MODUL PRAKTIKUM JARINGAN NIRKABEL - WordPress

3y ago
153 Views
10 Downloads
2.55 MB
53 Pages
Last View : 2d ago
Last Download : 5m ago
Upload by : Ronnie Bonney
Transcription

MODUL PRAKTIKUMJARINGAN NIRKABELPRODI TEKNIK INFORMATIKAFAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGIUNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR2016Laboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

MODUL 1PERSONAL AREA NETWOR MENGGUNAAN BLUETOOTH1. Capaian PembelajaranSetelah melaksanakan praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : Mengetahui Konfigurasi WPAN dengan Bluetooth Mengetahui Indikator Kerja WPAN dengan Bluetooth Mengetahui aplikasi Bluetooth2. DASAR TEORIBluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yangberoperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific andMedical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampumenyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-hostbluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Bluetooth sendiri dapat berupacard yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wirelesslocal area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11,hanya saja pada bluetooth mempunyai jangkauan jarak layanan yang lebih pendek dankemampuan transfer data yang lebih nggantikanataumenghilangkan penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi jugamampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yangrelatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudahdalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam. Bluetoothdapat mendukung sebuah kanal data asinkron, tiga kanal suara sinkron simultan atausebuah kanal dimana secara bersamaan mendukung layanan data asinkron dan suarasinkron. Setiap kanal suara mendukung sebuah kanal suara sinkron 64 kb/s. Kanal asinkrondapat mendukung kecepatan maksimal 723,2 kb/s asimetris, dimana untuk arah sebaliknyadapat mendukung sampai dengan kecepatan 57,6 kb/s. Sedangkan untuk mode simetrisdapat mendukung sampai dengan kecepatan 433,9 kb/s.Sebuah perangkat yang memiliki teknologi wireless bluetooth akan mempunyaikemampuan untuk melakukan pertukaran informasi dengan jarak jangkauan sampaidengan 10 meter ( 30 feet), bahkan untuk daya kelas 1 bisa sampai pada jarak 100 meter.Laboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

Sistem Bluetooth menyediakan layanan komunikasi point to point maupun komunikasipoint to multipoint. Produk bluetooth dapat berupa PC card atau USB adapter yangdimasukkan ke dalam perangkat. Perangkat-perangkat yang dapat diintegerasikan denganteknologi bluetooth antara lain : mobile PC, mobile phone, PDA (Personal DigitalAssistant), headset, kamera digital, printer, router dan masih banyak peralatan lainnya.Contoh modul aplikasi beberapa peralatan yang kemungkinan dapat menggunakanteknologi bluetooth dapat dilihat seperti Gambar 1.1 di bawah ini.Gambar 1.1 Perangkat komunikasi bluetoothDalam transceiver bluetooth ada tiga kelas pembagian daya yaitu : Daya kelas 1 beroperasi antara 100 mW (20dBm) dan 1mW (0dBm) dan didesainuntuk peralatan dengan jangkauan yang jauh hingga 100m. Daya kelas 2 beroperasi antara 2,5 mW (4dBm) dan 0,25mW (-6dBm) dan didesainuntuk peralatan dengan jangkauan yang jauh hingga 10m. Daya kelas 3 beroperasi pada 1 mW (0dBm) dan didesain untuk peralatan denganjangkauan pendek atau sekitar 1m.3. Peralatan : 2 buah USB Bluetooth 2 buah PC desktop/laptop 1 buah Ponsel dengan fasilitas Bluetooth4. Tugas Pendahuluan Jelaskan dan gambarkan blok diagram komunikasi menggunakan BluetoothLaboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

