BAB II KONSEP DASAR A. Pengertian

3y ago
72 Views
2 Downloads
164.92 KB
26 Pages
Last View : 7d ago
Last Download : 3m ago
Upload by : Alexia Money
Transcription

BAB IIKONSEP DASARA.PengertianAda beberapa pengertian fraktur menurut para ahli adalah1. Fraktur adalah patah tulang, biasanya disebabkan oleh trauma atautenaga fisik (Price dan Wilson, 2006).2. Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan di tentukan sesuaijenis dan luasnya, fraktur terjadi jika tulang di kenai stress yang lebihbesar dari yang dapat diabsorbsinya (Smeltzer dan Bare, 2002).3. Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, kebanyakan frakturakibat dari trauma, beberapa fraktur sekunder terhadap proses penyakitseperti osteoporosis, yang menyebabkan fraktur yang patologis(Mansjoer, 2002).4. Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang yang di tandai oleh rasanyeri, pembengkakan, deformitas, gangguan fungsi, pemendekan , dankrepitasi (Doenges, 2002).5. Fraktur cruris merupakan suatu istilah untuk patah tulang tibia danfibulayang biasanya terjadi pada bagian proksimal (kondilus), diafisis,atau persendian pergelangan kaki ( Muttaqin, 2008)Berdasarkan pengertian para ahli dapat disimpulkan bahwa fraktur crurisadalah terputusnya kontinuitas tulang dan di tentukan sesuai jenis danluasnya, yang di sebabkan karena trauma atau tenaga fisik yang terjadipada tulang tibia dan fibula.B.Klasifikasi fraktur1. Menurut Mansjoer (2002) ada tidaknya hubungan antara patahantulang dengan dunia luar di bagi menjadi 2 antara lain:a. Fraktur tertutup (closed)6

Dikatakan tertutup bila tidak terdapat hubungan antara fragmentulang dengan dunia luar, disebut dengan fraktur bersih (karena kulitmasih utuh) tanpa komplikasi.Pada fraktur tertutup ada klasifikasi tersendiri yang berdasarkankeadaan jaringan lunak sekitar trauma, yaitu:1) Tingkat 0 : fraktur biasa dengan sedikit atau tanpa cederajaringan lunak sekitarnya.2) Tingkat 1 : fraktur dengan abrasi dangkal atau memar kulit danjaringan subkutan.3) Tingkat 2 : fraktur yang lebih berat dengan kontusio jaringanlunak bagian dalam dan pembengkakan.4) Tingkat 3 : Cedera berat dengan kerusakan jaringan lunak yangnyata dan ancaman sindroma kompartement.b. Fraktur terbuka (open/compound fraktur)Dikatakan terbuka bila tulang yang patah menembus otot dan kulityang memungkinkan / potensial untuk terjadi infeksi dimanakuman dari luar dapat masuk ke dalam luka sampai ke tulang yangpatah.Derajat patah tulang terbuka :1) Derajat ILaserasi 2 cm, fraktur sederhana, dislokasi fragmen minimal.2) Derajat IILaserasi 2 cm, kontusio otot dan sekitarnya, dislokasifragmen jelas.3) Derajat IIILuka lebar, rusak hebat, atau hilang jaringan sekitar.2. Menurut Mansjoer (2002) derajat kerusakan tulang dibagi menjadi 2yaitu:a. Patah tulang lengkap (Complete fraktur)7

