Sistem Bilangan Real Perpustakaan Ut-PDF Free Download

Sistem Bilangan Real Perpustakaan UT
02 Aug 2020 | 7 views | 0 downloads | 44 Pages | 925.36 KB

Share Pdf : Sistem Bilangan Real Perpustakaan Ut

Export Sistem Bilangan Real Perpustakaan Ut File to :

Download and Preview : Sistem Bilangan Real Perpustakaan Ut

Report CopyRight/DMCA Form For : Sistem Bilangan Real Perpustakaan Ut



Transcription

1 2 Analisis I, Dalam membahas sistem bilangan real ditekankan dan dibuktikan. berlakunya sifat Archimedes yaitu bahwa untuk setiap bilangan real x. terdapat bilangan asli n sehingga n x juga tentang sifat kerapatan. himpunan bilangan rasional dan himpunan bilangan irasional dalam sistem. bilangan real yaitu bahwa di antara dua bilangan real terdapat bilangan. rasional dan bilangan irasional Bagaimana menentukan supremum dan. infimum suatu himpunan bilangan real teorema interval susut dan beberapa. ketaksamaan yang dianggap penting yang mungkin digunakan dalam. pembahasan modul modul berikutnya dicantumkan dalam modul ini. Sebagai akhir modul ini disajikan sistem bilangan real yang diperluas. yakni disertai dua lambang dan Jadi dua, lambang ini bukan bilangan real tetapi untuk setiap bilangan real x. didefinisikan x, Setelah mempelajari modul ini diharapkan mahasiswa dapat memahami. jenis dan sifat bilangan yang termasuk dalam sistem bilangan real. Secara lebih terinci setelah selesai mempelajari modul ini diharapkan. mahasiswa dapat, 1 membuktikan dengan induksi matematik. 2 memahami sistem bilangan rasional adalah suatu medan terurut dan tidak. mempunyai sifat batas atas terkecil, 3 menjelaskan sistem bilangan real adalah medan terurut yang mempunyai.
sifat batas atas terkecil, 4 menentukan infimum dan supremum suatu himpunan bilangan real. MATA4217 MODUL 1 1 3, Kegiatan Belajar 1, Sistem Bilangan Rasional. P embahasan sistem bilangan rasional diawali dengan membahas sistem. bilangan asli dan sifat sifatnya yang khusus dimiliki oleh sistem ini. 1 1 Bilangan Asli, Bilangan asli adalah bilangan bulat positif Himpunan bilangan asli. diberi notasi jadi 1 2 3 Dalam ada operasi perjumlahan. dan operasi perkalian yakni untuk setiap a dan b di dalam terdapat c. dan d di dalam sehingga a b c dan a b d Di samping itu. di dalam terdapat relasi urutan yakni untuk setiap a dan b. terdapat tepat satu dari tiga hubungan, i a b a lebih kecil dari b. ii a b a sama dengan b, iii b a b lebih kecil dari a.
Hubungan a b juga ditulis b a b lebih besar dari a Bilangan 1. adalah bilangan anggota yang paling kecil Pembahasan tentang bilangan. asli didasari asumsi berlakunya prinsip pengurutan baik well ordering. principle sebagai teorema berikut ini, Teorema 1 1 Prinsip Pengurutan Baik. Setiap subhimpunan tidak kosong S dari mempunyai elemen terkecil. Jadi jika S dan S maka terdapat a S dan a x untuk, semua x S Notasi a x dibaca a lebih kecil atau sama dengan x jadi. a tidak lebih besar dari x Berdasarkan asumsi berlakunya prinsip pengurutan. baik akan dibuktikan sifat yang sangat terkenal dalam sistem bilangan asli. yang dinamakan prinsip induksi matematik, Teorema 1 2 Prinsip Induksi Matematik. Jika S dengan sifat, ii k S k 1 S, 1 4 Analisis I, Jadi suatu subhimpunan dari yang memenuhi i dan ii. subhimpunan itu adalah, Teorema ini akan dibuktikan dengan kontradiksi.
