MODUL PANDUAN MENYUSUN MODUL PELATIHAN - Bpsdm.pu.go.id

1y ago
61 Views
3 Downloads
957.96 KB
28 Pages
Last View : 12d ago
Last Download : 6m ago
Upload by : Maxine Vice
Transcription

MODULPANDUAN MENYUSUNMODUL PELATIHANBimbingan Teknik Pengembangan Tata Guna AirDalam Rangka Pelatihan Teknis Instruktur PTGATahun 2019KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYATDIREKTORATJENDERALSUMBERDAYAAIRDIREKTORAT BINA OPERASI DAN PEMELIHARAAN

Commented [A1]: Oleh Direktorat Bina OPKATA PENGANTARUngkapan puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telahmelimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami selaku penyelenggara NSPKuntuk Pengembangan Tata Guna Air (PTGA) dapat menyelesaikan penyusunan modulini dengan baik. Modul ini berisi pentingnya seorang Calon Instruktur PTGA memilikipemahaman dan kemampuan untuk melakukan bimbingan dalam kegiatan PTGA.Berbeda dengan Direktorat yang menangani pembangunan, peningkatan dan rehabilitasijaringan irigasi, peran Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan lebih berperan dalampenyiapan perangkat lunak / NSPK dan pembinaan penyelenggaraan Operasi danPemeliharaan. Dalam memfasilitasi pembangunan infrastruktur publik dimaksuddilakukan melalui dua hal, pembentukan iklim yang kondusif bagi investasi, danpenyiapan kapasitas dan kompetensi berbagai komponen dalam industri konstruksi untukmelaksanakan pembangunan tersebut. Hal tersebut telah kita ketahui semua bahwatuntutan publik atas layanan infrastruktur meningkat lebih cepat dibanding kemampuanpemerintah menyediakan dana, sehingga untuk infrastruktur publik perlu dibiayai melaluiinvestasi swasta dengan pengaturan yang memadai, dimana motivasi swastaberinvestasi sangat dipengaruhi oleh iklim berinvestasi yang kondusif baik dukungankeamanan investasi dan pengembaliannya.Pembuatan Modul ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan,keahlian, keterampilan, dan sikap Calon Instruktur Pengembangan Tata Guna Air (PTGA)di bidang pengelolaan irigasi, agar memiliki kompetensi dasar dalam memahami danmengetahui teknik dan tata melakukan bimbingan teknik dalam rangka pengelolaanirigasi.Kami menyadari bahwa modul ini masih ada kekurangan dan kelemahannya, baik padaisi, bahasa, maupun penyajiannya. Kami sangat mengharapkan adanya tanggapanberupa kritik dan saran guna penyempurnaan modul ini. Semoga modul ini bermanfaatkhususnya bagi peserta Pelatihan untuk calon pelatih PTGA.Jakarta, . 2019Direktur Bina Operasi dan PemeliharaanDirektorat Jenderal Sumber Daya Air

DAFTAR ISIKATA PENGANTARDAFTAR ISIDAFTAR INFORMASI VISUALPetunjuk Penggunaan ModulPENDAHULUANA. Latar BelakangB. Deskripsi SingkatC. Tujuan PembelajaranD. PengertianE. Dasar HukumF. Materi Pokok dan Sub MateriMATERI POKOK 1KARAKTERISTIK MODULA. Self InstructionalB. Self ContainC. Stand AloneD. AdaptiveE. User FriendlyMATERI POKOK 2PENGEMBANGAN MODUL DAN MUTUNYAA. Pengembangan ModulB. Mutu ModulMATERI POKOK 3PROSEDUR PENYUSUNAN MODULA. Analisa Kebutuhan ModulB. Penyusunan ModulPENUTUPA. LatihanB. RangkumanC. Evaluasi Kegiatan BelajarD. Umpan Balik dan Tindak LanjutE. Kunci Jawaban Soal LatihanDAFTAR PUSTAKAGLOSARIUM

DAFTAR INFORMASI VISUALDAFTAR GAMBARGambar 1. Pelatihan Yang Baik Berbasis KompetensiGambar 2. Pentingnya Ketersediaan Modul PTGAGambar 3. Isi Materi, Metode dan EvaluasiGambar 4. Pesan Terhadap Penyusunan ModulGambar 5. Cara Penulisan Modul

Petunjuk Penggunaan ModulA.Petunjuk Bagi PesertaUntuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakanmodul pengembangan tata guna air (PTGA), maka langkah-langkah yangperlu dilaksanakan antara lain:1) Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang adapada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas,peserta dapat bertanya pada instruktur yang mengampu kegiatan belajar.2) Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapabesar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yangdibahas dalam setiap kegiatan belajar.3) Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikanlah halhal berikut ini:a. Perhatikan petunjuk-petunjuk yang berlaku.b. Pahami setiap langkah kerja dengan baik.4) Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi padakegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada instruktur atauinstruktur yang mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan.B.Petunjuk Bagi InstrukturDalam setiap kegiatan belajar instruktur berperan untuk:1.Membantu peserta dalam merencanakan proses belajar.2.Membimbing peserta melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskandalam tahap belajar.3.Membantu peserta dalam memahami konsep, praktik baru, danmenjawab pertanyaan peserta mengenai proses belajar peserta.4.Membantu peserta untuk menentukan dan mengakses sumbertambahan lain yang diperlukan untuk belajar.

