STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) - Pengawas Madrasah Sidoarjo

1y ago
16 Views
2 Downloads
917.16 KB
48 Pages
Last View : 16d ago
Last Download : 6m ago
Upload by : Ronnie Bonney
Transcription

UR IH A NDAYIANTUTWBAHAN PELATIHANIMPLEMENTASI KURIKULUM 2013STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR(SOP)SUPERVISI PEMBELAJARAN PADA KURIKULUM 2013TERHADAP GURU DAN KEPALA SEKOLAHPUSAT PENGEMBANGAN TENAGA KEPENDIDIKANBADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANDAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKANKEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN1

KATA PENGANTARPuji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas selesainya Standar Operasional Prosedur(SOP) dalam rangka Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. SOP ini dimaksudkan sebagai bahanpembelajaran wajib dalam rangka pelatihan calon instruktur Nasional, Kepala Sekolah Berprestasi,dalam memberikan pemahaman kepada Kepala sekolah dan Pengawas sekolah tentang Kurikulum2013 dan penerapannya dalam proses pembelajaran di sekolah.Kurikulum 2013 ini diberlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 2013-2014 melaluipelaksanaan terbatas khususnya bagi sekolah-sekolah yang sudah siap melaksanakan kurikulum2013. Pada tahap pertama yaitu Tahun Ajaran 2013/2014, Kurikulum 2013 akan dilaksanakan secaraterbatas untuk kelas 1 dan IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtida’iyah (SD/MI), kelas VII SekolahMenengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan kelas X Sekolah MenengahAtas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA/MAK).Selanjutnya pada TahunAjaran 2015/2016 diharapkan Kurikulum 2013 telah dilaksanakan di seluruh kelas I sampai dengankelas XII.Menjelang implementasi Kurikulum 2013, penyiapan tenaga kependidikan dan guru sebagi pendidiksebagai pelaksana kurikulum di lapangan perlu dilakukan. Sehubungan dengan hal tersebut, sesuaidengan tugas dan fungsinya, Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan danKebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK dan PMP), telah menyiapkan strategiPelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi, kepala sekolah, dan pengawas dan guru. Pada tahun2013 pelatihan akan dilakukan bagi pengawas SD/SMP/SMA/SMK, kepala sekolahSD/SMP/SMA/SMK, dan guru kelas I dan IV SD, guru kelas VII SMP untuk 9 mata pelajaran, dan gurukelas X SMA/SMK untuk 3 mata pelajaran. Guna menjamin kualitas pelatihan tersebut, makaBPSDMPK dan PMP telah menyiapkan 5 buku/ modul l Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013,sesuai dengan tugas kepala sekolah dan pengawas sekolah pada jenjang pendidikan.Pada kesempatan ini saya sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas partisipasi aktifkepada pejabat dan staf di jajaran BPSDMPK dan PMP, dosen perguruan tinggi, konsultan,widyaiswara, pengawas, kepala sekolah, dan guru yang terlibat di dalam penyusunan SOP danmodul-modul tersebut di atas.Semoga keberadaan SOP dan modul tersebut dapat membantu para nara sumber menjalankantugas dalam Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. Selain hal tersebut, dengan menggunakanmodul yang sama, kualitas Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 diseluruh tanah air dapatterjaga kualitasnya.Jakarta, Mei 2013Kepala Badan PSDMPK-PMPProf. Dr. Syawal GultomNIP.1962020319870310022

DAFTAR ISIKATA PENGANTARDAFTAR ISIBAGIAN I PENDAHULUANA.Tujuan Umum PelatihanB.Indikator Umum Ketercapaian TujuanC.Kompetensi Inti Peserta Yang Harus DicapaiD.Hasil Kerja Peserta Selama PelatihanE.Tahapan, Nara Sumber, dan Peserta Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013F.Struktur Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 untuk Pengawas SekolahG.PenilaianH.Panduan Narasumber dan FasilitatorI.Kode Etik NarasumberJ.Panduan Penggunaan Materi Pelatihan Kurikulum 2013BAGIAN II MATERI PELATIHANA.Skenario Kegiatan PembelajaranB.Materi Pelatihan 1: Konsep dan Tujuan Supervisi PembelajaranC.Materi Pelatihan 2: Model Supervisi Pembelajaran KlinisD.Materi Pelatihan 3: Review Instrumen Supervisi PembelajaranE.Materi Pelatihan 4: Pemecahan Kasus Supervisi PembelajaranF.Materi Pelatihan 5: Simulasi Model Supervisi PembelajaranG.Materi Pelatihan 6: Simulasi Feedback Teknik Coaching model GROW MEH.Materi Pelatihan 7: Penilaian Otentik untuk Meningkatkan KreativitasMateri Pelatihan 8: Penyusunan Action Plan atau RTLI.IIi122334456778915192427293640423