Diandaikan S Jadi S subhimpunan sejati dari sehingga. himpunan T S adalah subhimpunan yang tidak kosong dari. Menurut prinsip pengurutan baik terdapat a T sehingga a t untuk. semua t T Karena T S dan 1 S maka a 1 Jadi elemen, a 1 sebab a bukan elemen terkecil dari Karena a elemen. terkecil dari T maka a 1 bukan elemen T jadi a 1 S Menurut. sifat ii dari S maka a 1 1 a S Terdapat suatu kontradiksi. yakni a T a S dan T S Dengan demikian pengandaian, kita bahwa S harus salah dan terbukti S. Bentuk kedua dari prinsip induksi matematik disajikan sebagai teorema. berikut buktinya diserahkan kepada Anda, Teorema 1 3 Prinsip Induksi Matematik. Jika S subhimpunan dari dengan sifat, ii 1 k S k 1 S. Teorema berikut hanyalah suatu variasi dari Prinsip Induksi Matematik. Teorema 1 4, Jika S dengan sifat, ii k n0 k S k 1 S.
maka S n n n0, Prinsip Induksi matematik sangat bermanfaat untuk membuktikan suatu. rumus atau sifat P benar untuk setiap bilangan asli. MATA4217 MODUL 1 1 5, Contoh 1 1, Buktikan untuk setiap n maka 12 22 n2 n n 1 2n 1. Misalkan P n mewakili pernyataan 12 22 n2 n n 1 2n 1. Harus kita buktikan bahwa untuk setiap n pernyataan P n adalah benar. Dimisalkan S n P n benar Jadi S Jumlah 1 1 dan, P 1 1 1 1 2 1 1 1. Jadi P n benar untuk n 1 sehingga 1 S, Diasumsikan k S atau P k benar yakni pernyataan. 12 22 k 2 k k 1 2k 1, diasumsikan benar, Maka diperoleh.
12 22 k 2 k 1 2 12 22 k 2 k 1 2, k k 1 2k 1 k 1 2, k 1 k 2k 1 6 k 1. k 1 2k 2 7 k 6, k 1 2k 2 3k 4k 6, k 1 k 2k 3 2 2k 3. k 1 k 2 2k 3, k 1 k 2 2 k 1 1, 1 6 Analisis I, Perhitungan ini menunjukkan bahwa jika P n benar untuk n k maka. P n benar untuk n k 1 yakni pernyataan k S k 1 S, Jadi himpunan S n 12 22 n 2 n n 1 2n 1 mempunyai. sifat i 1 S dan ii k S k 1 S sehingga S Dengan demikian. terbukti bahwa 12 22 n2 n n 1 2n 1 benar untuk semua. bilangan asli n, BUKTI DENGAN INDUKSI MATEMATIK, Dalam praktek untuk membuktikan sifat atau rumus P n benar untuk.
setiap n dengan induksi menurut Teorema 1 2 cukup dilakukan tiga. langkah berikut, Langkah i Dibuktikan P n benar n 1. Langkah ii Diasumsikan bahwa P n benar untuk n k, Langkah iii Berdasarkan asumsi langkah ii dibuktikan bahwa P n. benar untuk n k 1, Langkah i dinamakan pangkal induksi dan ii dinamakan langkah. Contoh 1 2, Buktikan rumus binomium Newton jika diberikan bilangan real a dan b. maka untuk setiap n, a b n r 0 C n r a r bn r C n r.
i Untuk n 1 maka, r 0 C 1 r ar b1 r 0 1 a0b1 1 0 a1b0 a b. Jadi kita telah membuktikan bahwa rumus Newton benar untuk n 1. ii Diasumsikan bahwa rumus benar untuk n k, Jadi dianggap benar bahwa a b k r 0 C k r a r b k r. MATA4217 MODUL 1 1 7, iii Berdasarkan asumsi pada langkah ii maka. a b k 1 a b r 0 C k r a r b k r, r k 1 r k 1, r 0 C k r a r 1b k r r 0 C k r a r b k 1 r. Pada jumlah yang pertama r 1 diganti s dan pada yang kedua r. diganti s diperoleh, s k 1 s k 1, a b k 1 s 1 C k s 1 a s b k 1 s s 1 C k s 1 a s 1b k 2 s.
C k k a k 1b0 s 1 C k s 1 a s b k 1 s t 0 C k t a t b k 1 t. t s 1 C k k a k 1b 0 s 1 C k s 1 a sb k 1 s, t 1 C k t at b k 1 t C k 0 a 0b k 1. Akan tetapi C k k C k 1 k 1 dan C k 0 C k 1 0, C k s 1 C k s. s 1 k s 1 s k s, s 1 k s s k 1 s, a b k 1 C k 1 k 1 a k 1b 0 s 1 C k s 1 a s b k s 1. t 1 C k t a t b k t 1 C k 1 0 a 0b k 1, C k 1 0 a 0b k 1 s 1 C k s 1 C k s a sb k s 1. C k 1 k 1 a k 1b 0, C k 1 0 a 0b k 1 s 1 C k 1 s a s b k s 1.
