• Have any questions?
  • info.zbook.org@gmail.com

MODUL PENGANTAR AKUNTANSI II

4m ago
21 Views
3 Downloads
494.60 KB
48 Pages
Last View : Today
Last Download : 1m ago
Upload by : Maleah Dent
Share:
Transcription

MODULPENGANTAR AKUNTANSI IIDisusun Oleh :Nurul Aisyah, SE, MMUNIVERSITAS BINA SARANA INFORMATIKA20181

KATA PENGATARPuji syukur Alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telahmelimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada akhirnya penulis dapatmenyelesaikan Modul ini, penulis mengambil Judul adalah “PENGANTARAKUNTANSI II”Tujuan penulisan modul ini dibuat sebagai salah satu persyartan Kepangkatan.Modul ini diambil berdasarkan berbagai macam sumber referensi, baik dalam bentukbuku-buku literature, internet dll yang terkait dengan pembahasan pada Modul ini.Penulis menyadari bahwa tanpa dukungan dari semua pihak dalam pembuatanmodul ini, maka penulis tidak dapat menyelesaikan modul ini tepat pada waktunya.Untuk itu ijinkanlah penulis pada kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasihyang sebesar-besarnya kepada :1. Bapak. Bpk. Ir. Naba Aji Notoseputro selaku Direktur Universitas BinaSarana Informatika.2. Ibu dan Bapak tercinta yang telah memberikan dukungan dan Do’anyakepada penulis.3. Seluruh Keluarga tercinta yang telah mendukung dan memberikansemangat.4. Seluruh rekan- rekan BSI yang memberikan semangat.Penulis menyadari bahwa penulisan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulismohon untuk kritik dan saran yang bersifat membangun semi kesempurnaanpenulisan dimasa yang akan datang.Akhir kata semoga modul ini berguna bagi penulis khusunya, dan bagi para pembacayang minat pada umumnya.Bekasi, 27 Oktober 2018Nurul Aisyah, SE.MM2

DAFTAR ISIHalamanKATA PENGANTAR2DAFTAR ISI3BAB I. Pengendalian Internal Dan Akuntansi Untuk Kas5A. Pengertian Pengendalian Internal5B. Karekteristik pengendalian internal6C. Prinsip-prinsip pengendalian akuntansi7D. Akuntansi kas7E. Rekonsiliasi Bank8F. Kas kecil12BAB II. INVESTASIA. Akuntansi untuk investasi dalam utang obligasi16B. Akuntansi untuk investasi dalam utang obligasi penjualan18C. Investasi dalam saham19BAB III. PIUTANG USAHAA. Pengertian dan klasifikasi piutang22B. Penjualan kredit, potongan dan retur223

C. Anjak piutang24D. Piutang tak tertagih-metode cadangan24E. Dasar untuk menaksir kerugian piutang28BAB. IV. PERSEDIAANA. Pengertian dan klasifikasi persedian32B. Pengaruh kesalahan pencatatan persediaan32C. Penentuan kuantitas persediaan34D. Sistem pencatatan persediaan36E. Metode penilaian persediaan ( Arus biaya)38BAB. V PIUTANG WESELA. Definisi piutang wesel42B. Aktiva tetap43Daftar Pustataka474

Bab 1PENGENDALIAN INTERNALDAN AKUNTANSI UNTUK KASA. PENGERTIAN PENGENDALIAN INTERNALKas merupakan aset perusahaan yang paling liquid dan paling rentan untukdigelapkan oleh perusahaan. Untk mencapai hal terebut perusahaan harusmeyakinkan bahwa kondisi internal perusahaan mampu memberikan jaminanbahwa kekayaan pemilik perusahaan terjaga dari kemungkinan kecurangan yangmerugikan pemilik perusahaan.Menurut Slamet Sugiri (2016:1) pengendalian internal meliputi strukturorganisasi, semua cara dan alat-alat terkoordinasi yang digunakan di dalamperusahaan dengan tujuan untuk (1)mengamankan aset perusahaan,(2)meningkatkan ketelitian dan dipercayainya data akuntansi, (3)meningkatkanefisiensi operasi, (4)mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.Menurut Achmad Tjahjono dan Sulastiningsih (2014:2)pengendalian internalmemiliki pengertian penyusunan organisasi, serta penerapan metode-metodeuntuk menjaga harta milik perusahaan,meyakinkan bahwa catatan-catatanakuntansi dapat dipercaya,efisiensioperasi bisa dijaga, dan kebijakan manajemenditaati oleh karyawan.Pada dasarnya pengendalian internal terbagi dua yaitu pengendalian internalakuntansi dan pengendalian akuntansi administrasi. Pengendalian internaladministrasi mempunyai tujuan meningkatkan efisiensi oiperasi dan meyakinkanbahwa kebijakan manajemen ditaati karyawan. Sedangkan pengendalian internalakuntansi mempunyai tujuan agar harta milik perusahaan bisa terjaga darikecurangan dan agar catatan-catatan akuntansi dapat dipercaya.5

