Skripsi Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku

1y ago
25 Views
2 Downloads
4.64 MB
114 Pages
Last View : 1m ago
Last Download : 6m ago
Upload by : Ellie Forte
Transcription

SKRIPSIFAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKUSAFETY RIDING PADA REMAJA DI SMA NEGERI 7KOTA BENGKULUOleh :DINA ASTUTINIM : P05170116017KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BENGKULUPROGRAM STUDI PROMOSI KESEHATANPROGRAM SARJANA TERAPANTAHUN 2020

HALAMAN JUDULFAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKUSAFETY RIDING PADA REMAJA DI SMA NEGERI 7KOTA BENGKULUSkripsi ini Diajukan Sebagai Salah Satu SyaratUntuk Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan Promosi Kesehatan (Str.Kes)Disusun Oleh:DINA ASTUTIP05170116 017KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BENGKULUPROGRAM STUDI PROMOSI KESEHATANPROGRAM SARJANA TERAPANTAHUN 2020i

ii

iii

iv

BIODATA1. Nama: Dina Astuti2. Tempat, Tanggal Lahir: Bengkulu, 11 Juni 19983. Alamat: Dusun Tanjung Sakti, Desa Pondok Kelapa,Kec. Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah4. Agama: Islam5. Jenis Kelamin: Perempuan6. Anak ke: 3 (tiga)7. Institusi: Politeknik Kesehatan KementerianKesehatan Bengkulu8. Jurusan: Promosi Kesehatan9. Prodi: Promosi Kesehatan ProgramSarjanaTerapan10. Email: dina.astuti11698@gmail.com11. Riwayat Pendidikan:1. SDN 14 Pondok Kelapa2004 - 20102. SMPN 1 Bengkulu Tengah2010 - 20133. SMAN 3 Bengkulu Tengah2013 - 20164. Poltekkes Kemenkes Bengkulu2016 – sekarangv

ABSTRAKKecelakaan lalu lintas merupakan masalah global yang terjadi seiringdengan pergeseran pola penyakit dari penyakit menular ke penyakit tidak menular.Jumlah kematian yang disebabkan oleh kecelakaan telah mencapai 1,35 juta jiwadi setiap tahunnya yang 90% terjadi di negara-negara berkembang yang hanyamemilki 54% kendaraan di dunia. Kecelakaan lalu lintas menjadi peringkat kedelapan sebagai penyebab kematian untuk semua umur dan penyebab kematianutama pada orang dengan rentang umur 5-29 tahun. Penyebab dari kecelakaan lalulintas diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu faktor pengendara, faktor kendaraan,faktor lingkungan dan faktor jalanan yaitu sarana dan prasarana.Penelitian inibertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan PerilakuSafety Riding Remaja di SMAN 7 Kota Bengkulu.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode CrossSectional. Sampel pada penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X dan XI di SMAN7 Kota Bengkulu dengan jumlah 74 orang. Pegambilan sampel menggunakanteknik sampling dengan Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis datadalam penelitian ini menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian inidiperoleh 4 variabel independen yang berhubungan dengan variabel dependenyaitu perilaku safety riding antara lain pengetahuan (P value 0,02) , sikap (P value0,00) , jenis kelamin (p value 0,01) dan pengalaman berkendara (p value 0,00),serta variabel independen yang tidak berhubungan yaitu umur (p value 0,551) .Diharapkan dapat diadakan penyuluhan mengenai safety riding disekolah untuk meningkatkan pengetahuan , sikap tentang safety riding.Kata Kunci : Kecelakaan Lalu lintas, Safety Riding, Remajavi

