Hakikat Kurikulum - Perpustakaan UT

3y ago
87 Views
8 Downloads
318.13 KB
38 Pages
Last View : 4d ago
Last Download : 5m ago
Upload by : Mara Blakely
Transcription

Modul 1Hakikat KurikulumDadang Sukirman, S. Pd.Ali Nugraha, S. Pd.PE N D A HU L UA NMata kuliah Kurikulum dan Bahan Belajar TK diarahkan untukmengembangkan kemampuan Anda mengembangkan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi kurikulum dan bahan belajar TK. Agar dapatmencapai kemampuan tersebut, dalam Modul 1 ini, Anda diajak untukmengkaji tentang hakikat kurikulum dengan harapan Anda akan memilikikemampuan menjelaskan hakikat kurikulum. Kemampuan ini sangatdiperlukan untuk menguasai kemampuan yang lainnya dalam menguasaikemampuan/kompetensi umum mata kuliah Kurikulum dan Bahan Belajar diTK.Secara khusus, setelah mempelajari secara mendalam modul ini Andadiharapkan mampu menjelaskan konsep dasar (pengertian atau batasan),fungsi, dan komponen-komponen kurikulum. Untuk itu topik-topik yangdibahas dalam modul ini terdiri dari dua pokok bahasan, yaitu: 1) PengertianKurikulum yang di dalamnya juga membahas Fungsi Kurikulum, dan2) Komponen-komponen Kurikulum.Agar dapat memahami hakikat kurikulum secara mendalam, Anda harusmembaca secara cermat, serta menganalisis dan mendiskusikan setiappaparan yang disajikan. Jangan lupa, untuk mengecek tingkat pemahamanatau pengalaman belajar yang telah dimiliki, Anda harus mengerjakan latihandan tes formatif yang disajikan pada setiap penggalan kegiatan belajar dalammodul ini.Selamat belajar, semoga Anda berhasil!

1.2Kurikulum dan Bahan Belajar TK Kegiatan Belajar 1Pengertian KurikulumIstilah kurikulum banyak dijumpai dan digunakan hampir dalam setiapaktivitas pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum memilikiperanan yang sangat strategis dan menentukan dalam upaya pencapaiantujuan pendidikan. Dengan demikian keberadaan kurikulum menjadi bagianyang tak terpisahkan dari proses pendidikan itu sendiri.Kurikulum, sebagai program pendidikan, berfungsi sebagai pedomanumum dalam penyelenggaraan sistem pendidikan. Kurikulum memuat garisgaris besar program kegiatan yang harus dilakukan dalam setiappenyelenggaraan pendidikan, antara lain tujuan pendidikan sebagai sasaranyang harus diupayakan untuk dicapai atau direalisasikan, pokok-pokokmateri, bentuk kegiatan, dan kegiatan evaluasi.Gambaran proses dan hasil yang akan dilahirkan dari setiap lembagapendidikan, secara umum sudah tercermin dari kurikulum yang digunakan.Dengan kata lain, kualitas siswa atau manusia, seperti apa yang diharapkandapat dilahirkan dari program pendidikan untuk mengisi kehidupan (individu,masyarakat, berbangsa, dan bernegara) di masa yang akan datang, banyakdiwarnai dan ditentukan oleh kurikulum yang dikembangkan oleh pendidikanitu sendiri.Pendekatan pengembangan kurikulum yang digunakan pada setiaplembaga pendidikan, mungkin memiliki tekanan atau fokus yang berbedaatau penggunaan kurikulum suatu program pendidikan mengalami perubahandan penyempurnaan dari satu periode ke periode berikutnya. Hal ini sangatdimungkinkan, mengingat tuntutan dan kebutuhan dalam setiap aspekkehidupan yang terus berkembang, yang tidak kalah pentingnya,perkembangan pemahaman para ahli terhadap konsep atau batasan kurikulumitu sendiri juga berpengaruh terhadap pelaksanaan kurikulum.

