BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Anatomi Tulang Dan Fisiologi .

2y ago
78 Views
2 Downloads
571.40 KB
34 Pages
Last View : 1m ago
Last Download : 1m ago
Upload by : Hayden Brunner
Transcription

10BAB IIKAJIAN PUSTAKA2.1.Anatomi Tulang dan Fisiologi Panggul2.1.1 TulangTulang pelvis merupakan komposisi dari tiga buah tulang yakni dua tulangkokse (coxae), tulang sakrum(sacrum), dan tulang koksigeus(coccygeus). Tulangkokse terdiri dari tulang ilium, tulang pubis, dan tulang iskium. Tulang pubisterdiri dari ramus superior ossis pubis dan ramus inferior ossis pubis. Kedua ramitersebut dibatasi oleh foramen obturatorium. Tulang koksegeus terbentuk dari tigaatau empat vertebre yang berangsurmengecil dar iatasatas kearahbawah(Kahle,1997).Gambar 2.1: Tulang pelvis (R.Putz dan R.Pabst, 2008)Tulang sakrum terletak di antara tulang ilium, dilihat dari atas tampakbagian tengah adalah basis yang terbentuk karena hubungan permukaan diskusintervertebralis dengan vertebre lumbalis ke lima. Bagian basis yang menonjolkedalam disebut promontorium.10

11Tulang panggul wanita berbeda dengan tulang panggul pria. Kerangkatulang pria lebih kekar dan kuat, sedangkan kerangka perempuan lebih ditujukankepada pemenuhan fungsi reproduksi. Pada wanita bentuk thorak bagian bawahlebih besar, panggul berbentuk ginekoid dengan ala iliaka lebih lebar dan cekung,promontorium kurang menonjol, simphisis lebih pendek, lordosis lumbal lebihjelas, dan inklinasi pelvis lebih besar(Wiknyosastro, 2002).Tulang pelvis mempunyai empat buah sendi yakni dua sendi sakroiliakakanan dan kiri, sendi sakrokoksigeus, dan sendi sakrolumbalis. Persendiantersebut diperkuat oleh ligamen-ligemen. Ligamen-ligamen ini saat kehamilanmenjadi lemah sehingga sendi menjadi tidak stabil terutama pada sendisakroiliaka mudah terjadi subluksasi, dan pada simfisis pubis sering terjadisimfisiolisis.2.1.2. Fisiologi Otot dasar panggul.Menurut Sapsford (2006), dasar panggul terdiri dari organ-organ pelvis diluarperitoneum, fasia endopelvis, dan tiga lapisan grup otot yang terdiri dari ototdiaphragma pelvis yang merupakan bagian dari sekelompok otot yang dilapisifascea yang menutup pintu bawah panggul dan terletak pada lapisan yangterdalam, otot diaphragma uroginetalis terletak pada lapisan tengah, dan lapisanterluar adalah otot-otot sphingter rektum dan traktus uroginetalis.2.1.2.1. Diafragma pelvis (Lapisan terdalam)Istilah otot dasar panggul (ODP) atau pelvic floor muscle atau diafragmapelvis ditujukan pada sekelompok otot yang bekerja bersama dan sebagai sekatyang memisahkan rongga pelvis dari anatomikal perineum, membentang dari rami

12pubis hingga ke tulang koksegius. Diafragma pelvis terbentuk dari otot levator anidan otot koksigeus (Sapsford, 2006).a.Otot levator aniOtot levator ani terdiri dari tiga set otot yakni otot puborektalis,pubokoksigeus, otot iliokoksigeus.Gambar 2.2 : Otot pelvis dilihat dari atas (R.Putz dan R.Pabst, 2008)Otot Puborektalis ini yang melingkari anorektal bergabung denganspingter ani internal.Otot puborektalismenarik bagian depan persimpangananorektal, ke arah depan, membantu penutupan anus. Puborektalis denganspingter ani eksternal bekerja dalam satu kesatua