Siapkan file 1 Mb untuk transfer file.5. Langkah PercobaanA. Instalasi Bluetooth pada PC Desktop1. Lakukan instalasi Bluetooth pada PC Desktop dengan driver yang sudah tersedia.2. Jika sudah terinstall, maka akan muncul ikon seperti berikut :Gambar 1.2 Icon Bluetooth pada system trayB. Transfer Data dengan BluetoothSebelum mentransfer file antar komputer dengan device lain, hal pertama yangharus dilakukan adalah melakukan Pair antara komputer dengan komputer lain/ devicelain. Pair dapat diartikan sebagai kesepakatan antara dua device untuk salingberhubungan. Proses ini hanya perlu dilakukan sekali saja pada saat pertama kali.Berikut cara melakukan Pair Pada Windows:1. Pada sisi pengirim : Dari menu icon Bluetooth Add a Bluetooth Device2. Setelah muncul seperti gambar berikut, beri tanda check pada pilihan My device isset up and ready to be found. Sebelumnya pastikan Bluetooth lawan telah siap.3. Selanjutnya klik next, dan tunggu hingga Bluetooth lawan ditemukan.4. Setelah ditemukan pilih Bluetooth lawan yang diinginkan dan klik next.5. Setelah itu akan muncul kotak dialog passkey, pilih pilihan yang tersedia,menggunakan passkey atau tidak. Passkey bertindak seperti password, bila diisimaka Bluetooth lawan juga harus mngisi dengan passkey yang sama. Kemudian kliknext dan tunggu hingga selesai. Klik Finish untuk mengakhiri.6. Untuk mengirim file, maka dari PC pengirim (icon pada system tray), pilih menuSend a File.7. Sedangkan pada PC penerima, pilih Receive a File.C. Hitung jangkauan Bluetooth1. Beri jarak antar Bluetooth dalam radius 3 , 5 dan 10 meter, hitung waktu transfer data2 Mb pada masing-masing jarak yang telah ditentukan.2. Berikan hasil analisa dari data percobaan yang telah dilakukanLaboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

Modul 2Wireless Indor1. Capaian Pembelajaran1. Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja WLAN2. Mahasiswa dapat melakukan konfigurasi WLAN3. Mahasiswa dapat menggunakan aplikasi WLAN2. Dasar TeoriWireless LAN merupakan salah satu cara komunikasi data yang tidak menggunakanpenghubung kawat melainkan melewati udara. Standarisasi yang digunakan adalah IEEE802.11. Standar yang sudah berada di pasar IEEE 802.11a/b/g.Gambar 1: OSI Layer dan IEEE802.11Tipe arsitektur dari Wireless LAN : Infrastrucure vs AdHoc networkLaboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

Gambar 2: Arsitektur WirelessLANCiri dari jaringan infrastruktur pada wifi, terdapat adanya access point (AP).Extended Service Set Identifier (ESSID), nama yang digunakan untuk pengelompokanjaringan wireless dengan model infrastruktur. Perangkat wireless dibagi menjadi 2kategori, yaitu access point dan perangkat client.Access Point adalah perangkat wireless yang berguna untuk menyambungkanjaringan kabel (wired) dan jaringan nirkabel (wireless).Gambar 3: Access PointPerangkat client adalah perangkat yang digunakan disisi penerima, misal wirelessPCMCIA, wireless PCI, atau wireless USB.Notebook/Laptop keluaran terbaru sudah terintegrasi dengan perangkat wireless internal.Laboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

Gambar 4: Perangkat clientBeberapa paket software yang diperlukan untuk mengaplikasikan jaringan diatas adalah:1. Physical layer Pilih kabel UTP yang sesuai untuk setting Access Point Pasang wireless card pada client2. Data link layer Pilih mode konfigurasi : Ad-hoc atau infrastructure3. Network layer Konfigurasi IP address pada client4. Transport layer Tes koneksi jaringan dengan perintah : ping no ip tujuanAplikasi Linux yang dapat digunakan untuk memonitoring keadaan jaringan wirelessadalah Netstumbler dan pada Windows adalah Wireless Network Watcher.3. Alat-alata. Access Pointb. Perangkat Client (PCMCIA, PCI, USB)c. Laptopd. Software : ipconfig, ping, netstumblere. Smartphone (optional)Laboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

