PENGETAHUAN LABORATORIUM BIOLOGI - WordPress

2y ago
24 Views
2 Downloads
992.39 KB
80 Pages
Last View : 6d ago
Last Download : 5m ago
Upload by : Abby Duckworth
Transcription

PENGETAHUAN LABORATORIUM BIOLOGIDIKTAT KULIAHOleh:KUKUH MUNANDARPRODI PENDIDIKAN BIOLOGIJURUSAN PENDIDIKAN MIPAFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER2012

KATA PENGANTARPuji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat dankarunia-Nya kepada kita semua. Atas nikmat dan karunia-Nya pula diktat PENGETAHUANLABORATORIUM BIOLOGI ini dapat terselesaikan.Diktat LABORATORIUM BIOLOGIdisusun dari berbagai literature yangdiperuntukkan sebagai bahan pegangan mahasiswa pendidikan biologi yang menempuhmatakuliah Pengetahuan Laboratorium Biologi (IPA).Ucapan terima kasih penyusun sampaikan kepada Dekan FKIP UM Jember Drs.H.ZakiHasan, MSi. dan Ketua Prodi Pendidikan Biologi FKIP UM Jember Ir. H. Elfien Harijanto,MP. yang telah memberi dorongan untuk selesainya diktat ini.Akhirnya Diktat LABORATORIUM BIOLOGI ini masih jauh dari sempurna, makasaran dan kritik yang membangun sangat penyusun harapkanJember, Awal September 2012PunyusunKukuh Munandar

DAFTAR ISIHalamanKata Pengantar .iiDaftar Isi .iiiBAB I. PENDAHULUAN . 1.1 Ruang Lingkup . 1.2 Batasan Bahasan . .BAB II. ORGANISASI LABORATORIUM SEKOLAH 2.1 Pengelola Laboratorium Sekolah .2.2 Pengelola Laboratorium di Masa Depan .BAB III. DESAIN LABORATORIUM . 3.1 Ruang Laboratorium 3.2 Meja Laboratorium .3.3 Sarana Air, Gas, dan Listrik Laboratorium 3.4 Peralatan Laboratorium 3.5 Furniture .3.6 Ruangan Khusus Lemari Asam 1123346677888BAB IV. PERALATAN LABORATORIUM .4.1 Peralatan Yang Umum Dimiliki Sekolah .4.2 Peralatan Modern .4.3 Pengadaan Peralatan BAB V. BAHAN-BAHAN LABORATORIUM .5.1 Specimen .5.2 Hewan Percobaan 5.3 Model .5.4 Bahan Kimia .5.5 Reagent .BAB VI. PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN LABORATORIUM6.1 Penangan dan Pemeliharaan Mikroskop .6.2 Penangan dan Pemeliharaan Alat Sterilisasi .BAB VII. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM .7.1 Pengertian dan Tujuan 7.2 Bahan dan Alat Penyebab Kecelakaan Kerja di Laboratorium 7.3 Tata Tertib Bekerja di Laboratorium .7.4 Usaha-usaha Pencegahan dan Keselamatan Kerja 7.5 Penyakit Infeksi Yang Dapat Terjadi di Lingkungan Lab .7.6 Keselamatan Kerja .DAFTAR PUSTAKA .991111121218191920222226LAMPIRAN-LAMPIRAN .463131314041434345

KONTRAK PERKULIAHANMata Kuliah / Kode: PengetahuanLaboratorium Biologi/ MKB 328Semester / SKS: I/ 2 sksPrasyarat: -Jurusan/Prodi: PMIPA/Pendidikan BiologiPembina matakuliah: Drs. Kukuh Munandar, M.Kes.Hari Pertemuan/Jam : Senin/jam ke 3 (kls A) dan ke 4 (kls B)Tempat Pertemuan: Ruang Kuliah PMIPA FKIP UM Jember1. MANFAAT MATA KULIAHManfaat mata kuliah ini dapat memberikan bekal pengetahuan dasar kepada mahasiswa tentangpengelolaan laboratorium IPA (khususnya Biologi) apabila menjadi guru.2. DESKRIPSI MATA KULIAHMemberikan pengertian secara mendalam dan detail tentang organisasi laboratorium sekolah,desain laboratorium, pelalatan laboratorium, bahan-bahan laboratorium, laboratorium IPASD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA, dan kesehatan dan keselaman kerja di laboratorium.

