ANALISIS PERUBAHAN STRUKTUR ANATOMI DAN HISTOLOGI GINJAL .

3y ago
118 Views
2 Downloads
5.23 MB
63 Pages
Last View : 9d ago
Last Download : 5m ago
Upload by : Kian Swinton
Transcription

ANALISIS PERUBAHAN STRUKTUR ANATOMI DANHISTOLOGI GINJAL IGUANA HIJAU (Iguana iguana)SETELAH PEMBERIAN PAKAN BAYAM MERAH(Amaranthus tricolor L.)SKRIPSIANNITA VURY NURJUNITARO11112271PROGRAM STUDI KEDOKTERAN HEWANFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS HASANUDDINMAKASSAR2016

iANALISIS PERUBAHAN STRUKTUR ANATOMI DANHISTOLOGI GINJAL IGUANA HIJAU (Iguana iguana)SETELAH PEMBERIAN PAKAN BAYAM MERAH(Amaranthus tricolor L.)ANNITA VURY NURJUNITARO11112271SkripsiSebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelarSarjana Kedokteran Hewan padaProgram Studi Kedokteran HewanFakultas KedokteranPROGRAM STUDI KEDOKTERAN HEWANFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS HASANUDDINMAKASSAR2016

ii

iii

ivABSTRAKANNITA VURY NURJUNITAR. O11112271. Analisis Perubahan StrukturAnatomi dan Histologi Ginjal Iguana Hijau (Iguana iguana) Setelah PemberianPakan Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.). Di bawah bimbingan DWIKESUMA SARI dan FIKA YULIZA PURBA.Bayam merah merupakan tumbuhan yang mengandung beberapa zat giziantara lain protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, dan vitamin. Di sisi lain,bayam merah juga memiliki kandungan oksalat dan purin yang bersifat merugikanjika dikonsumsi terlalu banyak dapat mengganggu fungsi ginjal. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui perubahan struktur anatomi dan histologi ginjaliguana hijau (Iguana iguana) setelah pemberian bayam merah (Amaranthustricolor L.). Penelitian ini menggunakan 12 ekor iguana hijau yang dibagi menjadi4 kelompok. Kelompok kontrol diberi pakan umum yaitu 100% daun sawi dankelompok perlakuan I diberi pakan 75% daun sawi dan 25% bayam merah(Amaranthus tricolor L.). Kelompok perlakuan II diberi pakan 50% daun sawidan 50% bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dan kelompok perlakuan IIIdiberi pakan 100% bayam merah (Amaranthus tricolor L.). Penelitian inidilakukan selama 30 hari dan pengamatan dilakukan dengan melihat perubahanstruktur anatomi dan histologi ginjal. Data yang diperoleh dari pengamatananatomi dianalisis secara deskriptif, statistik One Way ANOVA (α 0,05), danjika terdapat perbedaan signifikan dilanjutkan dengan uji Post Hoc (α 0,05).Pengamatan preparat histopatologi ginjal dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian bayam merah (Amaranthustricolor L.) menyebabkan perubahan struktur anatomi dan histologi ginjal iguanahijau. Perubahan struktur anatomi berupa adanya pembesaran ukuran ginjaliguana hijau dan perubahan histologi berupa adanya pembesaran glomerulus,penyempitan ruang kapsuler, degenerasi hidrofik, dilatasi tubulus, nekrosis,terbentuknya jaringan ikat (fibrosis), endapan kristal asam urat (gout), kristaloksalat, dan infiltrasi limfosit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bayam merahmenyebabkan perubahan struktur anatomi dan histologi ginjal iguana hijaudimana kerusakan berat terjadi pada kelompok perlakuan 3, kerusakan sedangpada kelompok perlakuan 2, dan kerusakan ringan pada kelompok perlakuan 1.Kata kunci : Iguana hijau, bayam merah, ginjal, perubahan anatomi, perubahanhistologi.