4. Langkah-langkah Percobaan4.1. Mode Ad-HocDibutuhkan 2 laptop yang terdapat WiFi nya, dan atur masing-masing laptopsebagai berikut:A. Physical Layer1. Pasangkan perangkat wireless client pada komputer. Apabila menggunakan laptop,aktifkan dengan menggeser switch wifi pada posisi “on”.2. Cek dengan perintah “ipconfig”, apakah perangkat sudah terpasang dengan benar.B. Data Link Layer1. Pilih mode sebagai Ad-Hoc Network2. setting sebagai berikut :Masuk ke : Control panel Network and Internet Manage Wireless NetworksGambar 5: Setting Wireless Networks sebagai ad hoc di Windows 7Gambar 8: Masukkan nama SSID dan tipe securitynyaLaboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

C. Network Layer1. Pemberian no IP pada masing-masing client (laptop).2. Buka Control Panel Network Connections, klik kanan pada bagian WirelessNetwork Connections, pilih properties.Gambar 9: Setting no IP3. Pilih Internet Protocol (TCP/IP), dan klik properties.4. Masukkan no IP sebagai berikut :a. Laptop I : 192.168.5.1 netmask 255.255.255.0b. Laptop II : 192.168.5.2 netmask 255.255.255.0D. Transport Layer1. Lakukan interkoneksi antara 2 laptop dengan perintah ping, misalnya dari LaptopI, ketikkan : ping 192.168.5.2 ; untuk mengetahui apakah koneksi antara Laptop Idan II sudah tersambung.E. Monitoring Sinyal1. Untuk monitoring level sinyal wireless, gunakan software : wifi Anlyzer. Download dan instal terlebih dahulu dari play store.2. Install pada masing-masing Smartphone.3. Jalankan wifi Anlyzer, dan lakukan pengukuran level sinyal (SNR) di lantai 1Gedung terpadu UNIDALaboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

.4.2. Mode InfrastructureDibutuhkan perangkat : Access Point dan Laptop.A. Setting Access Point1. Koneksikan Access Point ke Laptop untuk setting.2. Setting IP untuk Laptop : 192.168.0.60 netmask 255.255.255.0Hal ini dikarenakan IP untuk access point : 192.168.0.50 netmask255.255.255.04. Setting Access Point sebagai berikut (default setiap AP berbeda) :a) Dari browser di Laptop, ketikkan :b) http://192.168.1.1 ; dengan Username : admin, dan password : adminc) Nama SSID : ini untuk nama jaringan AP anda, defaultnya TP-linkd) Channel : Perhatikan channel ini untuk menghindari frekuensi reuse (channel 1,6, 11 beda 22 MHz), defaultnya 6 channel.5. Setting untuk menjadikan AP sebagai DHCP server (OPTIONAL), sehinggaclient akan mendapat IP secara otomatis.6. Cek koneksi dari Laptop ke AP dengan perintah ping: Ping 192.168.0.507. Lakukan monitoring level daya sinyal (SNR) dari Laptop ke AP di seluruh lantai1 Gedung Terpadu UNIDA.8. Lakukan juga untuk level daya yang berbeda dan amati perbedaannya.5. LAPORAN RESMI1. Jelaskan system kerja dari jaringan ad hoc2. Jelaskan system kerja dari jaringan infrastructure!3. Tuliskan hasil pengamatan praktikum dan berikan analisis!Laboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

Laboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

Modul 3SETTING ACCES POINT SEBAGAI PENERIMA DAN PEMANCAR SINYAL3.1 Capaian Pembelajaran1. Mahasiswa mampu mensetting Access Point Sebagai Pemancar2. Mahasiswa mampu mensetting Access Point Sebagai Penerima3.2 Dasar TeoriUntuk membuat jaringan Wi-Fi yang diperluas, Anda harus menempatkansemua pemancar Wi-Fi yang diperluas dalam rentang pemancar Wi-Fi utama.Mulailah dengan perangkat yang akan dikonfigurasi sebagai pemancar Wi-Fiutama. Lalu konfigurasikan pemancar Wi-Fi yang diperluas Anda, sambilmemastikan bahwa setiap pemancar berada dalam rentang langsung pemancarWi-Fi utama. Lokasi fisik pemancar Wi-Fi yang diperluas akan emerlukanbeberapaeksperimen.Jika Anda telah mengonfigurasi pemancar Wi-Fi Anda sebelumnya,sebaiknya Anda melakukan pengaturan ulang default pabrikan pada masingmasing pemancar Wi-Fi yang akan menjadi bagian dari jaringan nirkabel yangdiperluas sebelum Anda memulai.3.3 Langkah Praktikum Setting APLaboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