3. STANDAR KOMPETENSI MATA KULIAHMahasiswa mampu memahami konsep-konsep dasar tata kelola laboratorium IPA (khususnyaBiologi) dan dengan jiwa pendidik dan kepemimpinannya dapat mengelola laboratorium IPA(khususnya Biologi) di Sekolah.4. KOMPETENSI DASAR MATA KULIAH1. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar manajemen tata kelola laboratorium IPA(khusunya Biologi) sekolah.2. Mahasiswa dapat merancang laboratorium IPA (khususnya Biologi) sekolah.5. STRATEGI PERKULIAHANStrategi perkuliahan yang dipakai adalah ceramah dan tanya jawab, diskusi, dan tugas mandiri,baik yang terstruktur maupun tidak. Pertemuan kelas digunakan saat menjelaskan konsepkonsep baru. Sedang diskusi digunakan saat para mahasiswa menyusun sendiri konsepberdasarkan pengalaman riilnya.6. REFERENSI MATA KULIAH

Adijuwana, H. 1992. Manajemen Laboratorium. Departemen Pendidikan dan KebudayaanDirektorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat InstitutPertanian Bogor, Bogor.Munandar, K. 2008. Pengenalan Laboratorium: Pengantar Pengelolaan Laboratorium DiSekolah. Pandea, Jember.Munandar, K. 2004. Penuntun Praktikum Mikrobiologi dan Parasitologi Untuk Perawat.Pandea, Jember.Peraturan Mendiknas RI. No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana UntukSD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA.Smith, J.B. dan S. Mangkoewidjojo. 1988. Pemeliharaan, Pembiakan dan PenggunaanHewan Percobaan di Daerah Tropis. UI-Press, Jakarta.7. TUGAS MATA KULIAHBeberapa tugas mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa meliputi:1.2.3.4.Inventarisir alat dan bahan laboratorium IPA;Riset/survey tentang manajemen laboratorium IPA (Biologi) di Sekolah;Menyusun SOP (Standar Operasional Prosedur) suatu alat atau kegiatan;Merancang suatu laboratorium IPA (khususnya Biologi).8. KRITERIA PENILAIAN MATA KULIAHKomponen Penilaian1.2.3.4.Rata-rata tugas/ KuisUjian Tengah semesterUjian akhir semesterkehadiran kuliahNilai AKhir::::50%20%20%10%

Sistem penilaian akhir yang digunakan dengan menggunakan pedoman akademik dankemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Jember (FKIP UM Jember). Kriteria yangdigunakan adalah sebagai berikut :NilaiPointRangeA4 80B370 – 79C260 – 69D140 – 59E0 399. JADWAL PERKULIAHANTgl/PertemuankeTopik BahasanBacaan1Penjelasan kontrak perkuliahanKontrak Perkuliahan2Organisasi Laboratorium SekolahAdijuwana, H. Antar

unandar, K. boratoriumDiSekolah.Pandea,Jember3-4Peralatan LaboratoriumMunandar, K. 2004.Penuntun PraktikumMikrobiologidanParasitologi UntukPerawat.Pandea,Jember.Munandar, K. boratoriumDiSekolah.Pandea,Jember.5-6Bahan-bahan LaboratoriumMunandar, K. 2004.Penuntun PraktikumMikrobiologidanParasitologi UntukPerawat.Pandea,JemberSmith, J.B. dan S.Mangkoewidjojo.1988. Pemeliharaan,PembiakandanPenggunaan Hewan

Percobaan di DaerahTropis.UI-Press,Jakarta7Diskusi Hasil Inventarisir Alat & Tugas MahasiswaBahan Laboratorium8Melaksanakan UTS9-1112LaboratoriumIPASMP/MTs dan SMA/MASD/MI, Peraturan Mendiknas RI.No. 24 Tahun 2007tentangStandarSaranadanPrasaranaUntukSD/MI, SMP/MTs,dan SMA/MA.Kesehatan dan Keselaman Kerjadi LaboratoriumAdijuwana, H. gor.Munandar, K. boratorium DiSekolah. Pandea,Jember13Desain LaboratoriumMunandar, K.Pengenalan2008.

olah.Pandea,Jember14-1617Diskusi/seminar hasil riset/survey,penyusunan SOP dan desainlaboratorium biologiTugas MahasiswaMelaksanakan UASLain-lain (jika dianggap perlu)1. Untuk bisa mengikuti ujian akhir semester, mahasiswaharus memenuhi syaratadministrasi yang ditentukan bagian akademik (termasuk jumlah tatap muka minimal).2. Selama kegiatan tatap muka diharapkan semua orang tidak mengaktifkan nada dering Hp3. Pekerjaan/ tugas yang menunjukkan adanya ‘copy & paste’ (indikasi plagiat) akan diberinilai minimum tanpa memperhatikan pekerjaan asli dan pekerjaan yang mengkopi.4. Kontrak kuliah disepakati bersama sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatanperkuliahan.Disepakati oleh dosen dan mahasiswa tanggal .Pengampu MatakuliahKukuhMunandarE-mail: kkh jember@yahoo.co.idHp.085252736171