BAGIAN IPENDAHULUAN4

BAGIAN IPENDAHULUANModul Standar Operasional Prosedur (SOP) ini disiapkan untuk digunakan para Nara SumberPelatihan Implementasi Kurikulum 2013 untuk materi Supervisi Pembelajaran pada Kurikulum 2013terhadap Guru dan Kepala Sekolah. Nara Sumber yang dimaksudkan adalah Nara Sumber Nasional,Instruktur Nasional dan Pengawas Inti.Modul SOP ini memberi panduan bagi para pengguna mengenai (1) Tahapan PelatihanImplementasi Kurikulum 2013; (2) Struktur Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013; (3) PanduanNarasumber; (4) Panduan Penilaian; (5) Bahan/Materi Pelatihan untuk masing-masing tema.Bahan/Materi Pelatihan yang dimaksud meliputi dokumen-dokumen, handouts, lembarkerja/worksheet, bahan tayang baik dalam bentuk slide power point maupun rekaman video.Sesuai dengan Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, BadanPengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan MutuPendidikan (BPSDMPK dan PMP) telah menetapkan tahapan pelatihan, sasaran pelatihan, danstruktur pelatihan Implementasi Kurikulum 2013, khususnya bagi pengawas sekolah tahun 2013.A. Tujuan Umum PelatihanSetelah mengikuti kegiatan ini peserta pelatihan dapat:1. Memiliki wawasan dan pengetahuan tentang supervisi pembelajaran padakurikulum 20122. Menyusun rancangan supervisi pembelajaran yang bersifat klinis yang relevandengan tuntutan kurikulum 20133. Melaksanakan simulasi model supervisi pembelajaran klinis pada kurikulum 20134. Mengaplikasikan penilaian berbasis otentik untuk meningkatkan kreativitas dalamsupervisi pembelajaran.B. Indikator Umum PencapaianIndikator pencapaian setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini peserta mampu:1. Mengidentifikasi relevansi aspek tujuan, metode, materi dan instrumen supervisipembelajaran kurikulum 2013.2. Mempraktekan model supervisi pembelajaran secara klinis3. Mengaplikasikan penilaian otentik berbasis kreativitas dalam supervisipembelajaran.4. Mengolah hasil supervisi pembelajaran5. Malakukan simulasi tindak lanjut hasil supervisi pembelajaran dengan teknikcoaching.6. Melakukan pembelajaran yang mandiri, kreatif, kerja sama, dan tanggung jawab,5

C. Kompetensi Inti Peserta Yang Harus DicapaiBerdasarkan Indikator Ketercapaian Tujuan, maka kompetensi inti yang harus dicapaipeserta setelah mengikuti pelatihan adalah sebagai berikut:.1. Memiliki pengetahuan tentang supervisi pembelajaran dalam Kurikukum 20132. Memiliki pengetahuan tentang penilian otentik untuk meningkatkan kreativitas.3. Memiliki keterampilan melakukan coaching dengan mneggunakan model GROW MEuntukj menyelesaikan permasalahan pembelajaran.4. Memiliki keterampilan melaksanakan penilaian autentik untuk meningkatkankreatifitas.5. Memiliki keterampilan berkomunikasi lisan dan tulis dengan runtut, benar, dansantun dalam menyampaikan ide, gagasan dan pendapat.6. Memiliki sikap terbuka dan dapat menerima model supervisi pembelajaran sesuaiKurikulum 2013.D. Hasil Kerja Peserta Selama PelatihanSetelah selesai mengikuti pelatihan pengawas sekolah mampu mewujudkan hasil kerjaselama pelatihan secara kolektif:1. Laporan hasil diskusi tentang tujuan, prinsip dan model supervisi pembelajaran.2. Laporan hasil diskusi tentang simulasi dan model supervisi pembelajaran klinis.3. Laporan hasil diskusi tentang simulasi coaching dengan GROW ME model.4. Rencana Tindak Lanjut (RTL) pelatihan yang berisi berupa rencana pelaksanaanpendamaingan.E. Tahapan, Nara Sumber, dan Peserta Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013Sasaran akhir dari pelatihan ini adalah pengawas sekolah. Mengingat jumlah sasaranakhir pelatihan dan sebaran pelatihan sangat luas, maka pelatihan ini menerapkanstrategi pelatihan terpadu dan berjenjang di tingkat nasional dan di tingkat provinsi(PPPPTK dan LPPKS).6