C k 1 k 1 a k 1b 0, r 0 C k 1 r a r b k 1 r, Berdasar asumsi rumus Newton benar untuk n k telah dibuktikan rumus. benar untuk n k 1, 1 8 Analisis I, Menurut Prinsip Induksi Matematik Teorema 1 2 telah dibuktikan bahwa. rumus Newton a b n r 0 C n r ar bn r benar untuk semua n. Contoh 1 3, Buktikan untuk setiap n bilangan 8 5 habis dibagi 3. Dimisalkan P n mewakili pernyataan 8 5 habis dibagi 3 Harus. dibuktikan bahwa P n benar untuk setiap n, i Untuk n 1 8 5 3 habis dibagi 3 Jadi P n benar untuk n 1. ii Diasumsikan P n benar untuk n k Jadi dianggap benar bahwa. 8k 5k habis dibagi 3, iii Dibuktikan bahwa jika P n benar untuk n k maka juga benar.
untuk n k 1, Karena 8 5 habis dibagi 3 maka demikian juga 8 8k 5k dan. mengingat i maka 8 8k 5k 5k 81 51 habis dibagi 3 Jadi. 8k 1 8 5k 3 5k 8k 1 5k 1 juga habis dibagi 3 Terbukti bahwa. P n benar untuk n k 1, Menurut prinsip induksi matematik terbukti bahwa 8 5 habis dibagi 3. untuk semua bilangan asli n, Contoh 1 4, Diberikan barisan xn dengan x1 1 x2 2 dan xn 2 xn 1 xn. untuk semua n Buktikan rumus x2 n 1 1 untuk, x1 1 x2 2 x3 1 x4 1 x5 1. MATA4217 MODUL 1 1 9, Masalah ini akan dibuktikan dengan induksi Teorema 1 3 jika S.
dengan sifat i 1 S dan ii 1 k S k 1 S maka S, Andaikan P n adalah pernyataan x2 n 1 1 2 n 1. S n P n benar, Tiga langkah pembuktian dengan induksi berdasarkan Teorema 1 3 sebagai. Langkah i Ditunjukkan P n benar untuk n 1, Untuk n 1 maka x3 x2 1 1 2 1. Jadi P 1 benar sehingga 1 S, Langkah ii Diasumsikan 1 k S jadi P n benar untuk. Langkah iii Berdasar asumsi langkah ii dibuktikan P k 1 benar. Menurut definisi, x2k 3 x2k 2 x2k 1 x2k 2 x2k 1 x2k x2k 2 x2k 1 x2k 1.
Jadi x2 k 2 x2k 1 x2k 1 sehingga x2k 3 x2 k 1 x2k 1. x2k 1 x2 k 1 1, Menurut asumsi pada langkah ii P n benar untuk n k dan n k 1 jadi. 5 1 1 1 1 1, x2 k 1 1 1 2 k 3 2 k 1 1 2 k 3, 4 2 2 4 2 2. 1 2 k 3 2 k 1, 1 2 k 3 2 k 1 2 k 1, Jadi x2 k 1 1 1 2 k 1 1 2k 1 2 k 1 1 yang menunjukkan. P k 1 benar, 1 10 Analisis I, Menurut Teorema 1 3 maka S terbukti rumus x2 n 1 benar untuk. Keterangan, Dapat pembaca periksa bahwa P n benar untuk n 1 dan n 2.
Jadi 1 2 S 2 1 3 S Maka 1 2 3 S 3 1 4 S, Selanjutnya secara induksi n S untuk semua n. Contoh 1 5, Buktikan untuk bilangan real x 1 dan untuk setiap n maka. 1 x 1 nx Ketaksamaan Bernoulli, Jelas rumus benar untuk n 1 Diasumsikan bahwa rumus benar. untuk n k jadi benar bahwa 1 nx k 1 kx Karena 1 x 0 dan. kx 2 0 maka, 1 x k 1 1 kx 1 x 1 k 1 x kx2 1 k 1 x, dan terbukti ketaksamaan benar untuk n k 1 Dengan demikian. ketaksamaan Bernoulli benar untuk semua n, 1 2 Bilangan Rasional.
Dalam sistem bilangan asli kita tidak dapat menemukan bilangan. asli n sehingga 8 n 5 Masalah ini dapat diatasi dengan memperluas. menjadi sistem bilangan bulat Jadi menjadi subsistem dari. Pada ditambahkan bilangan 0 1 2 n sehingga, n 2 1 0 1 2 n. Bilangan 0 mempunyai sifat a 0 a a 0 0 dan a 1 a untuk. setiap a Untuk setiap a terdapat tepat satu bilangan a. sehingga a a 0 Bilangan a dinamakan invers dari a terhadap. operasi perjumlahan Akan tetapi dalam tidak terdapat invers terhadap. operasi perkalian artinya untuk x 0 kecuali x 1 tidak terdapat y. sehingga x y 1 Hal ini diatasi dengan memperluas sistem bilangan. MATA4217 MODUL 1 1 11, bulat menjadi sistem bilangan rasional Boleh dikatakan himpunan. bilangan rasional y x x 0, Sistem bilangan rasional merupakan suatu struktur matematik yang. dinamakan medan field terhadap operasi perjumlahan dan perkalian Suatu. medan F adalah suatu himpunan yang dilengkapi dua operasi dan. yang memenuhi aksioma J K dan D, J1 x F y F x y F, J2 x F y F x y y x sifat komutatif. J3 x F y F z F x y z x y z sifat asosiatif, J4 terdapat elemen 0 F sehingga 0 x x untuk semua x F.