BAB IPENDAHULUAN1.1. Ruang LingkupIlmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan suat ilmu yang tidak hanya memahamikonsep-konsep dan teori di kelas saja tetapi membutuhkan juga penerapan teori melaluipraktikum.Hakekat pembelajaran IPA yaitu dapat mempelajari cara mempelajari IPA yang tepatdan benar, yaitu proses dan produk IPA serta nilai yang akan diterapkan dalamkehidupan.Untuk itu diperlukan laboratorium IPA (terutama Biologi,Kimia dan Fisika) pada tingkatansekolah.Laboratorium IPA dituntut untuk menyediakan peralatan yang dapat digunakan untukmemperoleh gejala benda maupun gejala peristiwa, baik secara langsung maupun tidaklangsung. Sehubungan dengan itu, laboratorium IPA dapat merupakan model alam ataulaboratorium harus diatur sedemikian rupa sehingga situasinya sama atau mirip dengan situasisesungguhnya di alam. Dalam beberapa hal laboratorium merupakan tempat yangmenungkinkan subyek belajar yang sifatnya abstrak dapat dipelajari, misalnya secara virtual.Dengan kegiatan laboratorium, siswa dapat mempelajari IPA melalui pengamatan secaralangsung terhadap fenomena maupun proses-proses nyata. Selain itu pada diri siswa akan tumbuh danberkembang rasa kesadaran ilmiah yang menyangkut sikap ilmiah, proses ilmiah dan produk ilmiah.Di dalam laboratorium, siswa dapat berlatih atau melakukan percobaan untuk meningkatkanketerampilan psikomotorik, kognitif, maupun afektifnya. Dengan demikian siswa yang belajar dilaboratorium akan menghayati sendiri berhadapan dengan obyek dan gejala yang timbul sertamemecahkan problem-problem yang mereka temukan.Sebagai mana Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980 pasal 29 bahwa laboratoriummempunyai fungsi:1. Mempersiapkan sarana penunjang untuk melaksanakan pendidikan dan pengajaran dalam satu atausebagian cabang ilmu, teknologi atau seni tertentu sesuai dengan bidang studi yang bersangkutan;2. Mempersiapkan sarana penunjang untuk melaksanakan penelitian dalam satu atau sebagian cabangilmu, teknologi atau seni tertentu sesuai dengan bidang studi yang bersangkutan.Dari fungsi tersebut dapat dijabarkan untuk laboratorium IPA mempunyai fungsi:1. Untuk mempersiapkan sarana penunjang pelaksanaan proses belajar bagi siswa dalam menemukankonsep dan/atau prinsip-prinsip IPA;2. Untuk mempersiapkan sarana penunjang pelaksanaan proses belajar bagi siswa dalam menemukankonsep dan/atau prinsip-prinsip pendidikan dan pengajaran IPA;3. Untuk mempersiapkan sarana penunjang pelaksanaan proses belajar mengajar guru ataupun siswadalm mengembangkan pengetahuannya tentang IPA sebagai disiplin ilmu;

4. Untuk mempersiapkan sarana penunjang pelaksanaan proses belajar mengajar guru ataupun siswadalm mengembangkan pengetahuannya mengenai pendidikan dan pengajaran IPA.Laboratorium dengan manajemen yang baik akan memberikan kepuasan dan keberhasilanpenggunanya. Manajemen yang dimaksud mulai dari: 1) fasilitas bangunan yang lengkap sesuaiperuntukannya, 2) sarana yang cukup, 3) peralatan yang memadai, 4) administrasi yang baik, 5)pengelola manajemen yang efisien, dan 6) mempunyai tenaga ahli dan teknisi yang terampil.Keberhasilan dalam pengelolan laboratorium memerlukan manajemen yang baik yangmeliputi perencanaan, operasional, kontrol, keberlanjutan. Keberhasilan di sini sangat bergantungkepada pengelola beserta tenaga yang ada di laboratorium tersebut, seperti staf peneliti, analis, teknisidan operator, serta tak lupa dana yang tersedia.1.2. Batasan BahasanBuku Pengenalan Laboratorium: Pengantar Pengelolaan Laboratorium di Sekolah akandibagi dalam 7 Bab, yaitu:1.2.3.4.5.6.7.PendahuluanOrganisasi Laboratorium SekolahDesain LaboratoriumPelalatan LaboratoriumBahan-bahan LaboratoriumPengoperasian dan Perawatan LaboratoriumKesehatan dan Keselaman Kerja di Laboratorium.

BAB IIORGANISASI LABORATORIUM SEKOLAH2.1. Pengelola Laboratorium SekolahPada laboratorium sekolah merupakan hal yang sulit untuk memisahkan manajemen darikegiatan operasional. Seorang guru harus menjabat sebagai direktur sekaligus kepala laboratorium danpelaksana kegiatan lainnya. Tenaga laboratorium yang lain adalah tenaga ahli yang dapat dilakukanoleh guru-guru bidang studi yang sejenis yang sekaligus sebagai teknisi atau analis. Kemudian adatenaga laboran bila ada, tetapi pada umumnya adalah tenaga kebersihan laboratoriumContoh bagan organisasi laboratorium sekolah yang mungkin dilaksanakan pada sekolahmenengah, baik di SLTP (SMP/MTs) maupun SLTA (SMA/SMK/MA) adalah sbb:1. Kepala SekolahKepala sekolah bertindak sebagai direktur secara keseluruhan laboratorium yang adadi sekolah. Akan tetapi akan sangat bermanfaat apabila kepala sekolah mengangkat seorangdirektur dari salah seorang guru yang mempunyai pengatahuan tentang manajemen danprosedur laboratorium.