A. Setting Sebagai ClientSebelumnya pastikan komputer/laptop dan wireless TP link WA-5210g nyadalam kondisi baik artinya tidak rusak. Kita asumsikan TP link wa-5210g dalamkondisi siap setting,jika ingin Reset terlebih dahulu dipersilahkan. Langkah pertamaSetting IP dikomputer terlebih dahulu, dsini kita akan pakai IPaddress 192.168.1.100 subnet mask 255.255.255.0 dan Gateway 192.168.1.254(alamat IP default tp link wa5210g) Langkah keduaBuka browser ketikkan alamat IP address tp link wa5210g, alamat default IPnya adalah 192.168.1.254,jika alamatnya sudah diganti silahkan disesuaikansaja. setelah itu kita akan masuk pada halaman login, silahkan masukkanusername dan password untuk username default adalah admin sedangkanpasswordnya jg admin, selanjutnya akan masuk pada halaman home, klik QuickSetup seperti pada gambar berikut kemudian klik NEXT-Laboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

Pilih AP Client Router kemudian klik NEXT-Pilih Dinamic IP kemudian klik NEXT-Selanjutnya isi SSID sesuai keinginan kita, klik NEXT dan Finish tunggu beberapadetik sampai selesai rebootLaboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

Langkah ketigaMasuk ke menu Network - LAN isi IP addres sesuai keinginan asalkan tidaksama dengan IP komputer, Untuk menu WAN pilih dinamic agar nantinyamendapatkan alamat IP otomatis.klik SAVELaboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

Selanjutnya pilih menu Wireless - Basic setting, Region isikan Indonesia,Chanel bisa otomatis bisa juga manual kemudian ceklist enable high power mode,jgn lupa klik SAVE Langkah keempatPilih menu Wireless - Wireless Mode pilih Clientselanjutnya dibagian bawah klik SURVEY maka akan tampil AP List sepertidibawah pilih salah satu dan klik conect Langkah kelimaMasuk ke menu Wireless - Security setting pilih type keamanan yangsama dengan wireless yg kita tembak tadi,kemudian isi password wireless yg kitaLaboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

tembak,,dan jgn lupa klik save agar settingan kita tersimpan tunggu beberapadetik dan lihat indikator sinyal di wireless seperti gambar dbawahsebelumsesudahCatatan: Jika sinyal cuma 2 bar dan tidak berubah seperti digambar diatasberarti settingan anda gagal, ulangi lagi sampai sinyal terisi penuh ataupaling tidak 4 bar.Setelah itu ganti IP komputer menjadi Obtain an IP Address automaticallyagar mendapatkan IP otomatis, selanjutnya tes koneksi, ping ke salah satuwebsite jika udah bisa berarti settingan kita berhasil.B. SETTING TP LINK WA5210G SEBAGAI PEMANCARUntuk setting sebagai pemancar ada sedikit perbedaan pada bagian menuOperation mode/Wireless mode pilih AP (Acces Point ) selanjutnya ikuti caradiatasKemudian pada menu security, jika ingin menggunakan password silahkanpilih type keamanan yang kita inginkan dan jgn lupa isi password,,tapi jika ingintidak memakai password juga silahkan.Laboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

3.4 Tugas1. Bangunlah sebuah jaringan point to point yang menghubungkan lantai 1gedung terpadu dengan lantai 4!2. Buatlah laporan hasil praktikum yang telah dilakukan !Laboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