F. Struktur Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Pengawas Sekolah.Tabel 1: Struktur Pelatihan Guru, Kepala Sekolah, dan PengawasStruktur Program Diklat Implementasi Kurikulum 2013 Pengawas Sekolah jenjang SD, SMP, SMA,SMK dapat dilihat pada table 1 berikut ini:Tabel 1. Struktur Program Diklat Implementasi Kurikulum 2013No.MATA DIKLAT1KONSEP KURIKULUM 2013 Rasional Elemen perubahan Kurikulum 2013 SKL, KI dan KD Strategi Implementasi Kurikulum 2013ANALISIS MATERI AJAR SEMESTER I Konsep pembelajaran Tematik pada proses dan hasil belajar Analisis Buku Guru (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman MateriAnalisis Buku Siswa (Kesesuaian, Kecukupan, dan KedalamanMateri )23456.aAlokasi Waktu(JP)0,50,52135PERANCANGAN MODEL BELAJAR SEMESTER I Perancangan RPP (aktivitas belajar dengan pendekatanscientific), Analisis dan Pemilihan Model Pembelajaran5 Perancangan Penilaian (Tes, Portofolio serta rancanganpenerapan Authentic Asessment)3PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING24 Simulasi Pembelajaran (aktivitas siswa belajar dan guru)8 Peer Teaching (perencanaan bersama, observasi, dan refleksi:menggunakan APKG)16SUPERVISI PEMBELAJARAN PADA KURIKULUM 201310 Model Supervisi Pembelajaranan pada Kurikulum 2013 bagiGuru Dan Kepala Sekolah4 Simulasi Model Supervisi Pembelajaran dan Penilaian Otentikuntuk Meningkatkan Kreatifitas6PENGELOLAAN PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF( SD )(8*) Pembuatan jaringan tema Simulasi Pemecahan masalah tematik7

No.6.bMATA DIKLATPENGELOLAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN TERPADU(SMP)Alokasi Waktu(JP)(8*) Pengelolaan pembelajaran kontekstual Pengelolaan pemmbelajaran terpadu6.cPENGELOLAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN PEMINATAN(SMA/SMK)(8*) Pengelolaan pembelajaran berdasarkan minat ( A, B. C) Pengelolaan pemmbelajaran terpadu7PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Penjelasan Strategi Pendampingan Implementasi Kurikulum20138EVALUASI PESERTA Pre-test2 Post-test2JUMLAH(8*) :470Dilaksanakan secara paralel sesuai dengan jenjang satuan pendidikanG. PenilaianSeusai pelatihan, panitia pelatihan akan mengumumkan hasil penilaian peserta.Penilaian meliputi tiga ranah yaitu:1. pengetahuan,2. keterampilan, dan3. sikap.Penilaian autentik diterapkan di dalam pelatihan ini. Metode penilaian yang diterapkandi dalam pelatihan ini meliputi:1.2.3.4.pre-test,post-test,porto folio, danpengamatan.Setiap peserta dinyatakan lulus apabila mencapai nilai 75 %.8

H. Panduan Narasumber dan FasilitatorNarasumber memiliki peran yang sangat penting untuk menjadikan suatu pelatihanyang menarik dan menyenangkan. Jumlah narasumber yang akan bertugas sebanyak 3(tiga) orang yang sama selama proses pelatihan. Narasumber membagi tugas secarabersama-sama dengan prinsip keadilan. Ketika seorang narasumber bertugasmemberikan materi pelatihan, maka narasumber lainnya berperan sebagai fasilitatoryang membantu dalam menyiapkan perangkat pelatihan, memberikan penjelasantambahan, dan melakukan penilaian kepada peserta.Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh seorang narasumber sebagaiberikut.1. Memahami isi Modul sesuai bidang yang ditugaskan.2. Melaksanakan pelatihan sesuai dengan modul dan mematuhi urutan dalamskenario pelatihan yang telah disusun.3. Memberikan contoh panutan bagi peserta, baik dalam hal disiplin, berperilaku, caramemberikan pertanyaan, cara memberikan umpan balik, memberikan motivasi,maupun penguasaan materi pelatihan.4. Berusaha memanggil nama peserta supaya mengurangi ketegangan.5. Kurangi menjelaskan definisi, tetapi wajib melibatkan peserta secara aktif dalammencari, menggali data, menganalisis alternatif temuan, memecahkan masalah,mengambil keputusan atau simpulan.6. Aktivitas yang sebaiknya dikurangi menjelaskan definisi,menjawab pertanyaan,danMemberi konfirmasi7. Memotivasi peserta untuk mengambil kesimpulan sendiri, pertanyakanargumentasinya mengapa peserta mengambil simpulan itu, kuatkan dan tekankankesimpulan itu.8. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta baik laki-laki maupunperempuan, yang memiliki keterbatasan berbicara, yang minoritas, yang pendiam,yang tua, dan sebagainya.9. Aktifkan peserta untuk menjawab pertanyaan peserta lain.10.Yang tidak boleh dilakukan dalam menjawab pertanyaan peserta:a. Jangan menjawab pertanyaan yang tidak dipahami maksudnya.b. Jangan menjawab pertanyaan yang tidak diketahui jawabnya.c. Jangan menjawab pertanyaan yang tidak perlu dijawab.11.Tidak terpancing dalam perdebatan dengan peserta yang dapat mengakibatkanhabisnya waktu.9