PENDAHULUANA.Latar BelakangPeningkatan mutu pelaksanaan pelatihan pengembangan tata guna airdilakukan dengan berbagai strategi, salah satu diantaranya melalui penerapanpendekatan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi (competency basededucation and ar,dalampelaksanaanpembelajaran,dan prosedur penilaian pelatihan pengembangan tata guna air.PELATIHAN BERBASISKOMPETENSIGambar 1. Pelatihan Yang Baik Berbasis KompetensiTerkait dengan pengembangan bahan ajar, saat ini pengembangan bahan ajardalam bentuk modul instruktur pengembangan tata guna air menjadi kebutuhanyang sangat mendesak. Hal ini merupakan konsekuensi diterapkannya pelatihanpraktis pengembangan tata guna air.Pendekatankompetensimempersyaratkanpelaksanaan antu penyelenggarapelatihan dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas.Penerapan modul dapat mengkondisikan kegiatan pembelajaran lebih terencanadengan baik, mandiri, tuntas dan dengan hasil (output) yang jelas.Mengingat pentingnya peranan modul untuk meningkatkan kualitas prosesbembelajaran dipelatihan instruktur pengembangan tata guna air, maka master

instruktur sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap keberhasilanproses pembelajaran, dituntut untuk dapat memahami pengertian, karakteristik,prinsip,ketentuan dan prosedur pengembangan modul.1. Meningkatkan motivasi peserta secaramaksimal.2. Meningkatkan kreatifitas instruktur dalammenyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.3. Mewujudkan perkembangan yangberkelanjutan secara tidak terbatas.4. Mewujudkan suasana belajar yang lebih focus.Gambar 2. Pentingnya Ketersediaan Modul PTGAB.Deskripsi Singkat1.Penulisan modul bertujuan : Memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalubersifat verbal. Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera, baikpeserta/calon instruktur dan master instruktur. Dapat digunakan secara tepat dan bervariasi, seperti: meningkatkanmotivasi dan gairah belajar bagi siswa atau peserta ajar; aksilangsung dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya, Memungkinkan calon instruktur belajar mandiri sesuai kemampuan danminatnya. Memungkinkan siswa atau peserta ajar dapat mengukur ataumengevaluasi sendiri hasil belajarnya.

2.Karakteristik ModulUntuk menghasilkan modul yang mampu meningkatkan motivasi belajar,pengembangan modul harus memperhatikan karakteristik yang diperlukansebagai modul, yaitu:a) Self instructional,b) Self Contained,c) Stand alone,d) Adaptive, dane) User friendly.C.Tujuan Pembelajaran1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)Setelah selesai mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan dapatmengembangkan tugas, fungsi dan peran sosialnya sesuai dalam prinsipdasar psikologi pendidikan sehingga tercapai sasaran pembelajaran yangefektif.2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)Setelah selesai mengikuti pembelajaran ini peserta dapat:a. Menjelaskan psikologi pendidikan dengan benar;b. Mampu menjelaskan secara benar psikologi pendidikan dalampelaksanaan pembelajaran yang efektifD.PengertianModul merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas secara utuh dansistematis, didalamnya memuat seperangkat pengalaman belajar yangterencana dan didesain untuk membantu peserta didik menguasai tujuan belajaryang spesifik. Modul minimal memuat tujuan pembelajaran, materi/substansibelajar, dan evaluasi.Commented [A2]:

Gambar 3. Isi Materi, Metode dan EvaluasiE.Dasar Hukum UU No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air Undang-Undang No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah; Undang-Undang No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara; penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan jabatan pegawai negeri sipil;F.Materi Pokok dan Sub Materi1. Karakteristik Modul1.1. Self Instructional1.2. Self Contain1.3. Stand Alone1.4. Adaptive1.5. User Friendly2. Pengembangan Modul dan Mutunya2.1. Pengembangan Modul2.2. Mutu Modul3. Prosedur Penyusunan Modul3.1. Analisa Kebutuhan Modul3.2. Penyusunan Modul