13.Gambar 2.3 Otot pubococygeus( Newman 2005)Otot pubokoksigeus ini menyatu dengan otot dari sisi lain di belakanganusmembentuk ligamenkoksigeal dan melalui ligamen ini melekat pada koksikbagiandepan. Saat berkontraksi otot pubokoksigeus cenderung menarik koksik ke arahdepan dan mengangkat semua organ pelvis, menekan rektum dan vagina. Bila ototpubokoksigeusberkontraksi secara keseluruhan akan menarik ketiga outlettersebut ke arah depan sehingga mengkerutkan lumen organ pelvis, di sampingmenyangga kandung kemih dan kandungan. Sifat kontraktil ini sangat pentinguntuk memelihara kontinensia urin, kontinensia faecal, danmencengkeramvagina.Kelemahan atau kerobekan otot pubovaginal dan penguluran sarafpudendal yang terjadi saat proses kelahiran bisa menyebabkan vagina turunkebawah, prolaps organ pelvis dalam berbagai bentuk dan tingkatan kelemahanotot dasar panggul misalnya prolap uteri, systocele, urethrocele, atau rectocele,

14dan akan timbul masalah berkenaan dengan fungsi seksual karena otot tersebutsulit mencengkeram dengan optimal (Pangkahila, 2005).Otot iliokoksigeus melekat di dalam serabut anokoksigeus dan tepi luardari permukaan bawah koksik. Kontraksi otot iliokoksigeus cenderung menarikkoksik dari sisi ke sisi atau bila berkontraksi bersama kosik bergerak ke arahfleksi, dan mengangkat rektum yang berada di levator plate.Levator plate adalahistilahyang dipakai untuk menggabungkan lapisan pubokoksigeus dan lapisaniliokoksigeus yang menyatu di belakang persimpangan anorektal dan masuk kekoksik. Pada bagian depan otot dasar panggulmembuka di antara duapubokoksigeus yang sering diistilahkan sebagai levator hiatus(Sapsford, 2006).Gambar 2.4. lapisan tengah ototdasar panggul(Sobotta2010)2.1.2.2. Diafragma uroginetale (lapisan tengah)Merupakan lapisan muskulomembran yang terletak superfisial daridiafragma pelvis, dibentuk oleh aponeurosis otot transfersus perinei profondusdan otot transfersus perinei superfisialis (menyebar diantara rami iskiopubismengelilingi duktus uroginetalis), dan spingter uretrovaginal. Fungsi diafragma

15uroginetalis menekan uretra dan dinding depan vagina, menyangga tubuh perinealdan introitus (Kisner, 2013).2.1.2.3 Lapisan terluar dasar panggulLapisan terluar dasar panggul dibentuk oleh otot-otot bulbospongiosus,iskhiokavernosus, bulbokavernosus, dan transfersus perinei superfisalis (Sapsford2006).a. Otot bulbospongiosus: berasal daribadan perineal dan melingkari vagina adabadanklitoris.Bulbospongiosus menutup saluran vagina.b. Otot iskhiokavernosus berasal dari tuberositas iskii,ber insersio padapermukaan bawah dan sisi dari kaki klitoris. Gerakan kedua otot ini terhadapklitoris memungkinkan terjadinya respon/ereksi seksual wanita.c. Otot bulbokavernosus mempunyai fungsi untuk mengecilkan intruitus vagina,disamping memperkuat fungsi otot spingter uretrae internus yang terdiri dariotot polos.d.Otot Transfersus perinei superfisialis: berasal dari tuberositas iskhii danmelekat ke badan perineal.Otot ini merupakan struktur fibromuskular yangberada pada bagian tengah perineum, antara anus dan vagina. Merupakankerja otot superfisial yang kompleks dan mempunyai fungsi yang efisienuntuk mengkontribusi stabilitas dan menopang kanal anal. Serat-serat darilevator ani juga menyatu dengannya.Sapsford (2006)menjelaskan pula, bahwa otot spingter urogenitalterdiri daritiga bagian yakni:

161) Otot spingter uretra mengitari uretra regio tengah, berjalan melingkar kearahposterior yang cenderung kurang sempurna pada orang dewasa. Otot tersebutmelekat pada jaringan fibrous yang disebut rhabdoSpingter.2) Ototkompressor uretrae terletak di sebelah atas dari otot spingter uretrae,berasal dari ramiiskiopubis, berjalan ke arah tengah depan melintasi arkusmenyilang permukan depan uretra.3) Otot spingter uretrovaginalis: bercampur dengan kompressor uretrae bagianatas, berasal dari samping vagina depan. Otot ini berjalan ke arah belakangmelewati uretra dan vagina dan berinsersi di belakang vagina ke dalam otot yangberseberangan dan pada badan perineal.Kontraksi ketiga otot tersebut untuk menekan, menarik masuk danmengulur uretra. Dua otot yang di bawah berfungsi menghentikan miksi voluntar.Pada nulliparae, rata-rata dibutuhkan waktu 1,96 detik untuk menghentikan lajuurin dalam saluran tengah tetapi pada multipara membutuhkan waktu lebih lama,sekitar 4,4 detik.2.1.2.4. Type serabut ototSifat berbagai otot berbeda-beda sesuai dengan sifat serabut-serabutnya.Setiap motor neuron spinal mensarafi hanya satu jenis serabut otot, sehinggaseluruh serabut otot dari satu motor unit ada dari jenis yang sama. Terdapat duajenis serabut otot atas dasar sentakan kontraksi dan kecepatan daya hantaraksonnya yakni otot lamban (slow twitch fiber) dan otot cepat (fast twitch fiber)Pada umumnya unit otot lamban mendapat persarafan dari motorneuron yanghalus, mempunyai daya tahan terhadap kelelahan dan merupakan unit yang paling

