Mengidentifikasi Miskonsepsi Fluida Statis Pada Mahasiswa .

1y ago
45 Views
3 Downloads
361.78 KB
6 Pages
Last View : 20d ago
Last Download : 8m ago
Upload by : Macey Ridenour
Transcription

GRAVITASIJurnal Pendidikan Fisika dan SainsVol (1) No (2) Tahun tifikasi Miskonsepsi Fluida Statis pada MahasiswaCalon Guru Fisika Universitas samudraKana Dhiean ZukhrufProgram Studi Pendidikan Fisika FKIP UNSAMJln. Kampus Meurandeh No. 1, Langsa Lama, Kota Langsa - AcehKorespondensi: Khana.Zhukruf@gmail.comAbstrcatThis study is intended to obtain a profile of misconceptions of students of the langsa oceanicphysics teacher candidates in statistical fluid material where misconceptions are experienced byprospective physics teacher students. The population of this study was prospective physicsteacher students. The method used in this research is descriptive method. The samplingtechnique uses purposive sampling technique. As for the sample in the study were fifth-semesterstudents who were healthy 19 people, consisting of 3 men and 16 women. Data collection wascarried out with the tests selected as many as 20 items that were completed with a matrix of thethree-tier test results. Processing and analysis of data using Excel. Through this research, it isknown that the level of misconception of students of physics teacher candidates at the Universityof Samudra is 53%. Based on the results of the analysis of the problem the biggest misconceptionabout number 5 is 78%, because students cannot find errors and mistakes made by wrongintuition, and also not careful the concept of mass meetings. In addition, gifted students whohave good concepts are 11%.Keywords: Misconception, statistical fluid, three-tier test.PENDAHULUANPenulissudahmencobamenelusuri gambaran miskonsepsi yangdialami oleh calon guru fisika denganmemberikansoaltesdiagnostiksebelumnya pada konsep usaha danenergi. Berdasarkan analisis data yangdiperoleh dari 22 responden, proporsirerata responden yang berada dalamKategori Miskonsepsi (Mis) adalahsebesar 46,32 %. Ini menunjukkanbahwa pemahaman siswa terhadapkonsep usaha dan energi dominanmengarah pada adanya miskonsepsi dikalangan calon guru di UniversitasSamudra Langsa. Hal ini merupakanisyarat bahwa pada materi yang lainseperti fluida statis diperkirakan jugaakan terjadi miskonsepsi.Penyebabterjadinyamiskonsepsi sangat beragam karenaberhubungan dengan bagaimana siswamemperoleh konsep tersebut (Haris,2012). Adapun faktor-faktor penyebabterjadinya miskonsepsi yaitu siswa(Pujianto, dkk, 2014), guru (Saehana &Kasim, 2011), buku teks (Mukti, dkk,2012), konteks, dan metode mengajar(Suparno, 2013). Banyak topik dalamfisika dipahami secara keliru oleh siswa,termasuk topik fluida statis. Beberapahasil penelitian menunjukkan bahwamiskonsepsi yang dialami oleh siswabersifat resisten (Khasanah, 2010;Purwanti, dkk, 2013; Pratiwi & Wasis,2013; Lestari, dkk, 2014). Hal inidisebabkan oleh pembelajaran ceramahtanpaadanyademonstrasidan11