MATERI POKOK 1KARAKTERISTIK tivasibelajar,pengembangan modul harus memperhatikan karakteristik yang diperlukan sebagaimodul, yaitu:a) Self instructional (Instruksi Mandiri),b) Self Contained (Materi Memadai),c) Stand alone (Berdiri Sendiri),d) Adaptive (Beradaptasi), dane) User friendly (Mudah Digunakan).A.Instruksi Mandiri (Self Instructional)Merupakan karakteristik penting dalam modul, dengan karakter tersebutmemungkinkan seseorang belajar secara mandiri dan tidak tergantung padapihak lain. Untuk memenuhi karakter self instruction, maka modul harus:1. Memuat tujuan pembelajaran yang jelas, dan dapat menggambarkanpencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.2. Memuat materi pembelajaran yang dikemas dalam unit-unit kegiatan yangkecil/spesifik, sehingga memudahkan dipelajari secara tuntas;3. Tersedia contoh dan ilustrasi yang mendukung kejelasan pemaparan materipembelajaran;4. Terdapat soal-soal latihan, tugas dan sejenisnya yang memungkinkan untukmengukur penguasaan peserta didik;5. Kontekstual, yaitu materi yang disajikan terkait dengan suasana, tugas ataukonteks kegiatan dan lingkungan peserta didik;6. Menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif,7. Terdapat rangkuman materi pembelajaran;8. Terdapat instrumen penilaian, yang memungkinkan peserta didik melakukanpenilaian mandiri (self assessment);9. Terdapat umpan balik atas penilaian peserta didik, sehingga peserta didikmengetahui tingkat penguasaan materi;10. Terdapat informasi tentang rujukan/ pengayaan/referensi yang mendukungmateri pembelajaran dimaksud.

B.Materi Memadai (Self Contain)Modul dikatakan self contained bila seluruh materi pembelajaran yangdibutuhkan termuat dalam modul tersebut.Tujuan dari konsep ini adalah memberikan kesempatan peserta mempelajarimateri pembelajaran secara tuntas, karena materi belajar dikemas kedalam satukesatuan yang utuh.Jika harus dilakukan pembagian atau pemisahan materi dari satu nganhati-hatidanmemperhatikan keluasan standar kompetensi/kompetensi dasar yang harusdikuasai oleh peserta calon instruktur.C.Berdiri Sendiri (Stand Alone)Stand alone atau berdiri sendiri merupakan karakteristik modul yang tidaktergantung pada bahan ajar/media lain, atau tidak harus digunakan bersamasama dengan bahan ajar/media lain.Dengan menggunakan modul, peserta didik tidak perlu bahan ajar yang lainuntuk mempelajari dan atau mengerjakan tugas pada modul tersebut. Jikapeserta didik masih menggunakan dan bergantung pada bahan ajar lain selainmodul yang digunakan, maka bahan ajar tersebut tidak dikategorikan sebagaimodul yang berdiri sendiri.D.Beradaptasi (Adaptive)Modul hendaknya memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap perkembanganilmu dan teknologi.Dikatakan adaptif jika modul tersebut dapat menyesuaikan perkembangan ilmupengetahuan dan teknologi, serta fleksibel/luwes digunakan di berbagaiperangkat keras (hardware).E.Mudah digunakan (User Friendly)Modul hendaknya juga memenuhi kaidah user friendly atau bersahabat/akrabdengan pemakainya.Setiap instruksi dan paparan informasi yang tampil bersifat membantu danbersahabat dengan pemakainya, termasuk kemudahan pemakai dalammerespon dan mengakses sesuai dengan keinginan. Penggunaan bahasa yang

sederhana, mudah dimengerti, serta menggunakan istilah yang umumdigunakan, merupakan salah satu bentuk user friendly.