17banyak digunakan(Ganong, 1991). Serabut otot lamban warnanya merah karenawarnanya lebih merah dari otot-otot lainnya. Respon otot merah lamban,mempunyai waktu–laten panjang, otot ini menyesuaikan diri untuk kontraksi yangmemanjang, lamban guna menahan sikap atau stabilisasi. Otot putih mempunyaiwaktu kerut yang pendek, cepat, khusus untuk gerakan-gerakan yang halus dantrampil.Tabel 2.1: Karakteristik tipe serabut ototNoKarakteristikTipe ITipe II1WarnaMerahLebih pucat2Tipe kontraksi3Tipe serabut ototTonikLandai, lambanMampu kontraksi lebih lamaSlow twich fiberPhasikEkspolsive KontraksiSebentarFast twitch fiber4Fungsi OtotMobilisasi5Daya tahanStabilasasiPosturalTahan Lama6MetabolismeAerobAnaerob7PatologiTegang, kontakturLemah, AtropiCepat Lelah2.1.3. HistologiMenurutNewmen (2009), terdapat dua tipe serabut otot yang berbeda padaserabut otot dasar panggul. Diafragma pelvis terdiri dari 80% serabut otot slowtwtich (tipe 1) dan 20% serabut otot fast twtich (tipe 2). Kedua otot inimempunyai fisiologi yang serupa dengan otot skeletal lainnya dan mempunyaifungsi spesifik di dasar panggul. Serabut slow twitch berdiameter kecil berfungsidalam respon postural sesuai untuk aktifitas tonik yang lama sehinggabertanggung jawab untuk tonus otot dasar panggul normal dalam menyokong

18organ-organ pelvis. Serabut fast twitchberdiameter besar dan mampu berkontraksicepat dan kuatuntuk mempertahankan sokongan pelvis selama terjadinyapeningkatan tekanan intra abdominal atau suatu stimulus yang bersifat mendadak(Ganong 2003).2.1.4. PersarafanOtot Dasar PanggulOtot dasar panggul merupakan otot skeletal yang berada di bawah kontrolkesadaran (volunter) saraf motorikyang dapat dikontraksikan secara aktifsehingga akan berespon terhadap suatu teknik latihan sama seperti otot skeletallainnya. Otot dasar panggul mendapat persarafan dari saraf somatis pada sarafsakral ke empat, saraf rektal inferior, dan saraf perineal cabang dari sarafpudendal sakral. PersarafanVagina mendapat persarafan dari saraf simpatik dansaraf para simpatik yang berasal dari pleksus pelvis. Dan bagian bawah mendapatpersarafan dari saraf pudendaldan saraf ilioinguinal (S2,3,4).2.1.5. Peredaran DarahPada daerah vagina memiliki peredaran darah vena dan arteri. Vaginamendapat suplai darah arteridari cabang arteri uterin cervicovaginal, Arterivaginal cabang dari bagian anterior iliac interna, Rektal tengah dan Pudendalinterna. Keempatnya merupakan anastomosis dari satu dengan lainnya danmembentuk dua arteri azygos – anterior dan posterior. Sedangkan peredaran darahvena melalui vena iliaka interna dan vena pudendal interna.