pemaparan kasus secara langsung.Salah satu penyebab resistennyamiskonsepsi adalah siswa yang merasapuas dengan penjelasan yang sudahditerimanya (Pratiwi & Wasis, 2013).Banyaknya ahli pendidikanyang melakukan ujicoba mengenaipemahaman siswa pada berbagaikonsepfisikameliputikonsepkelistrikan, mekanika, optik geometri,suhu dan kalor, dan kinematika,dimana terdapat sebuah fenomena yangdisebut gagal konsepsi atau miskonsepsi(Pikatan, 1999). Fenomena ini jugaterjadipadaguru,mahasiswa,khususnya bagi mahasiswa calon gurufisika sendiri. Miskonsepsi padaumumnya sulit direduksi meskipunberbagai upaya perbaikan dilakukan.Maka perlu penanganan khusus bagimahasiswa calon guru untuk segeradiatasi agar tidak terjadi rambatanmiskonsepsi.Penelitian ini dilakukan untukmengungkapkan miskonsepsi yangdialami oleh calon guru fisika diUniversitas Samudra Langsa. Dalampenelitian ini dilakukan identifikasipada konsep fluida statis yang banyakmengalami miskonsepsi.METODE PENELITIANPopulasi penelitian ini adalahmahasiswa calon guru fisika semesterlima tahun ajaran 2018/2019 diUNSAM Langsa. Metode yangdigunakan adalah metode deskriptif.Teknik sampling yang digunakan dalampenelitian ini adalah purposive sampling(Sampel dengan pertimbangan tertentu).Pengumpulan data yakni soal tesdiagnostik berbentuk pilihan gandaberalasan dan dilengkapi CRI (Three-tiertest). Analisis data hasil tes diagnostikuntuk mengetahui hasil miskonsepsiyang dialami mahasiswa calon gurufisika Universitas Samudra Langsa.Ketentuan untuk membedakan tingkatkonsepsi mahasiswa dapat dilihat padaTabel 1. (Hasan, dkk, 1999) Kemudiandi analisis dengan matrik keputusanthree-tier test (3T) dapat dilihat padaTabel 2. (Qusthalani, kmengidentifikasimiskonsepsimahasiswa calon guru fisika. Soal tesyang diberikan sebanyak 20 item soalpilihan ganda. Setiap soal terdiri darisatu pilihan jawaban benar dan tigapilihan jawaban pengecoh. Setiapjawaban yang dipilih mahasiswa harusmemberikan alasan sesuai dengankonsepfisika.Ketentuanuntukmembedakan tingkat konsepsi siswaberdasarkan jawaban dan alasan yangdiberikan dengan skala CRI, kemudiandi analisis dengan matrik keputusanthree-tier test (3T). Hasil analisis tes akandiperoleh jawaban mahasiswa yangtidak tahu konsep (LK), memahamikonsep(KCC),menebak(LG),miskonsepsi (MIS) dan tidak percayadiridenganjawabannya(NC).Tabel 1. Sebaran Konsepsi Siswa Berdasarkan Skala CRIKriteria JawabanCRI rendah ( 2,5)Jawaban benarJawaban benar tapi CRI rendahberarti tidak tahu konsep (luckyguess)Jawaban salahJawaban salah dan CRI rendahberarti tidak tahu konsep (luckyguess)CRI tinggi ( 2,5)Jawaban benar dan CRI tinggi berartimenguasai konsep dengan baikJawaban salah tapi CRI tinggi berartiterjadi miskonsepsi12

