PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA BERSASIS KOMPETENSI DI CV . - Wiraraja

2y ago
33 Views
3 Downloads
921.32 KB
21 Pages
Last View : 2d ago
Last Download : 6m ago
Upload by : Bria Koontz
Transcription

PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA BERSASISKOMPETENSI DI CV. LASKAR KACA SENIARTIKEL SKRIPSIOleh :WASIUR RAHMANNPM : 715.2.1.1883Program Studi ManajemenFAKULTAS EKONOMI DAN BISNISUNIVERSITAS WIRARAJA2019i

ii

iii

PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA BERBASISKOMPETENSI DI CV. LASKAR KACA SENIWASIUR RAHMANRUSNANIPROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNISUNIVERSITAS WIRARAJA SUMENEPE-mail: wasiurrahman468@gmail.comE-mail: rusnani08@gmail.comAbstrakWASIUR RAHMAN 2019 Penerapan Sistem Manajemen Kinerja BerbasisKompetensi di CV. Laskar Kaca Seni. Skripsi, Prodi Manajemen, FakultasEkonomi dan Bisnis, Universitas Wiraraja Sumenep. Dosen Pembimbing :Rusnani. SE., MMSistem manajemen kinerja merupakan proses pengukuran kinerja yangakan memberikan umpan balik bagi perencanaan strategis yang dilakukanperusahaan. Dalam penelitian ini dilakukan mengenai penerapan sistemmanajemen kinerja berbasis kompetensi di CV. Laskar Kaca Seni. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui penerapan sistem manajemen kinerja berbasiskompetensi di CV. Laskar Kaca Seni dengan harapan agar dapat meminimalisirtingkat ketidak disiplinan karyawan dalam berekja, menejelaskan danmendeskripsikan penerapan sistem manajemen kinerja berbasis kompetensi diCV. Laskar Kaca Seni, serta faktor pendukung dan penghambat penerapan sistemmanajemen kinerja berbasis kompetensi di CV. Lascar Kaca Seni. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknikpengumpulan data (observasi, dokumentasi, dan wawancara) sedangkan teknikanalisis datanya menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian datadan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistemmanajemen kinerja di CV. Laskar Kaca Seni termasuk dalam pola pengelolaanmanajemen sumber daya manusia berbsis kompetensiKata kunci : sistem manajemen kinerja, kompetensi1

2AbstractWASIUR RAHMAN 2019 Application of competency based performancemanagement system in CV. Art Glass Warriors. Thesis, Management studyprogram, faculty of economics and business, Wiraraja Sumenep University.Advisor: Rusnani.SE., MM. Performance management system is a performancemeasurement process that will provide feedback for strategic planning carried outby the company. In this study conducted on the application of competency-basedperformance management systems in CV. Art Glass Warriors. This study aims todetermine the application of competency-based performance management systemsin CV. Laskar Kaca Seni with the hope that it can minimize the level of employeediscipline in working, explain and describe the application of competency-basedperformance management systems in the CV. Art Glass Warriors, as well assupporting and inhibiting factors for the implementation of competency-basedperformance management systems in CV. Lascar Glass Art. The method used inthis study is a qualitative method with data collection techniques (observation,documentation, and interviews) while the data analysis technique uses datacollection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The resultsof this study indicate that the performance management system in CV. LaskarKaca Seni is included in the pattern of human resource management based oncompetenceKeywords: performance management system, competencePENDAHULUANLatar BelakangSumber daya manusia temasuk kategori motor penggerak yang palingpenting dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Keberhasilan perusahaandalam mencapai tujuan bersama diperlukannya manajemen yang baik dan benarPenanganan khusus diperlukan, agar nantinya perusahaan atau sebuah organisasibenar- benar mampu mencapai tujuan yang di inginkan sesuai dengan yangdiharapkan. Apabila perusahaan atau suatu organisasi telah mampu atausetidaknya mendekati tujuan yang di inginkan, maka organisasi atau perusahaantersebut bisa dikategorikan kedalam organisasi atau perusahaan yang berjalan.Yang artinya perusahaan atau organisasi tersebut mampu menjalankan setiap

