BUKU INFORMASI ESTETIKA BENTUK

1y ago
106 Views
19 Downloads
4.00 MB
99 Pages
Last View : 19d ago
Last Download : 2m ago
Upload by : Jayda Dunning
Transcription

BUKU INFORMASIESTETIKA BENTUKPUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN INDUSTRIKEMENTRIAN PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIAJL. WIDYA CHANDRA VIII NO. 34 KEBAYORAN BARU JAKARTA SELATAN

Judul Modul :Kode Modul :KATA PENGANTARDalam proses membuat desain mebel diperlukan pemikiran dasar yang konseptual danterarah sebagai modal dalam mewujudkan suatu karya yang memiliki bentuk yang khas,kreatif dan dapat dikomunikasikan dengan baik.Estetika bentuk berperan dalam mengasah pemikiran dasar tersebut dengan melihatkembali pada tujuan umum, tujuan khusus dan sasaran perancangan desain mebeldimana mahasiswa diharapkan mampu menguasai dasar-dasar estetika dan merancangdesain mebel yang mengacu pada fungsi, estetika, style/trend desain, teknologi,efektifitas (pemakaian) bahan.Oleh karenanya pendidikan desain tidak hanya mencakup tentang sains dan teknologinamun juga estetik. Mata kuliah estetika bentuk melatih kepekaan mentransformasikanide, gagasan, pikiran kedalam wujud visual dengan komunikatif. Untuk mencapai haltersebut perlu dipelajari materi materi sebagai berikut: Komposisi, unsur unsur rupa,dan prinsip estetika.Modul informasi Estetika Bentuk ini berisi pengetahuan dasar tentang estetika bentuksebagai dasar perancangan mebel. Semoga modul ini dapat membantu mahasiswamenemukan ide ide kreatif dan solutif dalam proses mendesain mebel.PenyusunJudul Modul : ESTETIKA BENTUKBUKU INFORMASIHalaman 2 dari 87

Judul Modul :Kode Modul :DAFTAR ISIKATA PENGANTAR . 2DAFTAR ISI . 3DAFTAR GAMBAR . 5DAFTAR TABEL . 8DAFTAR SKEMA . 9BAB I PENDAHULUAN . 101.1TUJUAN UMUM :. 101.2TUJUAN KHUSUS: . 101.3CAPAIAN PEMBELAJARAN : . 10BAB II ESTETIKA DI DALAM DESAIN . 112.1. PENGERTIAN ESTETIKA . 112.2. ARTI DAN PERANAN ESTETIKA DI DALAM DESAIN . 132.3. UNTUK APA KITA MENGENAL ESTETIKA . 14BAB III ESTETIKA BENTUK SEBAGAI DASAR PERANCANGAN MEBEL . 153.1. TINJAUAN DESAIN. 153.2. PERANAN ESTETIKA DALAM DESAIN MEBEL . 16BAB IV ANALISA ELEMEN ELEMEN DESAIN . 214.1DEFINISI NIRMANA . 214.2KONSEPTUAL NIRMANA (ELEMEN-ELEMEN SENI). 214.3VISUAL NIRMANA . 36V. PRINSIP KEINDAHAN BENTUK . 625.1KESATUAN DAN DOMINASI . 62Judul Modul : ESTETIKA BENTUKBUKU INFORMASIHalaman 3 dari 87

Judul Modul :Kode Modul :5.2KESEIMBANGAN (BALANCE) . 715.3IRAMA (RITME) . 735.4PROPORSI DAN SKALA . 89DAFTAR PUSTAKA . 97DAFTAR ALAT. 98PENYUSUN . 99Judul Modul : ESTETIKA BENTUKBUKU INFORMASIHalaman 4 dari 87