PGTK2403/MODUL 11.3A. PERKEMBANGAN PENGERTIAN/BATASAN KURIKULUMPada mulanya istilah kurikulum digunakan bukan dalam bidangpendidikan, akan tetapi dalam dunia olahraga. Curriculum dalam bahasaYunani berasal dari kata curir, artinya “pelari”, dan curere, artinya “tempatberpacu”. Mengambil makna dari istilah yang digunakan ini maka curriculumadalah suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari sehingga sampai padagaris finish yang ditetapkan. Dengan mengambil makna dari batasankurikulum tersebut, kemudian istilah kurikulum digunakan dalam duniapendidikan. Secara sederhana pada awalnya kurikulum diartikan “sejumlahmata pelajaran yang harus dipelajari/diselesaikan oleh setiap siswa atau anakdidik untuk memperoleh ijazah”.Ada dua unsur pokok yang menjadi tekanan dari pengertian kurikulumtersebut, yaitu:1. isi kurikulum, adalah mata pelajaran (subject matter) yang diberikanpihak sekolah dan harus ditempuh oleh setiap siswa, dan2. tujuan utama pendidikan atau kurikulum, agar siswa menguasai setiapmata pelajaran yang diberikan dan akhirnya siswa tersebut berhak untukmendapatkan sertifikat atau ijazah sebagai bukti telah menyelesaikanprogram pendidikan (a racecourse of subject matters to be mastered:Robert S. Zais, 1976). Sampai saat ini pengertian kurikulum tersebutmasih mewarnai dan pada bagian-bagian tertentu masih digunakan dalamsetiap praktik pendidikan.Perkembangan selanjutnya kurikulum tidak hanya menekankan pada isiatau mata pelajaran saja, akan tetapi lebih luas lagi yaitu penekanan padasemua pengalaman belajar yang diterima siswa dan mempengaruhiperkembangan pribadinya. Pendapat seperti ini dikemukakan oleh Casweldan Campbell (1935), curriculum to be composed of all the experienceschildren have under the guidance of teacher.Batasan kurikulum yang memfokuskan pada seluruh pengalaman belajaryang diperoleh anak dikemukakan pula oleh Patmonedowo. MenurutPatmonedowo (1995) kurikulum adalah seluruh usaha/kegiatan sekolah untuk

1.4Kurikulum dan Bahan Belajar TK merangsang anak supaya belajar, baik di dalam maupun di luar kelas. Lebihlanjut ia pun memberi batasan bahwa kurikulum adalah segala pengalamandan pengaruh yang bercorak pendidikan yang diperoleh anak di sekolah.Menyimak beberapa batasan kurikulum tersebut, ternyata kurikulummemiliki makna yang cukup luas. Kurikulum dapat diartikan sebagai semuakegiatan dan pengalaman belajar yang diterima siswa melalui upaya dantanggung jawab sekolah. Dengan demikian berbicara mengenai isi kurikulummenurut pengertian tersebut, tidak hanya sebatas pada mata pelajaran (subjectmatter), akan tetapi seluruh kegiatan belajar, pengalaman siswa di sekolah,bersama guru atau tidak, berkenaan langsung dengan pelajaran atau tidak,untuk mencapai hasil atau dimilikinya pengalaman belajar bagi siswa.Menurut Johnson (1967) kurikulum adalah a structured series of intendedlearning outcomes. Dengan demikian pada intinya kurikulum mencakupkegiatan intra-kurikuler dan ekstra-kurikuler.Perluasan makna atau pengertian kurikulum dari sekadar isi atau matapelajaran kepada bentuk pengalaman belajar, dijelaskan oleh Doll. Doll(1976) menyatakan bahwa the commonly accepted definitions of thecurriculum has changed from content of courses of study and list of subjectsand courses to all the experiences which are offered to learners under theauspices or direction of the school. Batasan ini menunjukkan betapa luasnyahakikat kurikulum. Untuk memperoleh pengalaman belajar yang maksimal,siswa tidak hanya berhubungan dengan materi dari setiap mata pelajaran,akan tetapi segala aspek yang mempengaruhi mereka di sekolah, seperti guru,kepala sekolah, buku pelajaran, ruangan kelas, alat pelajaran, dan lainsebagainya. Dengan meminjam istilah yang digunakan Patmonedowo,“kurikulum meliputi segala sarana dan prasarana sekolah”.Pandangan berikutnya, kurikulum diartikan sebagai “Program Pendidikan”, yakni program belajar bagai siswa (plan for learning). Kurikulumsebagai program belajar bagi siswa memuat rencana yang disusun secaralogis dan sistematis yang diberikan pihak sekolah untuk membantupengembangan pribadi siswa ke arah pencapaian tujuan pendidikan. Menurutpandangan kurikulum sebagai program, kurikulum adalah suatu rencanatertulis yang mengatur segala hal terkait dengan kepentingan pendidikan.