vABSTRACTANNITA VURY NURJUNITAR. O11112271. The Analysis of Anatomical andHistological Structural Change of Green Iguana (Iguana iguana) Renal PostFeeding Red Spinach (Amaranthus tricolor L.). Supervised by DWI KESUMASARI and FIKA YULIZA PURBA.Red spinach is a plant that contains few nutrients like protein, fat,carbohydrate, potassium, iron, and vitamins. On the other hand, red spinach alsocontains oxalate and purine that are harmful when excessively consumed candisrupt renal function. This study was aimed to determine the anatomical andhistological changes of green iguana (Iguana iguana) renal post-feeding redspinach (Amaranthus tricolor L.). This study used 12 green iguanas which weredivided into four groups. Control group was given common food that was 100%collards and treatment group I was given 75% collards and 25% red spinach(Amaranthus trcilor L.). Treatment group II was given 50% collards and 50% redspinach (Amaranthus trcilor L.) and treatment group III was given 100% redspinach (Amaranthus tricolor L.). This study was done for 30 days andobservation made by looking at the anatomical and histological changes of renal.The obtained data from anatomical observation was analyzed descriptively,statistically One Way ANOVA (α 0,05), and if there was a significant differencefollowed by Post Hoc test (α 0,05). Histopathology observation of renal wasanalyzed descriptively. The results of this study indicated that given red spinach(Amaranthus tricolor L.) caused anatomical and histological changes of renal.The anatomical changes of renal as well as the presence of renal enlargement andthe histological changes were glomerulus enlargement, capsuler constriction,hydropic degeneration, dilated tubulus, necrosis, the formation of connectivetissue (fibrosis), deposition of uric acid crystal (gout), oxalate crystals, andlymphocyte infiltration. It was concluded that red spinach caused anatomical andhistological changes of renal green iguanas where severe damage occurred in thetreatment group III, moderate damage in the treatment group II, and mild damagein the treatment group I.Keywords: Green iguana, red spinach, renal, anatomical change, histologicalchange

viKATA PENGANTARPuji syukur kepada Allah SWT yang senantiasa melimpahkan berkah danrahmat-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yangberjudul “Analisis Perubahan Struktur Anatomi dan Histologi Ginjal Iguana Hijau(Iguana iguana) Setelah Pemberian Pakan Bayam Merah (Amaranthustricolor L.)”. Shalawat dan salam dihaturkan kepada Nabi Muhammad SAW yangtelah membawa manusia dari alam kegelapan menuju alam yang terangbenderang.Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikanpendidikan strata satu (S1) di Program Studi Kedokteran Hewan FakultasKedokteran Universitas Hasanuddin. Proses penyusunan skripsi ini merupakansebuah proses dan perjalanan panjang yang tidak lepas dari dukungan berbagaipihak. Penulis mengucapkan terima kasih kepada :1. Dr. drh. Dwi Kesuma Sari dan drh. Fika Yuliza Purba, M.Sc., selaku dosenpembimbing skripsi yang telah memberikan bimbingan dan nasihat penuhkesabaran dan rasa semangat selama penelitian penyusunan skripsi ini.2. Prof. Dr. dr. Andi Asadul Islam, Sp.BS sebagai Dekan Fakultas KedokteranUniversitas Hasanuddin.3. Prof. DR. Drh. Lucia Muslimin, M.Sc., selaku Ketua Program StudiKedokteran Hewan Universitas Hasanuddin.4. Prof. Dr. Ir. Ismartoyo, M.Agr.S dan drh. Wahyuni, M.Kes., APVet., sebagaidosen pembahas dan penguji dalam seminar proposal dan hasil yang telahmemberikan masukan-masukan dan penjelasan untuk perbaikan penulisanskripsi ini.5. drh. Dedy Rendrawan, M.P., drh. Novi Susanty, drh. Baso Yusuf, M.Sc., drh.Zaenal Abidin, sebagai dosen yang turut membantu dalam melakukanpenelitian dan penyusunan skripsi.6. Seluruh staf Dosen, Pegawai di Program Studi Kedokteran Hewan FakultasKedokteran Universitas Hasanuddin yang telah memberikan dukungan bagipenulis selama kuliah.7. Andhika Yudha Prawira, S.K.H., Lilis Suryani, S.K.H., A. Aswan Salam,S.K.H., dan Vilzah Fatimah, S.K.H., yang selalu memberikan semangat danpenjelasan yang membantu dalam penulisan skripsi ini.8. Kakak-kakak angkatan 2010 ‘V-Gen’, terutama kepada Melasari, S.K.H.,Zulhera, S.K.H., Eka Syafrizal, S.K.H., Titin Tambing, S.K.H., Zainal,S.K.H., dan Muh. Syukur Hamdan Ali, S.K.H. yang telah memberikansebagian ilmunya selama kuliah dan selalu memberikan dukungan sertasemangat kepada penulis.9. Kakak-kakak angkatan 2011 ‘Clavata’, terutama kepada Musdalifah, S.K.H.,Aini Rahmayani Tasykal, S.K.H., Adlend, S.K.H., dan Anastas Eka, S.K.H.yang selalu memberikan semangat kepada penulis.10. Teman seangkatan 2012, ‘Akestor Anwelf’, yang telah menjadi temanseperjuangan dari awal masuk menjadi mahasiswa kedokteran hewan.Terkhusus teman peneliti Sri Wahyuni, Arrasuli, Imran, Muh. ZulfadillahSinusi, A. Rianti Rhasinta Alifha R, Anitawati Umar, dan Trini Purnamasariyang telah membantu selama penelitian.