3kegiatan di berbagai aspeknya dengan baik dan benar. Dengan demikianpenerapan manajemen sumber daya manusia benar-benar harus diterapkan sebaikmungkin, baik di sebuah organisasi maupun suatu perusahaan.Sumber daya manusia (SDM) pada perusahaan merupakan pegawai ataukinerja yang membuat dan menghasilkan barang dan jasa, mengalokasikansumber daya finansial perusahan, menjaga mutu, serta membuat seluruh strategiuntuk mencapai tujuan sasaran perusahaan. Dengan demikian akan dapat disadaribahwa dalam suatu perusahaan, sumber daya manusia merupakan unsur yangpaling penting yang menentukan kinerja perusahaan.Dalam upaya meningkatkan kinerja perusahaan diperlukan adanya sistemmanajemen. Sistem manajemen itu sendiri merupakan suatu rancangan proses danprosedur yang dipergunakan dalam memastikan apakah suatu organisasi atauperusahaan dapat memenuhi standar dan menjalankan tugas-tugasnya dalammencapai tujuan organisasi. Tujuan suatu perusahaan atau organisasi dapat berubadalam memenuhi persyaratan kualitas yang diberikan pelanggan, mamatuhiperaturan baik peratran pemerintah, peraturan undang-undang Negara ataupunperaturan dari konsumen dan menggapai tujuan atau tanggung jawabnya terhadapnilai-nilai lingkungan hidup. Selain dari sistem manajemen, perusahaan juga harusmemperhatikan kinerja karyawan demi keberlangsungan perusahaan atauorganisasi.Kinerja adalah suatu gambaran tentang tingkat pencapaian pelaksanaansuatu program kegiatan atau kebijakan perusahaan dalam mewujudkan sasaranyang telah dibuat oleh organisasi atau perusahaan. Kinerja bisa di ketahui dandiukur jika suatu individu atau sekelompok karyawan sudah mempunyai karakteratau standar keberhasilan kinrja yang ditetapkan perusahaan. Oleh sebab itu, jikatanpa target dan tujuan yang ditetapkan dalam pengukuran kinerja maka kinerjaseseorang tidak dapat diketahui bila tanpa tolak ukur keberhasilannya.sesungguhnya, karyawan juga bisa mengetahui seberapa besar kinerja merekasendiri melalui sarana informal, seperti halnya komentar dan penilaian yang baikatau buruk dari atasan, mitra kerja, bahkan bawahan, akan tetapi seharusnyapelayanan kinerja juga harus diukur melalui penilaian formal dan terstruktur

4(terukur). Namun pabila penilaian kinerja tersebut condong pada pengukuranformal yang berkelanjutan, maka penilaian tersebut justru akan lebih lengkap dandetail karna sifat-sifat yang berhubungan dengan pekerjaan, standar kerja, perilakudan hasil kerja bahkan juga termasuk tingkat absensi karyawan dapat dinilai.Penilaian kinerja karyawan juga bisa dilihat dari kompetensi mereka yangbisa menjadi tolak ukur bagi kinerja karyawan. Karena kompetensi itu sendirimerupakan kemampuan seorang karyawan dalam menjalankan tugas ataupekerjaan yang sesuai dengan jabatan yang ditempatinya. Dengan demikian,tekanannya terhadap kewenangan dan kemampuan seseorang atau karyawandalam mejalankan tugas-tugas pada suatu jabatan atau pekerjaan seseorangdidalam organisasi akan semakin meningkat dan lebih giat dengan penuhtanggung jawab yang telah dia terima dari atasannya. Dari segi itulah penilaiankinerja seseorang dapat dilihat dan diketahui apakah sudah sesuai denganprosedur yang telah ditetapkan perusahaan dan mencapai target yang telahdirancang sebelumnya yang ada dalam empat fungsi utama manajemen yangterkumpul dalam palnning, actuating, organizing dan controlling (POAC) prinsipini yang banyak dilakukan oleh organisasi dalam memajukan dan mengelolaorganisasi mereka.Salah satu contoh dari penjelasan diatas adalah CV Laskar Kaca Seni, yangdipimpin langsung oleh bpk surahwi dan bertempat di desa Gedang-Gedangkecamatan Batuputih. CV Lascar Kaca Seni merupakan sebuah perusahaan yangbergerak di bidang industri kaca ukir, yang menghasilkan berbagai macam motifdan ukiran kaca dari berbagai bentuk mulai dari bentuk hewan tumbuhan bahkankaligrafi cantik dengan kualitas yang tak meragukan lagi bagi konsumennya dansudah menyebar luas di seluruh pelosok Madura bahkan keluar Madura.Di CV. Laskar Kaca Seni terdapat 15 orang karyawan yang bekerjadibidang produksi yang bersentuhan langsung dengan kualitas ukiran kaca denganasas kekeluargaan. Artinya di CV. Laskar Kaca Seni karyawan disana direkrutberdasarkan kekeluargaan dengan tanpa adanya seleksi kemudian dilatih olehpeminpin agar dapat menjalankan pekerjaan yang diberikan peminpin. Di CVLaskar Kaca Seni terdapat beberapa kendala di antaranya dari segi kinerja sumber

