam. Validitas atau keabsahan data dariketerampilan dasar mengajar dapat diperiksa melalui pengecekan anggota (membercheck). Proses analisisdata mengikuti tiga tahapan analisis yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), danpenarikan kesimpulan/verifikasi (conclusion drawing/verification).III.HASIL DAN PEMBAHASANA. Hasil PenelitianRangkuman hasil penelitian tersaji dalam tabel berikut.Tabel 1. Rangkuman Hasil PenelitianNo.12KategoriIKeterampilan Memberi PenguatanMenggunakan penguatan verbal yang berupa kata -kata/kalimat pujian, persetujuan, atau penghargaanMemberi penguatan dengan mimik, gerak badan, mendekati, dan kontak terhadap respon positif siswaMemberi penguatan dengan simbol atau benda yang relevan dan rasional Keterampilan Mengadakan variasiVariasi dalam gaya mengajar guru (suara, mimik dan gerak, kesenyapan, kontak pandang, perubahan posisi, memusatkan pada butir penting)Menggunakan variasi penggunaan media pembelajaran (variasi visual, oral,media yang dapat dipegang atau dimanipulasi) yang terkait dengan materipembelajaranVariasi pola interaksi dan kegiatan siswa (menganeka ragamkan kegiatan belajar siswa)Subjek-FUII III IVISubjek-DRII III IV - -- - -- - - - ---- - Keterangan: : Dilakukan- : Tidak DilakukanB. PembahasanBerdasarkan hasil analisis data, keterampilan dasar mengajar mahasiswa pendidikan matematika yangberkemampuan akademik tinggi (subjek-FU) dan rendah (subjek-DR) dapat didekripsikan sebagaiberikut.1. Keterampilan Memberi Penguatan Subjek-FUBerdasarkan tabel 1. semua aspek pada keterampilan memberi penguatan teramati pernah dilakukanoleh subjek-FU. Pada aspek menggunakan penguatan dengan verbal dan dengan gerakan tubuh, subjekFU teramati melakukannya pada setiap pengambilan data. Sedangkan pada aspek memberi penguatandengan simbol atau benda, subjek-FU teramati melakukannya pada pengambilan data ke1, ke2, dan ke4.Aspek-aspek tersebut sesuai dengan pendapat Suherman, E. dkk. (2003: 191) yang mengatakan bahwapenguatan adalah dorongan bagi siswa untuk meningkatkan penampilannya, serta dapat meningkatkanperhatiannya. Pada aspek menggunakan penguatan dengan verbal, subjek-FU menggunakan kata “sip”dan “bagus” untuk siswa yang menjawab dengan benar. Pada aspek memberikan penguatan dengan geraktubuh, subjek-FU memberikan tepuk tangan, tersenyum, atau mendekati siswa yang menjawab denganbenar. Pada aspek memberikan penguatan dengan simbol atau benda, subjek-FU memberi nilai/poin ataukata-kata pada lembar pekerjaan siswa. sedangkan saat pengambilan data ke3 subjek-FU tidak251

ISBN. 978-602-73403-0-5memberikan penguatan dengan simbol atau benda. Dalam persen, keterampilan memberi penguatansubjek-FU adalah 33,33% untuk aspek memberi penguatan dengan verbal, 33,33% untuk aspekmemberikan penguatan dengan gerak tubuh, 25% untuk aspek memberikan penguatan dengan simbol ataubenda. Dengan demikian keterampilan memberi penguatan yang telah dikuasai subjek-FU dalam kegiatanPLP sebesar 91,67%. Secara lebih jelas, hal ini dapat dilihat pada diagram berikut.Keterampilan MemeberiPenguatanKeterampilan MemberiPenguatanC25.00%Menguasai Tidak Menguasai8.33%A33.33%B33.33%91.67%GAMBAR 1. Diagram Keterampilan Memberikan Penguatan Subjek-FUKeterangan:A Menggunakan penguatan verbal yang berupa kata -kata/kalimat pujian, persetujuan, ataupenghargaanB Memberi penguatan dengan mimik, gerak badan, mendekati, dan kontak terhadap respon positifsiswaC Memberi penguatan dengan simbol atau benda yang relevan dan rasional2.Keterampilan Mengadakan Variasi Subjek-FUBerdasarkan tabel 1, semua aspek pada keterampilan mengadakan variasi teramati pernah dilakukanoleh subjek-FU. Pada aspek variasi pola interaksi dan kegiatan siswa, subjek-FU teramati melakukannyapada setiap pengambilan data. Pada aspek variasi dalam gaya mengajar, subjek-FU teramatimelakukannya saat pengambilan data ke1, ke3, dan ke4. Sedangkan pada aspek menggunakan variasipenggunaan media pembelajaran, subjek-FU teramati melakukannya pada pengambilan data ke3 dan ke4.Pada aspek variasi dalam gaya mengajar, subjek-FU memberikan kesenyapan, melakukan kontakpandang, dan aktif bergerak. Pada aspek variasi penggunaan media pembelajaran, saat pengambilan datake1 dan ke2 subjek-FU hanya menggunakan media dua dimensi (gambar di papan tulis). Saatpengambilan data ke3 dan ke4 subjek-FU selain menggunakan media 2 dimensi juga digunakan mediapembelajaran 3 dimensi.Pada aspek variasi pola interaksi dan kegiatan siswa, subjek-FU menggunakanmetode ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Dalam persen, keterampilan mengadkan variasi subjek-FUadalah 25% untuk aspek variasi gaya mengajar, 16,67% untuk aspek variasi penggunaan media, 33,33%untuk aspek variasi pola interaksi. Dengan demikian keterampilan mengadakan variasi yang telahdikuasai subjek-FU dalam kegiatan PLP sebesar 75%. Secara lebih jelas, hal ini dapat dilihat padadiagram berikut.KeterampilanMengadakan VariasiMenguasaiKeterampilan MengadakanVariasiA25.00%Tidak MenguasaiC33.33%25.00%B16.67%75.00%GAMBAR 2. Diagram Keterampilan Mengadakan Variasi Subjek-FU252

SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015Keterangan:A Variasi dalam gaya mengajar guru (suara, mimik dan gerak, kesenyapan, kontak pandang,perubahan posisi, memusatkan pada butir penting)B Menggunakan variasi penggunaan media pembelajaran (variasi visual, oral, media yang dapatdipegang atau dimanipulasi) yang terkait dengan materi pembelajaranC Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa (menganeka ragamkan kegiatan belajar siswa)3.Keterampilan Memberi Penguatan Subjek-DRBerdasarkan tabel 4.66, semua aspek pada keterampilan memberi penguatan teramati pernahdilakukan oleh subjek-DR. Pada aspek menggunakan penguatan dengan verbal, subjek-DR teramatimelakukannya saat pengambilan data ke2. Pada aspek menggunakan penguatan dengan gerak tubuh,subjek-DR teramati melakukannya pada setiap pengambilan data. Sedangkan pada aspek memberipenguatan dengan simbol atau benda, subjek-DR teramati melakukannya pada pengambilan data ke3 danke4. Aspek-aspek tersebut sesuai dengan pendapat Suherman, E. dkk. (2003: 191) yang mengatakanbahwa penguatan adalah dorongan bagi siswa untuk meningkatkan penampilannya, serta dapatmeningkatkan perhatiannya. Pada aspek menggunakan penguatan dengan verbal, subjek-DRmenggunakan kata “bagus” untuk siswa yang menjawab dengan benar. Pada aspek memberikanpenguatan dengan gerak tubuh, subjek-DR memberikan tepuk tangan, tersenyum, atau mendekatimelakukan kontak pandang dengan siswa yang menjawab dengan benar. Pada aspek memberikanpenguatan dengan simbol atau benda, subjek-DR memberi nilai/poin pada lembar pekerjaan siswa. Dalampersen, keterampilan memberi penguatan subjek-DR adalah 8,33% untuk aspek memberi penguatandengan verbal, 33,32% untuk aspek memberikan penguatan dengan gerak tubuh, 16,66% untuk aspekmemberikan penguatan dengan simbol atau benda. Dengan demikian keterampilan memberi penguatanyang telah dikuasai subjek-DR dalam kegiatan PLP sebesar 58,31%. Secara lebih jelas, hal ini dapatdilihat pada diagram berikut.Keterampilan MemberiPenguatanMenguasai41.69%Keterampilan MemeberiPenguatanA8.33%C16.66%Tidak MenguasaiB33.32%58.31%GAMBAR 3. Diagram Keterampilan Memberi Penguatan Subjek-DRKeterangan:A Menggunakan penguatan verbal yang berupa kata -kata/kalimat pujian, persetujuan, ataupenghargaanB Memberi penguatan dengan mimik, gerak badan, mendekati, dan kontak terhadap respon positifsiswaC Memberi penguatan dengan simbol atau benda yang relevan dan rasional4. Keterampilan Memberi Penguatan Subjek-DRBerdasarkan tabel 4.66, tidak semua aspek pada keterampilan mengadakan variasi teramati pernahdilakukan oleh subjek-DR. Pada aspek penggunaan media pembelajaran, subjek-DR tidak teramatimelakukannya pada setiap pengambilan data. Pada aspek variasi dalam gaya mengajar, subjek-DR teramatimelakukannya saat pengambilan data ke2, ke3, dan ke4. Sedangkan pada aspek menggunakan variasi polainteraksi dan kegiatan siswa, subjek-DR teramati melakukannya pada pengambilan data ke1, ke2, dan ke4.Pada aspek variasi dalam gaya mengajar, subjek-DR memberikan perubahan volume suara, posisi, mimikmuka, dan pandangan. Pada aspek variasi penggunaan media pembelajaran, subjek-DR tidak teramatimenggunakan media pembelajaran. Pada aspek variasi pola interaksi dan kegiatan siswa, subjek-DRmenggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Dalam persen, keterampilan mengadakan variasisubjek-DR adalah 24,99% untuk aspek variasi gaya mengajar, 0% untuk aspek variasi penggunaan media,253