B. KARAKTERISTIK PENGENDALIAN INTERNALMenurut Zarkasyi (2015:18) Pengendalian internal yang baik mempunyaibeberapa karakteristik sebagai berikut :a. KARYAWAN YANG KOMPETEN DAN PENUH INTEGRITASPengendalian internal akan dapat diterapkan dengan baik apabila karyawanyang menjalankan sistem adalah yang mempunyai integritas tinggi dankompeten.b. PEMISAHAN FUNGSI YANG MENIADAKAN KECURANGANPengendalian internal yang baik menghendaki adanya pemisahan fungsi-fungitertentu untuk meminimalkan kecurangan.pemisahan fungsi yang pali ng idealadalah memisahkan antara: (1) fungsi otorisasi, (2)fungsi pencatatan,(3)fungsi penyimpanan dan (4)fungsi pengecekan fisik kekayaan.c. OTORITAS TRANSAKSI YANG MEMADAITransaksi yang menyangkut kekayaan perusahaan harus terlebih dahuludiotorisasi oleh pejabat yang berwenang. Tanpa adanya otorisasi yangproporsional, sulit mendeteksi adanya kecurangan yang dilakukan olehkaryawan.d. PENCATATAN YANG MEMADAISemua transaksi perusahaan harus segera dicatat untuk menghindari kesalahananalisis oleh manajemen yang bisa berakibat merugikan perusahaan.Transaksi pembelian dengan syarat diskon, akan merugikan perusahaanapabila tidak bisa dimanfaatkan karena tidak ada dokumentasi pencatatanyang akurat.e. PENANGANAN KARYAWAN YANG MEMADAIPengEndalian internal yang baik menghendaki adanya hak menangani danmemanfaatkan kekayaan perusahaan hanya pada karyawan yang terbatas yangtelah memperoleh wewenang untuk kepentingan itu.f. PEMBANDINGAN KEKAYAAN DAN CATATANNYA SECARAPERIODIKPencocokan pada saat-saat tertentu yang tidak diberitahukan sebelumnya padapemegang catatan dan fisik kekayaan, merupakan salah satu unsurpengendalian internal yang baik. Apabila secara mendadak pejabat tertentu6

melakukan perhitungan kas di bagian kas dan mencocokkan dengan catatan,tindakan ini akan dapat mengurangi tindak kecurangan oleh pemegang kas.C. PRINSIP-PRINSIP PENGENDALIAN AKUNTANSIMenurut krismiaji (2015:12) prinsip pengendalian akuntansia. Penetapan Tanggung JawabManagemen harus menetapkan siapa yang harus bertanggung jawab ataspekerjaan tertentu agar managemen dapat meminta pertanggung jawabankepada petugas/pejabat terkait jika terjadi kesalahan dalam menyelesaikantugas.b. Pemisahan TugasSistem pengendalian internal yang baik adalah sistem yang memisahkanfungsi operasi dan fungsi akuntansi. Mialnya pemegang buku pembantupiutang tidak boleh merangkap menjadi petugas penagihan piutang.c. Prosedur dokumentasiProsedur untuk mendokumentasikan setiap transaksi yang terjadi, karenaproses penjurnalan hanya mungkin dilakukan secara benar jika transaksiyang telah terjadi dibuatkan dokumennya.d. Verifikasi internal dan independenVerifikasi adalah proses untuk meyakinkan bahwa informasimencerminkan realitas. Verifikasi internal dan independen adalahverifikasi yang dilakukan oleh bagian internal perusahaan yangkedudukannya bebas dari pengaruh bagian lainyang diverifikasie. Pengendalian fisisPengendalian fisis terutama berkaitan dengan pengamanan aset.f. Penggunaan peralatan mekanik dan elektronikSedapat mungkin peralatan mekanik dan elektronik digunakan untukmemproses transaksi. Misalnya cash register biasa digunakan oleh tokotoko.D. AKUNTANSI KAS1. Pengertian KasKas adalah alat pertukaran (pembayaran). Aset harus memenuhi duakriteria agar dapat disebut kas. Pertama, ia harus siap digunakan setiap saatuntuk membayar semua kewajiban yang ada sekarang. Kedua, ia harus bebas7