vii

viiiDAFTAR ISIHalaman JudulHalaman PengesahanPernyataan KeaslianAbstrakKata PengantarDaftar IsiDaftar GambarDaftar Tabel1. Pendahuluan1.1.Latar Belakang1.2.Rumusan Masalah1.3.Tujuan Penelitian1.4.Manfaat Penelitian1.5.Hipotesis1.6.Keaslian Penelitian2. Tinjauan Pustaka2.1.Iguana Hijau (Iguana iguana)2.1.1.Klasifikasi si Iguana2.1.5.Ginjal2.1.5.1.Anatomi Ginjal2.1.5.2.Histologi Ginjal2.1.5.3.Fisiologi Ginjal2.2.Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.)2.2.1.Taksonomi2.2.2.Kandungan Bayam3. Metodologi Penelitian3.1.Waktu dan Tempat Penelitian3.2.Jenis Penelitian3.3.Materi ode Penelitian3.4.1.Persiapan Iguana3.4.2.Persiapan Kandang3.4.3.Persiapan Bahan Penelitian3.4.4.Perlakuan Terhadap Iguana3.4.5.Pengambilan Sampel Ginjal3.4.6.Pembuatan Preparat 11121313131313131313131414141415

ix3.5.Teknik Analisis Data4. Hasil dan Pembahasan4.1.Pengamatan Perubahan Struktur Anatomi Ginjal4.2.Pengamatan Perubahan Histologi Ginjal4.2.1.Kelompok Kontrol4.2.2.Kelompok Perlakuan4.3.Efek Pemberian Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) TerhadapPerubahan Histologi Ginjal Iguana Hijau5. Penutup5.1.Kesimpulan5.2.SaranDaftar PustakaLampiranRiwaya Hidup15171719192029363636374152