ISBN. 978-602-73403-0-524,99% untuk aspek variasi pola interaksi. Dengan demikian keterampilan mengadakan variasi yang telahdikuasai subjek-DR dalam kegiatan PLP sebesar 49,98%. Secara lebih jelas, hal ini dapat dilihat padadiagram berikut.KeterampilanMengadakan VariasiMenguasaiKeterampilan Mengadakan VariasiTidak MenguasaiC24.99%50.02%A24.99%49.98%B0.00%GAMBAR 4. Diagram Keterampilan Mengadakan Variasi Subjek-DRKeterangan:A Variasi dalam gaya mengajar guru (suara, mimik dan gerak, kesenyapan, kontak pandang,perubahan posisi, memusatkan pada butir penting)B Menggunakan variasi penggunaan media pembelajaran (variasi visual, oral, media yang dapatdipegang atau dimanipulasi) yang terkait dengan materi pembelajaranC Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa (menganeka ragamkan kegiatan belajar siswa)IV.SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data, keterampilan dasar mengajar mahasiswa pendidikan matematika yang berkemampuan akademik tinggi (subjek-FU) dan rendah (subjek-DR) dapat didekripsikan sebagai berikut. 1. Keterampilan Memberi Penguatan Subjek-FU Berdasarkan tabel 1. semua aspek pada keterampilan

Related Documents:

keterampilan mengadakan variasi (variation skills), keterampilan menjelaskan (explanning skills), keterampilan membuka dan menutup pelajaran (set induction and closer), keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, serta keterampilam mengajar perseorangan.Untuk menjadi seorang guru, keterampilan guru seharus

dan menempatkan keterampilan‐keterampilan itu dalam situasi yang sesuai. Asumsi ini berimplikasi adanya keterampilan‐keterampilan generik esensial guru IPA yang dapat diamati supervisor, misalnya: “keterampilan memotivasi”, “keterampilan bertanya dasar dan lanjutan”, “keteramp

keterampilan membuka dan menutup pelajaran, (6) keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, (7) keterampilan mengelola kelas, dan (8) keterampilan mengajar perseorangan. Delapan keterampilan dasar mengajar dapat diamati pada saat tampil mengajar di depan kelas dengan menggunakan lemb

ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PELAKSANAAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR I TERHADAP MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA UIN RADEN INTAN LAMPUNG Oleh : Mega Yati Lestari Keterampilan yang terdapat pada proses pembelajaran sains adalah keterampilan proses sains dalam proses ini mahasiswa dituntut untuk mengalami

Analisis Keterampilan Dasar Mengajar Guru dalam Pembelajaran di Kelas IV SD Negeri 03 Nglebak Tahun Pelajaran 2016/2017. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Muhammadiyah Surakarta. Oktober, 2017. Penelitian ini untuk mendeskripsikan: 1) Pelaksanaan keterampilan dasar mengajar guru keterampilan dasar mengajar guru apa saja .

pijakan dalam pembahasan selanjutnya, maka penulis akan menguraikan istilah-istilah utama yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: 1. Implementasi Keterampilan Memberi Penguatan (Reinforcement) Implementasi merupakan suatu proses penerapan ide, konsep, kebijakan, atau inovasi dalam bentuk tindakan praktis sehingga memberikan

banyak keterampilan motorik yang dimiliki anak semakin baik pula prestasi di sekolah.8 David Gaul menyatakan kemampuan keterampilan motorik halus merupakan komponen penting dari berbagai kegiatan kehidupan sehari-hari seperti berpakaian, memberi makan atau bermain. Keterampilan motorik yang

Provide laminates for the bearings that comply with ASTM A 36, AASHTO M 270 (ASTM A 709) Grade 36, ASTM A 1011 SS Grade 36 or A 1008 SS Grade 40, unless otherwise specified in the Contract Documents. d. PTFE/Elastomeric Sliding Bearings. Provide an elastomeric portion satisfying subsection 1701.2(c).