SISTEM TENAGA LISTRIK - Slamet Elektro Umy

3y ago
90 Views
7 Downloads
4.15 MB
168 Pages
Last View : 7d ago
Last Download : 4m ago
Upload by : Jamie Paz
Transcription

SISTEM TENAGA LISTRIKIr. Slamet Suripto, M.EngPenerbit LP3M UMY

SISTEM TENAGA LISTRIKOleh : Ir. Slamet Suripto, M.EngHak Cipta 2017 pada PenulisHak Cipta Dilindungi Undang-undang.Diterbitkan pertama kali olehPenerbit LP3M UMYKampus Terpadu UMYJalan Lingkar Selatan Tamantirto KasihanBantul Yogyakarta Indonesia 55183Desember 2017

PENGANTARAlhamdulillaahirabbil ‘Aalamiin, segala mahami dan memanfaatkan nikmat yang telah diberikanNya untuk kemudahan dan kemanfaatan hidup. Shalawatdan salam semoga senatiasa dilimpahkan kepada NabiMuhammad saw. yang telah menjelaskan dan memberiteladan kepada manusia untuk memperoleh ketenangan dankebahagiaan hidup.Buku yang ada di hadapan pembaca ini membahasbeberapa hal tentang sistem tenaga listrik yang meliputipembangkitan, penyaluran dan penditribusiannya sampai kepelanggan. Pembahasan dalam buku ini dilakukan secaragaris besar dengan tujuan agar para pembaca dapatmemahami secara utuh proses yang terjadi dalam sebuahsistem tenaga listrik. Dimulai dengan gambaran secara garisbesar suatu sistem tenaga listrik dan kondisi kelistrikan diIndonesia untuk mendapatkan informasi singkat berkaitandengan pengelolaan energi listrik di seluruh wilayahIndonesia.Bagian berikutnya membahas tentang konversienergi listrik dari beberapa macam energi primer yang

digunakan di unit pembangkit. Selanjutnya adalah bahasansistem transmisi tenaga listrik meliputi macam-macamnya,kelebihan kekurangan dan wataknya. Komponen lain en yang penting untuk mengendalikan sistem.Bahasan lainnya adalah jaringan distribusi yang merupakankomponen sistem tenaga listrik yang terdekat dengankonsumen. Dalam bab yang terakhir buku ini dipaparkansecara singkat tentang kualitas dan keandalan sistem tenagalistrik yang mencakup parameter dan standar yangdigunakan untuk menilai tingkat kualitas dan keandalantersebut.Kami ucapkan terima kasih bagi para penulisterdahulu yang sebagian karyanya kita jadikan rujukandalam penulisan buku ini. Akhirnya kami sebagai penyusunmengharapkan kritik dan saran dari para pembaca untukpenyempurnaan buku ini dan berharap semoga buku inibermanfaat bagi para pembaca terutama bagi yang mulaiberminat untuk mengetahui kerja sistem tenaga listrik.Yogyakarta, Desember 2017Penulis

DAFTAR ISIBAB I SISTEM TENAGA LISTRIK 1A. Skema Sistem Tenaga Listrik 1B. Fungsi Komponen Sistem Tenaga Listrik 2C. Level Tegangan pada sistem tenaga listrik 4D. Sistem Tenaga Listrik Terpisah dan Interkoneksi 8E. Sistem Kelistrikan di Indonesia 11BAB II PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK 19A. Pengertian dan Macam-macamnya 19B. Komponen unit pembangkit tenaga listrik 22C. Pertimbangan Pembangunan Sistem Pembangkit 24D. Prinsip Kerja dan Watak Pembangkit 261. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 262. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 323. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 404. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) 445. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) 476. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 527. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 548. Pembangkit Listrik Tenaga Angin/Bayu (PLTB) 57

E. Generator Pembangkit 581. Prinsip kerja generator 592. Generator AC 603. Generator sinkron 624. Prinsip kerja generator sinkron 635. Watak generator sinkron 66BAB III SALURAN TRANSMISI 71A. Pengertian dan macamnya 711. Klasififikasi saluran transmisi berdasar penempatankonduktornya 742. Klasififikasi saluran transmisi berdasartegangankerjanya 783. Klasififikasi saluran transmisi berdasarjenis arus listrikyang disalurkan 82B. Peralatan utama saluran transmisi 84C. Penghantar Saluran Transmisi 85D. Isolator 88E. Watak Tegangan Saluran Transmisi 90F. Efisiensi Saluran Transmisi 92BAB IV GARDU INDUK DAN TRANSFORMATOR 95A. Klasifikasi Gardu Induk 95B. Peralatan utama Gardu Induk 101C. Transformator 1121. Prinsip kerja trafo 1132. Watak trafo daya pada sistem tenaga listrik 116