2. Koodinator atau Kepala LaboratoriumKoordinator atau Kepala laboratorium bertindak sebagai manajemen pada semualaboratorium. Bertanggungjawab atas kegiatan dan administrasi di laboratorium yang akandilaporkan kepada Kepala sekolah secara rutin.Koordinator atau Kepala laboratorium ini memeriksa tentang keuangan, daftar peralatan,penggantian bahan kimia/lab, dan keperluan laboratorium lainnya secara teratur, sehingga kegiatanlaboratorium dapat berlangsung secara konsisten.Koordinator atau Kepala laboratorium bertanggungjawab terhadap pengawasan mutu atauhasil analisis laboratorium, sekaligus pekerjaan yang dilakukan oleh seluruh tenaga kerja yang ada(tenaga ahli, analis, teknisi) dari semua laboratorium yang ada.3. Tenaga ahliTenaga ahli adalah para guru yang sebidang atau mempunyai keahlian yang salingmenunjang. Guru-guru ini yang akan mengembangkan dan meningkatkan kemampuan belajarmengajar dan minat meneliti siswa. Sekaligus apabila laboratorium sudah mau menerimasampel dari pengguna, maka guru sebagai tenaga ahli akan dapat membantu para analis/teknisidalam melaksanakan prosedur kerjanya.4. Analis dan Teknisi laboratoriumUmumnya di sekolah analis dan teknisi dijabat sekaligus, walaupun sebenarkan adasedikit perbedaan. Analis maupun teknisi merupakan jabatan bersifat teknis dan tidak termasukmanajemen.Analis harus mengetahui prosedur kerja analisis, penggunaan alat untuk analisis,mampu merawat alat secara teratur. Sedangkan teknisi untuk mempersiapkan sampel, alat danbahan/reagen yang akan digunakan.Analis ataupun teknisi dapat diisi oleh seseorang lulusan SLTA bidang kejuruan(SMK jurusan analis, farmasi, teknologi, dll sesuai laboratoriumnya).5. LaboranLaboran merupakan pegawai laboratorium yang mempunyai tugas membantu analis/teknisi membersihkan ruangan, peralatan, menyiapkan sampel, maupun pekerjaan-pekerjaankasar lainnya, seperti menumbuk, menghaluskan, dll.Oleh karena itu seorang laboran dituntut memiliki pengetahuan yang memadai mulai dariteknik menyimpan alat dan bahan hingga mempersiapkan dan membuat laporan selama berlangsungnyakegiatan di laboratorium. Tenaga laboran dapat di angkat dari lulusan sekolah tersebut minimal SMAatau pernah kuliah dan diberikan pelatihan yang memadai mengenai manajemen laboratorium.Untuk laboratorium tingkat sekolah SMP/MTs atau SMA/MA seorang laboranmemiliki peran sangat besar untuk membantu guru dalam pelaksanaan belajar mengajar di laboratoriumdengan mempersiapkan alat lab dan alat peraga yang dibutuhkan, persiapan bahan praktikum,menyimpan dan menata kembali alat-alat yang sudah dipakai. Hal inidikarenakan padaumumnyalaboratoriumsekolah belummempunyai analis atau teknisi laboratorium.

2.2. Pengelola Laboratorium di Masa DepanContoh organisasi laboratorium masa depan yang sudah berfungsi sebagai penunjangpembelajaran, salah satu model pembelajaran, tempat penelitian guru dan pihaklain,sertapelayanan kepada masyarakat di luar sekolah dan menghasilkan produk adalah sbb:DirekturKepala Lab.Kepala Lab.Tenaga AhliTenaga la Lab.Tenaga AhliTeknisi/AnalisLaboranKepala Lab.Tenaga AhliTeknisi/AnalisLaboran