Judul Modul :Kode Modul :DAFTAR GAMBARGambar 1 Emmanuel KantGambar 2 Alexander Gottlieb B . 12Gambar 3 ide menjadi barang jadi . 19Gambar 4 Penerapan elemen estetika bentuk pada mebel Kursi Menggunakan elemengaris lengkung 884) . 20Gambar 5 sebuah titik dan komposisi titik (www. Desainubi.blogspot.com) . 22Gambar 6 komposisi titik . 22Gambar 7 Bentuk berupa garis. 24Gambar 8 Interval tangga raut garis . 26Gambar 9 Interval ukuran garis . 27Gambar 10 interval arah garis . 28Gambar 11 Bidang geometri . 30Gambar 12 Bidang sudut bebas . 30Gambar 13 Bidang organic . 30Gambar 14 Bidang maya . 31Gambar 15 Bidang gabungan. 31Gambar 16 interval tangga raut bidang. 31Gambar 17 Interval tangga ukuran bidang . 32Gambar 18 Interval tangga arah bidang . 33Gambar 19 Penciptaan volume maya pada nirmana dwimatra titik & garis . 34Gambar 20 Susunan repetisi . 35Gambar 21 susunan oposisi . 36Gambar 22 Komposisi titik pada bidang dwimatra . 37Gambar 23 komposisi garis pada bidang dwimatra/datar. 38Gambar 24 Bidang hamparan pasir, bidang air laut, bidang langit . 39Gambar 25 Bidang buatan . 39Gambar 26 interval ukuran garis . 41Gambar 27 interval ukuran bidang . 41Gambar 28 susunan irama repetisi . 42Gambar 29 Susunan irama transisi . 42Judul Modul : ESTETIKA BENTUKBUKU INFORMASIHalaman 5 dari 87

Judul Modul :Kode Modul :Gambar 30 susunan irama oposisi . 43Gambar 31 Tekstur kasar nyata . 44Gambar 32 Tekstur kasar nyata pada tutup botol . 44Gambar 33 Tekstur alami . 45Gambar 34 tekstur alami seadanya . 45Gambar 35 Tekstur alami berubah . 46Gambar 36 Tekstur tersusun. 46Gambar 37 hasil tekstur menggunakan photoshop. 47Gambar 38 kolase dari potongan komik karya seniman Ben Turnbull. 47Gambar 39 potongan kayu untuk dinding . 48Gambar 40 Interval tangga tekstur. 49Gambar 41 Gelombang warna. 50Gambar 42 spectrum Warna . 50Gambar 43 Lingkaran Warna . 51Gambar 44 Komposisi Warna hangat/panasGambar 45 Kursi dengan dudukanberwarna Orange . 53Gambar 46 Komposisi Warna DinginGambar 47 Novelty “ok” swivel hand chair softtouch-blue . 53Gambar 48 Warna Monokromatik . 53Gambar 49 Warna komplementer, warna yang berseberangan . 54Gambar 50 Kontras Split Komplementer . 55Gambar 51 Kontras Triad Komplementer . 55Gambar 52 Kontras Tetrad Komplementer . 56Gambar 53 warna analog . 56Gambar 54 Gradasi Warna. 57Gambar 55 Susunan warna tint, shade, tone . 58Gambar 56 Warna Substraktif & Aditif . 58Gambar 57 Kesamaan unsur warna . 63Gambar 58 Kesamaan bentuk unsur warna . 64Gambar 59 Kemiripan unsur raut . 65Gambar 60 Kemiripan unsur warna . 65Judul Modul : ESTETIKA BENTUKBUKU INFORMASIHalaman 6 dari 87

