PENILAIAN KINERJA GURU

3y ago
93 Views
9 Downloads
366.31 KB
49 Pages
Last View : 1m ago
Last Download : 6m ago
Upload by : Adele Mcdaniel
Transcription

KOMPETENSI EVALUASI PENDIDIKAN04 – B3PENGAWAS SEKOLAHPENDIDIKAN MENENGAHPENILAIAN KINERJA GURUDIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKANDIREKTORAT JENDERALPENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKANDEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL2008i

KATA PENGANTARPeraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah berisi standar kualifikasi dan kompetensi pengawas sekolah. Standar kualifikasi menjelaskan persyaratan akademik dan nonakademik untuk diangkat menjadi pengawas sekolah. Standar kompetensi menjelaskan seperangkat kemampuan yang harus dimiliki dan dikuasai pengawas sekolah untuk dapat melaksanakan tugas pokok,fungsi, dan tanggung jawabnya.Ada enam dimensi kompetensi yang harus dikuasai pengawas sekolahyakni: (a) kompetensi kepribadian, (b) kompetensi supervisi manajerial, (c)kompetensi supervisi akademik, (d) kompetensi evaluasi pendidikan, (e) kompetensi penelitian dan pengembangan, dan (f) kompetensi sosial. Dari hasiluji kompetensi di beberapa daerah menunjukkan kompetensi pengawas sekolah masih perlu ditingkatkan terutama dimensi kompetensi supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, dan kompetensi penelitian danpengembangan. Untuk itu diperlukan adanya diklat peningkatan kompetensipengawas sekolah baik bagi pengawas sekolah dalam jabatan, terlebih lagibagi para calon pengawas sekolah.Materi dasar untuk semua dimensi kompetensi sengaja disiapkan agardapat dijadikan rujukan oleh para pelatih dalam melaksanakan diklat peningkatan kompetensi pengawas sekolah di mana pun pelatihan tersebut dilakanakan. Kepada tim penulis materi diklat kompetensi pengawas sekolah yang terdiri atas dosen LPTK dan widya iswara dari LPMP dan P4TK kami ucapkanterima kasih. Semoga tulisan ini ada manfaatnya.Jakarta, Juni 2008Direktur Tenaga KependidikanDitjen PMPTKSurya Dharma, MPA., Ph.Di

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR .iDAFTAR ISI .iiBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang .B. Dimensi Kompetensi .C. Kompetensi yang Hendak Dicapai .D. Indikator Pencapaian Kompetensi .E. Alokasi Waktu .F. Skenario Pelatihan .122222BAB II KOMPETENSI, PERAN DAN KINERJA GURUA. Kompetensi Guru.B. Peran Guru .C. Kinerja Guru .4820BAB III INDIKATOR KINERJA GURU DAN PENILAIANNYAA. Indikator Kinerja Guru .B. Indikator Abilitas Guru .C. Instrumen Penilaian Kinerja Guru .D. Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru .22263435DAFTAR PUSTAKA .Lampiran Format Penilaian Kinerja Guru .3839ii

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangGuru merupakan elemen kunci dalam sistem pendidikan, khususnya disekolah. Semua komponen lain, mulai dari kurikulum, sarana-prasarana, biaya, dan sebagainya tidak akan banyak berarti apabila esensi pembelajaran yaitu interaksi guru dengan peserta didik tidak berkualitas. Semua komponenlain, terutama kurikulum akan “hidup” apabila dilaksanakan oleh guru.Begitu pentingnya peran guru dalam mentransformasikan input-inputpendidikan, sampai-sampai banyak pakar menyatakan bahwa di sekolah tidakakan ada perubahan atau peningkatan kualitas tanpa adanya perubahan danpeningkatan kualitas guru.Sayangnya, dalam kultur masyarakat Indonesia sampai saat ini pekerjaan guru masih cukup tertutup. Bahkan atasan guru seperti kepala sekolah danpengawas sekali pun tidak mudah untuk mendapatkan data dan mengamatirealitas keseharian performance guru di hadapan siswa. Memang programkunjungan kelas oleh kepala sekolah atau pengawas, tidak mungkin ditolakoleh guru. Akan tetapi tidak jarang terjadi guru berusaha menampakkan kinerja terbaiknya baik pada aspek perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran hanya pada saat dikunjungi. Selanjutnya ia akan kembali be-kerja sepertisedia kala, kadang tanpa persiapan yang matang serta tanpa semangat dan antusiasme yang tinggi.Dengan latar belakang di atas, maka penilaian kinerja guru merupakansuatu hal yang perlu mendapat perhatian serius khususnya oleh pengawas.Penilaian kinerja guru, merupakan salah satu bagian kompetensi yang harusdikuasai pengawas sekolah/madrasah. Kompetensi tersebut termasuk dalamdimensi kompetensi evaluasi pendidikan.Dalam melakukan penilaian kinerja guru, seorang pengawas seyogyanyamemiliki kemampuan untuk: (1) memahami ruang lingkup variabel yang hendak dinilai, terutama kompetensi profesional guru, (2) memiliki standar dan/atau menyusun instrumen penilaian, (3) melakukan pengumpulan dan analisisdata, dan (4) membuat judgement atau kesimpulan akhir. Materi diklat ini dirancang untuk membekali pengawas dalam melakukan penilaian terhadap ki1