BAB V JARINGAN DISTRIBUSI 123A. Pengertian dan Macamnya 1231. Tegangan jaringan distribusi 1242. Macam jaringan distribusi 1263. Topologi jaringan 1274. Peralatan pendukung jaringan distribusi 130B. Trafo Distribusi 134C. Kinerja Jaringan Distribusi 137BAB V KUALITAS DAN KEANDALAN SISTEM TENAGALISTRIK 145A. Keandalan Distribusi Tenaga listrik 146B. Kualitas Distribusi Tenaga Listrik 151

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umyBAB ISISTEM TENAGA LISTRIKA. Skema Sistem Tenaga ListrikSecara umum, sistem diartikan sebagaisuatukesatuan yang terdiri beberapa komponen atau elemen yangdihubungkan untuk memudahkan aliran informasi, materiatau energi untuk mencapai suatu tujuan. Dengan demikian,sebuah sistem pasti terdiri dari beberapa komponenpenyusun yang dihubungkan sedemikian rupa sehinggadapat bekerja sesuai perannya masing-masing untukmencapai tujuan tertentu. Bila dikaitkan dengan tenagalistrik, maka yang akan mengalir dalam sistem itu adalahtenaga listrik.Sistem tenaga listrik adalah suatu sistem yang terdiridari beberapa komponen, antara lain unit pembangkitan,saluran transmisi, gardu induk dan jaringan distribusi yangberhubungan sedemikian rupa dan berkerja sama untukmelayani kebutuhan tenaga listrik bagi pelanggan sesuai1

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umykebutuhan. Secara garis besar sistem tenaga listrik dapatdigambarkan dengan skema gambar 1.1Gambar 1.1 Skema sistem tenaga listrikB. Fungsi Komponen Sistem Tenaga ListrikFungsi masing-masing komponen secara garis besaradalah sebagai berikut:1. Unit pembangkitan merupakan komponen sistem tenagalistrik yang terdiri dari generator pembangkit tenagalistrik yang digerakkan oleh turbin.Unit pembangkitanberfungsi untuk membangkitkan tenaga listrik dengancara mengubah energi primer yang berasal dari sumberenergi lain, misalnya air, batu bara, panas bumi atauminyak bumi menjadi energi listrik.2

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umy2. Saluran transmisi merupakan komponen sistem tenagalistrik yang berupa konduktor yang dibentang antarapembangkit dan gardu induk pusat beban atau antargarduinduk.Salurantransmisimenyalurkan daya atau energiberfungsiuntuklistrik dari pusatpembangkitan ke gardu induk pusat beban atau antargardu induk.3. Gardu induk merupakan komponen sistem tenaga listrikyang terdiri dari peralatan pemutus-penghubung tenagalistrik dan trafo penurun tegangan yang terletak antarasaluran transmisi dan jaringan distribusi. Gardu indukberfungsi untuk mengatur aliran tenaga listrik danmenyesuaikan level tegangan sistem.4. Jaringan distribusi merupakan komponen sistem tenagalistrik yang terdiri daripenghantar yang dibentang mulaidari gardu induk sampai dengan lokasi pelanggan.Jaringan distribusi berfungsi untuk mendistribusikanenergi listrik dari gardu induk pusat bebanke lokasikonsumen/pelanggan energi listrik.Sistem tenaga listrik mempunyai tujuan utama yaitumemenuhi kebutuhan energi listrik yang aman dan nyaman3