BAB IIIDESAIN LABORATORIUMRancangan laboratorium dibuat oleh arsitek dengan melibatkan pengelolalaboratorium. Hal ini disebabkan untuk bangunan laboratorium diperlukan juga beberapapersyaratan untuk memenuhi standar laboratorium, yang meliputi:1.2.3.4.5.6.Ruang laboratorium yang memadai;Meja laboratorium dan meja dinding;Sarana air, gas dan listrik;Peralatan laboratorium;Furniture;Peralatan atau ruang khusus, misal: a) lemari asam atau lemari uap untuk laboratorium analisiskimia, b) Ruang pendingin untuk laboratorium bedah anatomi, dll.3.1. Ruang LaboratoriumLaboratorium yang memadai mempunyai ukuran gedung dan ruangan didalamnyasesuai untuk peruntukannya. Setidaknya memiliki lima ruangan, yaitu: 1) ruang kantor, 2)ruang preparasi, 3) ruang praktikum/laboratorium, 4) gudang bahan kimia, dan 5) gudangperalatan.Ruang kantor untuk aktifitas manajemen laboratorium dan duduk bagi tenaga kerjalaboratorium, sehingga sebaiknya terpisah dari ruang lainnya.Ruang preparasi digunakan untuk menyiapkan larutan, preparasi sampel, ekstrasi, dll.Persiapan. Ruangan ini memerlukan ventilasi yang baik, sehingga sirkulasi udara dapat berlangsungoptimal.Ruang praktikum memerlukan ukuran paling luas sesuai jumlah siswa yang akan melakukanpraktikum. Meja dan kursi diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu aktifitas kerja danmonitoring guru.Gudang bahan kimia digunakan untuk menyimpan bahan-bahan kimia atau reagen untukpraktikum maupun penelitian dan analis sampel. Perlu ventilasi udara yang baik.Gudang alat untuk penyimpanan alat-alat laboratorium. Apabila peralatan tidak dapatdisimpan di almari alat dan peka terhadap perubahan cuaca, maka sebaiknya ruangan dipasang AC.Luas lantai laboratorium yang berfungsi untuk penunjang pengajaran (praktikum)diperlukan 3,5 – 4 m2 untuk setiap siswa. Sebagai contoh untuk kapasistas siswa 50 orangmemerlukan luas 200 m2. Luas yang memadai akan memberikan kenyamanan siswa bekerjadalam praktikum dan guru akan mudah mengawasi dan membimbing praktikum.Ruang laboratorium yang juga difungsikan untuk penelitian memerlukan luas yang lebihlebar. Hal ini disebabkan banyaknya peralatan yang digunakan untuk penelitian.

Untuk itu dalam mendesain ruang laboratorium yang perlu diperhatikan adalah:1. Lebar meja laboratorium untuk tujuan pengajaran cukup 1 m dan untuk tujuan penelitian 1,5 m;2. Diantara meja laboratorium yang satu dengan yang lainnya diberi antara minimu 1,5 m untukmemudahkan gerak siswa atau peneliti;3. Tinggi plafon (langit-langit) minimum 3,5 m dari lantai;4. Ventilasi ruang laboratorium harus cukup, jika perlu dipasang exhaust fan atau AC (airconditioner).3.2. Meja LaboratoriumMeja laboratorium dapat dikategorikan menjadi: 1) meja yang permanen atau tetap (fixedbenches), dan 2) meja yang dapat dipindahkan (mobile benches).Keuntungan pada meja tetap adalah sarana seperti air, listrik dan gas dapat terpasang padameja. Sebaliknya untuk meja berpindah sulit untuk dipasang sarana air. Listrik maupun gas. Akan tetapimeja berpindah dapat memudahkan pengelola laboratorium untuk memindah-mindahkan meja sesuaikeperluannya, seperti untuk lebih komunikatifnya guru dengan siswa, untuk guru demontrasi percobaanagar dapat terlihat oleh seluruh siswa, dll.Tinggi meja laboratorium harus disesuaikan dengan tujuannya. Untuk melakukan percobaandimana posisi siswa lebih banyak duduk, maka tinggi meja cukup 75 cm dan untuk percobaan yangbanyak dilakukan dengan berdiri, maka tingginya 90 cm. Untuk lebih menjamin keselamatan kerja padalaboratorium dengan banyak berhubungan dengan zat kimia lebih disarankan untuk posisi berdiri. Halini untuk memudahkan lari jika terjadi sesuatu dengan percobaannya.Pada umumnya meja laboratorium sekolah maupun perguruan tinggi adalah meja permanenkarena memudahkan pemasangan sarana air, listrik dan gas. Meja umumnya terbuat dari kayu, dimanadibawahnya dibuat almari-almari untuk menyimpan alat atau bahan tidak berbahaya ataupun untukmenyimpan tas siswa. Selain itu juga ada meja beton dengan permukaan keramik yang menempel didinding ruangan dan dilengkapi dengan bak cuci (washtafel).Ukuran meja dengan panjang dan lebar bervariasi, umumnya untuk empat orang denganukuran 1,5 m x 1,5 m atau 1,5 m x 3,0 m untuk meja yang dapat dipindahkan.3.3. Sarana Air, Gas, dan Listrik LaboratoriumRuang kerja laboratorium harus didukung dengan sarana laboratorium yang memadai.Sarana yang dimaksud adalah aliran listrik, tersedianya air yang mengalir secara kontinu, danpengatur suhu ruangan/AC.Peralatan laboratorium memelukan daya listrik yang besar, karena masing-masing alat tidaksama, misal alat destilasi air perlu 6.000-9.000 watt, pemanas listrik perlu 1.000-2.000 watt, dll. Selainitu listri diperlukan untuk penerangan ruangan dan penggerak AC.

