Asing Menguasai Surat Utang, Bahayakah?

8m ago
33 Views
0 Downloads
1.74 MB
16 Pages
Last View : 3d ago
Last Download : n/a
Upload by : Nora Drum
Share:
Transcription

Edisi 2 Vol. III. Februari 2018AsingMenguasai40 PersenSurat Utang,Bahayakah?DampakPelaranganEkspor Sawitke Uni Eropap. 09p. 03Buletin APBNPusat Kajian AnggaranBadan Keahlian DPR RIwww.puskajianggaran.dpr.go.idISSN 2502-86851

Update APBNp.2Dampak PelaranganEkspor Sawit ke UniEropap.3Inflasi, Nilai Tukar Rupiahdan ICP Per 31 Januari 2018KEPUTUSAN Parlemen UniEropa melarang penggunaanminyak sawit sebagai bahan bakubiofuel berpotensi menggangguperkembangan industri kelapa sawitIndonesia. Indonesia merupakannegara pengekspor sawit terbesardi dunia. Di sisi lain, Uni EropaDewan Redaksimerupakan salah satu wilayah tujuanekspor utama minyak sawit Indonesia.Penanggung JawabUntuk mengatasi hal itu, pemerintahDr. Asep Ahmad Saefuloh, S.E.,M.Si. perlu melakukan langkah diplomasiagar minyak kelapa sawit Indonesiadapat diterima di pasar global.Pemimpin RedaksiRobby Alexander SiraitRedakturJesly Yuriaty PanjaitanRatna ChristianingrumMartha CarolinaAdhi Prasetyo S. W.Rendy AlvaroAsing Menguasai 40Persen Surat Utang,Bahayakah?EditorKEPEMILIKAN asing di SBN sebesar40 persen merupakan lampu kuningbagi pemerintah untuk perlu berhatihati terhadap risiko utang gagal bayar.Di satu sisi, kepemilikan asing tersebutberdampak pada peningkatankepercayaan asing terhadap Indonesiadan mendorong penguatan nilaitukar rupiah terhadap dolar AmerikaSerikat. Namun, kepemilikan asingtersebut juga berisiko menimbulkanperebutan likuiditas denganperbankan dan pembalikan modalasing secara tiba-tiba dan dalamjumlah besar.DahiriMarihot rbitan ini dapat diunduh di halaman website www.puskajianggaran.dpr.go.id2

Update APBNInflasi, Nilai Tukar Rupiah dan ICP Per 31 Januari 2018Angka Inflasi Per 31 Januari 2018Menurut rilis Badan Pusat Statistik,tingkat inflasi tahun kalender per 31Januari sebesar 0,62 persen. DalamAPBN 2018, tingkat inflasi ditargetkansebesar 3,50 persen.Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar ASPer 31 Januari 2018Sumber: BPS, 2018 (Data diolah)Untuk nilai tukar rupiah, nilai rata-ratakurs tengah hingga akhir bulan Januarisebesar Rp.13.413/USD. Dalam APBN2018, nilai tukar ditargetkan sebesarRp.13.400/USDAngka ICP Per 31 Januari 2018Sumber: BI, 2018 (Data diolah)Sedangkan untuk harga minyakmentah Indonesia (ICP), rata-rata nilaiICP sebesar 65,59 USD/barel. DalamAPBN 2018, nilai ICP ditargetkansebesar 48 USD/barel.Sumber: Kementerian ESDM, 2018 (Data diolah)1