xDAFTAR GAMBAR1.2.3.4.5.6.7.8.Iguana hijau (Iguana iguana)Penampakan ventral tubuh iguana hijauDiagram iguana hijau jantan (Aspek ventral)Nefron kortikal dan nefron jukstamedulariNefron reptilGinjal iguana hijauBayam Merah (Amaranthus tricolor L.)Ginjal iguana hijau pada kelompok kontrol, kelompok perlakuan 1,2, dan 39. Perbandingan ginjal iguana hijau menurut referensi dan penelitianpada kelompok kontrol10. Gambaran histologi kelompok kontrol iguana hijau11. Pembesaran glomerulus12. Degenerasi hidrofik13. Dilatasi tubulus14. Nekrosis15. Fibrosis di interstitium ginjal16. Kristal asam urat di lumen tubulus17. Kristal oksalat di lumen tubulus18. Limfosit48991010111819202122232425272829DAFTAR TABEL1.2.3.4.5.6.7.Pertumbuhan iguanaDiet iguanaKandungan nutrisi pada 100 gram bayamTingkat kerusakan glomerulus ginjalTingkat kerusakan tubulus ginjalHasil pengamatan perubahan struktur anatomi ginjalTingkat kerusakan histopatologi ginjal iguana hijau setelah pemberianbayam merah secara oral dengan dosis yang berbeda.8. Perubahan struktur histologi ginjal iguana hijau9. Akumulasi pada ginjal5712151617303234

11. PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangSaat ini mulai banyak masyarakat menyukai reptil sebagai hewanpeliharaan. Hewan peliharaan populer biasanya adalah hewan yang memilikikarakter setia pada majikannya, memiliki penampilan yang menarik, ataukemampuan menarik tertentu. Reptil adalah hewan vertebrata yang terdiri dariular, kadal cacing, kadal, buaya, caiman, kura-kura, penyu dan tuatara.Ada sekitar 7900 spesies reptil hidup sampai saat ini yang mendiami berbagai tipehabitat beriklim sedang dan tropis termasuk padang pasir, hutan, lahan basah airtawar, hutan bakau dan laut terbuka (Klappenbach, 2013). Jenis reptil yang seringdijadikan hewan peliharaan antara lain ular, kura-kura, dan berbagai jenis kadal.Dahulu reptil dianggap menakutkan, harus dihindari bahkan dimusnahkan.Hal tersebut disebabkan karena sebagian besar reptil dianggap sebagai hewan liaryang berbahaya dan berbisa. Sekarang ini pandangan itu telah berubah dan banyakorang yang senang memelihara hewan melata ini karena keunikan atau variasiwarna dari reptil. Variasi dan keunikan-keunikan tersebut yang menarik perhatianpara pecinta satwa untuk menangkarkan dan mengembangbiakkan reptil (Putrantoet al., 2013). Reptil mulai dikenal dan dijadikan sebagai hewan peliharaan karenaperawatannya yang mudah, dan sosoknya yang terkesan seperti hewan purba.Berkembangnya hobi memelihara reptil ini menjadikan iguana sebagai salah satualternatif hewan kesayangan, dan mempengaruhi bermunculannya banyakkomunitas pecinta iguana di Indonesia. Iguana iguana merupakan salah satuanggota keluarga Iguana (Iguanidae). Iguana tergolong reptil herbivora danmerupakan reptil pertama yang didomestikasi.Pengetahuan masyarakat mengenai reptil, khususnya Iguana iguana masihterbatas. Kurangnya pengetahuan menyebabkan berbagai masalah dalampemeliharaan Iguana iguana sebagai hewan kesayangan. Salah satunya adalahgangguan ginjal yang dapat disebabkan oleh diet yang tidak tepat.Beberapa peternak iguana menggunakan bayam merah sebagai pakan untukiguana. Namun, kebanyakan peternak tidak mengetahui tentang efek setelahpenggunaan bayam merah pada iguana.Bayam merah adalah tumbuhan yang mengandung banyak khasiat untukmengobati berbagai penyakit. Jenis bayam merah (Amaranthus tricolor L.)mungkin masih terdengar asing di masyarakat bila dibandingkan dengan varietasbayam hijau (Septiatin, 2006). Vitamin dan mineral yang lengkap seperti vitaminA, vitamin B2, vitamin B6, vitamin C, vitamin K, mangan, magnesium, kalium,fosfor dan kalsium banyak terkandung di dalam bayam merah (Lingga, 2010;Dalimartha, 2000). Bayam merah juga mengandung senyawa aktif yang berperandalam proses hemostatik yaitu tanin dan flavonoid (Kusmiati, 2012). Kandunganzat besi dan vitamin C yang cukup tinggi pada bayam bermanfaat dalam prosesabsorpsi zat besi ke dalam tubuh yang dapat berfungsi untuk mencegah terjadinyaanemia. Vitamin K dan kalsium selain bermanfaat untuk pembentukan tulang dangigi, juga berperan penting dalam proses koagulasi darah (Barasi, 2009).Kandungan kalsium dalam bayam adalah sekitar 365 mg (Direktorat GiziDEPKES RI, 1992). Tanin dalam bayam merah berperan sebagai astringen untuk