5daya manusianya (SDM) yang kurang disiplin dalam bekerja yang mengakibatkanefektifitas perusahaan menurun dan juga adanya tuntutan perusahaan, perbaikan,serta peningkatan produktifitas yang menjadi tantangan bagi CV. Laskar KacaSeni untuk membuat sistem manajemen kinerja yang mempunyai daya saingtinggi dalam rangka mencapai visi dan misi perusahaan, CV. Laskar kaca seniperlu mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan programmanajemen sumber daya manusia berbasis kompetensi. dengan demikian ketidakdisiplinan karyawan di CV Laskar Kaca Seni berdampak pada tingkat produksiyang lambat dan berkurang akibatnya sering kerja lembur untuk mengejar targetdan waktu yang diberikan konsumen.Berdasarkan latar belakang diatas dengan beberapa permasalahan yang adadalam sumber daya manusia khususnya karyawan maka peneliti memberikanrumusan masalah yaitu bagaimana penrapan sistem manajemen kinerja di CV.Laskar Kaca Seni dan juga bagaimana kompetensi kinerja di CV. Laskar KacaSeni. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengangkat permasalah tersebutdengan judul “PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA BERBASISKOMPETENSI DI CV. LASKAR KACA SENI.Tujuan PenelitianTerdapat beberapa tujuan penelitian yang diinginkan oleh peneliti sebagai berikut:1. Untuk mengetahui penerapan sistem manajemen kinerja yang ada di CV.Laskar Kaca Seni2. Untuk mengetahui kompetensi kinerja di CV. Lasakar Kaca Seni dalam upayamengurangi ketidak disiplinan para karyawan

6TINJAUAN PUSTAKAKonsep Dasar Sistem Dalam OrganisasiRomney dan Steinbart (2015:3) mengatakan pengertian sistem adalahrangkaian dari beberapa komponen-komponen yang saling berhubungan yangterus berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan yang sebagian besar sistem terdiridari sub sistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar.Menurut Mulyadi (2016:5) definisi sistem adalah suatu jaringan prosedur yangdibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokokperusahaan. Menurut Anastasia & Lilis Setiawati (2011:3) sistem yaituserangkaian bagian yang saling tergantung dan bekerja sama untuk menggapaitujuan tertentu. Berdasarkan pendapat diatas dapat di ambil kesimpulanbahwasanya sistem adalah kumpulan dari komponen-komponen yang salingberkaitan satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bersama dalammelaksanakan suatu kegiatan pokok perusahaan.Sistem manajemen kinerjaMenurut Prof. Dr. Moeheriono, M. Si. (2012:131) sistem manajemenkinerja merupakan suatu proses pengukuran kinerja yang dapat memberikanumpan balik terhadap perencanaan strategis. Ismania Hidayati (2014) manajemenkinerja harus selalu berdampingan dengan perencanaan stategis dan arahperusahaan proses anggaran keuangan perencanaan pengembangan karyawan danprogram-program peningkatan motivasi seperti tingkat gaji atau upah, imbalandan promosi. Keuntungan yang maksimal akan didapat jika perusahaan dapatmelaksanakan sistem tersebut secara menyeluruh tidak hanya satu bagiannyasaja.Disisi lain, sahoo dan jena (2012:297)menyatakan bahwahsanya kesuksesandari sistem manajemen kinerja dapat dipastikan oleh keberhasilan bekerjakaryawan dalam mencapai tujuan dan misi perusahaan. Para pekerja telahmemahami secara tepat apa yang perusahaan harapkan terkait dengan kinerjamereka.