dari ikatan-ikatan apa pun yang membatasi penggnaannya untuk melunasikewajiban.Menurut IAI (2018), kas terdiri atas saldo kas di perusahaan (cash onhand) dan saldo rekening giro. Kas di perusahaan terdiri atas uang kertas danuang logam. Rekening giro adalah rekening bank yang dapat ditarik kembalioleh perusahaan kapan pun perusahaan menghendakinya.Beberapa pos berikut tidak dikelompokkan sebagai kas, meskipuntampaknya sekilas dapat dipandang sebagai kas, yaitu :a. Deposito berjangka, misalnya berjangka 1, 3, 6 atau 12 bulanb. Uang tunai yang telah dibatasi penggunaannya untk tujuan-tujuankhusus, misalnya untuk dana ekspansi pabrik dan untuk dana pelunasankewajiban jangka panjangc. Simpanan di bank yang dibatasi penggunaannya. Misalnya untukjaminan letter of credit.d. Cek mundur (post-dated check), yakni cek yang baru dapat diuangkanpada tanggal tertentu di masa yang akan datang. Cek mundur padatanggal neraca diklasifikasi sebagai piutang.e. Cek kosong (non-sufficient fund check). Cek kosong adalah cek yangtidak cukup dananya. Cek kosong diperlukan sebagai piutang.f. Perangko dan materai. Pos ini diklasifikasi sebagai bahan habis pakai.2. Prinsip-Prinsip Pengendalian KasPrinsip-prinsip pengendalian internal yang diterapkan untuk kasadalah sebagai berikut :a. Pemisahan tugas. Tugas mencatat penerimaan dan pengeluaran kasharus dpisahkan dari tugas menyimpan dan menyetujui pengeluarankas.b. Penyetoran ke bank. Semua penerimaan kas harus segera disetor kebank dalam rekening giro.c. Pemeriksaan mendadak. Pemeriksaan terhadap catatan dan fisik kasharus dilakukan secara mendadak dan tidak dalam interval waktutertentu.d. Menggunakan cek. Sejalan dengan prinsip no.2, semua pengeluaran kas(kecuali kas kecil) hars dilakukan dengan menggunakan cek.E. REKONSILIASI BANKMenurut ridwan (2018:12) rekonsiliasi bank1. Laporan BankSetiap akhir bulan, giran (pemegang rekening giro) menerima laporanbank. Laporan ini berisi informasi cek-cek yang telah diuangkan, setoransetoran yang telah diterima, dan saldo harian. Selain itu laporan bankmengikutsertakan informasi mengenai mengenai memo debit dan memokredit. Memo debit adalah pengurangan atas rekening giro selain dari cek8