ABSTRACTTraffic accidents are a global problem that occurs along with the shiftingpatterns of diseases from infectious diseases to non-communicable diseases. Thenumber of deaths caused by accidents has reached 1.35 million people each year,90% of which occur in developing countries which only have 54% of vehicles inthe world. Traffic accidents are ranked eighth as the cause of death for all agesand the main cause of death in people aged 5-29 years. The causes of trafficaccidents are caused by several factors, namely driver factors, vehicle factors,environmental factors and road factors, namely facilities and infrastructure. Thisstudy aims to determine the factors associated with Teenage Safety RidingBehavior at SMAN 7 Bengkulu City.This type of research is quantitative research with cross sectionalmethods. The sample in this study were students of class X and XI at SMAN 7Bengkulu City with a total of 74 people. Sampling using a sampling techniquewith Proportionate Stratified Random Sampling. Data analysis in this study usedthe Chi Square statistical test. The results of this study obtained 4 independentvariables related to the dependent variable, namely knowledge (p-value 0.02),attitude (p-value 0.00), gender (p-value 0.01), and driving experience (p-value0.00), as well as independent variables that are not related to the age (p-value0.551). This study concludes that there is a relationship between knowledge,attitude, gender and driving experience with Safety Riding behavior, and there isno relationship between age and Safety Riding behavior in adolescents at SMAN7 Bengkulu City.It is hoped that a conference on driving safety can be held at school toincrease knowledge, attitudes about safety riding.Keywords: Traffic Accidents, Safety Riding, Teenagersvii

KATA PENGANTARSyukur Alhamdulillah saya ucapkan Kehadirat Tuhan ALLAH SWT, atasnikmat sehat, ilmu dan rahmat serta karunia-Nya sehingga penulis dapatmenyelesaikan skrips iniberjudul “ Faktor-faktor yang berhubungan denganperilaku safety riding pada remaja di SMA Negeri 7 Kota Bengkulu”Dalam penyusunan skripsi ini saya mendapatkan bimbingan dan bantuanbaik materi maupun nasehat dari berbagai pihak sehingga saya dapatmenyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya. Oleh karena itu sayamengucapkan terima kasih kepada:1. Bapak Darwis, S.Kp, M.Kes, selaku Direktur Politeknik KesehatanKementerian Kesehatan Bengkulu.2. Linda, SST., M.Kes, selaku Ketua Jurusan Promosi Kesehatan PoltekkesKemenkes Bengkulu yang sudah banyak membantu memberikandukungan selama penyusunan skripsi ini.3. Sri Sumiati AB, S.Pd., M.kes, selaku pembimbing I, dalam penyusunanskripsi ini yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingn,arahan, dan masukan sehingga skripsi dapat terselesaikan dengan baik.4. Dino Sumaryono.,SKM., MPH selaku pembimbing II, dalam penyusunanskripsi ini yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan,arahan, dan masukan sehingga skripsi dapat terselesaikan dengan baik.5. Seluruh dosen dan staf jurusan Promosi Kesehatan Poltekkes KemenkesBengkulu.viii

6. Orang tua, keluarga tercinta yang selalu mendoakan dan memberikanmotivasi kepada penulis. Terkhusus Ayah dan Ibu saya Markoni dan IbuHarida Takariwati serta Kakak Fery Kurniawan dan Fredy Saputra.7. Seluruh teman-teman DIV Promosi Kesehatan yang sudah berjuangbersama hingga hari ini. Terkhusus Ideal Wives team yaitu Dea, Deviola,Eka, Rahmi, Vanisa, dan Uly.Saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan Skripsi ini masihbanyakterdapat kekeliruan dan kekhilafan baik dari segi penulisan maupunpenyusunan, oleh karena itu saya mengharapkan saran dan bimbingan dariberbagai pihak agar saya dapat berkarya lebih baik dan optimal lagi di masa yangakan datang.Saya berharap semoga skripsi yang telah saya susun ini dapat bermanfaatbagi semua pihak serta dapat membawa perubahan positif terutama bagi sayasendiri dan mahasiswa Jurusan Promosi Kesehatan Bengkulu lainnya.Bengkulu,Juni 2020Dina Astutiix

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL . iLEMBAR PERSETUJUAN . iiLEMBAR PENGESAHAN . iiiLEMBAR PERNYATAAN . ivRIWAYAT PENELITI . vABSTRAK . viABSTRACT . viiKATA PENGANTAR . viiiDAFTAR ISI . xDAFTAR TABEL . xiiDAFTAR BAGAN . xiiiDAFTAR GAMBAR . xivDAFTAR SINGKATAN . xvDAFTAR LAMPIRAN . xvBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Penelitian . 1B. Rumusan Masalah Penelitian . 4C. Tujuan Penelitian . 4D. Manfaat Penelitian . 5E. Keaslian Penelitian . 6BAB II TINJAUAN TEORIA. Kecelakaan Lalu Lintas . 81. Definisi Kecelakaan Lalu Lintas . 82. Faktor Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas . 83. Dampak Kecelakaan Lalu Lintas . 10B. Safety Riding. 111. Definisi Safety Riding . 112. Komponen Safety Riding . 12C. Perilaku Safety Riding . 181. Definisi Perilaku Safety Riding . 18D. Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Safety Riding . 201. Pengetahuan . 202. Sikap. 263. Umur . 284. Jenis Kelamin . 295. Pengalaman . 30E. Remaja. 301. Definisi Remaja . 302. Tahapan Perkembangan Remaja . 313. Perkembangan remaja . 32F. Kerangka Teori. 35x