Tabel 2. Matrik Keputusan CRI Three Tier TestJawabanAlasanIndeks CRIDeskripsiSalahSalah 2.5Tidak tahu konsep (LK)SalahBenar 2.5Tidak tahu konsep (LK)SalahSalah 2.5Miskonsepsi (Mis)SalahBenar 2.5Miskonsepsi (Mis)BenarSalah 2.5Menebak (LG)BenarBenar 2.5Memahami konsep, tapi tidak percaya diri (NC)JawabanAlasanIndeks CRIDeskripsiBenarSalah 2.5Miskonsepsi (Mis)BenarBenar 2.5Memiliki konsep yang benar (KCC)HASIL DAN PEMBAHASANUntuk mengungkap gambaranmiskonsepsi mahasiswa calon gurufisika terhadap konsep fluida statis,diberikan soal tes diagnostik pilihanganda beralasan dengan dilengkapi CRIsebanyak 20 item soal yang terdiri daritekanan hidrostatis, dan hukumArchimedes. Berdasarkan jawabanmahasiswaterdapatmiskonsepsimengenai fluida statis. Berikut diagrampersentase miskonsepsi yang dialamimahasiswacalongurufisikaditunjukkan pada Gambar 1.Hasil analasis tes diagnostikmahasiswa mengalami miskonsepsisebesar 53%, hal ini menunjukkanbahwa penguasaan konsep mahasiswaterhadap materi fluida statis relatifrendah. Temuan ini sesuai denganpenelitian sebelumnya yang dilakukanoleh Utami, dkk (2014), Pratiwi &Wasis (2013), Nurlailiyah, dkk (2014),Haris (2012). Berdasarkan persentasepemahaman konsep mahasiswa calonguru diketahui memiliki pemahamankonsep yang benar sebesar 11%.Sedangkan yang menebak sebesar 14%,tidak tau konsep sebesar 6% dan tidakpercaya diri terhadap jawaban yangdiberikan sebesar 1%. Berikut diagrampersentase miskonsepsi yang dialamimahasiswa calon guru fisika pada tiapitem soal ditunjukkan pada Gambar njukkan dengan diagram persentasepada gambar 2 yang menghasilkanmiskonsepsi tertinggi ada pada soalnomor 5 sebesar 78%. Pada soal 5diharapkanmahasiswadapatmenguraikan keadaan benda di dalamfluida dengan memahami benda(tenggelam,melayang,terapung)dipengaruhi oleh rapat massa. Darihasil tes diasnostig diketahui bahwarespondenberperasaanapabiladimasukkan botol mineral Aqua 500 mlke dalam bak yang berisi air 100 cm,botol Aqua yang diisi air penuh sampaitidak ada ruang udara akan melayangyaitu rapat massa botol Aqua samadengan air. Menurut teori ilmiah botolyang diisi air sampai penuh tanpaadanya udara maka rapat massa botolbertambah, ketika rapat massa botollebih besar (bertambah) dari rapatmassa air maka botol akan tenggelam.Dan apabila botol yang diisi air denganmemberi ruang udara sedikit, makarapat massa botol sama dengan ngkapkan gagasan tanpa menelitisecara objektif dan rasional sehinggamiskonsepsi yang dialami dipengaruhioleh intuisi yang salah.Soal nomor 1 dan nomor 16mengalami miskonsepsi tertinggi ke 2setelah soal nomor 5, juga pada konsepArchimedes sebesar 70%. Pada soal 1mahasiswa memahami rapat massafluida sebanding dengan berat benda,jika massa benda besar maka dia akantenggelam. Menurut teori ilmiah rapatmassa air lebih besar dibandingkandengan balok sehingga kedua balok13

kayu akan mengapung di dalam air.Mahasiswa menyimpulkan balok yangbesar akan tenggelam dan yang kecilakan mengapung atau melayang.Responden mengabaikan rapat massapada soal ini sehingga mengambilkesimpulan yang salah. Sehingga dapatdipastikan miskonsepsi pada soal inidisebabkan oleh Reasoning yang tidaklengkap/salah. Sedangkan soal nomor16 berdasarkan hasil wawancaradiketahuimiskonsepsimahasiswadisebabkan oleh intuisi yang salah.Berdasarkan jawaban responden rapatmassa minyak goreng lebih besar dariair.Mahasiswasecaraspontanmengungkapkan gagasannya tanpameneliti atau berpikir secara rasional.Berdasarkan uraian penyebabmiskonsepsi yang dialami mahasiswacalon guru pada konsep Archimedessangatlah bervariasi. Salah satunyaberdasarkan pengalaman sehari-hari,faktor bahasa dan abstraksi konsep yangdiujicobakan juga diyakini menjadipenyebabtingginyatingkatmiskonsepsi. Temuan ini sesuai denganpenelitian sebelumnya yang dilakukanoleh Saehana & Kasim (2011). Adapungambaran miskonsepsi yang dialamimahasiswa calon guru adalah kurangmemahami konsep rapat massa, salahdalam menentukan berat benda dalamfluida, menentukan gaya apung, danbenda tenggelam bila massanya besar.Temuan ini sesuai dengan penelitiansebelumnya yang dilakukan olehLestari, dkk (2014). Kebanyakanmahasiswa sudah memilih jawabandengan benar tetapi tidak dapatmemberikan alasan dengan tepat, dansebagianmahasiswamemberikanjawaban salah dengan alasan yangsangat tepat, sebaliknya sebagianmahasiswa memberikan jawaban salahdengan alasan yang salah. Hal ini jugadipengaruhi oleh tingkat kepercayaan( 2,5). Sehingga persentase siswa yangmiskonsepsi lebih besar pada konsepArchimedes.60Persentase50403020100Konsep SalahKonsep BenarMenebakMiskonsepsiKonsep Benartapi TidakYakinGambar 1. Persentase pemahaman konsep mahasiswa calon guru fisika14