192.1.6. Organ Reproduksi Wanita1). Indung telur (Ovarium)Merupakan organ reproduksi wanita yang penting bagi perkembanganseksual wanita. Terdapat dua buah indung telur di daerah panggul kanan dan kiriyang setiap bulannya menghasilkan sel telur atau folikul primordial secarabergantian antara kanan dan kiri serta banyak mengandung pembuluh darah. Satubulan sekali satu atau lebih folikul menjadi matang dan pecah menjadi ovum.Proses ini di sebut ovulasi. Apabila ovum dibuahi sperma akan membentukzigot.Zigot membelah dan akan membentuk janin yang akhirnya tumbuh di dalamrahim selama sembilan bulan. Ovarium selain memproduksi sel telur jugamensintesis tiga jenis hormon steroid, yaitu hormon estrogen, hormonprogesteron, dan hormon androgen. Hormon estrogen dan progesteron merupakanhormon seks wanita yang berpengaruh pada proses pertumbuhan dan fungsireproduksi wanita. Misalnya pertumbuhan buah dada, berlangsungnya menstruasitiap bulan, dan mempengaruhi terbentuknya sel telur dari ovarium. Hormonandrogen merupakan hormon seks pria bersifat anabolik dan bermanfaat dalammembantu seorang wanita untuk membentuk otot-otot agar berkembang denganbaik.2). Kandung Rahim (Uterus)Kandung rahim merupakan organ terpenting dari organ reproduksi, danterletak di dalam rongga pelvis di antara kandung kemih dan rektum. Rahimterdiri dari bagian atas (fundus), badan (corpus), dan leher rahim (servix uteri).Dinding uterus terdiri dari tiga lapis otot yakni dari luar adalah perimetrium,

20kemudian yang tengah adalah miometrium, sedang yang paling dalam adalahendometrium.Uterus mendapat darah dari arteria uterina, ranting dari arteria iliakainterna, dan dari arteria ovarika. Uterus mendapat persarafan dari saraf simpatisdari neuron adrenergik pendek dengan badan sel pada uterus dan serabutpreganglion yang menuju ke neuron postganglionik (diduga) melintas langsung.Uterus mendapat persarafan pula dari parasimpatis dan saraf cerebrospinal.Eferen sakral menyarafi visera pelvis melalui cabang-cabang pelvis dari sarafspinal sakral ke dua sampai ke empat (S2,3,4). Serabut preganglion dalam ke duaeferen berakhir pada neuron postganglion yang pendek yang terletak pada ataudekat pada struktur visera.2.2. Fungsi otot dasar panggulMenurut Sapsford (2006), otot dasar panggul mempunyai banyak fungsidiantaranya:1)Menyangga organ pelvis dan isi abdomen terutama ketika berdiri tegak.Diafragma pelvis/ levator ani memegang peranan penting dalam menyokongkandung kemih, kandungan, dan tiga lumen yakni uretra, vagina dan rektum. Ototini harus mampu berkontraksi secara volunter dan cepat pada suatu waktu tetapijuga harus dapat mempertahankan tonus saat istirahat secara berkelanjutan.2) Mempertahankan tekanan intra abdominal. Saat otot levator ani berkontraksi,vagina terangkat keatas dan otot tersebut juga membantu menahan gaya yangtimbul setiap terjadi peningkatan tekanan intra abdominal pada kandung kemihmisalnya saat batuk, bersin, tertawa keras, atau saat melompat.

213) Memelihara sudut anorektal. Sudut pertemuan antara rektum dan anussekitar90 dalam keadaan istirahat Sudut ini berkurang saat ototspingter anal eksternaldan otot puborektails berkontraksi untuk menunda defekasi dalam waktu dekatkarena situasi yang tidak tepat.4) Menutup uretral. Kontraksi otot dasar panggul yang mendadak dan kuat rin.Selamameningkatnya tekanan dalam perut, kontraksi otot dasar panggul akanmengangkat leher kandung kemihke dalam daerah tekanan perut.5) Menyangga beban daritulang punggung.Beban pada tubuh bagian atas dalamposisi yang benar akan disalurkan pada tulang punggung jika tekanan dalam perutkosong. Tekanan statis dihasilkan dari silinder trunk/otot coreyang keras yangdapat bergerak untuk menyangga bagian atas tubuh dan dengan demikianmengurangi beban tulang punggung. Tekanan statis ini di bentuk oleh otottransfersus abdominus, otot multifidus,diafragma thorak, dan otot dasar panggul.6) Stabilisasi pelvispinal. Otot Iskiokoksigeus membantu menstabilkan sendisakroiliaka dan sendi sakrokoksigeus.7) Fungsi seksual. Otot-otot perineal superfisial yang ber insersi di sekitar kakidanbadan klitorismempengaruhi peredaran darah dari organ-organ tersebut yangmenghambat kembalinya darah balik, dan kemungkinan mengkontribusi responseksual. Pada pembahasan kekuatan otot dasar panggul telah dinyatakan bahwapencapaian orgasme secara nyata berhubungan dengan kontraksi otot dasarpanggul yang maksimum.