2mengendapkan protein darah dan vasokonstriksi pembuluh darah (Jhonson, 2004).Flavanoid berperan dalam menjaga permeabilitas pembuluh darah sertameningkatkan resistensi pembuluh darah kapiler (Tantio, 2008).Di sisi lain, bayam juga memiliki kandungan yang kurangmenguntungkan. Bayam mengandung oksalat yang sangat tinggi (Mou, 2008).Pada tanaman, oksalat dapat berbentuk asam oksalat maupun dalam bentuk kristalkalsium oksalat (Franchesi dan Nakata, 2005). Kristal kalsium oksalat merupakanbenda ergastik yang dapat berdampak negatif bagi tubuh bila dikonsumsi berlebih,antara lain penyebab batu ginjal (Brown, 2000; Conte et al., 1990). Selain itu,pada jumlah cukup tinggi, asam oksalat dan kristal kalsium oksalat menyebabkanaberasi mekanik saluran pencernaan dan tubulus di dalam ginjal (Akhtar et al.,2011). Bahkan secara kimia, kristal ini dapat menyerap kalsium yang pentinguntuk fungsi saraf dan serat-serat otot (Brown, 2000). Di dalam tubuh, oksalatakan bersenyawa dengan kalsium membentuk kristal yang disebut kalsiumoksalat. Kristal tersebut akan mengendap dan jika terkumpul akan membesarmembentuk batu ginjal (Lingga, 2010). Selain itu, bayam merah jugamengandung purin yang berkontribusi dalam peningkatan kadar asam urat yangberpotensi menyebabkan batu ginjal (Hayman, 2009; Kluwer, 2011).Meskipun domestikasi iguana sudah cukup lama dilakukan, tetapipenelitian mengenai iguana belum banyak dilakukan. Oleh karena itu penelitimencoba melakukan penelitian untuk melihat perubahan struktur anatomi danhistologi ginjal Iguana iguana setelah pemberian pakan bayam merah(Amaranthus tricolor L.).1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang permasalahandirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut:tersebut,makadapat1. Apakah terdapat perubahan struktur anatomi ginjal iguana hijau (Iguanaiguana) setelah pemberian bayam merah (Amaranthus tricolor L.) ?2. Apakah terdapat perubahan histologi ginjal iguana hijau (Iguana iguana)setelah pemberian bayam merah (Amaranthus tricolor L.) ?3. Bagaimana efek pemberian bayam merah (Amaranthus tricolor L.) terhadapperubahan histologi ginjal iguana hijau (Iguana iguana) ?1.3 Tujuan Penelitian1.3.1Tujuan UmumTujuan umum dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui perubahanstruktur anatomi dan histologi ginjal iguana hijau (Iguana iguana) setelahpemberian bayam merah (Amaranthus tricolor L.).1.3.2Tujuan KhususTujuan khusus dari penelitian ini adalah mengetahui efek pemberianbayam merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap perubahan histologi ginjal iguanahijau (Iguana iguana).