PGTK2403/MODUL 11.5Dalam hal ini kurikulum merupakan pedoman umum bagi pelaksanaanpendidikanTerkait dengan kurikulum sebagai suatu program, dalam Undang-undangNo. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwakurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi,dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedomanpenyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikantertentu (Bab I Pasal 1). Batasan yang terkandung dalam undang-undangtersebut mengartikan kurikulum sebagai suatu program atau rencana tertulisyang harus dijadikan dasar, patokan, atau standar bagi pengelolaan sistempendidikan secara nasional.Setiap batasan kurikulum yang dianut, tentu saja akan memiliki implikasiyang berbeda pada penekanan penyelenggaraan sistem pendidikan danpembelajaran pada setiap lembaga pendidikan. Bagi yang menggunakanpendekatan kurikulum dilihat dari segi isi, maka penekanan penyelenggaraanpembelajaran akan bertumpu pada bagaimana materi pelajaran dikuasai olehsiswa. Sementara itu, lembaga yang melihat kurikulum sebagai semua bentukpengalaman belajar, akan mengoptimalkan semua potensi lingkungan belajaruntuk membantu pertumbuhan dan perkembangan siswa ke arah tujuanpendidikan. Adapun lembaga pendidikan yang melihat kurikulum sebagaisuatu program akan berusaha melakukan berbagai upaya agar hasil belajaratau intended learning out comes dapat dicapai sesuai dengan rencana yangdiprogramkan.Dalam perkembangan terakhir, kebijakan pemerintah menerapkankurikulum tahun 2004 yang dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi(KBK) maka batasan kurikulum diorientasikan pada pencapaian targetkompetensi sebagai bentuk pengalaman belajar. Menurut Pusat KurikulumDepdiknas (2002) Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan seperangkatrencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harusdicapai siswa, penilaian, kegiatan pembelajaran, dan pemberdayaan sumberdaya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah.Batasan konsep kurikulum yang telah dijelaskan sebelumnya memilikibanyak kesamaan dengan batasan Kurikulum Berbasis Kompetensi antara

1.6Kurikulum dan Bahan Belajar TK lain bahwa kurikulum merupakan suatu program atau rencana pendidikan, dimana dalam rencana tersebut digambarkan pengaturan mengenai isi dantujuan kurikulum, penilaian dan kegiatan pembelajaran, serta optimalisasipenggunaan sumber terkait dalam kegiatan pendidikan untuk mencapaikompetensi yang direncanakan.Apabila semua unsur batasan kurikulum yang telah dijelaskansebelumnya diakomodasikan dalam satu rumusan pengertian, makakurikulum dapat diartikan sebagai program pendidikan yang disusun secaralogis dan sistematis sebagai pedoman umum untuk penyelenggaraan sistempendidikan, yang memfasilitasi diperolehnya pengalaman dan atau hasilsecara optimal, sehingga dapat melahirkan siswa yang memiliki kemampuan(kompetensi) baik kompetensi akademik, personal, sosial, maupunvokasional secara terintegrasi untuk bekal kehidupan yang akan dihadapinya.B. KLASIFIKASI KURIKULUMSecara garis besar dari beberapa pengertian kurikulum, dapatdiklasifikasikan ke dalam dua jenis. Pertama, kurikulum sebagai program,rencana atau harapan, dan kedua, kurikulum sebagai pengalaman belajar,hasil, atau kegiatan nyata yang dilaksanakan di sekolah. Kurikulum sebagaiprogram disebut dengan kurikulum tertulis dan bersifat ideal. Kurikulumsecara ideal memuat rencana berbagai hal dalam sistem pendidikan, terutamamengenai tujuan atau kompetensi yang diharapkan, hasil belajar, batasan isi,kegiatan, sistem penilaian, dan pengelolaan lingkungan belajar. Semua itudituangkan dalam garis-garis besar program pembelajaran (GBPP), silabus,skenario persiapan pembelajaran, dan bentuk-bentuk perencanaan lainnya.Sementara itu, kurikulum sebagai pengalaman belajar merupakan perwujudandari kurikulum yang direncanakan disebut dengan kurikulum actual, yaitukegiatan nyata pada saat terjadinya pembelajaran baik diselenggarakan didalam maupun di luar kelas.Apabila kurikulum dimaknai dari sudut pandang yang luas makaprogram pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) tidak hanya mengatur danmenentukan tema atau topik-topik kegiatan belajar, tetapi juga menyajikan