nerja guru.B. Dimensi KompetensiDimensi kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir Diklat iniadalah dimensi Kompetensi Supervisi Evaluasi Pendidikan.C. Kompetensi yang Hendak DicapaiSetelah mengikuti pelatihan ini pengawas diharapkan dapat menilai kinerja guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan.D. Indikator Pencapaian KompetensiIndikator pencapaian kompetensi melalui diklat ini adalah apabila pengawas dapat:1. Memahami konsep dasar penilaian kinerja.2. Memahami kompetensi, peran dan kinerja guru.3. Menentukan tujuan, aspek-aspek penilaian kinerja guru.4. Menyusun instrumen dan melaksanakan penilaian guru5. Melakukan analisis data hasil penilaian.6. Menyusun laporan dan merumuskan tindak lanjut hasil penilaian.E. Alokasi WaktuNo.1.2.3.4.5.Materi DiklatKonsep dasar penilaian kinerjaKompetensi, peran dan kinerja guruAspek-aspek dan instrumen penilaian kinerja guruPelaksanaan penilaian dan analisis data hasil penilaian kinerja kepalasekolahPenyusunan laporan dan tindak lanjut hasil penilaianAlokasi1 jam1 jam2 jam2 jam1 jamF. Skenario1. Perkenalan2. Pejelasan tentang dimensi kompetensi, indikator, alokasi waktu dan skenario pendidikan dan pelatihan penilaian kinerja guru.3. Pre-test2

4. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan penilaian kinerja gurumelalui pendekatan andragogi.5. Penyampaian Materi Diklat:a. Menggunakan pendekatan andragogi, yaitu lebih mengutamakan pengungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan, menganalisis, menyimpulkan, dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif,inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, dan bermakna. Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator.b. Diskusi tentang indikator keberhasilan pelatihan penilaian kinerja guru.c. Praktik menyusun instrumen penilaian kinerja guru dan melakukananalisis data.6. Post test.7. Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pelatihan.8. Penutup3

BAB IIKOMPETENSI, PERAN DAN KINERJA GURUA. Kompetensi GuruKinerja guru mempunyai spesifikasi/kriteria tertentu. Kinerja guru dapat dilihat dan diukur berdasarkan spesifikasi/kriteria kompetensi yang harusdimiliki oleh setiap guru.Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Dijelaskan bahwa Standar Kompetensi Guru dikembangkan secara utuh dari 4 kompetensi utama, yaitu: (1) kompetensi pedagogik, (2) kepribadian, (3) sosial, dan (4) profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru.1. Kompetensi PedagogikKompetensi pedagogik yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru berkenaan dengan karakteristik siswa dilihat dari berbagai aspek seperti moral,emosional, dan intelektual.Hal tersebut berimplikasi bahwa seorang guru harus mampu menguasaiteori belajar dan prinsip-prinsip belajar, karena siswa memiliki karakter, sifat,dan interest yang berbeda.Berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum, seorang guru harus mampumengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan masing-masing dandisesuaikan dengan kebutuhan lokal.Guru harus mampu mengoptimalkan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan kemampuannya di kelas, dan harus mampu melakukan kegiatan penilaian terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.Kemampuan yang harus dimiliki guru berkenaan dengan aspek-aspekyang diamati, yaitu:a. Penguasaan terhadap karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral,sosial, kultural, emosional dan intelektual.b. Penguasaan terhadap teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yangmendidik.4