BAB III METODOLOGI PENELITIANA. Desain Penelitian . 36B. Kerangka Konsep . 36C. Definisi Operasional. 37D. Populasi dan Sampel . 39E. Tempat dan Waktu Penelitian . 43F. Instrument dan Bahan Penelitian . 43G. Teknik Pengumpulan Data . 43H. Teknik Pengolahan Data . 43I. Analisis Data . 45J. Alur Penelitian . 46K. Etika Penelitian . 47BAB IV HASIL DAN PEMBAHASANA. Hasil Penelitian . 50B. Pembahasan . 58C. Keterbatasan penelitian . 69BAB V KESIMPULAN DAN SARANA. Kesimpulan . 71B. Saran . 72DAFTAR PUSTAKA . 73LAMPIRANxi

DAFTAR TABELTabel 1.2 Keaslian Penelitian. 6Tabel 3.3 Definisi Operasional . 37Tabel 3.4 Jumlah sampel tiap kelas. 42Tabel 3.5 Interpretasi Data . 45Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden . 50Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Pengetahuan. 51Tabel 4.3Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Sikap . 51Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Perilaku . 52Tabel 4.5 Hasil Uji Chi-Square Hubungan antara Pengetahuan dengan PerilakuSafety Riding. 53Tabel 4.6 Hasil Uji Chi-Square Hubungan antara Sikap dengan Perilaku SafetyRiding . 54Tabel 4.7 Hasil Uji Chi-Square Hubungan antara Umur dengan Perilaku SafetyRiding . 55Tabel 4.8 Hasil Uji Chi-Square Hubungan antara Umur dengan Perilaku SafetyRiding . 56Tabel 4.9 Hasil Uji Chi-Square Hubungan antara pengalaman berkendara denganPerilaku Safety Riding . 57xii

DAFTAR BAGANBagan 2.2 Kerangka Teori . 35Bagam 3.1 Desain Penelitian . 36Bagan 3.2 Kerangka Konsep . 37xiii

DAFTAR GAMBARGambar 3.4 Alur Penelitian. 46xiv

DAFTAR SINGKATANWHO World Health OrganizationUU Undang-undangBPS Badan Pusat StatistikSMAN Sekolah Menengah Atas NegeriUKS Unit Kesehatan SekolahAPD Alat Pelindung DiriRiskesdas Riset Kesehatan DasarSIM Surat izin mengemudiSNI Standar Nasional Indonesiaxv

DAFTAR LAMPIRANLampiran 1 : Organisasi PenelitianLampiran 2 : Jadwal Kegiatan PenelitianLampiran 3 : Surat Pengantar Permohonan Untuk Menjadi RespondenLampiran 4 : Surat Persetujuan Menjadi RespondenLampiran 5 : Lembar KuesionerLampiran 6 : Etical ClearenceLampiran 7 : DokumentasiLampiran 8 : Lembar Bimbingan SkripsiLampiran 9 : Surat Izin PenelitianLampiran 10 : Surat Selesai Penelitianxvi