Dampak Pelarangan Ekspor Sawit ke UniEropaolehRatna Christiningrum*)AbstrakKeputusan Parlemen Uni Eropa melarang penggunaan minyak sawit sebagaibahan baku biofuel berpotensi mengganggu perkembangan industri kelapa sawitIndonesia. Isu ini menjadi penting mengingat industri kelapa sawit merupakanindustri yang penting bagi perekonomian Indonesia. Indonesia merupakan negarapengekspor sawit terbesar di dunia. Di sisi lain, Uni Eropa merupakan salah satuwilayah tujuan ekspor utama minyak sawit Indonesia. Untuk mengatasi halitu, pemerintah perlu melakukan langkah diplomasi agar minyak kelapa sawitIndonesia dapat diterima di pasar global. Perlu adanya peraturan perundangundangan yang mampu menstimulus perkembangan sumber energi yang ramahlingkungan dan dapat diperbaharui. Pemerintah perlu memberikan stimulusperkembangan teknologi untuk menghasilkan biofuel. Selain itu, pemerintah perlumenggali potensi komoditas lain yang dapat menggantikan komoditas minyaksawit.ada 17 Januari 2018, jajaksebagai negara tujuan ekspor minyakpendapat digelar olehkelapa sawit Indonesia di tahun 2017Parlemen Eropa untuk(Fauzie, 2017). Sehingga keputusanpengambilan keputusan tentangParlemen Uni Eropa untuk melarangpengunaan minyak sawit bagi produkimpor minyak kelapa sawit pada tahunbiodiesel. Keputusan ini diambil2021 akan memukul industri sawitdalam rangka meningkatkan efisiensidalam negeri.energi hingga 35 persen pada 2030.Selain itu, pelarangan impor minyakDalam jejak pendapat tersebutkelapasawit ke Uni Eropa dapatmayoritas anggota Parlemen Uni Eropamenimbulkanpotensi oversupplymenyetujui rencana untuk melarangterhadap pasokan minyak kelapa sawitpenggunaan minyak kelapa sawitdi pasar global (Rahman, 2018). Hal inisebagai bahan baku utama biodiselterjadi karena sekitar 46 persen totalpada tahun 2021 mendatang.ekspor minyak kelapa sawit ke EropaIndonesia merupakan produsenatau sekitar 7,5 juta ton minyak kelapadan eksportir minyak sawit terbesarsawit digunakan untuk konversi kedi dunia. Pada tahun 2016, Indonesiabiodiesel. Apabila oversupply terjadi,dapat menghasilkan minyak kelapamaka sangat dimungkinkan hargasawit sebesar 36 juta ton metrikminyak kelapa sawit akan terkoreksi.(Indonesia Investments, 2017). SelainHal ini akan menimbulkan penurunanitu, negara-negara di Uni Eropapendapatan emiten minyak kelapamerupakan negara yang memilikisawit. Penurunan pendapatan dapattingkat konsumsi energi yang tinggi.menjadi pukulan bagi pelaku di industriSehingga Uni Eropa merupakan salahkelapa sawit Indonesia.satu negara yang menjadi tujuanMengingat keputusan Parlemen Uniekspor minyak kelapa sawit Indonesia.Eropa berpotensi memberikan pukulanHingga akhir tahun 2017, eksporyang berarti kepada industri kelapaminyak kelapa sawit ke negara-negarasawit dalam negeri, maka tulisan iniUni Eropa mencapai 4,4 juta ton.akan melihat bagaimana pentingnyaUni Eropa menempati posisi ke limaP*) Analis APBN, Pusat Kajian Anggaran, Badan Keahlian Dewan DPR RI. e-mail: [email protected]