31.4 Manfaat Penelitian1.4.1Manfaat Pengembangan IlmuMemberikan informasi mengenai perubahan struktur anatomi dan histologiginjal iguana hijau (Iguana iguana) setelah pemberian bayam merah (Amaranthustricolor L.).1.4.2Manfaat aplikatifHasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk penelitianselanjutnya mengenai perubahan struktur anatomi dan histologi ginjal iguanahijau (Iguana iguana) setelah pemberian bayam merah (Amaranthus tricolor L.).1.5 HipotesisHipotesis dari penelitian eksperimental yang peneliti lakukan adalahbayam merah (Amaranthus tricolor L.) menyebabkan perubahan struktur anatomidan histologi ginjal iguana hijau (Iguana iguana).1.6 Keaslian PenelitianPenelitian tentang perubahan struktur anatomi dan histologi ginjal iguanahijau (Iguana iguana) setelah pemberian pakan bayam merah (Amaranthustricolor L.) belum pernah dilaporkan. Penelitian menggunakan bayam merahpernah dilakukan, namun menggunakan objek pengamatan yang berbeda antaralain “Pengaruh Pemberian Air Perasan Daun Bayam Merah (Amaranthus tricolorL.) Per-Oral Terhadap Kandungan Asam Urat Darah Tikus Putih (Rattusnorvegicus L.)” (Funny, 2007) dan “Uji Efek Perasan Daun Bayam Merah(Amaranthus tricolor) Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Tikus Wistar (Rattusnorvegicus)” (Rumimper et al., 2013). Penelitian terhadap iguana pernahdilakukan, namun menggunakan pakan yang berbeda antara lain “Growth ofJuvenile Green Iguanas (Iguana iguana) Fed Four Diets” (Donoghue, 1994) dan“Growth and Morphometrics of Green Iguanas (Iguana iguana) Fed Four Levelsof Dietary Protein” (Donoghue et al., 1998). Penelitian terhadap ginjal iguanahijau pernah dilakukan, namun menggunakan metode penelitian yang berbedaantara lain “Renal Disease Haemogram and Plasma Biochemistry in GreenIguana” (Knotek et al., 2002) dan “Chronic Renal Failure Disease in Adult GreenIguanas (Iguana iguana)” oleh (Knotek et al., 2009).

42. TINJAUAN PUSTAKA2.1 Iguana Hijau (Iguana iguana)Iguana hijau merupakan salah satu jenis kadal yang populer dijadikansebagai hewan peliharaan. Iguana hijau memiliki tubuh besar, semi-arboreal kearboreal (hidup di pohon) berasal dari New World (Amerika) keluarga Iguanidae.Iguana hijau memiliki ekor yang relatif panjang (hingga tiga kali panjang tubuh)dan gelambir permanen (puncak gular terletak di bawah tenggorokan).Spesies iguana memiliki satu atau lebih sisik besar di bawah tympanum (gendangtelinga) dan jengger yang besar di nuchal (leher) dan puncak punggung(belakang). Jantan dan betina keduanya memiliki satu baris pori-pori femoralis dibawah paha (Vosjoli et al., 2012). Kakinya pendek, tetapi kokoh. Kukunya kuatdan tajam sebagai alat penggali dan pemanjat. Iguana merupakan kadal yangpandai berenang dan memanjat, kebiasaannya tersebut digunakan untukmelindungi diri dari predator yang akan memangsa mereka (Eksakta, 2011).Gambar 1. Iguana hijau (Iguana iguana) (Bartlett dan Patricia, 2003)Nama "iguana" adalah versi Spanyol dari kata iwana. Ada dua jenis iguanahijau, Iguana iguana, iguana hijau yang diperdagangkan sebagai hewanpeliharaan, dan Iguana delicatissima (iguana India Barat) dari Lesser Antilles,yang ditandai dengan kurangnya sisik besar di bawah tympanum. Saat ini, Iguanaiguana dibagi menjadi dua subspesies, iguana dan rhinolopha. Subspesiesrhinolopha dianggap terutama Amerika Tengah dan ditandai oleh sisik besar dansejajar median di atas moncong (Vosjoli et al., 2012).2.1.1Klasifikasi IlmiahIguana merupakan salah satu jenis kadal (lizard) yang banyak ditemukandi kawasan tropis Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia. Iguanamempunyai keunikan sendiri dibandingkan jenis kadal lainya yaitu salah satujenis kadal herbivora atau dikenal dengan memakan tumbuh-tumbuhan.Klasifikasi dari Iguana hijau adalah sebagai berikut (Eksakta, 2011) :