MATERI POKOK 2PENGEMBANGAN MODUL DAN MUTUNYAA.Pengembangan ModulDidalam pengembangan modul, terdapat sejumlah prinsip yang perludiperhatikan. Modul harus dikembangkan atas dasar hasil analisis kebutuhandan kondisi. Perlu diketahui dengan pasti materi belajar apa saja yang perludisusun menjadi suatu modul, berapa jumlah modul yang diperlukan, siapa yangakan menggunakan, sumberdaya apa saja yang diperlukan dan telah tersediauntuk mendukung penggunaan modul, dan hal-hal lain yang dinilai perlu.Selanjutnya, dikembangkan desain modul yang dinilai paling sesuai denganberbagai data dan informasi objektif yang diperoleh dari analisis kebutuhan dankondisi.Bentuk, struktur dan komponen modul seperti apa yang dapat memenuhiberbagai kebutuhan dan kondisi yang ada. Berdasarkan desain yang telahdikembangkan, disusun modul per modul sesuai kebutuhan.a. Prinsip Pengembangan ModulGoal Oriented : Berorientasi pada tujuan/kompetensiSelf Instruction : Mempermudah pembelajaranContinuous Progress : Maju berkelanjutan sesuai dengan potensi belajarSelf Contained : Penataan materi secara modular yang utuh dan lengkapCross referencing : Rujuk silang antar modul dalam mata diklatSelf Evaluation : Penilaian secara mandirib. Manfaat Pengembangan Modul1. Mengatasi kelemahan sistem pembelajaran konvensional2. Meningkatkan motivasi belajar3. Meningkatkan kreativitas instruktur4. Meningkatkan konsentrasi belajarc. Langkah PengembanganPengembangan RMD Penulisan Modul ujicoba Revisi ValidasiProses penyusunan modul terdiri dari tiga tahapan pokok. Pertama, menetapkan strategi pembelajaran dan media pembelajaran yangsesuai. Pada tahap ini, perlu diperhatikan berbagai karakteristik dari

kompetensi yang akan dipelajari, karakteristik peserta didik, dan karakteristikkonteks dan situasi dimana modul akan digunakan. Kedua, memproduksi atau mewujudkan fisik modul. Komponen isi modulantara lain meliputi: tujuan belajar, prasyarat pembelajar yang diperlukan,substansi atau materi belajar, bentuk-bentuk kegiatan belajar dan komponenpendukungnya. Ketiga, mengembangkan perangkat penilaian. Dalam hal ini, perludiperhatikan agar semua aspek kompetensi (pengetahuan, keterampilan,dan sikap terkait) dapat dinilai berdasarkan kriteria tertentu yang telahditetapkan.B.Mutu ModulUntuk menghasilkan modul pembelajaran yang mampu memerankan fungsi danperannya dalam pembelajaran yang efektif, modul perlu dirancang ngmensyaratkannya, yaitu: format, organisasi, daya tarik, ukuran huruf, spasikosong, dan konsistensi.Mutu Modul :1. Format2. Pengaturan Materi3. Daya Tarik4. Bentuk dan UkuranHuruf5. Gunakan Spasi KosongSecara ProporsionalGambar 4. Pesan Terhadap Penyusunan Modul

a. FormatBeberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan format modul adalahsebagai berikut.1.Gunakan format kolom (tunggal atau multi) yang proporsional.Penggunaan kolom tunggal atau multi harus sesuai dengan bentuk danukuruan kertas yang digunakan. Jika menggunakan kolom multi,hendaknya jarak dan perbandingan antar kolom secara isontal)yangtepat.Penggunaan format kertas secara vertikal atau horizontal harusmemperhatikan tata letak dan format pengetikan.3.Gunakan tanda-tanda (icon) yang mudah ditangkap dan bertujuan untukmenekankan pada hal-hal yang dianggap penting atau khusus. Tandadapat berupa gambar, cetak tebal, cetak miring atau lainnya.b. Pengaturan Materi1.Tampilkan peta/bagan yang menggambarkan cakupan materi yang akandibahas dalam modul.2.Organisasikan isi materi pembelajaran dengan urutan dan susunan yangsistematis, sehingga memudahkan peserta dalam memahami materipembelajaran.3.Susun dan tempatkan naskah, gambar dan ilustrasi sedemikian rupasehingga informasi mudah mengerti oleh peserta didik.4.Organisasikan antar bab, antar unit dan antar paragraf dengan susunandan alur yang memudahkan peserta didik memahaminya.5.Organisasikan antar judul, subjudul dan uraian yang mudah diikuti olehpeserta calon instruktur.c. Daya TarikDaya tarik modul dapat ditempatkan di beberapa bagian seperti:1.Bagian sampul (cover) depan, dengan mengkombinasikan warna,gambar (ilustrasi), bentuk dan ukuran huruf yang serasi.2.Bagian isi modul dengan menempatkan rangsangan-rangsanganberupa gambar atau ilustrasi, pencetakan huruf tebal, miring, garisbawah atau warna.