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umybagi konsumen/pelanggan sesuai kebutuhan, baik leveltegangan, besar daya maupun jumlah energinya.C. Level Tegangan pada sistem tenaga listrikPada suatu sistem tenaga listrik, tegangan yangdigunakan pada masing-masing komponen dapat berbedabeda sesuai dengan kepentingannya. Dengan kata lain, setiapkomponen pada sistem tenaga listrik bekerja dengan leveltegangan yang berbeda-beda. Hal ini dilakukan agar sistemmenjadi lebih ekonomis.1. Tegangan Unit suaikan dengan spesifikasi dan kapasitas generatorpembangkit yang digunakan, biasanya berkisar antara 4,5s/d 20 kV. Untuk pembangkit yang berkapasitas lebih besarbiasanya menggunakan level tegangan yang lebih tinggi. Halini dilakukan agar arus yang mengalir tidak terlalu besar.Karena untuk kapasitas daya generator tertentu, gangannya. Artinya semakin tinggi tegangan, maka arusyang mengalir semakin kecil. Apabila arus yang mengalir4

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umypada generator semakin kecil, maka luas penampang kawatlilitan yang dibutuhkan menjadi lebih kecil, sehingga ukurangenerator dapat lebih kecil dan dapat lebih murah. Bila arusyang mengalir lebih kecil, maka rugi daya pada lilitanmenjadi lebih kecil, sehingga lebih ekonomis.Level tegangan pada pembangkit biasanya tidakterlalu tinggi, karena semakin tinggi level tegangangenerator, maka jumlah lilitan generator tersebut harussemakin banyak. Dengan lilitan yang lebih banyak akanmengakibatkan generator menjadi lebih besar dan lebihberat, sehingga menjadi kurang efisien. Disamping itudengan dimensi generator yang besar dan berat nnya. Sebaliknya untuk kapasitas generator yanglebih kecil biasanya menggunakan level tegangan keluaranyang relatif rendah agar lebih ekonomis.Bila unit pembangkit akan dihubungkan dengandengan saluran transmisi yang mempunyai level teganganyang lebih tinggi, maka dibutuhkan peralatan penaiktegangan yang berupa transformator penaik tegangan ataustep uptransformer.5

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umy2. Tegangan Saluran transmisi:Sistem saluran transmisi biasanya menggunakanlevel tegangan yang lebih tinggi dari pada tegangan padaunit pembangkit. Hal ini karena fungsi pokok salurantransmisi adalah menyalurkan daya/energi listrik, sehinggayang dipentingkan adalah sistem mampu menyalurkan dayadengan efisiensi yang tinggi atau rugi-rugi daya kecil. Upayayang dilakukan adalah mempertinggi level tegangan agararus yang mengalir pada saluran transmisi lebih kecil.Bilaarus yang mengalir pada penghantar saluran transmisisemakin kecil, maka rugi daya yang terjadi pada jaringanakan semakin kecil, sehingga saluran transmisi menjadilebih efisien. Demikian juga dengan semakin kecil arus,maka turun tegangan yang terjadi pada saluran juga lebihkecil, sehingga tegangan pada ujung penerima tidak terlalurendah.Sekalipun demikian, semakin tinggi tegangan salurantransmisi memerlukan peralatan yang mempunyai tingkatisolasi yang lebih tinggi yang konsekuensinya harganyamenjadi lebih mahal. Dan juga untuk kepentingan keamanandan keselamatan lingkungan, memerlukan tower penyanggayang lebih tinggi. Tegangan saluran transmisi umumnya6

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umyberkisar antara 70 kV s/d 1000 kV. Saluran transmisidengan tegangan 500 kV atau lebih akan lebih ekonomis jikadigunakan untuk menyalurkan daya yang cukup besar danjarak pengiriman yang cukup jauh. Sedangkan untuk jarakdekat dan daya yang tidak begitu besar biasanya digunakantegangan yang lebih rendah agar biaya pembangunannyadapat lebih murah.3. Tegangan jaringan distribusiJaringan distribusi biasanya menggunakan leveltegangan yang lebih rendah dari tegangan saluran transmisi.Hal ini karena daya yang didistribusikan biasanya relatifkecil dan letak jaringan distribusi lebih banyak berada disekitar pemukiman pelanggan, sehingga sangat perlumempertimbangkan faktor keselamatan. Jaringan distribusimerupakan komponen sistem tenaga listrik yang langsungberhubungan dengan konsumen, sehingga level tegangannyamenyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan atau penggunaenergi listrik.Level tegangan jaringan distribusi yang seringdigunakan ada dua macam, yaitu jaringan teganganmenengah (JTM) 20 kV dan jaringan tegangan rendah (JTR)220 V. Dengan demikian pada jaringan distribusi diperlukan7