Air diperlukan tidak hanya untuk keperluan aktifitas praktikum dan penelitian, tetapi jugadiperlukan untuk pencucian alat pasca kegiatan. Keperluan air sangat besar untuk laboratorium analisis,misal untuk analisis nitrogen dengan cara destilasi Kjeldahl diperlukan air mengalir sebanyak 15 literper sampel. Untuk membuat air destilata sebanyak 100 liter diperlukan tambahan air mengalir sekitar200 liter.

3.4. Perlatan LaboratoriumPeralatan laboratorium dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:1. Peralatan consumableYaitu peralatan laboratorium yang digunakan sekali pakai rusak atau dibuang atau dapat jugasekali pakai pecah atau mudah pecah. Yang termasuk peralatan ini adalah alat gelas, pipa gelas,pipa karet, kertas saring, kertas kromatografi, dll.2. Peralatan non-consumableYaitu peralatan laboratorium yang dapat digunakan terus menerus dan bukan sekalipakai. Yang termasuk peralatan ini adalah pembakar gas, pompa vakum, mikroskop,peralatan elektronik, dll. Sebaiknya mikroskop dan peralatan elektronik disimpanterpisah.3.5. FurnitureFurniture diperlukan di laboratorium untuk menunjang kegiatan administrasi danpercobaan/penelitian. Yang termasuk furniture adalah meja kerja dengan kursinya, mejasidang, meja komputer, kruk atau kursi laboratorium, pemadam api (fire extinguisher), selimutpemadam api, jam dinding, rak buku, rak bahan kimia, rak peralatan dan almariSelain perangkat di atas suatu laboratorium juga perlu dilengkapi dengan papan tulis atauwhite board, bila memungkinkan juga disediakan OHP (overhead projector), slide projektor, dan LCD.3.6. Ruangan Khusus Lemari AsamPada laboratorium kimia atau analisis kimia diperlukan lemari asam (lemari asap fume hood).Lemari asam juga harus dilengkapi dengan sarana listrik, air dan gas. Selain itu perludilengkapi pula dengan lampu penerang, kipas penyedot (exhaust fan) dan air untuk pemadam api(shower). Lemari asam dipakai bila mereaksikan suatu zat, mencampur zat berbahaya, atau melakukanpercobaan yang menghasilkan gas berbahaya artinya gas yang dihasilkan atau direaksikan dapatmerangsang atau mengganggu pernapasan. Oleh karena itu kipas penyedot harus dalam keadaanterpasang (kipas penyedot dijalankan bila lemari asam sedang dipakai).Kegiatan yang umum dilakukan di lemari asam adalah:1.2.3.4.5.Penghilangan uap beracun sewaktu melakukan percobaan.Melakukan reaksi yang berbahaya atau yang mudah terbakar.Penyimpanan racun yang mudah menguap atau merusakPenyimpanan bahan yang mudah terbakar.Penggunaan untuk melakukan percobaan (dalam hal ini tidak boleh disatukan denganpenyimpanan).

BAB IVPERALATAN LABORATORIUMLaboratorium yang disediakan di sekolah ada yang sudah menggunakan peralatanmodern yang serba otomatis dan ada juga menggunakan perlatan dengan prosedur manual. Halini perlu pertimbangan terhadap ketersediaan alat dan sumber dana untuk membiayai danpemeliharaannya.Perlatan dasar yang dibutuhkan untuk laboratorium biologi antara lain: 1) mikroskop siswa,2) gelas preparat dan cover gelasnya, 3) preparat awetan (mikroskopis dan makroskopis), 4) alat peragatubuh lengkap dan organ-organya, 5) alat-alat gelas (seperti erlenmeyer, backer, cawan, gelas piala,gelas ukur, dll.), 6) kaca pembesar, dan 7) buku identifikasi dan klasifikasi.Sedangkan peralatan dasar yang dibutuhkan untuk laboratorium kimia yang melayanipreparasi sampel meliputi: 1) rak pengering, 2) oven pengering, 3) penghalus sampel, 4) kompresor, 5)kipas penghembus, 6) saringan, dan 7) rak penyimpan sampel.4.1. Peralatan Yang Umum Dimiliki Sekolah1. MikroskopMikroskop dapat dikelompokkan menjadi 2 berdasar jumlah lensa okulernya, yaitu: 1)mikroskop mono-okuler (mikroskop dengan satu lensa okuler), dan 2) mikroskop bi-okuler(mikroskop dengan dua lensa okuler). Selain itu dikenal adanya mikroskop elektron.Gambar: Mikroskop Biokuler2. Neraca Analitik