9080Persentase7060LK50KCC40LG3020MIS10NC012345678 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20Soal Tes DiagnostikGambar 2. Persentase jawaban mahasiswa tiap item soalKESIMPULANMelalui penelitian ini diketahuibahwa tingkat miskonsepsi mahasiswacalon guru fisika di lanalisissoalmiskonsepsi terbesar ialah soal nomor 5sebesar 78%, dikarenakan mahasiswamengungkapkan gagasan tanpa menelitisecara objektif dan rasional sehinggamiskonsepsi yang dialami dipengaruhioleh intuisi yang salah, dan kurangmemahami konsep rapat massa. Selainitu diketahui mahasiswa calon guruyang memiliki pemahaman konsepyang baik sebesar 11%. Penulismenyarankan agar dilakukan tindakanatau penelitian lebih lanjut untukmereduksi miskonsepsi yang dialamioleh mahasiswa calon guru fisikaUniversitas Samudra.DAFTAR PUSTAKAHaris, V. 2012. Identifikasi MiskonsepsiMateriMekanikadenganMenggunakan CRI (Certainty OfResponse Index). Ta’dib: JurnalIlmu Pendidikan STAIN Batusangkar.16(1): 77-86.Hasan, S., Bagayokoz, D., & Kelleyz.1999. Misconceptions and theCertainty of Response Index (CRI).Phys. Education. 34(5): 294-299.Khasanah, N. 2010. Penggunaan PendekatanKonflikKognitifUntukRemidiasi Miskonsepsi PembelajaranUsaha dan Energi, Thesis. Surakarta:Pasca Sarjana Universitas SebelasMaret.Lestari, N, Sutrisno, L, & Oktavianty, teraktif Guided Discovery PadaTekanan Zat Cair Siswa SMP.Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran(JIPP). 3(1): 1-8.Mukti, A.D.Y, Raharjo, T, & Wiyono, E.2012. Identifikasi Miskonsepsidalam Buku Ajar Fisika SMAKelas X Semester Gasal. JurnalMateri dan Pembelajaran Fisika(JMPF). 1(1): 39-41.Nurlailiyah, S., Winarto, H., & tuanKomputer Dengan PendekatanSaintifik(ScientificApproach) Pada Pokok BahasanFluida Statis Untuk SMA. JurnalOnline Pendidikan Fisika UniversitasNegeri Malang. Vol .2, No. 1, 1-9.Pikatan, S. 1999. Memahami GagalKonsepsi Dalam Fisika. Kristal(ISSN:0853-4772), Vol. 19, JurusanMIPA,FakultasTeknik,15

Universitas Surabaya. f., diakses 15 Oktober2018).Pratiwi, A, dan Wasis. 2013. PembelajaranDengan Praktikum Sederhana UntukMereduksi Miskonsepsi Siswa PadaMateri Fluida Statis di Kelas XI SMANegeri 2 Tuban. Jurnal inovasipendidikan fisika, (Online). 2(4):117-120.Pujianto, A. Nurjannah, dan Darmadi I. D.2014. Analisis Miskonsepsi SiswaPada Konsep Kinematika GerakLurus. Jurnal Pendidikan FisikaTadulako (JPFT). 1(1): 16-21.Purwanti, E., Tandililing, E., & Mursyid, S.M. 2013. Remediasi MiskonsepsiSiswa Menggunakan Mindscapingtentang Kalor di SMP. JurnalPendidikan dan Pembelajaran. 2(3): 113.Qusthalani. 2015. Keefektifan tinjauDariPenguranganMiskonsepsiDanPeningkatan Keterampilan Proses PadaMateri Suhu dan Kalor. Tesis tidakditerbitkan, Banda Aceh: PPS IPAUnsyiah.Saehana, S, & Kasim, S. 2011. Studi AwalMiskonsepsi Mekanika Pada GuruFisika SMA di Kota Palu. ProsidingSeminarNasionalPenelitian,Pendidikan dan Penerapan ctori/.,diakses 4 Maret 2015)Suparno, P. 2013. Miskonsepsi dan PerubahanKonsep dalam Pendidikan Fisika.Jakarta: Grasindo.Utami, R., Djudin, T., & Arsyid, S.B. 2014.RemediasiMiskonsepsiPadaFluida Statis Melalui ModelPembelajaran TGT BerbantuanMind Mapping Di SMA, jurnalPendidikan dan Pembelajaran. 3(12):1-12.16