7Pendekatan berbasis kompetensiIstilah kompetensi dalam manajemen kinerja itu condong terhadap prilakuyang dibutuhkan dari seseorang untuk bisa menjalankan suatu pekerjaan dengansangat baik. Menurut Spencer dalam buku Prof. Dr. Moeheriono, M. Si. (2012:5)mengatakan bahwasanya kompetensi juga dapat diartikan sebagai karakteristikyang mendasari sesorang berkaitan dengan efektivitas kinerja individu dalammenjalankan pekerjaannya atau karakteristik dasar individu yang memilikihubungan khusus ataupun sebagai sebab-akibat dengan kriteria yang dijadikansebaga acuan, efektif atau berkinerja prima atau superior di tempat kerja atau padasituasi tertentu.Kompetensi merupakan tentang apa yang wajib ada didalam diri seoarangkaryawan yang dibutuhkan agar melakukan pekerjaannya dalam segi jenis dantahapan prilaku yang berbeda. Segi jenis dan tahapan prilaku ini dibedakan darikemampuan, pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk melaksanakanbeberapa macam tugas yang berkaitan dengan pekerjaannya.Penilaian Kinerja KaryawanMenurut Dessler (2011:322) tentang makna manajemen kinerja bahwamanajemen kinerja merupakan suatu proses megonsolidasikan penetapan tujuanpenilaian, dan pengembangan kinerja karyawan kedalam suatu sistem, yangbertujuan untuk memastikan kinerja karyawan dapat mendukung tujuan 2:95)Bahwakaryawankemungkinan dapat mengetahui seberapa besar kinerja mereka selama ini melaluisara informal, seperti komentar atau penilaian yang baik ataupun buruk dariatasan, mitra kerja, bahkan bawahan, akan tetapi seharusnya penilaian kinerja jugaharus di ukur dengan penilaian formal dan terstruktur (terukur). Dessler(2011:322) mengungkapkan arti penilaian kinerja merupakan evaluasi kinerjakaryawan masakini dan/atau di masa yang lalu relatif terhadap standarprestasinya. Dengan hal tersebut, penilaian kinerja dapat berperan sebagai cara

8untuk melakukan pengukuran terhadap tingkat kinerja karyawan dalam prosesmanajemen kinerja. Penilaian kinerja yang menentukan apakah manajer ataukaryawannya telah berhasil membuktikanperformance yang telah diharapkan atautidak.Evaluasi kinerjaPendapat Kreitner dan Kinicki dalam Wibowo (2011:262) menyatakanevaluasi kinerja yaitu pendapat yang bersifat evaluatif atas sifat, perilakuseseorang, atau prestasi sebagai bentuk dasar untuk keputusan dan rencanapengembangan personil.Evaluasi kinerja digunakan terhadap proses penilaian, riview, danpengukuran kinerja. Dari hasil evaluasi kinerja akan bisa memberikan umpanbalik terhadap tujuan dan sasaran kinerja yang kemudian dapat dilakukanlangkah-langkah untuk melakukan perbaikan kinerja dimasa yang akan datang.METODOLOGI PENELITIANJenis PenelitianPenelitian yang dilakukan menegnai penerapan sistem manajemen kinerjadi CV. Laskar Kaca Seni, merupakan penelitian yang menggunakan metodekualitatif. Peniliti menggunakan Studi kasus untuk mengumpulkan data yangberupa informasi, mengambil kesimpulan atau pokok permasalahan danmemperoleh pemahaman dari kasus yang diteliti.Tempat dan Waktu PenelitianPeneliti melakukan penelitian di CV. Laskar Kaca Seni yang bertempat didesa Gedang-Gedang RT 01 RW 01 kecamatan Batuputih kabupaten sumenep,penelitian ini dilakukan selama 3 bulan (02-12-2018 sampai 12-03-2019) dirumahpemilik CV. Laskar Kaca Seni dan juga dilakukan di perusahaan CV. Laskar KacaSeni yang letaknya berdampingan dengan rumah pemilik.

9Jenis Sumber Data1. Data SubyekData yang diambil oleh peniliti dalam menyelesaikan penielitian iniyaitu data subyek yang merupakan jenis data penelitian berupa pendapat sertapengalaman pengrajin ukir kaca dalam aktifitas mengukir kaca2. Sumber Data1Primeradalah data yang diperoleh dari informan utama yaitu pimpinanperusahaan berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan olehpeneliti dengan informan yang menjadi subyek penelitian berupa catatanhasil wawancara, hasil observasi ke lokasi secara langsung, dan data-datamengenai objek penelitian2SekunderData sekunder adalah data yang digunakan dalam penelitian inidimana data tersebut diperoleh secara tidak langsung oleh peneliti melaluiperantara dari pihak lain baik dalam bentuk jurnal maupun yangbersumber dari literatur yang isi pembahasannya memiliki kesamaandengan penelitian yang dilakukan oleh penelitiInforman1. Informan Utama Dan kunciDalam penelitian ini peneliti berkeinginan untuk memilih bpk Surahwisebagai informan utama sekaligus kunci karena beliau adalah pemimpinsekaligus manager perusahaan CV. Lascar Kaca Seni yang tentunya sudahmengetahui semua yang ada dalam perusahaan tersebut.Wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap melalui tatap mukaatau (face to face) dengan menggunakan metode wawancara yang tidakterstruktur. namun wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan

10pedoman wawancara yang lengkap dan tersusun rapi namun peneliti hanyamenanyakan beberapa garis besar permasalahan yang akan ditanyakan2. Informan PendukungUntuk memperoleh informasi yang dapat mendukung dalam penelitianini, peneliti mengambil informasi dari jurnal, literatur, 10 karyawan danmasyarakat yang ada di sekitar lokasi CV. Laskar Kaca Seni.Teknik Pengambilan DataTeknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalahsebagai berikut:1. ObservasiPeneliti melakukan observasi langsung ke CV. Laskar Kaca Seni untukmengetahui gambaran secara umum bagaimana aktifitas pada objek penelitian.2. DokumentasiDokumentasi yang dilakukan oleh peneliti hanya sebagai informasitambahan untuk dijadikan bukti penelitian.3. WawancaraSetelah peneliti melakukan observasi dan merumuskan masalahkemudian peneliti melakukan wawancara dengan bpk Surahwi pemilikperusahaan CV. Laskar Kaca Seni dan para informan yang lain terkaitpenerapan sistem manajemn kinerja dan disiplin karyawan yang ada diperusahaan. Dalam wawancara tersebut peneliti sudah mempersiapkan semuabahan yang akan ditanyakan secara terstruktur dan tidak terstruktur terhadapinforman.4. Teknik SamplingDalam penelitian ini peneliti berkeinginan untuk menggunakan teknikProbabilitySampling yaitu tekenik pengumpulan sampel yang tidak memberipeluang maupunkesempatan yang sama terhadap setiap unsur atau anggota

11populasi untuk dipilih menjadi sampel. Dengan menggunakan metodePurposive Sampling. yaitu penentuan sampel dengan pertimbangan tertentuseperti yang dilakukan dalam penelitian ini yang memilih bpk surahwi sebagaisampel sumber data karna beliau merupakan orang yang paling mengetahuitentang semua yang ada dalam perusahaan CV. Laskar Kaca Seni.Teknik Analisis DataAnalisis data merupakan sebuah proses mencari serta menyususn secarasistematis data yang didapatkan dari hasil wawancara, catatan dilapangan dandokumentasi, dengan cara mengelompakkan data kedalam kategori, menjabarkankedalam unit-unit, melakukan pemilahan data, menyusun kedalam pola, memilihmana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehinggadapat dengan mudah untuk difahami. (Sugiyono, 2016:244). Penelitian deskriptifkualitatif ini menggunakan metode analisis data yang meliputi pengambilan data,penmbahan data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Yang dijabarkansebagi berikut:1. Penngambilan dataBerdasarkan data yang telah diambil serta dikumpulkan oleh peneliti,teknik pengambilan data dalam penelitian ini meliputi wawancara danobservasi.2. Penambahan dataPenambahan data akan dilakukan oleh peneliti ketika peneliti telahmendapatkan data dari lapangan yang sesuai dengan informasi yangdibutuhkan oleh peneliti. Setelah data terkumpul banyak, maka peneliti perlumelakukan analisis data melalui penambahan data. Adapun hasil daripenambahan data, peneliti menfokuskan pada penerapan sistem manajemenkinerja berbasis kompetensi dalam meningkatkan disiplin kerja karyawan diCV. Laskar Kaca Seni. Hal yang dilakukan peneliti iyalah dengan caraobservasidanmeninjaukembalihasilwawancarayang dilakukan

12denganinforman utama atau pemilik sekaligus pimpinan perusahaan CV.Laskar Kaca Seni.3. Penyajian dataPenyajian data yang dilakukan oleh peneliti menggunakan bentuk teksnarasi yang terfokus pada penerapan sistem manajemen kinerja berbasiskompetensi dalam mingkatkan disiplin kerja karyawan di CV. Laskkar KacaSeni. Dengan hal tersebut, hasil dari penyajian ini mampu mempermudahpeneliti dalam upaya pemaparan serta penegasan kesimpulan.4. Penarikan kesimpulanPenarikan kesimpulan bertujuan untuk menghasilkan kesimpulan yangbisa menjawab semua rumusan masalah yang telah ditetapkan mulai awaldilakukannya penellitin yang mempunyai keterkaitan dengan penerapan sistemmanajemen kinerja berbasis kompetensi di CV. Laskar Kaca Seni.Uji Keabsahan DataPenelitian kualitatif perlu melakukan uji keabsahan data yang didasarkanatas beberapa kriteria. Menurut Sugiono (2016:364-374) mengatakan bahwadalam melakukan uji keabsahan data dilakukan melalui empat komponen yaitu:1Uji (2016:269)mengemukakan bahwa pengujian kredibilitas dilakukan kedalam triangulasisebagai keseluruhan proses pengecekan data mulai triangulasi sumber,trigulasi teknik dan trigulasi waktu sebagai berikut:a. Triangulasi SumberMenguji kredibilitas data yang dilakukan peneliti dengan caramengecek data dan dilakukan perbandingan terhadap sumber-sumberyang ada, baik yang berasal dari informan kunci, informan utama,maupun informan penndukung yang dilakukan dengan wawan cara