1.2: Animalia: Chordata: S

Anatomi dan Histologi Ginjal Iguana Hijau (Iguana iguana) Setelah Pemberian Pakan Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.). Di bawah bimbingan DWI KESUMA SARI dan FIKA YULIZA PURBA. Bayam merah merupakan tumbuhan yang mengandung beberapa zat gizi antara lain protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, dan vitamin. Di sisi lain, bayam merah juga memiliki kandungan oksalat dan purin yang bersifat .

Related Documents:

Klasifikasi bentuk-bentuk perubahan sosial bisa . Berdasarkan definisi perubahan sosial dari beberapa tokoh di atas, dapat kita tarik menjadi sebuah kesimpulan. Perubahan sosial adalah suatu proses di mana terjadi perubahan struktur dan fungsi suatu . Kenakalan remaja juga jadi salah satu efek terjadinya perubahan sosial. Contoh kenakalan .

Struktur Geologi Beberapa kenampakan dari “satelite image” DEM, pada kawasan ini dapat dikenal beberapa jenis dan pola struktur. Dari hasil penafsiran dapat di identifikasi 2 jenis struktur ; struktur cincin dan liniasi. Struktur cincin terdapat pada kawasan Cikidang, Cikotok dan G. Peti. Struktur

Tulang-tulang pembentuk rangka tubuh . 12 3. Tulang-tulang di regio manus tampak . Anatomi hewan ini yang dipelajari adalah anatomi tubuh hewan piara. Pelaksanaan perkuliahan dan praktikum anatomi hewan dilakukan setiap minggu sesuai jadwal dengan beban 3 sks (1-2) pada mahasiswa semester 1. Pelaksanaan meliputi tutorial, pretest, praktikum di laboratorium, pembuatan laporan, dan ujian .

pengantar anatomi dan fisiologi ami rachmi 15 juli 2011 doc.ami.prodi tw.2011. peraturan 1. toleransi waktu 10 menit 2. hp vibrasi 3. tidak makan dan minum 4. pakaian rapih, sopan, tidak memakai sandal 5. bila tidak hadir memberitahu langsung dosen, surat doc.ami.prodi tw.2011. anatomi berasal dari bahasa latin yaitu, * ana : bagian, memisahkan * tomi (tomie) : iris/ potong anatomi adalah ilmu .

struktur geologi, sedangkan pengetahuan geomorfologi penting untuk mengetahui aktivitas struktur geologi, khususnya aktivitas yang resen. c) Geofsika, oseonografi dan geologi bawah tanah dapat membantu dalam menelaah struktur bawah tanah dan struktur dasar laut. Dengan kata lain, geologi struktur sangat erat

struktur geologi, sedangkan pengetahuan geomorfologi penting untuk mengetahui aktivitas struktur geologi, khususnya aktivitas yang resen. c) Geofsika, oseonografi dan geologi bawah tanah dapat membantu dalam menelaah struktur bawah tanah dan struktur dasar laut. Dengan kata lain, geologi struktur sangat erat

Kemampuan seorang 3d-artist membuat modelling 3d karakter akan terlihat seiring dengan pemahamannya tentang anatomi. Dalam tulisan ini dipaparkan betapa pentingnya pengetahuan anatomi tubuh dengan penguasaan dasar anatomi disini akan memberikan gambaran akan pentingnya memperdalam pengetahuan tentang otot, tulang dan persendian serta proporsi .

INTRODUCTION 5 562, 579, 582, 585, 591, 592, 610). Population genetics, for example, identifies the conditions—selection pressures, mutation rates, population