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangKecelakaan lalu lintas merupakan masalah global yang terjadi seiringdengan pergeseran pola penyakit dari penyakit menular ke penyakit tidakmenular. Jumlah kematian yang disebabkan oleh kecelakaan telah mencapai1,35 juta jiwa di setiap tahunnya yang 90% terjadi di negara-negaraberkembang yang hanya memilki 54% kendaraan di dunia. Kecelakaan lalulintas menjadi peringkat ke delapan sebagai penyebab kematian untuk semuaumur dan penyebab kematian utama pada orang dengan rentang umur 5-29tahun. Sebanyak 50% korban meninggal dijalan adalah pengguna jalan yangrentan, yaitu pengendara sepeda motor, pengendara sepeda atau pejalan kaki.Jika tidak adanya upaya berkelanjutan dalam penanganan masalah ini, dapatprediksi bahwa kecelakaan lalu lintas akan menjadi penyebab kematianketujuh pada tahun 2030 (WHO, 2018)Angka cedera yang menyebabkan kegiatan sehari-hari terganggu diIndonesia terus meningkat dari tahun ke tahun dari data riskesdas 2007 yaitusebesar 7,5% menjadi 9,25% pada tahun 2018 . Proporsi tempat terjadinyacedera tertinggi adalah di jalan raya dan Lingkungan rumah yaitu 44,7% dan31,4% . Proporsi cedera di sebabkan oleh kecelakaan lalu lintas di Indonesiaadalah 2,2% dengan prevalensi umur terbanyak adalah pada rentang umur 1524 tahun yaitu sebesar 49%. Penyebab terbesar kecelakaan lalu lintas adalah1

2disebabkan oleh mengendarai sepeda motor yaitu 72,7%. (Kemenkes RI,2018)Provinsi Bengkulu proporsi cedera disebabkan kecelakaan lalu lintasmenduduki peringkat ke-6 tertinggi di Indonesia sebesar 3%. DenganProporsi kecelakaan lalu lintas sedang mengendarai sepeda motor sekitar75%. (Kemenkes RI, 2018). Angka kecelakaan lalu lintas dan kerugianmaterial yang dialami provinsi Bengkulu mengalami peningkatan dari tahun2017 ke tahun 2018, pada tahun 2017 terjadi 622 kejadian dengan kerugianmaterial sebesar Rp. 2.237.150.000 meningkat pada tahun 2018 menjadi 649kejadian dengan kerugian material sebesar Rp. 2.393.800.000,-. (Badan PusatStatistik Provinsi Bengkulu, 2019)Data dari Satlantas Polres Kota Bengkulu mencatat kejadian laka lantasberdasarkan umur pada tahun 2018 sebanyak 123 kejadian dengan jumlahkorban 215 orang, korban terbanyak adalah pada umur 16-25 tahun yaitu 61orang atau 28 %. Pada tahun 2019 dari bulan Januari hingga Septembertercatat kejadian laka lantas sebanyak 100 kejadian dengan jumlah korban125 orang terbanyak sama dengan tahun 2018 yaitu umur 16-25 tahunsebanyak 43 orang.Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab dari kecelakaan lalu lintasyaitu faktor pengendara, faktor kendaraan, faktor lingkungan dan faktorjalanan yaitu sarana dan prasarana (Raharjo, 2014). Tingginya angkakematian akibat kecelakaan diumur remaja adalah disebabkan rendahnyapengetahuan terhadap resiko bahaya yang ada dijalan raya, pengendara

3dengan umur remaja sangat sering menempatkan diri dalam posisi bahayadengan tidak memakai kelengkapan berkendara dan tidak mematuhi lalulintas.(Setyowati, Firdaus, & Rohmah, 2018).Perilaku Safety Riding atau keselamatan berkendara merupakan upayauntuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan cedera akibat kecelakaanlalu lintas. (Asdar, 2013).Diperlukan menerapkan perilaku Safety Ridingsejak dini agar kecelakaan lalu lintas tidak terus berlanjut. Perilakuberkendaraan yang dikatakan aman yaitu harus menguasai teknis kendaraanyang cukup memadai, mampu mengendalikan dan menguasai kendaraandengan baik, memahami peraturan lalu lintas dan fasilitas pendukungnya,memahami dengan baik hal-hal yang terkait dengan lalu lintas dan angkutanjalan, serta memiliki sikap dan perilaku yang lebih sabar, toleran, hati-hati,waspada, serta menghormati dan menghargai orang lain maupun diri sendiri.(Kementerian Perhubungan, 2013).Penelitian yang dilakukan oleh Utari (2010) ada beberapa faktor yangberhubungan dengan perilaku Safety Riding diantaranya pengetahuan, sikap,persepsi dan ketrampilan mengendarai. penelitian lainnya juga yangdilakukan oleh Aeni (2010) menyatakan bahwa pengalaman berkendara adahubungan dengan perilaku Safety Riding.Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 24Oktober 2019 di SMAN 7 Kota Bengkulu, Penelitian melakukan wawancarakepada 5 orang remaja yang mengendarai sepeda motor. Hasil wawancaradari 5 orang remaja tersebut menyebutkan bahwa seluruhnya pernah