3.Tugas dan latihan dikemas sedemikian rupa sehingga menarik.d. Bentuk dan Ukuran HurufPersyaratan bentuk dan ukuran huruf pada modul adalah:1. Gunakan bentuk dan ukuran huruf yang mudah dibaca sesuai dengankarakteristik umum peserta calon instruktur.2. Gunakan perbandingan huruf yang proporsional antar judul, sub juduldan isi naskah.3. Hindari penggunaan huruf kapital untuk seluruh teks, karena dapatmembuat proses membaca menjadi sulit.e. Ruang (spasi kosong)Gunakan spasi atau ruang kosong tanpa naskah atau gambar untukmenambah kontras penampilan modul. Spasi kosong dapat berfungsi untukmenambahkan catatan penting dan memberikan kesempatan jeda kepadapeserta calon instruktur.Gunakan dan tempatkan spasi kosong tersebut secara proporsional.Penempatan ruang kosong dapat dilakukan di beberapa tempat seperti:f.Konsistensi / taat asasSemua elemen yang terdapat pada modul baik yang terkait dengan formatpenulisan, organisasi, bentuk huruf maupun ruang kosong harus konsisten.g. Cara Penulisan Modul1. Ruangan sekitar judul bab dan sub bab.2. Batas tepi (marjin); batas tepi yang luas memaksa perhatian pesertauntuk masuk ke tengah-tengah halaman.3. Spasi antar kolom; semakin lebar kolomnya semakin luas spasidiantaranya.4. Pergantian antar paragraf dan dimulai dengan huruf kapital.5. Pergantian antar bab atau bagian.6. Gunakan bentuk dan huruf secara konsisten dari halam ke halaman.Usahakan agar tidak menggabungkan beberapa cetakan dengan bentukdan ukuran huruf yang terlalu banyak variasi.

7. Gunakan jarak spasi konsisten. Jarak antar judul dengan baris pertama,antara judul dengan teks utama. Jarak baris atau spasi yang tidak samasering dianggap buruk, tidak rapih.8. Gunakan tata letak pengetikan yang konsisten, baik pola pengetikanmaupun margin/batas-batas pengetikan.1. Judul & Bab2. Batas tepi (margin)3. Spasi antar kolom4. Pergantian antar paragraf5. Pergantian antar bab ataubagian.6. Bentuk dan Huruf Konsisten7. Spasi konsisten.8. Tata Letak konsistenGambar 5. Cara Penulisan Modul

MATERI POKOK 3PROSEDUR PENYUSUNAN MODULA.Analisa Kebutuhan ModulAnalisis kebutuhan modul merupakan kegiatan menganalisis SAP dan GBPPuntuk memperoleh informasi modul yang dibutuhkan peserta didik dalammempelajari kompetensi yang telah diprogramkan.Nama atau judul modul sebaiknya disesuaikan dengan kompetensi yangterdapat pada SAP dan GBPP. Pada dasarnya tiap satu standar kompetensidikembangkan menjadi satu modul dan satu modul terdiri dari 2-4 kegiatanpembelajaran.Perlu disampaikan bahwa yang dimaksud kompetensi disini adalah standarkompetensi dan kegiatan pembelajaran adalah kompetensi dentifikasidanmenetapkan jumlah dan judul modul yang harus dikembangkan dalam satusatuan program tertentu.Satuan program tersebut dapat diartikan sebagai satu tahun pelajaran, satusemester, satu mata pelajaran atau lainnya. Analisis kebutuhan modul sebaiknyadilakukan oleh tim, dengan anggota terdiri atas mereka yang memiliki keahlianpada program yang dianalisis.Analisis kebutuhan modul dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:1. Tetapkan satuan program yang akan dijadikan batas/lingkup kegiatan.Apakah merupakan program tiga tahun, program satu tahun, programsemester atau lainnya.2. Periksa apakah sudah ada program atau rambu-rambu operasional untukpelaksanaan program tersebut. Misal program tahunan, silabus, RPP, ataulainnya. Bila ada, pelajari program-program tersebut.3. Identifikasi dan analisis standar kompetensi yang akan dipelajari, sehinggadiperoleh materi pembelajaran yang perlu dipelajari untuk menguasaistandar kompetensi tersebut.4. Selanjutnya, susun dan organisasi satuan atau unit bahan belajar yangdapat mewadahi materi-materi tersebut. Satuan atau unit ajar ini diberinama, dan dijadikan sebagai judul modul.