Dikatakan lengkap bila patahan tulang terpisah satu dengan yanglainya, atau garis fraktur melibatkan seluruh potongan menyilangdari tulang dan fragmen tulang biasanya berubak tempat.b. Patah tulang tidak lengkap ( Incomplete fraktur )Bila antara oatahan tulang masih ada hubungan sebagian. Salahsatu sisi patah yang lainya biasanya hanya bengkok yang seringdisebut green stick.Menurut Price dan Wilson ( 2005) kekuatan dan sudut dari tenagafisik,keadaan tulang, dan jaringan lunak di sekitar tulang akanmenentukan apakah fraktur yang terjadi itu lengkap atau tidaklengkap. Fraktur lengkap terjadi apabila seluruh tulang patah,sedangkan pada fraktur tidak lengkap tidak melibatkan seluruhketebalan tulang.3. Menurut Mansjoer (2002) bentuk garis patah dan hubungannya denganmekanisme trauma ada 5 yaitu:a. Fraktur Transversal : fraktur yang arahnya malintang pada tulangdan merupakan akibat trauma angulasi atau langsung.b. Fraktur Oblik : fraktur yang arah garis patahnya membentuk sudutterhadap sumbu tulang dan merupakan akibat dari trauma angulasijuga.c. Fraktur Spiral : fraktur yang arah garis patahnya sepiral yang disebabkan oleh trauma rotasi.d. Fraktur Kompresi : fraktur yang terjadi karena trauma aksial fleksiyang mendorong tulang kea rah permukaan lain.e. Fraktur Afulsi : fraktur yang di akibatkan karena trauma tarikan atautraksi otot pada insersinya pada tulang.4. Menurut Smeltzer dan Bare (2001) jumlah garis patahan ada 3 antaralain:a. Fraktur Komunitif : fraktur dimana garis patah lebih dari satu dansaling berhubungan.8

b. Fraktur Segmental : fraktur dimana garis patah lebih dari satu tapitidak berhubungan.c. Fraktur Multiple : fraktur diman garis patah lebih dari satu tapi tidakpada tulang yang sama.B. Anatomi dan Fisiologi1. AnatomiTulang adalah jaringan yang kuat dan tangguh yang memberibentuk pada tubuh. Skelet atau kerangka adalah rangkaian tulang yangmendukung dan melindungi organ lunak, terutama dalam tengkorak danpanggul. Tulang membentuk rangka penunjang dan pelindung bagi tubuhdan tempat untuk melekatnya otot-otot yang menggerakan kerangka tubuh.Tulang juga merupakan tempat primer untuk menyimpan dan mengaturkalsiumdan fosfat (Price dan Wilson, 2006). Berikut adalah gambaranatomi tulang manusia :Gambar 1: Anatomi TulangSumber : www.adam.com9

Tulang membentuk rangka penunjang dan pelindung bagitubuh dan tempat untuk melekatnya otot- otot yang menggerakan kerangkatubuh. Tulang juga merupakan tempat primer untuk menyimpan danmengatur kalsium dan fhosfat. Tulang rangka orang dewasa terdiri atas206 tulang. Tulang adalah jaringan hidup yang akan suplai syaraf dandarah. Tulang banyak mengandung bahan kristalin anorganik (terutamagaram- garam kalsium ) yang membuat tulang keras dan kaku., tetapisepertiga dari bahan tersebut adalah fibrosa yang membuatnya kuat danelastis (Price dan Wilson, 2006).Tulang ekstrimitas bawah atau anggota gerak bawah dikaitkanpada batang tubuh dengan perantara gelang panggul terdiri dari 31 pasangantra lain: tulang koksa, tulang femur, tibia, fibula, patella, tarsalia, metatarsalia, dan falang (Price dan Wilson, 2006).a. Tulang Koksa (tulang pangkal paha)OS koksa turut membentuk gelang panggul, letaknya disetiap sisi dandi depan bersatu dengan simfisis pubis dan membentuk sebagian besartulang pelvis.b. Tulang Femur ( tulang paha)Merupakan tulang pipa dan terbesar di dalam tulang kerangka padabagian pangkal yang berhubungan dengan asetabulum membentukkepala sendi yang disebut kaput femoris, disebelah atas dan bawah darikolumna femoris terdapat taju yang disebut trokanter mayor dantrokanter minor. Dibagian ujung membentuk persendian lutut, terdapatdua buah tonjolan yang disebut kondilus lateralis dan medialis.Diantara dua kondilus ini terdapat lakukan tempat letaknya tulangtempurung lutut (patella) yang di sebut dengan fosa kondilus.c. Osteum tibialis dan fibularis (tulang kering dan tulang betis)Merupakan tulang pipa yang terbesar sesudah tulang paha yangmembentuk persendian lutut dengan OS femur, pada bagian ujungnyaterdapat tonjolan yang disebut OS maleolus lateralis atau mata kakiluar. OS tibia bentuknya lebih kecil dari pada bagian pangkal melekat10