13melalui pengajuan pertanyaan sesuai isi pada pedoman wawancara yangdibuat, dari uji kredibilitas sumber-sumber tersebut peneliti telahmenyatukan jawaban-jawaban responden yang dianggap memilikipersamaan.b. Triangulasi TeknikMenguji kredibilitas data yang dilakukan dengan mengecek datakepada sumber yang sama melalui teknik yang berbeda. Untuk proses inipenelitian dilakukan ke beberapa tahapan diantaranya; wawancaralangsung keseluruh responden, kegiatan observasi, dan mengambildokumentasi. Namun, apabila kemudian dalam penelitian penelitimenemui perbedaan data yang diberikan oleh masing-masing responden,maka peneliti akan melakukan pengulangan wawancara kembali yangbertujuan untuk memperoleh kepastian data.c. Triangulasi WaktuPemanfaatan waktu juga akan berpengaruh pada kredibilitas data,karena data yang dikumpulkan peneliti melalui teknik wawancara yangdilakukan di pagi hari dengan kondisi yang segar dan belum menemuibanyak masalah, maka dipercaya akan memberikan data yang validsehingga hasilnya lebih kredibel. Peneliti melakukan pengujiankredibilitas data secara berulang-ulang melalui pengecekan terhadap isikeseluruhan wawancara dan observasi dalam waktu maupun situasi yangberbeda, hingga peneliti benar benar menemukan kepastian data (datavalid) selama pelaksanaan penelitian berlangsung.2Pengujian TransferabilityDalam penelitian kualitatif, proses ini akan membuat orang lain yangmembaca dapat memahami keseluruhan hasil penelitian, oleh sebab itupeneliti saat membuat laporan akan memberikan uraian/gambaran yang rinci,jelas, sistematis, dan dapat dipercaya, sehingga pembaca menjadi jelas danpaham terhadap hasil penelitian yang peneliti lakukan, serta dapat atau

14tidaknya mengaplikasikan hasil penelitian peneliti ini pada obyek yangberbeda.3Pengujian DepenabilityDepenability disebut reliabilitas, karena penelitian dikatakan reliable,apabila orang lain dapat mengulangi proses yang dilalui dalam penelitian ini.Pengujian dilakukan dengan mengaudit terhadap keseluruhan prosespenelitian, karena peneliti dibimbing oleh dua orang pembimbing untuk dapatmengaudit keseluruhan aktivitas peneliti saat melakukan penelitian. Melaluiproses ini, akan dilihat bagaimana peneliti mulai menentukan 14ocus kajianpenelitian, memasuki obyek penelitian, menentukan sumber data, melakukananalisis data maupun menguji keabsahan data, hingga membuat kesimpulandari rumusan yang dibuat.4Pengujian ConfirmabilityUji confirmability disebut sebagai uji obyektivitas penelitian, karenaapabila hasil penelitian sudah disepakati oleh banyak orang yang dilaluidengan serangkaian proses yang sudah dilakukan oleh peneliti mulai sejakujian proposal hingga pada ujian skripsi. Apabila hasil penelitian sudahmemenuhi keseluruhan proses penelitian yang dimaksudkan, maka penelitianyang peneliti lakukan dianggap telah memenuhi standart confirmabililty.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANSejarah CV. Laskar Kaca SeniCV. Laskar Kaca Seni merupakan perusahaan yang bergerak di bidangindustry ukir kaca dengan berbagai jenis ukiran kaca yang menarik dancantik.Dengan motiv hewan, tumbuhan, kaligrafidan jenis-jenis yanglainnya.Yang mana perusahaan ini didirikan oleh Bpk. Surahwi.Bpk Surahwi sebelum mempunyai perusahaan ukir kaca beliau merupakanpengrajin kayu di sebuah mebel samapai kemudian muncullah penawaran dari