5. Dari daftar satuan atau unit modul yang dibutuhkan tersebut, identifikasimana yang sudah ada dan yang belum ada/tersedia di sekolah.6. Lakukan penyusunan modul berdasarkan prioritas kebutuhannya.7. Untuk menganalisis kebutuhan modul dapat menggunakan format berikut:a. Format Analisis Kebutuhan Modul Mata Pelajaranb. Peta ModulSetelah kebutuhan modul ditetapkan, langkah berikutnya adalah membuat petamodul.Peta modul adalah tata letak atau kedudukan modul pada satu satuan programyang digambarkan dalam bentuk diagram.Pembuatan peta modul disusun mengacu kepada diagram pencapaiankompetensi yang termuat dalam Kurikulum.Setiap judul modul dianalisis keterkaitannya dengan judul modul yang lain dandiurutkan penyajiannya sesuai dengan urutan pembelajaran yang akandilaksanakan.B.Penyusunan ModulModul pembelajaran disusun berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan suatumodul meliputi analisis kebutuhan, pengembangan desain modul, implementasi,penilaian, evaluasi dan validasi, serta jaminan kualitas.Pengembangan suatu desain modul dilakukan dengan tahapan yaitumenetapkan strategi pembelajaran dan media, memproduksi modul, danmengembangkan perangkat penilaian.Modul disusun berdasarkan desain yang telah ditetapkan. Dalam konteks ini,desain modul ditetapkan berdasarkan Garis Besar Program Pembelajaran(GBPP) yang telah disusun oleh master instruktur. Adapun kerangka modul padapedoman ini telah ditetapkan, sehingga penyelenggara pelatihan dimungkinkanuntuk langsung menerapkan atau dapat memodifikasi sesuai dengan kebutuhantanpa harus mengurangi ketentuan-ketentuan minimal yang harus ada dalamsuatu modul.Materi atau isi modul yang ditulis harus sesuai dengan Garis Besar ProgramPengajaran (GBPP) yang disusun. Isi modul mencakup subtansi yangdibutuhkan untuk menguasai suatu kompetensi. Sangat disarankan agar satukompetensi dapat dikembangkan menjadi satu modul, tapi dengan pertimbangan

karakteristik khusus, keluasan dan kompleksitas. Kompetensi, dimungkinkansatu kompetensi dikembangkan menjadi lebih dari satu modul.Selanjutnya, satu modul disarankan terdiri dari 2-4 kegiatan pembelajaran.apabila pada standar kompetensi yang ada pada Kurikulum/Silabus/GBPPternyata memiliki lebih dari 4 kompetensi dasar, maka sebaiknya dilakukanreorganisasi standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) terlebihdahulu.Setiap modul agar dilengkapi dengan glosarium yang pengertiannya dapat dilihatpada Gambar 6.ARTI GLOSARIUM Merupakan daftar kata-kata yang dianggapsulit/sukar dimengerti peserta Diklat sehinggaperlu diberikan penjelasan tambahan, misalnya: Istilah teknis bidang ilmu Kata-kata serapan dari bahasa asing/daerah Kata-kata lama yang dipakai kembali Kata-kata yang sering dipakai media massaGlosarium disusun secara alfabetis di akhir setiapmodulGambar 6. Arti GlosariumKomponen Isi Modula. PendahuluanMerupakan pembukaan pembelajaran dari modul mencakup gambaranumum/cakupan isi modul, deskripsi perilaku awal, kompetensi dasar danindicator, keterkaitan pembahasan materi dan kegiatan dalam/antar moduldan kegiatan belajar, pentingnya mempelajari modul, urutan butir sajianmodul secara logis.b. Kegiatan Belajar (KB)Sajian materi yang dirancang untuk menumbuhkan proses belajar. Uraianmateri, contoh dan ilutrasi latihan.Syarat Uraian Materi:

Disajikan secara naratif atau piktorial Merangsang tumbuhnya pengalaman belajar Relevan dengan KD dan indikator Sesuai dengan kemampuan peserta Diklat (guru dalam jabatan) Dalam cakupan topik inti Informasi benar dan up to date Logis dan sistematis Menggunakan bahasa komunikatif dan dialogisc. RangkumanSari pati dari uraian materi yang disajikan dalam kegiatan belajar yangberfungsi menyimpulkan dan menegaskan pengalaman belajar yang dapatmengkondisikan tumbuhnya konsep baru dalam pikiran peserta. Berisi bersifatmenyimpulkanm komunikatifm memantapkan pemahaman, diletakkansebelum tes formatif.d. Tes Formatif (TF)Merupakan tes yang diberikan untuk mengukur penguasaan peserta Diklatsetelah suatu kegiatan belajar berakhir yang bertujuan untuk mengukurtingkat penguasaan peserta. Hasilnya digunakan sebagai dasar untukmelanjutkan ke kegiatan belajar berikutnyaKetentuan:Mengukur indikator kompetensi, materi tes benar dan logis, pokok yangditanyakan cukup penting, memenuhi syarat penulisan butir soal, bisabentuk pilihan ganda atau uraian singkat.e. Kunci Jawaban Tes FormatifDisimpan di akhir setiap modul. Hendak nya disertai alasan sebagai balikanuntuk mengukur tingkat pemahaman pesertaf.Glosariumg. Daftar PustakaKumpulan sumber-sumber informasi yang digunakan dalam penulisanmodul.Syarat penulisan:1. Sesuai dengan sumber yang dikutip dalam uraian