222.3. Kelemahan Otot Dasar PanggulDisfungsi otot dasar panggul merupakan masalah kesehatan wanita,dapatmenimbulkan berbagai gejala yang akan menganggu kualitas hidup sepertiinkontinensia urin, inkontinensia alvi, faecal, prolaps organ panggul,dan disfungsiseksual (Santosa, 2008).Ini terjadi karena saat kehamilan mobilitas sendi sakro iliaka, sakrokoksigis dan sendi pubis bertambah karena jaringan ikat pada sendi panggulnyamulai melunak, sehingga rongga panggul menjadi lebih lebar. Namun, saatpersalinan dan sesudah persalinan hormon estrogen dan progesteron dan relaksinmenurun sehingga menyebabkan pelebaran rongga panggul berkurang.Kelemahan Otot merupakan masalah yang sering terjadi, tetapi deritanya.Beberapa penderita hanya merasakan lelah. Tetapi pada kelemahan otot yangsejati, meskipun sudah berusaha sekuat tenaga, kekuatan yang normal tidak akandicapai. ( David 2009 )Ketika sebuah otot mulai berkontraksi, unit motorik yang lebih kecil akanterstimulasi lebih dulu. Hal ini terjadi karena unit motorik yang lebih kecildipersarafi oleh neuron yang lebih kecil d medulla spinalis dan batang otak sertamemiliki ambang rangsang yang lebih rendah. Dengan meningkatnya kontraksi,unit motorik yang lebih besar akan bekerja secara progresif. Fenomena inimenyebabkanpeningkatanberkontraksi.(David 2009).kekuatanototsecarabertahapsaatotot

23Kelemahan otot dasar panggul bisa dilatih untuk meningkatkankekuatannya. Ada berbagai cara pelatihan untuk meningkatkan kekuatan ototdasar panggul di antaranya dengan melakukan pelatihan kebugaran seksual yaknimelakukan latihan dengan kontraksi ototdasar panggul secara berkelanjutan, tepat,dan benar. Pangkahila (2008).2.4.Hubungan Proses Persalinan terhadap kelemahan otot dasar panggulKehamilan dan persalinan akan menyebabkan otot dasar panggul lemahandan rusak sehinnga tidak dapat berfusing dengan baik.keknduran otot-otot dasarpanggul sering disebabkan karna melahirkan anak dari vagina.Kehamilan akibattekanan terus menerus terhadap otot dasar panggul menyebabkan pereganganyang pada akhirnya menyebabkan kelemahan otot dasar panggul.Kelahiran menyebabkan kerusakan pada otot dasar panggul, pada saat bayikeluar dari vagina terjadi tekanan pada kandung kemih,utera dan belebihan padaotot dasar panggul ini dapat merusak struktur jaringan ini. Sobekan atau tekananyang berlebihan pada otot,ligamen,jaringan dapat menyebabkan kelemahan yangprogresif. Dimana peregangan dan perobekan jaringan fibromuskular tersebu bisaterjadi selama proses melahirkan. Oleh karena itu stabilitas bada perineal sangatdiperlukan.2.5. Disfungsi Otot Dasar asarpanggulmerupakan masalah kesehatan wanita, dapat menimbulkan berbagai gejala yangakan mengganggu kualitas hidup seperti inkontinensia urin, inkontinansia alvi /faecal, prolaps organ panggul, dan disfungsi seksual.