15UMKM Provinsi Jawa Timur untuk mengikuti pelatihan ukir kaca dan tampapiker panjang beliau langsung mengikuti pelatihan tersebut di hotel UtamiSumekar Sumenep pada tanggal 1-3 oktobber 2014. Setelah Bpk Surahwi selesaimengikuti pelatihan ukir kaca terlintas keinginan di hati beliau untuk mencobamembuat ukiran kaca dengan modal pengetahuan yang telah di tempuh pada saatpelatihan dan ternyata ukiran yang dia buat disukai oleh konsumen pertamanyadan langsung mendapat pesanan sebanyak 10 lembar kaca. Yang dikerjakanbersama 2 orang rekan kerjanya pada saat itu dan juga peralatan seadanya .Pada tanggal 27 oktober 2014 Bpk surahwi merintis usaha kaca Ukir,karena menurut beliau usaha tersebut sangatlah berpotensi dimadura khususnya disumenep melihat pengusaha kaca ukir yang sangat jarang. dengan alat seadanyayang hanya bisa membuat samlasting dan kaca grafir yaitu mesin desel, tabungangina, dan kepala konfresor dan juga 2 orang karyawan yang berja. hingga saatini usahanya di bidang ukir kaca terus berkembang yang banyak diminati olehmasyarakat Madura bahkan ada yang dari luar pulau Madura karena motivnyayang bagus kualitas yang memuaskan bahkan harganya yang termurah disumenep, juga pilihannya yang banyak diantaranya kaca inlay, kaca bevel, kacastain, kaca lapis, dan lain sebagainya. Dalam membuat sekian banyak macam kacadan jumlah permintaan yang terus miningkat Bpk Surahwi setiap harinyamembutuhkan minimal 30 orang yang bekerja di bidang produksi kaca ukir.Hasil Penelitian Dan PembahasanPenerapan Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kompetensi di CV. LaskarKaca Seni1. Perncanaan kinerja KaryawanPerencanaan kinerja karyawan termasuk langkah pertama yangdilakukandidalam penerapan sistem manajemen kinerja di CV. Laskar KacaSeni. Dimana perencanaan kinerja yang ada di CV. Lasakar Kaca Seni adalahsuatu penjabaran dari sasaran serta program yang suadah ditetapkan dalamperencanaan kinerja.

16Perencanaan kinerja karyawan CV. Lasakar Kaca Seni dilakukandengan musyawarah anatara pejabat penilai dengan karyawan yang dinilaidalam menentukan sasaran kinerja individu (SKI). Dimana sasaran tersebutdigunakan untuk mengukur target pencapaian karyawan yang akan dinilai halini menenjukkan bahwa karyawan dapat berkompetensi untuk mencapai targetperusahaan.Hasil dari perencanaan kinerja berupa kesepakatan bersama danpemahaman atas standar kinerja, tujuan, sasaran, serta kebutuhan kompetensiitu suadah menjadi sasaran kerja karyawan yang akan dinilai dalam kurunwaktu satu tahun.2. Komunikasi Kinerja, Bimbingan Dan DokumentasiKomunikasi kinerja, bimbingan, dan dokumentasi adalah bagian dariproses penanggulngan permasalahan dengan cara mengkomunikasikannyajuga mencari penyebab dasar masalah yang sebenarnya terjadi. daripermasalahan, konflik, dan kegagalan kinerja yang telah terjadi. Penerapankomunikasi kinerja, bimbingan dan dokumentasi di CV. Laskar Kaca Senisudah berlaku dengan sistem komunikasi dua arah yang terus-terusanberkesinambungan antara penilai dan karyawan yang akan dinilai agar dapatdiketahui dan dipastikan bahwa actuating target kerja yang telah disepakatiberjalan sebagaimana dengan lancar dan sesuai dengan harapan perusahaan.3. Penilaian Kinerja dan Evaluasipenilaian kinerja CV. Laskar Kaca Seni diberlakukan dengan tahappengisian formulir penilaian akhir kinerja oleh penilai karyawan, dimanapenilai tersebut yang memberikan penilaian prestasi kerja karyawan yangsudah dibandingkan atara rencana dan kompetensi yang telah ditetapkandalam target kerja individu atau bimbingan karyawan yang sudah disetujuisebelumnya dengan realisasinya pada akhir priode penilaian tersebut.Penilaiankinerja dilakukan pada bulan pertama ditahun selanjutnya. Kriterian penilaiankinerja berupa hasil pencapaian target dan pencapaian komtensi yang akandibutuhkan pada bulan pertam sampai terahir di tahun sebelumnya.