Judul Modul :Kode Modul :Gambar 61 penyelarasan unsur raut . 66Gambar 62 Penguncian bentuk raut . 66Gambar 63 Gradasi warna . 67Gambar 64 Dominasi kontras ekstrem . 69Gambar 65 Dominasi kelainan. 70Gambar 66 Dominasi keunggulan . 70Gambar 67 Dominasi keunggulan lain . 71Gambar 68 keseimbangan simetris . 71Gambar 69 Keseimbangan memancar. 72Gambar 70 Keseimbangan sederajat . 72Gambar 71 Keseimbangan tersembunyi . 73Gambar 72 susunan repetisi pada atap airport . 77Gambar 73 Susunan repetisi . 78Gambar 74 irama repetisi pada sandaran kursi . 80Gambar 75 transisi bentuk pagar dalam fotografi yang semakin membesar . 81Gambar 76 susunan transisi raut garis . 82Gambar 77 desain dengan irama transisi . 83Gambar 78 Transisi pada raut bidang segi empat . 84Gambar 79 Menjembatani kontras dengan gradasi . 85Gambar 80 Susunan raut garis dengan irama oposisi . 86Gambar 81 Susunan raut garis dengan irama oposisi ( Gerak Berulang Kontras ) padaNirmana Trimatra . 86Gambar 82 irama oposisi pada credenza . 87Gambar 83 susunan repetisi, transisi, oposisi pada bidang bersaff . 88Gambar 84 Golden Rasio dalam sebuah karya seni . 90Gambar 85 Susunan proporsi garis . 94Gambar 86 Susunan proporsi bidang . 94Gambar 87 Susunan proporsi gempal . 94Gambar 88 Susunan proporsi dengan dominasi . 94Gambar 89 Perbandingan skala ukuran raut bidang persegi empat . 95Judul Modul : ESTETIKA BENTUKBUKU INFORMASIHalaman 7 dari 87

Judul Modul :Kode Modul :DAFTAR TABELTabel 1 Jenis dan raut Garis . 25Tabel 2 Pelbagai susunan garis dan efeknya . 29Tabel 3 Raut Gempal dn ciri cirinya . 35Tabel 4 Warna dan artinya . 60Judul Modul : ESTETIKA BENTUKBUKU INFORMASIHalaman 8 dari 87

Judul Modul :Kode Modul :DAFTAR SKEMASkema 1 aspek-aspek desain mebel . 18Skema 2 Ide awal sebuah desain mebel . 18Skema 3 Aspek Pertimbangan perencanaan Desain Mebel . 19Skema 4 Panduan mengajar desain mebel . 19Judul Modul : ESTETIKA BENTUKBUKU INFORMASIHalaman 9 dari 87

Judul Modul :Kode Modul :BAB I PENDAHULUAN1.1 TUJUAN UMUM : Mahasiswa menguasai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mengubahbentuk, ruang, dan susunan bahan dengan menggunakan kesan kejiwaan dariunsur-unsur rupa berdasarkan prinsip-prinsip estetika. Melatih kepekaan mentransformasikan ide, gagasan, dan pikiran ke dalam wujudvisual dengan komunikatif1.2 TUJUAN KHUSUS:Setelah mengikuti acara perkuliahan ini mahasiswa dapat menerapkan atau mengaplikasikeberadaan unsur‐unsur seni rupa ke dalam visual karya Nirmana 2 dimensional (dwimatra) dan 3 dimensional (tri matra).1.3 CAPAIAN PEMBELAJARAN : Mengetahui dasar‐dasar teoritik estetika Melatih keterampilan menyusun unsur‐unsur visual dua dan tiga dimensional Meningkatkan kepekaan artistik,pengembaraan imajinatif dan pengembangandaya kreatifJudul Modul : ESTETIKA BENTUKBUKU INFORMASIHalaman 10 dari 87