12.Mengajukan pertanyaan yang dapat dijawab peserta sesering mungkin (janganpertanyaan yang sulit dijawab atau terlalu mudah dijawab peserta).13.Jangan berperan sebagai orang yang serba tahu.Tugas narasumber yang berperan sebagai fasilitator1. Menyiapkan alat, sumber, dan media belajar yang diperlukan.2. Membagi bahan pelatihan kepada peserta sesuai haknya.3. Melaksanakan penilaian terdiri dari pre-test, post-test, dan penialain proses, yangmeliputi ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan.4. Mencatat kehadiran peserta sebagai bagian dari bahan penilaian.5. Menyerahkan laporan tertulis setiap selesai melakukan pelatihan.I.Kode Etik NarasumberSetiap fasilitator pelatihan pada tahap/jenjang pelatihan manapun wajib menyetujuidan menerapkan kode etik berikut.1. Menghormati kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan danKebudayaan terkait dengan implementasi Kurikulum 2013.2. Mengacu pada prinsip-prinsip andragogi dalam bersikap dan berperilaku.3. Menjaga kerahasiaan semua alat penilaian yang akan digunakan.4. Memberlakukan peserta secara adil dan tidak diskriminatif.5. Obyektif dalam melakukan penilaian.J.Panduan Penggunaan Materi Pelatihan Kurikulum 2013Jenis bahan dan lembar kerja untuk masing-masing materi pelatihan dapat dilihatdibawah ini. Beberapa dokumen pelatihan digunakan sebagai acuan untuk beberapamateri pelatihan sebagaimana tercermin dalam kodefikasi bahan pelatihan.Tabel 2: Daftar dan Kodefikasi Materi PelatihanNO.1.MATERI PELATIHANKODEModel Supervisi Pembelajaran pada Kurikulum 201310

NO.MATERI PELATIHANKODEBahan Tayang2.Konsep dasar ,tujuan dan model supervisiPPT- 5.1pembelajaranLembar Konsep dan Tujuan SupervisiLK-5.1Kerja/RubrikPembelajaran Model Supervisi Pembelajaran KlinisLK 5.2 Review Instrumen SupervisiLK-5.3Pembelajaran Simulasi Pemecahan Kasus SupervisiLK 5.4PembelajaranHand OutModul Bahan Ajar Supervisi PembelajaranHO-5.1(KB 1, topik 1 dan 2)VideoTayangan Video Model SupervisiV-5.1DokumenInstrumen PKGD-5.1Isntrumen PKKSD-5.2Simulasi model supervisi pembelajaran dan penilaian berbasis kreativitasBahan TayangTeknik Coaching dengan Model GROWPPT-5.2.ME)LembarKerja/RubrikHand OutVideo Simulasi Model Supervisi Pembelajaran Teknik Coaching Model GROW ME Penilaian Berbasis Kreativitas Penyusunan Action Plan atau RTLModul Bahan Ajar Supervisi Pembelajaran(KB 2, topik 3 dan 4)Model Feedback gan:PPTLKRHOV: Powerpoint presentation: Lembar kerja: Rubrik: Hand Out: VideoD: DokumenCatatan Kodefikasi:1. PPT-5.1. artinya bahan presentasi ini digunakan saat menyampaikan MateriPelatihan 5.1 (Konsep dasar, tujuan dan model supervisi pembelajaran) bilafasilitator merasa perlu melakukan presentasi atau dapt digunakan sebagaibahan diskusi peserta pelatihan.2. HO-5.1 artinya Bahan Ajar Supervisi Pembelajaran yang digunakan sebagai acuanatau untuk membantu peserta baik selama proses atau sebelum proses11

mengerjakan lembar kerja atau untuk menyelesaikan permasalah berkaitandengan materi: Konsep dan Tujuan Supervisi PembelajaranModel Supervisi PembelajaranSimulasi Supervisi PembelajaranPenilaian Otentik untuk Meningkatkan Kreativitas12

BAGIAN IIMATERI PELATIHAN 5Supervisi Pembelajaran pada Kurikulum 2013A. Model supervisi pembelajaran pada kurikulum 2013 bagi gurudan kepala sekolah1. Topik 1: Konsep Dasar dan Tujuan Supervisi Pembelajaran2. Topik 2: Model Supervisi PembelajaranB. Simulasi Model Supervisi Pembelajaran dan PenilaianOtentik untuk Meningkatkan Kreatifitas1. Topik 1: Simulasi Supervisi Pembelajaran2. Topik 2: Penilaian Otentik untuk Meningkatkan Kreativitas1.13