pada OS fibula pada bagian ujung membentuk persendian dengantulang pangkal kaki dan terdapat taju yang disebut OS maleolusmedialis. Agar lebih jelas berikut gambar anatomi os tibia dan fibula.Gambar 2 : Anatomi tulang tibia dan fibulaSumber : www.adam.comd. Tulang tarsalia (tulang pangkal kaki)Dihubungkan dengan tungkai bawah oleh sendi pergelangan kaki,terdiri dari tulang-tulang kecil yang banyaknya 5 yaitu sendi talus,kalkaneus, navikular, osteum kuboideum, kunaiformi.e. Meta tarsalia (tulang telapak kaki)Terdiri dari tulang- tulang pendek yang banyaknya 5 buah, yangmasing-masing berhubungan dengan tarsus dan falangus denganperantara sendi.f. Falangus (ruas jari kaki)Merupakan tulang-tulang pipa yang pendek yang masing-masingterdiridari 3 ruas kecuali ibu jari banyaknya 2 ruas, pada metatarsalia bagianibu jari terdapat dua buah tulang kecil bentuknya bundar yang disebuttulang bijian (osteum sesarnoid).11

2. FisiologiSistem musculoskeletal adalah penunjang bentuk tubuh dan perandalam pergerakan. Sistem terdiri dari tulang sendi, rangka, tendon,ligament, bursa, dan jaringan-jaringan khusus yang menghubungkanstruktur tersebut (Price dan Wilson, 2006). Tulang adalah suatu jaringandinamis yang tersusun dari tiga jenis sel antara lain : osteoblast, osteositdan osteoklas. Osteoblas membangun tulang dengan membentuk kolagentipe 1 dan proteoglikan sebagai matriks tulang dan jaringan osteoidmelalui suatu proses yang di sebut osifikasi. Ketika sedang aktifmenghasilkan jaringan osteoid , osteoblas mengsekresikan sejumlah besarfosfatase alkali, yang memegang peran penting dalam mengendapkankalsium dan fosfat kedalam matriks tulang, sebagian fosfatase alkalimemasuki aliran darah dengan demikian maka kadar fosfatase alkali didalam darah dapat menjadi indikator yang baik tentang tingkatpembentukan tulang setelah mengalami patah tulang atau pada kasusmetastasis kanker ke tulang.Ostesit adalah sel- sel tulang dewasa yang bertindak sebagai suatulintasan untuk pertukaran kimiawi melalui tulang yang padat. Osteklasadalah sel-sel besar berinti banyak yang memungkinkan mineral danmatriks tulang dapat di absorbsi. Tidak seperti osteblas dan osteosit,osteklas mengikis tulang. Sel-sel ini menghsilkan enzim-enzim proteolotikyang memecahkan matriks dan beberapa asam yang melarutkan mineraltulang, sehingga kalsium dan fosfat terlepas ke dalam aliran darah.Secara umum fungsi tulang menurut Price dan Wilson (2006) antara lain:1. Sebagai kerangka tubuh.Tulang sebagai kerangka yang menyokong dan memberi bentuk tubuh.2. ProteksiSistem musculoskeletal melindungi organ- organ penting, misalnyaotak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak, jantung dan paru-paruterdapat pada rongga dada (cavum thorax) yang di bentuk oleh tulangtulang kostae (iga).12