c. Mampu mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan yang diampu.d. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik.e. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentinganpenyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik.f. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.g. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.h. Melakukan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, memanfaatkanhasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.i. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.2. Kompetensi KepribadianPelaksanaan tugas sebagai guru harus didukung oleh suatu perasaanbangga akan tugas yang dipercayakan kepadanya untuk mempersiapkan generasi kualitas masa depan bangsa. Walaupun berat tantangan dan rintanganyang dihadapi dalam pelaksanaan tugasnya harus tetap tegar dalam melaksakan tugas sebagai seorang guru.Pendidikan adalah proses yang direncanakan agar semua berkembangmelalui proses pembelajaran. Guru sebagai pendidik harus dapat mempengaruhi ke arah proses itu sesuai dengan tata nilai yang dianggap baik dan berlaku dalam masyarakat.Tata nilai termasuk norma, moral, estetika, dan ilmu pengetahuan, mempengaruhi perilaku etik siswa sebagai pribadi dan sebagai anggota masyarakat. Penerapan disiplin yang baik dalam proses pendidikan akan menghasilkan sikap mental, watak dan kepribadian siswa yang kuat. Guru dituntut harus mampu membelajarkan siswanya tentang disiplin diri, belajar membaca,mencintai buku, menghargai waktu, belajar bagaimana cara belajar, mematuhi aturan/tata tertib, dan belajar bagaimana harus berbuat. Semuanya ituakan berhasil apabila guru juga disiplin dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.Guru harus mempunyai kemampuan yang berkaitan dengan kemantapan dan integritas kepribadian seorang guru. Aspek-aspek yang diamati adalah:5

a. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.b. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.c. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, danberwibawa.d. Menunjukan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.e. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.3. Kompetensi SosialGuru di mata masyarakat dan siswa merupakan panutan yang perlu dicontoh dan merupkan suritauladan dalam kehidupanya sehari-hari. Guru perlu memiliki kemampuan sosial dengan masyakat, dalam rangka pelaksanaanproses pembelajaran yang efektif. Dengan dimilikinnya kemampuan tersebut,otomatis hubungan sekolah dengan masyarakat akan berjalan dengan lancar,sehingga jika ada keperluan dengan orang tua siswa, para guru tidak akanmendapat kesulitan.Kemampuan sosial meliputi kemampuan guru dalam berkomunikasi,bekerja sama, bergaul simpatik, dan mempunyai jiwa yang menyenangkan.Kriteria kinerja guru yang harus dilakukan adalah:a. Bertindak objektif serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosialekonomi.b. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.c. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesiayang memiliki keragaman sosial budaya.d. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secaralisan dan tulisan atau bentuk lain.4. Kompetensi ProfesionalKompetensi Profesional yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran. Guru mempunyai tu6

gas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, untuk itu guru dituntut mampu menyampaikan bahan pelajaran.Guru harus selalu meng-update, dan menguasai materi pelajaran yang disajikan. Persiapan diri tentang materi diusahakan dengan jalan mencari informasimelalui berbagai sumber seperti membaca buku-buku terbaru, mengakses dari internet, selalu mengikuti perkembangan dan kemajuan terakhir tentangmateri yang disajikan.Kompetensi atau kemampuan kepribadian yaitu kemampuan yang harusdimiliki guru berkenaan dengan aspek:a. Dalam menyampaikan pembelajaran, guru mempunyai peranan dan tugassebagai sumber materi yang tidak pernah kering dalam mengelola prosespembelajaran. Kegiatan mengajarnya harus disambut oleh siswa sebagaisuatu seni pengelolaan proses pembelajaran yang diperoleh melalui latihan, pengalaman, dan kemauan belajar yang tidak pernah putus.b. Dalam melaksakan proses pembelajaran, keaktifan siswa harus selalu diciptakan dan berjalan terus dengan menggunakan metode dan strategi mengajar yang tepat. Guru menciptakan suasana yang dapat mendorong siswa untuk bertanya, mengamati, mengadakan eksperimen, serta menemukan fakta dan konsep yang benar. Karena itu guru harus melakukan kegiatan pembelajaran menggunakan multimedia, sehingga terjadi suasanabelajar sambil bekerja, belajar sambil mendengar, dan belajar sambil bermain, sesuai kontek materinya.c. Di dalam pelaksanaan proses pembelajaran, guru harus memperhatikanprinsip-prinsip didaktik metodik sebagai ilmu keguruan. Misalnya bagaimana menerapkan prinsip apersepsi, perhatian, kerja kelompok, korelasidan prinsip-prinsip lainnya.d. Dalam hal evaluasi, secara teori dan praktik, guru harus dapat melaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin diukurnya. Jenis tes yang digunakanuntuk mengukur hasil belajar harus benar dan tepat. Diharapkan pula guru dapat menyusun butir secara benar, agar tes yang digunakan dapat memotivasi siswa belajar.Kemampuan yang harus dimiliki guru dalam proses pembelajaran dapatdiamati dari aspek-aspek:7

a. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.b. Menguasai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu.c. Mengembangkan materi pelajaran yang diampu secara kreatif.d. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukantindakan reflektife. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasidan mengembangkan diriB. Peranan GuruPeran guru yang dimaksud adalah berkaitan dengan peran guru dalamproses pembelajaran. Guru merupakan faktor penentu yang sangat dominandalam pendidikan pada umumnya, karena guru memegang peranan dalamproses pembelajaran, di mana proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan.Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas hubungan timbal balik yang berlangsungdalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu, di mana dalam prosestersebut terkandung multi peran dari guru.Peranan guru meliputi banyak hal, yaitu guru dapat berperan sebagaipengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan belajar, perencana pembelajaran, supervisor, motivator, dan sebagai evaluator.Peranan guru berkaitan dengan kompetensi guru, meliputi:1. Guru melakukan Diagnosa terhadap Perilaku Awal Siswa.Pada dasarnya guru harus mampu membantu kesulitan-kesulitan yangdihadapi siswanya dalam proses pembelajaran, untuk itu guru dituntut untukmengenal lebih dekat kepribadian siswanya. Proses asessing atau memperkirakan keadaan siswa adalah langkah awal untuk mengetahui lebih lanjut kondisi siswa untuk kemudian dievaluasi agar lebih kongkrit dan mendekati tepatuntuk memahami keadaan siswanya, diharapkan jika guru telah mengetahuibetul kondisi siswanya akan mempermudah memberikan meteri pelajaran yangsesuai dengan kebutuhan, minat, dan bakat siswa.8

2. Guru membuat Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)Perencanaan pembelajaran adalah membuat persiapan pembelajaran.Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa jika tidak mempunyai persiapan pembelajaran yang baik, maka peluang untuk tidak terarah terbuka lebar, bahkanmungkin cenderung untuk melakukan improvisasi sendiri tanpa acuan yangjelas. Mengacu pada hal tersebut, guru diharapkan dapat melakukan persiapan pembelajaran baik menyangkut materi pembelajaran maupun kondisi psikis dan psikologis yang kondusif bagi berlangsungnya proses pembelajaran.3. Guru Melaksanakan Proses PembelajaranPeran guru yang ketiga ini memegang peranan yang sangat penting, karena di sinilah proses interaksi pembelajaran dilaksanakan. Karena itu ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian guru:a. Mengatur waktu berkenaan dengan berlangsungnya proses pembelajaranyang meliputi pengaturan alokasi waktu seperti pengantar 10%, materipokok 80%, dan untuk penutup 10%.b. Memberikan dorongan kepada siswa agar tumbuh semangat untuk belajar, sehingga minat belajar tumbuh kondusif dalam diri siswa. Guru senantiasa harus mampu menunjukkan kelebihan bidang yang dipelajari danmanfaat yang akan didapat dengan mempelajarinya. Menumbuhkan motivasi tersebut dapat dilakukan dengan reinforcement yaitu memberi penghargaan baik dengan sikap, gerakan anggota badan, ucapan, dan bentuktertulis. Hal ini dilakukan sebagai respon positif terhadap tindakan yangdilakukan oleh siswa.c. Melaksanakan diskusi dalam kelas. Dalam sistem pendidikan yang demokratis, diskusi adalah wahana yang tepat untuk menciptakan dan menumbuhkan siswa yang kreatif dan produktif serta terlatih untuk berargumentasi secara sehat serta terbiasa menghadapi perbedaan. Small group aktivitiesmemiliki kelebihan untuk menggali potensi siswa, karena siswa akan berperan aktif lebih besar dalam aktivitas pembelajarannya.d. Peran guru berikutnya adalah mengamati siswanya dalam berbagai kegiatan baik yang bersifat formal di ruang kelas maupun di dalam kegiatanekstra kurikuler. Mengacu pada hasil pengamatan ini guru harus mengetahui siswa mana yang membutuhkan pembinaan yang lebih, untuk diberi9