A. Skenario Kegiatan PembelajaranMateri Pelatihan: Supervisi pembelajaran pada implementasi kurikulum 2013Alokasi Waktu : 10 JP (@ 45 egiatan IntiDESKRIPSI KEGIATANFasilitator mengecek kelengkapan alat pembelajaran,seperti LCD Projector, Laptop, File, Active Speaker, danLaser Pointer, atau media pembelajaran lainnnya.Pengkondisian PesertaPerkenalanFasilitator menjelaskan nama, tujuan, kompetensi,indikator, alokasi waktu, dan skenario kegiatanpembelajaran materi pelatihan Supervisi pembelajaranpada implementasi kurikulum 2013Fasilitator memotivasi peserta agar serius, antusias,teliti, dan bekerja sama saat proses pembelajaranberlangsung.A. Model supervisi pembelajaran pada kurikulum2013 bagi guru dan kepala sekolahFasilitator membimbing, memantau dan membinaserta memberi instruksi peserta dalam melakukaneksplorasi, elaborasi dan konfirmasi pemahaman danpengalaman peserta berkenaan dengan supervisipembelajaran melalui pendekatan andragogi dengankegiatan sebagai berikut:1. Melakukan diskusi dan tanya jawab tentangpemahaman dan pengalaman tentang konsep dantujuan supervisi pembelajaran ( LK-5.1): Menuliskan tugas-pokok sebagai pengawassekolah berkaitan dengan implementasikurikulum di sekolah. Menuliskan alasan pentingnya peran supervisipembelajaran dalam implementasi kurikulum disekolah. Mendiskusikan aspek-aspek yang harus menjadifokus kegiatan supervisi pembelajaran dalamimplementasi kurikulum 2013. Menyimpulkan pemahaman yang berkaitandengan supervisi pembelajaran dalam konteksWAKTU(10’ )2’4’4’( 160’)(30’)3’3’3’5’14

TAHAPANKEGIATANDESKRIPSI KEGIATANimplementasi krikulum 2013. Secara berkelompok, mengisi tabel denganpotensi masalah (masalah yang mungkinmuncul) yang mungkin dihadapi oleh guru dankepala sekolah dalam mengiplementasikankurikulum 2013 dan menuliskan pula solusisolusi yang dapat dilakukan untuk memecahkanmasalah-masalah yang muncul. Mempresentasikan atau memajankan di dindinghasil kerja kelompok untuk mendapatkanmasukan dari kelompok lain, dan menuliskanpula masukan dari kelompok lain.2.Melaksanakan diskusi dan kerja kelompok tahapanmodel supervisi pembelajaran klinis (LK-5.2) Menuliskan pemahaman yang berkaitandengan supervisi pembelajaran secara klinis. Membuat peta konsep tahapan kegiatansupervisi pembelajaran secara klinis dalamimplementasi kurikulum 2013 Menuliskan aspek-aspek yang harus menjadifokus perhatian kegiatan supervisipembelajaran secara klinis berikut alasannyadalam setiap tahapan Peserta mempresentasikan atau memajankandi dinding hasil kerja kelompok untukmendapatkan masukan dari kelompok )3. Mengkaji dan mereview instrumen supervisipembelajaran /PKG/PKPS dan (LK-5.3): Secara berkelompok, peserta memilih danmempelajarilah salah satu contoh instrumensupervisi pembelajaran, instrumen PK Guruatau instrumen PKKS, kemudian menuliskanmasukan agar instrumen-instrumen tersebutlebih relevan dengan kurikulum 2013 Secara berkelompok, menuliskan relevansiantara tujuan, metode, fokus materi daninstrumen supervisi pembelajaran yangbersifat klinis/PKG/PKKS untuk mengawalimplementasi kurikulum 2013. Menuliskan pendapat apakah contohinstrumen supervisi pembelajaran/ PKG/PKKSyang dapat meningkatkan proses10’10’10’15

TAHAPANKEGIATANDESKRIPSI KEGIATAN pembelajaran siswa lebih aktif, kreatif,inovatif, efektif, efisien, dan menyenangkan.Menuliskan juga pendapat apakah contohinstrumen supervisi pembelajaran/PKG/PKKSdapat memotret proses pembelajaran pesertadidik dalam kegiatan mengamati, menanya,menalar, mencoba, danmempresentasikannya.Secara berkelompok, membuatl review ataurevisi instrumen supervisi pembelajarandan/atau rubrik PK Guru/PKKS agar lebihrelevan, efektif dan efisien.Mempresentasikan atau memajankan didinding hasil kerja kelompok untukmendapatkan masukan dari kelompok lain danmenuliskan masukan yang diberikan dandiperoleh.4. Diskusi berdasarkan kasus supervisi pembelajaran(LK-5.4) Membaca kasus yang diberikan fasilitatordengan seksama. Berdasarkanpengalaman,menuliskankomentar terhadap kegiatan supervisipembelajaran yang dilakukan oleh seorangpengawas sekolah. Membandingkan komentar dengan anggotakelompok dan menuliskan kesimpulantentang kegiatan supervisi pembelajaran yangbaik. Secaraberkelompok,mengamatidanmenuliskan kelebihan dan kelemahantayangan video pelaksanaan supervisipembelajaran yang diberikan fasilitator (V5.1). Secara berkelompok, memberi masukanterhadap kelemahan yang ditemukan. Memajankan hasil kerja kelompok untukmendapat masukan dari kelompok lain danmenuliskan masukan yang diperoleh darikelompok lain.B. Simulasi Model Supervisi Pembelajaran ’270’16