3. Ambulasi dan MobilisasiAdanya tulang dan otot memungkinkan terjadinya pergerakan tubuhdan perpindahan tempat, tulang memberikan suatu system pengungkityang di gerakan oleh otot- otot yang melekat pada tulang tersebut ;sebagai suatu system pengungkit yang digerakan oleh kerja otot- ototyang melekat padanya.4. Deposit MineralSebagai reservoir kalsium, fosfor,natrium,dan elemen- elemen lain.Tulang mengandung 99% kalsium dan 90% fosfor tubuh5. HemopoesisBerperan dalam bentuk sel darah pada red marrow. Untukmenghasilkan sel- sel darah merah dan putih dan trombosit dalamsumsum merah tulang tertentu.C. EtiologiEtiologi dari fraktur menurut Price dan Wilson (2006) ada 3 yaitu:1. Cidera atau benturan2. Fraktur patologikFraktur patologik terjadi pada daerah-daerah tulang yang telah menjadilemah oleh karena tumor, kanker dan osteoporosis.3. Fraktur bebanFraktur baban atau fraktur kelelahan terjadi pada orang- orang yangbaru saja menambah tingkat aktivitas mereka, seperti baru di terimadalam angkatan bersenjata atau orang- orang yang baru mulai latihanlari.D. PatofisiologisFraktur dibagi menjadi fraktur terbuka dan fraktur tertutup.Tertutup bila tidak terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunialuar. Sedangkan fraktur terbuka bila terdapat hubungan antara fragmentulang dengan dunia luar oleh karena perlukaan di kulit (Smelter dan Bare,13

2002). Sewaktu tulang patah perdarahan biasanya terjadi di sekitar tempatpatah ke dalam jaringan lunak sekitar tulang tersebut, jaringan lunak jugabiasanya mengalami kerusakan. Reaksi perdarahan biasanya timbul hebatsetelah fraktur. Sel- sel darah putih dan sel anast berakumulasimenyebabkan peningkatan aliran darah ketempat tersebut aktivitasosteoblast terangsang dan terbentuk tulang baru umatur yang disebutcallus. Bekuan fibrin direabsorbsidan sel- sel tulang baru mengalamiremodeling untuk membentuk tulang sejati. Insufisiensi pembuluh darahatau penekanan serabut syaraf yang berkaitan dengan pembengkakan yangtidak di tangani dapat menurunkan asupan darah ke ekstrimitas rkontrolpembengkakan akan mengakibatkan peningkatan tekanan jaringan, oklusidarah total dan berakibat anoreksia mengakibatkan rusaknya serabut syarafmaupun jaringan otot. Komplikasi ini di namakan sindrom compartment(Brunner dan Suddarth, 2002 ).Trauma pada tulang dapat menyebabkan keterbatasan gerak danketidak seimbangan, fraktur terjadi dapat berupa fraktur terbuka danfraktur tertutup. Fraktur tertutup tidak disertai kerusakan jaringan lunakseperti tendon, otot, ligament dan pembuluh darah ( Smeltzer dan Bare,2001). Pasien yang harus imobilisasi setelah patah tulang akan menderitakomplikasi antara lain : nyeri, iritasi kulit karena penekanan, hilangnyakekuatan otot. Kurang perawatan diri dapat terjadi bila sebagian tubuh diimobilisasi, mengakibatkan berkurangnyan kemampuan prawatan diri(Carpenito, 2007).Reduksi terbukadan fiksasi interna (ORIF) fragmen- fragmentulang di pertahankan dengan pen, sekrup, plat, paku. Namun pembedahanmeningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Pembedahan itu sendirimerupakan trauma pada jaringan lunak dan struktur yang seluruhnya tidakmengalami cedera mungkin akan terpotong atau mengalami kerusakanselama tindakan operasi (Price dan Wilson, 2006).14