Modul 4Perancangan Jaringan Nirkabel4.1 Capaian Pembelajaran1. Mahasiswa mampu mendesain suatu jaringan nirkabel2. Mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisa kebutuhan Jaringan4.2 Dasar TeoriDalam merancang atau mendesain suatu jaringan nirkabel terdapatbeberapa hal yang harus diperhatikan antara lain sebagai berikut :1. Site SurveiSite survei,awalnya jarang dilakukan karena biaya untuk implementasi jaringannirkabel sangat murah sehingga tidak masalah berapa banyak access point yanghendak dipasang.Akan tetapi sangat disarankan untuk melakukan hal ini karenahal ini dapat membantu dalam memilih tempat untuk pemasangan access pointselain masalah penyebaran sinyal hal ini bertujuan menghindari terjadinyatabrakan frekuensi.Ketika mengadakan site survei ,ada beberapa pertanyaan yang sebaiknyaditanyakan :1.Sistem nirkabel manakah yang mendukung aplikasi yang ada?2.Apakah kondisi line-of-sight sudah ada untuk antena?3.Di manakah access point sebaiknya diletakan supaya sedekat mungkindengan klien yang akan mengakses access lamgedungtersebut?Mis: telepon nirkabel,microwave,interferensi alam,atau accesspoint lain yang menggunakan channel frekuensi yang sama.2. Roaming jaringan NirkabelJaringan Nirkabel menghabiskan biaya yang lebih sedikit ketimbanganjaringan kabel ketika diimplementasikan. Besar kecepatan akses tergantung dariaccess point dan radius daerah jangkauan sebaiknya diperhitungkan dengan baiksaat didesain karena apabila terjadi tabrakan channel frekuensi dengan accesLaboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

point lain maka akan terjadi dead spots.Di mana user pada daerah ini tidak dapatmengakses access point manapun.Gambar 1. Overlapping Signals menyebabkan Dead SpotsPadagambar di atas roaming jaringannirkabel sangat diperlukan.Perencanaan Roaming jaringan nirkabel mempertimbangkan kondisi seorang userberpindah posisi sehingga mengharuskan dia untuk berpindah access point yangdiakses sehingga ada kemungkinana besar untuk kehilangan kekuatan sinyalyang dipancarkan .Perpindahan koneksi ini seharusnya tidak terlihat dan kliendapat langsung terhubung dengan access point terdekat untuk sinyal yang lebihkuat.3. Prosedur InstalasiProsedur instalasi yang wajib ada :1. Periksa apakah koneksi kabel yang digunakan sudah cocok. Pemasangankabel dari access point ke switch apakah kabel UTP yang digunakanberjalan dengan baik dan benar dipasangnya.Periksa juga kabel yangdigunakan untuk access point ke antena. Diperiksa terlebih dahulu apakahkabel yang digunakan sudah tepat. Diberikan label pada kabel supayamudah dalam melakukan pemeriksaan atau dokumentasi jaringansehingga mudah untuk melacak posisi kabel yang ingin diperiksa.2. Buatlah desain setingan konfigurasi terlebih dahulu sebelum melakukanpada alat-alat yang ada (Access Point, Bridge, klien device) misalnya IPAddress yang akan dipasang, SSID yang akan digunakan, user danLaboratorium Jaringan KomputerTeknik Informatika Universitas Darussalam Gontor

password login untuk administrator serta settingan parameter sekuritasyang harus disamakan supaya tidak terjadi masalah saat klien device inginterhubung dengan access point yang ada.3. Gunakan software-software yang dapat digunakan untuk menguji radiussinyal dari access point.Hal ini bertujuan untuk memeriksa radius darisinyal access point dan pemeriksaan dari overlapping chanel.4. Catat dan dokumentasikan setiap langkah konfigurasi serta contact persondari tim instalasi.Hal ini berguna apabila terjadi permasalahan di kemudianhari sehingga mudah dalam melakukan pengecekan permasalahan.4. Penempatan Alat-Alat Jaringan NirkabelAkses point biasanya diletakan pada tempat atau titik yang bisamemberikan sinyal atau radius yang seluas mungkin. Penempatan akses pointuntuk ruangan indoor sebaiknya berada di tempat yang tidak banyak sekat ataudinding sebisa mungkin lone of sight karena radius signal akan semakin kecilapabila semakin banyak sekat atau halangan. Perlu diperhatikan juga dalammemasang access point channel yang digunakan supaya tidak terjadi dead spotatau tabrakan frekuensi.Sedangkan untuk outdoor ,sebaiknya dilakukan site survei terlebih dahuluuntuk mengecek keadaan lapangan.Jangan sampai sinyal pada titik yang akandipasang akses point akan bertabrakan dengan akses point lain yang telahterpasang lebih dahulu dan keamannya perlu diperhitungkan.Seperti memasangdi tempat yang tinggi dan dipasangi anti petir.5. PengkabelanPemasangan kabel ini dilakukan hanya untuk kabel UTP yang dihubungkandengan akses point karena ini merupakan jaringan nirkabel sehingga yang perludiperhatikan dalam pengkabelan adalah koneksi access point ke switch. Hal inibertujuan untuk mengetahui apakah kabel tersebut dapat digunakan atau tidak(mis: karena isinya terputus).Setelah kabel dipasang, gunakan pipa penutup agar rapi. Pemberian tandapada kabel sebaiknya diterapkan agar memudahkan pengawasan ataupunperbaikan jika terjadi suatu kerusakan.Setelah akses p