J5 untuk setiap x F terdapat x F sehingga x x 0, K1 x F y F x y F. K2 x F y F x y y x sifat komutatif, K3 x F y F z F x y z x y z sifat asosiatif. K4 terdapat elemen 1 F dan 1 0 sehingga x 1 x untuk semua x F. K5 untuk semua x F dan x 0 terdapat elemen F dan x 1. D x F y F z F x y z x y x z sifat distributif, Sistem bilangan rasional memenuhi semua aksioma di atas maka. suatu medan Karena dalam terdapat relasi urutan maka suatu medan. 1 2 1 Supremum dan Infimum dalam Medan Rasional, Dalam pasal ini kita berbicara dalam medan rasional Jadi elemen. atau bilangan yang dimaksud adalah bilangan rasional dan himpunan adalah. subhimpunan dari, Definisi 1 1, Diberikan himpunan tidak kosong E Himpunan E dikatakan.
terbatas ke atas jika terdapat y sehingga x y untuk semua x E. dan dikatakan terbatas ke bawah jika terdapat z sehingga z x. 1 12 Analisis I, untuk semua x E Himpunan E dikatakan terbatas jika E terbatas. ke atas dan ke bawah Himpunan E dikatakan tak terbatas jika E. tidak terbatas ke atas atau tidak terbatas ke bawah. Definisi 1 2, Diberikan himpunan terbatas E, Bilangan y dinamakan suatu batas atas dari E jika x y untuk. semua x E dan z suatu batas bawah dari E jika z x untuk. Bilangan a dinamakan batas atas terkecil atau supremum dari E. yang dinyatakan sup E, i jika a suatu batas atas E dan. ii jika y a maka y bukan batas atas E, Bilangan b dinamakan batas bawah terbesar atau infimum dari E. yang ditulis inf E, i jika b suatu batas bawah E dan.
ii jika z b maka z bukan batas bawah E, Anda tentu mengenal lambang dan Lambang y dibaca. terdapat y di dalam dan lambang x E dibaca untuk setiap x. di dalam E atau untuk semua x di dalam E Jika digunakan lambang. definisi definisi di atas menjadi sebagai berikut, E terbatas ke atas y dan x y x E. E terbatas ke bawah z dan z x x E, y batas atas E y dan x y x E. z batas bawah E z dan z x x E, a sup E a batas atas E dan y a y bukan batas atas E. b inf E b batas bawah E dan z b z bukan batas bawah E. Contoh 1 6, Untuk himpunan berhingga F xi xi xi 1 i 1 2 n maka.
F terbatas sebab F terbatas ke atas dan juga ke bawah Batas atas E. adalah semua y dengan y xn 1 dan batas bawahnya semua z. dengan z x1 sup E xn 1 dan inf E x1, MATA4217 MODUL 1 1 13. Contoh 1 7, Karena x n sehingga x n maka tidak ada y. dan n y n Jadi tidak terbatas ke atas sehingga tak terbatas. Mudah Anda amati bahwa terbatas ke bawah dengan inf adalah 1. Contoh 1 8, Ditinjau himpunan E n Tampak 0 x x E jadi 0. batas bawah E Apabila z 0 terdapat n dan x E dengan x z. maka z bukan batas bawah E Menurut definisi maka 0 inf E Jelas. bahwa jika x E maka x 1 Jadi 1 suatu batas atas E dan jika y 1. karena 1 E maka y bukan batas atas E Jadi 1 sup E dan E himpunan. Pertanyaan timbul apakah setiap subhimpunan yang tidak kosong. dan terbatas ke atas dari mempunyai batas atas terkecil atau supremum. di dalam Apakah subhimpunan dari yang tidak kosong dan terbatas. ke bawah pasti mempunyai infimum Jawabnya tidak, Tidak ada bilangan rasional x sehingga x 2. Mudah dibuktikan bahwa m genap jika dan hanya jika m genap. untuk m bilangan bulat, Diandaikan terdapat bilangan rasional x dan x 2 sehingga dapat kita.
Sistem Bilangan Real Prof R Soemantri alam modul ini akan dibahas sifat sifat pokok bilangan real Meskipun pembaca sudah akrab benar dengan bilangan real namun modul ini akan membahasnya lebih cermat lagi Mungkin ada sifat mendasar yang sudah biasa pembaca gunakan namun bukti kebenaran sifat itu belum pernah dipelajari Pangkal pembicaraan dalam pembahasan tentang bilangan real ini adalah