E. Manifestasi KlinikManifestasi klinis fraktur adalah nyeri, hilangnya fungsi, deformitas,pemendekan ekstrimitas, krepitus, pembengkakan local, dan perubahanwarna.1. Nyeri terus menerus dan bertambah beratnya sampai fragmen tulang diimobilisasi, spasme otot yang menyertai fraktur merupakan bentuk bidaialamiah yang di rancang untuk meminimalkan gerakan antar fragmentulang.2. Setelah terjadi fraktur, bagian-bagian tak dapat digunakan dan cenderungbergerak tidak alamiah bukan seperti normalnya, pergeseran frakturmenyebabkan deformitas, ekstrimitas yang bias di ketahui denganmembandingkan dengan ekstrimitas yang normal. Ekstrimitas tidakdapat berfungsi dengan baik karena fungsi normal otot bergantung padaintegritas tulang tempat melekatnya otot.3. Pada fraktur panjang, terjadi pemendekan tulang yang sebenarnya karenakontraksi otot yang melekat diatas dan dibawah tempat fraktur.4. Saat ekstrimitas di periksa dengan tangan, teraba adanya derik tulangyang dinamakan krepitus yang teraba akibat gesekan antara fragmen satudengan yang lainya.5. Pembengkakan dan perubahan warna local pada kulit terjadi sebagaiakibat dari trauma dan perdarahan yang mengikuti fraktur. Tanda inibiasanya baru terjadi setelah beberapa jam atau hari setelah cedera(Smelzter dan Bare, 2002).F. PenatalaksanaanMenurut Mansjoer (2000) dan Muttaqin (2008) konsep dasar yang harusdipertimbangkan pada waktu menangani fraktur yaitu : rekognisi, reduksi,retensi, dan rehabilitasi.1. Rekognisi (Pengenalan )Riwayat kecelakaan, derajat keparahan, harus jelas untukmenentukan diagnosa dan tindakan selanjutnya. Contoh, pada tempat15

fraktur tungkai akan terasa nyeri sekali dan bengkak. Kelainan bentukyang nyata dapat menentukan diskontinuitas integritas rangka.2. Reduksi (manipulasi/ reposisi)Reduksi adalah usaha dan tindakan untuk memanipulasifragmen fragmen tulang yang patah sedapat mungkin kembali lagiseperti letak asalnya. Upaya untuk memanipulasi fragmen tulangsehingga kembali seperti semula secara optimal. Reduksi fraktur dapatdilakukan dengan reduksi tertutup, traksi, atau reduksi terbuka.Reduksi fraktur dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah jaringanlunak kehilangan elastisitasnya akibat infiltrasi karena edema danperdarahan. Pada kebanyakan kasus, reduksi fraktur menjadi semakinsulit bila cedera sudah mulai mengalami penyembuhan (Mansjoer,2002).3. Retensi (Immobilisasi)Upaya yang dilakukan untuk menahan fragmen tulang sehinggakembali seperti semula secara optimal. Setelah fraktur direduksi,fragmen tulang harus diimobilisasi, atau di pertahankan dalam posisikesejajaran yang benar sampai terjadi penyatuan. Imobilisasi dapatdilakukan dengan fiksasi eksterna atau interna. Metode fiksasi eksternameliputi pembalutan, gips, bidai, traksi kontinu, pin, dan teknik gips,atau fiksator eksterna. Implan logam dapat di gunakan untuk fiksasiintrerna yang brperan sebagai bidai interna untuk mengimobilisasifraktur. Fiksasi eksterna adalah alat yang diletakkan diluar kulit untukmenstabilisasikan fragmen tulang dengan memasukkan dua atau tigapin metal perkutaneus menembus tulang pada bagian proksimal dandistal dari tempat fraktur dan pin tersebut dihubungkan satu sama laindengan menggunakan eksternal bars. Teknik ini terutama ataukebanyakan digunakan untuk fraktur pada tulang tibia, tetapi jugadapat dilakukan pada tulang femur, humerus dan pelvis (Mansjoer,2000).16