4mengalami kecelakaan lalu lintas dan remaja merasa dampak dari kecelakaanlalu lintas tersebut adalah material, tidak bisa sekolah, serta trauma. Surveypendahuluan juga dengan melihat data UKS, sebanyak 26 siswa mengalamicedera atau luka-luka dikarenakan kecelakaan lalu lintas sepanjang bulanjanuari hingga oktober 2019. Berdasarkan beberapa uraian diatas penelitiingin mengetahui “Faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku SafetyRiding Remaja di SMAN 7 Kota Bengkulu”B. Rumusan MasalahMeningkatnya angka kecelakaan pada umur remaja pada tahun 2018ke 2019 dan meningkatnya kerugian material akibat kecelakaan lalu lintasdi Provinsi Bengkulu. Berdasarkan survey data dari Satlantas Polres KotaBengkulu dari Tahun 2017 hingga Tahun 2019.Berdasarkan uraian latar belakang diatas masalah dalam penelitian iniadalah “Apa saja Faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku SafetyRiding Remaja di SMAN 7 Kota Bengkulu”.C. Tujuan Penelitian1. Tujuan ktoryangberhubungan dengan perilaku Safety Riding pada remaja di SMAN manberkendara, umur dan jenis kelamin.2. Tujuan Khususa. Diketahui karakteristik remaja di SMAN 7 Kota Bengkulu

5b. Diketahui hubungan pengetahuan remaja dengan Perilaku SafetyRiding di SMAN 7 Kota Bengkulu.c. Diketahui hubungan sikap remaja dengan Perilaku Safety Riding diSMAN 7 Kota Bengkulu.d. Diketahui hubungan umur remaja dengan Perilaku Safety Riding diSMAN 7 Kota Bengkulue. Diketahui hubungan jenis kelamin remaja dengan Perilaku SafetyRiding di SMAN 7 Kota Bengkuluf. Diketahui hubungan pengalaman remaja dengan Perilaku SafetyRiding di SMAN 7 Kota Bengkulu.D. Manfaat Penelitian1. Bagi SekolahHasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan bagi pengelolasekolah untuk meningkatkan kualitas siswa/i di SMAN 7 Kota Bengkulutentang Safety Riding2. Bagi RespondenDapat bermanfaat dan menambah pengetahuan serta dapat diterapkanuntuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.3. Bagi Peneliti SelanjutnyaDapat menjadi referensi dalam membuat penelitian berikutnya danmemperluas penelitian tentang Safety Riding.

6E. ebab Crosskecelakaanlalu Sectionallintas pada siswa Studysekolah 10)HubunganCrosspengetahuan, sikap, Sectionalpersepsidan Studyketerampilanmemgendaraimahasiswaterhadap perilakukseslamatanberkendara ( SafetyRiding)DiUniversitas GunaDarmaVariabelbebas daradi jalan rayaVariabelterikat:kecelakaanlalu lintasVariabelbebas:Pengetahuan,sikap,persepsi erilakusaatberkendarayaitumelanggar lampulalulintas menelponsaatberkendaramengirim sms rdapat hubunganpadasikapdaketrampilanberkendara denganperilakusafetyriding , sedangkanpengetahuan danpersepsitidakterdapat hubungandenganperilakusafety ampel popoulasi,sampel dantahunpenelitian

73QuratulAeni(2016)Faktoryang CrossberhubunganSectionaldenganperilakuSafety Riding padaMahasiswakesehatanmasyarakat sebagaipengendara sepedamotorVariabelbebas:Faktor ikat:PerilakusafetyRidingTidak adahubunganpengetahuan dansikap denganperilaku safetyriding, adahubunganpengalamandengan perilakusafety mpel dantahunpenelitian4Sariwulan(2018)Analisis pengaruh Structuraljeniskelamin Equationdalamperilaku Modelingberkendara otamataramdenganmenggunakanmetodesem(structural indalamperilakuberkendarapelajar danmahasiswaVariabelterikat:kecelakaanlalu lintasPerbedaan genderberpengaruhsignifikanterhadap perilakuberkendaraberdasarkan nilaiprobabilitas (P) 0.000 ( ktu,popoulasi,sampel dantahunpenelitian

BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Kecelakaan Lalu lintas1. Definisi Kecelakaan Lalu LintasDefinisi kecelakaan lalu lintas menurut Undang-undang No. 22Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah sesuatuperistiwa dijalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkankendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkankorban manusia dan/ atau kerugian harta benda.2. Faktor Penyebab Kecelakaan Lalu lintasSecara umum menurut Raharjo (2014) ada beberapa faktor yangmenyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, yaitu :a. Faktor Pengendara / ManusiaFaktor pengemudi atau manusia merupakan faktor yang palingdominan dari penyebab kecelakaan lalu lintas. Sebagian besarkejadian kecelakaan lalu lintas didahului dengan pelanggaran ramburambu lalu lintas. Pelanggaran itu sendiri terjadi karena kesengajaandari pengemudi, ketidak tahuan terhadap arti aturan yang berlakuataupun tidak melihat aturan yang berlaku bahkan bisa pura-pura tidakmelihat. Manusia sebagai pengendara juga sering ugal-ugalan saatmengendari sepeda motor. Banyak sekali kecelakaan lalu lintas diakibatkan karena pengendara membawa kendaraan dalam keadaanmabuk, mengantuk, dan mudah terpancing emosi oleh ulah penggun8

9jalan lainnya yang mungkin dapat memancing gairah untuk memacaukendaraan.b. Faktor kendaraanFaktor kendaraan yang menjadi penyebab kecelakaan adalahkondisi kendaraan yang tidak baik, misalnya ban pecah, rem yangtidak berfungsi dan sebagainya. Faktor kendaraa yang paling seringadalah kelalaian perawatan yang dilakukan terhadap kendaraan. Untukmengurangi faktor kendaraan dalam penyebab kecelakaan adalahlakukan perawatan dan perbaikan kendaraan sangat diperlukan, selainitu ada kewajiban untuk melakukan pengujian kendaraan bermotorsecara reguler.c. Faktor JalananFaktor jalan yang menjadi penyebab kecelakaan lalu lintasadalah masih buruknya infrastruktur jalan. Seperti kondisi jalan yangrusak dan berlubang. Faktor jalan terkait dentan kecepatan, rencanajalan, geometrik jalan,pagar pengaman didaerah pengunungan , adatidaknya medan jalan, jarak pandang dan kondisi permukaan jalan.d. Faktor LingkunganFaktor lingkungan disini adalah faktor cuaca yang menyebabkankecelakaan laulintas. Keadaan lingkungan seperti kondisi hujanmemperngaruh kendaraan seperti jarak pandang yang menjadi lebihpendek, jalan yang licin, jarak pengereman yang menjadi lebih jauh.

10Asap dan kabut juga mengganggu jarak pandang terutama di daerahpenggunungan yang sering muncul kabut.3. Dampak Kecelakaan Lalu LintasDalam Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 1993 TentangSarana dan Prasarana Jalan Raya dan Lalu lintas, dampak dari kecelakaanlalu lintas dibagi menjadi 3 berdasarkan katagori kondisi korban :a. Meninggal dunia adalah korban kecelakaan yang telah dipastikanmeninggal akibat kecelakaan lalu lintas dalam jangka paling lama 30hari setelah kejadian.b. Luka Berat adalah korban yang karena luka-lukanya menderita cacatatau harus dirawat dirumah sakit dalam jangka waktu yang lebih dari30 hari sejak kecelakaan. Suatu keadaan dapat digolongkan dalamkondisi cacat apabila ada anggota badan yang hilang atau tidak dapatdigunakan sama sekali dan tidak dapat sembuh atau pulih selamalamanya.c. Luka Ringan adalah kondisi korban kecelakaan yang mengalami lukalika yang tidak memerluka rawat inap di rumah sakit dari 30 hari.Kecelakaan lalu lintas menyebabkan dampak negatif bagikorbannya, baik itu dampak fisik yaitu cedera hingga kematian jugamenimbulkan dampak psikologis. Dampak psikologis ini biasanyaberupa kecemasan, trauma, depresi, dan gangguan disosiatif terhadapkorban kecelakaan. Faktor yang mempengaruhi berasal dari dalam ataudisebut internal yaitu berupa motivasi, kecerdasan, kepribadian yang