yang dikeluarkan oleh giran. Misalnya memo debit untuk biaya bank dan cekkosong. Memo kredit adalah penambhan saldo rekening giro selain darisetoran langsung giran. Misalnya adalah memo kredit untuk jasa giro daribank dan setoran dari pihak lain.2. Rekonsiliasi BankApabila perusahaan rekening giro di bank akan terpelihara dua catatan,yaitu catatan perusahaan dan catatan bank. Oleh karena keduanya mencatatpos yang sama, maka seharusnya dua catatan itu menghasilkan saldo yangsama. Dalam kenyataannya dua catatan itu dapat menunjukkan saldo yangberbeda, sehingga perlu dilakukan rekonsiliasi.Penyebab perbedaan itu pada dasarnya ada dua. Pertama adalah yangdiakibatkan oleh beda waktu mencatat dan ini sering terjadi. Kedua adalahakibat kesalahan. Berikut ini penyebab perbedaan karena beda waktumencatat, bagaimana cara menemukannya dan perlakuannya dalam laporanrekonsiliasi bank:1. Setoran dalam perjalanan, yakni setoran perusahaan yang belum diterimaoleh bank. Ini terjadi, misalnya karena perusahaan melakukan penyetoranpada sore hari setelah kegiatan pembukuan bank berhenti. Caramenemukan setoran dalam perjalanan adalah membandingkan semuasetoran menurut slip setoran dengan setoran yang telah diterima oleh bank.Setoran perusahaan yang belum dicatat oleh bank adalah setoran dalamperjalanan atau deposit in transit. Dalam laporan rekonsiliasi bank, setoranini diperlakukan sebagai penambah saldo bank.2. Cek yang masih beredar, yakni cek yang sudah dikeluarkan olehperusahaan tetapi belum dibayar oleh bank. Ini terjadi karena pihak yangmenerima cek dari perusahaan belum menguangkan ke bank. Caramenemukan jumlah cek yang masih beredar adalah denganmembandingkan seluruh cek yang telah dikeluarkan (periksa bonggol cek)dengan cek-cek yang telah dibayarkan oleh bank. Cek-cek yang belumdibayar oleh bank adalah cek yang masih beredar atau outstanding check.Dalam rekonsiliasi bank, cek ini diperlakukan sebagai pengurang saldobank.3. Penerimaan yang telah diakui dan dicatat oleh bank tetapi belum dicatatoleh perusahaan. Cara menemukan pos ini adalah dengan mencari lkodememo kredit dalam laporan bank. Dalam rekonsiliasi bank, penerimaandemikian diperlakukan sebagai penambah saldo perusahaan.4. Pengeluaran yang telah diakui dan dicatat oleh bank tetapi belum dicatatoleh perusahaan, misalnya biaya bank dan cek kosong. Cara menemukanpos ini adalah dengan mencari kode memo debit dalam laporan bank.9

Dalam laporan rekonsialis bank, pos demikian diprlakukan sebagaipengurang saldo perusahaan.Apabila keempat tipe penyebab dia atas telah direkonsiliasi maka saldobank dan saldo perusahaan akan sama. Jika tidak sama, maka harus dicaripenyebab lain, yakni kesalahan. Kesalahan mungkin hanya pada buku giranatau buku bank atau kedua-duanya.Untuk menemukan kesalahan ini telusuri catatan perusahaan danbandingkan dengan bukti-bukti pendukungnya. Kesalahan bank dapatditemukan dengan menelusuri pos-pos yang ada dim laporan bank. Jikatidak sesuai dengan catatan perusahaan yang benar, maka itulah kesalahanbank.Contoh: Pada 1 Juni 2017, PT. ABC membuka rekening giro di BankMandiri dengan setoran mula-mula sebesar Rp500.000. Saldo menurutPT.ABC pada akhir Juni 2009 menunjukkan angka Rp 60.200, sedangkanmenurut Bank Mandiri adalah Rp 61.600. Setelah dilakukan prosedurrekonsiliasi, diketahui bahwa perbedaan saldo di atas disebabkan oleh halhal berikut :1. Setoran dalam perjalanan Rp60.2002. Cek yang masih beredar Rp18.700 terdiri dari :Cek nomor 010 sebesar Rp10.000Cek nomor 015 sebesar Rp8.7003. Jasa giro yang diberikan oleh bank kepada perusahaan sebesarRp10.500 dan biaya bank yang dibebankan ke perusahaan sebesarRp11.2004. Cek sebesar Rp11.800 yang diterima perusahaan dari PT.XYZ dansudah diseor ke bank dinyatakan kosong oleh bank5. Bank berhasil menagihkan wesel nominal Rp15.000. terhadap jumlahini, bank membebankan biaya tagih atau biaya inkaso sebesar Rp1.200Dari data diatas, maka laporan (kertas kerja) rekonsiliasi akan tampaksebagai berikut :PT. ABCLaporan Rekonsiliasi BankPer 30 Juni 2017Saldo per perusahaan60.200 saldo per BankDitambah:Ditambah:Penagihan wesel 13.800Setoran Dalam Perjalanan(15.000-1.200)Dikurangi:Jasa Giro10.500 24.300 Cek yang masih beredar :61.60018.60010