Neraca analitik diperlukan untuk penimbangan bahan ataupun sampel yang teliti.Ketelitian neraca analitik bermacam-macam, ada yang ketelitian sampai 0,1 mg ataupun sampai0,0001 mg.Selain itu juga diperlukan neraca kasar dengan kapasitas sampai 300 g dengan ketelitiansampai 0,01 g. Juga neraca dengan kapasitas 2 kg dengan ketelitian sampai 0,1g.Apabila hanya mampu membeli satu neraca, maka dipilih neraca analitik digital denganketelitian sampai 0,0001 g atau 0,1 mg agar dapat menimbang bahan kimia dengan tepat gunapembuatan larutan standar.Gambar: Neraca Lengan3. pH MeterpH meter digunakan untuk mengukur pH atau derajat keasaman larutan. Saat inidengan pH meter dapat pula digunakan untuk reaksi oksidasi reduksi, sehingga dapatmengukur potensial dari larutan.Adakalanya alat pengukur pH yang dimiliki berupa kertas pH universal dan kertas lakmusasam basa.4. Alat dari gelasAlat-alat laboratorium dari gelas yang umum dimiliki oleh laboratorium sekolahadalah: erlenmeyer, backer gelas, gelas piala, cawan petri, gelas ukur (semuanya dalam berbagaiukuran), gelas pengaduk, lampu spirtus, dll.

Gambar: ErlenmeyerGambar: Gelas BeckerGambar: Gelas UkurGambar: Tabung Reaksi

4.2. Perlatan ModernPeralatan modern pada laboratorium biologi antara lain mikroskop elektron,penganalisis DNA.Sedangkan pada laboratorium kimia antara lain: spektrofotometer UV-VIS, Spektrometerabsorpsi atom (AAS), Kromatografi gas (GC), Kromatografi Cairan Kinerja Tinggi (PHLC).4.3. Pengadaan PeralatanPengadaan peralatan laboratorium dapat dilakukan oleh direktur atau kepala sekolahmelalui:1. Pembelian (langsung maupun tender);2. Bantuan pemerintah;3. Bantuan dari dalam atau luar negeri (pinjaman lunak/soft loan atau hibah/grant).Gambar: Berbagai Macam Alat Laboratorium

BAB VBAHAN-BAHAN LABORATORIUMBahan-bahan yang sering digunakan pada laboratorium IPA di sekolah dapat dikelompokkanmenjadi:1.2.3.4.5.Specimen;Hewan percobaan;Model;Bahan Kimia;Reagen dan Cat.5.1. SpecimenSpecimen merupakan hewan, tumbuhan dan mikrorganisme yang digunakan sebagai contohdalam laboratorium.1. Specimen hewanUntuk hewan laboratorium atau hewan percobaan dibicarakan pada subbab tersendiri dibawah.Gambar: Specimen Nyamuk Diptera Culicidae

Gambar: Specimen Katak serasah (Leptobrachium hasseltii)Gambar: Preparat Ulat BuluGambar: Specimen Cacing Trichuria

Gambar: Preparat Awetan ErytrositGambar: Berbagai Preparat Awetan Jaringan2. Specimen tumbuhanUntuk tumbuhan yang digunakan untuk keperluan laboratorium perlu ditanam di lahan/kebunlaboratorium maupun rumah kaca.Gambar: Specimen daun

Gambar: Specimen Bunga3. MikroorganismeYang termasuk mikroorganisme adalah bakteri, jamur, alga, protozoa dan virus (walau kadangvirus dianggap bukan bagian dari mikroorganisme).Mikroorganisme untuk memeliharanya diperlukanmedia yang harus mengandung semua zat yang diperlukan untuk pertumbuhannya. Zat-zat itu antaralain senyawa organik (protein, karbohidrat, lemak), mineral, vitamin, dll.Gambar: Jamur Aspergillus sp.Gambar: Cyanophyta Nostoc communeMedia untuk pertumbuhan mikroorganisme macamnya banyak sekali. Untuk memudahkandalam pemakaian, dsb, maka media dikelompokkan menjadi beberapa.

A. Berdasar bahan yang digunakan, media dikelompokkan :1) Media alamiah atau substratMedia ini terdiri dari bahan-bahan alami, seperti sari buah, wortel, nasi,alamiah lainnya.jagung dan bahan2) Media semi alamiahMedia ini terdiri dari bahan alamiah ditambah dengan senyawa kimia, misalnya: PotatoDextrose Agar (PDA), Tauge Extrac Agar (TEA), dsb.3) Media buatan atau sintetisMedia ini terdiri dari senyawa-senyawa kimia yang komposisi dan jumlahnya sudahditentukan, misalnya : Sabouroud Dextrose Agar (SDA), Czapek’s Dox Agar (CDA).B. Berdasar kegunaannya, media dikelompokkan menjadi :1) Media umumMedia ini dapat ditumbuhi oleh mikroorganisme yang dapat tumbuh pada media ini.Misalnya : Nutrient Agar (NA), Potatgo Dextrose Agar (PDA), dsb.2) Media selektifMedia ini dengan komposisi sedemikian rupa sehingga dapat jenis–jenismikroorganisme tertentu saja yang dapat hidup. Misalnya : Salmonella Shigella Agar (SSA),Brilliant Green Lactose Broth (BGLB).3) Media deferensialMedia ini dapat digunakan untuk membedakan jenis mikroorganisme satu dengan yanglainnya, dengan adanya suatu reaksi atau cirri yang khas. Reaksi itu terjadi karenamikroorganisme mampu mengurai salah satu bahan dalam media. Misalnya : Eoisin MethylenBlue Agar (EMBA), Blood Agar (BA), dsb.4) Media perkayaan (Enrichment media)Media yang dipakai untuk menumbuuuhkan mikro-organisme tertentu, sebelum dipakaidalam suatu proses fermentasi. Tujuannya adalah untuk mengaktifkan mikro-organismetersebut. Misalnya : Lactose Broth (LB), dsb.C. Berdasar bentuknya, media dikelompokkan menjadi :1) Media padat atau Agar