Laboratorium Jaringan Komputer Teknik Informatika Universitas Darussalam Gontor Gambar 2: Arsitektur WirelessLAN Ciri dari jaringan infrastruktur pada wifi, terdapat adanya access point (AP). Extended Service Set Identifier (ESSID), nama yang digunakan untuk pengelompokan jaringan wireless dengan model infrastruktur.

Related Documents:

Praktikum Biologi Sel merupakan salah satu praktikum yang mendasari praktikum pada mata praktikum yang lain seperti Praktikum Teknik Analisa Biologi Molekuler, Praktikum Kultur Jaringan dan Sel Hewan serta Praktikum Imunologi. Petunjuk Praktikum Biologi Sel ini disusun sejak tahun akademik 2004/2006 yang saat itu hanya memuat tiga materi.

Politeknik Telkom Praktikum Jaringan Komputer 2 Pengenalan Jaringan Komputer dan Pengkabelan 1.1 Dasar Teori Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Tujuan dari jaringan komputer adalah:

Modul Praktikum Jaringan Syaraf Tiruan Designed by Dr. Ucuk Darusalam, ST, MT Format Laporan Laporan praktikum dibuat dalam bentuk dokumen "Laporan Praktikum" per dua minggu sesuai dengan topik-topik yang telah disusun dalam modul praktikum. Dokumen laporan ditulis dengan menggunakan Word Processor, dengan ukuran margin halaman sebagai berikut:

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI MODUL XX April 19, 2014 Pada modul kali ini, mungkin akan sedikit berbeda dengan modul-modul sebelumnya. Masih dapat kita ingat bahwa modul-modul sebelumnya, kita membahas manajemen administrasi dalam sistem operasi Windows. Sekarang, kita beralih kepada sistem operasi yang berbasi GNU/Linux.

Alur Bagi Peserta Praktikum : 1. Peserta praktikum menerima dan kemudian mempelajari modul praktikum. 2. Peserta praktikum mengerjakan tugas prepraktikum yang diberikan. 3. Peserta praktikum melakukan asistensi tugas prepraktikum. Asistensi ini digunakan sebagai bahan bagi asisten un

E. Dasar Hukum F. Materi Pokok dan Sub Materi MATERI POKOK 1 KARAKTERISTIK MODUL A. Self Instructional B. Self Contain C. Stand Alone D. Adaptive E. User Friendly MATERI POKOK 2 PENGEMBANGAN MODUL DAN MUTUNYA A. Pengembangan Modul B. Mutu Modul MATERI POKOK 3 PROSEDUR PENYUSUNAN MODUL A. Analisa Kebutuhan Modul B. Penyusunan Modul PENUTUP A .

GNS3 merupakan simulator jaringan komputer yang bisa menhadirkan situasi mendekati kondisi real. Jaringan simulasi pada GNS3 dapat dihubungkan dengan jaringan nyata seperti intranet ataupun internet. Pada tutorial ini, GNS3 akan dihubungkan dengan jaringan internet melalui sharing koneksi wifi dari laptop.

Agile Development in a Medical Device Company Pieter Adriaan Rottier, Victor Rodrigues Cochlear Limited rrottier@cochlear.com.au Abstract This article discuss the experience of the software development group working in Cochlear with introducing Scrum as an Agile methodology. We introduce the unique challenges we faced due to the nature of our product and the medical device industry. These .