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umytrafo distribusi untuk menurunkan tegangan dari JTM 20 kVke JTR 220V sesuaitegangan pelanggan. Jaringan ungkan antara gardu induk ke beban yangmemerlukan daya relatif besar, seperti industri, rumah sakit,mall atau kampus yang biasanya berlangganan teganganmenengah 20 kV. Sedangkan beban rumah tangga dengandaya yang relatif kecil, biasanya dihubungkan denganjaringan tegangan rendah220 V.D. Sistem Tenaga Listrik Terpisah dan InterkoneksiSistem tenaga listrik yang diuraikan di atas angkitan, saluran transmisi, gardu induk dan beberapajaringan distribusi yang melayani beberapakelompok beban.Sistem tenaga listrik ini tidak berhubungan dengan sistemtenaga listrik yang lain. Sistem tenaga listrik yang demikiandisebut sistem tenaga listrik terpisah atau isolated. Secaraskematis sistem tenaga listrik terpisah sebagaimana terlihatpada gambar 1.1 di atas.8

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umySistem ini mempunyai kelebihan, biaya investasirelatif lebih murah dan pengelolaannya lebih sederhana,karena tidak memerlukansaluran transmisi sebagaipenghubung dengan sistem tenaga listrik lain yang kadangjaraknya cukup jauh. Sistem ini biasanya digunakan padasistem tenaga listrik yang mempunyai kapasitas daya relatifkecil dan jarak dengan sistem yang lain cukup jauh.Kekurangan atau kelemahan sistem ini adalah kontinuitaspelayanan kurang baik, karena bila pada unit pembangkitatau saluran utama terjadi gangguan, maka pelayanan kebeban akan terganggu atau bahkan bisa terhenti sama sekali.Demikian juga ketika pada sistem itu kekurangan daya,maka tidak dapat di bantu dari sistem yang lain.Namun dalam prakteknya, kadang suatu sistemtenaga listrik terdiri dari beberapa sistem pembangkit yangsaling berhubungan untuk melayani beberapa macam bebanyang ada pada lokasi yang berlainan. Sistem tenaga listrikyang demikian disebut sistem tenaga listrik interkoneksi,artinya masing-masing sistem dapat saling mengirimkandaya yang dibangkitkan bila diperlukan. Secara skematissistem tenaga listrik interkoneksi sebagaimana terlihat padagambar 1.29

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umy.Gambar 1.2 Skema sistem tenaga listrik interkoneksiDengan sistem interkoneksi ini diharapkan kualitaspelayanan dapat menjadi lebih baik. Bila ada plai daya penuh, maka kebutuhan beban di sekitarnyadapat disuplai dari unit pembangkit yang lain melaluisaluran transmisi yang dipasang antar unit pembangkit atauantar pusat beban. Dengan sistem interkoneksi, sistemtenaga listrik menjadi lebih kompleks, sehingga biayapembangunan dan opersionalnya menjadi lebih besar danpengelolaannya menjadi lebih rumit. Dengan demikiansistem interkoneksi hanya layak digunakan pada sistemtenaga listrik dengan daya besar dan memerlukan standar10

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umykualitas pelayanan yang tinggi. Lebih jauh lagi, sisteminterkoneksi bisa dikembangkan sehingga pengoperasianpembangkit dan aliran daya dapat dilakukan dari pusatpengatur sistem untuk mendapatkan operasi yang palingekonomis.E. Sistem Kelistrikan di IndonesiaSistem kelistrikan di Indonesia secara keseluruhandikelola oleh satu perusahaan yaitu PT. PLN Persero mulaidari unit pembangkitan sampai dengan jaringan distribusike pelanggan. Sistem kelistrikan di Indonesia menggunakanbeberapa jenis energi primer antar lain: air, batu bara, BBM,gas alam, panas bumi dan sumber energi terbarukan. Semuajenis energi ini dikelola secara terpadu untuk mendapatkanoperasi sistem tenaga listrik yang esia berkaitan dengan sebaran konsumsi energi listrikdi beberapa wilayah di Indonesiasepanjang tahun 2016,dapat diamati dari data penjualan energi listrik sebagaimanaterlihat pada tabel 1.111