industri kelapa sawit di Indonesiaserta dampak yang ditimbulkan darikeputusan parlemen Uni Eropa.Pentingnya Industri Kelapa SawitIndonesiaProduksi kelapa sawit di Indonesiabersumber dari perkebunanperkebunan kelapa sawit di Sumateradan Kalimantan. Industri kelapa sawitdi pulau Sumatera sudah ada sejakjaman kolonial Belanda. Industrikelapa sawit telah memberikanpengaruh dalam perkembangan nilainilai dan budaya masyarakat sekitarperkebunan kelapa sawit. Dimanapekerja dalam industri kelapa sawitbiasanya tinggal dan menetap di areasekitar perkebunan. Hal ini diperkuatdengan hasil penelitian oleh Brata(2012), yang menyatakan bahwa antarpekerja dalam industri kelapa sawitberkembang nilai saling percaya,nilai kebersamaan, nilai perlawanankultural, nilai religi, relasi patron-klien,dan nilai ketekunan.Berdasarkan data dari DirektoratJenderal Perkebunan KementerianPertanian, luas area perkebunanmencapai 14,03 juta hektar di tahun2017. Luas area perkebunan diIndonesia cenderung mengalamipeningkatan. Hingga tahun 1985kepemilikan kebun kelapa sawitdidominasi oleh pemerintah. Namun,tren ini mengalami perubahan yangcukup signifikan. Semenjak tahun1991, kepemilikan perkebunan kelapasawit mulai didominasi oleh swasta(gambar 1). Lahan perkebunan kelapasawit yang dimiliki oleh perorangan(petani), yang sering disebut sebagaiperkebunan rakyat terus mengalamipeningkatan. Berdasarkan proyeksiDirektorat Jenderal Perkebunan, padatahun 2018 luas area perkebunanrakyat mencapai 40,59 persen dari totaljumlah lahan perkebunan kelapa sawitdi Indonesia.Pengembangan perkebunan rakyatini merupakan hasil kerja pemerintahdalam rangka memperluas kesempatankerja, sekaligus meningkatkankesejahteraan petani (Sugito, 1992).Perkembangan luas area perkebunankelapa sawit milik rakyat membuktikanbahwa masyarakat telah merasakanmanfaat keberadaan perkebunankelapa sawit.Dampak Pelarangan Impor MinyakKelapa Sawit ke Uni EropaSawit merupakan komoditasperdagangan utama Indonesia denganEropa. Namun parlemen Uni Eropatelah sepakat akan penetapan nolpersen impor minyak kelapa sawituntuk bahan bakar alternatif ke UniEropa pada tahun 2021. Padahal,sebagian besar ekspor minyak sawitIndonesia ke Uni Eropa digunakanuntuk memproduksi biofuel. DalamGambar 1. Perkembangan Luas Lahan Kelapa SawitSumber: Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, diolah3

Efek domino lainnya yang mungkintimbul adalah terpengaruhnya negaranegara lain untuk melarang imporkelapa sawit. Tanpa adanya tindakantegas dari pemerintah terhadapstigma negatif yang dikeluarkan olehkelompok anti sawit, maka duniaglobal akan menilai bahwa stigmanegatif sawit Indonesia benar adanya.Sehingga mereka akan melakukanpelarangan yang sama. Padahal kelapasawit merupakan salah satu eksporandalan dari Indonesia.Turunnya harga minyak kelapasawit secara signifikan sertamenurunnya nilai ekspor kelapasawit Indonesia dapat berakibatpada ditutupnya industri sawitdalam negeri. Lesunya industri sawitdalam negeri akan berdampak padatidak terserapnya produksi kelapasawit dari petani. Kondisi ini dapatmenutup mata pencaharian 5,3juta kepala keluarga petani kelapasawit (Infosawit.com, 2018) sertamenurunnya kesejahteraan petani.Hal ini sesuai dengan hasil penelitianyang dilakukan oleh Pohan, dimanapenurunan harga kelapa sawit akanmemberikan pengaruh yang signifikanterhadap kondisi sosial ekonomipetani, baik dalam segi pendapatan,pendidikan, maupun kesehatan.Menurunnya kesejahteraan petanikelapa sawit dapat menimbulkanpermasalahan-permasalahan sosial disekitar perkebunan kelapa sawit. Halini sangat dimungkinkan untuk terjadi,mengingat kelapa sawit telah menjadibagian kebudayaan masyarakat sekitarperkebunan (Brata, 2012).Namun, rendahnya harga minyakkelapa sawit yang mungkin terjaditidak selalu memberikan dampakyang negatif. Apabila harga minyakkelapa sawit jatuh, maka selisih antaraminyak kelapa sawit dengan minyakkedelai ataupun minyak raseseed akansemakin jauh. Minyak kelapa sawitakan jauh lebih murah dibandingkandengan minyak lain yang sejenis. Halini dapat membuka kesempatan pasaryang lain bagi pelaku industri minyakkelapa sawit.jangka waktu pendek, keputusanparlemen Uni Eropa tersebut belummemberikan dampak yang signifikanpada penurunan ekspor kelapasawit. Namun, keputusan parlemenUni Eropa ini akan memberikankonsekuensi yang merugikan bagiIndonesia dalam jangka menengah danpanjang (Idris, 2017).Keputusan parlemen Uni Eropatentang impor kelapa sawit ini dapatmembuat citra industri hilir kelapasawit menjadi semakin buruk dimata internasional, terutama diAmerika dan Eropa. Dimana di keduawilayah tersebut stigma negatifterhadap sawit sering diberikan.Di Eropa, kelapa sawit dikaitkandengan isu pelanggaran hak asasimanusia, korupsi, pekerja anak, danpenghilangan hak masyarakat adat.Apabila stigma negatif terhadap kelapasawit terus dibiarkan berkembang,maka masyarakat internasional akanberanggapan bahwa stigma tersebutbenar dan dapat menekan eksporkelapa sawit yang pada akhirnyaakan menyebabkan penurunanharga minyak kelapa sawit di pasarinternasional.Berbeda dengan pendapat Idris(2017), ternyata pasar kelapa sawittelah memperlihatkan responnyaterhadap keputusan yang diambil olehParlemen Uni Eropa. Pasar meresponkebijakan parlemen Uni Eropa denganadanya penurunan harga Tandan BuahSegar (TBS) Kelapa Sawit. Penurunanharga Tandan Buah Segar (TBS) sawitdi Kepulauan Riau merupakan salahsatu dampak yang ditimbulkan daripelarangan impor sawit ke Uni Eropa.Harga TBS sawit di Riau mengalamipenurunan di setiap kelompok umurkelapa sawit. Dimana penurunanterbesar terjadi pada kelompok usia25 tahun yaitu sebesar Rp6,17 per kg(Setiawan, 2018). Penurunan hargaTBS ini disebabkan oleh menurunnyaharga jual CPO dan Kernel daribeberapa perusahaan sumber data.Apabila tidak ada tindakan tegas daripemerintah, maka kondisi ini dapatsemakin parah.4