PGTK2403/MODUL 11.7bagaimana program pendidikan TK menyediakan berbagai sarana danfasilitas untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secarawajar dan optimal. Kelengkapan tersebut seperti tersedianya berbagai alatpermainan, seperti bak pasir, terowongan, papan keseimbangan, alatmemanjat, jungkitan, dan lain sebagainya.Dengan adanya beberapa pengertian kurikulum, kurikulum sebagai alatpendidikan dapat dikelompokkan ke dalam beberapa fungsi, yaitu: kurikulumsebagai pengembangan proses kognitif anak, aktualisasi diri anak,rekonstruksi sosial, dan akademik.1.Fungsi Kurikulum sebagai Proses KognitifSebagai proses kognitif, kurikulum dipandang sebagai alat untukmengembangkan kemampuan intelektual anak, yaitu pengembangankemampuan berpikir untuk menghadapi dan memecahkan permasalahan yangakan dihadapi.2.Fungsi Kurikulum sebagai Proses Aktualisasi DiriSebagai proses aktualisasi diri anak, kurikulum merupakan alat untukmemfasilitasi anak agar dapat tumbuh dan berkembang sesuai denganpotensi, minat, dan bakat yang dimilikinya sehingga setiap anak bisamengenal terhadap dirinya sendiri dan tumbuh serta berkembang sebagaidirinya sendiri.3.Fungsi Kurikulum sebagai Proses Rekonstruksi SosialSebagai proses rekonstruksi sosial, kurikulum dipandang sebagai alatuntuk membekali anak dengan kemampuan agar menjadi anggota masyarakatyang tidak saja menerima atau menyesuaikan diri dengan “kehidupan” yangsudah ada, tetapi juga secara inovatif dan kreatif mengembangkan kehidupanke arah yang lebih produktif dan berkualitas.4.Fungsi Kurikulum sebagai Program AkademikSebagai program akademik, kurikulum dipandang sebagai alat dantempat belajar, di mana dari kegiatan belajar yang diprogram kurikulum anak

1.8Kurikulum dan Bahan Belajar TK dapat memperoleh pengetahuan yang diharapkan dapat membekalikemampuan untuk bisa “hidup” dalam zaman yang dilaluinya.C. MODEL ORGANISASI PENGEMBANGAN KURIKULUMPara ahli mengklasifikasikan tiga model atau organisasi pengembangankurikulum, yaitu model terpisah, model terkait, dan model terpadu. Adapunsecara terperinci penjelasan dari setiap model organisasi kurikulum tersebutadalah sebagai berikut.1. Model kurikulum terpisah atau disebut separated subject curriculum,yaitu model penyusunan atau pengorganisasian bahan atau materipelajaran yang didasarkan pada batas yang ketat untuk masing-masingmata pelajaran. Setiap bahan pelajaran disajikan dalam subject atau matapelajaran yang terpisah-pisah, yang satu lepas dari yang lainnya.2. Model kurikulum terkait atau disebut correlated curriculum, yaitu suatupendekatan penyusunan bahan dengan melihat kaitan antara beberapamata pelajaran kemudian digabung menjadi satu bidang. Model kedua inimerupakan perkembangan dari model pertama. Setelah melihat adanyabeberapa kelemahan dari model pertama, para ahli berikhtiar untukmenyempurnakannya, yaitu dengan mencari hubungan yang dimiliki darisetiap mata pelajaran tertentu untuk digabung ke dalam satu bidang(broad field). Walaupun dianggap sudah ada kemajuan dibandingkandengan model pertama, namun model kedua ini (broad field), pada batasbatas tertentu masih memiliki kelemahan. Kelemahan tersebut terutamaialah bahwa kurikulum model ini pada dasarnya subject centered dantidak menggunakan bahan yang langsung berhubungan dengankebutuhan dan minat anak, terutama kaitannya dengan masalah-masalahhangat yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.3. Model kurikulum terpadu atau disebut integrated curriculum. Dari segibahasa, integrasi berasal dari kata integer, yang berarti unit. MenurutNasution model integrasi kurikulum mengandung unsur perpaduan,koordinasi, harmoni, kebulatan, dan keseluruhan. Model kurikulumterintegrasi meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan

PGTK2403/MODUL 11.9menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. Melaluimodel kurikulum terintegrasi diharapkan dapat menghasilkankemampuan anak secara terintegrasi antara kemampuan akademik dannon-akademik.Ketiga model organisasi kurikulum tersebut tentu saja masing-masingmemiliki kelebihan dan kelemahan yang dalam pelaksanaannya dituntutpenyesuaian dengan tujuan yang ingin dihasilkan dari setiap programpendidikan terutama dalam kaitannya dengan kebutuhan anak sebagai pesertabelajar. Anak-anak TK yang rata-rata berusia berkisar antara 4 sampai6 tahun, menurut para ahli, belum bisa berpikir secara tegas untukmembedakan antara satu aspek dengan aspek lainnya, dan masih melihatsesuatu sebagai suatu kesatuan yang utuh. Oleh karena itu, modelpengorganisasian kurikulum terpadu integrated curriculum dapat menjadipilihan yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak TK.Anak-anak TK dengan usia rata-rata antara 4 sampai dengan 6 tahun,menurut Piaget, digolongkan ke dalam tahap praoperasional. Karakteristikanak pada tahap praoperasional antara lain anak belum mampu memanipulasisuatu objek secara logis dan baru mampu melihat sesuatu apa adanyaberdasarkan kemampuan akalnya. Oleh karena itu, anak-anak TK belumsanggup belajar mata pelajaran atau memanipulasi objek berdasarkan batasyang tegas, seperti yang dikembangkan dalam model kurikulum terpisah(separated curriculum). Sebaliknya, anak TK baru mulai dapat melatihpengamatannya berdasarkan suatu kesatuan yang utuh dan terintegrasi.Misalnya, dengan menampilkan suatu “gambar” yang menarik, kemudianmelalui bermain dan belajar, anak mulai mengenal jenis warna, ukuran,bentuk, benda, dan lain sebagainya sesuai yang dilihat dari gambar yangdisajikan. Pemunculan gambar sebagai topik pembelajaran (kegiatan)termasuk ke dalam pendekatan kurikulum terpadu (integrated) yangdipandang sebagai alternatif yang sesuai dengan tingkat kebutuhan danperkembangan anak.Sampai di sini dulu pembahasan mengenai beberapa pengertiankurikulum berikut perkembangannya. Sebelum dilanjutkan kepada Kegiatan

1.10Kurikulum dan Bahan Belajar TK Belajar 2 mengenai fungsi kurikulum maka untuk lebih memantapkanpemahaman dan daya analisis Anda terhadap beberapa batasan ataupengertian kurikulum, terlebih dahulu silakan Anda mengerjakan beberapalatihan berikut ini.LAT IH A NUntuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,kerjakanlah latihan berikut!1) Kemukakan pengertian kurikulum dilihat dari segi asal kata (bahasa)!2) Jelaskan pengertian kurikulum yang tercantum dalam UU No. 20 tahun2003!3) Bedakan antara kurikulum ideal dengan kurikulum aktual! Lengkapimasing-masing satu contoh sehingga tampak jelas perbedaan keduanya!4) Bedakan antara organisasi kurikulum terpisah, terkait, dan terpadu!Petunjuk Jawaban Latihan1) Dilihat dari segi bahasa, curriculum berasal dari bahasa Yunani, yaitu:curir artinya pelari dan curere artinya tempat berpacu. Denganmengambil makna dari kata asalnya kurikulum digunakan dalam bidangpendidikan, yang diartikan sebagai “sejumlah mata pelajaran atauprogram pendidikan yang diberikan kepada siswa untuk mencapaitujuan”.2) Pengertian kurikulum seperti tercantum dalam Undang-Undang No. 20tahun 2003, Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturanmengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakansebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untukmencapai tujuan pendidikan tertentu.