174. Konsep Penerapan Kompetensi Dalam Sistem Manajemen KinerjaBerdasarkan perolehan data proses pemilahan kompetensi didalamsistem manajemen kinerja di CV. Laskar Kaca Seni ini delakukan penyusunandengan caratop down. Yang bermula dari visi misi perusahaan yang diterapkankedalam nilai-nilai dasar perusahaan serta strategi perusahaan.Searah dengannilai-nilai dasar dan strategi perusahaan tersebut maka akan dibuat ecompetence)Corporate competence tersebut kemudian diterapkan kedalamSoft Competence dan Hard Competence. Soft Competencetermasukkompetensi yang terdiri motif sifat dan konsep diri yang dibutuhkan seseoranguntuk menghasilkan kinerja unggul.SIMPULAN DAN SARANSimpulanPola pengendalian manajemen sumber daya manusia di CV. Laskar KacaSeni menerapkan manajemen sumber daya manusia berbasis komptensi(Competency-Based Human Resource Management) yang diberlakukan dalamberbagai macam aspek mulai dari rekrutmen, pelatihan, perencanaan karir, tedapatdalam penerapan sistem manajemen kinerjanya. Penerapan sistem manajeenkinerja di CV. Laskar Kaca Seni dapat dilihat dari keseluruhan proses penilaiankinerja karyawan yaitu pada saat merekrut karyawan baru, CV. Lascar Kaca Senimenentukan persyaratan teryentu yang mencakup informasi pribadi dankompetensi yang dimiliki, dan juga dapat dilihat dari pemberian training,pengembangan karir, pengembangan kinerja perusahaan secara keseluruhan danpemberian penghargaanKompetensi kinerja di CV. Laskar Kaca seni merupakan karakteristik yangmendasari karyawan terhadap apa yang dibutuhkan dalam menyelesaikan targetpencapaian yang telah ditetapkan perusahaan. Terdapat dua kompetensi dalamperusahaan yaitu komptensi manajerial dan komtensi teknis.

18SaranPerlu diadakannya kebijakan yang tegas mengenai karyawan yang tidakdisip

Penilaian Kinerja Karyawan Menurut Dessler (2011:322) tentang makna manajemen kinerja bahwa manajemen kinerja merupakan suatu proses megonsolidasikan penetapan tujuan penilaian, dan pengembangan kinerja karyawan kedalam suatu sistem, yang bertujuan untuk memastikan kinerja karyawan dapat mendukung tujuan strategis perusahaan.

Related Documents:

- Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001:2015)-Sistem Manajemen Lingkungan hidup (ISO 14001:2015) - Sistem Manajemen Energi (ISO 50001:2011) - Sistem Manajemen Kesehatan Keselamatan Kerja (OHSAS 18001:2007 dan Sertifikasi SMK3 dari Kemenaker) - Sistem Manajemen Keselamatan

diatas telah mendorong penulis untuk melakukan penelitian mengenai "Analisis Penerapan Fungsi-Fungsi Manajemen Dalam Meningkatkan Kinerja TU SMP Negeri 3 Sunguuminasa" B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah penelitian ini yaitu Apakah penerapan fungsi-fungsi manajemen dapat meningkatkan kinerja pegawai TU SMP Negeri 3 Sungguminasa.

sistem organ, kelainan dan penyakit. Sistem – sistem pada manusia dan hewan 1. Sistem pencernaan 2. Sistem ekskresi 3. Sistem pernapasan 4. Sistem peredaran darah 5. Sistem saraf dan indera 6. Sistem gerak 7. Sistem imun 8. Sistem reproduksi 9. Keterkaitan antar sistem organ dan homeostasis 10. Kelain

yang bermutu harus dilandasi dengan sistem manajemen mutu akademik yang baik. Salah satu sistem manajemen mutu berstandar internasional yang dapat diterapkan pada berbagai aspek termasuk layanan akademik di perguruan tinggi adalah Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Penerapan Sistem Manajemen Mutu diharapkan mampu mendorong

psikologis dan kepuasan kerja terhadap kinerja manajerial. : Menjelaskan pengaruh parsial sistem pengukuran kinerja, sistem reward budaya organisasi, pemberdayaan psikologis dan kepuasan kerja terhadap kinerja manajerial. : Menjelaskan bahwa ada variabel lain yang mempengaruhi kinerja manajerial. Hipotesis H

2.1. Sistem Pengukuran Kinerja 2.1.1. Pengertian Kinerja Pengertian kinerja secara bahasa menurut Sobirin, (2014) adalah pertunjukan, pekerjaan, perbuatan, pergelaran prestasi, hasil. Menurut Neely, et al., (1997) mengatakan bahwa kinerja sama dengan efektifitas dan efisiensi. Kinerja menurut

BAB 3. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PT NAMA PERUSAHAAN 3.1. Tujuan Penerapan SMK3 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disingkat SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara kese

IBM Security Directory Integrator Version 7.2 Installation andAdministrator Guide SC27-2705-02