mematahkan stigma tersebut. Langkahyang bisa dilakukan pemerintah adalahmemberikan tindakan hukum yangtegas bagi setiap orang ataupun badanhukum (perusahaan) yang terbuktisecara sengaja melakukan pembakaranlahan. Dengan penegakan hukum yangtegas, pemerintah dapat mematahkanstigma negatif yang ada, yaitubahwa pemerintah tidak mendukungupaya pembakaran lahan. Selain itupemerintah juga membuktikan bahwatidak terdapat kaitan antara korupsidengan sawit.Selain upaya mematahkan stigmanegatif, pemerintah juga perlu mencaripangsa pasar minyak sawit selain keUni Eropa. Berdasarkan proyeksi IMFpada tahun 2018, perekonomian UniEropa diproyeksikan melambat sebesar0,02 persen atau menjadi 1,9 persen(tabel 1). Melemahnya perekonomianUni Eropa dapat berdampak padamenurunnya bahan bakar nabati yangdiperlukannya.Di sisi lain, IMF memperkirakanperekonomian dunia di tahun 2018akan lebih baik dibandingkan tahunsebelumnya (IMF, 2017). India, China,Langkah yang Harus Diambil untukMenyelamatkan Industri KelapaSawitLangkah awal yang perlu dilakukanpemerintah untuk menyelamatkanindustri adalah melakukan upayadiplomasi untuk memerangi stigmanegatif bagi industri kelapa sawit.Upaya ini perlu dilakukan untukmenahan efek domino yang mungkintimbul akibat berkembangnya stigmanegatif terhadap minyak kelapa sawit.Tanpa adanya political will yang kuatdari pemerintah, upaya diplomasitidak akan dapat dilakukan danindustri kelapa sawit Indonesia akansemakin suram mengingat banyaknyastigma negatif yang berkembang.Selama ini kebakaran hutan yangterjadi di Sumatera dan Kalimantandisinyalir dilakukan secara sengajauntuk membuka lahan. Hal inimerupakan salah satu isu yangdiangkat untuk menyebarkan stigmanegatif tentang sawit Indonesia,yaitu sawit merusak lingkungandan deforestasi. Pemerintah perlumelakukan berbagai upaya untukTabel 1. Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2018Sumber: IMF 2017: World Economic Outlook October 20175