Media ini berbentuk padat karena mengandung agar.2) Media semi padatMedia ini sengah padat, yang biasanya untuk menciptakan sengah padat dengan3) Media cair atau brothMedia ini merupakan media berbentuk cair.gelatin.

Media biakan digunakan untuk menumbuhkan kuman (Bakteri dan Jamur) di laboratoriumantara lain:1. Endo Agar (EA)BahanCara membuat: PeptonLaktosa10 gK2HPO43,5 gBasic fuchsin0,5 gNa2SO30,5 gAgar15 gAquadest1.000 ml: Larutkan semua bahan dalam aquadest, panaskan sampai semua bahan larut.Sterilisasi pada suhu 121oC selama 15 menit.2. Nutrient Agar (NA)Bahan: Beef extractPeptonCara membuat10 g3g5gAgar15 gAquadest1.000 ml: Larutkan semua bahan dalam aquadest, panaskan samapai semua bahan larut.Sterilisasi pada suhu 121oC selama 15 menit.3

Buku Pengenalan Laboratorium: Pengantar Pengelolaan Laboratorium di Sekolah akan dibagi dalam 7 Bab, yaitu: 1. Pendahuluan 2. Organisasi Laboratorium Sekolah 3. Desain Laboratorium 4. Pelalatan Laboratorium 5. Bahan-bahan Laboratorium 6. Pengoperasian dan Perawatan Laboratorium 7. Kesehatan dan Keselaman Kerja di Laboratorium.

Related Documents:

3 Laboratorium Terpadu Laboratorium terpadu dilengkapi dengan fasilitas yang menunjang peneliti di bidang bioteknologi, biologi, kimia, dan disiplin ilmu yang lain 4 Laboratorium Kultur Jaringan Laboratorium kultur jaringan menghasilkan plantlets dan bibit berbagai jenis tanaman, laboratorium ini juga

1.12 Merancang eksperimen biologi untuk keperluan pembelajaran atau penelitian . Indiktor Esensial : 1.1.1. Memahami hakikat biologi sebagai ilmu 1.2.1. Memahami langkah-langkah dalam metode ilmah 1.3.1 Menerapkan keterampilan proses sains dalam mempelajari biologi 2.1.1. Menguasai tentang ruang lingkup biologi dan hubungannnya denganpenerapan

n Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium adalah semua upaya untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja laboratorium dari risiko-risiko yang ada di laboratorium. n Keselamatan dan kesehatan kerja laboratorium sangat penting untuk dipahami mengingat banyaknya Laboratorium

Susunan Tim Penyusun Buku Pedoman Praktek Kerja Lapangan Departemen Biologi Program Studi S-1 Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga 2012 Penanggungjawab : Ketua Departemen Biologi Ketua : Ketua Program Studi S-1 Biologi Anggota : 1. Dr. Alfiah Hayati 2. Dr. Hamidah 3. Drs. Noer Moehammadi, M.Kes. 4. Drs. Agus Supriyanto, M.Kes.

BIOLOGI SMP SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Biologi Dosen Pengampu: Dr. Ana Ratnawulan, M.Pd Dr. Eni Nuraeni, M.Pd Oleh Muhammad Rafi Firdaus NIM. 1607209 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Ruangan-ruangan pada laboratorium kultur jaringan rnenghendaki beberapa ruangan standart, narnun dalarn kenyataannya selalu dilakukan rnodifikasih dan hal ini sudah dilakukan oleh penulis dalam rnendesain beberapa laboratorium kultur jaringan. Dibawah ini adalah beberapa ruangan yang hams ada dalarn sebuah laboratorium kultur jaringan: 1.

Keselamatan kerja dalam laboratorium kimia harus diusahakan oleh semua personalia yang berkaitan dengan laboratorium kimia yaitu kepala laboratorium, pengampu praktikum, teknisi, laboran, administrasi, asisten, maupun praktikan, bahkan petuga k

American Revolution in 1788, when he and his contemporaries were still riding the wave of patriotism emanating from their fresh victory over the British Empire. These histories, marked by American prominence on a global scale, were written into the early 20th century as American patriotism was reinforced by further victory in the War of 1812 and by western expansion. By the latter point, they .