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umyTabel 1.1 Penjualan energi listrik tahun 2016 (TWh)Jawa- Bali162.872Sumtera32.102Kalimantar8.923Sulawesi & Nusa TenggaraMaluku & sumsienergilistrik diberbagai wilayah di Indonesia, maka sistem tenaga listrikyang digunakan juga berbeda-beda. Sistem tenaga listrikuntuk wilayah yang kebutuhan bebannya terbesar, sepertipulau Jawa-Bali menggunakan sistem interkoneksi yangdapat dioperasikan dari satu pusat pengatur beban. Hal inidilakukan dengan harapan pengoperasian pembangkit dapatdiupayakan seoptimal mungkin dan kontinuitas pelayanandapat lebih baik, karena bila ada kekurangan energi di satuwilayah dapat dibantu dari wilayah lain. Sistem IntekoneksiJawa-Bali dapat dilihat pada gambar 1.3.12

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umyGambar 1.3Sistem Intekoneksi Jawa-BaliUntuk wilayah yang kebutuhan bebannya tidak begitubesar, seperti Sumatra, Kalimantan dan Sulewesi, sebagianwilayah dinilai layak menggunakan interkoneksi, sedangkansebagian wilayah lainnya masih menggunakan sistemterpisah/isolated. Adapun sebagian besar wilayah IndonesiaTimur menggunakan sistem terpisah karena kebutuhandayanya masihrelatif kecil, sehingga dinilai tidak ekonomisbila menggunakan sistem interkoneksi.Sebagian wilayah diIndonesia Timur yang menggunakan sistem isolateddapatdilihat pada gambar 1.4.Energi listrik di Indonesia sebagian besar masihdigunakan untuk kepentingan rumah tangga, baik untukpenerangan maupun keperluan lain. Setelah itu barulahkebutuhan listrik untuk sektor industri dan sektor lain.13

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umyGambar 1.4 Sistem kelistrikan di sebagian Indonesia TimurSebagai gambaran, sebaran penggunaan energi listrikdi Indonesia dapat diamati pada tabel 1.2Tabel 1.2 Penggunaan energi listrik di Indonesia tahun 2016Rumah tangga95.329 TWhIndustri68.928 TWhBisnis39.534 TWhSosial6.364 TWhGedung Kantor Pemerintah3.964 TWhPenerangan Jalan Umum3.706 TWhJumlah pelanggan listrik di Indonesia pada tahun2016 tercatat sekitar 65 juta pelanggan yang sebagian14

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umybesarnya adalah pelangan rumah tangga yang mencapai 59juta. Sisanya adalah pelanggan industri, publik, sosial dankantor pemerintah. Dari 65 juta pelanggan, sebagian besarjuga ada di wilayah Jawa-Bali sekitar 41 juta, selebihnyapelanggan di wilayah lain.Pertumbuhan beban puncak sistem kelistrikan diIndonesia semakin tahun semakin bertambah. Pertumbuhanbeban yang cukup tinggi didominasi wilayah perkotaan katkan kualitas pelayanan, pertumbuhan bebanpuncak harus diimbangi dengan penambahan kapasitaspembangkitan. Sebagai ilustrasi, di wilayah Jawa-Bali bebanpuncak pada tahun 2015 tercatat 24.807 MW. Untukmelayani beban itu kapasitas pembangkit yang siapdioperasikan di wilayah ini mencapai 33.824 MW yangmempunyai kemampuan membangkitkan serentak sebesar31.694 MW. Dengan demikian diharapkan tidak kekurangandaya untuk melayani beban puncak yang terjadi.Kondisi beban puncak yang terjadi pada suatuwilayah selalu berubah-ubah setiap saat tergantung jumlahpemakaian beban serentak saat itu. Sebagai contoh, bebantertinggi harianpalingsering terjadi15sekitarpukul

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umy19:00karena sebagian besar beban adalah beban rumahtangga. Pada saat itu beban penerangan rumah tanggamaksimal, dan juga banyak peralatan listrik rumah tanggayang beroperasi. Kemudian beban terendah sering terjadipada sekitar pukul 03:00 dini hari, yang saat itu sebagianpenghuni rumah istirahat dan peralatan listrik banyak yangtidak dioperasikan. Sebagai contoh kondisi perkembanganbeban puncak harian listrik Jawa-Bali pada satu hari yangtercatat di tahun 2010 ditunjukkan dalam gambar 1.5.Gambar 1.5 Grafik beban puncak harian listrik Jawa-BaliDari sisi pemakaian energi primer, kelistrikan diIndonesia sampai dengan tahun 2016 masih didominasi oleh16