dan masyarakat di dalam peraturanperundang-undangan tersebut.Untuk lebih menggairahkanperkembangan industri biofueldalam negeri, pemerintah jugaperlu mendorong konsumsi produkyang dihasilkan. Pemerintah dapatmengamanatkan PT. PLN dan PT. KAIuntuk menggunakan biofuel yangdihasilkan. Selain untuk menyerapproduksi biofuel dalam negeri,kebijakan ini juga merupakan kebijakanyang ramah lingkungan.Apabila Indonesia masih inginmemasok bahan baku biofuel ke UniEropa setelah keputusan Parlemen UniEropa, maka perlu alternatif bahanbaku yang lain. Sehingga pemerintahdapat menggali potensi-potensi lainyang ada di Indonesia. Misalnyapengembangan produksi minyakjagung dengan bahan baku jagung yangberasal dari Gorontalo sebagai salahsatu daerah penghasil terbesar. Apabilabenar-benar dikembangkan, makaminyak jagung ini dapat mengantikankomoditas ekspor minyak kelapa sawitke Uni Eropa.Middle East, Afrika Utara, Afganistandan Pakistan serta Sub-SaharanAfrika merupakan negara-negarayang diproyeksikan akan mengalamipertumbuhan ekonomi di tahun2018. Untuk menopang pertumbuhanekonomi tersebut, maka negaranegera tersebut diproyeksikan akanmengalami peningkatan kebutuhanenergi.Berdasarkan data dari GAPKI,permintaan minyak kelapa sawituntuk pasar India mencapai 7,63ton di tahun 2017 atau meningkatsebesar 32 persen dibandingkantahun sebelumnya. Sedangkanpermintaan di negara-negara Afrikameningkat 50 persen dibandingkantahun sebelumnya atau menjadi 7,83juta ton. Peningkatan permintaan inimengindikasikan adanya potensi pasardi wilayah lain selain Uni Eropa (GAPKI,2018). Sehingga pemerintah perlumelakukan promosi dan pendekatandiplomatik untuk mempromosikanminyak sawit Indonesia ke pasar-pasarbaru yang lebih potensial.Upaya lain yang dapat pemerintahlakukan adalah mendorong industribiofuel dalam negeri untuk menyeraplebih banyak minyak sawit hasilperkebunan di Indonesia. Selamaini industri bahan bakar nabati diIndonesia tidak dapat berkembangdengan pesat, yang disebabkan olehharga jual bahan bakar nabati jauhlebih tinggi dibandingkan bahan bakarfosil. Hal ini menyebabkan industribiofuel dalam negeri seperti mati suri.Permasalahan ini harus segera diatasi.Langkah awal yang perlupemerintah lakukan adalahmemberikan landasan hukum yangjelas untuk setiap pengembanganindustri biofuel. Hal ini sangatdiperlukan mengingat belum terdapatundang-undang yang digunakanmenjadi dasar setiap pembangunanindustri yang menghasilkan energiterbarukan. Insentif diperlukan untukmenurunkan harga jual dari biofuelyang diproduksi. Dan insentif tersebutperlu diatur secara jelas dan adilbagi pelaku industri, pemerintah,RekomendasiMengingat keputusan ParlemenUni Eropa akan berdampak bagiperkembangan industri sawit dalamnegeri dan juga berdampak negatifbagi kehidupan masyarakat baiksecara sosial maupun ekonomi, makaada beberapa langkah yang harusditempuh oleh pemerintah. Antaralain:1. Melakukan diplomasi untukmematahkan stigma negatiftentang sawit Indonesia. Selain itu,langkah diplomasi juga diperlukanuntuk mempromosikan minyaksawit Indonesia ke pasar-pasarpotensial.2. Perlu adanya peraturanperundang-undanganyang mampu menstimulusperkembangan sumber energi6