e.f.g.h.tugas individu, atau mungkin diberikan remedial teaching sebagai followup dari tes yang telah diberikan.Peran guru dalam kegiatan ini mencakup informasi berupa pemberian ceramah dan juga informasi tertulis yang dibutuhkan siswa dengan bahasasederhana dan mudah dipahami siswa. Hanya saja peran guru tidak terlaludominan, sebab bisa dibayangkan kalau para siswa dari waktu ke waktuhanya menjadi pendengar setia mungkin proses pendidikan tidak akanmenghasilkan lulusan yang optimal. Dalam konsep Norman Dodl ini jatah waktu ceramah hanya sedikit saja.Peran jenis ini adalah guru memberikan masalah untuk dicarikan solusialternatifnya, sehingga siswa dapat menggunakan daya pikir dan daya nalarnya secara maksimal. Baik dengan menggunakan metode berpikir induktif ataupun deduktif.Melakukan pertanyaan dan memberikan respon terhadap pertanyaan yangdiajukan siswa. Langkah ini menunjukkan proses yang sangat manusiawidalam hal ini manusia selalu ingin tahu terhadap suatu persoalan atau masalah. Keterampilan bertanya dan menjawab adalah merupakan kompetensi yang harus dimiliki guru.Menggunakan alat peraga, sebagai alat bantu komunikasi pendidikan seperti OHP, proyektor, TV dan lainnya yang dapat dirancang sendiri, mengingat alat seperti ini sangat membantu proses belajar mengajar, denganharapan siswa tidak terlalu jenuh. Guru harus

1. Konsep dasar penilaian kinerja 1 jam 2. Kompetensi, peran dan kinerja guru 1 jam 3. Aspek-aspek dan instrumen penilaian kinerja guru 2 jam 4. Pelaksanaan penilaian dan analisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah 2 jam 5.

Related Documents:

Penilaian kinerja guru yang dilakukan dua kali dalam setahun oleh kepala sekolah dan tim penilai kinerja guru masih juga belum mengoptimalkan kinerja guru. Kualitas kinerja guru naik ketika akan diadakannya penilaian kinerja guru. Namun setelah itu

Guru Kelas/Mata Pelajaran, adalah untuk memasukan data hasil dari penilaian kinerja terhadap guru kelas atau guru matapelajaran. Caranya adalah pada menu PENILAIAN KINERJA klik Guru Kelas/Mata Pelajaran. Sehingga akan muncul daftar nama guru-guru yang

Penilaian kinerja guru (PKG) merupakan suatu kegiatan untuk mengidentifikasi dan mengetahui kemampuan atau kompetensi guru dalam melaksanakan tugasnya. Melalui penilaian kinerja guru inilah nantinya guru dapat membina 8 Daryanto, Standar Kompetensi dan Penilaian Kinerja Guru

Pelaksanaan penilaian kinerja guru dimaksudkan bukan untuk menyulitkan guru, tetapi sebaliknya penilaian kinerja guru dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional, karena harkat dan martabat suatu profesi ditentukan oleh kualitas layanan profesi yang bermutu, juga untuk menunjukkan secara tepat t

kinerja PNS dan mampu mendefinisikannya secara tepat; 2. menjelaskan landasan teori yang digunakan dalam penilaian kinerja; 3. menerapkan landasan teori yang digunakan dalam penilaian kinerja; 4. menganalisis keterkaitan antara teori dengan praktik dalam penilaian kinerja di instansi pemerintahan; 5. menjelaskan isi DP3 secara mendalam; 6.

Sistem penilaian kinerja guru dikatakan valid bila aspek yang dinilai benar-benar mengukur komponen-komponen tugas guru dalam melaksanakan pembelajaran, pembimbingan, dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. 2. Reliabel Sistem penilaian kinerja guru dikatakan reliabel atau mempunyai tingkatFile Size: 805KB

Jumlah (Hasil penilaian kinerja guru) 51 Pagentan, 28 November 2016 Guru yang dinilai, Penilai, Kepala Sekolah, Mellyana Dwi C., S. Pd. Dindung Sukirtam, S.Pd. Fajar Muji Santosa, S.Pd. NIP 19790610 200801 2 020 NIP 19741206200312 1 001 NIP 19690722199702 1 001 REKAP HASIL PENILAIAN KINERJA GURU KELA

Nama Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Lanjutan Kode Mata Kuliah : AKM 145001 Semester : 5 (lima) Sks/jam perminggu : 3 SKS/ 6 jam Jurusan/ Program Studi : Jurusan Akuntansi/ DIV Akuntansi Manajemen Dosen Pengampu : 1. Novi Nugrahani, SE., M.Ak., Ak 2. Drs. Bambang Budi Prayitno, M.Si., Ak 3. Marlina Magdalena, S.Pd. MSA Capaian Pembelajaran Lulusan yang dibebankan pada mata kuliah :Setelah .