PGTK2403/MODUL 11.113) Perbedaan kurikulum ideal dan aktual:Kurikulum ideal adalah rumusan rencana pendidikan terutama mengenaitujuan, isi, kegiatan, dan sistem penilaian. Contohnya GBPP. Kurikulumaktual adalah kegiatan nyata yang dilakukan dalam setiap kegiatanpembelajaran sebagai bentuk operasionalisasi dari kurikulum ideal yangtelah dirancang.4) Kurikulum terpisah adalah kurikulum yang pengorganisasian bahan ataumateri pelajarannya dilakukan secara terpisah untuk setiap matapelajaran, sedangkan model terkait yaitu model kurikulum yangpengorganisasian atau penyusunan bahan pelajarannya dilakukan denganmenggabungkan beberapa bahasan yang memiliki keterkaitan dalam satubidang tertentu. Sementara itu, model terpadu menyatukan beberapabahan atau materi dalam suatu kesatuan yang terintegrasi dan tidakmengenal adanya batas-batas pemisah.Untuk meningkatkan pemahaman Anda terhadap berbagai pengertiantentang kurikulum, silakan Anda baca rangkuman berikut.R A NG KU M ANDari segi bahasa curriculum dalam bahasa Yunani berasal dari katacurir yang artinya pelari dan curere yang artinya tempat berpacu. Dalamperkembangan selanjutnya pengertian kurikulum dapat dilihat secarasempit dan luas. Secara sempit kurikulu

kurikulum tahun 2004 yang dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) maka batasan kurikulum diorientasikan pada pencapaian target . tujuan kurikulum, penilaian dan kegiatan pembelajaran, serta optimalisasi . 2. Model kurikulum

Related Documents:

B Pengembangan Kurikulum 2013 C Uji Publik 2 E Rencana Impelementasi Kurikulum 2013 D Alternatif Struktur Kurikulum A Rasional Pengembangan Kurikulum 2013. Rasional Pengembangan Kurikulum A 3. Tantangan Internal 1a 4-Rehab Gedung Sekolah-Penyediaan Lab dan Perpustakaan-Penyediaan Buku Kurikulum 2013

pustakawan. Berbagai upaya sudah dilakukan pustakawan dalam mengikat hati para siswa untuk berkunjung ke perpustakaan. Menurut kepala perpustakaan SMP Negeri 2 Pallangga mengatakan bahwa perpustakaan ini berjalan apa adanya, karena pustakawan yang ada di perpustakaan kurang, sehingga buku-buku di perpustakaan

Hakikat Kurikulum dan Pembelajaran Drs. Asep Herry Hernawan, M. Pd. Dra. Dewi Andriyani, M. Pd. P endidikan yang terjadi dalam lingkungan sekolah sering disebut pendidikan formal, sebab sudah memiliki rancangan pendidikan berupa kurikulum

mendapat bimbingan dalam memanfaatkan koleksi perpustakaan. Dengan demikian staf di perpustakaan sekolah tidak hanya memahami pengelolaan perpustakaan, tetapi juga mampu berperan sebagai guru pendamping yang akan membantu siswa dalam memanfaatkan perpustakaan, sehingga dikenal istilah guru pustakawan (teacher librarian).

BAB II LANDASAN TEORI A. Perpustakaan 1. Pengertian Perpustakaan Pada umumnya setiap lembanga ataupun instansi baik pemerintah maupun swasta memiliki perpustakaan ataupun pusat informasi. Perpustakaan berasal dari kata pustaka. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pustaka artinya kitab, buku.

Mobil Perpustakaan Keliling, Motor Perpustakaan Keliling dan Pojok Baca Digital (POCADI) serta pemberdayaan masyarakat melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di pedesaan dan bantuan perpustakaan daerah terpencil, terluar serta perbatasan. Perpu

Hakikat Perkembangan Moralitas Anak Usia Dini Drs. Otib Satibi Hidayat, M.Pd. odul ini akan menguraikan hakikat perkembangan moralitas anak usia dini. Melalui modul ini, Anda akan memperoleh informasi yang sangat berarti bagi calon guru anak usia dini sehingga Anda dapat memahami perkembangan moralitas anak usia dini pada umumnya.

1550-1950, which she curated with Anne Sutherland Harris for the Los Angeles County Museum of Art; the show was accompanied by the catalogue of the same title co-authored by both scholars. Linda Nochlin has written numerous books and articles focusing attention on social and political issues revealed in the work of artists, both male and female, from the modernist period to the present day .