Kelapa Sawit. Retrieved from www.indonesia-investment.com: moditas/minyak-sawit/item166?Julianto, Pramdia Arhando. (2017).Produktivitas Sawit IndonesiaMasih Kalah dari Malaysia.Retrieved from www.kompas.com: alaysiainfosawit.com. (2018). Petani SawitIndonesia Terancam Dibunuh. Retrievedfrom www.infosawit.com: donesia-terancam-di-bunuhPohan, M. (n.d.). Dampak PenurunanHarga Sawit Terhadap KesejahteraanPetani Sawit di Pantai Timur SumateraUtara. 113-129.PT Mutu Indonesia StrategisBerkelanjutan. (2018). Peliknya“Replanting” Kebun Sawit Rakyat.Retrieved from www.sertifikasimisb.com: knya-replantingkebun-sawit-rakyat.htmlRahman, R. (2018). Emiten ProdusenCPO bisa Terdampak larangan Impordi Eropa. Retrieved from www.kontan.co.id: -cpo-bisaterdampak-larangan-impor-di-eropaSari, Sri Mas. (2017). Ini PenyebabProduktivitas Sawit Petani Rendah.Retrieved from www.bisnis.com: wan, Wahdi;\. (2018). KebijakanUni Eropa, Harga Sawit Kembali Terjun.Retrieved from www.ekonomi.akurat.com: uni-eropaharga-sawit-kembali-terjunSugito, J. (1992). Kelapa Sawit. Jakarta:Penerbar Swadaya.yang ramah lingkungan dan dapatdiperbaharui.3. Pemerintah perlu memberikanstimulus perkembangan teknologiuntuk menghasilkan biofuel.4. Pemerintah perlu menggalipotensi lain yang ada di Indonesiayang dapat menggantikankomoditas minyak sawit.Daftar PustakaBrata, N. T. (2012). Korelasi BudayaPerkebunan dan Denomena “BuruhBorong” Perkebunan Sawit diKalimantan Barat. Jural Pendidikandan Kebudayaan, Vol.18, Nomor 3,September 2012, 280-293.Fauzie, Y. Y. (2017). MendagAkui Promosikan CPO ke NegaraTujuan Ekspor Baru. Retrievedfrom ikan-cpo-kenegara-tujuan-ekspor-baruGAPKI. (2018). GAPKI: Permintaandi Negara Tujuan Ekspor TerusMeningkat. Retrieved from www.gapki.id: ara-tujuanekspor-terus-meningkatGAPKI Indonesian Palm OilAssociation. (2017). Pasar Sawit UESangat Terbuka untuk Indonesia.Retrieved from www.gapki.id: rbuka-untuk-indonesiaIdris, Muhammad. (2017). EksporSawit ke Eropa Dihampat, ApaDampaknya bagi RI? Retrievedfrom www.detik.com: -bagiriIMF. (2017). World Economic Outlook:Seeking Sustainable Growth: SghortTerm Recovery, Long-Term Challenges.Washington, DC: IMF.Indonesia Investments. (2017). Minyak7

Asing Menguasai 40 Persen Surat Utang,Bahayakah?olehJesly Yuriaty Panjaitan*)AbstrakKepemilikan asing di SBN sebesar 40 persen merupakan lampu kuning bagipemerintah untuk perlu berhati-hati terhadap risiko utang gagal bayar. Di satusisi, kepemilikan asing tersebut berdampak pada peningkatan kepercayaan asingterhadap Indonesia dan mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolarAmerika Serikat. Namun, kepemilikan asing tersebut juga berisiko menimbulkanperebutan likuiditas dengan perbankan dan pembalikan modal asing secara tibatiba dan dalam jumlah besar. Indonesia dapat belajar dari Jepang dan Yunanidalam mengelola utangnya.Utang merupakan konsekuensidari postur AnggaranPendapatan da

ekspor minyak kelapa sawit Indonesia. Hingga akhir tahun 2017, ekspor minyak kelapa sawit ke negara-negara Uni Eropa mencapai 4,4 juta ton. Uni Eropa menempati posisi ke lima sebagai negara tujuan ekspor minyak kelapa sawit Indonesia di tahun 2017 (Fauzie, 20