2. Mendukung/dipakai sebagai acuan3. Ditulis secara benar dan lengkap4. Disusun secara alfabetis5. Menggunakan aturan penulisan bakuKetentuan Teknis Penulisana. Penggunaan Bahasa1. Menggunakan bahasa yang baik dan benar2. Menggunakan transliterasi yang telah dibakukan3. Menarik dan merangsang rasa ingin tahu4. Urutan sajian yang logis5. Kalimat mudah dipahami6. Komunikatif dan dialogis7. Sapaan menggunakan kata “Anda”b. Petikan/KutipanDapat berupa kata, ungkapan, bagian kalimat, paragraf, gambar, ilustrasi,peta yang diambil dari sumber lain (orang, buku, dokumen, media massadan elektronik, internet, dsb.) yang diambil langsung atau disadur.Syarat kutipan:Bersifat menegaskan dan relevan dengan suatu ide, berasal dari sumberpertama, mutakhir, sahih/valid, tidak lebih ½ halaman, gunakan tatacarabaku.c. Penomoran Setiap modul beri nomor urut dengan angka (modul 1, modul 2) dandilengkapi dengan judul modul. Setiap Kegiatan Belajar (KB) diberi nomor dan dilengkapi dengan judulKB Pokok uraian materi ditulis judulnya dengan urutan abjad kapital dan subpokok uraian ditulis berdasarkan nomor urut angka arab.d. Ketentuan lainnya Setiap modul terdiri dari sekurang-kurangnya 2 pokok bahasan, Setiap pokok bahasan terbagi dalam sub-pokok bahasan

Seyogyanya dilengkapi bahan audio, video/film, kegiatan percobaan,praktikum, dsb. Tulisan diketik 1,5 spasi menggunakan huruf Arial, font 11.

PENUTUPA.LatihanLingkarilah Jawaban Yang Paling Tepat Menurut Anda1. Pelatihan yang berdayaguna dan berhasil guna adalah yang berbasis kompetensi,pernyataan inia. salahb. kurang Tepatc. tepat sekali2. Adanya modul membuat instuktur dan pesertaa. tambah pusingb. tidak memberikan motivasi apapunc. termotivasi untuk lebih kreatifd menjadi tidak fokus3. Modul adalah bahan ajar yang disusun secaraa. sistematis tapi membosankan.b. disusun secara tidak sistematis dan menarik.c. disusun secara tidak sistematis dan tidak menarik.d. disusun secara sistematis dan menarik.4. Modul yang disusun harus mempunyai ciri-ciria. no self instructionalb. user friendlyc. not adaptived. not stand alone5. Tahapan penyusunan modul yaitua. menetapkan strategib. menyusun modulc. mengembangkan perangkat penilaiand. jawaban a, b, c, semuanya salahe. jawaban a, b, c semuanya benar6. Kualitas modul dapat dilihat dari penyajiana. penentuan format yang baikb. isi materi yang menarikc. bentuk ukuran huruf yang tepatd. jawaban a, b, c benare. jawaban a, b, c salah7. Tahapan penyusunan modul meliputia. susun GBPPb. susun SAPc. jawaban a, b benard. jawaban a, b salah

e. jawaban a,b benar namun tidak lengkap8. Glosarium mempunyai artia. daftar kata-katab. daftar kata-kata yang sulitc. istilah teknisd. jawaban a,b, c salahe. jawaban a, b, c benar9. Setiap modul harus memuat latihan berupa multiple choise, pernyataan inia. benarb. kurang tepatc. salah sama sekali10. Evaluasi modul harus terukura. kurang tepatb. benarc. salah.B.RangkumanDesain penulisan modul yang dimaksud di sini adalah Garis Besar ProgramPengajaran (GBPP) yang telah disusun oleh master instruktur.Di dalam GBPP telah memuat strategi pembelajaran dan media yang digunakan,garis besar materi pembelajaran dan metoda penilaian serta perangkatnya.Dengan demikian, GBPP diacu sebagai desain dalam penyusunan/penulisanmodul.Namun, apabila GBPP belum ada, maka dapat dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut:1. Tetapkan kerangka bahan yang akan disusun.2. Tetapkan tujuan akhir (performance objective), yaitu kemampuan yangharus dicapai peserta didik setelah selesai mempelajari suatu modul.3. Tetapkan tujuan antara (enable objective), yaitu kemampuan spesifik yangmenunjang tujuan akhir.4. Tetapkan sistem (skema/ketentuan, metoda dan perangkat) evaluasi.5. Tetapkan garis-garis besar atau outline substansi atau materi untukmencapai tujuan yang telah ditetapkan, yaitu komponen-komponen:kompetensi (SK-KD), deskripsi singkat, estimasi waktu dan sumber pustaka.Bila GBPP-nya sudah ada, maka dapat diacu untuk langkah ini.