fisika Universitas Samudra Langsa. Ketentuan untuk membedakan tingkat konsepsi mahasiswa dapat dilihat pada Tabel 1. (Hasan, dkk, 1999) Kemudian di analisis dengan matrik keputusan three-tier test (3T) dapat dilihat pada Tabel 2. (Qusthalani, 2015). Tehnik pengambilan data dengan memberikan tes untuk .

Related Documents:

Fluida statis (Fluida diam) dan Fluida Dinamis (Fluida bergerak). Kataya fluida bergerak, kok ada fluida yang diam ? dirimu jangan bingung, fluida memang merupakan zat yang dapat mengalir. Yang kita tinjau dalam Fluida statis adalah ketika fluida yang sedang diam pada keadaan setimbang. Jadi kita meninjau fluida ketika tidak sedang bergerak.

menyebabkan terjadinya kesalahan konsep atau dikenal dengan istilah miskonsepsi. Miskonsepsi adalah suatu konsepsi seseorang yang tidak sesuai dengan konsep ilmiah yang diakui oleh para ahli. Penyebab miskonsepsi pada siswa adalah siswa sendiri, guru, buku teks, konteks dan metode pembelajaran (Suparno, 2005).

Aplikasi Permasalahan Hidrostatika (Analisis Stabilitas Bendungan, Pintu Air, dsb) KONDISI FLUIDA (ZAT CAIR) Ada 3 kondisi fluida (zat cair) statika meliputi: Fluida diam dalam suatu reservoir Fluida dalam suatu perangkat yang mengalami percepatan linear

Hukum Newton pada Aliran Fluida Applicaon of Newton's Second Law to a Flowing Fluid Fisika untuk Teknik Sipil 1 Hukum II Newton pada Aliran Fluida Applicaon of Newton's Second Law to a Flowing Fluid Fisika untuk Teknik Sipil 2 Acuan Young, D.F., Muncon, B.R., Okiishi, T.H., Huebsch, W.W., 2011, A Brief

13 FIS.13 Fluida Statis 14 FIS.14 Fluida Dinamis 15 FIS.15 Getaran dan Gelombang 16 FIS.16 Suhu dan Kalor 17 FIS.17 Termodinamika 18 FIS.18 Lensa dan Cermin 19 FIS.19 Optik dan Aplikasinya 20 FIS.20 Listrik Statis 21 FIS.21 Listrik Dinamis 22 FIS.22 Arus Bolak-Balik 23 FIS.23 Transformator

1. Mengungkap miskonsepsi materi genetika pada buku ajar biologi di SMA. 2. Mengungkap faktor penyebab miskonsepsi materi genetika pada buku ajar biologi di SMA 3. Memperbaiki kesalahan konsep genetika yang ditemukan pada buku biologi SMA. D. Urgensi Penelitian Konsep genetika saat ini berbeda dengan konsep genetika yang dipahami sebelumnya.

ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERIPERSAMAAN LINGKARAN DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XII IPS 4 SMA NEGERI 6 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 . dan diskriminan siswa mencapai tingkat pemahaman memahami sebagian dengan miskonsepsi. Kata Kunci: miskonsepsi, tingkat pemahaman konsep, motivasi belajar .