11introvert atau ekstrovet dan faktor dari luar atau disebut eksternal berupadukungan keluarga dan teman dari korban kecelakaan lalu lintas.(Hanggoro Putro, 2013).B. Safety Riding dan Kecelakaan Lalu Lintas1. Definisi Safety RidingSafety Riding atau Keselamatan Berkendara adalah suatu upayauntuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan dampak kecelakaanlalu lintas. Selain itu, Safety Riding juga didefinisikan suatu usaha yangdilakukan dalam meminimalisir tingkat bahaya dan memaksimalkankeamanan dalam berkendara demi menciptakan suatu keadaan dimanakita tidak dalam keadaan membahayakan pengendara lain dan sadar akankemungkinan bahaya yang dapat tejadi disekitar kita.(Pramitasari dkk,2014)Menurut Ditjen Perhubungan Darat (2009) di dalam bukupetunjuk tata cara bersepeda motor di Indonesia perilaku keselamatanberkendara atau Safety Riding, meliputi pengendara kendaraan bermotoryang diwajibkan memiliki SIM, mematuhi segala hukum yang telahdiatur dalam Undang-undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintasdan AngkutanJalan. Di dalam Undang-undang tersebut dijelaskanpersiapan berkendara dan perlengkapan yang tepat untuk keselamatanpengendara, serta mampu mengendalikan kecepatan dan keseimbangandalam mengendarai kendaraan bermotor.

122. Komponen Safety RidingTerdapat beberapa komponen dalam Safety Riding yang harusdiperhatikan yaitu : (Departemen Perhubungan RI, 2009)a. Kondisi pengendaraMenurut Ditjen Perhubungan darat (2009) Konsep Safety Ridingkemudian dikembangkan menjadi defensive driving, merupakanpengembangan lebih lanjut dari safety riding yang sudah adadimana terdapat 4 (empat) kunci utama prinsip defensive drivingtersebut, yaitu:1) jamin pengendara untuk selalu siaga dan waspada. Iniadalahsistemperlindunganpertamajika menghadapipengendara lain yang berlaku tidak aman di jalan raya.Pengendara tidak akanmudah terpengaruh untuk mengikutitindak tidak aman di jalan raya karena ia sadar sepenuhnya akanbahaya.2) Kesadaran(Aw

lintas diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu faktor pengendara, faktor kendaraan, faktor lingkungan dan faktor jalanan yaitu sarana dan prasarana.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku Safety Riding Remaja di SMAN 7 Kota Bengkulu.

Related Documents:

penurunan pada tahun 2019. Hal yang mendasari ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care (ANC) pada ibu hamil selama masa pandemi COVID-19 di Kota Makassar.

SKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI KLINIK UTAMA VIDYAN MEDIKA . Terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan status imunisasi dasar lengkap pada bayi selama masa pandemi COVID-19 yaitu umur ibu, pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, .

SKRIPSI . Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi (S.Farm) . dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pengetahuan merupakan faktor yang dominan dalam membentuk suatu . penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan WUS dalam memilih jenis kontrasepsi di Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK JAMBI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Skripsi Oleh : Marsis Mayanti 1903021419 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AL INSYRIAH . Beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanan IMD seperti faktor

Skripsi ini yang berjudul "Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil TM II di Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu Tahun 2018" dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Penyusunan Skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh

Skripsi yang berjudul "Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kanker Payudara di RSUD Kota Yogyakarta Tahun 2016" adalah hasil karya saya sendiri, dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar. Nama : Tia Arsittasari NIM : P07124213036 Tanggal : 05 Juli 2017 Yang menyatakan, ( Tia Arsittasari )

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PEKERJA KONSTRUKSI PROYEK PEMBANGUNAN 6 RUAS TOL DALAM KOTA JAKARTA SEKSI 1A SKRIPSI ZEFANYA GERALDINE RUTHIN 1710713108 UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA . Low Back Pain (LBP) dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor individu, lingkungan, dan juga .

reading comprehension. DIRECTIONS. this practice test contains one reading selection with two multiple-choice questions and one open-response question. Mark your answers to these questions in the spaces provided on page 5 of your practice test answer document. 1. The porcupine is a controversial, yet important, forest creature. Our more prickly encounters with “quill pigs” may be remedied .