6. Materi/substansi yang ada dalam modul berupa konsep/prinsip-prinsip, faktapenting yang terkait langsung dan mendukung untuk pencapaiankompetensi dan harus dikuasai peserta didik.7. Tugas, soal, dan atau praktik/latihan yang harus dikerjakan ataudiselesaikan oleh peserta didik.8. Evaluasi atau penilaian yang berfungsi untuk mengukur kemampuan pesertadidik dalam menguasai modul9. Kunci jawaban dari soal, latihan dan atau tugas.C.Evaluasi Kegiatan Belajar1. Jika peserta dapat menjawab 80% maka pemahaman terhadap IceBreaking dan Energizing sangat baik2. Jika peserta dapat menjawab 60-80% maka pemahaman terhadap IceBreaking dan Energizing baik3. Jika peserta dapat menjawab 40-60% maka pemahaman terhadap IceBreaking dan Energizing cukup4. Jika peserta dapat menjawab 40% maka pemahaman terhadap psikologipendidikan kurang.D.Umpan Balik dan Tindak LanjutModul yang telah dan masih digunakan dalam kegiatan pembelajaran, secaraperiodik harus dilakukan evaluasi d

E. Dasar Hukum F. Materi Pokok dan Sub Materi MATERI POKOK 1 KARAKTERISTIK MODUL A. Self Instructional B. Self Contain C. Stand Alone D. Adaptive E. User Friendly MATERI POKOK 2 PENGEMBANGAN MODUL DAN MUTUNYA A. Pengembangan Modul B. Mutu Modul MATERI POKOK 3 PROSEDUR PENYUSUNAN MODUL A. Analisa Kebutuhan Modul B. Penyusunan Modul PENUTUP A .

Related Documents:

1. Memberikan Pelatihan Tonis A 2. Memberikan Pelatihan Gerak dan Lagu B 3. Memberikan Pelatihan Kaligrafi C 4. Memberikan Pelatihan Menyulam D 5. Memberikan Pelatihan Menbuat Kerajinan Kain Flanel E 6. Memberikan Pelatihan Membuat Paper Craft F 7. Memberikan Pelatihan Membuat Origami G 8. Memberikan Pelatihan Membuat Bunga dari Sedotan H .

Modul pelatihan berbasis kompetensi merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media transformasi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja kepada peserta pelatihan untuk mencapai kompetensi tertentu berdasarkan program pelatihan yang mengacu kepada Standar Kompetensi . Modul pelatihan

2. Buku Panduan: Pada Pelatihan Manajemen Asfiksia BBL peserta menerima 2 buah Buku sebagai panduan dalam pelatihan yaitu: Buku Acuan: Buku Acuan merupakan panduan utama yang menjadi acuan materi bagi peserta dan pelatih dalam pelatihan Manajemen Asfiksia BBL. Fungsinya tidak hanya selama pelatihan akan tetapi juga sebagai

Pelatihan Teknis Budidaya Tanaman Pangan 7. Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian 8. Pelatihan Budidaya padi dan Jagung 9. Pelatihan Budidaya Hortikultura (Sayur dan Buah-Buahan) 10. Pelatihan Budidaya Bawang Merah 11. Pelatihan Budidaya Hidroponik

A. Pelatihan Khitobah 1. Pengertian Pelatihan Khitobah Pelatihan khitobah berasal dari dua kata yaitu pelatihan dan khitobah. Pelatihan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah proses, cara, perbuatan melatih, kegiatan atau pekerjaa

pemahaman serta mengembangkan kemampuan aplikatif tentang berbagai . Panduan Pelatihan Soft Skills Pusat Pengembangan SDM Parekraf 6 BAB II PELAKSANAAN PELATIHAN . terhadap setiap progress yang dihasilkan dalam proses implementasi mini project-nya; k. menyusun laporan mini project perubahan secara utuh, mulai dari

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 DAFTAR ISI SAMBUTAN iii KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI v GAMBARAN STRUKTUR MATERI PELATIHAN vi BAGIAN I PENDAHULUAN 1 A. Tujuan Umum Pelatihan 2 B. Indikator Umum Ketercapaian Tujuan 2 C. Kompetensi Inti Peserta yang Harus Dicapai 3 D. Hasil Kerja Peserta Selama Pelatihan 3

American National Standards Institute (ANSI) A300 (Part 6) – 2012 Transplanting for Tree Care Operations – Tree, Shrub, and other Woody Plant Maintenance Standard Practices (Transplanting) Drip line The hole should be 1.5-2 times the width of the root ball. EX: a 32” root ball should have a minimum wide 48” hole