Related Books

Sistem Bilangan Kompleks Perpustakaan UT

Sistem Bilangan Kompleks Perpustakaan UT

Bukti dari Teorema 1 1 1 dapat Anda lakukan dengan berpegang pada Definisi 1 1 2 dan 1 1 3 Pada bagian berikut Anda akan diperkenalkan pada suatu penulisan lain dari bilangan kompleks z x y Dengan identifikasi xx 0 dan i 0 1 gunakan Definisi 1 1 3 maka diperoleh 0 0 1 0 y y iy disebut bilangan imajiner sejati Jika z x y 1 1 1 dan z x y 2 2 2 adalah

BAB I BILANGAN BULAT dan BILANGAN PECAHAN Google Sites

BAB I BILANGAN BULAT dan BILANGAN PECAHAN Google Sites

Operasi Hitung pada Bilangan pecahan a Penjumlahan penjumlahan pada pecahan biasa penyebutnya disamakan dulu baru dijumlah contoh apabila penyebutnya

BAB I BILANGAN BULAT dan BILANGAN PECAHAN

BAB I BILANGAN BULAT dan BILANGAN PECAHAN

IV Pangkat dan Akar Pangkat Bilangan Bulat 1 Kuadrat dan Pangkat Tiga Bilangan Bulat Kuadrat Bilangan Bulat Pangkat dua Diperoleh dengan mengalikan bilangan itu dengan bilangan itu sendiri atau mengalikan bilangan tersebut secara berulang sebanyak dua kali a2 a x a contoh 42 4 x 4 16 9 2 9 x 9 81 Pangkat Tiga

Representasi Bilangan Bilangan Unsigned Signed dan

Representasi Bilangan Bilangan Unsigned Signed dan

bilangan Representasi bilangan meliputi unsigned dan signed xed point dan oating point Kemudian dibahas tentang operasi aritmetika baik penjumlahan maupun pengurangan Representasi bilangan di sistem digital komputer Rangkaian untuk melakukan operasi aritmatika penjumlahan dan pengurangan