2. Prinsip -Prinsip Dasar Pompa Sentrifugal Prinsip-prinsip dasar pompa sentrifugal ialah sebagai berikut: a. gaya sentrifugal bekerja pada impeller untuk mendorong fluida ke sisi luar sehingga kecepatan fluida meningkat b. kecepatan fluida yang tinggi diubah oleh

laporan skripsi identifikasi miskonsepsi siswa dalam menyelesaikan masalah berstandar pisa (program for international student assesment) dengan pendekatan cri (certainty of response index) skripsi diajukan kepada fakultas keguruan dan ilmu pendidikan

statis, PMA dan Investasi dalam negeri positif, dan PMA dan SDM positif koefisiennya tidak signifikan statis. 3. Koefisien rata-rata inflasi, konsumsi pemerintah dan pajak berdampak negatif dan signifikan statis. Artinya menurunnya inflasi, beban pajak dan konsum

Menyeleksi dan Mengidentifikasi Masalah Penelitian (Ade Heryana, SST, MKM) 1 MENYELEKSI DAN MENGIDENTIFIKASI MASALAH PENELITIAN (Aplikasi di Bidang Kesehatan) oleh: Ade Heryana, SST, MKM e-mail: heryana@esaunggul.ac.id Prodi Kesehatan Masyarakat, FIKES Univ. Esa Unggul TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami proses dalam memilih topik penelitian 2.

Tangki-tangki pada gambar di bawah ini mempunyai luas dasar yang sama, demikian pula dengan kedalaman cairannya. h Luas A h Luas A h Luas A h Luas A Gambar 2.3.Tekanan hidrostatik pada dasar tangki-tangki yang berbeda-beda bentuk tetapi luas dasarnya sama Fluida Statik 13 Pressure Pressure in a fluid acts equally in all directions

buku-buku SMP, SMU dan PT Pada kegiatan pengabdian pada masyarakat kali ini, guru akan diajak melakukan diskusi untuk menemukan kesalahan konsep (m iskonsepsi) materi biologi pada buku IPA yang digunakan oleh guru peserta kegiatan atau miskonsepsi yang sering terjadi pada siswa. Selanjutnya dilakukan tutorial untuk mengoreksi kesalahan .

cairan pendingin pada sepeda motor berbahan bakar bensin. Berdasarkan hasil pengamatan, analisa data dan serta pembahasan diketahui pada fluida 100% RC Power coolant didapat nilai efektifitasnya 0,512 pada kipas standar. Pada variasi kipas single besar sebesar 0,528, nilai efektifitas tersebut naik sebesar 3,1%.

Pengosongan Muatan Listrik Loncatan muatan listrik terjadi pada saat muatan listrik bergerak secara bersama-sama. Kejadian ini disebut pengosongan listrik statis. Petir merupakan salah satu contoh proses pengosongan. Pengosongan itu ditunjukkan oleh sambaran petir pada Gambar 6.3. Pengosongan terjadi apabila tersedia suatu jalan

Aliran non-kompresibel Aliran fluida yang tidak mengalami perubahan volume, atau dengan kata lain massa jenis fluida tidak . tajam, bagian atas lebih melengkung (keatas) dari . materi yang telah anda kuasai pada BAB III. 1. Tinjau suatu aliran flui

2.4.1 Ruang Lingkup dan Definisi ASME B31.4 Code Kode ASME B31.4 merupakan sistem perpipaan yang mengalirkan fluida cair diantaranya fluida hidrokarbon, liquid petroleum gas, anyhidrous ammonia dan carbon dioxide. Tujuan utama dari kode ASME B31.4 adalah keamanan, konstruksi, operasi dan pera

mempersiapkan dan melaksanakan praktikum di Laboratorium Fisika Universitas Medan Area dengan lebih baik, terarah, dan terencana. Penuntun ini terdiri dari beberapa percobaan Mekanika, Suhu dan Kalor, Listrik Dinamis, dan Fluida Statis. Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dibeberapa hal dalam

adanya lepasan uap air dari sistem pemipaan ke dalam gedung reaktor pernah dilakukan menggunakan FESPeCo pada satu dekade terakhir[5,6]. Parameter yang diukur yaitu suhu, laju alir fluida dan tekanan uap pada titik–titik ketinggian tertentu. Untuk mendapatkan bentuk simulasi yang mendekati sebenarnya, pengembangan

Abrasive Water Jet Processes . Water Jet Machining (invented 1970) A waterjet consists of a pressurized jet of water exiting a small orifice at extreme velocity. Used to cut soft materials such as foam, rubber, cloth, paper, food products, etc . Typically, the inlet water is supplied at ultra-high pressure -- between 20,000 psi and 60,000 psi. The jewel is the orifice in which .