TAHAPANKEGIATANDESKRIPSI KEGIATANWAKTUPenilaian Otentik untuk Meningkatkan KreatifitasFasilitator membimbing, memantau dan membinaserta memberi instruksi peserta dalam melakukaneksplorasi, elaborasi dan konfirmasi pemahaman danpengalaman peserta berkenaan dengan supervisipembelajaran melalui pendekatan andragogi dengankegiatan sebagai berikut:’5.Melakukan diskusi terfokus dan kerja kelompokuntuk menganalisi model dan rubrik coaching (LK5.5): Mengamati model pembinaan (coaching) gurudan kepala sekolah dengan model GROW ME. Mendiskusikan dalam kelompok dan tuliskanmaksud setiap kata G-R-O-W- M-E. Mengamati video yang ditunjukkan fasilitator,Menuliskan dan menyimpulkan, apakah videotersebut sudah memenuhi langkah GROW MEmodel tersebut. (V.2) Menuliskan pesan moral atau karakter yangdapat diperoleh dari video coaching tersebutbaik dari coach maupun coachee. Mempelajari dan membedakan nuansapertanyaan berikut, selanjutnya berikan tanda( ) pada pertanyaan yang paling cocok untukcoaching Membuat pertanyaan-pertanyaan non direktifatau pertanyaan yang menggali kedasaransesuai dengan konsep coaching berkaitandengan masalah-masalah yang mungkin munculdalam implementasi kurikulum 2013. Mendiskusikanlah dalam kelompok kecil, aspekapa saja yang semestinya dinilai dari seorangcoach ketika melakukan coaching. Menyusun rubrik penilaian berdasarkan aspekaspek tersebut Membandingkan rubrik tersebut dengan contohrubrik yang diberikan fasilitator, dan membuatrevisinya.(45’)6.Melaksanakan simulasi feedback menggunakanteknik coaching model GROW ME berdasarkankasus yang diberikan dan menilainya denganmenggunakan rubrik ’17

TAHAPANKEGIATANDESKRIPSI KEGIATAN Mempelajari kasus yang diberikan fasilitatordengan seksama (LK.6).Memdiskusikan dalam kelompok, persiapanyang akan dilakukan dalam pertemuancoaching berdasarkan kasus.Menuliskan langkah-langkah yang akandilakukan dalam pertemuan coaching.Menuliskan penyebab kesenjangan antarakondisi Guru A dengan harapan yangdiinginkan.Menuliskan solusi dan tindakan yang akandiusulkan kepada Guru A.Setiap kelompok melakukan simulasi coachingyang telah direncanakan.Setiap kelompok melakukan refleksi danmengungkapkannya dengan menggunakanslogan dan simbol atau gambar tertentutentang pelaksanaan coaching, dibimbing olehfasilitator.7. Mengidentifikasi dan mengklasifikasi teknik danbentuk penilaian otentik untuk meningkatkankreativitas (LK-5.7): Menuliskan pemahaman tentang penilianberbasis kreativitas dalam supervisipembelajaran. Memdiskusikan dalam kelompok, dan tuliskanbeberapa karakteristik penilaian otentik untukmeningkatkan kreativitas yang mampumendukung implementasi kurikulum 2013. . Membuat tabel atau bagan teknik dan bentukpenilian berbasis kreativitas yang mampumendukung implementasi kurikulum 2013tersebut. Mempresentasikan atau memajankan di dindinghasil kerja kelompok untuk mendapatkanmasukan dari kelompok lain, serta menuliskanmasukan yang diberikan dan juga 0’(45’)5’10’20’10’8. Diskusi dan kerja kelompok menyusun renacanatindak lanjut untuk mengawal implementasi18

TAHAPANKEGIATANDESKRIPSI KEGIATANimplementasi kurikulum (LK-5.8) Mendiskusikan dan menuliskan rencana tindaklanjut (RTL) sebagai pengawas sekolah setelahmengikuti pelatihan. Menuliskan hal-hal yang akan segera dilakukanpeserta dalam format Action Plan/RTL yangdiberikan fasilitator. Membandingkan atau memajankan di dindinghasil kerja kelompok untuk mendapatkanmasukan dari kelompok lain, serta menuliskanmasukan yang diberikan dan juga yangdiperoleh.Kegiatan PenutupMembuat rangkuman materi pelatihanRefleksi dan umpan balik tentang prosespembelajaran.Fasilitator mengingatkankan peserta agar membacareferensi yang relevan.Fasilitator menutup pembelajaran.WAKTU(60’)25’25’10’20’19