Gambar 3 : Pemasangan OREF pada tibia dan fibulaSumber : www.google.comPrinsip dasar dari teknik ini adalah dengan menggunakan pin yangdiletakkan pada bagian proksimal dan distal terhadap daerah atau zonatrauma, kemudian pin-pin tersebut dihubungkan satu sama lain denganrangka luar atau eksternal frame atau rigid bars yang berfungsi untukmenstabilisasikan fraktur. Alat ini dapat digunakan sebagai temporarytreatment untuk trauma muskuloskeletal atau sebagai definitivetreatment berdasarkan lokasi dan tipe trauma yang terjadi pada tulangdan jaringan lunak (Muttaqin, 2008).4. RehabilitasiMengembalikan aktifitas fungsional semaksimal mungkin untukmenghindari atropi atau kontraktur. Bila keadaan tihanuntukmempertahankan kekuatan anggota tubuh dan mobilisasi (Mansjoer,2000).17

G. KomplikasiKomplikasi fraktur menurut Smeltzer dan Bare (2001) dan Price (2005)antara lain:1. Komplikasi awal fraktur antara lain: syok, sindrom emboli lemak,sindrom kompartement, kerusakan arteri, infeksi, avaskuler nekrosis.a. SyokSyok hipovolemik atau traumatic, akibat perdarahan (banyakkehilangan darah eksternal maupun yang tidak kelihatan yang biasmenyebabkan penurunan oksigenasi) dan kehilangan cairan ekstrasel ke jaringan yang rusak, dapat terjadi pada fraktur ekstrimitas,thoraks, pelvis dan vertebra.b. Sindrom emboli lemakPada saat terjadi fraktur globula lemak dapat masuk kedalampembuluh darah karena tekanan sumsum tulang lebih tinggi daritekanan kapiler atau karena katekolamin yang di lepaskan oleh reaksistress pasien akan memobilisasi asam lemak dan memudahkanterjasinya globula lemak pada aliran darah.c. Sindroma KompartementMerupakan masalah yang terjadi saat perfusi jaringan dalam ototkurang dari yang dibutuhkan untuk kehidupan jaringan. Ini bisadisebabkan karena penurunan ukuran kompartement otot karena fasiayang membungkus otot terlalu ketat, penggunaan gibs atau balutanyang menjerat ataupun peningkatan isi kompatement otot karenaedema atau perdarahan sehubungan dengan berbagai masalah(misalnya : iskemi,dan cidera remuk).d. Kerusakan ArteriPecahnya arteri karena trauma bias ditandai denagan tidak ada nadi,CRT menurun, syanosis bagian distal, hematoma yang lebar, dandingin pada ekstrimitas yang disbabkan oleh tindakan emergensisplinting, perubahan posisi pada yang sakit, tindakan reduksi, danpembedahan.18

e. InfeksiSistem pertahanan tubuh rusak bila ada trauma pada jaringan. Padatrauma orthopedic infeksi dimulai pada kulit (superficial) dan masukke dalam. Ini biasanya terjadi pada kasus fraktur terbuka, tapi biasjuga karena penggunaan bahan lain dalam pembedahan seperti pindan plat.f. Avaskuler nekrosisAvaskuler nekrosis (AVN) terjadi karena aliran darah ke tulangrusak atau terganggu yang bias menyebabkan nekrosis tulang dan diawali dengan adanya Volkman’s Ischemia (Smeltzer dan Bare,2001).2. Komplikasi dalam waktu lama atau lanjut fraktur antara lain: mal union,delayed union, dan non union.a. MalunionMalunion dalam suatu keadaan dimana tulang yang patah telahsembuh dalam posisi yang tidak seharusnya. Malunion merupakapenyembuhan tulang ditandai dengan meningkatnya tingkat kekuatandan perubahan bentuk (deformitas). Malunion dilakukan denganpembedahan dan reimobilisasi yang baik.b. Delayed UnionDelayed union adalah proses penyembuhan yang terus berjalandengan kecepatan yang lebih lambat dari keadaan normal. Delayedunion merupakankegagalan fraktur berkonsolidasi sesuai denganwaktu yang dibutuhkan tulang untuk menyambung. Ini disebabkankarena penurunan suplai darah ke tulang.c. idasidanmemproduksi sambungan yang lengkap, kuat, dan stabil setelah 6-9bulan. Nonunion di tandai dengan adanya p

B. Anatomi dan Fisiologi 1. Anatomi Tulang adalah jaringan yang kuat dan tangguh yang memberi bentuk pada tubuh. Skelet atau kerangka adalah rangkaian tulang yang mendukung dan melindungi organ lunak, terutama dalam tengkorak dan panggul. Tulang membentuk rangka penunjang dan pelindung bagi tubuh dan tempat untuk melekatnya otot-otot yang menggerakan kerangka tubuh. Tulang juga merupakan .