Sistem Tenaga Listrikteknik elektro - umybatubara sebesar 54,6 %, disusul gas 26 %, air 7,8 %, BBM6,5 %, panas bumi 4,3 % dan energi terbarukan 0,8 %.Untuk pembangkit kapasitas besar yang sebagian besarnyaada di pulau Jawa, paling banyak menggunakan batu bara,sehingga biaya produksi energi listrik atau yang biasadisebut biaya pokok penyediaan (BPP) relatif lebih murah,tercatat di tahun 2008 sekitar Rp. 1.000,- per kWh. Hal iniberbeda dengan daerah di wilayah Indonesia Timur yangsebagian besarnya menggunakan sumber energi BBM yangpada tahun yang sama BPP energi listrik tertinggi di Papuatercatat sebesar Rp. 3.192,- per kWh.Rasio elektrifikasi merupakan angka perbandinganantara jumlah rumah tangga yang berlistrik dengan jumlahrumah tangga y

2. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 32 3. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 40 4. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) 44 5. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) 47 6. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 52 7. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 54 8.

Related Documents:

Buku Teknik Pembangkitan Tenaga Listrik ini terdiri dari 13 Bab, yaitu: Bab I: Pendahuluan, berisi tentang pembangkitan tenaga listrik, jenis-jenis pusat pembangkit listrik, instalasi pada pusat pembangkit listrik, masalah utama dalam pembangkitan tenaga listrik, sistem interkoneksi, proses penyaluran tenaga listrik, dan mutu tenaga listrik.

3). Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 4). Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) 5). Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sedangkan pembangkit tenaga listrik non konvensional meliputi : 1). Pembangkit Listrik Tenaga Angin 2). Pembangkit Listrik Tenaga Matahari 3). Pem

SISTEM TENAGA LISTRIK A. TEKNIK TENAGA LISTRIK Teknik Tenaga Listrik ialah ilmu yang mempelajari konsep dasar kelistrikan dan pemakaian alat yang asas kerjanya berdasarkan aliran elektron dalam konduktor (arus listrik). Dalam Teknik Tenaga Listrik dikenal dua macam arus : 1. Arus searah dikenal dengan istilah DC (Direct Current) 2.

LISTRIK DINAMIS Listrik Dinamis A. PENDAHULUAN Listrik bergerak dalam bentuk arus listrik. Arus listrik adalah gerakan muatan-muatan listrik berupa gerakan elektron dalam suatu rangkaian listrik dalam waktu tertentu karena adanya tegangan listrik. Arus listrik termasuk ke dalam besaran pokok dengan satuan Ampere (A). Arus listrik dapat dirumuskan:

8. Arus Lebih : Arus listrik yang ti mbul akibat gangguan pada instalasi listrik. 9. Ruang Bebas Hambatan (Right of Way) : Ruang bebas lintasan sambungan tenaga listrik. 10. Jarak Aman : Jarak aman atau safety distance adalah jarak antara jaringan sambungan tenaga listrik dengan lingkungan hidup khususnya pemanfaat tenaga listrik yang di anggap .

Mesin listrik adalah alat yang dapat mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik (generator) atau sebaliknya (motor) dan energi listrik menjadi bentuk energi listrik (transformator) lainnya memenggunakan prinsip induksi elektromagnetik. Transformator adalah perangkat listrik yang erat kaitannya dengan mesin listrik.

Angin) adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan energi angin untuk memutar bilah rotor dalam turbin/generator sehingga menghasilkan listrik. Pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) mengkonversikan tenaga angin menjadi energi listrik dengan menggunakan kincir angin atau turbin angin

The manufactured configurations were tested according to the ASTM D 3039 and ASTM D 4255 for the in-plane mechanical properties and according to ASTM G 99 for the friction coefficient. Also, specific wear rate and through-thickness compression test were performed according to [29]. The effects of the MWCNTs on the composite were determined from the tests results. Experimental description .