B. Materi Pelatihan 1: Konsep dan Tujuan Supervisi PembelajaranLangkah Kegiatan Inti:Brainstorming tugaspokok pengawas dansupervisipembelajarankurikulum 2013Diskusi aspek,masalah dan solusisupervisipembelajaran dalamkonteks kurikulum20135 Menit20 MenitMelaporkan ataumemajankan hasildiskusi5 Menita. Brainstorming tugas pokok pengawas dan supervisi pembelajaran kurikulum 2013 Fasilitator meminta tiap peserta menuliskan tugas-pokok sebagai pengawas sekolah berkaitandengan implementasi kurikulum di sekolah. Fasilitator meminta alasan pentingnya peran supervisi pembelajaran dalam implementasikurikulum di sekolah.b. Diskusi aspek, masalah dan solusi supervisi pembelajaran dalam konteks kurikulum 2013 Peserta mendiskusikan aspek-aspek yang harus menjadi fokus kegiatan supervisipembelajaran dalam implementasi kurikulum 2013. Fasilitator meminta menyimpulkan pemahaman yang berkaitan dengan supervisipembelajaran dalam konteks implementasi krikulum 2013.PPT-5.2Definisi UmumSupervisi pembelajaran(instructional supervision):bantuan yang diberikan kepadaguru untuk meningkatkan kualitaspembelajaran20

Tujuan Supervisi Pembelajaran Zepeda (2007) defined the aim ofinstructional supervision is: promotingteachers growth and learning, ultimatelyleading to students growth and learning. The intents of instructional supervisionare formative, concerned with ongoing,developmental, and differentiatedapproaches that enable teachers to learnfrom analyzing and reflecting on theirclassroom practices with the assistance ofanother professional (Glathorn, 1984,1990; Glickman, 1990). Peserta secara berkelompok, mengisi tabel dengan potensi masalah (masalah yang mungkinmuncul) yang mungkin dihadapi oleh guru dan kepala sekolah dalam mengiplementasikankurikulum 2013 dan menuliskan pula solusi-solusi yang dapat dilakukan untuk memecahkanmasalah-masalah tersebut.c. Melaporkan atau memajankan hasil diskusi Peserta mempresentasikan atau pajangkan di dinding hasil kerja kelompok untukmendapatkan masukan dari kelompok lain, dan tuliskan pula masukan dari kelompok lainya.LK-5.1Lengkapilah Lembar Kerja (LK) ini sesuai dengan instruksi masing-masing.1. Tuliskantugas-tugas pokok Saudara sebagai pengawas sekolah berkaitan dengan implementasikurikulum di sekolah.21

2. Tuliskanbeberapa alasanpentingnyaperan supervisi pembelajaran dalam implementasi kurikulumdi sekolah.3. Tuliskan aspek-aspek yang harus menjadi fokus kegiatan supervisi pembelajaran dalamimplementasi kurikulum 2013.4. Simpulkan pemahaman Saudara berkaitan dengan supervisi pembelajaran dalam konteksimplementasi krikulum 2013?5. Bandingkan kesimpulkan Saudara dengan teman satu kelompok, dan tuliskan poin pentingpersamaan dan perbedaannya.6. Secara berkelompok, isilah tabel berikut dengan dengan potensi masalah (masalah yang mungkinmuncul) yang mungkin dihadapi oleh guru dan kepala sekolah dalam mengiplementasikankurikulum 2013 dan tuliskan pula solusi-solusi yang dapat dilakukan untuk memecahkanmasalah-masalah tersebut.22

a. Guru:NoPotensi MasalahSolusiKeteranganb. Kepala Sekolah:NoPotensi MasalahSolusiKeterangan7. Presentasikan atau pajankan di dinding hasil kerja kelompok Saudara untuk mendapatkanmasukan dari kelompok lain, dan tuliskan pula masukan yang Saudara berikan, dan yang Saudaraperoleh.23

C. Materi Pelatihan 2: Model Supervisi Pembelajaran KlinisLangkah Kegiatan Inti:Diskusi modelsupervisipembelajaran kliniskurikulum 2013Membuat petakonsep tahapansupervisipembelajaran klinis5 MenitMelaporkan ataumemajankan hasil20 Menit5 Menita. Diskusi model supervisi pembelajaran klinis. Menuliskan pemahaman yang berkaitan dengan supervisi pembelajaran secara klinis.PPT-5.1MODEL SUPERVISISCIENTIFICDidasarkan atasdata (hasilpengamatan danpencatatan yangteliti, obyektif danvalid) baru diambillangkah perbaikanyang diperlukanSUPERVISIKLINISARTISTICDilakukan secaratidak to the point,pengawasmenggunakan senitertentu.CLINICDidasarkan atasdiagnosekekurangan(kelemahan penyakit) barudiberikan perbaikan. Proses membina guruuntukmemperkecil jurang antara perilakumengajarnyata dg perilaku mengajaryg seharusnya/ideal (Acheson & Gail) Menolong guru-guru agar mengertiinovasi dan mengubah performancemereka agar cocok dengan inovasi itu(Lucio, 1979)CLINICAL menangani / mendiaknosisorang sakitModel supervisi untuk menyelesaikanmasalah tertentu yang sudahdiketahui sebelumnya24