PT. ABCLaporan Rekonsiliasi BankPer 30 Juni 2017Dikurangi:Cek kosongcek no. 010 10.00011.800cek no. 015 8.70018.700Biaya bank11.200Saldo perusahaan yang benar23.00061.500So. Bank yg benar 61.500Untuk membetulkan saldo-saldo buku perusahaan kita harus membuatjurnal penyesuaian dan mempostingnya ke akun-akun yang bersangkutan.Adapun data untuk menyesuaikan adalah informasi di laporan rekonsiliasi.Jurnal-jurnal penyesuaian yang diperlukan adalah sebagai berikut :Juni 30 Kas di Bank13.800Biaya Tagih1.200Piutang Wesel(mencatat penerimaan dari piutangWesel dikurangi biaya tagih)Kas di Bank10.500Pendapatan Jasa Giro(mencatat penerimaan jasa giro bank)Piutang UsahaKas di Bank(mencatat cek kosong)11.800Biaya bankKas di bank(mencatat biaya bank)11.20015.00010.50011.80011.200Setelah jurnal penyesuaian diposting maka saldo akun kas di bankakan menunjukkan saldo yang benar yaitu Rp61.500 seperti yang tampakberikut ini :11

Kas di bankTanggalUraianJuni 31 Saldo (sebelum penyesuaian)31 Penyesuaian (wesel minusbiaya tagih)31 Penyesuaian (jasa giro)31 Penyesuaian (cek kosong)31 Penyesuaian (biaya bank)Debit Kredit13.800 -Saldo D/K60.200 (D)74.000 (D)10.500 11.80011.20084.500 (D)72.700 (D)61.500 (D)F. KAS KECIL1. Sistem Dana TetapMenurut endang (2016: 17) Pada sistem dana tetap jurnaldiselengggarakan dua kali. Pertama, pada waktu pembentukan; kedua, padawaktu pengisian kemali. Saat mengelurkan kas kecil tidak perlu dijurnal.Jika pada akhir tahun tidak dilakukan pengisisna kembali, maka jurnalpenyesuaian dibuat untuk mengakui biaya yang telah terjadi danmenyesuaikan akun dana kas kas kecilContoh : pada tanggal 10 Desember 2017 CV. ABADI telahmenetapkan penggunaan dana tetap untuk kas kecil dengan jumlahRp500.000 dan akan diisi kembali setiap 2 pekan. Dana kas kecil dibentukpada tanggal 15 Desember tahun tersebut. Setiap pengeluaran harusmendapatkan persetujuan dari pejabat yang berwenang. Transaksi yangterjadi sejak pembentukan dana kas kecil sampai akhir tahun 2017 adalahsebagai berikut :Des1517202531membentuk dana kas kecilmembayar kuintansi langganan koranmembeli materai & perangkomembayar makanan kecilmengisi kembali dana kas kecil dari al yang diperlukan adalah sebagai berikut :Membentuk dana kas kecilDes15 Dana Kas KecilKas di Bank500.000500.00012

Menggunakan dana kas kecilSetiap kali perusahaan mengeluarkan kas kecil untuk membayar biayabiaya, tidak ada pencatatan apa pun dalam buku jurnal. Penjurnalandilakukan pada waktu dana kas kecil diisi kembali. Sehingga tidak adajurnal pada tanggal-tanggal 17, 20, 25 Juli 2017.Mengisi kembali dana kas kecilDes31 Biaya Langganan KoranBiaya Bahan Habis PakaiBiaya Makanan KecilKas Di Bank100.00025.00050.000175.000Jika tidak ada pengisian kembali pada akhir periodeDalam hal ini tidak dilakukan pengisian kembali pada akhir periode, makaperlu jurnal penyesuaian yang diperlukan untuk mengakui biaya sejakpengisian sebelumnya sampai akhir periode tersebut.Contoh : sama dengan yang diatas hanya saja tidak ada pengisian kembali.Jurnal penyesuaian adalah sebagai berikut :Des 31Biaya langganan koran100.000Biaya bahan habis pakai25.000Biaya makanan kecil50.000Dana kas kecil175.000(mengakui biaya dan menyesuaian dana kas kecil)Andaikan jurnal penyesuaian di atas telah diposting, maka saldo dana kecilpada akhir tahun 2009 menjadi Rp325.000 (Rp500.000-Rp175.000). itulahjumlah dana kas kecil yang akan dilaporkan di neraca per 31 Juli.Jurnal pembalikan awal periode berikutnya :Pada hari kerja pertama tahun berikutnya (2 Januari 2018), dibuat jurnalpembalikan atas jurnal penyesuaian akhir tahn lalu (31 desember 2017).Jurnal pembalikan ini penting dilakkan untuk memudahkan penjurnalanpada waktu pengisian kembali berikutnya. Jurnal pembalikannya adalahsebagai berikut :13