24Berdasarkan dari berbagai penelitian para peneliti, disfungsi otot dasarpanggul kususnya pada otot pubokoksigeus, berkaitan dengan kehamilan danriwayat persalinan per vaginam,terutama bagi wanita yang telah berulangmelahirkan pervaginam, kepala lama dalam jalan lahir, kerobekan atau episiotomiperinium untuk melebarkan jalan lahir. Pada dasarnya disfungsi otot dasarpanggul meliputi kerusakan akibat trauma pada ototdasar panggul.Menurut Huge (2007), kehamilan sendiri diketahui memiliki efek negatifterhadap integritas otot dasar panggul akibat pengaruh hormon progesteron danrelaksin yang meningkat selama kehamilan. Akibat peningkatan hormon tersebutakan menyebabkan kelemahan jaringan kollagen diseluruh tubuh sehinggamenyebabkan seluruh struktur jaringan lunak ikut melemah, termasuk pula padaotot-otot yang mengelilingi abdomen dan pelvis. Dengan bertambah besarnyajanin dalam kandungan maka otot-otot abdominal terulur, otot dasar panggul yangberfungsi untuk menahan isi pelvis juga melorot kebawah, menyebabkanmobilitas sendi pelvis menjadi lebih besar sehingga memperluas diameter kanalpersalinan, tetapi juga mudah timbul cidera seperti subluksasi sendi sakroiliakamaupun simpisiolisis.Pangkahila (2005), mengutarakan bahwa dalam proses persalinan terjaditekanan terhadap dinding vagina oleh bayi, khususnya oleh kepala bayi. Tekananyang kuat tersebut acap kali tahanan otot dasar panggul disekitar vagina melemah.Perubahan ini wajar terjadi sebagai akibat peregangan yang bersifat mekanik.Prevalensi terjadinya kerusakan otot levator ani berkisar antara 15-30% padawanita yang mengalami persalinan pervaginam (Santoso, 2008). Tahanan otot

25disekitar vagina yang lemah ini dapat dirasakan oleh suami sebagai melonggarnyavagina ketika melakukan hubungan seksual. Pada istri sendiri kelemahan ototdasar panggul dapat mengurangi rangsangan seksual yang diterima selamamelakukan hubungan seksual (Pangkahila, 2005).1. ProlapsProlaps uteri adalah keadaaan yang terjadi ketika ligamen kardinal yangmendukung rahim dan vag

Anatomi Tulang dan Fisiologi Panggul 2.1.1 Tulang Tulang pelvis merupakan komposisi dari tiga buah tulang yakni dua tulang kokse . tulang pria lebih kekar dan kuat, sedangkan kerangka perempuan lebih ditujukan kepada pemenuhan fungsi reproduksi. Pada wanita bentuk thorak bagian bawah lebih besar, panggul berbentuk ginekoid dengan ala iliaka lebih lebar dan cekung, promontorium kurang .

Related Documents:

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Gaya Hidup 2.1.1.1 Definisi Gaya Hidup Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller (2016:187) "A lifestyle is a person pattern of life as expressed in activities, interests, and opinions. It portrays the whole person interacting with his or her environment." .

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN TEORETIK Bab ini membahas kajian teori yang bisa memotret fenomena penelitian, meliputi kajian tentang Komunikasi sebagai Interaksi Sosial, Komunikasi sebagai . penyandang autism dalam keran

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Pembelajaran SBDP . etika dan estetika, dan multikultural berarti seni bertujuan menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan berapresiasi terhada

12 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pendidikan Karakter 2.1.1.1 Pengertian Pendidikan Karakter Secara etimotologi, istilah karakter berasal dari bahasa latin character, yang berarti watak, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian dan akhlah (Agus

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI DAN MODEL PENELITIAN 2.1 Kajian Pustaka Beberapa tulisan yang dapat digunakan sebagai tolok ukur seperti tesis, . teori manajemen, dan teori analisis SWOT. Perbedaan penelitian tersebut di atas adalah perbedaaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN MODEL. PENELITIAN . 2.1 Tinjauan Pustaka. Tinjauan pustaka adalah kajian mengenai penelitian sebelumnya yang memiliki relevansi permasalahan dengan penelitian yang akan dilakukan. Kajian terhadap penelitiapenelitian sebelumnya diharapkan memberikan wawasan agar n-

Buku Keterampilan Dasar Tindakan Keperawatan SMK/MAK Kelas XI ini disajikan dalam tiga belas bab, meliputi Bab 1 Infeksi Bab 2 Penggunaan Peralatan Kesehatan Bab 3 Disenfeksi dan Sterilisasi Peralatan Kesehatan Bab 4 Penyimpanan Peralatan Kesehatan Bab 5 Penyiapan Tempat Tidur Klien Bab 6 Pemeriksaan Fisik Pasien Bab 7 Pengukuran Suhu dan Tekanan Darah Bab 8 Perhitungan Nadi dan Pernapasan Bab .

1.2 Permasalah Kajian 4 1.3 Kajian Terdahulu 8 1.4 Skop Kajian 21 1.5 Objektif Kajian 21 1.6 Kepentingan Kajian 22 1.7 Metodologi Kajian 26 1.7.1 Sumber-Sumber Primer 27 1.7.2 Sumber-Sumber Sekunder 28 1.7.3 Metode Analisis Data 28 1.8 Huraian Istilah Tajuk Kajian 29 .