Pembangkitan dan Pengujian Bilangan Acak Berbasis Bilangan

Pembangkitan dan Pengujian Bilangan Acak Berbasis Bilangan

1 penjelasan yang lengkap mengenai algoritma pembangkitannya 2 perangkat keras untuk membangkitkan barisannya 3 semua bit yang telah dibangkitkan sebelumnya D unrepeatable sequence jika diberikan suatu kondisi awal yang sama hasil pembangkitan barisan tidak sama Jenis jenis pembangkit bilangan acak

1 SISTEM BILANGAN REAL WordPress com

1 SISTEM BILANGAN REAL WordPress com

1 SISTEM BILANGAN REAL Bilangan real sudah dikenal dengan baik sejak masih di sekolah menengah bahkan sejak dari sekolah dasar Namun untuk memulai mempelajari materi pada BAB ini anggaplah diri kita belum tahu apa apa tentang bilangan real Kita akan mempelajari bagaimana sistem bilangan real itu dibangun

LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING DI PERPUSTAKAAN DAERAH

LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING DI PERPUSTAKAAN DAERAH

LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING DI PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN Laporan Tugas Akhir Disusun untuk Memenuhi sebagian Syarat Menyelesaikan Program Studi Ilmu Perpustakaan D3 Fakultas Adab dan Ilmu Budaya Universitas Islam Negeri Yogyakarta Oleh Nur Srianto 14130008 PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN D3 FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA

Pengertian Perpustakaan dan Dasar dasar Manajemen Perpustakaan

Pengertian Perpustakaan dan Dasar dasar Manajemen Perpustakaan

saja fungsi fungsi manajemen Tujuan Instruksional Umum Setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan mampu memahami dasar dasar perpustakaan jenis perpustakaan dasar dasar manajemen teori ilmu manajemen dan kaitannya dengan perpustakaan Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan mampu 1 Menyebutkan

OPERASI BILANGAN REAL STTAL

OPERASI BILANGAN REAL STTAL

02 OPERASI BILANGAN A Macam macam Bilangan Real Dalam kehidupan sehari hari dan dalam matematika berbagai keterangan seringkali menggunakan bilangan yang biasa digunakan adalah bilangan asli Bilangan adalah ungkapan dari penulisan satu atau beberapa simbol bilangan Misal 1 2 5 terdiri dari simbol bilangan 1 2 dan 5

2 BARISAN BILANGAN REAL Info kuliah Dr Julan Hernadi

2 BARISAN BILANGAN REAL Info kuliah Dr Julan Hernadi

Jawaban diberikan secara formal dalam teorema berikut 2 Bab 2 BARISAN BILANGAN REAL by Julan HERNADI Gambar 2 1 Ilustrasi barisan konvergen eoremaT 2 1 Suatu arisanb bilangan aler hanya dapat mempunyai satu limit Dengan kata lain jika suatu arisanb konvergen maka limitnya tunggal Bukti Andaikan barisan X x n mempunyai dua limit yang berbeda atakkan x a dan x b dengan x a 6 x b

TEORI BILANGAN Kajian tentang aritmatika sistem dan

TEORI BILANGAN Kajian tentang aritmatika sistem dan

TEORI BILANGAN Kajian tentang aritmatika sistem dan representasi bilangan Drs Antonius Cahya Prihandoko M App Sc PS Pendidikan Matematika FKIP PS Sistem Informasi University of Jember Indonesia Jember 2009 Antonius Cahya Prihandoko TEORI BILANGAN Outline Outline 1 Keterbagian dan Bilangan Prima Keterbagian Bilangan Prima 2 GCD dan Algoritma Euclidis Greatest Common Divisor Algoritma

LOGO Bilangan Biner Sistem Komputer dan Unit Input Output

LOGO Bilangan Biner Sistem Komputer dan Unit Input Output

BILANGAN BINER Elektronika digital secara luas dibuat menggunakan sistem bilangan biner dan dinyatakan digit 1 dan 0 Digit biner digunakan untuk menunjukan dua keadaan level tegangan HIGH atau LOW Sebagian besar sistem digital level HIGH direpresentasikan oleh 1 atau ON dan level LOW direpresentasikan oleh 0 atau OFF BILANGAN BINER Sistem bilangan biner adalah susunan bilangan yang