Related Documents:

Dasar-dasar Agribisnis Produksi Tanaman 53. Dasar-dasar Agribisnis Produksi Ternak 54.Dasar-dasar Agribisnis Produksi Sumberdaya Perairan 55. Dasar-dasar Mekanisme Pertanian 56. Dasar-dasar Agribisnis Hasil Pertanian 57. Dasar-dasar Penyuluhan Pertanian 58. Dasar-dasar Kehutanan 59. PertanianDasar-dasar Administrasi

Buku Keterampilan Dasar Tindakan Keperawatan SMK/MAK Kelas XI ini disajikan dalam tiga belas bab, meliputi Bab 1 Infeksi Bab 2 Penggunaan Peralatan Kesehatan Bab 3 Disenfeksi dan Sterilisasi Peralatan Kesehatan Bab 4 Penyimpanan Peralatan Kesehatan Bab 5 Penyiapan Tempat Tidur Klien Bab 6 Pemeriksaan Fisik Pasien Bab 7 Pengukuran Suhu dan Tekanan Darah Bab 8 Perhitungan Nadi dan Pernapasan Bab .

1. Mampu menjelaskan teori dasar matematika, teori dasar matematika terapan, konsep dasar algoritma dan pemrograman serta konsep dasar statistika (C3). 2. Mampu menerapkan teori dasar matematika, teori dasar matematika terapan, konsep dasar algoritma dan pemrograman serta kons

Mata kuliah Konsep dasar IPA memberikan pemahaman konsep‐konsep dan teori dasar IPA untuk mengenal alam besrerta isinya, fenomena‐fenomena alam dan gejala‐gejala alam Topik : Besaran dan Satuan Kompetensi Dasar : 1. Menjelaskan konsep besaran dan satuan dalam sistem Internasional 2.

BAB VI KONSEP PERANCANGAN 6.1 Konsep Dasar Konsep perencanaan dilakukan melalui pendekatan desain sebagai berikut : 1. Tempat produksi animasi lokal dari tahap awal hingga akhir yang mengedepankan kenyamanan dan membentuk suasana menyenangkan. 2. Mampu menciptakan sumber tenaga kerja animasi lokal yang mampu bersaing dan

BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN . PENGEMBANGAN KAMPUNG NELAYAN . Pada bab ini akan dilakukan sinstesis analisis guna mendapat arahan konsep desain Pengembangan Kampung Nelayan Karangwuni yang tepat sasaran. 6.1 KONSEP SISTEM LINGKUNGAN . 6.1.1 KONSEP KONTEKS FISIKAL . Kampung Nelayan berlokasi di Dusun Karangwuni, Desa Karangwuni,

Dasar Keluarga Negara ini yang menyokong dan melengkapi dasar-dasar yang sedia ada seperti Dasar Sosial Negara, Dasar Wanita Negara dan Dasar Kanak-kanak Negara turut berteraskan kepada Perlembagaan Persekutuan, Rukun Negara dan matlamat Wawasan 2020. Di samping itu, dasar ini turut merujuk secara khusus kepada tanggungjawab

dasar-dasar akuakultur atau dasar-dasar budidaya, pengantar agribisnis perikanan dan kelautan atau pengantar ekonomi perikel 270 1710714320012 rusmai trianti statistik, 9 rp75,000 rp675,270 dasar-dasar akuakultur atau dasar-dasar budidaya, ikhtiologi, 271