Jan 2 Dana Kas Kecil175.000Biaya langganan koran100.000Biaya bahan habis pakai25.000Biaya makanan kecil50.000(membalik jurnal penyesuaian kas kecil akhir tahun lalu)Contoh : diasumsikan adanya pengeluaran dari tanggal 2-15 Januari 2018adalah untuk pembelian bahan habis pakai Rp50.000. Pengisian kembalidilakukan pada tanggal 15 Januari 2018 untk mengganti dana kas kecilyang sudah digunkan. Dengan demikian, pengisian kembali adalah sebesarRp225.000 dengan perhitungan sebagai berikut :Tahun 2017Tahun 201815-31 Des2-15 JanTotalBiaya langganan koranRp100.000-Rp100.000Biaya bahan habis pakai25.000 Rp50.00075.000Biaya makanan kecil50.000 -50.000Rp175.000Rp50.000Rp225.000Dengan data diatas, jurnal pengisian kembali pada tanggal 15 Januari 2018adalah sebagai berikut :Jan 15Biaya langganan koran100.000Biaya bahan habis pakai75.000Biaya makanan kecil50.000Kas di Bank(mencatat pengisian kembali)225.0002. Sistem Dana BerfluktuasiPada sistem dana berfluktuasi sangat jarang digunakan karenamenyulitkan pada saat dilakukannya audit / pemeriksaan. Yang berbedadari sistem tetap hanyalah pada saat terjadinya transaksi pada sistemdana tetap tidak dibuatkan jurnal sedang kan untuk sistem danaberfluktuasi dibuatkan jurnal sesuai dengan transaksi yang terjadi. Danpada saat pengisian kembali dengan sistem dana tetap dibuatkan sesuaidengan transaksi yang terjadi sedangkan pada sistem dana tetap hanyadicatat kas kecil (D) dan kas (K) sesuai nilai kas yag dimasukkan.14

Selisih KasOleh karena sulitnya uang kecil (receh), maka sering terjadi selisih kas.Misalnya, perusahaan melakukan penjulan tunai pada tanggal 25 Maret2017 dengan harga Rp11.890, tetapi uang kas yang benar-benarditerima hanyalah Rp10.900. Jurnal untuk mencatat penerimaan kasdari penjualan ini adalah sebagai berikut :Mar25KasSelisih KasPenjualan10.89010-10.90015

Bab 2INVESTASIA. AKUNTANSI UNTUK INVESTASI DALAM UTANG OBLIGASIMenurut fahmi (2014: 30) Biaya pembelian utang obligasi adalahsemua biaya yang dibayarkan ditambah biaya yang terkait, misalnya komisipialang (broker’s commision).Contoh : Dibeli utang obligasi PT Lewis sebesar Rp1.000.000 pada kurs 102,biaya broker Rp5.300 dan bunga terutang Rp10.200Jurnal30 MeiInvestasidalamobligasi PT Lewisutang1.025.300-10.200-Pendapatan bungaKas-1.035.000Penyelesaian :Nilai investasi dalam utang obligasi PT Lewis :Nilai kurs ( 102/100 * 1.000.000) Rp1.020.000Biaya Broker 5.300 Rp1.025.300Premium / di

menyelesaikan Modul ini, penulis mengambil Judul adalah “PENGANTAR AKUNTANSI II” Tujuan penulisan modul ini dibuat sebagai salah satu persyartan Kepangkatan. Modul ini diambil berdasarkan berbagai macam sumber referensi, baik dalam bentuk buku-buku literature, internet dll yang terkait dengan pembahasan pada Modul ini.