KARAKTERISTIKASPEKSUPERVISI KLINISSUPERVISI NON KLINIS(SUPERVISI KELAS)PrakarsaDatang dari kebutuhan guru.Datang dari kebutuhanpengawasHubunganKolegial, sederajat, dan interaktif.Atasan-bawahan, tidaksetara.SifatDemokratif, fasilitatif.Cenderung direktif,otokratif.SasaranSesuai dengan kebutuhan/ yangdiajukan guru.Sesuai dengan keinginanpengawas.Ruang lingkupTerbatas, spesifik.Luas, umum.TujuanBimbingan, analitis, deskriptif.Cenderung evaluatif.PeranBertanya untuk analisis danpengembangan diri.Memberikan instruksi,mengarahkan, danmemberitahu.BalikanKesimpulan bersama sesuai denganhasil observasi.Kesimpulan sepihak daripengawas.b. Membuat peta konsep tahapan supervisi pembelajaran klinis Membuat peta konsep tahapan kegiatan supervisi pembelajaran secara klinis dalamimplementasi kurikulum 201325

Fasilitator meminta menuliskan aspek-aspek yang harus menjadi fokus perhatian kegiatansupervisi mempresentasikan atau memajankan di dinding hasil pembelajaran secara klinisberikut alasannya dalam setiap tahapan26

c. Melaporkan atau memajankan hasil Peserta kerja kelompok melaporkan atau memajankan hasil kerja untuk mendapatkanmasukan dari kelompok lain.LK-5.2Lengkapilah Lembar Kerja (L

Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (S MA/SMK/MA/MAK).Selanjutnya pada Tahun Ajaran 2015/2016 diharapkan Kurikulum 2013 telah dilaksanakan di seluruh kelas I sampai dengan kelas XII. Menjelang implementasi Kurikulum 2013, penyiapan tenaga kependidikan dan guru sebagi pendidik sebagai pelaksana kurikulum di lapangan perlu dilakukan.

Related Documents:

43 Bagian 3 – PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR 43 Prinsip-Prinsip Penyusunan SOP 44 Tahapan Penyusunan SOP 1. Persiapan Penyusunan SOP 2. Penilaian Kebutuhan SOP 3. Pengembangan SOP 4. Penerapan SOP dalam Manajemen 5. Monitoring dan Evaluasi Penerapan SOP 45 47 52 58 58 60 Bagian 4 - IMPLEMENTASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR 60 .

Standar Operasional Prosedur (SOP) KODE: 048/SOP-1/FIB-UHO/AD/2016 JUDUL SOP PEMBERIAN SANKSI TANGGAL DIKELUARKAN 21 JUNI 2016 PIHAK TERKAIT Pegawai ybs., Kasubag/ Kajur/Kaprodi, Tata Usaha, Dekank REVISI KE-2 A. PENGERTIAN SOP pemberian sangsi adalah standar prosedur yang mengatur tahapan dan syarat syarat pemberian sangsi oleh Jurusan .

Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam rangka peningkatan sistem dan tata kelola di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas, pekerjaan sesuai dengan fungsi dan penilaian kinerja institusi berdasarkan indikator-indikator teknis, administrasif dan prosedural sesuai .

Menetapkan suatu bentuk standar untuk penulisan “Standar Prosedur Operasional (SPO) dan cara merevisinya 2. PENANGGUNG JAWAB Penanggung Jawab mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Standar Prosedur Operasional adalah Apoteker Penanggung Jawab 3. PROSEDUR

SOP PENYUSUNAN KURIKULUM 3 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENYUSUNAN KURIKULUM I. TUJUAN Standar Operasional Prosedur ini bertujuan untuk memberikan panduan dan memberikan penjelasan mengenai : 1. Prosedur tertulis yang berkaitan dengan penyusunan Kurikulum Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) InterStudi; 2.

Standar Operasional Prosedur (SOP) ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan penelitian. Definisi Pelaksanaan penelitian adalah kegiatan yang dilakukan setelah status proposal peneliti dinyatakan didanai yang ditetapkan melalui SK Rektor. Ruang Lingkup Standar Operasional Prosedur (SOP) ini meliputi: 1.

kerja yang terstandar dalam bentuk Standar Operasional Prosedur (SOP). Terlebih lagi dokumen ini sangat dibutuhkan sebagai salah satu kelengkapan dokumen akreditasi institusi. B. Landasan Hukum Dasar hukum penyusunan dokumen Standar Operasional Prosedur Fakultas Tarbiyah IAIN Curup adalah: 1.

1. Standar Operasional Prosedur adalah serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan aktivitas organisasi, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan; 2. Standar Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan (SOP AP) adalah