Judul Modul :Kode Modul :BAB II ESTETIKA DI DALAM DESAIN2.1. PENGERTIAN ESTETIKAEstetika berasal dari bahasa Yunani, αισθητική, dibaca aisthetike. Kali pertamadigunakan oleh filsuf Alexander Gottlieb Baumgarten pada 1735 untuk pengertian ilmutentang hal yang bisa dirasakan lewat perasaan.Ragam Pengertian Estetika:1. Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmuyang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorangbisa merasakannya.2. Estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadangdianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa.3. Estetika adalah cara merespon terhadap stimuli, terutama lewat persepsi indera,tetapi juga dikaitkan dengan proses kejiwaan, seperti asosiasi, pemahaman,imajinasi, dan emosi.Teori Estetika atau Keindahan Seni :A. Emmanuel Kant :Meninjau keindahan dari 2 segi, subyektif dan obyektif.-Subyektif: Keindahan adalah sesuatu yang tanpa direnungkan dan tanpasangkut paut dengan kegunaan praktis, tetapi mendatangkan rasa senang pada sipenghayat.-Obyektif: Keserasian dari suatu obyek terhadap tujuan yang dikandungnya,sejauh obyek ini tidak ditinjau dari segi gunanyaB. Thomas AquinasJudul Modul : ESTETIKA BENTUKBUKU INFORMASIHalaman 11 dari 87

Judul Modul :Kode Modul :Syarat terciptanya keindahan menurut Thomas Aquinas yaitu:-Adanya keterpaduan dan kesempurnaan,-Adanya harmonisasi atau ketepatan proporsi,-Adanya kejelasan atau klaritas.C. Alexander Gottlieb BaumgartenMembedakan adanya 3 kesempurnaan di dunia ini,yaitu:-Kebenaran (das Wahre) , ialah kesempurnaan yang bisa ditangkap denganperantaraan rasio;-Kebaikan (das Gute), kesempurnaan yang ditangkap melalui moral atau hatinurani;-Keindahan (das Schone), yaitu kesempurnaan yang ditangkap dengan indera(perfectio cognitionis Sensitivae)Gambar 1 Emmanuel KantGambar 2 Alexander Gottlieb BD. Johannes Volkelt (1848-1930)Ada empat buah kriteria dari untuk menilai kualitas estetis dari sebuah karya senisebagai berikut (Gie 1983:49-50):-Karya seni (desain) menunjukkan keselarasan antara bentuk dan isi, serta sangatmenarik menurut perasaan: perenungan kita terhadapnya diliputi dengan rasapuasJudul Modul : ESTETIKA BENTUKBUKU INFORMASIHalaman 12 dari 87

Judul Modul :-Kode Modul :Karya seni (desain) menunjukkan kekayaan akan hal-hal penting yangmenyangkut (kehidupan) manusia dan memperbesar (meningkatkan) kehidupanperasaan kita-Karya seni (desain) membawa kita masuk kedalam dunia khayal yang dicitacitakan, dan membebaskan kita dari ketegangan atau suasana realita sehari-hari-Karya seni (desain) menunjukkan suatu kebulatan yang utuh dan mendorongpikiran pada perpaduan mental.Dari kriteria nilai estetis di atas, jelas bahwa nilai sebuah karya seni sangat ditentukanoleh maknanya:1. Apakah ada makna atau pesan yang disampaikan,daripada sekedar informasitentang komposisi bentuk dan warna?”2. Bagaimana kualitas pesan yang ingin disampaikan, apakah menimbulkanperenungan yang meningkatkan kualitas batin?”Dengan demikian, sebuah karya desain akan dinilai tinggi atau dihargai, apabilaapresiator dapat memahami konsep yang ada di balik bentuknya, tidak sekedarmengalami kesenangan akibat keindahan visual.2.2. ARTI DAN PERANAN ESTETIKA DI DALAM DESAINMenurut (Widagdo, Jurnal ITB, 2008), Estetika memiliki arti dan peranan penting dalammembantu proses sebuah desain. Berikut pendapat Widagdo :1. Tanpa estetika desain hanyalah sebatas informasi yang dilihat namun tidakmemiliki kesan.2. Desain yang baik akan selalu memperhatikan nilai estetika dari lingkungan tempatkarya desain tersebut berada3

4. Estetika memperoleh tantangan ketika modernisme memilah antara “kegunaan” dan “estetik”, sebagaimana antara desain dan seni. 2.3. UNTUK APA KITA MENGENAL ESTETIKA Dengan mempelajari Estetika kita mempelajari dasar dasar Seni dan Des